COMPLETE Journal of Computer. Electronic, and Telecommunication ISSN 2723-4371. E-ISSN 2723-5912 Artikel Analisis Model kanal 5G terhadap Pengaruh Suhu dan Kelembaban pada Frekuensi 26 GHz dan 28 GHz di Jawa Timur Luthfiah Arbiah Nasir 1*. Hamzah U. Mustakim 2. Arrizky Ayu Faradila Purnama 3 Program Studi Teknik Telekomunikasi. Telkom University Surabaya. Surabaya. Indonesia * Korespondensi : lluthfiah@student. Received: 13 Februari 2024. Revised: 5 Maret 2024. Accepted: 15 Maret 2024 Abstrak: Perkembangan teknologi akan terus berkembang sehingga layanan telekomunikasi dijadikan sebagai kebutuhan utama. Untuk mendukung perkembangan revolusi industri 4. penggunaan 5G New Radio merupakan solusi yang tepat. Teknologi 5G New Radio dirancang lebih baik daripada teknologi 4G sebelumnya, terutama pada bagian pita frekuensi. Penggunaan frekuensi tinggi sangat sensitif dan terpengaruh oleh kondisi alam, seperti suhu dan kelembaban yang akan menimbulkan redaman pada perambatan gelombang. Penelitian ini dilakukan analisis terhadap dua variabel, yaitu variabel tetap dan variabel berubah pada Provinsi Jawa Timur. Variabel tetap meliputi frekuensi 26 GHz dan 28 GHz dengan bandwidth 100 MHz. Sedangkan variabel berubah meliputi suhu . uhu maksimum dan minimu. dan kelembaban . elembaban maksimum dan minimu. Hasil yang didapatkan berdasarkan pengujian delay spread diantara ketiga lokasi penelitian. Kota Batu yang paling bagus. RMS delay yang dihasilkan yaitu 20 ns dan 32 ns, dengan daya terima simulasi sebesar -60,2 dBm. Sedangkan untuk kalkulasi capacity channel dan bit rate didapatkan Kabupaten Pasuruan memiliki hasil yang lebih bagus. Nilai capacity channel yang didapatkan sebesar 780,089 Mbps dan bit rate sebesar 78009 Mbps. Berdasarkan hasil tersebut dipengaruhi oleh besar frekuensi yang digunakan. Penggunaan frekuensi 26 GHz jauh lebih bagus karena menghasilkan nilai delay yang lebih kecil dengan kondisi skenario minimum. Kata kunci: Teknologi 5G. Model Kanal. Power Delay Profile Pendahuluan Seiring perkembangan zaman, layanan telekomunikasi menjadi kebutuhan utama. Teknologi baru yang dikenal sebagai 5G akan menawarkan semua aplikasi yang dibutuhkan dengan menghubungkan ke infrastruktur telekomunikasi saat ini dan hanya menggunakan satu perangkat universal . Jaringan seluler 5G akan berupaya untuk menciptakan terminal client yang dapat mengakses beberapa teknologi seluler secara bersamaan dan mengkonsolidasikan berbagai cara dari berbagai teknologi. Teknologi 5G adalah pengembangan yang dapat terhubung ke semua perangkat, tidak hanya untuk telekomunikasi, dan 5G ini diantisipasi memiliki kecepatan tiga kali lebih cepat dari generasi sebelumnya. Sebagai perkembangan dari generasi berikutnya, penggunaan 5G diusulkan ketika jumlah User Equipment (UE) dan lonjakan bandwidth meningkat . Layanan dan kebutuhan masa depan diperhitungkan saat merancang infrastruktur jaringan 5G. Secara kuantitatif, parameter kinerja teknologi 5G ditentukan oleh ITU-R (International Telecommunication Unio. melalui IMT-2020 yang dapat dilihat pada Gambar 1 . Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. ittelkom-sby. Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 2 of 12 Gambar 1. Kemampuan Utama 5G menurut IMT Vision Gambar 2. Spektrum Frekuensi 5G oleh Ericsson . Teknologi 5G New Radio dioperasikan pada frekuensi tinggi antara 1 GHz Ae 100 GHz. Pada teknologi 5G ini, menurut Ericsson . kandidat frekuensi dibagi menjadi 3 band, yaitu low band (<1 GH. , middle band . - 6 GH. dan high band . Ae 49 GH. Desain untuk telekomunikasi yang beroperasi di kisaran 10 hingga 30 GHz. Frekuensi tersebut tergolong ke dalam level frekuensi tinggi, sehingga untuk mengimplementasikannya membutuhkan persiapan infrastruktur yang baik, terutama pada desain parameter berdasarkan model kanal. Model kanal adalah masalah utama dari 5G New Radio, dimana kapasitas . er-lin. yang dihasilkan oleh sistem komunikasi nirkabel tergantung pada kanal tersebut, sehingga pemodelan kanal itu sangat penting . Model kanal 5G di Indonesia berbeda dengan model saluran di negara lain karena kondisi kelembaban, suhu, dan cuaca yang unik di negara ini yang di mana disebabkan oleh fluktuasi kondisi atmosfer di tempat yang sama. Untuk mencipatakan sistem komunikasi sebaik mungkin, sangat berguna untuk memahami dan menghitung model kanal dengan dampak suhu dan kelembaban pada propagasi mengingat bahwa Indonesia adalah negara tropis dengan suhu dan kelembaban yang terkadang sangat tinggi dan rendah . Sebagai contoh, komunikasi nirkabel dalam mmWave/THz memiliki difraksi gelombang elektromagnetik yang signifikan karena panjang gelombang yang sangat kecil. Komunikasi nirkabel pada band ini sangat dipengaruhi oleh kebisingan penyerapan Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 3 of 12 molekul dan atenuasi. Band ini dipengaruhi oleh komposisi kimia medium dalam dua cara berbeda. Pertama, sinyal radio dilemahkan karena molekul dalam saluran menyerap energi dalam band frekuensi tertentu. Kedua, energi yang diserap ini dipancarkan kembali oleh molekul yang menciptakan kebisingan di saluran. Redaman dan kebisingan umumnya turun di tengah hari ketika suhu naik dan kelembaban turun, tetapi tetap tinggi pada malam hari. Akhirnya, karena tingkat keparahan penyerapan molekul juga sensitif terhadap suhu udara, setiap variasi suhu-kelembaban akan secara langsung mempengaruhi atenuasi dan kebisingan pada band frekuensi tinggi . Kemudian perbedaan utama antara komunikasi nirkabel yang ada pada frekuensi yang lebih rendah dan mmWave adalah bahwa molekul air (H2O) di udara, yang dapat menyerap energi sinyal pada tingkat yang sangat tinggi jika tereksitasi, memiliki frekuensi resonansi alami mereka dalam pita frekuensi tinggi. Ini berarti bahwa pita frekuensi tinggi sensitif terhadap jumlah air . elembaban, lembab, atau huja. di udara . Berdasarkan data geografi dan iklim yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Ae Provinsi Jawa Timur dalam angka 2023, daerah Jawa Timur memiliki rata-rata curah hujan sebesar 254,9 mm pada Dilihat dari rata-rata curah hujan tersebut, daerah Jawa Timur termasuk kota dengan curah hujan cukup tinggi, sepanjang tahun 2022. Dengan golongan curah hujan cukup tinggi, kondisi suhu serta kelembaban pada daerah Jawa Timur dapat berubah-ubah. Rata-rata suhu di Provinsi Jawa Timur pada dua musim berkisar antara 14,6EE hingga 31,4EE, sedangkan untuk rata-rata kelembaban berkisar antara 34% dari 99% . Berdasarkan desain telekomunikasi yang menggunakan range frekuensi tinggi, sangat amat memungkinkan penggunaan model kanal pada frekuensi tersebut dapat terganggu oleh perubahan faktor lingkungan seperti suhu dan kelembaban. Hal tersebut dapat mengakibatkan atenuasi atau redaman yang