Musica Journal of Music ISSN: 2807-1026 (Online - Elektroni. Available online at: https://journal. isi-padangpanjang. id/index. php/MSC PENGARUH LAGU BERBAHASA JEPANG TERHADAP EMOSI. KONSENTRASI. DAN PELAFALAN ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK YARI INTERNATIONAL SCHOOL Havidzah Darmawan1. Irwan2. Wilma Sri Wulan3. Sastra Munafri4. Wilman In5 Program Studi Seni Musik Fakultas Seni Pertunjukan. Institut Seni Indonesia Padangpanjang Jl. Bahder Johan. Guguk Malintang. Kec. Padang Panjang Tim. Kota Padang Panjang Email: havizahdarmawan@gmail. com1, irwan@isi-padangpanjang. wilmasriwulan@isi-padangpanjang. id3 , sastramunafri5@gmail. com4, wilman. in@isi-padangpanjang. * coresponden author Submitted : 29 Januari 2026 Revised : 12 April 2026 Accepted : 26 Mei 2026 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musik anak berbahasa Jepang terhadap peningkatan emosi, konsentrasi, dan pelafalan berbahasa Jepang terhadap anak usia 4-5 tahun di Taman Kanak-kanak Yari International School Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan eksperimen semu dan juga desain one-group pre-test and post-test. Subjek penelitian adalah sembilan anak yang diberikan perlakuan berupa memainkan tiga lagu anak Jepang, yaitu Atama. Kata. Hiza. Ashi. Sji no Uta, dan Inu no Omawarisan selama delapan kali pertemuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan menggunakan lembar penilaian skala 1-4 yang menilai aspek emosi, konsentrasi, dan pelafalan anak. Peningkatan terlihat pada emosi positif, antusiasme, ketenangan, fokus perhatian, dan respons sosial anak-anak setelah mengikuti serangkaian belajar berbahasa sambil bermusik. Dengan demikian, musik anak-anak berbahasa Jepang terbukti memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan emosi, pelafalan dan konsentrasi anak usia dini, sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan dalam kegiatan pendidikan anak usia dini. Kata Kunci: Emosi. Konsentrasi. Pembelajaran_Musik. Antusiasme. Respond_Sosial ABSTRACT This study aims to determine the effect of Japanese children's music on improving emotions, concentration, and Japanese pronunciation in children aged 4-5 years at Yari International School Padang Kindergarten. The research method used is a quantitative approach with a quasi-experimental design and also a one-group pre test and post-test design. The subjects of the study were nine children who were given treatment in the form of playing three Japanese children's songs, namely Atama. Kata. Hiza. Ashi. Sji no Uta, and Inu no Omawarisan for eight The data collection technique was carried out through observation using a 1-4 scale assessment sheet that assessed aspects of children's emotions, concentration, and pronunciation. Improvements were seen in positive emotions, enthusiasm, calmness, focus of attention, and social responses of children after participating in a series of language learning while playing music. Thus. Japanese children's music has been proven to have a positive influence on the emotional development and concentration of early childhood children, so it can be used as an educational, interactive, and fun learning medium in early childhood education activities. Keywords: Emotion. Concentration. Music_Learning. Enthusiasm. Social_Responsibility This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Havidzah Darmawan. Irwan. Wilma Sri Wulan. Sastra Munafri. Wilman In PENDAHULUAN Masa kanak-kanak awal, khususnya usia 0 hingga 6 tahun, adalah fase perkembangan yang sering disebut sebagai masa keemasan. Periode ini sangat penting untuk perkembangan kemampuan kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan motorik anak, perkembangan mereka di kemudian hari. Loeziana Uce menyatakan bahwa masa kanak-kanak awal adalah periode yang abadi, sehingga semua stimulasi, pengalaman, dan intervensi