Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Madinah. JSI by IAI TABAH is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Naskah masuk Direvisi Diterbitkan 30 April 2024 15 Mei 2024 10 Juni 2024 DOI : https://doi. org/10. 58518/madinah. ANALISIS BUSANA MAHASISWA MUSLIM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN. ANTARA TREND DAN SYARIAT Hapni Laila Siregar Universitas Negeri Medan. Dali Serdang. Indonesia Email : hapnilai@gmail. Ahmad Naufal Habibi Lubis Universitas Negeri Medan. Dali Serdang. Indonesia Email : ahmadnaufalhabibilbs@gmail. Aulia Eka Putri Universitas Negeri Medan. Dali Serdang. Indonesia Email : auliaeka1509@gmail. Annisa Fitri Universitas Negeri Medan. Dali Serdang. Indonesia Email : anisaputri9750@gmail. Nabilah Asy-Syifa Universitas Negeri Medan. Dali Serdang. Indonesia Email : nabilaassyifa@gmail. Siti Wulandari Universitas Negeri Medan. Dali Serdang. Indonesia Email : sitiwulandari271023@gmail. ABSTRAK: Busana muslim di kalangan mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED) menunjukkan dinamika yang menarik antara tren fesyen terkini dan nilai-nilai syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis busana muslim mahasiswa UNIMED dalam kerangka tren dan syar'iat dilingkungan kampus maupun diluar kampus. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif Teknik analisis yang digunakan adalah Analisis Deskriptif. Pada penelitian ini analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui bagaimana penjabaran, penjelasan tentang Analisis Busana Muslim Mahasiswa UNIMED. Antara Trend dan SyariAat. Hasil analisis menunjukkan bahwa busana muslim yang dikenakan oleh mahasiswa UNIMED menunjukkan variasi yang signifikan. Beberapa 37 Hapni Laila Siregar, et. Analisis Busana Mahasiswa. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah mahasiswa lebih cenderung mengikuti tren busana muslim yang sedang populer di kalangan remaja, dengan pemakaian warna-warna cerah dan motif-motif Kata kunci: Busana Muslim, trend, syarAoiat ABSTRATC: Muslim fashion among Medan State University (UNIMED) students shows an interesting dynamic between the latest fashion trends and the values of Islamic This research aims to analyze Unimed students' Muslim clothing within the framework of trends and sharia on campus and outside campus. This reseaarch uses quantitative methodes. The analysis technique used is Descriptive Analysis. In this research, descriptive analysis was used to find out how to explain and explain the analysis of UNIMED Student Muslim Clothing. Trends and Sharia. The results of the analysis show that the Muslim clothing worn by Unimed students shows significant variations. Some students tend to follow Muslim fashion trends that are currently popular among teenagers, using bright colors and modern motifs. Keywords : Muslim Fashion. Trends. SyariAoat PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang memiliki enam agama resmi, tidak hanya itu Indonesia juga memiliki beragam budaya, suku, bahasa, dan lain sebagainya. Bagi masyarakat Indonesia budaya tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti contohnya dalam berpakaian masyarakat Indonesia lebih senang memakai pakaian asal daerah mereka daripada memakai pakaian yang menggambarkan identitas agama mereka. Akan tetapi untuk sebagian besar muslimah sudah memakai hijab, namun sebagian hijab yang mereka gunakan masih belum sesuai dengan syariAat seperti tidak menutup dada bahkan ada sebagian lagi dari muslimah lainnya yang belum mengenakan hijab. Hal ini terbukti apabila mereka menghadiri acara pernikahan atau cuma sekedar jalan-jalan saja misalnya, banyak dari mereka menggunakan pakaian batik, sasirangan, bahkan pakaian khas Barat. Ini yang membuktikan bahwa pengaruh budaya dalam maupun luar negeri sangat berpengaruh dalam hal Namun tidak sedikit pula bagi mereka yang beragama Islam justru menampakkan eksistensi mereka dengan menggunakan pakaian khas dari agama mereka seperti, gamis, sorban, peci, jilbab, bahkan cadar. Walaupun bagi masyarakat Indonesia, menggunakan pakaian khas agama hanya sebatas saat ada acara keagamaan saja, namun juga tidak bisa dipungkiri lagi bahwa pakaian khas agama seperti Islam justru dipakai sebagai pakaian sehari-hari. Terlepas daripada itu, apakah mereka yang memakai pakaian Muslim di setiap momen hanya sebagai trend semata atau memang menjalankan syariat agamanya? Cukup menarik untuk dibahas, terlebih di zaman modern ini semua 1 Nuraini. Islam Dan Batas Aurat Wanita (Yogyakarta: Dipantara, 2. 2 Cholilawati. Teori Warna Penerapan Dalam Fashion (Pantera Publishing, 2. 3 Nitisusastro. Perilaku Konsumen Dalam Perspektif Kewirausahaan (Alfabeta, 2. 38 Hapni Laila Siregar, et. Analisis Busana Mahasiswa. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah yang ada dalam kehidupan terbawa arus modernisasi termasuk pakaian. Zaman dulu, masyarakat Indonesia yang duduk di bangku kuliah yang beragama Islam berpakaian biasa-biasa saja, hanya santri pondok pesantren saja yang berpakaian secara Islami. Dulunya busana Muslim koko kebanyakan hanya berwarna putih, kini sudah terdapat dalam bervarian warna. Tetapi seiring perkembangan zaman busana muslim menjadi pakaian seharihari, entah untuk ke Mesjid, sekedar jalan-jalan, bahkan untuk kuliah. Terlebih setelah fenomenalnya film Ayat-Ayat Cinta, banyak perempuan mulai menggunakan hijab syarAi bahkan cadar. Dari pemaparan ini bisa disebutkan bahwa berbusana muslim bisa mengikuti zaman dan perkembangannya tanpa harus melepaskan hakikatnya sebagai bagian dari syariat agama. Bahkan dengan menggunakan busana muslim, kita terlihat lebih elegan karena dipandang berpakaian berbeda dengan yang lain tanpa harus meninggalkan unsur-unsur Dapat dikatakan, untuk berpenampilan keren sebagai warga Indonesia yang mempunyai kebudayaan yang beraneka