signifikan. Dari penjelasan tersebut, maka penulis mengusulkan judul penelitian AuAnalisis Model Kanal 5G terhadap Pengaruh Suhu dan Kelembaban pada Frekuensi 26 GHz dan 28 GHz di Jawa TimurAy. Penelitian ini akan menganalisis model kanal 5G pada beberapa daerah di Provinsi Jawa Timur dengan menggunakan nilai suhu maksimum dan minimum, serta kelembaban maksimum dan minimum menggunakan parameter berdasarkan data-data yang ada di lapangan. Model kanal dapat ditunjukkan dengan representatif PDP yang dimana menunjukkan daya rata-rata yang berkaitan dengan multipath delay. Untuk mendapatkan nilai representatif PDP, penulis menggunakan New York University (NYU) Wireless Channel Simulator. Bahan dan Metode Model Kanal Kanal adalah media antara antena pemancar dan antena penerima. Penting untuk memodelkan saluran untuk membuat desain sistem komunikasi yang mengurangi kesalahan dan memaksimalkan transfer informasi atau bit rate . Untuk memetakan sinyal model kanal ini dapat dinyatakan atau diwakili oleh Power Delay Profile, yang dimana PDP ini merupakan daya sinyal yg diterima dengan penundaan yang tepat. Berdasarkan Power Delay Profile tersebut dapat menunjukkan power rata-rata yang berkaitan dengan multipath delay yang berbeda . Power Delay Profile (PDP) adalah intensitas dari sinyal yang diterima oleh receiver melalui multipath channel sebagai fungsi dari waktu delay. Power delay profile (PDP) merupakan faktor utama untuk menentukan kinerja sistem dari simulasi/pengukuran data. Inter-Symbol Interference (ISI) secara langsung berkaitan dengan fenomena multipath yang dihasilkan dari lingkungan . eperti kelembaban, suhu, dan tekanan udar. melalui saluran propagasi antara pemancar dan penerima . Adapun langkah-langkah untuk merepresentasikan Power Delay Profile (PDP) dari model kanal 5G sebagai berikut . Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 4 of 12 . Mengubah PDPi pada dBm ke numerik, dimana i adalah angka indeks dari PDP. i = . ,2,3. ,K}. K merupakan banyaknya percobaan PDP. Menggabungkan setiap timeslot E pada setiap PDPi kemudian ditempatkan menjadi timeslot Simbol adalah grouping index. Pada penelitian ini mempertimbangkan = 40 dan l = 1,2,3,A,L, dimana L merupakan total dari E pada PDPi dibagi dengan . ()(* ()(* yua("#$)&'$ = & . Oc". -("#$)&'$ yua Menggabungkan tiap yua. co Oe . yu 1 dari seluruh PDPi lalu menghitung Cumulative Distribution Function (CDF). Melakukan CDF sebesar 90% pada setiap yua. co Oe . yu 1 dari semua PDP untuk dijadikan representatif daya. Melakukan threshold sebesar -140 dB dari PDP representative. Nilai threshold ini adalah nilai inisialisasi atau asumsi sensitivitas device 5G di Indonesia pada waktu yang akan datang. Delay Spread Mean excess delay adalah momen pertama dari PDP yang dinormalisasi dengan daya sinyal rata-rata. Secara matematis mean excess delay dapat dihitung menggunakan Persamaan 2 . yuaI = Oc! !"# ((/! ). Oc! !"# ((/! ) Dimana E adalah mean excess delay (AA. P(E! ) adalah daya normalisasi pada waktu yua" . , dan E! adalah waktu delay ke- k (AA. Maximum excess delay merupakan rentang delay dari munculnya impulse pertama sampai dengan impulse terakhir pada PDP, dapat dihitung menggunakan Persamaan 3 . yua0 = yua123 Oe yua4 Dimana E# adalah maximum excess delay (AA. , yua$%& adalah excess delay spread, dan yua' adalah first arriving signal. Root Main Square delay spread (RMS delay sprea. adalah momen kedua dari PDP. RMS ini termasuk parameter penting yang dapat membantu mengatasi multipath fading. Apabila nilai RMS delay spread diperkecil, maka intersymbol interference menjadi lebih kecil. Hal tersebut dapat membuat error rate menjadi kecil dan data rate meningkat. RMS delay spread dapat dihitung menggunakan Persamaan 4 . yua/ = . ))5 Oe . uaI)5 . Dengan Oc ((/! ). ))5 = !"