Vol. No. January-June 2025, pp. DOI : 10. 22515/ajdc. Dakwah Inklusif: Strategi Pengembangan Diri Penyandang Tunanetra pada Yayasan Komunitas Sahabat Mata Semarang Athiqoh Zakiyah Marfai1. Sauma Wulandari2. Nahidh Ahfash MuAoafa3. Takariani Defri4. Kirana Nur Lyansari5 1,2,3,4,5 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Indonesia Keywords: DaAowa strategies, blind, self development, self-confidence. Abstract Da'wah as an effort to introduce and strengthen faith and religious experience, also has an important role in helping blind people achieve their best potential in self-development. Yayasan Komunitas Sahabat Mata is an organization committed to providing coaching and guidance to blind people in terms of self-development. This study aims to analyze the da'wah strategy used by Yayasan Komunitas Sahabat Mata in self-development for blind people. The research method used is Data were collected through interviews, observations both offline and online. The results of the study indicate that Yayasan Komunitas Sahabat Mata uses effective da'wah strategies in the selfdevelopment of blind people. These strategies include the use of braille media to convey da'wah messages, providing religious education tailored to the needs of blind people, forming discussion groups and religious studies, and empowering communities in carrying out da'wah in the community. Athiqoh Zakiyah Marfai. Sauma Wulandari. Nahidh Ahfash MuAoafa. Takariani Defri. Kirana Nur Lyansari Kata kunci: Strategi dakwah, diri, kepercayaan diri, inklusif Abstrak Dakwah sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan dan memperkuat keimanan dan penghayatan agama, juga memiliki peran penting dalam membantu penyandang tunanetra mencapai potensi terbaik dalam pengembangan diri. Yayasan Komunitas Sahabat Mata adalah sebuah organisasi yang berkomitmen untuk memberikan pembinaan dan bimbingan kepada penyandang tunanetra dalam hal pengembangan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah yang digunakan oleh Yayasan Komunitas Sahabat Mata dalam pengembangan diri bagi penyandang tunanetra. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi baik secara offline maupun online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Komunitas Sahabat Mata menggunakan strategi dakwah bil lisan dan bil hal yang efektif dalam pengembangan diri penyandang tunanetra. Strategi-strategi tersebut meliputi penggunaan media braille untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah, penyediaan pendidikan agama yang pembentukan kelompok diskusi dan kajian agama, serta pemberdayaan komunitas dalam melaksanakan dakwah di tengah E-mail Korespondensi : 2201026057@walisongo. ISSN 2722-1431 (P) ISSN 2722-144X (E) PENDAHULUAN Dalam masyarakat yang inklusif, semua individu memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial, termasuk individu penyandang disabilitas (Oktaviani dkk, 2023. Salim & Yulianto dkk, 2021. Murwaningsih, 2021. Hanifah dkk. Kristianto, 2. Salah satu kelompok yang membutuhkan perhatian khusus adalah penyandang disabilitas netra. Mereka menghadapi tantangan yang unik dalam berkomunikasi dan menyampaikan pesan kepada masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan strategi dakwah yang efektif untuk penyandang disabilitas netra agar mereka dapat berpartisipasi penuh dalam kegiatan keagamaan dan sosial (Maftuhin, 2. Di dalam Al-QurAoan Q. An Nahl ayat 125 terdapat perintah yang menyuruh kaum muslimin agar mendakwahi manusia ber-sabilillah di Aujalan AllahAy yang artinya sebagai berikut: AuSerulah . kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Dakwah Inklusif: Strategi Pengembangan Diri Penyandang Tunanetra pada Yayasan Komunitas Sahabat Mata Semarang Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjukAy Dalam ayat lain. Ali Imran ayat 104 terdapat perintah agar sekelompok kaum muslimin bekerja mendakwahi manusia untuk mau berbuat kebajikan, melakukan amar maAoruf dan nahi munkar berupa Aukontrol sosialAy. Selain itu juga terdapat Q. Al Muddatsir ayat 1-7 yang memerintahkan kepada Rasulullah supaya menyampaikan . wahyu yang diturunkan kepada beliau (Diri. Istilah dakwah cenderung dimaknai sebagai sebuah proses dalam rangka mengajak, memberikan pengajaran, bimbingan agama Islam oleh para ulama maupun daAoi kepada masyarakat yang bertujuan mengubah perilaku menjadi lebih baik. Umumnya, dakwah di Indonesia hanya dilakukan oleh orang-orang yang normal fisiknya, sedangkan orang-orang dengan keterbatasan fisik masih jarang terlihat untuk berdakwah di depan umum padahal Islam mengajarkan untuk memandang orang lain secara sama tanpa membeda bedakan antara satu dengan yang lain sebagaimana Allah berfirman dalam Surah At-Tin ayat 4 yang artinya AuSungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Ay Dalam kehidupan bermasyarakat, difabel juga harus diakui sebagai bagian dari masyarakat, memiliki hak dan kedudukan yang setara dengan yang lain. Begitupun dalam hal beribadah serta berdakwah difabel juga memiliki hak dan kewajiban yang sama meskipun diperlukan adanya penyesuaianpenyesuaian sesuai kemampuan masing-masing penyandang difabel (Nurjanah, 2. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016, istilah penyandang disabilitas merujuk pada seseorang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama, memungkinkan mengalami suatu hambatan maupun kesulitan untuk dapat berinteraksi secara penuh serta efektif dengan masyarakat lain berdasarkan kesamaan hak. Kemudian baru muncul istilah difabel yang dirumuskan oleh Setia Adi Purwanta bersama Mansour Fakih. Mereka melakukan konstruksi paradigm mengenai terminologi difabel . ifferently able. , yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan bahwa mereka bisa melakukan aktivitas yang sama meskipun dengan cara yang berbeda, asalkan Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. January-June 2025 Athiqoh Zakiyah Marfai. Sauma Wulandari. Nahidh Ahfash MuAoafa. Takariani Defri. Kirana Nur Lyansari mendapatkan lingkungan aksesibel, memberikan akses dan fasilitas yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh para difabel (Sari & Setyani, 2. Salah menyebarluaskan Islam adalah Bapak Basuki Kepala Yayasan Komunitas Sahabat Mata di Semarang. Yayasan Komunitas Sahabat Mata merupakan yayasan yang didirikan serta dikelola oleh Pak Basuki dan kawan-kawan pada tahun 2007 untuk mewadahi para penyandang disabilitas tuna netra untuk dapat mengembangkan potensi dan menyebarkan dakwah Islam melalui berbagai programnya. Yayasan Komunitas Sahabat Mata memiliki banyak kegiatan dan program yang dapat menumbuhkan citra Islam di masyarakat serta mengubur stigma tentang para penyandang disabilitas tuna netra yang dipandang remeh oleh masyarakat. Padahal jika mengenal lebih jauh para penyandang disabilitas, mereka juga mampu melakukan pekerjaan yang orang awas Yayasan Komunitas Sahabat Mata memiliki visi yaitu AuIngin menjadi wadah yang bisa menginspirasi dan memotivasi pemanfaat mata dengan haq . , sehingga mampu menjadi modal dasar membangun insan kamil. Ay Yayasan Komunitas Sahabat Mata berupaya untuk mewujudkan visinya melalui beberapa program kegiatan seperti menyiarkan radio oleh tuna netra, belajar mengoperasikan komputer, bermain bola voli, hingga berdakwah dengan media Al-QurAoan braille. Berdasarkan studi literatur yang telah peneliti lakukan, ditemukan beberapa judul penelitian yang berkaitan topik serupa. Pertama, penelitian Astuti . tentang bagaimana tunanetra melakukan aktualisasi diri dalam menghadapi problem psikososial di Yayasan Komunitas Sahabat Mata Semarang. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa tunanetra dapat mengatasi problem psikososialnya dengan dukungan dan motivasi dari keluarga, yang membantu mereka membentuk kepribadian yang lebih baik daripada sebelumnya. Selain itu, penyandang tunanetra di Yayasan Komunitas Sahabat Mata Semarang telah menemukan jati diri mereka dan mampu mengatasi kesulitan dengan menggunakan potensi getaran iman, serta melalui sentuhan-sentuhan halus yang memunculkan motivasi dan mewujudkan aktualisasi Keberadaan mereka memberikan manfaat dan inspirasi bagi semua tunanetra dan masyarakat di Jawa Tengah secara khusus. Kedua, penelitian Sari dan Setyani, . tentang strategi penggunaan media dakwah Al Quran Braille untuk difabel netra di Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Dakwah Inklusif: Strategi Pengembangan Diri Penyandang Tunanetra pada Yayasan Komunitas Sahabat Mata Semarang Sensorik Netra Pandowo Kudus . isingkat PPSDSN). Di PPSDSN Pendowo Kudus tersebut, yang berperan sebagai daAoi adalah instruktur keagamaan dan madAou merupakan para penyandang DSN. MadAou terdiri dari DSN yang dikategorikan menjadi beberapa golongan berdasarkan kemampuan daya penglihatan. Ada madAou yang memiliki DSN setengah sedang dan berat. Keduanya sama-sama diwajibkan untuk mempelajari Al Quran Braille. Ketiga, penelitian Pomulu . mengenai pengembangan potensi diri tunanetra muslim di Manado oleh Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia Sulawesi Utara Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi dakwah yang dilakukan untuk mengembangkan potensi diri anggota Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia di Manado serta mengetahui hambatan-hambatan yang Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang digunakan adalah dakwah bil hikmah, meliputi taklim bulanan dan maw'izah al-hasanah. serta metode dakwah bil hal, yaitu dakwah dengan cara memberikan contohnya terlebih dahulu. Sedangkan hambatan yang dihadapi dalam proses pengembangan diri tunanetra, meliputi anggaran yang didapatkan. Covid-19, dan kesadaran diri berorganisasi masing-masing Berbeda dengan penelitian di atas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah inklusif yang digunakan oleh Yayasan Komunitas Sahabat Mata dalam pengembangan diri penyandang disabilitas netra serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat Yayasan Komunitas Sahabat Mata dalam melakukan misi dakwah dikalangan penyandang disabilitas netra. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Tujuan peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif adalah untuk menganalisa lebih dalam mengenai strategi dakwah Yayasan Komunitas Sahabat Mata Semarang dalam pengembangan potensi diri tunanetra serta hambatan-hambatan yang dirasakan tunanetra selama proses pengembangan potensi diri tunanetra. Sedangkan metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. January-June 2025 Athiqoh Zakiyah Marfai. Sauma Wulandari. Nahidh Ahfash MuAoafa. Takariani Defri. Kirana Nur Lyansari Metode Wawancara digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pengalaman, pandangan, dan kebutuhan penyandang disabilitas netra terkait dakwah. Wawancara dilakukan kepada 3 orang antara lain: ketua Yayasan Komunitas Sahabat Mata, dan 2 anggota Komunitas Sahabat Mata. Pertanyaan-pertanyaan dalam wawancara ini difokuskan pada pengalaman dalam mengelola yayasan penyandang disabilitas netra, strategi yang mereka gunakan, serta hambatan dan tantangan yang Sementara metode observasi digunakan untuk mengamati secara langsung kegiatan dakwah yang dilakukan oleh Yayasan Komunitas Sahabat Mata kepada penyandang disabilitas netra. Observasi bertujuan untuk memperoleh pemahaman tentang cara penyandang disabilitas netra menerima dirinya dan merespon dakwah serta mengidentifikasi strategi yang efektif dalam berkomunikasi dengan mereka. Penelitian ini menggunakan Thematic Analysis, yaitu memahami makna tersembunyi dari data-data yang telah diperoleh (Abdussamad, 2021. Qomaruddin & SaAodiyah, 2. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Strategi Dakwah Yayasan Komunitas Sahabat Mata Berdakwah bisa dilakukan oleh siapapun dan di mana pun yang terutama yaitu harus ikhlas karena dalam ajaran Islam dakwah termasuk fardhu Aoain artinya baik muslim maupun muslimah memiliki kewajiban untuk mensyiarkan agama dimulai dari hal kecil. Berdakwah tidak hanya dilakukan sebatas oleh pemuka agama, bahkan penyandang disabilitas juga dapat melakukan misi dakwah. Berdakwah juga dapat dilakukan dengan berbagai cara, tidak hanya dapat dilakukan di atas mimbar saja tetapi juga dapat dilakukan di lingkungan terkecilnya (Fuadah & Darmaningrum, 2. Strategi disusun oleh individu atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Hal tersebut menandakan bahwa perlu dirumuskan sebuah tujuan yang jelas dapat diukur keberhasilannya sebelum menyusun sebuah strategi. Berkaitan dengan hal ini. Komunitas Sahabat Mata Semarang mempunyai tujuan/visi ingin menjadi wadah yang bisa menginspirasi dan memotivasi pemanfaat mata dengan benar, sehingga mampu menjadi modal dasar dalam membangun insan kamil. Dengan tujuan tersebut. Komunitas Sahabat Mata mulai menyusun sebuah strategi yang kemudian diterapkan dalam proses dakwah untuk pengembangan diri tunanetra. Dakwah Inklusif: Strategi Pengembangan Diri Penyandang Tunanetra pada Yayasan Komunitas Sahabat Mata Semarang Pengembangan diri penting bagi semua manusia. Dalam penelitian ini pengembangan diri studi kasus tunanetra memiliki urgensi lebih signifikan. Secara umum, kelompok tunanetra dan disabilitas lainnya sering memiliki perasaan malu, sedih, dan menyalahkan diri sehingga hal tersebut membuat mereka merasa kesulitan beradaptasi, menjadi beban dan pikiran-pikiran lain yang membatasi diri (Gunardi dkk. RoAofah, 2. Selain itu juga keadaan masyarakat sosial yang tidak banyak tahu dan sering melihat sebelah mata kelompok difabel. Akibatnya mereka sering melakukan isolasi diri dan tidak berinteraksi dengan lingkungan. Untuk mencegah hal-hal di atas, ada enam . strategi dakwah yang dilakukan Yayasan Komunitas Sahabat Mata untuk mencapai tujuan komunitasnya, yaitu dengan strategi dakwah bil lisan, dan bil hal. Dakwah bil lisan adalah proses mengajak manusia melalui lisan untuk mengerjakan kebaikan dan mengikuti petunjuk, menyuruh mereka untuk berbuat baik dan melarang mereka dari perbuatan jelek agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan di akhirat (Sakinah, 2021. Ishaq, 2. Di Yayasan Komunitas Sahabat Mata Semarang, menyelenggarakan kegiatan ceramah keagamaan di radio atau kajian rutin yang dilaksanakan setiap satu minggu sekali. Dakwah bil hal secara harfiah berarti menyampaikan ajaran Islam dengan amaliah Bukan untuk dibandingkan antara dakwah bil lisan dan dakwah bil hal, tetapi bertujuan untuk saling melengkapi antara keduanya (Sakinah, 2021. Ishaq, 2. Yayasan Komunitas Sahabat Mata Semarang sendiri dakwah bil-hal biasanya dilakukan dalam bentuk kegiatan pengembangan diri sahabat tunanetra. Adapun program atau kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Komunitas Sahabat Mata dalam menerapkan strategi dakwah dan pengembangan diri tunanetra, yaitu rumah tahfidz Al-QurAoan bagi tunanetra, radio komunitas SAMA FM, kolaborasi pertandingan olahraga, pelatihanpelatihan, pembuatan film dan pentas amal. Rumah tahfidz Al-QurAoan atau biasa dikenal dengan AoRumah SahabatAo juga menyediakan beberapa media yang dapat mendukung proses dakwah Yayasan Komunitas Sahabat Mata, seperti perpustakaan braille, al-QurAoan braille, perpustakaan digital, komputer bicara untuk tunanetra, dan studio radio Komunitas SAMA FM. Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. January-June 2025 Athiqoh Zakiyah Marfai. Sauma Wulandari. Nahidh Ahfash MuAoafa. Takariani Defri. Kirana Nur Lyansari Ketersediaan media tersebut menjadikan Rumah Sahabat pusat pelatihan untuk penyandang disabilitas, diantaranya adalah pelatihan membaca al-QurAoan braille, kesenian, penyiar radio, dan lain-lain. Pelaksanaan pelatihan ada yang terjadwal maupun kondisional sesuai dengan kebutuhan peserta (Wawancara kepada Ketua Yayasan Komunitas Sahabat Mata, 3 Februari 2. Gambar 1: Anggota Komunitas Sama menghafal al-QurAoan dengan al-QurAoan braille (Sumber: YouTube AuSAMAA. Mempelajari Al-QurAoan menjadi hal yang harus dilakukan umat Islam, baik membaca maupun mempelajari maknanya (Sari dan Setyani, 2. Membaca Al-QurAoan adalah salah satu kegiatan yang mulia dan merupakan bagian amal shalih seseorang, karena barang siapa yang membaca Al-QurAoan maka pahala akan diberikan kepadanya. Selain itu, seseorang juga perlu untuk memahami pesan-pesan al-Quran agar ia dapat memperbaiki dan membina dirinya sesuai dengan tuntutan Allah. Sebagai langkah awal untuk membaca dan memahami Al-QurAoan, diperlukan pembelajaran baca-tulis AlQurAoan yang akan membantu umat Islam untuk mengkaji al-QurAoan secara mendalam (Nisa, 2. Yayasan Komunitas Sahabat Mata menggunakan secara khusus Al-QurAoan braille untuk menunjang keberhasilan pembelajaran baca Quran. Sesuai dengan namanya. Al-QurAoan akan berisi tulisan-tulisan yang menggunakan huruf braille hijaiyah atau Arab Braille. Mereka akan membaca menggunakan jari-jarinya untuk meraba huruf-huruf dalam Al-QurAoan yang berupa titik-titik yang ditonjolkan untuk menunjukkan huruf, angka dan simbol-simbol lainnya. Namun, berbeda dengan cara membaca Al-QurAoan pada umumnya yang dimulai dari sebelah kanan ke kiri, membaca Dakwah Inklusif: Strategi Pengembangan Diri Penyandang Tunanetra pada Yayasan Komunitas Sahabat Mata Semarang Al-QurAoan braille dimulai dari kiri ke kanan. Setiap huruf Arab Braille pun diwakili oleh pola titik timbul yang berbeda-beda. Tunanetra juga harus memahami huruf braille biasa dengan huruf Arab Braille karena keduanya berbeda. Oleh karena itu, perlu adanya pendampingan khusus dalam belajar Al-QurAoan braille (Nisa, 2024. Arifiyanti. Pelatihan membaca Al-QurAoan Braille menjadi salah satu program Yayasan Komunitas Sahabat Mata yang dilakukan secara rutin dan terjadwal, baik secara offline maupun online. Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya komunitas dalam membantu aksesibilitas dan inklusivitas penyandang disabilitas untuk membaca alQurAoan. Dalam prosesnya komunitas membuat modul khusus pembelajaran baca alQurAoan braille sebagai solusi konkret untuk mempermudah penyandang tunanetra dalam belajar membaca al-QurAoan. Bahkan, modul tersebut sudah melalui tahap revisi setelah mendapat evaluasi dari berbagai pihak. Dalam wawancara yang kami lakukan pada Senin, 3 Februari 2025 kepada Ketua Yayasan Komunitas Sahabat Mata, yaitu Pak Basuki mengatakan bahwa modul versi terbaru direncanakan terbit pada bulan Maret AuModul pembelajaran sudah ada dari sebelum-sebelumnya. Dari pelatihan-pelatihan yang sudah dilaksanakan itu, ada masukan-masukan, ada kendala-kendala kemudian direvisi ulang. Revisi modul akan dilaunching di bulan Ramadhan 2025. Jadi dengan modul itu, tunanetra yang belum kenal dengan braille pun bisa menggunakannya. Kemudian, dengan modul itu mereka langsung belajar baca Arab Braille atau alQurAoan braille, otomatis bisa latihan braille. Ay Hingga saat ini, pelatihan membaca Al-QurAoan braille telah diikuti oleh lebih dari 200 orang di beberapa wilayah Indonesia. Dengan menyediakan 20 orang instruktur yang terlatih dalam membaca Al-QurAoan braille, komunitas menyediakan 31 kelas online setiap harinya. Selama satu jam, masing-masing kelas akan diisi oleh satu orang instruktur dan lima hingga tujuh orang peserta. Waktu pelaksanaan dibagi menjadi empat kelas, yaitu kelas pertama yang dilakukan pada pukul 09. 00 Ae 10. 00 WIB. kedua dilakukan pada pukul 10. 00 Ae 11. 00 WIB. pelaksanaan kelas ketiga pada pukul 00 Ae 14. 00 WIB. dan kelas keempat dilakukan pada pukul 16. 00 Ae 17. 