JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 2 | Nomor 2 | Juli - Desember 2023 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. TAFSIR MAQASHIDI PRESPEKTIF ABDUL MUSTAQIM Aji Muhammad Ibrahim UIN Sunan Ampel Surabaya 07040321034@student. Farah Aisya Bela UIN Sunan Ampel Surabaya 07040321106@student. Abstract: Tafsir maqashidi is one of the new genres in an attempt to interpret the verses of the Qur'an in the contemporary era. Tafsir maqashidi comes from the basis of maqashid sharia or maqashid of the Qur'an. Among the many people who are engaged in the world of maqashidi tafsir, we study the thought of maqashdi tafsir Abdul mustaqim. Abdul mustaqim explained his opinion, that, maqashdi tafsir is one of the climbing efforts in carrying out an interpretation of the Qur'an, so the existence of this maqashidi tafsir occupies as a complement, not delegating the method or effort of the previous tafsir approach, because later in the steps to approach maqashidi tafsir then still use maudhui tafsir. Abdul Mustaqim is known as an expert in maqashidi interpretation who has a uniqueness in the steps to study maqashidi interpretation. Keywords: Tafsir. Maqashidi. Abdul Mustaqim. PENDAHULUAN Tafsir Maqshidi merupakan salah satu genre baru dalam dunia studi tafsir Al-QurAoan pada masa kontemporer. Model dari pendekatan tafsir maqashidi tersebut berfokus pada upaya penggalian makna-makna Al-QurAoan, sehingga makna Al-QurAoan dapat terealisasikan bagi kemaslahatan serta menghindari kemudharatan dalam kehidupan manusia. Basis yang ada dalam tafsir maqashid ini ialah maqashid syariah dan maqashid Al-QurAoan. Dalam sejarahnya, ada beberapa fakta yang dapat menunjukkan bahwa paradigma tafsir maqashidi sudah dipraktikkan oleh Nabi dan para sahabat, meskipun pada saat itu teori tentang rumusan maqashidi belum terbentuk sempurna. Selanjutnya, dirkusus tentang maqashidi dikembangkan ulama-ulama kontemporer salah satunya ialah Abdul Mustaqim. Abdul Mustaqim menjelaskan bahwa teori maqashidi tidak berhenti hanya untuk menjelaskan ayat-ayat yang berkaitan dengan hukum saja, tetapi teori tersebut dapat digunakan untuk ayat-ayat amtsal, kisah, aqidah bahkan terhadap ayat-ayat sosial. Sehingga hasil dari cara kerja tafsir maqashidi ialah dapat menjawab tantangan zaman dengan mempertimbangkan kemaslahatan dan kemudharatan yang ada ditengah-tengah Huzaifah. AuTren Baru Tafsir Maqashidi Ala Abdul MustaqimAy. Tanwir. id, diakses 12 Oktober, 2023, https://tanwir. id/tren-baru-tafsir-maqashidi-ala-abdul-mustaqim/ JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 2 | Nomor 2 | Juli - Desember 2023 | 127 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 2 | Nomor 2 | Juli - Desember 2023 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. kehidupan manusia. Kemudian ia juga menegaskan bahwa adanya tafsir maqashidi tidak untuk mendelegtimasi motode penafsiran terdahulu, justru tafsir maqashidi yang menjadi pelengkap dan menjembatani etimologi Al-QurAoan dengan realita. Metodologi tafsir maqashidi yang ia bangun ialah metoode dengan langkah-langkah yang berbasis penelitian riset dan sudah ditetapkan dalam 9 langkah penyusunan dan hal ini menjadi ciri khas dari tafsir maqashidi Abdul Mustaqim. METODE PENELITIAN Pada dasarnya bagian ini menyajikan bagaimana penelitian itu dilakukan. Uraian disajikan dalam beberapa paragraf tanpa sub bagian atau dipilah-pilah menjadi beberapa sub Hanya hal-hal pokok saja yang disajikan. Uraian rinci