Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 6 . June 2026 p-ISSN: 2774-6291 e-ISSN: 2774-6534 Available online at http://cerdika. id/index. php/cerdika/index Pengaruh Kinerja Lingkungan (Prope. terhadap Nilai Perusahaan dengan Kinerja Keuangan sebagai Mediasi pada Perusahaan Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2021 Ae 2025 Asisi Putri Yuvela Habeahan*. Herlin Tundjung Setijaningsih Universitas Tarumanagara. Indonesia Email: asisi. 125249245@stu. id*, herlins@fe. Keywords: environmental performance. financial performance. firm value. Kata Kunci: kinerja lingkungan, proper, kinerja keuangan, roa, nilai Abstract This study examines the effect of environmental performance (PROPER) on firm value (Tobin's Q) with financial performance (ROA) as a mediating variable, and firm size and leverage as control variables, among companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2021Ae2025. Using a descriptive-quantitative design with balanced panel data from 32 PROPER-participant companies . , this study employs Fixed Effect Model (FEM) with cluster-robust standard errors and the Baron and Kenny . mediation procedure confirmed by the Sobel test. Results indicate: . environmental performance (PROPER) does not significantly affect financial performance (ROA), although the coefficient direction is positive ( = 0. p = 0. financial performance (ROA) positively and significantly affects firm value (Tobin's Q) ( = p < 0. environmental performance does not positively affect firm value ( = Oe0. p = 0. ROA does not mediate the PROPERAeTobin's Q relationship (Sobel Z = 0. p = 0. These findings suggest that the transmission mechanism of environmental performance on market value in Indonesia requires a longer time horizon and more mature investor ESG literacy. Leverage (DER) negatively and significantly affects ROA but positively and significantly affects Tobin's Q, consistent with tax shield effects and signaling theory. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kinerja lingkungan (PROPER) terhadap nilai perusahaan (Tobin's Q) dengan kinerja keuangan (ROA) sebagai variabel mediasi, serta ukuran perusahaan dan leverage sebagai variabel kontrol pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021Ae2025. Menggunakan desain penelitian deskriptif-kuantitatif dengan data panel seimbang dari 32 perusahaan peserta PROPER . , penelitian ini menerapkan Fixed Effect Model (FEM) dengan cluster-robust standard errors dan prosedur mediasi Baron dan Kenny . yang dikonfirmasi oleh uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan: . kinerja lingkungan (PROPER) tidak teruji secara empiris berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (ROA), meskipun arah koefisien positif ( = 0,0104. p = 0,. kinerja keuangan (ROA) teruji berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (Tobin's Q) ( = 1,2019. p < 0,. kinerja lingkungan tidak teruji berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan ( = Oe0,0314. p = 0,. ROA tidak teruji memediasi hubungan PROPERAeTobin's Q (Z Sobel = 0,540. p = 0,. Temuan ini mengindikasikan bahwa mekanisme transmisi kinerja lingkungan terhadap nilai pasar di Indonesia masih memerlukan waktu yang lebih panjang dan tingkat literasi ESG investor yang lebih matang. Variabel leverage (DER) terbukti berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA dan