REKA KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN . : 2829-0. DOI: https://doi. org/10. 26760/rekakarya. Volume 5 | Nomor 1 Maret 2026 Pendampingan Penentuan Konstruksi Partisipatif Untuk Memenuhi Air Irigasi Kelompok Tani Kacang Panjang. Desa Bubuk. Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi Idah Andriyani1. Niswah Selmi Kaffa2. Diah Ayu Restuti Wulandari2. Muhammad Arga Hita3. Akbar Setyo Pambudi1 Program Studi Teknik Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Jember. Jember. Indonesia Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Jember. Jember. Indonesia Program Studi Teknologi Industri Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Jember. Jember. Indonesia idahandriyani@unej. id1, selmikaffa. teknik@unej. id2, diahwulandari@unej. hitama@unej. id3, 199302272024061001@mail. ABSTRAK Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan untuk membantu Kelompok Tani Kacang Panjang di Desa Bubuk. Kecamatan Rogojampi. Kabupaten Banyuwangi, yang menghadapi permasalahan utama berupa terbatasnya ketersediaan air irigasi akibat rembesan di bagian hulu, kerusakan saluran irigasi, serta kondisi topografi yang meskipun telah dibuat terasering namun masih tergolong landai sehingga aliran gravitasi tidak Tujuan kegiatan PKM ini adalah memberikan solusi konstruksi partisipatif yang dapat meningkatkan suplai air irigasi menggunakan pendekatan Survei Investigasi dan Desain (SID). Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data primer melalui survei lapangan, analisis kebutuhan dan ketersediaan air menggunakan metode Net Field Requirement (NFR) dan F. Mock, identifikasi kerusakan jaringan irigasi, serta perumusan desain konstruksi secara partisipatif dengan kelompok tani dan PPL. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ketersediaan air di wilayah kajian tidak mampu memenuhi kebutuhan NFR sepanjang musim tanam. Survei eksisting mengonfirmasi adanya kebocoran hulu, kerusakan saluran, dan sebaran topografi yang menyebabkan ketidakmerataan air. Berdasarkan hasil analisis tersebut, diperoleh solusi berupa pembangunan dua unit irigasi pompa . sebagai suplisi tambahan yang ditempatkan di titik dekat saluran teknis dan di tengah wilayah layanan. Setelah dilakukan pendampingan dan perumusan desain, mitra memperoleh rancangan teknis, peta tematik, dan RAB sebagai dasar pembangunan, sehingga kondisi layanan air irigasi diproyeksikan meningkat dibandingkan sebelum pendampingan. Kata kunci: irigasi. desain partisipatif. kebutuhan air. SID. Reka Karya - 30 Idah Andriyani dkk PENDAHULUAN Kelompok Tani Kacang Panjang di Desa Bubuk. Kecamatan Rogojampi. Kabupaten Banyuwangi, merupakan salah satu kelompok tani yang mengandalkan sistem irigasi dari DAM Parit sebagai sumber utama pemenuhan air irigasi pertanian. Namun, kondisi eksisting di lapangan menunjukkan bahwa jaringan irigasi mengalami berbagai kendala sehingga distribusi air tidak berjalan optimal. Permasalahan utama yang dihadapi Kelompok Tani Kacang Panjang meliputi banyaknya kebocoran dan rembesan pada bagian hulu sehingga air tidak dapat mengalir hingga ke hilir, saluran irigasi yang mengalami kerusakan fisik, serta topografi lahan yang meskipun telah ditata dengan terasering tetapi masih relatif landai sehingga aliran air secara gravitasi kurang efisien. Situasi tersebut menyebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan air tanaman dan suplai air yang Berdasarkan analisis kebutuhan dan ketersediaan air dengan metode Net Field Requirement (NFR) dan F. Mock, wilayah ini mengalami defisit air pada sebagian