Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa (JURRIBAH) Vol. No. April 2024 e-ISSN: 2829-0143. p-ISSN: 2829-0151. Hal 67-78 DOI: https://doi. org/10. 55606/jurribah. No. Month Pentingnya Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Memberikan Pendidikan Seks Kepada Peserta Didik Di SMAS Rentawan Jelimpo Asnati Asnati Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang Email: asnati@gmail. Henni Somantik Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang Email: hennisomantik14@gmail. Marthen Mau Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Ngabang Email: marthenluthermau@gmail. Abstract. Sex education is very important to give to students because teenagers are vulnerable to misinformation about sexuality. Students when they are teenagers definitely experience many changes and developments, both physically and biologically, therefore guidance is really needed to help them deal with various changes so that they do not experience fear and anxiety about these changes. PAK teachers have duties and responsibilities in educating, motivating, leading and evangelizing students so that they have good moral personalities. This research aims to find out how important it is for PAK teachers to provide sex education to students. Because sex education is given to students to recognize various risky sexual behaviors so that they can be avoided. Apart from that, sex education can also strengthen the personality development of students' lives. The research methodology used in this research is a qualitative methodology with an observation and interview approach. The results of the research theory found by the author are that students need appropriate information about their sex life so that they do not fall into things that are sinful, so that students can become successful people and have a good future. Conclusion: It is very important to provide sex education to students in order to equip students not to carry out any actions that are not in accordance with religious teachings and applicable norms. Keywords: importance, teacher, providing, sex education Abstrak. Pendidikan seks merupakan hal yang sangat penting diberikan kepada peserta didik karena di usia remaja rentan terhadap informasi yang salah mengenai seksualitas. Peserta didik saat masih remaja pasti mengalami banyak perubahan dan perkembangan, baik secara fisik maupun biologis karena itu sangat diperlukan bimbingan agar membantu dirinya dalam menghadapi berbagai perubahan sehingga tidak mengalami ketakutan dan kecemasan terhadap perubahan tersebut. Guru PAK mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam mendidik, memotivasi, memimpin dan menginjili peserta didik supaya memiliki pribadi yang bermoral baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui betapa pentingnya guru PAK memberikan pendidikan seks kepada peserta didik. Karena pendidikan seks yang diberikan kepada peserta didik untuk mengenali berbagai perilaku seks beresiko sehingga dapat dihindari. Selain itu, pendidikan seks juga dapat memperkuat pengembangan kepribadian dari kehidupan peserta didik. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metodologi kualitatif dengan pendekatan observasi dan wawancara. Hasil teori penelitian yang ditemukan penulis ialah peserta didik memerlukan informasi yang tepat mengenai kehidupan seksnya agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang bersifat dosa, sehingga peserta didik dapat menjadi orang yang berhasil dan mempunyai masa depan yang baik. Kesimpulan: pendidikan seks sangat penting diberikan kepada peserta didik guna membekali peserta didik agar tidak melakukan segala tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan aturan norma yang berlaku. Kata Kunci: pentingnya, guru, memberikan, pendidikan seks PENDAHULUAN Pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Sejak anak dilahirkan, ia sudah mulai belajar mengenal banyak hal. Tidak hanya dari orang tuanya, tetapi juga dari lingkungan sekitar dimana ia berada. Orang tua adalah figur pertama dan utama yang Received: Februari 17, 2024. Accepted: Maret 20, 2024. Published: April 30, 2024 *Asnati Asnati, asnati@gmail. Pentingnya Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Memberikan Pendidikan Seks Kepada Peserta Didik Di SMAS Rentawan Jelimpo mempunyai peran penting dalam memberikan pendidikan kepada anak. Dari orangtua, anak belajar hal-hal dasar seperti mengenali dirinya dan juga segala hal yang ada disekitarnya. Menurut pendapat Kneller, yang di kutip oleh Marthen Mau menyatakan bahwa: pendidikan dapat dipandang dalam arti luas dan dalam arti teknis, atau dalam arti hasil dan dalam arti Dalam arti luas pendidikan menunjuk pada suatu tindakan atau pengalaman yang mempunyai pengaruh yang berhubungan dengan pertumbuhan atau perkembangan jiwa . , watak . , atau kemampuan fisik . hysical-abilit. Pendidikan dalam artian ini berlangsung terus-menerus atau seumur hidup. Dalam arti teknis pendidikan adalah proses dimana masyarakat, melalui lembaga-lembaga pendidikan . ekolah, perguruan tinggi, atau lembaga-lembaga lai. , dengan sengaja mentransformasikan warisan budayanya, yaitu pengetahuan, nilai-nilai, dan keterampilan-keterampilan dari generasi ke generasi (Mau 2016:. Pendapat lain diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam buku yang di tulis oleh Marthen Mau, yakni mendefinisikan bahwa: pendidikan adalah tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Adapun maksudnya yaitu menuntut segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya (Mau 2016:. Seiring dengan bertambahnya usia seorang anak, maka ia tidak hanya memerlukan pendidikan dari ruang lingkup keluarga saja. Tetapi ia juga memerlukan pendidikan formal di sekolah untuk menambah pengetahuannya dan juga untuk mengajar anak agar dapat bersosialisasi dengan orang lain. Jika dalam keluarga, kedua orangtualah yang menjadi pengajar bagi anak. Tetapi di sekolah, seorang gurulah yang menjadi orangtua yang bertugas untuk mendidik anak. Seorang guru adalah figur kedua yang berperan penting dalam memberikan pendidikan kepada anak. Tidak hanya guru yang mengajar tentang pengetahuan umum, tetapi juga termasuk guru PAK. Karena itu sebagai figur pendidik kedua. Guru PAK juga mempunyai tanggung jawab yang besar dalam memberikan pendidikan kepada anak didiknya. Pendidikan yang diberikan kepada peserta didik merupakan pendidikan dari berbagai aspek, termasuk pendidikan seks yang merupakan aspek pendidikan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Kaum remaja rentan terhadap informasi yang salah mengenai seks. Karena itu, melalui pendidikan seks anak dapat diberitahu mengenai berbagai perilaku seksual beresiko sehingga mereka dapat JURRIBAH - Vol. No. 1 APRIL 2024 e-ISSN: 2829-0143. p-ISSN: 2829-0151. Hal 67-78 Dalam ruang lingkup keluarga, banyak orang tua yang menganggap bahwa hal mengenai AuseksAy adalah hal yang tabu . idak boleh dibicaraka. karena dianggap sebagai hal yang vulgar. Padahal pendidikan mengenai seks haruslah diajarkan kepada anak bahkan sejak Bila pendidikan seks tidak diajarkan sedini mungkin pada peserta didik, maka besar kemungkinan akan terjadi pergaulan bebas, seks bebas, pemerkosaan, sodomi, hamil diluar nikah, aborsi, hidup bersama diluar nikah, dan pelanggaran-pelanggaran nilai-nilai moral lainnya (Stefanus M. Marbun 2. Pendidikan seks seringkali diabaikan karena hal ini dianggap bukanlah sesuatu yang begitu penting, sehingga tidak terlalu sering di bahas, baik oleh orang tua bahkan