# Oc! !"# ((/! ) . Dimana yua( adalah RMS delay spread, yuaI adalah mean excess delay, dan yua ) adalah momen kedua dari PDP Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 5 of 12 Capacity Channel Kapasitas kanal (C) adalah salah satu parameter kinerja saluran nirkabel. Kapasitas saluran adalah jumlah informasi yang dapat ditransmisikan melalui saluran frekuensi, diukur dalam bit per detik per hertz . ps/H. Semakin besar kapasitasnya, maka akan semakin baik. Kapasitas kanal adalah informasi timbal balik maksimum dari pesan yang dikirim dan diterima, dimana probabilitas dari kesalahan mendekati nol jika rasio coding rate (R) kurang dari C. Kapasitas kanal dapat dinyatakan dalam Persamaan 6 . , ya = yaA. log 5 . dimana B adalah bandwidth kanal (H. dan adalah rasio daya signal-to-noise pada kondisi cerah, mendung dan hujan. Bit Rate Bit rate adalah jumlah bit yang ditransmisikan dalam satu detik. Pada model kanal, bit rate adalah ukuran kecepatan pengiriman bit-bit sinyal dalam komunikasi digital dalam waktu 1 detik. Hubungan antara bit rate dan model kanal adalah bahwa bit rate mempengaruhi kinerja pada sistem komunikasi pada model kanal tertentu. Semakin tinggi bit rate, maka semakin banyak informasi yang ditransmisikan dalam satu detik, dan semakin besar kemungkinan terjadinya kesalahan transmisi. Oleh karena itu, model kanal harus dirancang untuk meminimalkan kesalahan transmisi dan memastikan kualitas sinyal yang baik. sistem komunikasi yang baik harus mempertimbangkan bit rate dan model kanal untuk memastikan kinerja yang optimal. Adapun untuk perhitungan bit rate dapat dilihat pada Persamaan 7. yaAycnyc ycIycaycyce = C y B NYU Wireless Simulator NYU Wireless simulator adalah salah satu aplikasi simulasi gelombang 5G berbasis Matlab yang dikembangkan oleh New York University. Aplikasi ini menghasilkan sejumlah sample Channel Impulse Respon (CIR) pada jarak tertentu antara pengirim (T. dan penerima (R. , yang dimana jaraknya dapat diatur oleh pengguna. NYU Wireless simulator memiliki beberapa fitur yang dapat digunakan untuk mengatur atau mengkonfigurasi parameter yang akan digunakan. Kemudian hasil yang didapatkan pada saat penggunaan aplikasi ini berupa instantaneous power delay profile (PDP) yang terdiri dari daya dan delay pada setiap path . Gambar 3. Tampilan aplikasi NYU wireless simulator Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 6 of 12 Alur Penelitian dan Environment Parameter Gambar 4. Alur Penelitian Lokasi penelitian berada pada Provinsi Jawa Timur tepatnya pada Kota Surabaya (Juand. Kabupaten Pasuruan (Kec. Pandaa. dan Kota Batu (Desa Punte. Adapun beberapa data titik koordinat lokasi penelitian yang dibutuhkan yaitu koordinat garis lintang . dan koordinat garis bujur . Kedua koordinat tersebut didapatkan dengan menggunakan metode studi literatur melalui aplikasi Google Earth. Pada penelitian ini melakukan implementasi mmWave 26 GHz dan 28 GHz dengan bandwidth sebesar 100 MHz untuk