Jayapangus Press Jurnal Penelitian Agama Hindu Volume 7 Nomor 2 . ISSN : 2579-9843 (Media Onlin. Paradigma Pembelajaran Daring Pendidikan Agama Hindu di Masa Pandemi Covid-19 Pada Program Studi Pendidikan Agama Hindu STAHN Mpu Kuturan Singaraja Ni Rai Vivien Pitriani1. I Gede Dedy Diana Putra2 Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja. Indonesia Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Indonesia vivinpitriani50@gmail. com, 2dedydiana@uhnsugriwa. Abstract The impact of the Covid-19 pandemic has had a major impact on the world of education, this influence is a challenge for academics to realize national education goals through Hindu religious education. It is felt that it is very important to research the online learning paradigm in Hindu religious education during the Covid-19 pandemic which was carried out in the Hindu religious education study program STAHN Mpu Kuturan Singaraja. The purpose of this research is to find out the online learning paradigm, and to find out character strengthening through Hindu religious education during a This research is a qualitative research that displays descriptive data consisting of words. An analysis was carried out based on the theory of social change, the theory of behaviorism and Technological Determinism. This study obtained the results, namely the problems faced by students when learning online were lectures getting bored quickly, constrained by cellular operator signals, reduced communication between students and lecturers, inadequate equipment, quota fees, communication with parents was not The challenges faced are not accustomed to online and independent learning, limited internet network, internet access and electricity, lack of facilities and resources, non-conducive environment, children are enthusiastic with their friends, the ability of parents to accompany children to study is different. There is a digital education transition that is felt, namely before the pandemic learning was carried out face-to-face, during the pandemic it was carried out fully online, after the pandemic it is likely that offline and online systems will be implemented. The principles of online learning are learning is open, social, personal, augmented, multirepresented, and learning is mobile. Strengthening the character of students must be accustomed to carrying out positive habits starting at home from maintaining cleanliness and health, carrying out useful activities, praying diligently and respecting and being polite to parents. Keywords: Learning Paradigm. Online Learning. Hindu Religious Education. Covid19 Pandemic Abstrak Dampak pandemi covid-19 memberi pengaruh besar pada dunia pendidikan, pengaruh itu menjadi tantangan bagi akademisi untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional melalui pendidikan agama Hindu. Dirasa sangat penting untuk meneliti tentang paradigma pembelajaran daring dalam pendidikan agama Hindu di masa pandemi covid19 yang dilakukan pada prodi pendidikan agama Hindu STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui paradigma pembelajaran daring, dan mengetahui penguatan karakter melalui pendidikan agama Hindu di masa pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menampilkan data deskriptif yang terdiri dari katakata. Dilakukan analisis berdasarkan teori perubahan sosial, teori behaviorisme dan https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Technological Determinism. Penelitian ini memperoleh hasil yaitu masalah yang dihadapi mahasiswa saat pembelajaran daring adalah perkuliahan cepat bosan, terkendala sinyal operator seluler, berkurangnya komunikasi antara mahasiswa dan dosen, peralatan yang tidak memadai, biaya kuota, komunikasi dengan orang tua tidak terarah. Tantangan yang dihadapi yaitu tidak terbiasa belajar daring dan mandiri, jaringan internet terbatas, akses internet dan listrik, minimnya fasilitas dan sumber, lingkungan yang tidak kondusif, anak semangat bersama temannya, kemampuan orang tua mendampingi anak belajar berbeda. Terjadinya transisi digital pendidikan yang dirasakan yaitu sebelum pandemi pembelajaran dilakukan tatap muka langsung, selama pandemi dilakukan secara full online, setelah pandemi kemungkinan akan menerapkan sistem luring dan daring. Prinsip pembelajaran daring yaitu learning is open, sosial, personal, augmented, multirepresented, dan learning is mobile. Penguatan karakter peserta didik harus dibiasakan dengan melakukan kebiasan postif yang dimulai dari rumah dari menjaga kebersihan dan kesehatan, melakukan kegiatan yang bermanfaat, rajin bersembahyang serta hormat dan sopan santun kepada orang tua. Kata Kunci: Paradigma Pembelajaran. Pembelajaran Daring. Pendidikan Agama Hindu. Pandemi Covid-19 Pendahuluan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alenia keempat menyebutkan tujuan negara Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Menjadi tugas penting bagi masing-masing individu berusaha untuk sampai di jenjang pendidikan yang terbaik dan Apabila masyarakat Indonesia cerdas, maka akan berimbas pula pada pembangunan dan kemajuan negara Indonesia. Mengejar pendidikan hingga pada jenjang yang setinggi-tingginya, merupakan langkah yang dapat dilaksanakan oleh warga negara Indonesia dalam upaya untuk mencapai tujuan negara dari bangsa Indonesia. Warga yang cerdas dan pandai kedepannya akan mensejahterakan dan memberi kemajuan pada taraf hidup masyarakat bangsa dan negara Indonesia. Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah kalimat yang mengandung pengertian yaitu berani untuk memberi kepastian dan menjamin seluruh warga Indonesia dalam mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas serta layak di negara ini. Melihat isi pasal 31 ayat . yang menyatakan bahwa setiap warga negara Indonesia berhak untuk mendapat pendidikan yang layak. Tertuang juga dalam Undang-undang No. 39 tahun 1999 yang menyatakan tentang HAM, penjabarannya tertuang dalam pasal 12 dan pasal 60. Pasal 12 menyatakan setiap orang berhak mendapat perlindungan untuk pengembangan pribadinya, memperoleh pendidikan, mencerdaskan dirinya, dan untuk meningkatkan kualitas hidupnya agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, bertanggungjawab, berakhlak mulia, bahagia dan sejahtera sesuai dengan hak asasi manusia. Dalam pasal 60 disebutkan bahwa setiap anak berhak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya sesuai dengan minat, bakat, dan tingkat kecerdasannya masing-masing anak. Merujuk pada Undang - Undang No. 20 tahun 2003 pasal 3 yang berbunyi tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mempunyai akhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Kurikulum pendidikan agama Hindu tahun 2014 menyebutkan bahwa pendidikan agama Hindu mempunyai 3 fungsi penting dalam pendidikan yaitu fungsi pengembangan adalah fungsi pertama, fungsi ini untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, yang dasar pertama yaitu dimulai dalam https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH keluarga untuk menanamkan keimanan dan ketakwaan . radha dan bhakt. , kemudian sekolah yang memiliki peran untuk mengembangkan dan menumbuhkan lebih lanjut kedalam diri peserta didik, hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan bimbingan, pelatihan dan pengajaran yang dilaksanakan secara optimal dan menyesuaikan dengan tingkat pengembangan siswa. Fungsi penyaluran adalah fungsi kedua, fungsi ini untuk menyalurkan minat dan bakat peserta didik yang ingin memahami bidang agama agar dapat berkembang lebih optimal. Fungsi perbaikan yaitu fungsi ketiga, fungsi ini untuk memperbaiki jika terdapat kelemahan - kelemahan dan kesalahan Ae kesalahan peserta didik dalam memahami keyakinan dan dalam pengamalan dan implementasi ajaran agama Hindu yang dilakukan dalam keseharian. Pendidikan di Indonesia mengalami transformasi di masa pandemi covid-19 yang berlangsung dalam 2 tahun belakangan. Dampaknya terlihat sangat signifikan dalam kehidupan masyarakat. Dampak yang dirasakan tidak hanya dalam dunia kesehatan saja namun merambah ke aspek pariwisata, ekonomi dan berdampak besar dalam dunia Dampak yang dirasakan dalam kesehatan yaitu masyarakat mengalami sakit . lu, demam, batuk, pile. karena penyebaran virus covid-19 masyarakat akan tertular bahkan mencapai kematian. Itulah yang menjadi penyebab utama segala aktivitas masyarakat dihentikan karena dampak virus ini. Dari aspek pendidikan dampak yang dirasakan tentunya dari peserta didik kehilangan kesempatan belajar, kualitas pendidikan menurun, peserta didik kehilangan teman belajar. Hal tersebut dirasakan semua jenjang/tingkat pendidikan mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD). Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sekolah Menengah Atas (SMA), dan di Perguruan Tinggi. Ulfah Hamidatus Shofiah . dalam penelitiannya yang berjudul penerapan metode pembelajaran daring dalam mata pelajaran bahasa Indonesia di MI Miftahul Huda, mendapatkan hasil bahwa ada berbagai macam hambatan dalam pelaksanaan program pembelajaran daring yaitu tugas-tugas yang diberikan dalam mata pelajaran daring kepada siswa lebih banyak dikerjakan oleh orang tua siswa, sehingga disimpulkan bahwa hasil penelitian menyatakan penerapan metode pembelajaran daring di MI Miftahul Huda Punggur kurang efektif diterapkan pada siswa yang mengakibatkan siswa menjadi dan terlihat pasif. Penelitian ini memiliki persamaan serta perbedaan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti ini yaitu terkait dengan pelaksanakan pembelajaran daring. Proses pembelajaran yang dilaksanakan secara full online dan pertemuan hanya melalui virtual class menyebabkan pendidik agak sulit untuk mengontrol peserta didik dalam upaya untuk membentuk dan membina karakter peserta didik yang disesuaikan terhadap tujuan pendidikan secara nasional dan terwujud serta dituangkan dalam pendidikan agama Hindu. Pendidik harus dipaksa untuk kreatif, inovatif dalam mengkemas setiap pembelajaran. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti merasa penting untuk meneliti tentang bagaimana paradigma pembelajaran daring dalam pendidikan agama Hindu di masa pandemi Covid-19 pada Prodi Pendidikan Agama Hindu STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Karena Prodi Pendidikan Agama Hindu merupakan prodi yang mencetak tenaga pendidik di bidang Pendidikan Agama Hindu yang merupakan ujung tombak dalam pembentukan karakter bangsa sebagai wujud pelaksanaan tujuan pendidikan nasional. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menerapkan pendekatan Mahasiswa dan dosen di Prodi PAH (Pendidikan Agama Hind. STAHN Mpu Kuturan Singaraja adalah sumber data primer dalam penelitian ini. Buku, literatur, artikel dan arsip serta sumber-sumber yang terkait dengan pendidikan, pembelajaran secara daring dan pendidikan agama Hindu yang merupakan sumber data sekunder https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH penelitian ini. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teori yang dipakai peneliti dalam membedah permasalahan yang ada pada penelitian ini yaitu teori Behavioristik dan teori Konstruktivistik. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi ke lapangan, wawancara dengan narasumber, melakukan studi kepustakaan dan menggunakan dokumentasi-dokumentasi yang mendukung. Instrumen yang dipakai untuk pengumpulan data berupa alat-alat tulis, kertas dan laptop. Teknik analisis data memakai teknik deskritif kualitatif. Data-data yang telah terkumpul dilakukan reduksi data, pengklasifikasian data, display data, memberikan interpretasi terhadap data serta melakukan penarikan kesimpulan. Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian paradigma pembelajaran daring dalam pendidikan agama Hindu di masa pandemi covid-19 adalah adanya masalah dan tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa selama belajar daring/dari rumah, terjadinya transisi digital pendidikan dari sebelum pandemi hingga setelah pandemi, dan dalam proses pembelajaran daring perlu memahami prinsip-prinsip pembelajaran daring selain itu juga penting untuk menguatkan karakter pendidikan agama Hindu selama masa pandemi covid-19. Hasil penelitian akan dibahas sebagai berikut: Masalah dan Tantangan yang Dihadapi Mahasiswa Selama Belajar dari Rumah Dua tahun terakhir pendidikan di Indonesia bahkan pendidikan di dunia dipengaruhi secara signifikan dengan musibah pandemi covid-19 yang melanda dunia, hal tersebut tentu menjadi permasalahan dalam kegiatan belajar mengajar khususnya di Perguruan Tinggi. teori Behavioristik menjelaskan bahwa belajar merupakan proses terjadinya perubahan prilaku peserta didik yang berdampak dari terjadinya interaksi dari pemberian stimulus terhadap respon siswa, perilaku setiap individu yang belajar sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Pada masa pandemi proses pembelajaran mendapatkan banyak sekali pengaruh dari lingkungan ini. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya masalah dan tantangan yang dihadapi selama belajar dari rumah. Hasil wawancara yang dilakukan dengan mahasiswa terlihat masalah-masalah yang dihadapi oleh mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Agama Hindu selama dilakukan proses pembelajaran daring atau belajar dari rumah yaitu terkendala sinyal pada operator seluler hal yang paling umum dialami, perkuliahan disebutkan mencapai kebosanan, karena kurangnya interaksi dan komunikasi yang intens antara mahasiswa dengan dosen, biaya kuota yang mahal, peralatan atau sarana prasarana yang kurang memadai, komunikasi dengan orang tua juga tidak terarah. Berikut akan disajikan hasil kuesioner yang disebarkan kepada 60 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu Semester II yang disebarkan melalui google form. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa permasalahan yang paling banyak dihadapi mahasiswa adalah pada sinyal operator seluler dan juga perkuliahan yang dilaksanakan secara daring ternyata menyebabkan kebosanan dalam proses pembelajaran. Adapun tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa maupun dosen selama belajar dan bekerja dari rumah berdasarkan hasil wawancara dari mahasiswa maupun dosen menyebutkan bahwa ada kebiasaan yang perlu dilatih karena tidak terbiasanya belajar dari rumah atau secara daring maupun secara mandiri, kurangnya akses internet dan kekuatan listrik yang berbeda-beda dari setiap mahasiswa, terbatasnya jaringan internet pada beberapa wilayah, fasilitas atau sarana prasana yang minim seperti laptop, sumber bacaan/buku dan gadget yang dimiliki siswa, lingkungan sekitar yang digunakan untuk belajar yang kurang kondusif tidak menjamin akan kondusif setiap waktu, semangat dan energi siswa terlihat ketika belajar bersama teman-temannya, anak membutuhkan pendampingan orang tua dalam belajar namun kemampuan orang tua mendampingi anaknya sangat berbeda. Berdasarkan wawancara tersebut kemudian disebarkan kuesioner terkait tantangan yang dihadapi mahasiswa maupun dosen selama belajar dari rumah. Hasil penyebaran kuesioner melalui google form yang disebarkan pada 60 mahasiswa semester II dan 14 dosen Program Studi Pendidikan Agama Hindu disajikan sebagai berikut: Berdasarkan grafik diatas menunjukkan bahwa tantangan yang paling banyak dihadapi saat proses pembelajaran dari rumah yaitu tantangan dalam mencari jaringan internet yang terbatas, agar nantinya dapat stabil dalam pembelajaran daring, selain itu tantangan untuk dapat belajar dalam lingkungan yang kurang kondusif berada dibawahnya karena rumah bukanlah sekolah terkadang ada saja gangguan-gangguan dalam lingkungan rumah yang membuat fokus dan konsentrasi terpecah. Transisi Digital Pendidikan dari Sebelum Pandemi Hingga Setelah Pandemi Pandemi covid-19 memaksa masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang tidak seperti biasa di lakukan, karena efek pandemi ini menyebabkan banyaknya aturan-aturan pemerintah yang mengatur tentang pembatasan kegiatan masyarakat untuk memutus rantai penyebaran virus. Mulai dari PSBB. PPKM, pemberlakuan genap-ganjil pada kendaraan, hingga ditetapkannya era new normal yang saat ini dilakukan oleh Era new normal atau disebut dengan era normal baru merupakan peraturan yang diperuntukkan bagi masyarakat untuk mampu beradaptasi dengan kebiasaankebiasaan baru saat beraktivitas ke luar rumah seperti halnya harus memakai masker, membawa hand sanitizer, tisu kering maupun basah, makan-makanan yang sehat dan bergizi, minum vitamin untuk menjaga imun tubuh, dan juga hal lainnya yang diberlakukan untuk menjaga masyarakat untuk tetap sehat dan terhindar dari virus ini. Hal https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH ini memberikan banyak pandangan bagi masyarakat luas khususnya untuk dunia pendidikan yaitu para akademisi untuk angkat bicara, dari hasil wawancara dari beberapa dosen di Program Studi Pendidikan Agama Hindu menyebutkan akan ada transisi digital pendidikan dari sebelum pandemi hingga setelah pandemi yaitu: Pendidikan Sebelum Pandemi Covid-19 Pada masa sebelum terjadinya pandemi pendidikan dan pembelajaran dilaksanakan dengan cara offline atau terbiasa melakukan pertemuan secara langsung datang kesekolah untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode asynchronous learning . eperti mengunakan email, ada forum diskusi online, daftar email, blog dan wikipedi. Tidak hanya asynchronous learning tetapi juga menggunakan metode synchronous learning yang dilakukan secara insidental dengan percakapan online dan konferensi video. Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 Selama berlangsungnya pandemi yang mewabah dalam kurun waktu 2 tahun belakangan ini berdampak sangat signifikan terhadap proses belajar mengajar, dimana dulunya sebelum pandemi antara dosen dengan mahasiswa berinteraksi langsung di dalam kelas, namun selama pandemi menyebabkan proses belajar mengajar dilaksanakan secara full online . embelajaran dalam jaringa. Pada pembelajaran dalam jaringan dosen dan mahasiswa berinteraksi dan bertemu hanya di virtual class. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara daring memanfaatkann berbagai macam media-media yang mendukung proses pembelajaran seperti zoom meeting, webex, google meet dan ada pula yang menggunakan video whatsapp dalam berdiskusi dan juga dilakukan diskusi online via whatsapp group serta grup telegram. Pembelajaran yang dilakukan secara daring juga berdampak terhadap fungsi dan peran orang tua, dulu fungsi dan peran orang tua adalah membimbing, menafkahi anaknya sekarang orang tua memiliki peran ganda yaitu sebagai guru, karena setiap pembelajaran dan berbagai tugas yang diberikan oleh guru/dosen akan dimaknai kembali oleh orang tua dirumah. Hal ini dikarenakan selama pandemi peserta didik akan lebih banyak dirumah dan tidak berinteraksi dengan guru maupun teman, interaksi hanya dilakukan secara online yang membuat batas terhadap pemahaman dalam berkomunikasi tanpa ada interaksi secara langsung. Pendidikan Setelah Pandemi Covid-19 Hasil wawancara dengan beberapa dosen Program Studi Pendidikan Agama Hindu menyebutkan bahwa peserta didik sudah dihadapkan dalam dua sisi yang berbeda dan juga telah mengalami dan menjalani dua sisi yang berbeda itu, hal ini akan memunculkan perubahan dan dampak yang signifikan pada dunia pendidikan setelah pandemi. Peserta didik yang terbiasa datang kesekolah bangun pagi untuk belajar, pada akhirnya dihadapkan dengan kebiasaan baru untuk melaksanakan pembelajaran secara daring, belajar dari Belajar secara daring akan menjadi kebiasaan bagi peserta didik dan masih membawa kebiasaan ini walau pandemi telah berlalu dan telah usai. Dari hal itulah akan ada perubahan besar dalam dunia pendidikan yaitu dalam pelaksanaan proses pembelajaran, mungkin setalah pandemi ini akan dilaksanakan full online learning . irtual clas. , blended learning atau