oleh pengajar dalam ruang lingkup sekolah. Padahal pendidikan tentang seks seharusnya diajarkan kepada peserta didik, supaya dapat menjaga dirinya dan dapat mengenali bagian tubuhnya dengan baik, bahkan dapat mengendalikan dorongan seksualnya, secara khusus ketika anak mulai menginjak masa remaja. Di usia remaja inilah masa yang sangat rentan dan mencemaskan secara khusus bagi para orangtua, karena di masa ini anak akan mengalami banyak perubahan baik secara biologis maupun secara psikologis yang dipengaruhi oleh hormon pada organ reproduksi Stefanus M. Marbun mengungkapkan bahwa perubahan inilah yang akan mempengaruhi tingkah laku anak remaja, tidak hanya aktivitas kehidupannya sehari-hari tetapi juga akan mempengaruhi pergaulannya atau cara ia bergaul dan merespon baik teman, bahkan orang-orang yang ada disekitarnya. Ketika organ reproduksi pada anak remaja mengalami kematangan, maka akan muncul pula dorongan seksual pada anak tersebut sehingga membuat anak mulai menyukai lawan jenisnya. Tidak hanya sekedar menyukai, tetapi juga ingin menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih sebagai ekspresi dari rasa suka tersebut. Hal ini merupakan salah satu perilaku seksual yang terjadi di usia remaja yang biasanya di sebut dengan AuPacaranAy (Stefanus M. Marbun 2019:. Munculnya dorongan seksual dari dalam diri seorang anak membuat harus semakin pandai dalam menjaga diri dan beradaptasi dengan teman sepergaulannya. Tidak hanya tugas seorang anak remaja untuk menjaga dirinya, tetapi juga merupakan tugas orangtua dan guru PAK. Masa-masa inilah peserta didik perlu diarahkan, supaya mereka tidak melampiaskan dorongan seksualnya dengan melakukan hal-hal yang menyimpang. Tetapi mereka dapat mengarahkan dorongan seksualnya kepada hal-hal yang positif. Pada prinsipnya guru pendidikan agama Kristen memberikan pendidikan seks kepada peserta didiknya yang masih tergolong dalam usia remaja karena masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa, dengan banyaknya perubahan secara Pentingnya Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Memberikan Pendidikan Seks Kepada Peserta Didik Di SMAS Rentawan Jelimpo biologis maupun secara psikologis yang dipengaruhi oleh hormon pada organ reproduksi yang terjadi kepada peserta didik yang masih tergolong dalam usia remaja. Dengan perubahan demikian, maka peserta didik yang masih tergolong dalam usia remaja tersebut perlu diberikan bimbingan supaya mereka dapat bertanggung jawab terhadap masa remaja dengan mengikuti perubahan yang ada. Kurangnya pengetahuan orangtua dan kemampuan yang terbatas membuat anak-anak kekurangan pengetahuan pula mengenai pendidikan seks yang benar. Disinilah Guru PAK memegang peran penting sebagai orang tua kedua, dalam memberikan pendidikan seks kepada peserta didik yang masih dalam usia remaja. Selama ini jika berbicara mengenai seks, pasti yang tersirat di dalam benak kebanyakan orang adalah hubungan seks. Pemikiran yang demikian tidaklah salah. Itu memang arti lain dari kata seks dan merupakan Auperilaku seksualAy. Orangtua sebagaimana yang diamanatkan oleh agama dan mencakup dalam UU Kesejahteraan Anak No. 4 Tahun 1979, adalah pihak utama yang bertanggungjawab untuk memberikan pendidikan kepada anak (Anon 2. Selama ini pendidikan hanya dititikberatkan pada prestasi akademik saja, dimana anak-anak dipacu untuk meraih nilai tinggi pada hampir setiap mata pelajaran di sekolah. Sehingga kurang diberikan pengajaran mengenai bagaimana mengenali diri sendiri seperti emosi, pikiran, sikap, maupun bagian tubuh mereka. Dalam hal inilah anak remaja membutuhkan pendidikan seks yang dapat menambah pengetahuan mereka mengenai bagaimana sikap hidup yang tepat selama masa remaja. Alkitab sebagai sumber pengajaran bagi