00 WIB. Berbeda dengan pelatihan online, pelatihan membaca Al-QurAoan braille secara offline bisa dilakukan kondisional sesuai dengan kebutuhan peserta. Peserta yang ingin Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. January-June 2025 Athiqoh Zakiyah Marfai. Sauma Wulandari. Nahidh Ahfash MuAoafa. Takariani Defri. Kirana Nur Lyansari melakukan pelatihan secara offline bisa datang langsung ke Yayasan Komunitas Sahabat Mata atau meminta instruktur datang ke rumahnya. Selain itu, satu bulan sekali akan ada pelatihan membaca Al-QurAoan braille bersama penyandang disabilitas lain secara offline di Yayasan Komunitas Sahabat Mata yang hingga saat ini masih dalam tahap pembangunan perluasan. Yayasan Komunitas Sahabat Mata juga melakukan program diklat, di mana komunitas bersama para instruktur akan datang ke kota-kota tertentu untuk membantu sahabat tunanetra belajar membaca Al-QurAoan braille. Beberapa kota yang pernah melaksanakan diklat bersama Yayasan Komunitas Sahabat Mata antara lain Tulungagung. Kediri. Kudus. Wonosobo dan Yogyakarta (Wawancara kepada Ketua Yayasan Komunitas Sahabat Mata, 3 Februari 2. Gambar 2: Peserta pelatihan sedang membaca al-QurAoan braille bersama-sama di pondok pesantren Sahabat Mata (Sumber: Instagram Au@sahabat_mataA. Selain melakukan berbagai pelatihan dan diklat ke luar kota. Yayasan Komunitas Sahabat Mata juga menyelenggarakan tadarus nasional oleh tunanetra secara online setiap bulan Ramadan tiba. Satu tahun sekali akan dibuka pendaftaran untuk tadarus nasional bersama Sahabat Mata bagi masyarakat umum. Namun, tidak semua pendaftar akan diikutsertakan dalam tadarus nasional, melainkan akan dipilih 30 orang dengan bacaan terbaik. Dengan menargetkan dua kali khatam QurAoan, orang-orang yang sudah dipilih oleh komunitas akan melakukan tadarus bersama setiap hari di bulan Ramadhan WIB. Selain itu, penyandang tunanetra memperlihatkan bahwa mereka bisa memanfaatkan teknologi informasi di era digital dengan tepat. Tadarus nasional oleh tunanetra akan disiarkan langsung lewat sosial Dakwah Inklusif: Strategi Pengembangan Diri Penyandang Tunanetra pada Yayasan Komunitas Sahabat Mata Semarang media Sahabat Mata, seperti YouTube AoSAMAAo(Wawancara kepada Ketua Yayasan Komunitas Sahabat Mata, 3 Februari 2. Gambar 3: Tadarus Nasional Sahabat Mata 2024 (Sumber: YouTube AuSAMAA. Sebagai komunitas inklusif yang berkecimpung dalam dunia dakwah. Yayasan Komunitas Sahabat Mata menyelenggarakan program serupa dengan tadarus nasional. Program tersebut adalah lomba baca Al-QurAoan braille tingkat Jawa Tengah. Selain menginspirasi dan memotivasi sahabat tunanetra, lomba ini juga dapat menjadi panggung aksi para tunanetra untuk menunjukkan dedikasi mereka dalam membaca Al-QurAoan. Meskipun pelaksanaan lomba baca Al-QurAoan braille bersifat kondisional, yakni sesuai dengan kebutuhan komunitas dan tidak terikat oleh pakem tertentu, masih banyak masyarakat yang antusias dan turut andil dalam perlombaan ini. AuPelaksanaan lomba al-QurAoan braille rutin dilakukan setiap tahunnya. Terkadang di bulan Ramadhan ataupun di bulan-bulan tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan. Dan sekitar Maret 2025 akan diselenggarakan pelatihan instruktur. Jadi, beberapa finalis lomba membaca al-QurAoan braille di Jawa Tengah juga akan dijadikan peserta pelatihan. Kita latih, kita arahkan agar bisa menjadi instruktur. Ay Seperti yang dikatakan Pak Basuki dalam wawancara bersama peneliti, beberapa finalis lomba baca Al-QurAoan braille akan diarahkan dan dilatih agar bisa menjadi instruktur bagi teman-teman penyandang disabilitas lain yang masih kurang fasih dalam membaca Al-QurAoan braille. Dengan diadakannya pelatihan instruktur, komunitas berharap mampu memerangi buta aksara hijaiyah bagi penyandang Pelatihan tersebut bukan hanya dilakukan untuk mengembangkan kemampuan teknis tunanetra, tetapi juga menciptakan jaringan pengajar yang bisa Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. January-June 2025 Athiqoh Zakiyah Marfai. Sauma Wulandari. Nahidh Ahfash MuAoafa. Takariani Defri. Kirana Nur Lyansari memberantas buta aksara hijaiyah, membuka akses pembelajaran Al-QurAoan secara mandiri, dan membawa tunanetra lebih dekat kepada kalam Allah. Radio Komunitas SAMA FM menjadi program lain yang dijalankan Yayasan Komunitas Sahabat Mata sejak lama, tepatnya pada tahun 2010. Radio yang mengudara pada frekuensi 107,4 FM ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi tunanetra masyarakat dan penyebaran dakwah agama. Dengan demikian, radio SAMA FM menyediakan berbagai program acara, mulai dari perbincangan pengajian, kesehatan, musik, hingga buku bicara. Hampir keseluruhan kru radio Komunitas SAMA FM, baik yang menjadi penyiar maupun operator, adalah tunanetra. Hal tersebut menobatkan SAMA FM menjadi stasiun radio pertama di Indonesia dengan penyiar dan operator Seperti yang dikatakan oleh Pak Basuki, selaku informan yang kami wawancarai pada hari Rabu, 5 April 2023 sebagai berikut. AuSalah satu strategi yang kami lakukan adalah melakukan suatu hal menarik yang mungkin kebanyakan orang tidak akan pernah menyangka bahwa hal tersebut bisa dikerjakan oleh seorang tunanetra. Seperti contoh, tidak ada orang yang menyangka bahwa tunanetra bisa mengoperasikan radio, bisa menjadi penyiar ataupun operator. Ay Gambar 4: Studio Radio SAMA FM (Sumber: YouTube AuSAMAA. Selain menjadi salah satu program radio SAMA FM. Yayasan Komunitas Sahabat Mata juga menjadikan pengajian sebagai salah satu sarana utama dalam meningkatkan kualitas keimanan dan menambah ilmu agama para anggota komunitas. Program ketiga ini digelar secara rutin pada hari Rabu setelah sholat Maghrib di Rumah Sahabat secara langsung atau tatap muka. Anggota komunitas atau madAou akan duduk secara melingkar di salah satu ruangan di Rumah Sahabat untuk mendengarkan materi yang Dakwah Inklusif: Strategi Pengembangan Diri Penyandang Tunanetra pada Yayasan Komunitas Sahabat Mata Semarang disampaikan oleh daAoi. Menurut Muhtar, dkk . , daAoi adalah orang yang mengajak orang lain untuk mengikuti ajaran agama Islam atau dengan kata lain seseorang yang sedang berdakwah. Dalam Yayasan Komunitas Sahabat Mata, yang biasa menjadi daAoi dalam kajian rutin adalah Pak Basuki. Pada umumnya. Pak Basuki sebagai daAoi akan memberikan materi ceramah yang berkaitan dengan pokok-pokok ajaran agama Islam, seperti tentang keimanan, ibadah, akhlaq, hingga kehidupan sosial. Dengan diberikannya materi tersebut, daAoi berharap agar madAou dapat mengetahui, memahami, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari (Yulianti, 2. Metode ceramah, tanya jawab atau diskusi menjadi pilihan Pak Basuki untuk pelaksanaan kajian rutin ini. Awalnya daAoi akan menyampaikan materi tertentu kepada madAou, diselingi dengan pemberian contoh atau sedikit guyonan. Sesekali Pak Basuki akan meminta madAou untuk membacakan ayat Al-QurAoan atau hadis yang berkaitan dengan materi yang disampaikan. Setelah ceramah selesai, akan dibuka sesi tanya-jawab oleh daAoi kepada madAou. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana madAou dapat memahami materi yang sudah disampaikan sebelumnya. Sebelum menjawab pertanyaan yang dilontarkan madAou, sesekali daAoi akan memberikan kesempatan madAou lainnya untuk menjawab pertanyaan tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengasah kemampuan komunikasi sekaligus meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam menyampaikan pendapat di depan umum tanpa rasa minder dan malu-malu (Wawancara kepada Ketua Yayasan Komunitas Sahabat Mata, 3 Februari 2. Gambar 5: Suasana Pengajian/Kajian Rutin (Rabu, 5 April 2. Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. January-June 2025 Athiqoh Zakiyah Marfai. Sauma Wulandari. Nahidh Ahfash MuAoafa. Takariani Defri. Kirana Nur Lyansari Program keempat yang dilakukan Yayasan Komunitas Sahabat Mata adalah pentas amal membagikan kacamata gratis. Pada awal pendirian komunitas di tahun 2008, program ini menargetkan 1. 000 kacamata gratis untuk anak-anak sekolah dan keluarga kurang mampu yang menderita kelainan mata. Kemudian, di tahun 2024, sudah lebih dari 2. 000 kacamata gratis yang diberikan kepada anak-anak sekolah di seluruh wilayah Indonesia. Program ini dibuat sebagai wujud nyata usaha yang dilakukan yayasan untuk mengurangi resiko kebutaan (Wawancara kepada Ketua Yayasan Komunitas Sahabat Mata, 3 Februari 2. Kegiatan selanjutnya yang dilakukan Yayasan Komunitas Sahabat Mata untuk mencapai tujuan komunitasnya adalah dengan menyelenggarakan olahraga goalball. Goalball merupakan olahraga yang dikhususkan untuk kaum tunanetra. Dalam permainan ini, ada seorang wasit atau reporter yang akan bersuara menjelaskan bagaimana kondisi di lapangan. Menariknya, baik penonton ataupun tim yang bermain diharuskan diam ketika pertandingan berlangsung. Selain itu, saat diwawancarai mengenai hal menarik yang dilakukan dalam menjalankan strategi dakwahnya itu. Pak Basuki mengatakan bahwa dalam goalball yang pernah diadakan Yayasan Komunitas Sahabat Mata juga menghadirkan seorang reporter yang juga merupakan tunanetra. AuKita membuktikannya ketika orang-orang melihat YouTube kita tentang goalball, bola voli ala tunanetra. Dalam goalball itu, ada seorang reporter. Jadi teman-teman tunanetra bisa mengetahui kondisi lapangan yang sedang berlangsung. Mereka akan mengetahui bola itu ditangkap oleh siapa, larinya ke arah mana, dan sebagainya. Dan orang-orang tidak tau, tidak menyangka bahwa reportenya juga tunanetra (Wawancara kepada Ketua Yayasan Komunitas Sahabat Mata, 3 Februari 2. Gambar 6: Goal Ball Sahabat Mata (Sumber: YouTube AuSAMAA. Dakwah Inklusif: Strategi Pengembangan Diri Penyandang Tunanetra pada Yayasan Komunitas Sahabat Mata Semarang Dalam mengembangkan eksistensinya, komunitas melakukan inovasi terbaru yang bisa membuka gaya berpikir baru masyarakat Indonesia. Berdasarkan wawancara. Komunitas Sahabat Mata membuat film layar lebar berbasis film inklusif agar bisa dinikmati oleh penyandang disabilitas netra. Film dapat dijadikan sebagai media alternatif dalam mengungkapkan inklusi sosial bagi penyandang disabilitas yang berpotensi besar untuk memupuskan stigma dan persepsi negatif masyarakat (Wajihan, dkk, 2. Film yang dibuat oleh penyandang disabilitas ini menceritakan tentang kehidupan Zelda, seorang siswi tuli yang mengalami perundungan di sekolahnya. Terinspirasi dari kisah Nyai Brintik yang diceritakan neneknya. Zelda bangkit dan berhasil menjadi juara karate (Purnamasari, 2. Dalam hal ini. Zelda menjadi representasi bahwa penyandang disabilitas juga bisa berkarya dan meraih prestasi layaknya orang pada umumnya. Dengan menghabiskan waktu penggarapan selama lebih kurang satu tahun sejak 2023, film yang diberi judul AuSundul LangitAy itu berhasil ditonton lebih dari 1. 