positif signifikan terhadap Tobin's Q, konsisten dengan efek tax shield dan signaling theory. PENDAHULUAN Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap prospek bisnis suatu entitas dan cerminan tingkat kesejahteraan pemegang saham (Jaya et al. , 2025. Omotoso et al. , 2025. Sihombing et al. , 2. Dalam paradigma manajemen korporat modern, memaksimalkan nilai perusahaan menuntut perusahaan tidak hanya mengandalkan kinerja keuangan jangka pendek, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan yang berdampak pada persepsi pasar jangka panjang (Lestari & Khomsiyah, 2023. Utami et al. , 2. Nilai perusahaan diukur melalui Tobin's Q Ratio, rasio yang membandingkan nilai pasar aset perusahaan dengan nilai bukunya sehingga sensitif terhadap faktor nonkeuangan seperti reputasi, kualitas tata kelola, dan kapabilitas lingkungan. Pada periode 2021Ae2025, pasar modal Indonesia mengalami dinamika yang signifikan. Fase pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19 mendorong peningkatan aktivitas bursa secara substansial, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pertumbuhan dari 6. 581,48 pada akhir 2021 menuju 850,72Ae7. 079 pada periode 2022Ae2024 (Sa'diyah & Sulfitri, 2024. Ulhaqqi et al. Bursa Efek Indonesia (BEI) secara aktif mendorong penerapan prinsip Environmental. Social, and Governance (ESG) dengan menerbitkan ESG Score bagi perusahaan tercatat sejak 2022 (Bursa Efek Indonesia, 2. Di Indonesia, kinerja lingkungan perusahaan dievaluasi secara resmi melalui Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). PROPER memberikan peringkat mulai dari Hitam . hingga Emas . Secara empiris, kinerja lingkungan yang unggul diukur melalui PROPER memiliki pengaruh positif terhadap efektivitas manajemen dalam mengelola sumber daya, yang pada akhirnya mampu meningkatkan laba dan nilai perusahaan (Aprianti et al. , 2. Namun, beberapa perusahaan peserta PROPER dengan peringkat Emas atau Hijau justru tidak selalu mencatat Tobin's Q yang lebih tinggi dibandingkan pesaingnya yang berperingkat Biru (Sugiyanto & Alinsari. Utomo et al. , 2. Hal ini mengindikasikan bahwa nilai tambah dari kinerja lingkungan tidak secara langsung dan otomatis tercermin dalam valuasi pasar, melainkan membutuhkan mekanisme transmisi melalui kinerja keuangan (Fauzi, 2. Mekanisme transmisi yang diajukan adalah kinerja keuangan yang diproksikan oleh Return on Assets (ROA). ROA dipilih karena mencerminkan efisiensi operasional perusahaan secara komprehensif tanpa terdistorsi oleh keputusan struktur modal (Aditya Lutfi. Wardani & SaAoadah, 2. dan (Aprianti et al. , 2. The urgency of this research is underscored by the growing importance of ESG considerations in investment decisions. In 2024, 4,495 companies participated in PROPER, increasing to 5,476 companies in 2025, reflecting the program's expanding reach . The Ministry of Environment and Forestry has emphasized that PROPER should serve as an external control instrument for financial institutions and investors in assessing corporate risk . As environmental risks increasingly correlate with financial risks, understanding how PROPER ratings translate into market value becomes crucial for investors, regulators, and corporate managers. Penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Utomo et al. menemukan pengaruh positif langsung kinerja lingkungan terhadap nilai