pendidikan yang diberikan selama fase ini memiliki dampak jangka panjang pada perkembangan individu. Jika periode ini tidak mendapat perhatian dan stimulasi yang tepat dari orang tua dan pendidik, potensi perkembangan anak dapat terhambat dan berdampak negatif di masa depan (Gratzer. Dari perspektif pendidikan anak usia dini, setiap anak dipandang sebagai individu yang unik dengan karakteristik, minat, dan kecepatan perkembangan yang berbeda. Filosofi pendidikan Montessori menekankan bahwa anak-anak sangat ingin tahu dan belajar secara optimal ketika ditempatkan kebutuhan perkembangan mereka. Anakanak berusia 4-5 tahun, khususnya, berada dalam fase sensitif, menyerap suara, kosakata, struktur bahasa, dan pengucapan melalui mendengarkan dan meniru. Selain itu, pada usia ini, anak-anak juga menunjukkan kepekaan sensorik yang kuat terhadap suara, ritme, dan melodi, pembelajaran potensial untuk mendukung perkembangan bahasa dan aspek psikologis Musik dan bahasa terkait erat dalam perkembangan otak manusia. Secara neurologis, musik dan bahasa secara bersamaan melibatkan kedua belahan otak. Musik merangsang lebih banyak aktivitas di otak kanan, yang terkait dengan emosi, imajinasi, dan kreativitas, sementara bahasa terutama melibatkan otak kiri, yang berfungsi dalam memproses simbol, struktur, dan Ketika anak-anak mendengarkan musik yang mengandung vokal atau lirik, kedua belahan otak bekerja secara Hal ini menjadikan musik sebagai media yang efektif untuk membantu anak-anak memahami, mengingat, dan mempelajari bahasa, termasuk bahasa asing. Oleh karena itu, musik sering digunakan pembelajaran bahasa, terutama untuk anakanak kecil yang masih dalam tahap awal perkembangan kognitif dan linguistik. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa musik dan lagu tidak hanya memengaruhi keterampilan berbahasa tetapi juga memiliki dampak signifikan pada kesehatan mental, emosi, dan konsentrasi anak-anak. Musik telah lama digunakan dalam konteks terapi untuk membantu mengelola emosi, meningkatkan fokus, dan menciptakan lingkungan psikologis yang Dalam konteks pendidikan anak usia dini, musik dapat membantu anak-anak yang informasi, atau mengendalikan emosi mereka selama proses belajar. Bernyanyi dan mendengarkan musik dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mengurangi ketegangan, dan meningkatkan keterlibatan anak-anak dalam kegiatan Bahasa Jepang memiliki karakteristik fonologis dan ritmis yang khas, dengan struktur suku kata yang sederhana dan teratur serta konsistensi antara kata-kata tertulis dan Karakteristik ini membuat bahasa Jepang relatif mudah ditiru dan diucapkan. Musica_Vol 6. No. Januari-Juni . ISSN 2807-1026 Havidzah Darmawan. Irwan. Wilma Sri Wulan. Sastra Munafri. Wilman In terutama untuk anak-anak berusia 4-5 tahun, yang berada pada tahap awal perkembangan Pola bunyi yang jelas dan ritme yang stabil dalam bahasa Jepang memungkinkan bahasa tersebut berpadu secara harmonis dengan unsur-unsur musik. Lebih lanjut, konsistensi antara simbol tertulis dan bahasa Jepang lisan meminimalkan kebingungan dalam pengucapan, sehingga mendukung pembelajaran bahasa yang lebih efektif. Lagu-lagu anak-anak Jepang umumnya dirancang dengan tujuan pendidikan, menggabungkan kosakata dasar seperti bagian tubuh, angka, dan aktivitas sehari-hari yang disampaikan melalui pengulangan lirik sederhana dan melodi yang ceria. Pola pengulangan ini memainkan peran penting dalam memperkuat daya ingat anak-anak dan konsentrasi selama kegiatan belajar. Dalam studi psikologi musik, kombinasi musik, bahasa asing, dan ritme terstruktur dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus merangsang aspek kognitif dan afektif anak-anak. Studi ini menggunakan tiga lagu anakanak Jepang: Atama. Kata. Hiza. Ashi. Suuji no Uta, dan Inu no Omawarisan, masingmasing dengan tingkat kesulitan yang