komunikasi seluler 5G di Provinsi Jawa Timur tepatnya pada Kota Surabaya (Juand. Kabupaten Pasuruan (Kec. Pandaa. dan Kota Batu (Desa Punte. , dengan empat skenario yaitu suhu maksimum, suhu minimun, kelembaban maksimum dan kelembaban minimum. Karena frekuensi mmWave dipengaruhi dengan kondisi alam seperti curah hujan, tekanan udara, kelembaban dan suhu udara, maka penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data parameter environment tersebut berdasarkan data statistik sektoral pada periode rata-rata 1 Januari 2023 hingga 30 September 2023 agar merepresentasikan kondisi alam yang sesungguhnya. Parameter environment akan menjadi inputan pada channel parameters pada simulator NYU wireless simulator yang dapat dilihat pada Tabel Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 7 of 12 Tabel 1. Channel Parameters Parameter Kota Surabaya Kabupaten Pasuruan Kota Batu Suhu Maksimum Suhu Minimum Kelembaban Maksimum Kelembaban Minimum Curah Hujan 01 mm 65 mm 5 mm Tekanan Udara 84 Mbs Tabel 2. Perancangan Pengujian Input Lokasi Variabel Tetap Variabel Berubah Banyak Percobaan Output Representatif 26 GHz Kota Surabaya. Tmax Kabupaten Hmax Pasuruan, dan Tmin Kota Batu 28 Ghz Hmin PDP dan kinerja model 12 kali capacity channel dan bit rate. Perancangan Pengujian dan Metode Analisis Data Pada pengujian ini terdapat 3 lokasi (Kota Surabaya. Kabupaten Pasuruan, dan Kota Bat. , untuk inputan dari pengujian ini terdapat 2 variabel, yaitu frekuensi sebagai variabel tetap dan 4 skenario . elembaban maksimum, kelembaban minimum, suhu maksimum, dan suhu minimu. sebagai variabel berubah. Total banyaknya percobaan yaitu 12 kali, dengan tiga lokasi, dimana masing-masing lokasi dilakukan 4 kali percobaan untuk dua variabel tetap, dan empat variabel Metode dalam menganalisis data, yaitu dilakukan perbandingan hasil representatif PDP antara frekuensi 26 GHz dan 28 GHz yang didapatkan dari simulasi pada aplikasi NYUSIM. Setelah melakukan tahapan pengujian pada aplikasi NYUSIM, maka representatif PDP yang dihasilkan berdasarkan sampel yang dimasukkan akan dilihat perbandingannya. Kemudian, untuk validasi outage performance dapat dilihat dari analisis kinerja model kanal berdasarkan capacity channel dan bit rate yang didapatkan dari perhitungan manual. Berdasarkan dari analisis tersebut akan disimpulkan pada ketiga lokasi tersebut untuk penggunaan model kanal 5G, frekuensi manakah yang bagus dan Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 8 of 12 apakah besar kecilnya suhu dan kelembaban dapat mempengaruhi kinerja performansi dari model kanal 5G atau tidak. Hasil dan Diskusi Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan menggunakan aplikasi NYU Wireless simulator, didapatkan nilai hasil pengukuran untuk masing-masing tempat penelitian dengan kondisi yang berbeda-itu nilainya berbeda juga. Dapat dilihat pada grafik Gambar 5 dan Gambar 6 tersebut menunjukkan hasil simulasi pada ketiga lokasi pada frekuensi 26 GHz dan 28 GHz, serta dalam kondisi minimum dan maksimum. Dapat dianalisis bahwa dari keempat grafik tersebut Kota Batu memiliki hasil yang cukup bagus, karena nilai RMS delay yang didapatkan tidak terlalu besar dan daya terima yang didapatkan juga jauh lebih besar dibandingkan Kota Surabaya dan Kabupaten Pasuruan. Gambar 5. Grafik RMS Delay Simulasi Frekuensi 26 GHz dan 28 GHz Gambar 6. Grafik Received Power