besar bulan, terutama pada musim kemarau. Kondisi ini menjadi hambatan bagi keberlanjutan kegiatan produksi pertanian, sehingga diperlukan upaya untuk merumuskan solusi teknis yang dapat meningkatkan ketersediaan air Tujuan kegiatan PKM ini adalah melakukan pendampingan dalam penentuan desain konstruksi secara partisipatif melalui metode Survei Investigasi dan Desain (SID), dengan melibatkan kelompok tani dan PPL sebagai pemangku kepentingan utama. Pendekatan partisipatif dibutuhkan agar desain yang dihasilkan sesuai dengan kondisi lapangan, kebutuhan pengguna, dan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan (Fitriyah, 2021. Ernanda & Andriyani, 2. Melalui kegiatan ini diharapkan kelompok tani memperoleh alternatif solusi berupa desain konstruksi, peta tematik, serta rencana anggaran biaya yang dapat digunakan sebagai dasar pembangunan untuk meningkatkan ketersediaan air irigasi. METODOLOGI Survei Investigasi dan Desain partisipatif sendiri merupakan metode survei dan investigasi, dengan melihat kondisi langsung di lapangan Aukondisi saluran hulu hingga hilirAy, dalam pelaksanaannya mahasiswa akan didampingi kelompok tani sebagai seorang yang mengetahui kondisi lahan pertaniannya (Fitriyah. , 2021. Pambudi dkk. , 2. Kegiatan pengabdian masyarakat berkolaborasi dengan kelompok tani Kacang Panjang di Kabupaten Banyuwangi. Berikut adalah alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan Survey Investigasi dan Desain. Tabel 1. Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan SID No. Alat Fungsi/Kegunaan Garmin Alat tracking TDS Meter Pengukuran TDS pH Meter Pengukuran pH Gelas Ukur Wadah pengukuran sampling Roll Meter Mengukur dimensi Alat tulis Menulis hasil pengukuran Aplikasi Avenza Maps Penitikan lokasi rekomendasi Aplikasi Dokumentasi Geotagging Dokumentasi kegiatan Current Meter Mengukur kecepatan aliran dan debit Software Arcgis 10. Pembuatan peta Reka Karya - 31 Pendampingan Penentuan Konstruksi Partisipatif Untuk Memenuhi Air Irigasi Kelompok Tani Kacang Panjang. Desa Bubuk. Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi No. Alat Fungsi/Kegunaan Software Google Earth Pro Membuka peta dari satelit google Software AutoCAD 2025 Pembuatan design rekomendasi bangunan Tabel 2. Bahan yang digunakan dalam kegiatan SID No. Bahan Fungsi/Kegunaan Aquades Menetralkan alat ukur TDS dan pH Data DEM Merencanakan pembangunan infrastruktur dan analisis topografi (Kaffa , 2. Citra Satelit Data untuk pemetaan dan pemantauan lingkungan Data Area of Interest Cakupan daerah yang menjadi tujuan utama dalam kegiatan pemetaan Data Dimensi Rencana Konstruksi Perencanaan pembangunan aset irigasi 1 Metode Survei Investigasi dan Desain Partisipatif Metode desain partisipatif merupakan kegiatan untuk perencanaan desain dengan melibatkan kelompok tani dan PPL sebagai stakeholder dari output hasil perancangan desain. desain partisipatif memiliki tujuan untuk menghasilkan solusi dan yang sesuai, relevan, serta dapat diterima untuk masa berkelanjutan (Hita dkk. , 2. desain partisipatif memiliki peranan pendekatan atas keterlibatan, kolaboratif, transparansi, dan tentunya saling mengutamakan kepentingan utama dari tujuan desain (Fitriyah. , 2. Berikut adalah diagram alir metode pelaksanaan investigasi jaringan irigasi yang dilaksanakan tertera pada Gambar 1. Gambar 1. Diagram alir kegiatan Survey Investigasi dan Desain Kegiatan pelaksanaan SID dimulai dengan mengidentifikasi Kelompok Tani Kacang panjang untuk mendapatkan data luasan lahan. Indeks Pertanaman (IP), pola tanam, profil Kelompok Tani, dan