tentang rancangan penelitian tidak perlu diberikan. Materi pokok bagian ini adalah bagaimana data dikumpulkan, siapa sumber data, dan bagaimana data dianalisis. Apabila uraian ini disajikan dalam sub bagian, maka sub bagian itu antara lain berisi keterangan tentang populasi dan sampel . tau subje. , instrumen pengumpulan data, rancangan penelitian terutama jika digunakan rancangan yang cukup kompleks seperti rancangan eksperimental dan teknik analisis data. Dalam penelitian yang menggunakan alat dan bahan perlu ditulis spesifikasi alat dan Spesifikasi alat menggambarkan tingkat kecanggihan alat yang digunakan, sedangkan spesifikasi bahan juga perlu diberikan karena penelitian ulang dapat berbeda dari penelitian perdana apabila spesifikasi bahan yang digunakan berbeda. Untuk penelitian kualitatif perlu ditambahkan perihal deskripsi mengenai kehadiran peneliti, subjek, penelitian dan informan beserta cara-cara menggali data penelitian, lokasi penelitian dan lama penelitian. Selain itu juga diberikan uraian mengenai pengecekan keabsahan hasil penelitian. PEMBAHASAN Biografi Abdul Mustaqim Abdul Mustaqim, lahir di Purworejo 04 Desember 1972, putra KH. Moh. Bardan dan Hj. Soewarti. Sejak sekolah di Mts Al-Islam Jono ia menyantri kalong dengan Kiyai Abdullah Umar untuk belajar ilmu Nahwu-Shorof dan melanjutkan di PP Krapyak Yogyakarta sejak . Setelah itu beliau menjutkan S1 Jurusan Tafsir-Hadits . di IAIN Sunan Kalijaga. Lalu beliau melanjutkan lagi S2 di Pascasarjana UIN JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 2 | Nomor 2 | Juli - Desember 2023 | 128 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 2 | Nomor 2 | Juli - Desember 2023 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 1997-1999, mengambil Jurusan Agama dan Filsafat dengan beasiswa Kemenag. Pada tahun . beliau juga diterima sebagai dosen dan ditugaskan di Prodi Tafsir-Hadis Fakultas Ushuludin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Setelah lulus beliau melanjutkan studi S3 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, tahun . mengambil program Studi Islam, konsentrasi Tafsir Kontemporer. Adapun karya buku dan artikel dalam Jurnal yaitu: Tafsir Jawa: Eksposisi Nalar Shufi-Isyari Kiai Sholeh Darat. Kajian Surat Al-Fatihah dalam Kitab Faidl Al-Rahman,3 Metode Penelitian Al-QurAoan dan Tafsir,4 Ilmu MaAoanil Hadis: Paradigma Interkoneksi Berbagai Teori dan Metode Memahami Hadis Nabi,5 Dinamika Sejarah Tafsir Al-QurAoan: Studi Aliran-Aliran Tafsir dari Periode Klasik. Pertengahan Hingga Modern-Kontemporer,6 Ibadah-ibadah yang paling muda,7 Asbabul Wurud: Studi Kritis Hadis Nabi Pendekatan Sosiohistoris,8 Al-Tafsir Al-Maqoshidi: Al-Qadlaya Al-MuAoashirah fi DlauAo Al-QurAoan wa Al-Sunnah,9 QurAoanic Parenting: Kiat Sukses Mendidik Cara al-QurAoan,10 AuKisah Al-QurAoan: Hakikat. Makna dan Nilai-Nilai PendidikannyaAy dalam jurnal Ulumuna. IAIN Lombok Vol. 15 No. Desember 2011. Hakikat dan Urgensi Tafsir Maqashidi Pengertian tafsir maqashidi secara bahasa di artikan sebagai susunan tarkib sifatmausuf atau naAoat manAout yang didalamnya mengandung sebuah tafsir dan cenderung kepada maqashid, yaitu tafsir yang mempunyai makna kebermaksudan atau memilki sebuah tujuan dibalik makna yang tersembunyi dalam ayat-ayat Al-QurAoan. Kata Maqashidi merupakan bentuk jamak yang di beri ya nisbat dari kata maqashid yang memiliki makna sesuatu yang dituju atau dimaksudkan. Pengertian secara istilah Wasyfi Asyur mengatakan Abdul Mustaqim. Quranic