000 kali di beberapa wilayah Indonesia. AuSundul LangitAy tayang perdana pada September 2024 dan terakhir kali ditayangkan secara publik di Taman Ismail Marzuki. Jakarta oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 7 Desember 2024 guna memperingati Hari Disabilitas Internasional. Meskipun sempat menuai kendala selama proses penggarapan, film ini menjadi film inklusi pertama di Indonesia yang dapat dinikmati oleh teman-teman tunanetra dan tuli. AuKomunitas ingin menunjukkan kepada masyarakat yang selama ini menganggap film inklusi yang bercerita tentang penyandang disabilitas. Padahal film inklusi itu adalah film yang bisa dinikmati penyandang Jadi, mau film apapun, yang penting bisa dinikmati oleh penyandang disabilitas. Nah, itu yang ingin kita tekankan, kita sampaikan kepada masyarakat. Ay Dari hasil wawancara bersama Pak Basuki pada 3 Februari 2025 tersebut, dapat peneliti tangkap bahwa film inklusi bukan semata-mata hanya bercerita tentang penyandang disabilitas. Namun, lebih kepada konsep film yang dibuat dan ditayangkan, apakah penyandang disabilitas bisa menikmati film yang dibuat atau Para pembuat film bisa menambahkan fitur narasi yang bisa dinikmati penyandang disabilitas netra. Selain itu, fitur subtitle, baik subtitle dialog atau lirik, akan Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. January-June 2025 Athiqoh Zakiyah Marfai. Sauma Wulandari. Nahidh Ahfash MuAoafa. Takariani Defri. Kirana Nur Lyansari sangat membantu penyandang disabilitas tuli untuk menikmati film yang ditayangkan (Reliubun, 2. Faktor Pendukung Dakwah Yayasan Komunitas Sahabat Mata Adapun yang pertama faktor pendukung dakwah komunitas Sahabat Mata ini mengacu pada dalam diri. pendukung tersebut yaitu potensi diri kita sendiri dan kita hanya perlu mengembangkan potensi yang sudah diberikan Allah kepada kita. AuAlhamdulillah satu keyakinan kita semua sudah diberi potensi oleh Allah, kita semua memiliki semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang hamba. Nah, tinggal kita memunculkan itu, mengembangkan itu. Sehingga kita betul-betul menjadi hamba yang baik sebagaimana yang Allah inginkan. Ay Kedua, dukungan dari masyarakat sekitar juga mendorong dakwah yang dilakukan oleh yayasan sahabat mata. bagaimana masyarakat memotivasi dan mendukung secara moral dan material contohnya dalam kegiatan ngaji urip, masyarakat ikut andil dalam membantu yayasan sahabat mata dalam mencapai tujuan yang telah direncanakan (SaAoadati, 2. Ketiga, selain memberikan pelatihan kepada tunanetra dalam berbagai keterampilan seperti pijat, penyiar radio, komputer, dan wirausaha seperti: usaha pulsa, dan usaha obat herbal. (Toyiba. Luthfi A. YKSM juga memberikan pendidikan kepada anak didiknya agar mereka memiliki kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Selain itu, organisasi ini juga memberikan pemahaman keagamaan yang mendalam kepada tunanetra sebagai bekal pengetahuan agama yang kuat. Terakhir, kehadiran seorang pemimpin di dalam organisasi yang memiliki kemampuan memotivasi, memberikan contoh teladan, dan semangat kepada tunanetra sangat Keberhasilan Pak Basuki sebagai seorang tunanetra yang aktif dan memberikan kontribusi ilmiah kepada masyarakat Kota Semarang telah menjadi inspirasi bagi para tunanetra untuk mengikuti jejaknya dan termotivasi. Faktor Penghambat Dakwah Yayasan Komunitas Sahabat Mata Ada dua faktor penghambat dakwah Yayasan Komunitas Sahabat Mata. Pertama, faktor internal . alam dir. Hambatan yang sering muncul dalam melakukan aktivitas dakwah bagi penyandang tunanetra di Yayasan Komunitas Sahabat Mata Dakwah Inklusif: Strategi Pengembangan Diri Penyandang Tunanetra pada Yayasan Komunitas Sahabat Mata Semarang adalah hambatan yang berasal dari dalam diri. Sebagaimana yang disampaikan Pak Basuki sebagai berikut. AuHambatan-hambatannya biasanya ada di dalam diri kita ya, bahwa kita gak yakin, bahwa kita ragu-ragu. Yang bikin kita jadi tidak berproses tidak berkarya itu karena diri kita sendiri yang tidak mau, mungkin mampu tapi tidak mau (Wawancara kepada Ketua Yayasan Komunitas Sahabat Mata, 5 April 2. Ay Hambatan-hambatan itu dapat berupa kurangnya kepercayaan diri, pemikiran yang sempit, ragu dalam melakukan sesuatu. Kedua, faktor eksternal dari lingkungan sekitar yang meragukan kemampuan Selain hambatan yang berasal dari dalam diri, hambatan dari luar juga sangat mempengaruhi perkembangan dakwah penyandang tunanetra dalam Yayasan Komunitas Sahabat