offline learning. Semuanya sangat mungkin untuk dilaksanakan mengingat bahwa peserta didik sudah dibiasakan untuk bisa beradaptasi dalam dua sisi yaitu pada era normal dan era normal baru. Prinsip Pembelajaran Daring dan Penguatan Karakter Melalui Pendidikan Agama Hindu di Masa Pandemi. Pembelajaran yang dilaksanakan dalam jaringan di masa pandemi menimbulkan banyak pro dan kontra di kalangan mahasiswa, terkait dengan kebiasaan dan juga kondisi ekonomi daripada mahasiswa. Hal inilah yang menyebabkan dosen harus memahami https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH dengan baik kondisi tersebut, dosen harus bisa berpikir dan bertindak penuh kreatifitas dan inovatif dalam merancang pembelajaran daring agar dapat berlangsung secara menyenangkan dan menarik bagi mahasiswa. Teori konstruktivistik menyebutkan bahwa proses yang berkaitan dengan pembentukan pengetahuan dilakukan sendiri oleh Peserta didik diarahkan untuk harus aktif dalam kegiatan pembelajaran, aktif dalam berpikir untuk menemukan ide-ide baru, mampu untuk menyusun dan memetakan konsep, serta memaknai secara langsung hal apa yang sedang di pelajari. Gejala-gejala dalam proses belajar dapat terwujud dan ditentukan langsung dari niat belajar peserta Dalam pelaksanaan pembelajaran daring pada jaman sekarang ini dihadapkan dengan mahasiswa yang merupakan generasi milenial yang cepat tanggap, begitu responsive terhadap segala perubahan terjadi dari perkembangan iptek serta dengan jaman globalisasi seperti sekarang. Dosen dalam melaksanakan pembelajaran harus sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran daring serta dosen harus ektra untuk memperhatikan sikap dan karakter mahasiswa agar terjadi perubahan dan menjadi kebiasaan sesuai dengan tujuan nasional pendidikan ataupun pendidikan agama Hindu. Adapun prinsip-prinsip pembelajaran daring dan bagaimana penguatan karakter melalui pendidikan agama Hindu yaitu sebagai berikut: Prinsip-Prinsip Pembelajaran Daring Prinsip pembelajaran daring yang di temukan selam proses pembelajaran full online learning terdiri dari beberapa prinsip yang dijabarkan sebagai berikut: Learning is open . elajar adalah terbuk. Terbuka yang dimaksud dalam proses pembelajaran yaitu mahasiswa diberikan keleluasaan dalam menentukan pilihan namun jika dalam proses pembelajaran konvensional mahasiswa tidak bisa secara leluasa dalam menentukan pilihan. Leluasa yang dimaksud adalah: Peserta didik . iswa/mahasisw. mempunyai kebebasan dan sangat leluasa untuk menentukan dan memilih sendiri tentang kecepatan belajarnya. Peserta didik akan menentukan dan memilih sendiri lama waktu yang di gunakan untuk mempelajari dan memahami isi dari pelajaran yang di pelajari. Sangat berbeda dengan sistem pendidikan konvensional yang kecepatan belajar peserta didik menyesuaikan dengan kecepatan guru/dosen dalam proses mengajar. Cepat atau lambatnya guru/dosen dalam menjelaskan suatu materi akan memberikan pengaruh pada peserta didik, misalnya siswa yang pandai akan cepat bosan jika guru/dosen menjelaskan dengan lambat, sebaliknya siswa yang kurang pandai akan frustasi dan susah mengikuti jika guru/dosen menjelaskan terlalu cepat. Meskipun dalam sistem pendidikan terbuka peserta didik dapat menentukan waktu belajar dengan bebas, namun tetap peserta didik harus memilih secara tepat lama waktu Karena pada sistem pendidikan terbuka terdapat batas waktu dalam belajar, pembatasan pada waktu ujian semester dan pada waktu ujian nasional. Pada sistem pendidikan terbuka peserta didik dapat secara leluasa untuk tempat atau lokasi belajarnya. Pendidikan secara terbuka dapat dilakukan dimana saja yang kiranya tepat bagi peserta didik dan membuat nyaman misalnya dapat dilaksanakan dimana saja bisa di rumah, di tempat makan, di tempat kerja, di perpustakaan dan lain sebagainya. Peserta didik tidak hanya dapat menentukan tempat belajar tetapi dapat menentukan waktu belajar sesuai dengan waktu yang dimiliki dan juga sesuai dengan kemauan atau keinginan. Sistem pendidikan terbuka memberi keleluasaan pada pserta didik untuk menentukan cara belajar dan media belajar yang sesuai untuk diri peserta didik. Cara belajar dengan membaca buku, dengan bantuan komputer, dengan diskusi https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH atau mendengarkan seminar dan kaset audio, serta dapat di lakukan dengan melihat program video, peserta didik dapat secara bebas memilih cara dan media belajar yang nyaman. Learning is Social . elajar adalah sosia. Menurut Horton . social learning merupakan sistem pembelajaran dengan cara melakukan interaksi aktif dengan sesama peserta didik dan beberapa komunitas ahli. Komunikasi yang dibangun dalam proses pembelajaran dari peserta didik tergantung pada jejaring sosial media yang digunakan misalnya dengan diskusi online, pesan berupa teks dan blogging. Dalam teori belajar ini harus ada koneksi, komunikasi, kolaborasi dan kreativitas dalam membangun proses pembelajaran secara sosial. Proses belajar mengajar dapat dilakukan dengan mengakses berbagai sumber di media sosial contohnya dengan mengakses website, blog, youtube. dalam diskusi online dapat dilakukan dengan menggunakan zoom meeting, google meet, webex. Learning is Personal . elajar adalah peroranga. Menurut Rusman . pembelajaran personal merupakan proses belajar dengan mengembangkan konsep-konsep yang ada pada diri setiap individu. Model pembelajaran ini meliputi kemampuan dari setiap individu untuk mengembangkan, mengorganisasikan dirinya, dan kemampuan dalam membangun dirinya. Model ini menekankan membangun konsep diri yang realistis dan kuat dalam upaya untuk menjalin hubungan yang lebih produkti dengan lingkungan masyarakat sekitar dan dilakukan secara personal. Teori humanistik merupakan teori yang membangun model pembelajaran personal, orientasi dari teori ini adalah lebih kepada proses pengembangan individu, mengembangkan peserta didik dan lingkungannya secara produktif yang harus dipusatkan secara emosional pada peserta didik. Untuk dapat memproses informasi dengan efektif dan dapat membangun hubungan yang harmonis dalam pribadi peserta didik secara utuh sangat penting untuk menerapkan model pembelajaran secara personal. Abraham Maslow . Rogers. Buhler dan Arthur Comb adalah tokoh dari teori humanistik. teori humanistik mengajarkan seorang pendidik harus dapat menciptakan dan membangun kondisi kelas secara kondusif, hal ini bertujuan agar peserta didik/mahasiswa bebas berekspresi melalui proses belajar serta mampu meningkatkan pengembangan potensi diri peserta didik secara intelektual dan emosional. Teori humanistik merupakan