berbeda, mulai dari sedang hingga relatif kompleks untuk anak-anak berusia 4Ae5 Pemilihan lagu dengan tingkat kesulitan yang berbeda bertujuan untuk mengamati perbedaan respons anak-anak dalam hal emosi, konsentrasi, dan pengucapan bahasa Jepang. Melalui perbandingan ini, studi ini berharap dapat komprehensif tentang pengaruh lagu-lagu Jepang terhadap. METODE Studi ini menggunakan pendekatan Desain yang digunakan adalah pretest-posttest satu kelompok, di mana satu kelompok subjek diukur sebelum dan sesudah menerima perlakuan tanpa kelompok kontrol. Desain ini dipilih karena alasan etis dan praktis, mengingat penelitian dilakukan di satu kelas anak usia dini dalam lingkungan sekolah dan pengacakan subjek tidak memungkinkan. Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk mengukur secara objektif perubahan emosi, konsentrasi, dan pengucapan anak usia 4-5 tahun, yang diukur dengan membandingkan skor pretest dan posttest setelah terpapar lagu anak-anak Jepang. Penelitian ini dilakukan di Taman Kanak-kanak Yari International School di Kota Padang. Subjek penelitian terdiri dari sembilan anak berusia 4-5 tahun di kelas yang sama. Semua subjek berpartisipasi dalam kegiatan belajar reguler di sekolah. Berdasarkan pengamatan awal, karakteristik anak-anak menunjukkan variasi perilaku, dengan beberapa anak pendiam dan menarik diri, sementara yang lain aktif dan ceria. Satu anak terbiasa menggunakan bahasa Jepang dalam konteks tertentu, sementara mayoritas anak menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama mereka. Jumlah subjek yang relatif kecil memungkinkan pengamatan individual yang intensif terhadap perubahan perilaku anak-anak sepanjang proses penelitian. Data penelitian terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh langsung melalui pengamatan perilaku anakanak selama tahap pra-uji, perlakuan, dan Musica_Vol 5. No. Januari Ae Juni . ISSN 2807-1026 Havidzah Darmawan. Irwan. Wilma Sri Wulan. Sastra Munafri. Wilman In pasca-uji. Data ini mencerminkan respons aktual anak-anak terhadap rangsangan musik dan memiliki tingkat keaslian yang tinggi. Data sekunder diperoleh dari berbagai sumber pendukung, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel akademis, dan dokumentasi yang berkaitan dengan pembelajaran musik dan bahasa asing anak-anak, yang berfungsi sebagai dasar teoritis dan perbandingan untuk hasil penelitian. Prosedur penelitian dilakukan secara sistematis dalam tiga tahap utama: pra-uji, perlakuan, dan pasca-uji. Pada tahap pra-uji, peneliti melakukan pengamatan awal untuk mengukur keadaan emosional, konsentrasi, dan pengucapan anak-anak sebelum memberikan perlakuan. Anak-anak terlibat dalam kegiatan kelas reguler seperti menggambar, menyusun balok, atau bermain puzzle tanpa iringan musik. Selama kegiatan ini, peneliti mencatat perilaku anak-anak menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan sebelumnya. Fase pemutaran tiga lagu anak-anak Jepang: Atama. Kata. Hiza. Ashi. Suuji no Uta, dan Inu no Omawarisan. Perlakuan dilakukan selama beberapa sesi, masing-masing berlangsung sekitar 15Ae20 menit. Anak-anak didorong untuk mendengarkan, bernyanyi bersama, dan mengikuti gerakan sederhana yang sesuai dengan lagu-lagu tersebut. Selama perlakuan, peneliti mengamati perubahan ekspresi emosional anak-anak, tingkat perhatian, dan respons terhadap rangsangan musik. Fase pasca-uji dilakukan setelah semua sesi perlakuan selesai. Pengukuran berulang dilakukan menggunakan prosedur yang sama seperti pra-uji untuk memastikan konsistensi data. Hasil observasi pasca-uji kemudian dibandingkan dengan hasil pra-uji peningkatan apa pun dalam emosi, konsentrasi, dan pengucapan anak-anak. Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi terstruktur yang dirancang khusus untuk menilai tiga aspek utama: emosi, konsentrasi, dan pengucapan pada anak usia 4Ae5 tahun. Instrumen observasi ini dipilih karena anak-anak kecil belum keadaan psikologis mereka secara verbal, sehingga observasi langsung terhadap perilaku merupakan metode yang paling Instrumen emosi mencakup indikator ekspresi wajah, antusiasme, ketenangan, dan respons sosial. Instrumen konsentrasi mencakup perhatian visual, ketekunan, memori, dan respons terhadap rangsangan Instrumen pengucapan digunakan untuk menilai kejelasan suku kata dan kelancaran pengucapan bahasa Inggris dalam Setiap indikator diukur menggunakan mencerminkan tingkat perkembangan anak. Skor observasi untuk setiap aspek dijumlahkan untuk mendapatkan skor total untuk setiap anak. Skor ini kemudian dibagi menjadi empat tingkat perkembangan: sangat baik, baik, cukup, dan buruk. Perbandingan skor pra-uji dan pasca-uji digunakan untuk mengidentifikasi perubahan yang terjadi setelah perlakuan. Analisis data dilakukan dalam dua tahap: analisis deskriptif dan analisis Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan keadaan emosional, konsentrasi, dan pengucapan anak-anak sebelum dan sesudah perlakuan. HASIL DAN PEMBAHASAN Studi ini bertujuan untuk meneliti pengaruh musik anak-anak Jepang terhadap emosi, konsentrasi, dan pengucapan bahasa Musica_Vol 6. No. Januari-Juni . ISSN 2807-1026 Havidzah Darmawan. Irwan. Wilma Sri Wulan. Sastra Munafri. Wilman In Jepang pada anak-anak usia 4-5 tahun di Taman Kanak-kanak Yari International School. Studi ini menggunakan desain pra-uji dan pasca-uji kelompok tunggal dengan sembilan anak. Mereka terpapar tiga lagu anak-anak Jepang: Atama. Kata. Hiza. Ashi. Sji no Uta, dan Inu no Omawarisan, selama delapan sesi. Perubahan Emosi Anak-Anak Observasi menunjukkan peningkatan skor emosi anak-anak setelah terpapar musik anak-anak Jepang. Pada pra-uji, sebagian besar anak berada dalam kategori sedang, antusiasme, ketenangan, dan respons sosial yang tidak konsisten. Setelah perlakuan, skor pasca-uji menunjukkan perubahan positif, ditandai dengan peningkatan ekspresi wajah ceria, partisipasi aktif dalam kegiatan, dan interaksi sosial yang lebih positif dengan teman sebaya dan guru. Peningkatan paling signifikan terlihat pada lagu-lagu Atama. Kata. Hiza, dan Ashi, dengan peningkatan 43,27%, diikuti oleh Sji no Uta sebesar 30,19%. Lagu Inu no Omawarisan juga menunjukkan peningkatan ketenangan dan empati, meskipun tidak mencapai tingkat dua lagu lain yang lebih Perubahan Konsentrasi Anak Aspek konsentrasi anak, termasuk perhatian visual, ketekunan, memori, dan respons terhadap musik, menunjukkan peningkatan signifikan setelah perawatan. Pada pra-uji, beberapa anak mudah mempertahankan fokus selama kegiatan Setelah paparan berulang terhadap musik Jepang, skor pasca-uji menunjukkan peningkatan kemampuan anak untuk memperhatikan instruksi, mengikuti alur lagu, dan mengingat lirik serta gerakan yang Lagu Sji no Uta secara signifikan berkontribusi pada peningkatan konsentrasi, khususnya dalam aspek memori dan kemampuan untuk mengikuti urutan, karena liriknya didasarkan pada angka dan pola Sementara itu. Atama. Kata. Hiza, dan Ashi secara efektif meningkatkan fokus melalui kombinasi gerakan tubuh dan pengulangan lirik. Perubahan dalam Pelafalan Bahasa Jepang Mengenai pelafalan, hasil pra-uji menunjukkan bahwa semua anak belum memahami kosakata bahasa Jepang yang digunakan dalam lagu-lagu tersebut, dengan skor pelafalan dan penguasaan kosakata nol. Setelah perlakuan, semua anak mengalami peningkatan dalam keterampilan pelafalan, dengan kategori mulai dari "hampir benar" hingga "benar dan jelas. Lagu-lagu Atama. Kata. Hiza. Ashi, dan Sji no Uta secara signifikan meningkatkan pemahaman konkret . agian tubuh dan angk. , sementara Inu no Omawarisan memperkaya pelafalan melalui lirik naratif sederhana dan onomatopoeia suara hewan. Hal ini menunjukkan bahwa musik anak-anak Jepang merupakan media yang