ragam, bisa kita terapkan kalau ingin berpenampilan bagus dan sesuai perkembangan zaman dengan menggunakan busana muslim. Karena sekarang banyak merek pakaian yang menawarkan jenis baju kemko . emeja kok. untuk laki-laki dengan harga yang cukup terjangkau. Seiring perkembangan zaman saat ini umat Islam yang mulai mengenakan busana muslim yang sesuai dengan syariAat, terutama para mahasiswa saat ini banyak memberikan respon positif terhadap busana muslimah yang sesuai syariAat. Ini dapat dilihat dari respon yang kami dapat di lapangan melalui angket yang telah kami sebarkan. Saat ini banyak perancang busana muslimah yang menawarkan modelmodel busana muslimah yang sesuai syariAat yang elegan tetapi tetap tertutup, tidak memperlihatkan lekuk tubuh, yang tidak melanggar syariAat Islam. Akan tetapi tak sedikit juga bagi mereka yang masih awam akan ilmu agama mengatakan kepada mereka yang sering mengenakan busana muslim sesuai syariAat seperti jilbab lebar, bercadar, berniqab, berjubah dalam kesehariannya dituduh teroris dan sering dicurigai sebagai penganut Islam Radikal. Terkhusus hal ini sering dilontarkan kepada kaum muslimah yang menggunakan cadar maupun niqab. Padahal ulama salaf dari kalangan 4 madzhab mengatakan bahwa mengenakan cadar atau niqab itu Sunnah (Mustaha. bahkan Wajib. Seperti yang dikatakan Imam Ahmad bin Hambal. AuSetiap bagian tubuh wanita adalah aurat, termasuk pula kukunya. Ay dinukilkan 4 S Maryam. AuAnalisis Busana Muslim Sebagai Busana Populer Menolak Modernisasi Busana Yang Erotis,Ay Jurnal Teknologi Kerumahtanggaan 1, no. : 791Ae798. 5 T I F Rahma. AuSharia Governance Analysis Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Perspective Maqashid Sharia Ibn Ashur,Ay Journal of Human University (Nature Science. 50, no. 6 L Hapni. AuDEVELOPMENT OF INTEGRATED CHARACTER EDUCATION MODELS IN PAI LEARNING AT UNIVERSITY,Ay Jurnal Pendidikan Islam 9, no. : 116Ae129. 7 A Alfedha. Implikasi Trend Fashion Bagi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2018. 8 Al-Azizi. Fiqh Wanita Manual Ibadah Dan Muamalah Harian Muslimah Shalihah (DIVA Press, 2. 39 Hapni Laila Siregar, et. Analisis Busana Mahasiswa. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah dalam kitab Zaadul Masiir juz 6 halaman 31. Hal yang senada juga difatwakan oleh salah satu ulama kibar Arab Saudi. Syaikh Muhammad bin Shalih AlUtsaimin. AuPendapat yang kuat dalam masalah ini . enggunakan cada. adalah wajib hukumnya bagi wanita untuk menutup wajah mereka daripada lelaki ajnabi . ukan mahramny. Ay tertera dalam Fatawa Nurun AAlad Darb. Terlepas dari pro dan kontra tentang busana muslim yang digunakan dalam sehari-hari, ada baiknya dalam hal ini kita bersikap saling menghargai pendapat orang lain ,terutama bagi mereka yang mengenakan pakaian khas agamanya. Selain itu, apakah berbusana muslim saat ini hanya sebuah trend atau memang menjalankan syariat agama dapat kita padukan antara kedua ini bahwa dengan adanya trend menggunakan busana muslim membuat agama Islam dipandang sebagai agama yang relevan, mampu mengikuti perkembangan zaman dan bersaing dengan budaya yang ada tanpa harus menghilangkan nilai-nilai yang ada di dalam agama sebagai bentuk sebuah syariat. Nilai kerapian dan keindahan juga ada dalamnya, sebagai bentuk pengamalan hadits yang berbunyi. AuTidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan seberat biji debu. Ada seorang yang bertanya. ASesungguhnya setiap orang yang suka . baju yang indah, dan alas kaki yang bagus, . pakah ini termasuk kesombongan?A. Rasulullah bersabda. ASesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lainA. Ay (H. Musli. Berdasarkan penjelasan diatas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaiamana busana muslim mahasiswa UNIMED, antara trend dan syariAat. METODE Penelitian ini dilaksanakan di berbagai fakultas Universitas Negeri Medan dengan menggunakan metode angket dan pengumpulan data. Pada penelitian ini mahasiswa/mahasiswi dari berbagai fakultas Universitas Negeri Medan diberikan angket berupa link google form kemudian hasil data google form dianalisis dan di deskripsikan sesuai hasil yang didapat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana trend dan syariat busana muslim mahasiswa/mahasiswi Universitas Negeri Medan. Sampel yang digunakan yaitu mahasiswa dan mahasiswi yang aktif dan beragama Islam di seluruh fakultas Universitas Negeri Medan. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah menggunakan kuesioner . yang disebar secara online ke mahasiswa seluruh fakultas Universitas Negeri Medan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan alat bantu berupa kuesioner online yang disusun menggunakan google formulir. 9 N Amalia. Nurbaiti, and N Jannah. AuAnalisis Trend Fashion Muslim Dalam Meningkatkan Halal Lifestyle Di Kalangan Mahasiswa Muslim Di Kota Medan,Ay Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah 8, no. : 457Ae470. 10 A S Hadi. Penelitian Kualitatif Dengan NVivo (Topazart, 2. 40 Hapni Laila Siregar, et. Analisis Busana Mahasiswa. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Dari hasil penyebaran angket, diperoleh hasil serta pendapat yang ikut disampaikan terkait penelitian yang dilakukan mengenai Analisis Busana Muslim Mahasiswa Universitas Negeri Medan. Antara Trend dan Syariat. Dari hasil angket tersebut, peneliti merangkum secara sistematis dan diperoleh hasil sebagai Diagram 1. tren berbusana Dari diagram diatas terlihat bahwa sebanyak 55% responden tidak mengikuti tren berbusana saat berpakaian sehari-hari dan sebaliknya sebanyak 45% responden mengikuti tren berbusana saat berpakaian sehari-hari. Analisis dari hasil survei ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa tidak mengikuti tren berbusana muslim saat berpakaian sehari-hari. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti preferensi pribadi, pengaruh lingkungan, atau ketersediaan pakaian. Sementara itu, sebagian kecil mahasiswa tetap mengikuti tren berbusana muslim, mungkin karena alasan agama, mode, atau keinginan untuk berintegrasi dengan komunitas yang serupa dan sebagian kecil yang belum terjangkau oleh informasi tersebut. Mahasiswa muslim yang mengikuti tren berbusana saat berpakaian sehari-hari biasanya memadukan gaya modern dengan nilai-nilai keagamaan. Mereka memilih pakaian yang modis dan sesuai dengan tren terkini, tetapi tetap memperhatikan aturan berpakaian dalam Islam, seperti menutup aurat dan menghindari pakaian yang terlalu ketat atau Variasi dalam preferensi berbusana muslim di kalangan mahasiswa menunjukkan pentingnya penghargaan terhadap kebebasan berekspresi individu dalam berpakaian. Diagram 2. pentingnya mengikuti tren di kampus 41 Hapni Laila Siregar, et. Analisis Busana Mahasiswa. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Dari diagram di atas terlihat bahwa sebanyak 55% responden menganggap tidak terlalu penting mengikuti tren berbusana yang populer di lingkungan kampus, sebanyak 20% responden menganggap penting dalam mengikuti tren busana yang populer dilingkungan kampus, sebanyak 15% menganggap sangat penting dalam mengikuti tren busana yang populer dilingkungan kampus, dan sebagian kecil yaitu 10% responden menganggap tidak penting sama sekali dalam mengikuti tren busana yang populer dilingkungan kampus. Analisis dari hasil survei ini menunjukkan bahwa : Sebagian besar responden . %) dalam penelitian ini menganggap bahwa mengikuti tren busana yang populer dilingkungan kampus tidak terlalu penting Hal ini menunjukkan adanya sekelompok mahasiswa yang cenderung tidak terlalu memperhatikan tren busana yang populer dalam lingkungan kampus Kemungkinan alasan di balik persepsi ini bisa bervariasi, seperti preferensi pribadi yang lebih fokus pada kenyamanan atau kepraktisan daripada tren mode. Sebanyak . %) responden menyatakan bahwa mengikuti tren busana populer dalam lingkungan kampus dianggap penting bagi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa ada sebagian mahasiswa yang memperhatikan tren busana populer dilingkungan kampus dan mungkin menganggapnya sebagai bagian penting dari ekspresi diri atau citra sosial. Sejumlah 15% mahasiswa dalam penelitian ini menyatakan bahwa mengikuti tren busana yang populer dilingkungan kampus dianggap sangat penting bagi mereka. Ini menunjukkan bahwa ada sebagian kecil mahasiswa yang sangat memperhatikan dan menganggap tren busana sebagai elemen penting dalam identitas dan gaya hidup mereka. Mereka mungkin melihat mode sebagai cara untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan status sosial. Sejumlah 10% dari responden mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak menganggap penting untuk mengikuti tren busana yang populer dilingkungan Ini menunjukkan bahwa ada sebagian mahasiswa yang secara tegas menolak atau tidak tertarik pada tren busana sebagai bagian dari kehidupan Alasan di balik persepsi ini bisa bervariasi, mulai dari ketidakpedulian terhadap mode hingga nilai-nilai pribadi yang berbeda. Diagram 3. mengikuti tren busana terbaru 11 Haneef. Islam Dan Muslim (Pustaka Firdaus, 2. 42 Hapni Laila Siregar, et. Analisis Busana Mahasiswa. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Dari diagram diatas terlihat bahwa sebanyak 55% responden mengikuti trend busana muslim terbaru dalam keseharian mereka dalam batas wajar, sebanyak 35% responden tidak terlalu memperhatikan trend busana muslim terbaru dalam keseharian mereka, dan sebanyak 10% responden selalu mengikuti trend busana muslim terbaru dalam keseharian mereka. Tren berbusana muslim terbaru dalam keseharian mencakup gaya kasual modern seperti atasan crop, celana jogger, dan sneaker trendy, dengan sentuhan warna cerah dan motif berani, yang nyaman dan praktis. Analisis dari hasil survei ini menunjukkan bahwa: Sebanyak 55% dari total responden mengikuti trend busana terbaru dalam batas wajar keseharian mereka. Ini menunjukkan banyak mahasiswa yang memiliki kesadaran akan tren tetapi tidak sepenuhnya mengikuti setiap tren yang Sebanyak 35% responden menyatakan bahwa mereka tidak terlalu memperhatikan trend busana terbaru dalam keseharian mereka. Hal ini mengindikasikan adanya kelompok mahasiswa yang lebih memilih untuk tetap pada gaya atau pilihan pribadi mereka tanpa terpengaruh oleh tren mode saat ini. Sebanyak 10% responden mengaku selalu mengikuti trend busana terbaru dalam keseharian mereka. Meskipun jumlahnya relatif kecil, kelompok ini menunjukkan adanya segmen mahasiswa yang sangat peduli dan aktif mengikuti tren mode. Diagram 4. dampak dari mengikuti tren Dari diagram di atas dapat terlihat bahwa sebanyak 55% responden menganggap bahwa mengikuti trend berbusana muslim berdampak pada peningkatan rasa percaya diri, sebanyak 30% responden menganggap bahwa mengikuti trend berbusana muslim berdampak untuk membantu memperkuat identitas keislaman, dan sebanyak 15% dari responden berpendapat bahwa mengikuti trend busana muslim tidak berdampak pada mereka. Analisis dari hasil survei ini menunjukkan bahwa : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar yaitu 55% responden, merasakan peningkatan rasa percaya diri ketika mengikuti tren busana muslim. Hal ini mencerminkan bahwa adopsi tren busana muslim dapat memiliki dampak positif terhadap aspek psikologis individu, khususnya dalam meningkatkan keyakinan pada diri sendiri. Sebanyak 30% dari total responden menyatakan bahwa mengikuti tren busana muslim membantu dalam memperkuat identitas keislaman mereka. Hal ini menunjukkan bahwa bagi sebagian mahasiswa, penggunaan busana muslim 43 Hapni Laila Siregar, et. Analisis Busana Mahasiswa. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah tidak hanya merupakan tren mode, tetapi juga merupakan bentuk ekspresi dan penguatan identitas agama mereka. Meskipun sebagian besar mahasiswa merasakan dampak positif dari mengikuti tren busana muslim, sebanyak 15% responden dari total responden menyatakan bahwa mereka tidak merasakan dampak apapun. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi terhadap dampak tren busana muslim dapat bervariasi di antara individu, dan faktor-faktor lain seperti preferensi personal dan konteks sosial mungkin mempengaruhi pandangan mereka. Diagram 5. tekanan dalam mengikuti tren Dari diagram di atas dapat terlihat bahwa sebagian besar responden yaitu 70%, tidak merasa tertekan untuk mengikuti trend busana muslim di lingkungan Sementara itu, 30% responden lainnya menyatakan bahwa mereka jarang merasa tertekan untuk mengikuti trend busana muslim. Analisis dari hasil survei ini menunjukkan bahwa : Dari data yang diperoleh, sebagian besar responden . %) tidak merasa tertekan untuk mengikuti tren busana di lingkungan sekitar. Hal ini dapat diinterpretasikan sebagai indikasi bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang cukup tinggi dalam memilih busana tanpa harus mengikuti tren yang sedang populer. Sementara itu, sebagian kecil mahasiswa . %) masih merasa tertekan dalam mengikuti tren busana muslim. Faktor-faktor yang mungkin menyebabkan hal ini antara lain adalah tekanan sosial dari lingkungan sekitar, keinginan untuk diterima oleh kelompok, atau ketidakpastian dalam menentukan gaya pribadi. Diagram 6. tauladan orang tua mereka dalam berbusana Dari diagram diatas dapat terlihat bahwa sebanyak 45% responden selalu diberi contoh langsung dalam berbusana muslim yang sesuai dengan tren dan 44 Hapni Laila Siregar, et. Analisis Busana Mahasiswa. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah nilai-nilai agama Islam oleh orang tuanya, sebanyak 35% responden kadangkadang diberi contoh langsung dalam berbusana muslim yang sesuai dengan tren dan nilai-nilai agama Islam oleh orang tuanya, sebanyak 10% responden jarang diberi contoh langsung dalam berbusana muslim yang sesuai dengan tren dan nilai-nilai agama Islam oleh orang tuanya, dan sebanyak 10% responden tidak pernah diberikan contoh langsung dalam berbusana muslim yang sesuai dengan tren dan nilai-nilai agama Islam oleh orang tuanya. Sebagai contoh, orang tua mereka memberitahu mereka untuk memakai pakaian yang sopan, longgar, dan menutup aurat dengan baik sambil memberikan penekanan pada pentingnya berpakaian sesuai ajaran agama Islam. Analisis dari hasil survei ini menunjukkan sebagian besar responden . %) mengindikasikan bahwa mereka selalu diberi contoh langsung dalam berbusana muslim yang sesuai dengan tren dan nilai-nilai agama oleh orang tua mereka. Ini menunjukkan bahwa orang tua memiliki pengaruh signifikan dalam pemilihan pakaian anak-anak mereka Sebanyak 35% dari responden menyatakan bahwa mereka kadang-kadang diberi contoh langsung dalam berbusana muslim yang sesuai dengan tren dan nilai-nilai agama oleh orang tua mereka. Ini menunjukkan adanya variasi dalam tingkat konsistensi orang tua dalam memberikan contoh dalam hal berbusana. Sejumlah 10% responden mengungkapkan bahwa mereka jarang diberi contoh langsung dalam berbusana muslim yang sesuai dengan tren dan nilai-nilai agama oleh orang tua mereka. Hal ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya perhatian orang tua terhadap aspek berbusana atau kebebasan yang lebih besar yang diberikan kepada mahasiswa dalam memilih pakaian mereka sendiri. Sejumlah 10% responden lainnya menyatakan bahwa mereka tidak pernah diberi contoh langsung dalam berbusana muslim yang sesuai dengan tren dan nilai-nilai agama oleh orang tua mereka. Ini menunjukkan bahwa ada mahasiswa yang memiliki otonomi penuh dalam pemilihan pakaian mereka tanpa campur tangan orang tua. Diagram 7. tren busana muslim yang bertentangan dengan nilai agama Islam Dari diagram di atas dapat terlihat bahwa sebanyak 75% responden menganggap bahwa mengikuti trend busana muslim yang bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam tergantung pada jenis busananya, sebanyak 15% responden menganggap bahwa mengikuti trend busana muslim tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam, dan sebanyak 10% responden 45 Hapni Laila Siregar, et. Analisis Busana Mahasiswa. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah menganggap mengikuti trend busana muslim bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam. Analisis dari hasil survei ini menunjukkan bahwa : Dari hasil penelitian, sebanyak 75% responden menyatakan bahwa mereka menganggap trend busana bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran dan kepekaan terhadap implikasi nilai-nilai agama dalam pemilihan pakaian. Meskipun sebagian besar mahasiswa menyatakan bahwa trend busana bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam, sebanyak 15% responden menyatakan pandangan sebaliknya. Mereka meyakini bahwa mengikuti trend busana tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam. Temuan ini menunjukkan keragaman pandangan di kalangan mahasiswa terhadap hubungan antara mode dan agama. Sebagian kecil responden . %) menyatakan bahwa mengikuti trend busana melanggar nilai-nilai agama Islam. Ini mencerminkan adanya sikap kritis terhadap pengaruh trend busana dalam konteks nilai-nilai agama islam, serta keinginan untuk mempertahankan kesetiaan terhadap ajaran agama Islam. Diagram 8. ketersediaan busana yang sesuai syariat di pasaran saat ini Dari diagram diatas dapat terlihat bahwa sebanyak 55% responden menganggap bahwa ketersediaan busana muslim trend yang sesuai syariat Islam di pasaran saat ini sangat memadai dan sebanyak 45% responden menganggap bahwa ketersediaan busana muslim trend yang sesuai syariat Islam di pasaran saat ini cukup memadai. Analisis dari hasil survei ini menunjukkan bahwa : Sebagian besar . %) dari total responden menganggap bahwa ketersediaan busana Muslim trend yang sesuai syariat Islam di pasaran saat ini sangat memadai. Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar dari mereka merasa puas dengan pilihan busana muslim yang tersedia di pasaran dan sesuai dengan tren saat ini. Sebagian responden . %) menganggap bahwa ketersediaan busana muslim trend yang sesuai syariat Islam di pasaran saat ini cukup memadai. Ini menunjukkan bahwa ada sebagian kecil mahasiswa yang merasa bahwa pilihan busana muslim yang tersedia tidak sepenuhnya memenuhi ekspektasi atau kebutuhan mereka, meskipun masih cukup memadai. 46 Hapni Laila Siregar, et. Analisis Busana Mahasiswa. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Diagram 9. Tanggapan jika menemukan busana tidak sesuai syariat islam Dari diagram di atas dapat terlihat bahwa sebanyak 35% responden mencari alternatif busana lain yang sesuai syariat Islam ketika menemukan busana muslim trend yang tidak sesuai syariat Islam, sebanyak 30% responden mengabaikan trend busana muslim trend yang tidak sesuai syariat Islam dan memilih busana muslim yang sesuai syariat Islam, sebanyak 25% responden tetap memakai busana muslim trend yang tidak sesuai syariat Islam dengan beberapa modifikasi, dan sebanyak 10% responden meminta pendapat orang lain tentang busana muslim trend yang tidak sesuai syariat Islam. Analisis dari hasil survei ini menunjukkan bahwa : Sebanyak 35% dari responden mengungkapkan bahwa mereka mencari alternatif busana lain yang sesuai syariat Islam ketika menemukan busana muslim trend yang tidak sesuai syariat Islam. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pemenuhan aspek syariat Islam dalam busana menjadi pertimbangan penting bagi sebagian mahasiswa. Sebanyak 30% dari responden mengungkapkan bahwa mereka memilih untuk mengabaikan trend busana muslim yang tidak sesuai syariat Islam dan memilih busana yang sesuai syariat Islam. Hal ini mencerminkan adanya kesadaran dan kepedulian terhadap nilai-nilai agama Islam dalam pemilihan busana muslim, meskipun hal tersebut tidak selalu sejalan dengan tren mode saat Sebanyak 25% dari responden menyatakan bahwa mereka tetap memakai busana muslim trend yang tidak sesuai syariat Islam dengan beberapa modifikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa masih tertarik dengan busana muslim trend meskipun tidak sepenuhnya memenuhi syariat Islam, namun mereka cenderung melakukan modifikasi agar sesuai dengan kebutuhan fashion dan gaya pribadi mereka. Sebanyak 10% dari responden mengungkapkan bahwa mereka meminta pendapat orang lain tentang busana muslim trend yang tidak sesuai syariat Islam. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa cenderung mempertimbangkan sudut pandang orang lain dalam memilih busana muslim, mungkin untuk mendapatkan perspektif tambahan sebelum membuat keputusan. 47 Hapni Laila Siregar, et. Analisis Busana Mahasiswa. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Diagram 10. dampak berbusana ketat terhadap citra dan perilaku mahasiswa Dari diagram diatas dapat terlihat bahwa sebanyak 75% responden berpendapat bahwa dampak berbusana ketat yang mengikuti tren dapat merusak citra dan perilaku mahasiswa, sebanyak 10% responden berpendapat bahwa dampak berbusana ketat yang mengikuti tren itu meningkatkan citra tetapi tidak mempengaruhi perilaku, sebanyak 10% responden berpendapat bahwa dampak berbusana ketat yang mengikuti trend tidak memiliki dampak terhadap citra dan perilaku mahasiswa, dan sebanyak 5% responden berpendapat bahwa dampak berbusana ketat yang mengikuti trend meningkatkan citra dan perilaku positif Analisis dari hasil survei ini menunjukkan bahwa : Sebanyak 75% responden berpendapat bahwa berbusana ketat dan mengikuti tren dapat merusak citra dan perilaku mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki kesadaran akan dampak negatif dari gaya berbusana tersebut terhadap citra dan perilaku mereka. Sejumlah 10% responden berpendapat bahwa berbusana ketat yang mengikuti tren dapat meningkatkan citra mereka tanpa mempengaruhi perilaku. Ini menunjukkan adanya perbedaan persepsi di antara mahasiswa, di mana sebagian menganggap bahwa penampilan yang modis dapat meningkatkan citra mereka tanpa perubahan dalam perilaku. Sejumlah 10% dari responden juga berpendapat bahwa berbusana ketat yang mengikuti tren tidak memiliki dampak signifikan terhadap citra dan perilaku Hal ini menunjukkan bahwa ada sebagian mahasiswa yang mungkin kurang memperhatikan hubungan antara penampilan dan citra/ perilaku. Meskipun jumlahnya kecil, 5% dari total responden berpendapat bahwa berbusana ketat yang mengikuti tren dapat meningkatkan citra dan perilaku positif mahasiswa. Ini menunjukkan adanya keyakinan bahwa penampilan yang modis dapat membantu meningkatkan citra diri dan perilaku yang positif. Diagram 11. batasan aurat 48 Hapni Laila Siregar, et. Analisis Busana Mahasiswa. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Dari diagram diatas dapat terlihat bahwa seluruh responden . %) menjawab batasan aurat laki laki mulai dari pusar hingga bawah lutut dan batasan aurat perempuan dari ujung rambut hingga ujung kaki kecuali muka dan telapak tangan. Pendapat ini dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti agama, budaya lokal, dan nilai-nilai sosial yang dianut. Efek dari pandangan ini bisa beragam, mulai dari memperkuat pemisahan gender yang ada dalam masyarakat dan memperkuat norma-norma yang mengatur perilaku dan penampilan seseorang berdasarkan jenis kelaminnya. Ini menunjukkan bahwa pemahaman mereka tentang batasan aurat bagi laki-laki dan perempuan sudah bagus seperti yang diharapkan dalam konteks agama dan budaya yang berlaku, sebagaimana tertulis pada Al QurAan surat Al AAraf ayat 26 : A ECaECsAA AAEaACACU ACeaEACANa ECaEa A AACCEEsCca EAaEAEaACAAEEAACo CeEscaECE AAiCoaEaA EAEAECUaE aoEAACeAeAA ECOAAu aCOaE esaCACE ENEUEaEO aECsCACCUACE EAaEACAAEAA Ca EaAsCACEaE EAEaAC CoCAEaACACU Artinya : AuWahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingatAy. Selanjutnya hal ini juga dijelaskan oleh Syekh Muhammad bin Qasim dalam kitab Fathul Qarib, halaman 12 berikut : Artinya : AuAurat lelaki ialah anggota tubuh antara pusar hingga lutut, dan aurat perempuan dalam shalat ialah seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangannya baik luar maupun dalam hingga batas pergelangan. Ay Diagram 12. hukum mengenakan pakaian transparan atau ketat Dari diagram di atas dapat terlihat bahwa secara umum mayoritas responden mengatakan bahwa hukum mengenakan pakaian transparan atau ketat dalam Islam adalah haram/dosa karena memakai pakaian yang transparan atau ketat sangat tidak disarankan karena dapat menimbulkan godaan atau fitnah bagi orang lain. Hal ini berkaitan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam yang 49 Hapni Laila Siregar, et. Analisis Busana Mahasiswa. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri dan menghindari perilaku yang dapat mengundang kemungkinan adanya godaan atau fitnah. Pendapat ini berpotensi menciptakan efek jangka panjang terhadap kesadaran individu tentang pentingnya berpakaian yang sopan dan menjaga batas-batas kepatutan dalam berinteraksi sosial, serta mendorong pembentukan norma-norma yang menghargai martabat setiap individu. Ini menunjukkan bahwa pemahaman mereka tentang hukum memakai pakaian transparan atau ketat sudah semakin matang dan menyadari pentingnya menghormati normanorma sosial serta menjaga etika dalam berpakaian, 12 sebagaimana tertulis pada Hadits Riwayat Muslim : a aE aOaA a aA aOIAUAA a caAIa aI eIa a eNEa EIA a caA Ca eOIa aIa aN eIa aOaa aE a eIaa eEaCa aa Oa aeaOIaa a aN EIAUAa Ea eIa a a aN aIA a a eIAA a AOaa aI aIA aA aOua acIAUA aO aEa Oa aeIaa aO a aNAUaA aEa Oa e a eEIaa eE aIacAUA aN acIa aE a eIa aIa eE eaa eE aIaEa aA a A aa OAUAOaEa aIa aaEA a AA AOa aEa aO aE aA a AaO a aN EaOaO a aa aI eIa aI aA Artinya: "Ada dua golongan dari umatku yang belum pernah aku lihat: . suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukul orang-orang dan . para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring . eperti benjola. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak akan mencium wanginya, walaupun wanginya surga tercium sejauh jarak perjalanan sekian dan sekian. " (HR Musli. Selanjutnya, hal ini juga dijelaskan Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan dalam kitabnya yang berjudul Al Muntaqa Min Fatawa : "Tidak diperbolehkan bagi wanita memakai pakaian yang tasyabuh dengan lelaki atau tasyabuh dengan wanita kafir. Begitu pula tidak diperbolehkan memakai pakaian ketat yang menampakkan lekuk tubuh secara detail dan menimbulkan fitnah. Pantalon yang padanya terdapat semua larangan di atas, maka tidak boleh dipakai," tulis kitab tersebut. Diagram 13. laki-laki yang mengikuti gaya busana perempuan atau sebaliknya 12 N A Arif and I. AuPengaruh Literasi Keuangan. Norma Subjektif. Dan Gaya Hidup Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa UINSU Medan Pengguna Electronic Money Dengan Pengendalian Diri Sebagai Moderasi,Ay Jurnal Darma Agung 30, no. : 736Ae760. 50 Hapni Laila Siregar, et. Analisis Busana Mahasiswa. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Dari diagram diatas dapat terlihat bahwa seluruh responden . %) menjawab pandangan mereka melihat laki-laki yang mengikuti gaya busana perempuan maupun sebaliknya sangat tidak pantas dan melanggar aturan Islam termasuk pelanggaran terhadap prinsip kesopanan dan tidak mengikuti aturan dalam berpakaian serta tidak sesuai dengan norma dan syariat dalam Islam. Pendapat ini secara umum dipengaruhi oleh pemahaman konservatif terhadap ajaran agama. Efek positif dari pendapat ini adalah dapat memperkuat identitas keagamaan dan kultural dalam masyarakat yang mempertahankan nilai-nilai tradisional dan moralitas, serta mempromosikan penghargaan terhadap kesopanan dan norma sosial yang dianggap penting dalam membentuk tatanan sosial yang harmonis. Ini menunjukkan bahwa pemahaman mereka tentang aturan dalam berpakaian untuk laki laki dan perempuan dalam syariat Islam sudah sangat mendalam dan sesuai dengan ajaran yang telah ditetapkan, sebagaimana tertulis pada riwayat Bukhari. Abu Dawud. Tirmidzi, dan Thabrani dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: AuAllah mengutuk wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita. AyDalam hadits yang lain pun disebutkan pula menyerupai ini pun tidak hanya cara berbicara, gestur tubuh, hingga tingkah laku. Namun. Allah Swt. pun mengutuk mereka yang berpakaian tidak sesuai dengan fitrahnya :AuAllah mengutuk seorang wanita berpakaian laki-laki dan laki-laki berpakaian Ay (H. Abu Dawud. NasaAI, dan Ibnu Maja. Diagram 14. mahasiswi menggunakan jilbab tapi tidak menutup dada Dari diagram diatas dapat terlihat bahwa seluruh responden menjawab pandangan mereka melihat mahasiswi menggunakan jilbab tapi tidak menutup dada sangat tidak sopan karena tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Islam tentang berbusana yang baik dan bisa saja menimbulkan pandangan lawan jenis yang kurang baik. Pendapat ini mungkin dipengaruhi oleh norma-norma sosial dan budaya yang mengaitkan penampilan dengan reputasi dan moralitas. Namun, efek positif dari pendapat tersebut adalah kesadaran akan pentingnya menjaga kesopanan dalam berpakaian sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya. Hal ini dapat mendorong kesadaran individu untuk lebih memperhatikan busana mereka dengan mempertimbangkan nilai-nilai moral dan memperkuat identitas Ini menunjukkan bahwa pemahaman mereka tentang aturan dalam menggunakan jilbab untuk perempuan dalam syariat Islam sudah lebih 51 Hapni Laila Siregar, et. Analisis Busana Mahasiswa. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah mendalam dan berdasarkan prinsip-prinsip agama yang benar, sebagaimana tertulis pada Al QurAan surat Al Ahzab ayat 59 : AAEaACACU A CAEaAEaACaEaACa AEaAC CAEsAECaE CoeaAeECOECE AeaAoEaACEAEAOEa EaEaCEaAea AAEaoa AAEIACaECAoA AAEAu CaeOACAoa aCoCOAACCACE ENEaeO AAnAOCOEaAc AAoCcAEEAE Ca CoAAua A AeACUEAECE CAAE AAEEACseCE a ACeAAiECOAA Artinya : AuWahai Nabi (Muhamma. , katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. " Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun. Maha PenyayangAy. Diagram 15. busana muslim yang cocok digunakan Dari diagaram diatas dapat terlihat bahwa seluruh responden . %) menjawab pandangan mereka tentang busana muslim yang cocok digunakan oleh perempuan dan laki-laki adalah busana tersebut haruslah longgar, menutup aurat, dan tidak melanggar aturan agama serta tidak memperlihatkan aurat dari laki laki maupun perempuan. Pandangan ini tercermin dalam pemahaman bahwa busana muslim yang tepat adalah yang longgar, menutup aurat, dan sesuai dengan norma-norma agama yang berlaku. Efek positif dari pandangan tersebut adalah meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai moral dan religiusitas dalam berbusana, menciptakan lingkungan sosial yang lebih santun dan memperkuat identitas keagamaan individu serta komunitas. Selain itu, hal ini juga dapat membantu menghindari kontroversi atau konflik terkait dengan pakaian yang dianggap tidak pantas atau menyinggung nilai-nilai keagamaan. Ini menunjukkan bahwa pemahaman mereka tentang aturan dalam berbusana muslim yang cocok digunakan oleh perempuan dan laki-laki dalam syariat Islam sudah ditingkatkan dengan baik, sehingga mereka dapat mengenakan pakaian sesuai dengan tuntutan agama dengan benar dan penuh kesadaran, sebagaimana tertulis pada Al QurAan surat Al AAraf ayat 26 : 13 M Astuti. AuPengembangan Produk Halal Dalam Memenuhi Gaya Hidup Halal (Halal Lifestyl. ,Ay Jurnal Kajian Hukum 1, no. 52 Hapni Laila Siregar, et. Analisis Busana Mahasiswa. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah A ECaECsAA AAEaACACU ACeaEACANa ECaEa A AACCEEsCca EAaEAEaACAAEEAACo CeEscaECE AAiCoaEaA EAEAECUaE aoEAACeAeAA ECOAAu aCOaE esaCACE ENEUEaEO aECsCACCUACE EAaEACAAEAA Ca EaAsCACEaE EAEaAC CoCAEaACACU Artinya : AuWahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingatAy. Pembahasan Dewasa ini pakaian tidak hanya berfungsi menjadi penutup serta pelindung tubuh, namun juga identitas modernitas seorang. Perkembangan musim pakaian selalu diminati banyak sekali kalangan masyarakat menjadi lambang identitas gaya hidup modern. Tren isu busana sekarang tidak hanya mencakup kostum casual saja namun juga merambah ke gaya berbusana muslimah yaitu hijab. Hijab menurut kepercayaan Islam adalah pakaian yang harus dikenakan perempuan untuk menutupi aurat yakni rambut, dada, dan bagian tubuh lainnya, sebagaimana tertulis pada Al QurAan surat Al Ahzab ayat 59. Seiring perkembangan zaman, trend fashion muslim mengalami perkembangan serta menyebabkan perubahan baru yang dapat menarik perhatian publik terkhusus mahasiswa yang sangat memperhatikan fashion mereka di kehidupan sehari-hari. Mahasiswa kini mencari busana muslim yang tidak hanya stylish, tetapi juga ramah lingkungan dan diproduksi secara etis (Halima El-Dabbag : pendiri Hijab Fashion Wee. Berdasarkan hasil riset dari beberapa peneliti, manusia di kehidupannya membutuhkan pakaian, sedangkan fashion adalah cara manusia mengekspresikan diri melalui pilihan pakaian dan gaya, yang seringkali dipengaruhi oleh tren dan budaya. Tren isu fashion berhijab belakangan ini sedang marak di Indonesia. Para wanita muslim khususnya yang tinggal di kota-kota besar banyak mengikuti tren hijab masa sekarang. Berhijab bukan lagi sebab faktor agama namun lebih pada faktor sosial-budaya yang sedang mengitarinya dan mengakibatkan hijab menjadi budaya pop yang sedang menjamur di kalangan masyarakat. Para wanita muslimah yang berjilbab seakan berevolusi dan berusaha AutampilAy di dalam dunianya dengan selalu mencari serta menukar gaya penampilannya menggunakan ilham-ilham baru yangterdapat pada dunia fashion 14 Maha. AuTrend Fashion Muslim Di Indonesia Saat Ini Dan Kesesuaiannya Dengan Syariat Islam,Ay Jurnal Qomaruddin Islamic Economy 7, no. 15 I M. Ridwan. Ekonomi Mikro Islam (Medan: Febi Press Uinsu, 2. 16 Yulia Nurdianik. S G Attas, and M K Anwar. AuHijab : Antara Trend Dan Syariat Di Era Kontemporer,Ay Indonesian Journal of Social Science Review 1, no. : 1Ae10. 17 Mardawani. AuPraktis Penelitian Kualitatif Teori Data Dan Analisis Data Dalam Perspektif KualitatifAy (Deepublish, 2. 53 Hapni Laila Siregar, et. Analisis Busana Mahasiswa. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Bahkan yang sebelumnya belum ingin berhijab karena faktor jasmani rohani, berlomba-lomba penampilan baru mereka menggunakan hijabnya. Pada beberapa tahun belakangan ini hingga saat ini trend fashion yang sedang berkembang adalah trend fashion yang ditampilkan dengan berbagai macam styling. Salah satunya adalah yang memadukan syariat Islam dengan sentuhan modern (Dian Pelangi : desainer busana musli. Styling yang paling banyak terlihat seperti jenis gamis, blus, kulot, rok tutu skirt, rok plisket mayung, kameja monalisa, outer scraft, hijab bella squere, dan lain sebagainya. Tren fashion ini pun direspon dengan sangat baik oleh berbagai media masa sehingga mempermudah dan mempercepat perluasan tren berbusana muslim yang menjangkau hampir semua lapisan masyarakat. Maka dari itu hasil analisis menunjukkan bahwa busana muslim yang dikenakan oleh mahasiswa UNIMED menunjukkan variasi yang signifikan. Beberapa mahasiswa lebih cenderung mengikuti tren busana muslim yang sedang populer di kalangan remaja, dengan pemakaian warna-warna cerah dan motifmotif modern. Namun, di sisi lain, terdapat juga mahasiswa yang lebih memilih untuk mematuhi prinsip-prinsip syariat Islam dalam pemakaian busana, dengan memilih busana yang lebih sederhana dan menutup aurat sesuai dengan ketentuan agama. 