langkah untuk dapat memanusiakan manusia. Teori humanistik menyebutkan pendidik mempunyai peran penting untuk mendorong peserta didik dalam proses pembelajaran. Teori humanistik memberikan implikasi dalam pendidikan yaitu: Belajar dan bertindak/bertingkah laku merupakan hasil dari pengamatan. Tindakan-tindakan yang muncul dapat dilakukan sekarang . earning to d. Setiap individu/masing-masing individu bebas mengaktualisasikan dirinya berdasarkan dorongan-dorongan dasar yang di miliki. Tingkah laku yang muncul dari setiap individu merupakan bentuk konsepsinya . Kegiatan belajar dan pembelajaran bagi peserta didik merupakan hal yang begitu penting dibandingkan dengan hanya sekedar mengajar. Memberi bantuan dan memfasilitasi setiap individu dalam proses pengembangan dan membangun hubungan yang produktif antara lingkungan dan individunya serta menjadikan dirinya pribadi yang cakap disebut dengan istilah mengajar. Model pembelajaran personal bertujuan untuk meningkatkan kesehatan emosional dan mental peserta didik, memilih atau menentukan segala hal yang ingin dipelajari peserta didik dan bagaimana cara mempelajari hal tersebut, dengan memfasilitasi dan melibatkan peserta didik secara langsung. Maka dengan begitu akan terjadi https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH kesesuaian yang tepat antara kebutuhan dari peserta didik dengan bahan belajar yang digunakan untuk mengembangkan dan membangun pemahaman terhadap diri . , membangun kemampuan peserta didik untuk mengekspresikan dirinya dengan baik dan juga membangun kreatifitas peserta didik. Learning is Augmented . elajar adalah terbantuka. Proses belajar mengajar daring yaitu belajar dengan menggunakan bantuan media baik audio maupun visual. Ketika pembelajaran daring ada hal-hal yang harus disesuaikan sebagai wujud adanya interaksi antara dosen dengan mahasiswa salah satunya yaitu mata kuliah yang lebih banyak menerapkan praktek. Learning is augmented ini merupakan proses pembelajaran yang mengubah segala bentuk informasi-informasi penting dalam pembelajaran menjadi bentuk visual yang menampilkan benda-benda yang dapat diamati oleh mata dengan jelas dan tanpa bantuan, baik itu benda kecil, besar, dengan menampilkan secara cepat, dan lambat. Yang nantinya dapat mempermudah peserta didik memahami dan menerima isi pembelajaran dengan baik secara visual. Proses belajar mengajar dari rumah memanfaatkan media teknologi seperti webex, google meet dan zoom meeting. Pembelajaran tersebut tidak menggunakan laboratorium yang memanfaatkan teknologi dalam pengimplementasiaanya dan memuat entitas-entitas dalam laboratorium tanpa mengurangi makna tujuan didalamnya. Sehingga dalam prosesnya sangat membutuhkan penerapan learning is augmented (Burhanudin. Learning is augmented dalam penerapannya pada pendidikan mempunyai kelebihan dan unggul sebagai media pembelajaran yang memberikan edukasi serta memberi pengaruh yang besar pada mahasiswa (Ningsih, 2. Sistem pembelajaran ini sangat mendukung guru/dosen dalam merekonstruksi objek nyata dengan menambah alat peraga (Lahallo. Wiranatha, & Sasmita, 2. Model pembelajaran ini memberikan kemungkinan untuk visualisasi terhadap objek yang mungkin sulit untuk diamati bagian dari organ tubuh yang ada pada manusia dan yang lainnya (Mauludin. Sukamto, & Muhardi, 2. Model ini memperlihatkan adanya keleluasaan pada mahasiswa agar dapat mempelajari serta memahami materi ajar kapanpun dan dimanapun, serta kegiatan pembelajaran/belajar mengajar lepas dari ikatan waktu dan ruang (Dhiyatmika. Putra, & Mandenni, 2. Kesimpulannya Learning is Augmented adalah suatu teknologi memfasilitasi peserta didik dalam berinteraksi dengan benda-benda visual yang terlihat secara realistis dan seakan menyatu dengan dunia nyata. Learning is Multirepresented (Belajar Adalah Multirepresentasi/ Multiperspekti. Multi representasi merupakan model pembelajaran yang mempresentasi kembali konsep-konsep dan materi-materi yang sama dan mengkemas dengan menggunakan format yang berbeda (Carl Angell dkk, 2. Menurut David Rosengrant dkk . menyebutkan tentang representasi merupakan simbol dari suatu obyek atau sesuatu yang disimbolkan dan juga prosesnya. Disebutkan pula dalam proses pembelajaran dengan model representasi dapat menggunakan kata, video, suara, gambar, games, grafik, diagram, multimedia dan simulasi atau lain sebagainya. Ainsworth (Mehmet, dkk, 2. menyatakan terdapat tiga fungsi penting dalam model multi representasi, membantu mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan interpretasi lain, membangun secara lebih mendalam tentang pemahaman konsep dan melengkapi proses kognitif. Model multi representasi mempunyai fungsi mencari perbedaan pada informasi yang disebutkan pada setiap interpretasi lain. Dalam melengkapi representasi tunggal model multi representasi baik digunakan namun tidak memadai dalam memuat segala informasi yang disampaikan. Multi https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH representasi bagus untuk dimanfaatkan pada proses belajar dan mengajar, berikut dijabarkan lima alasan pentingnya, yaitu: Pembelajaran multi representasi memberikan mahasiswa kesempatan belajar yang lebih optimal untuk masing-masing jenis kecerdasan karena menggunakan representasi yang bervariasi dan juga dapat memberi bantuan pada pembelajar yang mempunyai latar belakang atau dasar kecerdasan berbeda . ultiple intelligence. untuk dapat memahami. Dengan menggunakan model multi representasi konsep-konsep dan kuantitas yang sifat fisiknya mampu divisualisasikan serta mudah dimengerti dan dipahami dengan sangat baik melalui pemanfaatan representasi. Memfasilitasi dalam membangun representasi lain yang lebih terlihat abstrak dan . Dengan menggunakan representasi kongkret maka penalaran secara kualitatif dapat terbantu dengan baik. Representasi matematik difungsikan dalam menemukan jawaban secara kuantitatif pada soal-soal. Disamping itu representasi matematik bersifat abstrak juga bisa digunakan dalam penalaran-penalaran kuantitatif. Learning is Mobile . elajar adalah bergera. Kegiatan belajar mengajar dikatakan bergerak maksudnya adalah belajar tidak mengenal waktu, tidak mengenal tempat dan dapat dilakukan kapanpun dan Kagiatan Pembelajaran yang menggunakan perangkat mobile dan teknologi disebut dengan mobile learning atau istilah m-leraning. Perangkat mobile yang dimanfaatkan bisa berupa smartphone/telepon seluler. PDA, tablet. PC, laptop dan lainnya. Melalui penerapan mobile learning, pengguna model pembelajaran ini bisa memanfaatkan beberapa konten pembelajaran kapan saja dan di manapun, tidak harus datang