Mata. Hambatan-hambatan yang sering muncul yaitu, banyaknya stigma-stigma negatif dari masyarakat tentang penyandang tunanetra, kurangnya dukungan baik secara mental maupun material. AuKemudian ketemu dengan hambatan dari lingkungan yang meragukan kita, menghalangi kita. Kita harus yakin bahwa semua yang Allah berikan kepada kita adalah yang terbaik. Karena Allah tidak akan membuat hambaNya menderita. Yang membuat diri kita menderita kan perasaan kita sendiri. Yang putri misalkan. Ada jerawat satu di ujung hidung itu kesannya seolah-olah paling menderita sedunia to? Itu, padahal kan gak Padahal bahasa Allah. La in syakartum la azidannakum walain kafartum (Surah Ibrahim ayat . Kita seringlah ujian, begitu ujian matematika keluar nilai dapat empat, sedih mesti ya to? Tapi begitu ngelirik temannya yang dapat dua, yang terjadi apa? Seneng kan, padahal 4 tetep 4 gak mungkin to 4 jadi 10, ya to? Semua itu tergantung apa yang ada di dalam diri kita. Ya makannya, kita berusaha bagaiman Quran itu betul-betul berada dalam diri kita. Sebagaimana rasulullah ajarkan to. Rasulullah itu ketika ditanya. Auakhlak rasul itu seperti apa?Ay Jawab Amirul mukminin Rasulullah seperti al- Quran berjalan nah itu! (Wawancara kepada Ketua Yayasan Komunitas Sahabat Mata, 5 April 2. Ay. Pak Basuki mengingatkan tentang pentingnya sikap positif dan syukur dalam menghadapi tantangan hidup. Tujuan utamanya adalah untuk memberi motivasi agar kita tidak terlalu terfokus pada kesulitan atau ujian yang kita hadapi, yang seringkali hanya berdasarkan perasaan kita sendiri atau cara kita memandang situasi. Bagi kelompok tunanetra dan difabel lainnya, agama menjadi hal yang sangat penting. Academic Journal of DaAowa and Communication Vol. No. January-June 2025 Athiqoh Zakiyah Marfai. Sauma Wulandari. Nahidh Ahfash MuAoafa. Takariani Defri. Kirana Nur Lyansari Agama membantu meningkatkan ketahanan mental, mengurangi stress hingga memberikan makna bagi hidup mereka (Maftuhin, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari penelitian tentang Dakwah Inklusif: Strategi Pengembangan Diri Penyandang Tunanetra pada Yayasan Komunitas Sahabat Mata Semarang, dapat disimpulkan bahwa Yayasan Komunitas Sahabat Mata Semarang memiliki peran yang penting dalam proses pengembangan diri bagi penyandang tunanetra. Yayasan Komunitas Sahabat Mata Semarang menerapkan strategi dakwah bil lisan dan dakwah bil hal kepada penyandang tunanetra. Strategi dakwah bil lisan ditunjukkan dengan adanya program kegiatan dakwah melalui siaran radio SAMA FM yang disiarkan oleh teman Program siaran radio meliputi pembacaan Al-QurAoan dan kajian Islam atau perbincangan pengajian, kesehatan, musik, hingga buku bicara. Selain menggunakan strategi dakwah bil lisan. Yayasan Komunitas Sahabat Mata juga menerapkan strategi dakwah bil hal. Strategi dakwah bil hal yang dilakukan oleh Yayasan Komunitas Sahabat Mata ditunjukkan melalui beberapa program kegiatannya seperti mendirikan rumah tahfidz Al-QurAoan bagi penyandang tunanetra, pembagian kacamata gratis bagi anakanak sekolah dan keluarga kurang mampu yang menderita kelainan mata, menyelenggarakan kegiatan olah raga goalball, olahraga yang dikhususkan untuk kaum tunanetra dan pembuatan film inklusi yang bisa dinikmati oleh disabilitas netra dan tuli. Dalam melakukan dakwahnya Yayasan Komunitas Sahabat Mata Semarang memiliki hambatan tersendiri. Hambatan-hambatan itu berasal dari dalam diri . dan dari luar . Hambatan dari dalam diri biasanya muncul karena pikiran negatif dan mindset yang sempit. Hambatan yang biasa dirasakan oleh penyandang tunanetra dalam melakukan dakwah adalah adanya rasa minder, keraguan dalam diri untuk memulai, minimnya kemauan. Hambatan ini bisa dilewati dengan pemberian dukungan oleh teman-teman sekitar agar penyandang disabilitas tunanetra kembali berkembang. Adapun hambatan eksternal yaitu, munculnya stigma-stigma negatif dari masyarakat terkait penyandang tunanetra, ketidakpercayaan masyarakat dan lingkungan terhadap kemampuan penyandang tunanetra. Hal seperti ini kerap dijumpai dalam lingkungan masyarakat, untuk mengatasi hambatan ini diperlukan Dakwah Inklusif: Strategi Pengembangan Diri Penyandang Tunanetra pada Yayasan Komunitas Sahabat Mata Semarang adanya rasa saling menghormati diatas perbedaan, dan mengurangi sikap diskriminatif terhadap penyandang tunanetra. Saran Penelitian ini mengidentifikasi beberapa hambatan strategi dakwah Yayasan Komunitas Sahabat Mata, antara lain kurangnya kepercayaan diri penyandang tunanetra, dan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengembangan diri penyandang tunanetra melalui dakwah. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan program dakwah yang lebih efektif dan inklusif bagi penyandang tunanetra. Implikasi penelitian ini dapat digunakan oleh Yayasan Komunitas Sahabat Mata dan organisasi serupa untuk meningkatkan kualitas dan dampak dari kegiatan dakwah yang mereka lakukan. REFERENSI