perusahaan, sementara Sugiyanto dan Alinsari . menemukan kinerja lingkungan tidak mampu memoderasi hubungan antara profitabilitas dan nilai perusahaan, dan Safitri et al. menemukan kinerja lingkungan tidak berpengaruh secara parsial terhadap nilai perusahaan. Inkonsistensi ini juga berlanjut pada penelitian yang menyertakan variabel mediasi. Khairiyani et al. menemukan ROA mampu memediasi pengaruh PROPER terhadap Tobin's Q pada perusahaan pertambangan periode 2015Ae2017, namun Wardani dan Sa'adah . menemukan sebaliknya (Rahmawati & Purwasih, 2. Ketidakkonsistenan temuan, ditambah keterbatasan cakupan pada sektor pertambangan dan periode sebelum 2021, menunjukkan bahwa peran ROA sebagai mediator antara PROPER dan Tobin's Q pada seluruh perusahaan peserta PROPER di BEI pada periode pasca-pandemi 2021Ae2025 belum dieksplorasi secara memadai. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini merumuskan empat pertanyaan penelitian: . Apakah PROPER berpengaruh positif terhadap ROA? . Apakah ROA berpengaruh positif terhadap Tobin's Q? . Apakah PROPER berpengaruh positif terhadap Tobin's Q? . Apakah ROA memediasi pengaruh PROPER terhadap Tobin's Q pada perusahaan terdaftar di BEI periode 2021Ae2025? METODE PENELITIAN Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif-konklusif dengan pendekatan Data yang digunakan adalah data sekunder berjenis data panel . anel dat. , yaitu kombinasi data lintas-entitas perusahaan dan data runtut waktu tahunan 2021Ae2025. Data panel digunakan karena kemampuannya mengontrol heterogenitas antarperusahaan yang tidak terobservasi dan meningkatkan efisiensi estimasi (Gujarati & Porter, 2. Teknik pengumpulan data adalah observasi dokumentasi dari laporan keuangan tahunan yang diaudit . dan publikasi resmi peringkat PROPER . 2 Populasi dan Sampel Populasi penelitian adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di BEI dan sekaligus merupakan peserta aktif program PROPER periode 2021Ae2025. Teknik pemilihan sampel adalah purposive sampling dengan kriteria: . terdaftar di BEI dan tidak mengalami delisting selama 2021Ae2025. memperoleh peringkat PROPER secara berturut-turut selama 2021Ae . menerbitkan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit secara lengkap. bukan perusahaan sektor keuangan, karena struktur laporan keuangannya berbeda secara fundamental (Fauzi, 2022. Sari & Sutopo, 2. Setelah seleksi, diperoleh 32 perusahaan dengan data panel seimbang selama 5 tahun, menghasilkan 160 observasi, melebihi rekomendasi minimum Hair et al. sebesar 20Ae40 observasi untuk model regresi dengan 4 variabel prediktor. Operasionalisasi Variabel Operasionalisasi seluruh variabel penelitian disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Ringkasan Operasionalisasi Variabel Penelitian Variabel Ukuran / Indikator Rumus / Pengukuran Skala Sumber Nilai Perusahaan Rasio nilai pasar terhadap Tobin's Q = (MVE PS DEBT) / TA Rasio (Y) Tobin's Q nilai penggantian aset MVE = nilai pasar ekuitas. PS = nilai likuidasi saham preferen. DEBT = liabilitas jangka pendek bersih utang jangka panjang. TA = total aset Chung Pruitt . Kinerja Lingkungan PROPER KLHK Hanif Peringkat PROPER Skor numerik 1Ae5 sesuai peringkat Ordinal (X) KLHK: 5=Emas | PROPER 4=Hijau | 3=Biru | 2=Merah | 1=Hitam Variabel Ukuran / Indikator Rumus / Pengukuran Skala Sumber Kinerja Keuangan Return on Assets Ae ROA = Laba Bersih / Total Aset (M) ROA menghasilkan laba dari total aset Rasio Gitman et al. Ukuran Perusahaan Logaritma natural total SIZE = Ln(Total Ase. (Kontro. SIZE aset perusahaan Rasio Dang et al. Leverage (Kontro. Debt-to-Equity Ratio Ae DER = Total Utang / Total Ekuitas DER perbandingan total utang terhadap total ekuitas Rasio Ross et al. Sumber: Chung & Pruitt . KLHK . Gitman et al. Dang et al. Ross et al. Metode Analisis Data Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan model mediasi melalui tiga persamaan: Model 1 (X Ie M): ROAit = CAPROPERit CCSIZEit CEDERit Ait Model 2 (M Ie Y dan X Ie Y): Tobin's Qit = CAROAit CCPROPERit CESIZEit CEDERit Ait Model 3 (X Ie Y, tanpa mediato. : Tobin's Qit = CAPROPERit CCSIZEit CEDERit Ait Pemilihan estimator dilakukan melalui Uji Chow (PLS vs. FEM) dan Uji Hausman (FEM vs. REM). Pengujian mediasi menggunakan prosedur Baron dan Kenny . yang dikonfirmasi oleh uji Sobel . Heteroskedastisitas dan autokorelasi yang terdeteksi diatasi menggunakan cluster-robust standard errors pada level perusahaan (Cameron & Trivedi, 2005. Petersen, 2. Seluruh analisis menggunakan Stata 17. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Sampel Sampel penelitian terdiri dari 32 perusahaan non-keuangan peserta PROPER yang terdaftar di BEI. Distribusi sampel berdasarkan sektor industri disajikan pada Tabel 4 dan distribusi frekuensi peringkat PROPER pada Tabel 2. Tabel 2. Distribusi Sampel Berdasarkan Sektor Industri Sektor Industri Jumlah Persentase Perusahaan Perusahaan (%) Basic Materials 40,62 ADMG. CTBN. FPNI. GDST. INCO. IPOL. ISSP. KRAS. NIKL. SPMA. SRSN. TKIM. UNIC Industrials 18,75 IKBI. KBLI. KBLM. LION. UNTR. VOKS Consumer Cyclicals 15,62 BOLT. BRAM. CINT. INDR. INDS Energy 9,38 AKRA. KKGI. MBAP Healthcare 9,38 KLBF. PEHA. SIDO Infrastructures 6,25 BUKK. POWR Total 100,00 Sumber: Data diolah, 2026. Sektor Basic Materials mendominasi sampel . ,62%), diikuti Industrials . ,75%). Keberagaman sektor ini mencerminkan karakteristik program PROPER yang menyasar berbagai industri dengan dampak lingkungan signifikan. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Peringkat PROPER Peringkat PROPER Kategori Emas (Gol. 5,00 5,00 Hijau (Gree. 13,13 18,13 Biru (Blu. 70,63 88,75 Merah (Re. 11,25 100,00 100,00 Total Frekuensi Persentase Kumulatif (%) (%) Sumber: KLHK, data diolah, 2026. Dari 160 observasi, mayoritas memperoleh peringkat Biru . ,63%), diikuti Hijau . ,13%). Merah . ,25%), dan Emas . ,00%). Tidak ada observasi yang memperoleh peringkat Hitam. Dominasi peringkat Biru mengindikasikan bahwa variasi within-firm PROPER yang dapat dieksploitasi FEM menjadi sangat terbatas, yang berimplikasi pada rendahnya daya uji statistik. Statistik Deskriptif dan Korelasi Statistik deskriptif dan matriks korelasi antarvariabel disajikan pada Tabel 4 dan Tabel 5. Tabel 4. Statistik Deskriptif Variabel Penelitian Variabel Min Max Mean Std. Dev. PROPER . 