orang Kristen mengajarkan kepada umat-Nya bahwa:AoAllah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudusAo . Tes. Hal ini yang harus ditanamkan kepada peserta didik melalui pendidikan Seorang guru pendidikan agama Kristen dapat mengajarkan kepada peserta didiknya supaya tidak melakukan hal yang cemar dan dapat menjaga kekudusan hidup sebagai anakanak Allah. Peserta didik adalah orang yang mempunyai potensi dasar, baik secara fisik maupun psikis yang perlu dikembangkan untuk mengembangkan potensi tersebut sangat membutuhkan pendidikan dari para pendidik (Mau 2016:. Peserta didik adalah generasi penerus bangsa dan juga gereja, karena itu penting sekali ditanamkan nilai moral yang baik agar peserta didik dapat menjadi pribadi-pribadi yang berkualitas baik secara intelektual maupun secara psikologis dan dapat menjadi generasi penerus yang mempunyai masa depan yang baik. Dari hasil wawancara pada tanggal 27 November 2020, peneliti mendapatkan informasi dari Pak Supandi selaku kepala SMAS Rentawan Jelimpo bahwa ada beberapa peserta didik yang telah berhenti sekolah karena sudah berpacaran dan sering bersama-sama. JURRIBAH - Vol. No. 1 APRIL 2024 e-ISSN: 2829-0143. p-ISSN: 2829-0151. Hal 67-78 sehingga mengambil keputusan untuk menikah dan tidak lagi melanjutkan sekolah. Hal ini cukup beresiko karena peserta didik tersebut menikah pada usia dimana organ reproduksinya belum matang sepenuhnya (Supandi 2. Selain itu dari hasil wawancara peneliti pada tanggal 1 Maret 2021. Pak Bonasir selaku guru pendidikan agama Kristen mengatakan bahwa ada beberapa peserta didik yang pernah ketahuan menyimpan video porno di Handphone (Bonasir 2. Hal ini dapat menjadi penyebab memicu peserta didik untuk memiliki rasa ingin tahu mengenai video yang ditontonnya dan bahkan berpotensi besar untuk menimbulkan keinginan meniru adegan yang ada di video tersebut jika tidak dapat mengendalikan dorongan seksual yang ada pada diri peserta didik. Lebih lanju, guru pendidikan agama Kristen juga mengatakan bahwa pernah ada beberapa peserta didik yang keluar dari sekolah karena telah melakukan perilaku seksual pranikah, sehingga menyebabkan anak tersebut gagal sebelum menyelesaikan sekolahnya (Bonasir 2. METODOLOGI PENELITIAN Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Kata AumetodeAy merujuk kepada teknik yang digunakan dalam penelitian seperti wawancara dan observasi (J. Raco 2010:. Wawancara ialah peneliti melakukan wawancara secara mendalam terhadap informan di obyek penelitian (Ofirianus. Henni Somantik 2020:. Sedangkan observasi ialah peneliti melakukan penelitian atau pengamatan secara mendalam aktivitas atau permasalahan yang ada di tempat penelitian (Runa. Marthen Mau 2022:. Metode penelitian kualitatif berakar pada latar ilmiah sebagai keutuhan, mengandalkan manusia sebagai alat penelitian, memanfaatkan metode kualitatif, mengadakan analisa data secara induktif, mengarahkan sasaran penelitiannya pada usaha menemukan teori dan dasar, bersifat deskriptif, lebih mementingkan proses daripada hasil, membatasi studi dengan fokus (S. dan M. Mau 2021:. Metode penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan atau penelusuran untuk mengeksplorasi dan memahami suatu gejala sentral (J. Raco 2010:. Untuk mengerti dengan gejala dalam suatu permasalahan penelitian, maka peneliti melaksanakan wawancara terhadap peserta yang diteliti dengan mengajukan pertanyaan yang umum dan luas, kemudian menuju ke pertanyaan yang bersifat khusus yang berkaitan dengan informasi yang diperlukan dalam penelitian. Metode penelitian kualitatif merupakan suatu strategi inquiri yang menekankan pencarian makna, pengertian, konsep, gejala dan mengutamakan kualitas dengan menggunakan beberapa cara, serta disajikan dengan secara