JIGE 6 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige DOI: https://doi. org/10. 55681/jige. Pengembangan Budaya Sekolah di SMP PGRI 11 Palembang dan SMP IT Bina Insan Islamic School Rambutan Rahul ChanA. Ruani Oskar1. Marwan Ali1. Andre Febrianto1. Muhammad Fauzi1. Ismail Sukardi1 Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam. Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Indonesia *Corresponding author email: muhammadfauzi_uin@radenfatah. Article Info Article history: ABSTRACT Received July 11, 2025 Approved August 10, 2025 Keywords: School Culture. Development. Tradition. Values School culture serves as a fundamental foundation in shaping a positive, conducive, and character-oriented learning environment. This study aims to describe and analyze the strategies and practices involved in developing school culture at SMP PGRI 11 Palembang and SMP IT Bina Insan Islamic School Rambutan. Using a qualitative approach, the research explores the values, traditions, and practices that form an integral part of the cultural development in both schools. The findings reveal that the development of school culture is strongly influenced by the institution's vision and mission, as well as the active involvement of all school components, including students, teachers, and parents. A positive school culture has been shown to enhance studentsAo learning motivation and academic achievement. The results of this study are expected to serve as a reference for other educational institutions in cultivating an effective and sustainable school culture. ABSTRAK Budaya sekolah merupakan fondasi utama dalam membentuk iklim belajar yang positif, kondusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan serta menganalisis strategi dan praktik pengembangan budaya sekolah di SMP PGRI 11 Palembang dan SMP IT Bina Insan Islamic School Rambutan. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai, tradisi, serta praktik yang menjadi bagian integral dari pembentukan budaya di kedua sekolah Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan budaya sekolah sangat dipengaruhi oleh visi dan misi lembaga, serta keterlibatan aktif seluruh komponen sekolah, termasuk siswa, guru, dan orang tua. Budaya sekolah yang positif terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar dan prestasi akademik siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi pendidikan lain dalam mengembangkan budaya sekolah yang efektif dan berkelanjutan. Copyright A 2025. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license How to cite: Chan. Oskar. Ali. Febrianto. Fauzi. , & Sukardi. Pengembangan Budaya Sekolah di SMP PGRI 11 Palembang dan SMP IT Bina Insan Islamic School Rambutan. Jurnal Ilmiah Global Education, 6. , 1516Ae1521. https://doi. org/10. 55681/jige. Pengembangan Budaya Sekolah di SMP PGRI 11 Palembang dan SMP IT Bina Insan A - 1516 Chan et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . PENDAHULUAN Budaya sekolah merupakan salah satu elemen krusial dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik (Khoiriah dkk. , 2. Menurut Ki Hajar Dewantara, manusia yang membudaya adalah manusia yang hidup untuk keselamatan dan kebahagiaan dalam perjuangan hidupnya (Maryamah, 2. Dalam kehidupan bermasyarakat, sekolah tidak hanya berperan sebagai lembaga yang mentransfer pengetahuan, melainkan juga sebagai wahana untuk menanamkan nilai-nilai, norma, dan kebiasaan positif yang menjadi bekal penting bagi siswa dalam kehidupan sosialnya (Selfiati dkk. , 2. Oleh karena itu, pengembangan budaya sekolah perlu menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Penciptaan budaya sekolah yang berorientasi pada pendidikan karakter menunjukkan bahwa tanggung jawab untuk membentuk budaya positif tidak hanya berada di tangan siswa, tetapi juga melibatkan guru dan seluruh elemen sekolah lainnya (Miyono & Widiastuti, 2. Budaya yang terbentuk dalam lingkungan institusi pendidikan ini diharapkan dapat meluas menjadi budaya komunitas, masyarakat, bahkan menjadi bagian dari budaya bangsa (Yudha & Aulia. Dalam konteks ini, perubahan cara pandang seluruh elemen sekolah baik kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua, maupun masyarakat dipandang sebagai faktor kunci dalam menciptakan perubahan sistem, pola tindakan, dan proses yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan (Anggara, 2. Perubahan pola pikir tersebut diharapkan mampu mendorong setiap pihak untuk merancang langkah-langkah strategis secara sadar dan kolektif demi menciptakan budaya sekolah yang positif, yang berakar dari kesadaran dan kesepakatan bersama (Adi & Bambang, 2. Artikel ini mengulas dan membandingkan strategi pengembangan budaya sekolah di dua institusi pendidikan, yaitu SMP PGRI 11 Palembang dan SMP IT Bina Insan Islamic School Rambutan. Meskipun keduanya memiliki pendekatan yang berbeda, keduanya menunjukkan komitmen yang kuat dalam menciptakan lingkungan sekolah yang religius, kondusif, dan berkarakter. SMP PGRI 11 Palembang, sebagai sekolah yang berada di bawah naungan organisasi PGRI, memiliki misi untuk mencetak generasi yang berkarakter dan berprestasi. Sementara itu. SMP IT Bina Insan Islamic School Rambutan lebih menekankan pada pendidikan yang berbasis nilai-nilai keislaman. Dengan latar belakang yang berbeda, kedua sekolah ini menyuguhkan perspektif yang menarik mengenai bagaimana budaya sekolah dapat dirancang, dikembangkan, dan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif guna memperoleh informasi yang komprehensif mengenai praktik budaya sekolah di masing-masing institusi. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif komparatif, yaitu pendekatan yang memadukan karakteristik penelitian kualitatif, deskriptif, dan komparatif. Lokasi penelitian ditetapkan di dua sekolah, yakni SMP PGRI 11 Palembang dan SMP IT Bina Insan Islamic School Rambutan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Wawancara dilakukan berdasarkan panduan yang telah disusun sebelumnya untuk memastikan seluruh aspek budaya sekolah tercakup. Sementara itu, observasi dilakukan selama beberapa minggu guna memperoleh pemahaman yang utuh terhadap interaksi dan praktik harian di lingkungan sekolah. Pengumpulan data dilaksanakan dalam dua tahap: pertama, wawancara digunakan untuk menggali pemahaman serta pandangan individu terkait Pengembangan Budaya Sekolah di SMP PGRI 11 Palembang dan SMP IT Bina Insan A- 1517 Chan et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . budaya sekolah. kedua, observasi dimaksudkan untuk melihat langsung implementasi nilai-nilai budaya yang telah diidentifikasi. Seluruh data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis tematik, di mana tema-tema yang muncul dari proses wawancara dan observasi disusun, dikategorikan, serta dianalisis secara mendalam untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif mengenai pengembangan budaya sekolah di kedua institusi tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP PGRI 11 Palembang memiliki budaya sekolah yang secara signifikan mendukung penerapan nilai-nilai pendidikan karakter. Salah satu program unggulan yang diterapkan adalah "PGRI Peduli", sebuah inisiatif yang bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian sosial siswa melalui kegiatan bakti sosial dan penggalangan dana bagi masyarakat yang membutuhkan. Berdasarkan data survei internal, sebanyak 85% siswa menyatakan bahwa keterlibatan mereka dalam program ini meningkatkan motivasi belajar secara Sementara itu. SMP IT Bina Insan Islamic School Rambutan mengintegrasikan nilainilai Islam ke dalam seluruh aspek pendidikan. Sekolah ini menjalankan program "Bina Karakter Islami", yang mencakup kegiatan rutin seperti pengajian, salat berjamaah, serta diskusi tentang etika dan moral. Berdasarkan hasil wawancara, 90% siswa menyatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam pengembangan karakter dan spiritualitas mereka. Temuan ini menegaskan bahwa budaya sekolah yang dibangun di atas landasan nilai-nilai keagamaan mampu memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter siswa. Kedua sekolah tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan dalam pengembangan budaya sekolah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang ditetapkan oleh pihak manajemen sekolah, melainkan juga oleh tingkat partisipasi aktif dari seluruh anggota komunitas sekolah. Salah satu bentuk nyata partisipasi tersebut adalah keterlibatan orang tua dalam berbagai kegiatan sekolah. Di SMP PGRI 11 Palembang, misalnya, orang tua terlibat langsung dalam rapat koordinasi, kegiatan akademik, dan berbagai acara sekolah, yang menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam mendidik anak-anak. Keterlibatan ini selaras dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa partisipasi orang tua berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan serta mendukung efektivitas implementasi kebijakan sekolah. Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak terbukti dapat memperkuat kualitas pembelajaran dan memaksimalkan pencapaian tujuan pendidikan (Nisa , 2. Lebih lanjut, keterlibatan aktif orang tua dan komunikasi yang efektif dengan pihak sekolah dapat meningkatkan hasil belajar serta perkembangan sosial anak. Dampak positif ini mencakup aspek akademik, sosial, dan pembentukan karakter. Oleh karena itu, penting bagi sekolah untuk menciptakan saluran komunikasi yang fleksibel dan terbuka dengan orang tua demi menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas (Setiani & Halimah, 2. Nilai-nilai yang Diajarkan SMP PGRI 11 Palembang menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan utama dalam pengembangan budaya sekolah. Nilai-nilai tersebut disampaikan melalui integrasi dalam berbagai mata pelajaran serta kegiatan ekstrakurikuler. Dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPK. , misalnya, siswa diajarkan pentingnya sikap toleransi, semangat gotong royong, dan penghargaan terhadap keberagaman. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian Pendidikan Palembang pada tahun 2021, sebanyak 85% Pengembangan Budaya Sekolah di SMP PGRI 11 Palembang dan SMP IT Bina Insan A- 1518 Chan et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . siswa menyatakan bahwa mereka menjadi lebih menghargai perbedaan setelah terlibat dalam kegiatan diskusi dan debat yang diadakan di sekolah (Bappeda Litbang Kota Palembang, 2. Sebaliknya. SMP IT Bina Insan Islamic School Rambutan menekankan pendidikan yang berbasis nilai-nilai Islam. Melalui program tahfidz . enghafal Al-QurAoa. dan pembelajaran akhlak, siswa dibimbing untuk memiliki kepribadian yang luhur, beretika, dan berperilaku sesuai tuntunan agama. Siswa yang mengikuti program tahfidz cenderung memiliki tingkat kedisiplinan yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang tidak mengikuti program tersebut (Rachmawati, 2. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pengintegrasian nilai-nilai agama ke dalam sistem pendidikan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan karakter siswa. Kedua sekolah tersebut menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai yang sesuai dengan budaya lokal dan kepercayaan agama masing-masing dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif dan kondusif. Meskipun pendekatan yang digunakan berbeda yakni berbasis ideologi nasional dan agama keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat. Oleh karena itu, pengembangan budaya sekolah yang berlandaskan nilai-nilai luhur menjadi aspek yang sangat penting dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas di masa depan. Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu sarana yang efektif dalam pengembangan budaya sekolah, sekaligus menjadi wadah pembentukan karakter dan keterampilan sosial siswa. Di SMP PGRI 11 Palembang, kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan meliputi pramuka, seni tari, dan olahraga. Program-program ini dirancang untuk mendorong siswa mengembangkan nilai-nilai seperti tanggung jawab, kerja sama, dan kedisiplinan. Berdasarkan Laporan Tahunan Sekolah tahun 2023, sebanyak 70% siswa terlibat aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, yang mencerminkan tingginya rasa kepemilikan dan keterlibatan siswa terhadap lingkungan sekolah. Sementara itu. SMP IT Bina Insan Islamic School Rambutan juga menyelenggarakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang selaras dengan nilai-nilai Islam, seperti lomba hafalan AlQur'an dan kegiatan sosial berbasis kepedulian terhadap sesama. Kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan siswa, tetapi juga menanamkan empati, solidaritas, dan tanggung jawab sosial. Siswa yang aktif dalam kegiatan sosial memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi terhadap sekolah dan lingkungan belajarnya (Basuki, 2. Melalui partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler, siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kerja sama, kepemimpinan, serta membangun hubungan interpersonal yang sehat dengan teman sebaya. Kondisi ini turut menciptakan suasana sekolah yang harmonis dan mendukung proses pembelajaran secara keseluruhan, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap peningkatan prestasi akademik (Sundari, 2. Dengan demikian, penting bagi kedua sekolah untuk terus mendukung dan mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler yang terarah dan berkelanjutan. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa di luar kelas, tetapi juga memainkan peran strategis dalam membentuk karakter serta menanamkan nilai-nilai sosial yang esensial bagi kehidupan masa depan. Kegiatan ekstrakurikuler yang dirancang secara terencana dapat membantu siswa memahami dan menerapkan nilai-nilai kebangsaan yang sejalan dengan tujuan pendidikan kewarganegaraan di Indonesia (Lestari & Habibah, 2. Pengembangan Budaya Sekolah di SMP PGRI 11 Palembang dan SMP IT Bina Insan A- 1519 Chan et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . KESIMPULAN Pengembangan budaya sekolah di SMP PGRI 11 Palembang dan SMP IT Bina Insan Islamic School Rambutan menunjukkan bahwa meskipun pendekatan yang digunakan berbeda, kedua institusi memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan lingkungan pendidikan yang positif dan mendukung. Melalui pengintegrasian nilai-nilai dalam proses pembelajaran, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, serta keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat, kedua sekolah berhasil membangun budaya sekolah yang mendukung pembentukan karakter siswa secara holistik. Dengan terus memperkuat elemen-elemen tersebut, budaya sekolah yang telah dibentuk diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi lingkungan sosial di sekitarnya. Keberhasilan kedua sekolah ini dapat dijadikan model inspiratif bagi lembaga pendidikan lainnya dalam mengimplementasikan nilainilai pendidikan yang berorientasi pada pengembangan karakter siswa dan kolaborasi dengan masyarakat luas. DAFTAR PUSTAKA