3,12 0,658 ROA -0,201 0,558 0,053 0,091 Tobin's Q 0,171 5,059 0,988 0,787 SIZE (LnTA) 19,876 25,903 22,342 1,360 DER 0,111 6,228 0,830 0,971 Sumber: Data diolah dengan Stata 17, 2026. Variabel PROPER memiliki rata-rata 3,12 . eringkat Bir. ROA rata-rata 5,3% dengan rentang Oe0,201 hingga 0,558 mencerminkan heterogenitas profitabilitas Tobin's Q rata-rata 0,988 mengindikasikan mayoritas perusahaan dinilai pasar hampir setara nilai bukunya. SIZE mencerminkan total aset rata-rata sekitar Rp 5,0 triliun, dan DER rata-rata 0,830. Tabel 5. Matriks Korelasi Antarvariabel Variabel PROPER PROPER 1,000 ROA 0,392 ROA 1,000 Tobin's Q SIZE DER Variabel PROPER ROA Tobin's Q SIZE Tobin's Q 0,541 0,516 1,000 SIZE 0,391 0,209 0,084 1,000 DER -0,011 -0,271 -0,104 0,262 DER 1,000 Sumber: Data diolah dengan Stata 17, 2026. PROPER berkorelasi positif dengan ROA . = 0,. dan Tobin's Q . = 0,. , konsisten dengan arah hipotesis. ROA berkorelasi positif dengan Tobin's Q . = 0,. Korelasi antara PROPER dan SIZE yang mencapai r = 0,391 mengindikasikan perusahaan besar cenderung memiliki peringkat PROPER lebih tinggi, sehingga pengontrolan SIZE dalam model FEM menjadi penting. Uji Asumsi dan Spesifikasi Model Ringkasan hasil uji asumsi dan uji spesifikasi model disajikan pada Tabel 6 dan Tabel 7. Tabel 6. Ringkasan Hasil Uji Asumsi Analisis Data Asumsi Uji / Metode Statistik Uji p-value Kesimpulan Normalitas SkewnessResidual (Model . Kurtosis . NA. = 30,96 0,000 Tidak normal. tidak kritis (N=160. CLT Normalitas SkewnessResidual (Model . Kurtosis . NA. = 30,31 0,000 Tidak normal. tidak kritis (N=160. CLT Normalitas SkewnessResidual (Model . Kurtosis . NA. = 28,18 0,000 Tidak normal. tidak kritis (N=160. CLT Multikolinearitas (Model . Variance Inflation (VIF) VIF Maks = 1,29 Ai Tidak ada multikolinearitas (VIF < . Factor Multikolinearitas (Model . Variance Inflation (VIF) VIF Maks = 1,34 Ai Tidak ada multikolinearitas (VIF < . Factor Heteroskedastisitas Modified Wald NA. = 13. 231,47 (Model . Test . 0,000 Terdeteksi. diatasi dengan cluster-robust Heteroskedastisitas Modified Wald NA. = 162. 912,26 (Model . Test . 0,000 Terdeteksi. diatasi dengan cluster-robust Autokorelasi (Model . Wooldridge Test F. = 23,846 . 0,000 Terdeteksi. diatasi dengan cluster-robust Autokorelasi (Model . Wooldridge Test F. = 35,231 . 0,000 Terdeteksi. diatasi dengan cluster-robust Sumber: Data diolah dengan Stata 17, 2026. *** p < 0,01. ** p < 0,05. * p < 0,10. Normalitas residual tidak terpenuhi . < 0,. namun tidak kritis dengan N = 160 karena Central Limit Theorem. Multikolinearitas tidak ditemukan (VIF maks = 1,34 < . Heteroskedastisitas dan autokorelasi terdeteksi dan diatasi menggunakan cluster-robust standard errors. Tabel 7. Hasil Uji Spesifikasi Model (Chow dan Hausma. Uji Model Statistik p-value Keputusan Model Terpilih Chow ROA = 4,07 0,000 Tolak PLS, pilih FEM FEM Chow Tobin's Q = 29,50 0,000 Tolak PLS, pilih FEM FEM Hausman ROA NA. = 5,22 0,156 FEM dipilih . onsistensi antar-mode. FEM Hausman Tobin's Q NA. = Oe45,78 Ai NA negatif. REM tidak FEM Sumber: Data diolah dengan Stata 17, 2026. Uji Chow menolak PLS pada kedua model . < 0,. , sehingga FEM lebih sesuai. Pada Model Tobin's Q, uji Hausman menghasilkan NA negatif (Oe45,. , mengindikasikan asumsi REM tidak terpenuhi. Mengikuti rekomendasi Cameron dan Trivedi . FEM ditetapkan untuk seluruh estimasi demi konsistensi spesifikasi model. Hasil Estimasi Model Regresi Ringkasan hasil estimasi Fixed Effect Model dengan cluster-robust standard error disajikan pada Tabel 8. Tabel 8. Ringkasan Hasil Estimasi Fixed Effect Model dengan Cluster-Robust Standard Error Variabel Model 1 (DV: ROA) Model 2 (DV: Tobin's Q) Model 3 (DV: Tobin's Q) 0,0104 . ,0. Oe0,0439 . ,0. Oe0,0314 . ,0. ROA (M) Ai 1,2019*** . ,2. SIZE (K. 0,0448 . ,0. Oe0,1592 . ,0. Oe0,1054 . ,1. DER (K. Oe0,0449** . ,0. 