Parenting: Kiat Sukses Mendidik Anak Cara Al-QurAoan, (Yogyakarta: Lintang Books, 2. , 209-210. Abdul Mustaqim. Tafsir Jawa: Eksposisi Nalar Shufi-Isyari Kiai Sholeh Darat. Kajian Surat Al-Fatihah dalam Kitab Faidl Al-Rahman (Yogyakarta: Idea Press, 2. Abdul Mustaqim. Metode Penelitian Al-QurAoan dan Tafsir (Yogyakarta: Idea Press, 2. Abdul Mustaqim. Ilmu MaAoanil Hadis: Paradigma Interkoneksi Berbagai Teori dan Metode Memahami Hadis Nabi (Yogyakarta: Idea Press, 2. Abdul Mustaqim. Dinamika Sejarah Tafsir Al-QurAoan: Studi Aliran-Aliran Tafsir dari Periode Klasik. Pertengahan Hingga Modern-Kontemporer (Yogyakarta: Idea Press, 2. Abdul Malik Muhammad al-Qasim. Ibadah-Ibadah Yang Paling Mudah (Yogyakarta: Mitra Pustaka, 1. Abdul Mustaqim. Asbabul Wurud: Studi Kritis Hadis Nabi Pendekatan Sosiohistoris (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. Abdul Mustaqim. Al-Tafsir Al-Maqoshidi: Al-Qadlaya Al-MuAoashirah fi DlauAo Al-QurAoan wa Al-Sunnah (Yogyakarta: Idea Press, 2. Abdul Mustaqim. Quranic Parenting: Kiat Sukses Mendidik Anak Cara Al-QurAoan A. Abdul Mustaqim. AuKisah Al-QurAoan: Hakikat. Makna dan Nilai-Nilai PendidikannyaAy. Jurnal Ulunnuha. Vol. No. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 2 | Nomor 2 | Juli - Desember 2023 | 129 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 2 | Nomor 2 | Juli - Desember 2023 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. bahwa tafsir maqashidi ialah salah satu macam dari sebuah model penafsiran yang didalamnya mengkaji tentang bagaimana cara menyingkapkan makna-makna yang rasional dan memiliki tujuan yang beragam, baik secara universal maupun praktikular disertai dengan menjelaskan faedah-faedah dari maqaashid tersebut guna merealisasikan atau mencapai kemaslahatan kepada manusia12. Dari pengertian diatas. Abdul Mustaqim menjabarkan perspektif tasfir maqashidinya dengan mengatakan, tafsir maqashidi merupakan salah satu dari upaya pendekatan dalam melakukan sebuah penafsiran ayat-ayat Al-QurAoan, yang menitikkan fokus terhadap upaya penggalian-penggalian dimensi maqashidinya, baik yang bersifat fundamental . , ataupun yang bersifat partikukar . , yang semuanya berbasis dari maqashid syariAoah dan maqashid Al-QurAoan, dengan tujuan merealisasikan kemaslahatan serta merusak kerusakan,13 Maka, dari rumusan definisi yang telah disampaikan diatas. Abdul Mustaqim menyimpullkan lima hakikat teori dalam tafsir maqashidi, yakni: Tafsir maqashidi merupakan tafsir yang menekankan upaya penjelasan mengenai maksud di balik ayat-ayat al-QurAoan, baik yang kontennya berupa larangan dan perintah, kebolehan, amtsal ataupun konten ayat-ayat al-QurAoan yang lainnya. Tafsir maqashidi merupakan genre, ittijah, corak baru dalam dunia perkembangan tafsir Al-QurAoan dan menjadi sebuah pelengkap, bukan untuk mendelegtimasi metode penafsiran Al-QurAoan terdahulu. Maka dengan datangnya tafsir maqashidi dapat memudahkan para pembaca dalam menentukan sentral yang dimaksud dari suatu ayat. Fokus tafsir maqashidi terletak pada penggalian dan penerapan maqashid dari ayat-ayat Al-QurAoan, yaitu terwujudnya kehidupan yang baik, berbasis pada prinsip maslahah dan terhindar dari mafsadah. Tafsir maqshidi bukan sekedar menjelaskan atau mendeskripsikan tentang cara mengenal suatu konsep tertentu dari ayat-ayat Al-QurAoan, tetapi juga menjelaskan maqashid . Tafsir maqashidi tetap menghargai teks Al-QurAoan, dengan menganut paadigma esensialits atau substansialist, seta tidak mengabaikan nilai pesan utama dari ayat AlQurAoan maupun hadis. https://youtu. be/R5C-2UUBcng?si=snXfeXxeOtTPhboW, diakses 12 Oktober, 2023. https://youtu. be/R5C-2UUBcng?si=snXfeXxeOtTPhboW, diakses 12 Oktober, 2023. https://youtu. be/R5C-2UUBcng?si=snXfeXxeOtTPhboW, diakses 12 Oktober, 2023. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 2 | Nomor 2 | Juli - Desember 2023 | 130 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 2 | Nomor 2 | Juli - Desember 2023 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Kemudian Abdul Mustaqim juga menjelaskan bahwa tafsir maqashidi memiliki urgensi yang sangat mendukung keberadaan tafsir maqashidi, yakni tafsir maqashsidi digunakan untuk menunjukkan suatu maksud dan tujuan dibalik teks-teks Al-QurAoan, seperti keberadaan perintah dan larangan beserta kebolehan syariat pasti ada tujuan dari apa yang Kemudian tafsir maqashidi ini menjelaskan dimensi rasionalitas teks keagamaan serta ajaran islam. Selanjutnya tafsir maqashidi juga berperan sebagai pelengkap dari metode-metode trdahulu yang belum mencerminkan dimensi maqashidinya, selain urgensi yang telah disebutkan diatas, tafsir maqashidi datang untuk menjembatani etimologi antara Al-QurAoan dan realitas, akan menjadi satu tujuan dan tidak menjadikan keduanya sebagai dua hal yang terpisah. Namun urgensi tafsir maqashidi dapat lebih visible apabila ditinjau secara intensif dari aspek-aspek paradigma maqashi syariah yang biasnya disebut dengan al-dhururiyyah al-khams, yakni: Hifz al-Din atau Kemaslahatan Agama Dalam aspek iki memiliki tiga tingkatan, yakni primer . , sekunder . , dan tersier . Contohnya dalam suatu permasalahan ibadah, shalat sebagai wujud primernya, membangun masjid menjadi fasilitas untuk beribadah yakni sekunder, dan etika atau adab ketika beribadah menjadi wujud tersiernya. Hifz al-Nafs atau Kemaslahatan Jiwa Seorang muslim diharapkan untuk senantiasa menjaga jiwanya terhadap diri sendiri ataupun dengan orang lain, terkait segala perbuatan yang dapat menimbulkan sebuah kemudharatan, seperti pola hidup tidak sehat dan tindakan pembunuhan. Hifz al-Nasl atau Kemaslahatan Keturunan Memilihara keturunan untuk menjamin berlangsungnya kehidupan manusia dari masa ke masa. Kemaslahatan ini tidak hanya sekedar memiliki keturunan saja, melaikan tugas selanjutnya bagaimana mendidik keturunan tersebut dengan memenuhi kriteria kebaikan dalam Islam. Hifz al-Mal atau Kemaslahatan Harta Dalam hal ini menjaga harta benda merupakan bentuk dari tanggung jawab manusia atas pemberian Allah, jadi menjaga harta dengan memperoleh proses yang dihalal oleh agama, menjauhi suatu perkara haram, serta memberikan harta yan dimiliki kepada mereka yang mempunyai hak terhadapnya. Hifz al-AoAql atau kemaslahatan akal JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 2 | Nomor 2 | Juli - Desember 2023 | 131 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 2 | Nomor 2 | Juli - Desember 2023 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Dalam hal ini menjaga akal untuk memahami sesuatu sesuai dengan fungsinya, selalu berpikir dengan bijak, hingga mampu mendoorng seseorang untuk senantiasa menjadi hambanya yang mengerjakan ketaatan kepadanya. Pertimbangan kelima aspek tersebut dalam implementasi tafsir maqashidi dapat memicu kekuatan bahwa pendekatan ini menjadi jalan alternatif yang kompatibel dengan pantangan zaman dalam memecahkan permasalahan sampai pada titik mendapatkan hikmah di balik syariat yang termuat dalam