ke suatu tempat dalam waktu tertentu. Dengan model mobile learning yang memanfaatkan bisa mengakses konten pendidikan dan pembelajaran secara bebas dan tidak terikat oleh waktu dan ruang tertentu. Hardhono dan Darmayanti . Simamora . Brown . Haryono dan Alatas . mengartikan bahwa e-learning yaitu konsep belajar yang dilakukan dari jarak jauh yang menggunakan teknologi, informasi dan telekomunikasi dalam penggunaannya. Berdasarkan pengertian yang disebutkan diatas, mobile learning adalah salah satu model belajar di penerapannya menggunakan teknologi komunikasi serta informasi. Pembelajaran dengan mobile learning memberikan kebermanfaatan pada tersedianya dan siapnya materi ajar serta konten pembelajaran yang bisa divisualisasi secara menarik dan konten tersebut dapat di akses oleh pengguna setiap waktu dan setiap saat. Hal-hal penting yang wajib dan harus tersedia serta disiapkan oleh perangkat pembelajaran pada model pembelajaran mobile learning yaitu adanya koneksi dari perangkat pembelajaran ke peralatan lain khususnya komputer, terbangun kemampuan dalam upaya merealisasikan informasi dan komunikasi antara pengajar dan peserta didik, serta kesiapan dalam menyajikan informasi pembelajaran dengan baik. Penguatan Karakter melalui Pendidikan Agama Hindu di Masa Pandemi Hasbulah . menyatakan beberapa pendapat dari ahli-ahli pendidikan tentang definisi pendidikan itu sendiri yaitu: Pendidikan merupakan segala bentuk usaha, perlindungan, pengaruh serta segala bantuan yang diperuntukkan kepada peserta didik untuk proses pendewasaan peserta didik, atau lebih difungsikan untuk membantu dan mengembangkan kecakapan pada peserta didik dalam melaksanakan tugasnya. Pengaruh yang dimaksud adalah pengaruh https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH yang diciptakan dan pengaruh yang didatangkan dari atau melalui orang dewasa terhadap orang yang dianggap atau dirasa belum dewasa (Langevel. Dalam proses pembentukan dan pengembangan kemampuan secara fundamental, emosional serta intelektual menuju arah kemanusiaan serta kepada alam disebut dengan (John Dewe. Proses dalam mentrasfer perbekalan yang belum ada dan terlihat pada masa kanakkanak setiap individu, namun sangat dibutuhkan pada saat dewasa disebut dengan istilah pendidikan (J. Roussea. Pendidikan merupakan suatu profesi, praktek, dan seni seorang pengajar, atau dikatakan ilmu yang sistematis atau proses pengajaran berhubungan tentang metode-metode mengajar, prinsip-prinsip, bimbingan dan pengawasan yang dilakukan kepada peserta didik (Carter V. Goo. Pengertian pendidikan adalah sebuah pedoman hidup tumbuh kembangnya anak-anak didik, diartikan sebagai penuntun semua kekuatan-kekuatan yang menjadi kodrat dan terdapat di dalam diri anak- anak. Hal tersebut bertujuan bahwa anggota masyarakat dan manusia hidup harus mampu mencapai kebahagiaan, dan keselamatan yang sempurna (Ki Hajar Dewantar. Dalam UU No. 2 Tahun 1989 menyatakan pendidikan merupakan usaha ysng sadar dalam mempersiapkan peserta didik yang dilakukan dengan proses pengajaran, latihanlatihan dan bimbingan yang sangat berperan pada masan depan. Dalam UU No. 20 Tahun 2003 atau UU Sisdiknas menyebutkan bahwa pendidikan yaitu usaha yang terencana dan sadar yang dilakukan demi terwujudnya proses pembelajaran dan suasana dalam kegiatan belajar yang berfungsi mengembangkan segala potensi diri peserta didik dengan aktif dan agar siswa mempunyai kekuatan pengendalian diri, kepribadian, kekuatan spiritual keagamaan, akhlak mulia, keterampilan serta kecerdasan, yang diperlukan oleh siswa, bangsa, dan negara serta kehidupan Pengertian dasar dari pendidikan yaitu proses belajar dan mengajar yang berlangsung pada mahasiswa yang terus menerus hingga pribadi peserta didik menjadi lebih dewasa dari segi etika/susila. Kegiatan pembelajaran ini berjalan pada rentang waktu Jika mahasiswa telah berada pada pribadi yang lebih dewasa dari segi etika/susila, dapat dikatakan dengan jelas bahwa bisa bertindak dan menentukan pendapat sendiri untuk kesejahteraan masyarakat dan dirinya sendiri (Hasbulah, 2. Proses pendidikan memiliki tujuan dalam membentuk manusia seutuhnya yang dikatakan sempurna. Manusia dikatakan sempurna jika mampu bertindak dengan keselarasan, keseimbangan dan harmonisasi dalam hidup secara rohani maupun jasmani. Keharmonisan hidup dan kehidupan sebagai makhluk sosial juga makhluk individu yang menjalani hidup bersama yang dilandasi dan atas dasar kebijakan susila dan moral dapat dikatakan sebagai manusia yang sempurna. Manusia dapat dikatakan sempurna pada konteks pendidikan adalah manusia seutuhnya, yang mampu untuk menjamin dan membangun hakikat manusianya sendiri dalam hidup dan kehidupannya, manusia yang mampu menjamin hakikat hidupnya baik sebagai makhluk individual, makhluk bersusila dan manusia sebagai makhluk sosial (Sanjaya, 2. Pendidikan dan pembelajaran dapat membangun dan membentuk manusia yang berestetika, beretika dan membentuk sikap religius manusia hal inilah yang menyebabkan pendidikan sangatlah penting bagi setiap manusia. Pengertian dan tujuan pendidikan yang telah terurai diatas menyiratkan bahwa pentingnya setiap sekolah yang ada di dunia khususnya di Indonesia untuk memberikan materi pelajaran pendidikan agama. Merujuk pada PP RI Nomor 55 tahun 2007 yang disebutkan dalam Bab I ketentuan umum pada pasal 1 menyebutkan pendidikan yang memberikan pengalaman, pengetahuan dan mampu https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH membentuk kepribadian, keterampilan dan sikap anak didik sebagai upaya untuk mengamalkan dan mengimplementasikan ajaran agama, yang dilakukan dan diterapkan setidaknya melalui sebaran mata kuliah/mata pelajaran pendidikan agama pada segala jenjang, jalur serta jenis pendidikan yang ada di Indonesia. Dasar terbentuknya pendidikan agama Hindu adalah merujuk pada pengertian dan tujuan dari pendidikan Agama. Pendidikan agama Hindu merupakan usaha yang terencana dan secara sadar dalam membentuk sikap, keterampilan dan kepribadian mahasiswa serta mentransfer pengetahuan kepada mahasiswa, supaya mempunyai keyakinan juga kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang dilaksanakan untuk mengamalkan nilai-nilai pendidikan yang terdapat pada ajaran agama Hindu. Pengamalan itu bertujuan untuk menjaga kerukunan antar umat beragama, menjalin hidup dan kehidupan lebih harmonis, dan menjaga utuhnya kerukunan inter umat beragama untuk mewujudkan kedamaian dalam hidup. Dalam buku kesatuan tafsir terhadap aspek-aspek agama Hindu I-XV . menyatakan pendidikan agama Hindu merupakanm usaha bimbingan serta pembinaan pada perkembangan