0,1311** . ,0. 0,0771 . ,0. Konstanta Oe0,9418 . ,0. 4,5094** . ,2. 3,3773 . ,5. Jumlah Grup RA Within 0,0474 0,0982 0,0107 F-statistic F. = 2,77 F. = 6,07*** F. = 0,59 PROPER (X) Sumber: Data diolah dengan Stata 17, 2026. Catatan: Angka dalam kurung adalah clusterrobust standard error. *** p < 0,01. ** p < 0,05. * p < 0,10. Semua model menggunakan Fixed Effect Model (FEM) dengan cluster pada level perusahaan. Pengujian Hipotesis Mediasi (Baron & Kenny dan Sobe. Hasil pengujian mediasi disajikan pada Tabel 9 dan Tabel 10, serta ringkasan seluruh pengujian hipotesis pada Tabel 9. Tabel 9. Ringkasan Prosedur Pengujian Mediasi Baron dan Kenny . Langkah Jalur yang Diuji Koefisien p-value Kesimpulan PROPER Ie Tobin's Q -0,0314 (Model 3, tanpa mediato. 0,570 Tidak signifikan . > 0,. syarat Langkah 1 tidak terpenuhi PROPER Ie ROA (Model 1, 0,0104 jalur . 0,590 Tidak signifikan . > 0,. mediasi tidak terbentuk Langkah Jalur yang Diuji Koefisien ROA Ie Tobin's Q (Model 2, 1,2019 jalur . Perbandingan PROPER: Oe0,0314 Model 3 vs Model 2 . vs c') Oe0,0439 Ie p-value Kesimpulan 0,000*** Signifikan . < 0,. jalur b terpenuhi 0,570 Ie 0,246 Koefisien tidak mengecil secara bermakna. tidak ada mediasi Sumber: Data diolah dengan Stata 17, 2026. Tabel 10. Hasil Uji Sobel Ai Konfirmasi Signifikansi Efek Mediasi Komponen Nilai Kriteria Kesimpulan Jalur a (PROPER Ie ROA) 0,010359 (SE = 0,019. Jalur b (ROA Ie Tobin's 1,201935 (SE = 0,253. Efek mediasi . 0,012451 Standard Error Sobel 0,023043 Z Sobel 0,540 |Z| > 1,96 Tidak memenuhi p-value . wo-taile. 0,589 p < 0,05 Tidak memenuhi Kesimpulan Mediasi Efek Tidak Signifikan H4 tidak teruji secara empiris Sumber: Data diolah dengan Stata 17, 2026. Tabel 11. Ringkasan Hasil Pengujian Hipotesis Hipotesis Prediksi Arah Aktual Koefisien p-value Kesimpulan 0,590 Tidak teruji secara empiris PROPER Ie ROA Positif ( ) 0,0104 ROA Ie Tobin's Q Positif ( ) 1,2019 PROPER Ie Tobin's Negatif Q ( ) Oe0,0314 ROA memediasi Positif PROPER Ie Tobin's ayb 0,012 0,000*** Teruji secara empiris 0,570 Tidak teruji. arah berlawanan hipotesis 0,589 Tidak teruji (Z Sobel = 0,. Sumber: Data diolah dengan Stata 17, 2026. *** p < 0,01. ** p < 0,05. * p < 0,10. H1 tidak teruji secara empiris: koefisien PROPER terhadap ROA sebesar 0,0104 . = 0,. tidak signifikan, meskipun arahnya positif. Ketidaksignifikanan ini dapat dijelaskan dari sisi metodologis estimasi FEM yang hanya mengeksploitasi variasi within-firm, sementara 70,63% perusahaan bertahan di peringkat Biru. Arah positif konsisten dengan temuan Utomo et al. dan Shen et al. , mengindikasikan bahwa secara substantif kinerja lingkungan berkontribusi positif terhadap profitabilitas, namun belum dapat diidentifikasi secara statistik dalam jendela observasi lima tahun. Hal ini berbeda dari Boakye et al. yang menemukan hubungan nonlinear berbentuk inverted U-shape. H2 teruji secara empiris: ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tobin's Q ( = 1,2019. p < 0,. Temuan ini konsisten dengan Signaling Theory bahwa profitabilitas merupakan sinyal kredibel tentang kualitas manajemen. Setiap peningkatan ROA satu satuan diprediksi meningkatkan Tobin's Q sebesar 1,2019 poin, konsisten dengan seluruh studi relevan termasuk Saniah dan Thamrin . Sari dan Sutopo . , dan Zhou et al. H3 tidak teruji secara empiris: PROPER tidak berpengaruh positif terhadap