potensi sumber air (Khabib,. et al. , 2. Selanjutnya, tim melakukan investigasi potensi sumber air, investigasi kondisi jaringan, dan pengukuran debit dan kualitas air untuk mendapatkan data survey primer dengan didampingi Ketua Kelompok Tani (KAPOKTAN) dan Petugas Penyuluh Lapang (PPL). Selanjutnya, tim menyusun desain konstruksi menggunakan Software AutoCAD 2025 sebagai aplikasi desain Reka Karya - 32 Idah Andriyani dkk rancang bangun bangunan irigasi yang diusulkan. RAB, dan peta situasi untuk kebutuhan konstruksi Terakhir tim menyusun laporan hasil Survei Investigasi dan Desain (Wei. 2 Metode Analisis Ketersediaan Air Cara yang digunakan untuk mengetahui ketersediaan air dibagi menjadi dua yaitu melakukan pengukuran di lokasi dan menghitungnya secara empiris. Dalam hal ini, perhitungan secara empiris akan dilakukan dengan menggunakan metode FJ. Mock. Metode ini akan mengetahui nilai dari debit andalan yang merupakan jumlah minimal air sungai yang dapat memungkinkan memenuhi berbagai kebutuhan seperti domestik dan pertanian (Jatmiko & Andriyani, 2. Penggunaan metode ini tergolong mudah dan sederhana untuk diterapkan. Metode ini menggunakan data sekunder yang berasal dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Banyuwangi seperti suhu udara, kelembaban udara relatif, lama penyinaran, kecepatan angin, curah hujan, atau literatur terkait klimatologi. Data tersebut selanjutnya diolah untuk mengetahui nilai dari debit andalan yang meliputi perhitungan evapotranspirasi potensial dan aktual, aliran dan penyimpanan air tanah serta debit andalan. Perhitungan ketersediaan air akan menggunakan luasan sub DAS yang ada di daerah wilayah. 3 Metode Analisa Kebutuhan Air Irigasi Penentuan nilai kebutuhan air irigasi didapatkan dari perhitungan curah hujan efektif, evapotranspirasi, perkolasi dan rembesan, penyiapan lahan, penggantian lapisan air, kebutuhan konsumtif, dan kebutuhan air bersih pada tanaman. Curah hujan efektif adalah curah hujan yang secara efektif dapat memenuhi kebutuhan air tanaman dengan probabilitas 80% (R. Rumus untuk mengetahui curah hujan efektif ini adalah R80 = m x 100%. Keterangan: R80 : Probabilitas curah hujan 80% : Rangking curah hujan yang dipilih : Jumlah data pengamatan . Setelah probabilitas diketahui, selanjutnya akan dihitung curah hujan efektif pada tanaman padi yaitu 70% dari curah hujan yang terlampaui 80% selama periode pengamatan. Re = (R80 x 0,. Periode pengamatan Keterangan: : Curah hujan efektif . m/har. R80 : Probabilitas curah hujan 80% Evapotranspirasi Metode Penman Modifikasi digunakan dalam perhitungan evapotranspirasi (ET. dengan menggunakan data klimatologi dari BMKG dari tahun 2013-2024. yaycN0 = yca y W y ycIycu . Oe W) y yce. ceyca Oe yceyc. Keterangan: : faktor koreksi : bobot faktor yang berhubungan dengan suhu dan elevasi : net radiasi equivalen evaporasi . m/har. : fungsi angin : tekanan uap jenuh pada suhu t 0C . : tekanan uap udara . Reka Karya - 33 Pendampingan Penentuan Konstruksi Partisipatif Untuk Memenuhi Air Irigasi Kelompok Tani Kacang Panjang. Desa Bubuk. Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi Perhitungan kebutuhan air irigasi juga meliputi kebutuhan air saat penyiapan lahan atau Land Preparation (LP) yang dihitung dengan persamaan Van de Goor dan Ziljstra. ycA ycek a. yaycI = . cek Ae . Keterangan: : Kebutuhan air irigasi di tingkat persawahan . m/har. : Kebutuhan air untuk mengganti kehilangan air akibat evaporasi dan perkolasi di sawah yang sudah dijenuhkan : Bilangan eksponensial ycA = yaycu ycEa. Keterangan: yaycu : Evaporasi air terbuka yang diambil 1,1 ETo selama penyiapan lahan . m/har. ycE : Perkolasi . m/har. yco = ycA ycu ycN a. ycI Keterangan: yco : faktor k ycN : jangka waktu penyiapan lahan . ycI : Kebutuhan air untuk penjenuhan . Kebutuhan konsumtif merupakan penentuan jumlah air yang digunakan tanaman selama proses Koefisien tanaman (K. juga berpengaruh pada evapotranspirasi tanaman (ET. Nilai kc menentukan jumlah air yang digunakan pada tanaman selama periode 10 harian. Sehingga dalam persamaan Penman, kebutuhan air konsumtif tanaman adalah: yaycNyca = yayca ycu yaycNycua. Keterangan: : koefisien tanaman yaycN0 : evapotranspirasi potensial . m/har. yaycNya : kebutuhan konsumtif . m/har. Kebutuhan air tanaman atau crop water requirement (CWR) adalah jumlah air yang diperlukan dalam usaha memenuhi kebutuhan air pada tanaman. Sedangkan kebutuhan air bersih Net Field Requirement (NFR). Penggantian lapisan air atau water layer replacement (WLR) umumnya dilakukan setelah pemupukan atau sesuai dengan kebutuhan. Penggantian juga bisa dilakukan satu dan dua bulan setelah penanaman jika tidak ada penjadwalan. Pelaksanaan penggantian dilakukan dua kali masing-masing 50 mm atau 3,3 mm/hari selama setengah bulan. Kebutuhan air bersih di sawah (NFR) NFR = IR ETc P Oe Re WLR a. Kebutuhan air bersih untuk padi IR = NFR a. Keterangan: NFR : kebutuhan air untuk persiapan lahan . m/har. Etc : evapotranspirasi untuk tanaman . m/har. : kebutuhan air untuk konsumsi tanah . m/har. WLR : kebutuhan air untuk pergantian lapisan tanah : perkolasi Reka Karya - 34 Idah Andriyani dkk : curah hujan efektif . m/har. PELAKSANAAN Pertanian Provinsi Jawa Timur Tahun 2025, tahap awal yang dilakukan adalah penyiapan seluruh data yang dibutuhkan. Proses pekerjaan dimulai dengan pengolahan data AOI (Area of Interes. , yaitu batas luasan lahan milik tiap kelompok tani yang menjadi penerima program SID Optimasi Lahan. AOI ini juga digunakan sebagai dasar perhitungan kebutuhan dan ketersediaan air menggunakan metode CWR (Crop Water Requiremen. Selain pengolahan data kebutuhan dan suplai air tersebut, kegiatan SID juga mencakup survei serta investigasi lapangan untuk mengetahui kondisi eksisting secara langsung. Hasil temuan di lapangan selanjutnya menjadi dasar penyusunan matriks kebutuhan rekomendasi yang digunakan pada tahap penyusunan desain konstruksi. 1 Analisis Kebutuhan dan Ketersediaan Air Analisis kebutuhan air yang digunakan dalam penelitian kerja sama ini adalah Net Field Requirement (NFR) dan metode F. J Mock untuk menghitung ketersediaan air . ebit andala. di wilayah kajian, dengan memertimbangkan faktor iklim, tutupan lahan, dan karakteristik hidrologi (Muhardiono dan Arthamefia, 2. Berikut adalah hasil dari analisis metode NFR dan F. J Mock pada wilayah Kelompok Tani Kacang Panjang. Desa Bubuk. Kecamatan Rogojampi. Tabel 3. Analisis curah hujan efektif, kebutuhan dan ketersediaan air Curah Hujan Efektif (R. m/har. Kebutuhan Air Tanaman (NFR) . m/har. Ketersediaan Air per Sub DAS . 3/de. Januari Februari Juli Agustus September Bulan Maret April Mei Juni Oktober November Desember Hasil analisis metode NFR ditampilkan pada kolom kebutuhan air tanaman (NFR) dalam satuan mm/hari, pada kolom berikutnya adalah ketersediaan air dari sub DAS didapatkan dari perhitungan metode F. Mock dengan satuan mA/det. Curah hujan efektif (R. diambil dari data curah hujan oleh BMKG. Grafik analisa ketersediaan air dan kebutuhan air Kelompok Tni Kacang Panjang dapat dilihat pada Gambar 2. Reka Karya - 35 Pendampingan Penentuan Konstruksi Partisipatif Untuk Memenuhi Air Irigasi Kelompok Tani Kacang Panjang. Desa Bubuk. Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi Gambar 2. Grafik perbandingan curah hujan Dinamika ketersediaan air terhadap kebutuhan air tanaman (NFR) dan curah hujan efektif (R. selama satu tahun. Pada bulan Januari menunjukkan ketersediaan air 0,79 mA/det dengan NFR rendah 3,78 mm/hari, sehingga surplus air dapat dimanfaatkan untuk cadangan irigasi. Rendahnya nilai NFR di bulan Januari karena tingginya intensitas curah hujan di bulan Januari (Afdal et. , 2. Pada bulan Oktober, curah hujan masih sangat rendah . ,20 mm/har. dengan NFR tetap tinggi yaitu 8,68 mm/hari, sehingga defisit air tetap berlanjut. Memasuki November. Re kembali meningkat menjadi 2,79 mm/hari tetapi NFR masih berada pada level tinggi yaitu 9,05 mm/hari. Barulah pada Desember kondisi mulai membaik, ditandai Re meningkat menjadi 3,53 mm/hari dan NFR menurun menjadi 5,38 mm/hari. 2 Hasil Survey Eksisting Hasil survey eksisting jaringan irigasi dan sumber air didapatkan beberapa data internal yang telah didapat sebagai acuan desain partisipatif. Data ini didapatkan setelah survei lapang secara langsung, beberapa data eksisting sebagai berikut: Banyak kebocoran dan rembesan di bagian hulu sehingga bagian hilir tidak dapat air Saluran irigasi banyak yang rusak Topografi lahan sudah terasering namun masih tergolong landai Lokasi eksisting dan dokumentasi kegiatan lapang dapat dilihat pada Gambar 3 sebagai berikut. Reka Karya - 36 Idah Andriyani dkk Gambar 3. Kegiatan Survei Lapangan dan pengumpulan data eksisting. 3 Permasalahan yang ada di Kelompok Tani Kacang Panjang Hasil kegiatan investigasi pada saluran dan bangunan irigasi ditemukan beberapa permasalahan yaitu: Di bagian hulu terdapat banyak kebocoran dan rembesan, sehingga sebagian besar air hilang sebelum mencapai hilir dan distribusi air menjadi tidak merata. Saluran irigasi mengalami berbagai kerusakan, seperti retakan, penyempitan akibat sedimentasi, serta kerusakan bangunan pelengkap yang menghambat aliran air. Topografi lahan sudah dibuat terasering tetapi masih landai, sehingga aliran gravitasi kurang optimal dan distribusi air ke petak lahan tidak merata. Sehingga dari permasalahan yang telah ditemukan solusi untuk usulan konstruksi dengan pembangunan irpom (Irigasi Pomp. Pembangunan Irpom pertama di dekat saluran irigasi teknis bertujuan untuk digunakan sebagai suplesi sehingga dapat menambah debit air. Irpom kedua terdapat di tengah wilayah layanan, dan tepat berada di daerah pembagian saluran irigasi sehingga dengan harapan dapat memberikan suplai air tambahan dan dialirkan pada seluruh wilayah kajian. 4 Desain Perencanaan Konstruksi Hasil dari diskusi desain partisipatif didapatkan solusi. hasil dari diskusi adalah pembangunan Irpom pertama beserta rumah pompa di dekat saluran irigasi teknis bertujuan untuk digunakan sebagai suplesi sehingga dapat menambah debit air. Irpom kedua beserta rumah pompa terdapat di tengah wilayah layanan, dan tepat berada di daerah pembagian saluran irigasi sehingga dengan harapan dapat memberikan suplai air tambahan dan dialirkan pada seluruh wilayah kajian. Lokasi titik pembangunan irpom dapat dilihat pada Gambar 4 dan Gambar 5, sedangkan desain rencana konstruksi pembangunan irpom 1 dan irpom 2 dapat dilihat pada Gambar 6. Reka Karya - 37 Pendampingan Penentuan Konstruksi Partisipatif Untuk Memenuhi Air Irigasi Kelompok Tani Kacang Panjang. Desa Bubuk. Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi Gambar 4. Lokasi pembangunan irpom 1 Gambar 5. Lokasi pembangunan irpom 2 Reka Karya - 38 Idah Andriyani dkk . Gambar 6. Desain Rencana Konstruksi Irpom 1dan Irpom 2. detail sumur bor . denah rumah pompa . denah pondasi dan sloof . rencana kusen . tampak depan . tampak samping . detail struktur . detail pintu dan ventilasi Reka Karya - 39 Pendampingan Penentuan Konstruksi Partisipatif Untuk Memenuhi Air Irigasi Kelompok Tani Kacang Panjang. Desa Bubuk. Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi 5 Rencana Anggaran Biaya Pada Gambar 7 merupakan rencana anggaran biaya dimana kondisi yang dialami oleh kelompok tani Kacang Panjang. Pada rencana anggaran biaya yang tertera pagu dana biaya Pekerjaan Persiapan yaitu Rp. Pagu dana biaya Konstruksi Sumur Bor 1 dan Konstruksi Sumur Bor 2 yang meliputi biaya pekerjaan pengeboran, pekerjaan pengujian, pekerjaan pompa dan elektrikal yaitu Rp. Sehingga total rencana anggaran biaya pada pembangunan irpom sebagai solusi untuk meningkatkan air irigasi pada Kelompok Tani Kacang Panjang yaitu sebesar Rp. 487 dengan PPN 12% sebesar Rp. Rencana anggaran biaya dapat dilihat pada Gambar 7. Sebagai berikut. Gambar 7. Rencana Anggaran Biaya perencanaan konstruksi irpom 1 dan irpom 2 6 Peta Tematik Hasil dan pembahasan yang akan disajikan berupa gambar rekomendasi dan peta lokasi pendampingan dan evaluasi di Kelompok Tani Kacang Panjang Desa Bubuk. Kecamatan Rogojampi. Kabupaten Banyuwangi. Berikut merupakan peta tematik dengan tampilan informasi berupa luasan lahan kelompok tani dan rekomendasi sarana prasarana perbaikan irigasi dengan pembangunan irpom dapat dilihat pada Gambar 8. Berdasarkan hasil Pendampingan dan Evaluasi Wilayah Kelompok Tani Kacang Panjang mendapatkan suplai air untuk kebutuhan irigasi dari DAM Parit. Permasalahan yang ditinjau di wilayah ini adalah banyaknya kebocoran dan rembesan di bagian hulu, sehingga bagian hilir tidak mendapatkan air, selain itu saluran irigasi banyak yang rusak. Dari masalah yang ada mahasiswa mencoba mencari sumber air lain yaitu pembangunan sumur bor di dekat saluran irigasi teknis bertujuan untuk digunakan sebagai suplesi sehingga dapat menambah debit air dan di tengah wilayah layanan yang tepat berada di daerah pembagian saluran irigasi sehingga dengan harapan dapat memberikan suplai air tambahan dan dialirkan pada seluruh wilayah kajian. Selain itu, aspek manajemen proyek juga diperhatikan karena menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi sistem irigasi secara berkelanjutan di Kelompok Tani Kacang Panjang (Kurniawan, 2. Reka Karya - 40 Idah Andriyani dkk Gambar 8. Peta tematik Kelompok Tani Kacang Panjang KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisa kegiatan survei investigasi desain optimalisasi lahan pertanian ini. Kelompok Tani Kacang Panjang sepakat untuk membangun irigasi pompa . di 2 titik sebagai sumber irigasi. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Kelompok Tani Kacang Panjang Desa Bubuk. Kecamatan Rogojampi. Kabupaten Banyuwangi, atas kerja sama dan keterlibatannya selama kegiatan survei, investigasi, dan desain. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Petugas Penyuluh Lapang (PPL) yang telah mendampingi proses pengumpulan data serta memberikan informasi terkait kondisi lapangan. Penulis menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur atas dukungan dalam pelaksanaan kegiatan Optimalisasi Lahan Pertanian Tahun 2025. Terakhir, penulis berterima kasih kepada seluruh tim pelaksana dan mahasiswa yang telah berkontribusi dalam proses pengolahan data, penyusunan desain konstruksi, hingga penyusunan laporan akhir kegiatan. DAFTAR PUSTAKA