efektif untuk memperkenalkan fonologi dasar ke dalam bahasa asing selama masa kanak-kanak. Tabel 1. Perbandingan 3 Lagu Lagu Presentase Peningkatan Hasil Atama Kata Hiza Ashi 43,25% Signifikan Musica_Vol 5. No. Januari Ae Juni . ISSN 2807-1026 Havidzah Darmawan. Irwan. Wilma Sri Wulan. Sastra Munafri. Wilman In Suuji No Uta 30,19% Signifikan Inu No Omawarisan 40,52% Signifikan Hasil penelitian ini memperkuat pandangan bahwa musik memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan emosional, kognitif, dan bahasa selama masa kanak-kanak. Peningkatan emosi positif yang ditunjukkan oleh anak-anak sejalan dengan teori (Djohan, 2. , yang menyatakan bahwa musik dengan struktur sederhana, tempo stabil, dan tangga nada mayor dapat memicu respons afektif positif dan membantu regulasi emosi pada anak-anak. Secara psikologis, aktivitas bernyanyi dan bergerak dalam lagu Atama. Kata. Hiza. Ashi melibatkan sistem pendengaran, penglihatan, dan kinestetik. Hal ini mendukung teori (Vygotsky, 1. tentang pembelajaran melalui interaksi sosial dan bermain, di mana anak-anak belajar secara optimal ketika aktif menyenangkan dan bermakna. Mengenai penelitian menunjukkan bahwa musik dengan pola ritmis dan berulang, seperti yang ditemukan dalam Sji no Uta, dapat meningkatkan fokus dan daya ingat anakanak. Struktur lagu yang berurutan dan prediktif membantu anak-anak berlatih mengurutkan dan mengendalikan perhatian, seperti yang dijelaskan dalam teori perkembangan kognitif anak usia dini (Hurlock. E, 1. Musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga sebagai alat untuk mengatur perhatian anak-anak dan menyusun pikiran mereka. Sementara itu, lagu "Inu no Omawarisan" menawarkan kontribusi unik pada aspek sosial-emosional. Melodinya yang lembut dan lirik naratifnya membantu anak-anak memahami konsep empati, keamanan, dan saling membantu. Respons anak-anak yang lebih tenang dan fokus terhadap lagu ini menunjukkan bahwa musik dengan tempo lambat dan nuansa emosional dapat membantu menstabilkan keadaan emosional anak-anak, terutama mereka yang cenderung pendiam atau cemas. Mengenai Jepang, penelitian menunjukkan bahwa memasukkan lirik ke dalam lagu mempercepat proses pengenalan bunyi dan kosakata dalam bahasa asing. Hal ini mendukung temuan (Mutoharoh et al. , 2. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh lagu anak-anak Jepang terhadap emosi, konsentrasi, dan pengucapan bahasa Jepang pada anak-anak usia 4-5 tahun di Taman Kanak-kanak Yari International School. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan, kemampuan emosi, konsentrasi, dan pengucapan anak-anak masih berada pada kisaran rendah hingga Setelah menerapkan pembelajaran melalui kegiatan bernyanyi menggunakan lagu anak-anak Jepang, peningkatan signifikan diamati pada ketiga aspek tersebut. Anak-anak menunjukkan emosi yang lebih positif dan stabil, peningkatan konsentrasi selama kegiatan belajar, dan peningkatan kejelasan dan kelancaran dalam pengucapan bahasa Jepang. Secara keseluruhan, lagu anak-anak Jepang terbukti efektif sebagai media pembelajaran dalam pendidikan anak usia Ketiga lagu yang digunakan (Atama. Kata. Hiza. Ashi. Sji no Uta, dan Inu no Musica_Vol 6. No. Januari-Juni . ISSN 2807-1026 Havidzah Darmawan. Irwan. Wilma Sri Wulan. Sastra Munafri. Wilman In Omawarisa. memiliki efek positif dengan berbagai tingkat efektivitas, dengan lagulagu yang memiliki struktur berulang dan gerakan tubuh gabungan menunjukkan efek Temuan ini memperkuat peran musik sebagai media pendidikan yang dapat mendukung pengaturan emosi, meningkatkan fokus, dan memfasilitasi pengenalan bahasa asing pada anak usia dini. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut yang melibatkan jumlah subjek yang lebih besar, kelompok kontrol, dan durasi pengobatan yang lebih lama untuk memperkuat generalisasi hasil penelitian. KEPUSTAKAAN