Tobin's Q ( = Oe0,0314. p = 0,570 pada Model . Arah negatif mengindikasikan bahwa sinyal peringkat PROPER belum sepenuhnya diintegrasikan investor ke dalam valuasi saham. Investor domestik BEI mungkin masih lebih memprioritaskan sinyal keuangan dibandingkan PROPER. Temuan ini konsisten dengan Safitri et al. dan Munir dan Pratama . yang mengidentifikasi disclosure-value gap, berbeda dari Utomo et al. dan Aprianti et al. yang menggunakan estimator OLS. H4 tidak teruji secara empiris: prosedur Baron dan Kenny . menunjukkan Langkah 1 . = 0,. dan Langkah 2 . = 0,. tidak terpenuhi. Uji Sobel menghasilkan Z = 0,540 . = 0,. Ketidakteujian H4 merupakan konsekuensi logis dari ketidakteujian H1. Meskipun demikian, jalur b (ROA Ie Tobin's Q) terbukti kuat dan signifikan, serta arah mediasi . y b = 0,. tetap positif. Temuan ini berbeda dari Fauzi . dan Pratiwi dan Sisdyani . yang kemungkinan dipengaruhi oleh perbedaan estimator (OLS vs. FEM). Variabel kontrol DER menunjukkan pengaruh yang menarik: berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA ( = Oe0,0449. p < 0,. namun positif signifikan terhadap Tobin's Q ( = 0,1311. p < 0,. Temuan ini konsisten dengan efek tax shield Modigliani-Miller dan Signaling Theory (Ross, 1. , di mana penggunaan utang yang lebih tinggi dipersepsikan pasar sebagai sinyal positif kemampuan arus kas masa depan. SIZE tidak signifikan pada model mana pun dalam estimasi FEM, konsisten dengan ekspektasi bahwa variasi ukuran perusahaan bersifat stabil within-firm. KESIMPULAN Berdasarkan analisis data panel 32 perusahaan peserta PROPER yang terdaftar di BEI periode 2021Ae2025 menggunakan Fixed Effect Model (FEM) dengan cluster-robust standard errors serta prosedur Baron dan Kenny . yang dikonfirmasi uji Sobel, diperoleh simpulan bahwa: . H1 tidak teruji secara empiris Ai kinerja lingkungan (PROPER) tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap ROA ( = 0,0104. p = 0,. , meskipun arah koefisiennya positif dan konsisten dengan prediksi RBV. H2 teruji secara empiris Ai ROA terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tobin's Q ( = 1,2019. p < 0,. , mengkonfirmasi Signaling Theory bahwa profitabilitas merupakan sinyal kredibel bagi investor. H3 tidak teruji secara empiris Ai PROPER tidak berpengaruh positif terhadap Tobin's Q ( = Oe0,0314. p = 0,. , mengindikasikan disclosure-value gap di pasar modal Indonesia. H4 tidak teruji secara empiris Ai ROA tidak terbukti memediasi PROPER Ie Tobin's Q (Z Sobel = 0,540. p = 0,. , sebagai konsekuensi logis dari tidak terpenuhinya jalur a. Temuan ini menunjukkan bahwa mekanisme transmisi kinerja lingkungan ke nilai pasar memerlukan jangka waktu lebih panjang dan literasi ESG investor yang lebih matang. Bagi perusahaan, disarankan mengintegrasikan strategi komunikasi ESG yang efektif kepada pelaku pasar. Bagi regulator. KLHK perlu memperkuat insentif bagi perusahaan untuk meningkatkan peringkat PROPER, sementara BEI dapat mewajibkan disclosure peringkat PROPER dalam laporan ESG Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan Random Effect Model atau Hausman-Taylor estimator, memperluas periode penelitian, menggunakan proksi kinerja lingkungan yang lebih granular seperti skor ESG independen (MSCI. Sustainalytic. , serta menerapkan bootstrapping atau Structural Equation Modeling (SEM) untuk pengujian mediasi yang lebih robust. REFERENSI