ayat-ayat Al-QurAoan. Langkah-langkah Metodis Tafsir Maqashidi Tafsir Maqashidi dalam prespektif Abdul Mustaqim memiliki ciri khas yang terletak pada langkah-langkah metodis tafsir maqashidi yang langsung dirumuskan sebagai penelitian riset. Langkah-langkah metodis tafsir maqashidi: Menentukan tema riset dengan argumentasi logis-ilmiah. Merumuskan problem akademik yang akan dijawab dalam riset yang telah ditentukan di langkah pertama. Mengumpulkan ayat-ayat yang setema dan didukung juga oleh hadis terkait dengan isu apa yang sesuai dengan tema riset yang dipilih. Membaca serta memahami ayat Al-QurAoan secara holistik, terkait isu terhadap riset yang telah ditentukan. Mengelompokkan ayat-ayat tersebut secara sistematis sesuai dengan konsep dasar isu riset yang sedang dikaji. Melakukan analisis kebahasaan, terkait dengan kata-kata kunci untuk mencari pemahaman terhadap konten suatu ayat, dengan merujuk ke kamus bahasa arab yang otoritatif dan kitab-kitab tafsir para ulama untuk menemukan makna serta dinamika Memahami konteks historis atau sabab nuzul serta konteks kekinian untuk menemukan maqashid serta dinamikanya. Membedakan pesan-pesan ayat al-qurAoan, mana yang termasuk dalam aspek wasilah, sarana ataupun teknis implementatif dengan mana yang tujuan inti atau maqashid fundamental-filosofis. Subur. Pemikiran Tafsir Mqasihi Abdul Mustaqim (Studi Anallisi Ayat-Ayat Sosia. Skripsi: UIN SUSKA Riau, 2023. Abdul Mustaqim. AuArgumentasi Keniscayaan Tafsir Maqashidi Sebagai Basis Moderasi IslamAy. Pidato Pengukuhan Guru Besar. UIN Sunan Kalijaga, 2019, 39-40. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 2 | Nomor 2 | Juli - Desember 2023 | 132 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 2 | Nomor 2 | Juli - Desember 2023 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Menganalisis serta menghubungkan penjelasan tafsirannya dengan teori-teori yang ada dalam tafsir maqashidi. Mengambil jawaban yang komprehensif sebagai jawaban dari isu riset sebuah penelitian. Contoh Penafsiran Tafsir Maqashidi Abdul Mustaqim a A aE eI eI eO aN eI O a eC aA AaOeIA a A aI Eac aOeI E eI OaCaEa eO aE eI AaOA a AcEE Oa a eE aI eCA A eO aE eO aN e eI acaI NA AaE O eIN O aE aI NA AcEEa A a AEO aeI OE eI O ea a a eO aE eI aI eI a OA Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. Abdul Mustaqim menjelaskan bahwa umat Islam pada era ini harus memiliki kesadaran dan memahami bahwa perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Pemahaman ini akan memudahkan umat Islam dalam menerapkan toleransi dan menjalin interaksi yang baik kepada rekan yang berbeda. Selain itu, pemahaman ini juga akan membimbing umat Islam untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang akan mencederai kehidupan beragama seperti memaksakan agama kepada orang lain maupun menghina agama lain. Sebab dalam Al-QurAoan. Allah sendiri telah menegaskan bahwa Dia-lah yang mentakdirkan adanya perbedaan. Maka memaksa orang lain memeluk Islam maupun menghina agama lain bukanlah ajaran Islam. Sebagaimana termaktub dalam Q. alBaqarah: 256. Yunus: 99. Hud: 118. al-AnAoam: 108. ca aAEO e aeI C e acOacI E ea aII eEO a o A I eI Oac eEAa e A ee AA a AEA a A eOA a AaE a eE N AaOA aAcEEA AI E N eO NA A OOae aI e eI a NA AcEEa AC a e eI A AE a eEa e Oa eE aOe CO aE eI aA A AA A A aE eO UIA A aI eO U A AA Tidak ada paksaan dalam . agama (Isla. , sesungguhnya telah jelas . antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang . pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar. Maha Mengetahui. A NO O aE eOIa eO aIe aIIaOeIA a AOE eO E aE II I eI AaO eaE eA A aEE aN eI aI eOU e A eI a eE aNa EIac A Al-QurAoan, al-Mumtahanah . : 8. Alif Jabal Kurdi. AuKitab al-Tafsir al-Maqashidi Karya Abdul Mustaqim: Hifz Al-Din dalam Kehidupan Keberagamaan yang MultikulturalAy. Tafsir Al-QurAoan. id, diakses 12 Oktober, 2023, https://tafsiralquran. id/kitabal-tafsir-al-maqashidi-karya-abdul-mustaqim-hifz-al-din-dalam-kehidupan-keberagamaan-yang-multikultural/ Al-QurAoan, al-Baqarah . : 256. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 2 | Nomor 2 | Juli - Desember 2023 | 133 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 2 | Nomor 2 | Juli - Desember 2023 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di bumi Tetapi apakah kamu . memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman?20 A U acO aE O Ea eOI aI e aE aAOeIA a A a acIU acOA AOE eO E E E EIac A Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia jadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih . A IE aN ne eI a acI aEO a aN eI acI e aa aN eI AOaI a a aN eI a IA a AO Eac aOeI O eA a AcEE A OA a AO aE A AO NA a A eOI aI eI eaO aI NA A UeO e aO ae a eE eI E EaE OacIac aE aE aE a acI A AcEE A AEIa eO O e IEa eOIA Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar Demikianlah. Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Abdul Mustaqim pun memberikan penafsiran lebih lanjut, bahwa maknanya ialah Islam merupakan ajaran agama yang menjunjung kebebasan beragama dan menghormati ajaran agama lainnya. Sebab keberagamaan yang hakiki ialah keberagamaan yang dihasilkan oleh kesadaran batin yang murni dan tidak melalui paksaan. 23 Selanjutnya, umat Islam juga tidak memiliki alasan untuk menghina agama lain. Sebab realita kehidupan umat manusia tidak hanya heterogen dari sisi warna kulit, bahasa dan ras atau bangsa namun juga agama. Mustaqim menegaskan bahwa hifz al-din atau menjaga eksistensi Islam sebagai agama, salah satunya diwujudkan memperlihatkan Islam sebagai agama yang pro-aktif dalam menjaga keberlangsungan kehidupan beragama yang damai. Serta bukan malah memperlihatkan Islam sebagai dalang dari terjadinya konflik kehidupan beragama di tengah Maka menurutnya, kedua hal tersebut hanya akan diperoleh jika berpedoman pada perintah Allah bahwa umat Islam harus menjunjung toleransi dan menjalin interaksi yang baik kepada non-muslim. Al-QurAoan. Yunus . : 99. Al-QurAoan. Hud . : 118. Al-QurAoan, al-AnAoam . : 108. Menurutnya, pemaksaan dalam beragama justru akan menimbulkan kebencian . l-ikrah tatawaladu minhu alkarahiya. Oleh sebab itu, menurutnya, tidak ada alasan bagi umat Islam untuk memaksakan kepercayaan kepada orang lain melalui cara apapun. Umat Islam hanya diperkenankan mengajak dan mengenalkan Islam dengan cara yang baik dan santun sebagaimana tertuang dalam Q. al-Nahl: 125. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 2 | Nomor 2 | Juli - Desember 2023 | 134 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 2 | Nomor 2 | Juli - Desember 2023 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Abdul Mustaqim juga memberikan model interaksi ideal yang harus diterapkan umat Islam sebagai bentuk hifz al-din di tengah kehidupan beragama yang multikultural, yang penulis klasifikasikan menjadi tiga poin penting. Pertama, memperlihatkan bahwa Islam mengajarkan untuk menyikapi perbedaan agama dengan akhlak yang mulia, penghormatan serta toleransi dan tidak mencampuri