Simulasi Frekuensi 26 GHz dan 28 GHz Pada Gambar 7 menunjukkan grafik hasil perhitungan manual. Jika dibandingkan dengan grafik hasil simulasi sangat jauh berbeda untuk besaran nilainya pada kondisi maksimum. Pada kondisi Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 9 of 12 minimum yang ditunjukkan pada grafik masih dapat dikatakan bagus karena nilai RMS delay yang didapatkan tidak terlalu besar, sedangkan disaat kondisi maksimum pada frekuensi 26 GHz dan 28 GHz nilai RMS delay yang didapatkan sangat besar. Besarnya nilai dari RMS delay ini dapat menyebabkan ISI (Inter-Symbol Interferenc. Akan tetapi dari hasil grafik. Kota Batu dapat dikatakan cukup bagus dibandingkan dengan kedua lokasi penelitian lainnya, karena hasil yang didapatkan bernilai tidak terlalu besar yaitu pada frekuensi 26 GHz kondisi minimum sebesar 32 ns dan kondisi maksimum sebesar 38 ns, sedangkan pada frekuensi 28 GHz kondisi minimum sebesar 23 ns dan kondisi maksimum sebesar 24 ns. Gambar 7. Grafik RMS Delay Kalkulasi Frekuensi 26 GHz dan 28 GHz RMS delay dibutuhkan nilai yang rendah untuk kapasitas kanal yang lebih tinggi, karena hal tersebut menunjukkan bahwa kanal memiliki distrosi waktu yang lebih rendah. Akan tetapi RMS delay dengan nilai terlalu rendah juga dapat menyebabkan masalah, seperti efek doppler yang lebih besar, penurunan kualitas sinyal dan peningkatan sensitivitas terhadap interferensi koheren. Jadi, nilai RMS delay yang optimal adalah sesuai dengan durasi simbol sinyal yang ditransmisikan, sehingga menghindari ISI (Inter-Symbol Interferenc. dan memaksimalkan kapasitas saluran. Apabila didapatkan nilai RMS delay yang besar dan menimbulkan ISI maka cara untuk menguranginya adalah dengsn menggunakan teknik equalisasi, seperti memasang adaptive equalizer pada sisi receiver. Sedangkan untuk daya terima, semakin besar daya yang diterima maka akan semakin bagus kinerja model kanal tersebut dan akan lebih optimal. Selanjutnya, analisis mengenai channel capacity harus diketahui dahulu bahwa semakin besar informasi yang ingin ditransmisikan maka semakin besar pula kapasitas kanal yang dibutuhkan. Kapasitas kanal yang besar juga dapat membantu untuk mentoleransi kesalahan. Pada Gambar 8, kapasitas kanal pada Kabupaten Pasuruan lebih besar dibandingkan dengan Kota Surabaya dan Kota Batu. Hal tersebut dipengaruhi oleh nilai SNR yang didapatkan saat pengujian power strength dan nilai SNR juga dipengaruhi oleh banyak faktor dua diantaranya adalah kekuatan sinyal dan kondisi Nilai SNR yang didapatkan saat pengujian pada Kabupaten Pasuruan 222 dB. Kota Surabaya 11 dB, dan Kota Batu 104 dB. Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 10 of 12 Gambar 8. Grafik Hasil Kalkulasi Channel Capacity Semakin besar informasi yang dibutuhkan dengan kesalahan yang kecil maka semakin besar pula SNR yang dibutuhkan. Jadi dapat dikatakan bahwa, dengan besarnya nilai SNR tersebut sesuai dengan besarnya kapasitas kanal yang digunakan. Besar kecilnya kapasitas kanal tergantung dengan jumlah informasi dan SNR yang dibutuhkan. Berdasarkan hal tersebut, bisa berkaitan juga dengan kondisi cuaca. Nilai SNR yang dihasilkan dari pengujian dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi cuaca, sehingga dapat mempengaruhi besar kecilnya nilai dari kapasitas kanal. Penggunaan frekuensi tinggi untuk 5G mengakibatkan rentan terhadap cuaca. Semakin tinggi