dan pertumbuhan perilaku serta jiwa manusia baik pada peserta didik dan masyarakat yang menurut ajaran Hindu dilakukan pada jalur sekolah . dan luar sekolah . onformal dan informa. Kurikulum pendidikan agama Hindu untuk sekolah menengah . menyebutkan pendidikan agama Hindu merupakan usaha yang dilakukan secara sadar dan mengajak anak didik untuk memberikan pemahaman tentang keyakinan, memahami, mengamalkan serta menghayati ajaran agama khususnya agama Hindu sebagai bentuk pengamalan Pancasila sila pertama, melalui pembimbingan latihan serta pengajaran melalui penerapan standar saling menghormati dan harga menghargai sesama umat beragama dalam hubungannya dengan kehidupan sosial bermasyarakat yang bertujuan mewujudkan suatu persatuan dan kesatuan nasional. PHDI . menjelaskan tentang pembinaan serta pendidikan agama Hindu adalah media dalam upaya membentuk ajaran Hindu dan umatnya agar mampu menggunakan kewajiban dan haknya dalam hubungannya dengan sesama manusia. Tuhannya, bangsa dan negaranya yang diharapkan terjadi hubungan timbal balik dalam pelaksanaannya. pendidikan agama disebut sebagai pendidikan seumur Hidup, yang pelaksanaannya dilakukan sejak dini dari semenjak masih anak-anak/kecil. Pendidikan agama Hindu disebutkan bahwa ada tiga fungsi yaitu fungsi pengembangan, fungsi penyaluran dan fungsi perbaikan. Fungsi pengembangan adalah fungsi yang dilakukan untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Peningkatan keimanan dan ketakwaan . radha bhakt. dimulai dan diawali dari keluarga, yang kemudian dikembangkan melalui sekolah melalui pengajaran, latihan, dan bimbingan secara optimal yang disesuaikan dengan tingkat pengembangan peserta didik. Fungsi penyaluran yaitu menyalurkan peserta didik agar berkembang lebih optimal dalam mendalami ajaran di bidang agama. Fungsi perbaikan yaitu untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan dan berbagai kesalahan yang terjadi pada mahasiswa agar mampu memahami dan mengamalkan keyakinannya terhadap ajaran agama Hindu dalam kesehariannya, perihal tersebut disebutkan dalam kurikulum pendidikan agama Hindu tahun 2004. Ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh pernyataan ini disebutkan oleh Albert Einstein yang merupakan seorang ilmuwan Yahudi. Ada dua hal penting yang tersirat pada kalimat tersebut, pertama yaitu pentingnya ajaran agama dalam upaya mempelajari dan mendalami ilmu pengetahuan yang ada, kedua pentingnya ilmu pengetahuan untuk mengamalkan ajaran agama. Segala ilmu pengetahuan diperoleh dilalui dengan mengikuti proses pendidikan secara umum dan melalui proses pendidikan agama, https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH kedua proses ini merupakan poin penting yang dijadikan dasar oleh peserta didik dalam berperilaku, untuk lebih mampu menata dirinya, dan bersikap dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara. Pendidikan dan pendidikan agama juga menjadi intrumen penting dalam memaknai hidup dan kehidupan manusia. Keduanya dibutuhkan dan memberikan dorongan pada manusia sebagai makluk yang memiliki akal untuk hidup lebih baik dan secara benar dan agar mendapatkan suatu kepastian, pada tataran ideologi ataupun secara ilmiah. Dengan proses pendidikan, sehingga manusia mampu menjalin hubungan terhadap segala realitas untuk lebih memahami lingkungan sekitar serta dirinya. Sedangkan pendidikan agama berfungsi untuk menyadarkan dan mengingatkan manusia dengan keragaman hubungannya dalam realitas yang ada, agar mendapatkan derajat dari kepastian yang mutlak, yaitu tentang kesadaran terhadap adanya Hyang Maha Kuasa. Tuhan Yang Maha Esa. Menjadi alasan yang sangat penting bagi setiap lembaga pendidikan untuk memberikan mata pelajaran pendidikan agama. Penguatan karakter sangat penting untuk diperhatikan dan diberikan pada situasi pandemi seperti saat ini, karena kurangnya interaksi antara mahasiswa dengan dosen sehingga menyebabkan proses pembentukan karakter susah untuk dilakukan. Untuk dapat dilaksanakan dengan baik maka perlu tips-tips untuk menguatkan karakter di masa pandemi melalui pendidikan agama Hindu yang harus dimulai dari lingkungan rumah, karena mahasiswa dalam situasi ini lebih banyak beriteraksi dirumah sehingga harus dimulai dengan kebiasan-kebiasan yang baik dari rumah untuk menguatkan karakter peserta didik. Dorothy Law Nolte . dalam karya besarnya yang berjudul children learn what they live menyebutkan jika anak yang dibesarkan selalu dengan celaan, maka pasti akan belajar memaki, jika anak yang dibesarkan selalu dimaknai dengan permusuhan, maka pasti akan belajar berkelahi, jika anak yang dibesarkan selalu dengan kata cemoohan, maka pasti akan belajar untuk rendah diri, jika anak yang dibesarkan selalu dengan katakata penghinaan, maka pasti akan belajar tentang penyesalan diri, jika anak yang dibesarkan dengan rasa penuh toleransi, maka pasti akan belajar bagaimana berusaha menahan diri, jika anak yang dibesarkan dengan penuh dengan dukungan dan dorongan positif, maka pasti akan belajar untuk lebih meyakinkan serta percaya diri, jika anak yang dibesarkan dengan segala bentuk pujian didapatkan, maka pasti akan belajar tentang memaknai rasa menghargai, jika anak yang dibesarkan dengan selalu mendapat perlakukan yang baik dan layak, maka pasti akan belajar tentang bagaimana berlaku adil, jika anak yang dibesarkan dengan penuh dengan rasa aman serta nyaman, maka pasti akan belajar tentang bagaimana menaruh kepercayaan penuh, jika anak yang dibesarkan dengan dukungan penuh dan maksimal, maka pasti akan belajar untuk selalu menyenangi dirinya, jika anak yang dibesarkan dengan mendapatkan rasa penuh kasih sayang dan memaknai arti persahabatan, maka pasti akan belajar tentang bagaimana menemukan arti cinta dalam hidup dan kehidupan. Mendidik dan membimbing adalah hal penting yang dilakukan untuk membentuk kepribadian dan menguatkan karakter peserta didik, agar tumbuh menjadi manusia yang mempunyai nilai toleransi yang tinggi, nilai moral yang tinggi, berakhlak mulia, berperilaku baik melalui penanaman dan pengamalan ajaran pendidikan agama Hindu, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk membentuk dan menguatkan karakter selama wabah pandemi covid-19 melalui penanaman ajaran pendidikan agama Hindu yang dilakukan secara sadar dan tidak sadar yang dimulai dari lingkungan keluarga atau rumah Menjaga nilai kebersihan lingkungan, sanitasi, agar tubuh tetap sehat dan bersih . Memperlihatkan perilaku dan rasa hormatnya kepada orang yang dituakan . uru rupak. , dan juga kepada seluruh anggota dalam keluarga. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH c. Berbicara dengan penuh kasih sayang, rasa hormat, sopan santun terhadap anggota keluarga . enerapan ajaran asih dan prit. Ciptakan waktu untuk bersama dengan keluarga, seperti hal membuat acara makan bersama keluarga, tanpa media sosial, dan tanpa gadget agar komunikasi yang terbangun searah . Ciptakanlah masa-masa melakukan aktivitas secara daring baik itu bekerja dari rumah maupun belajar dari rumah menjadi sebuah momen yang dikenang dan terkesan oleh anggota keluarga . Buatlah pojok baca untuk meningkatkan gairah membaca buku dan kecintaan belajar dari rumah. Sehingga nantinya pengetahuan yang di dapatkan bisa di bagi dengan yang lainnya . nana yadny. Dalam memilih tayangan televisi, video dan media sosial yang diakses harus selektif . enerapan ajaran dam. Berusaha bersikap hemat dalam memenuhi kebutuhan hidup, misalnya menggati kebiasaan jajan diluar dengan memasak untuk dapat menentukan jenis makanan sehat dan bermanfaat baik untuk tubuh dan anggota keluarga. Makan, dan minum yang teratur untuk menjaga kesucian lahir batin dalam menikmati hidangan makan bersama keluarga . enerapan ajaran aharalagaw. Biasakan untuk membagi pekerjaan dan tugas-tugas dalam rumah tangga bersama keluarga . enerapan ajaran apramad. Kontrol emosi secara positif penuh tanggung jawab dengan cara menyibukkan diri dengan kegiatan yang positif yang bisa dikerjakan dari rumah contohnya: menulis artikel, essay dan buku. enerapan ajaran akroda dan brahmacar. Isilah waktu senggang dengan berolahraga atau dengan melakukan yoga untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar . enerapan ajaran yoga marg. Kuatkan karakter dalam keluarga yang dimulai dengan ucapan rasa syukur atas segala pencapaian saat ini . enerapan ajaran prasad. Bentuk syukur bisa dilakukan dengan membantu orang lain, hal ini dapat membentuk karakter yang ringan tangan untuk membantu orang lain. ardawa dan karma marg. Tumbuhkan keyakinan dan dekatkan diri dengan selalu menempatkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Es. ada dalam batas pikiran dimulai rajin berdoa, rajin beryadnya, dan rajin sembahyang sebagai wujud sradha dan bhakti . Proses pembentukkan karakter dimulai atau diawali dengan menerapkan kebiasaankebiasaan yang baik dan positif dari rumah, sehingga nanti jika anak yang dididik di sekolah dan ditambah peran orang tua yang mendampingi dan membimbing anak dirumah maka akan secara langsung kebiasaan-kebiasaan yang anak lakukan secara positif akan terbawa sampai kesekolah dan akan memberikan pengaruh positif terhadap pandangan dan penilaian teman sejawat maupun dosen. Penguatan karakter melalui pembiasaan-pembiasaan yang positif merupakan hal yang dapat membentuk kecerdasan anak didik secara emosional, intelektual dan spiritual demi terwujudkan tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan dan menumbuhkan berbagai potensi anak didik untuk menjadi atau membentuk manusia yang bertakwa, beriman terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, selalu sehat, mempunyai akhlak mulia, memiliki ilmu, bertindak dan berpikir kreatif, cakap, menumbuhkan kemandirian, memiliki rasa tanggung jawab dan menjadi warga negara Indonesia yang demokratis. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Kesimpulan Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui masalah dan tantangan yang dihadapi mahasiswa selama belajar dari rumah, mengetahui transisi digital pendidikan dari sebelum pandemi hingga setelah pandemi, serta untuk mengetahui prinsip pembelajaran daring dan penguatan karakter melalui pendidikan agama Hindu di masa pandemi. Hasil penelitian ini yaitu ditemukan beberapa permasalahan juga tantangan pada saat kegiatan pembelajaran yang dihadapi mahasiswa saat berlakunya pembelajaran daring diantaranya terkendala dengan sinyal pada jaringan operator seluler, perkuliahan yang berlangsung membosankan, kurangnya interaksi dan komunikasi mahasiswa dan dosen, mahalnya kuota internet, peralatan dan sarana prasarana yang kurang memadai, komunikasi dengan orang tua juga tidak terarah. Permasalahan yang paling banyak dihadapi mahasiswa berdasarkan hasil google form yang disebarkan yaitu sebanyak 71,7% adalah pada sinyal operator seluler dan juga perkuliahan yang dilaksanakan secara daring ternyata 65% menyebabkan kebosanan dalam proses pembelajaran. Tantangan yang dihadapi saat pembelajaran daring yaitu tidak terbiasa belajar yang dilakukan secara daring dan mandiri, perbedaan dalam kemampuan mengakses internet dan perbedaan dalam kekuatan listrik, jaringan internet pada setiap individu memiliki tingkat keterbatasan yang berbeda, fasilitas dan sarana prasarana yang sangat minim seperti ketersediaan gadget, laptop, sumber berupa buku dan bacaan-bacaan yang mendukung, adanya perbedaan kondisi lingkungan belajar yang dirasa tidak kondusif, setiap anak didik mempunyai kekuatan dan semangat jika belajar bersama teman, terdapat perbedaan kemampuan setiap orang tua peserta didik didalam usaha mendampingi kegiatan belajar anak di rumah baik itu berupa PR atau tugastugas lainnya. Berdasarkan hasil google form yang disebarkan terdapat 83,8% tantangan yang dihadapi yaitu tantangan dalam mencari jaringan internet yang terbatas, agar nantinya dapat stabil dalam pembelajaran daring, selain itu sebanyak 81,1% tantangan untuk dapat belajar dalam lingkungan yang kurang kondusif berada dibawahnya karena rumah bukanlah sekolah terkadang ada saja gangguan-gangguan dalam lingkungan rumah yang membuat fokus dan konsentrasi terpecah. Transisi digital pendidikan dari sebelum pandemi hingga setelah pandemi yang dirasakan yaitu sebelum pandemi pembelajaran dilakukan secara bertatap muka langsung, selama pandemi dilakukan secara full online, nantinya setelah pandemi kemungkinan akan menerapkan sistem luring dan daring. Prinsip pembelajaran secara daring yaitu learning is open . elajar disebut dilakukan secara terbuk. , learning is personal . elajar disebutkan dilakukan oleh perseoranga. , learning is social . elajar adalah sosia. , learning is multirepresented . elajar disebut multiperspekti. , learning is augmented . elajar dikatakan terbantuka. , dan learning is mobile . elajar disebut selalu bergera. Untuk menguatkan karakter peserta didik harus dibiasakan dengan melakukan kebiasan-kebiasan postif yang dimulai atau diawali dari rumah dari menjaga kebersihan dan kesehatan badan dan lingkungan, ringan tangan, bisa mengontrol emosi dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, membuat pojok baca untuk membiasakan belajar mandiri, rajin bersembahyang serta hormat dan sopan santun kepada orang tua. Daftar Pustaka