dalam urusan akidah. Hal ini penting sebagai bentuk representasi kualitas keagamaan seseorang, sebab tidak ada agama bagi yang orang yang tidak berakhlak. Kedua, membawa masyarakat dari perbedaan kepada keselarasan . in al-ikhtilaf ila al-IAotila. , dari perpecahan menuju persatuan . in al-furqah ila al-wahda. dan dari permusuhan menjadi persaudaraan . in al-Aoadawah ila alukhuwa. Artinya Islam menemukan kalimatun sawaAo . ommon platfor. yang mampu menjadi benang pengikat hubungan kemanusiaan di tengah keniscayaan perbedaan, sehingga mampu menjadi penjaga bagi keberlangsungan kehidupan yang harmonis dan damai di tengah masyarakat. Ketiga, mengkoversi dan memperbaharui pemahaman beragama dari Audin al-laAonahAy menjadi Audin al-samahahAy, dari Audin al-irhabAy menjadi Audin al-rahmahAy. Maknanya, umat Islam harus segera membenahi pemahaman beragamanya menuju pemahaman yang ideal. Sebab penyakit radikalisme telah menggiring umat memahami Islam sebagai din al-laAonah atau agama yang senang mengutuk dan mendiskreditkan agama lain. Serta bahkan dapat bertransformasi menjadi din alirhab atau agama yang terlihat merestui aksi-aksi kekerasan dan teror terhadap golongan yang berbeda secara keyakinan. Menurut hemat penulis. Pemahaman semacam itu harus diubah menjadi din alsamahah dan din al-rahmah. Maknanya umat Islam harus memahami ajaran fundamental Islam yang menjunjung tinggi toleransi serta kasih sayang sebab hal itu justru menjadi salah satu faktor yang menjaga eksistensi Islam sebagai agama. Dan hal ini pula menjadi respon terhadap fenomena radikalisme dan terorisme yang kembali eksis di Indonesia. Sebab fenomena tersebut seakan menjadi bukti bahwa masih banyak umat Islam khususnya di Indonesia yang telah terpapar dan terjangkit virus pemahaman agama yang ekstrem. Mereka yang telah tercuci otaknya bahkan tidak segan untuk merusak tatanan perdamaian dan mencoreng citra serta meruntuhkan eksistensi Islam sebagai agama yang menjunjung JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 2 | Nomor 2 | Juli - Desember 2023 | 135 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 2 | Nomor 2 | Juli - Desember 2023 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. KESIMPULAN Tafsir maqashidi datang pada era kontemporer yang bertujuan sebagai pelengkap, bukan untuk mendelgtimasi metode penafsiran yang datang lebih awal. Sebab tafsir maqashidi ini menjelaskan tentang tujuan yang dimaksud oleh suatu ayat. Abdul Mustaqim menyatakan bahwa tafsir maqashidi adalah upaya pendekatan dalam melakukan sebuah penafsiran yang meletakan fokusnya kepada penggalian dimensi maqashidinya. Dijelaskan juga bahwa urgensi yang dapat mendukung keberadaanya tafsir maqashidi ialah untuk menemukan suatu maksud dan tujuan yang tersembunyi dibalik ayat-ayat Al-QurAoan. Sehingga hal tersebut telah dicantumkan dalam lima hakikat teori tafsir maqashidiAbdul Mustaqim. Ciri khas yang dimiliki oleh Abul Mustaqim ialah mampu merumuskan sepuluh langkah-langkah metodis tafsir maqashidi dan berbasis riset. Sebab akan ditemukan beberapa problematika yang dapat dijawab oleh riset tersebut, kemudian mengumpulkan ayat-ayat yang memiliki tema yang sama, sehingga dapat sesuai dengan riset, tak lupa menganalisis kebahasaan, memahami konsep historis dan yang terpenting, pada langkah terkahir dapat mengambil jawaban yang komperehnsid sebagai jawaban dari isu sebuah riset yang telah dtentukan diawal. Jelasnya mengungkap makna maqashidnya dari suatu ayat. DAFTAR PUSTAKA