19 Mahasiswa lebih memilih busana dengan desain dan gaya yang sesuai dengan tren terkini, seperti celana kulot, atasan oversized, dan hijab dengan variasi model yang beragam. Namun demikian, sebagian besar mahasiswa tetap memperhatikan prinsipprinsip syariat Islam dalam pemilihan busana mereka. Misalnya, meskipun memilih busana yang modis, mereka tetap memilih bahan yang tidak transparan dan memperhatikan ketebalan hijab untuk menjaga aurat. Perbedaan ini mencerminkan adanya dinamika antara tren busana muslim dan prinsip-prinsip syariat Islam di kalangan mahasiswa UNIMED. Hal ini juga menunjukkan bahwa pemakaian busana muslim tidaklah homogen, melainkan dipengaruhi oleh faktorfaktor sosial, budaya, dan individualitas masing-masing individu. Dari hasil Wawancara dengan sejumlah mahasiswa mengungkapkan bahwa mereka menganggap penting untuk tetap tampil modis namun tetap memperhatikan aturan syariat Islam dalam berbusana. Beberapa responden menyebutkan bahwa mereka merasa lebih percaya diri dan nyaman saat memadukan tren mode dengan prinsip-prinsip agama dalam pemilihan busana. SIMPULAN Berdasarkan hasil dari penelitian ini, kami menyimpulkan bahwa trend busana mahasiswa muslim telah mengalami perubahan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, di mana mereka mencoba untuk menyesuaikan antara 18 Purboyo. AuPerilaku KonsumenAy (Media Sains Indonesia, 2. Nadia. AuAnalisis Trend Fashion Muslim Dalam Meningkatkan Halal Lifestyle Di Kalangan Mahasiswa Di Kota Medan,Ay Jurnal Masharif Al-Syariah 8, no. 20 A S Nur. AuPengaruh Trendfashion. Gaya Hidup. Dan Brand Image Terhadap Preferensi Fashion Hijab,Ay Journal of Islamic Economics 1, no. : 48Ae71. 54 Hapni Laila Siregar, et. Analisis Busana Mahasiswa. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah gaya yang trend dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Tetapi ada beberapa mahasiswa yang cenderung mengikuti tren mode dunia dan banyak juga yang memilih untuk memadukan tren dengan nilai-nilai agama mereka, seperti memilih busana yang lebih longgar atau menutup aurat. Meskipun demikian, masih ada tantangan dalam menjaga keseimbangan antara kedua hal tersebut. Penelitian ini menunjukkanoo bahwa mahasiswa muslim cenderung memilih busana yang dapat mencerminkan identitas agama mereka sambil tetap tampil modis sesuai dengan perkembangan zaman. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya memahami dan menghormati kebutuhan dan keyakinan individu dalam konteks busana, serta pentingnya dialog antara tren mode dan syariat Islam dalam menciptakan pakaian yang sesuai dan bermakna bagi mahasiswa muslim. Dalam konteks ini, edukasi dan kesadaran tentang prinsip-prinsip syariat serta pemahaman tentang identitas agama sangat penting bagi mahasiswa Muslim dalam memilih busana mereka. BIBLIOGRAFI Al-Azizi. Fiqh Wanita Manual Ibadah Dan Muamalah Harian Muslimah Shalihah. DIVA Press, 2019. Alfedha. Implikasi Trend Fashion Bagi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2018. Amalia. Nurbaiti, and N Jannah. AuAnalisis Trend Fashion Muslim Dalam Meningkatkan Halal Lifestyle Di Kalangan Mahasiswa Muslim Di Kota Medan. Ay Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah 8, no. : 457Ae470. Arif. N A, and I. AuPengaruh Literasi Keuangan. Norma Subjektif. Dan Gaya Hidup Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa UINSU Medan Pengguna Electronic Money Dengan Pengendalian Diri Sebagai Moderasi. Ay Jurnal Darma Agung 30, no. : 736Ae760. Astuti. AuPengembangan Produk Halal Dalam Memenuhi Gaya Hidup Halal (Halal Lifestyl. Ay Jurnal Kajian Hukum 1, no. Cholilawati. Teori Warna Penerapan Dalam Fashion. Pantera Publishing, 2022. Hadi. A S. Penelitian Kualitatif Dengan NVivo. Topazart, 2021. Haneef. Islam Dan Muslim. Pustaka Firdaus, 2021. Hapni. AuDEVELOPMENT OF INTEGRATED CHARACTER EDUCATION MODELS IN PAI LEARNING AT UNIVERSITY. Ay Jurnal Pendidikan Islam 9, 1 . : 116Ae129. Ridwan. Ekonomi Mikro Islam. Medan: Febi Press Uinsu, 2017. Maha. AuTrend Fashion Muslim Di Indonesia Saat Ini Dan Kesesuaiannya Dengan Syariat Islam. Ay Jurnal Qomaruddin Islamic Economy 7, no. Mardawani. AuPraktis Penelitian Kualitatif Teori Data Dan Analisis Data Dalam Perspektif Kualitatif. Ay Deepublish, 2020. Maryam. AuAnalisis Busana Muslim Sebagai Busana Populer Menolak Modernisasi Busana Yang Erotis. Ay Jurnal Teknologi Kerumahtanggaan 1, no. 55 Hapni Laila Siregar, et. Analisis Busana Mahasiswa. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. Volume 11. Nomor 1. Juni 2024 https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah . : 791Ae798. Nadia. AuAnalisis Trend Fashion Muslim Dalam Meningkatkan Halal Lifestyle Di Kalangan Mahasiswa Di Kota Medan. Ay Jurnal Masharif Al-Syariah 8, no. Nitisusastro. Perilaku Konsumen Dalam Perspektif Kewirausahaan. Alfabeta, 2019. Nur. A S. AuPengaruh Trendfashion. Gaya Hidup. Dan Brand Image Terhadap Preferensi Fashion Hijab. Ay Journal of Islamic Economics 1, no. : 48Ae71. Nuraini. Islam Dan Batas Aurat Wanita. Yogyakarta: Dipantara, 2020. Nurdianik. Yulia. S G Attas, and M K Anwar. AuHijab : Antara Trend Dan Syariat Di Era Kontemporer. Ay Indonesian Journal of Social Science Review 1, no. 1Ae10. Purboyo. AuPerilaku Konsumen. Ay Media Sains Indonesia, 2021. Rahma. T I F. AuSharia Governance Analysis Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Perspective Maqashid Sharia Ibn Ashur. Ay Journal of Human University (Nature Science. 50, no. 56 Hapni Laila Siregar, et. Analisis Busana Mahasiswa.