suhu maka nilai SNR yang dihasilkan akan semakin kecil dikarenakan adanya hambatan konduktor. Selain suhu, curah hujan juga dapat mempengaruhi nilai SNR yang dihasilkan. Kemudian, analisis mengenai bit rate harus diketahui juga terlebih dulu bahwa bit rate ini juga dapat mempengaruhi model kanal. Semakin tinggi bit rate, maka semakin besar kemungkinan kemungkinan terjadi kesalahan transmisi. Oleh karena itu, untuk perancangan kapasitas kanal harus meminimalkan kesalahan transmisi dan memastikan kualitas sinyal. Jadi, antara bit rate dan kapasitas kanal ini saling berkaitan. Pemilihan model kanal harus dilakukan dengan baik agar tidak mempengaruhi kualitas sinyal dan tidak menyebabkan kesalahan bit atau bit error. Jadi, semakin besar kapasitas kanal maka bit rate atau bit yang ditransmisikan juga bisa lebih besar. Dari analisis sebelumnya mengenai kapasitas kanal, didapatkan Kabupaten Pasuruan memiliki nilai kapasitas kanal yang paling besar. Hal tersebut membuat nilai bit yang dapat ditransmisikan di Kabupaten Pasuruan ini jadi lebih besar dengan nilai 78009 Mbps, dibandingkan dengan Kota Surabaya 35849,63 Mbps dan Kota Batu 67142,46 Mbps. Gambar 9. Grafik Hasil Kalkulasi Bit Rate Complete 2024, 8. Vol. No. 1, doi: 10. 52435/complete. 11 of 12 Berdasarkan analisis tersebut, perbedaan hasil yang didapatkan tergantung dari kondisi cuaca yang ada di lokasi tersebut, seperti Kota Surabaya yang panas. Kota Batu yang dingin dan Kabupaten Pasuruan yang berada diantara keduanya, tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas. Kondisi cuaca tersebut juga bisa dipengaruhi dari kontur bumi, jadi Kota Surabaya yang berada di dataran rendah akan jauh lebih panas dibandingkan dengan Kota Batu yang berada di dataran tinggi. Pada Kota Surabaya tepatnya kecamatan semampir terletak pada ketinggian 6 mdpl. Kota Pasuruan tepatnya kecamatan Pandaan terletak pada ketinggian 100-500 mdpl, dan Kota Batu tepatnya pada kecamatan Bumiaji desa Punten terletak pada ketinggian 950 mdpl. Kesimpulan Dari hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengujian delay spread simulasi dan perhitungan manual, diantara ketiga lokasi penelitian. Kota Batu yang paling bagus karena memiliki nilai RMS delay yang kecil dan daya yang diterima lebih besar dibandingkan dengan kedua lokasi penelitian lainnya. Kemudian outage performance dapat dilihat dari channel capacity dan bit rate. Channel capacity pada Kabupaten Pasuruan lebih bagus dibandingkan dengan kedua lokasi penelitian lainnya, dengan nilai SNR 222 dB dan kapasitas saluran sebesar 780,089 Mbps, sedangkan bit rate Kabupaten Pasuruan lebih bagus dibandingkan dengan kedua lokasi lainnya, karena kapasitas saluran yang dimiliki juga bernilai besar sehingga bit rate yang dapat ditransmisikan juga bisa lebih besar, yaitu 78009 Mbps. Sebagai bahan perbandingan, penggunaan frekuensi 26 GHz pada penelitian ini lebih bagus dibandingkan dengan frekuensi 28 GHz, hal tersebut dikarenakan nilai delay yang didapatkan jauh lebih kecil. Kemudian kondisi lingkungan dan kondisi cuaca juga sangat amat berpengaruh pada penelitian ini. Dengan menggunakan frekuensi yang tinggi, maka besar kemungkinan terjadinya interferensi yang disebabkan oleh kondisi alam. Sehingga untuk penggunaan skenario pada kondisi cuaca, skenario minimum mendapatkan hasil jauh lebih bagus dibandingkan dengan skenario maksimum. Referensi