naratif (Choiri 2019:. Cara yang dimaksud Pentingnya Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Memberikan Pendidikan Seks Kepada Peserta Didik Di SMAS Rentawan Jelimpo merupakan suatu metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian untuk memperoleh informasi di tempat penelitian. Istilah qualitative method merupakan suatu pendekatan analisis mendalam dengan memakai teknik analisis penalaran induktif untuk memahami suatu masalah secara subyektif (M. Mau 2021:. Dalam penelitian peneliti menggunakan juga sumber sekunder untuk kelancaran dalam penulisan, maka penulis menggunakan pendekatan literatur. Pendekatan literature approach merupakan suatu pendekatan penelitian yang digunakan penulis untuk mengumpulkan data dan informasi dari berbagai sumber, baik sumber sekunder maupun sumber primer (Marthen Mau. Markus Amid 2022:. Metode literature approach bertujuan untuk memperoleh data yang dibutuhkan penulis dari berbagai sumber data kepustakaan lainnya yang relevan dengan persoalan yang ditulis (Marthen Mau. Saenom. Ina Martha. Gundari Ginting 2022:. HASIL Pentingnya guru PAK memberikan pendidikan seksualitas kepada peserta didik di SMAS Rentawan Jelimpo dalam proses pembelajaran dan ketika berada di lingkungan sekolah. Peneliti melakukan pengamatan secara langsung pada tanggal 27 November 2020 dengan komponen yang diteliti yakni memberikan pendidikan seksualitas kepada peserta didik kelas X dan kelas XI. Dari hasil observasi yang telah dilakukan di lapangan, peneliti menemukan bahwa ada beberapa peserta didik yang menunjukkan adanya perilaku seksualitas di masa remaja, yakni berpacaran. Berawal dari berpacaran masih berstatus peserta didik dan kurang mengendalikan dorongan seksual yang ada pada diri peserta didik, sehingga menimbulkan peserta didik memilih untuk menikah sebelum menyelesaikan pendidikannya. Untuk membekali peserta didik yang lain agar tidak terjerumus kepada hal yang sama maka penting bagi guru PAK memberikan pendidikan seksualitas kepada peserta didik di SMAS Rentawan Jelimpo agar peserta didik dapat menghindari hal-hal yang dapat merusak masa depan peserta didik. Untuk mendapatkan data yang akurat maka peneliti melakukan wawancara terhadap beberapa informan yang sudah peneliti pilih baik dari kepala sekolah, guru PAK maupun peserta didik yang ada di SMAS Rentawan Jelimpo. Peneliti melakukan wawancara terhadap informan dengan teknik wawancara yang mendalam agar data yang peneliti dapat bersifat valid dan dapat dibuktikan kebenarannya. Adapun para informan yang diwawancarai oleh peneliti baik dari komponen guru maupun peserta didik adalah Supandi. Bonasir. Helena Ninis Karlina . elas XI) dan Milan Sari . elas X). Jadi jumlah informan atau narasumber yang penulis wawancarai ialah sebanyak 4 . JURRIBAH - Vol. No. 1 APRIL 2024 e-ISSN: 2829-0143. p-ISSN: 2829-0151. Hal 67-78 Dalam penelitian dan penulisan, peneliti juga menggunakan dokumen untuk mengumpulkan data yang bersumber dari arsip dan dokumen yang ada hubungannya dengan penelitian tersebut. Analisis dokumen digunakan untuk melengkapi data dan informasi yang telah diperoleh dari teknik yang telah digunakan terdahulu. Peneliti menggunakan metodologi penelitian kualitatif studi kasus, karena itu dalam penelitian ini peneliti menggunakan berbagai sumber untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian baik sumber sekunder maupun sumber primer. Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia, sedangkan data primer merupakan data yang dapat diperoleh dari sumber asli secara langsung. Sumber sekunder yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini berupa buku-buku penunjang yang berkaitan dengan permasalahan yang terjadi di tempat penelitian. Selain itu, peneliti juga menggunakan Alkitab sebagai data sekunder yang menjadi dasar ajaran dalam pendidikan agama Kristen yang juga berkaitan dengan tujuan penelitian. PEMBAHASAN Pentingnya Guru menjelaskan Pendidikan Seks Dalam memberikan didikan dan bimbingan kepada peserta didik, guru PAK perlu memberikan materi pembelajaran mengenai pendidikan seks, karena hal itu penting untuk disampaikan kepada peserta didik (Supandi 2. Alkitab sebagai dasar ajaran bagi umat Kristen banyak membahas mengenai pendidikan seks. Banyak pesan moral dari Alkitab yang berkenaan dengan kehidupan seks manusia. Karena itu, selain menyampaikan materi pembelajaran dari mata pelajaran PAK, guru juga dapat menyampaikan hal-hal yang berkenaan dengan pendidikan seks dalam materi tersebut. Hal ini menjadi salah satu tindakan bijak yang dapat dilakukan karena belum ada kurikulum khusus mengenai pendidikan seks. Itulah sebabnya dalam mendidik peserta didik, guru PAK harus lebih kreatif dalam mengolah materi pembelajaran sehingga ilmu pengetahuan yang disampaikan tidak hanya terpaku pada mata pelajaran yang terdapat pada kurikulum sekolah, tetapi juga ilmu pengetahuan yang tidak termasuk dalam kurikulum, tetapi masih ada sangkut pautnya dengan materi yang ada, juga dapat disampaikan kepada peserta didik sehingga hal ini dapat menambah wawasan peserta didik. Pendidikan seks sangat penting diberikan kepada peserta didik karena peserta didik merupakan golongan usia remaja yang memerlukan bimbingan dan perhatian dari orang yang lebih dewasa dari mereka yang tentunya dapat mengarahkan mereka dalam masa ketika mereka mengalami banyak perubahan (Bonasir 2. Pada usia remaja, peserta didik belum mampu Pentingnya Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Memberikan Pendidikan Seks Kepada Peserta Didik Di SMAS Rentawan Jelimpo untuk mengendalikan diri dalam hal mengontrol emosional yang ada pada peserta didik Itulah sebabnya memberikan pemahaman tentang pendidikan seks kepada peserta didik sangat penting karena dengan memberikan pendidikan seks itu artinya membekali mereka dengan ilmu pengetahuan agar kebih mengerti dan memahami kehidupan seks mereka, sehingga peserta didik di usia remaja dapat menjaga diri dan menghindari diri dari hal-hal yang akan merusak masa depan mereka. Penyalahgunaan Seks Bahaya dari penyalahgunaan seks yang sering terjadi di kalangan remaja yaitu seks bebas yang dapat mengakibatkan kehamilan diluar nikah (Bonasir 2. Hal ini terjadi karena kurangnya pantauan dari orangtua terhadap anak sehingga mengakibatkan anak kurang dapat mengontrol diri dalam bergaul dengan lawan jenisnya. Selain itu karena kurangnya pengetahuan mengenai hal-hal yang berkenaan dengan seksualitas yang menyebabkan anak tidak memahami batas-batas dalam bergaul dengan teman sepergaulannya secara khusus dengan lawan jenisnya. Helena Ninis Karlina selaku peserta didik kelas XI ketika diwawancarai oleh penulis, menyatakan bahwa teman sepergaulan sangat mempunyai pengaruh yang besar (Karlina 2. Tidak hanya dapat memberikan pengaruh yang baik, tetapi juga dapat memberikan pengaruh yang buruk bagi diri sendiri. Jika tidak mempunyai prinsip hidup maka akan mudah terbawa arus dari pergaulan yang buruk. Helena Ninis Karlina juga mengatakan bahwa bersyukur karena tidak pernah terbawa dalam pergaulan bebas seperti yang diketahui, baik dalam hal merokok, minum minuman keras ataupun sampai terjerumus kepada seks bebas (Karlina 2. Hal seperti ini perlu dipertahankan oleh peserta didik yakni tidak terlibat pada hal-hal yang tidak baik. Bahkan sampai kapanpun tidak mempunyai keinginan untuk mencoba melakukan segala sesuatu yang akan merusak diri peserta didik. Sebagai peserta didik. Helena Ninis Karlina mengatakan bahwa dengan mendengarkan nasihat yang diberikan orangtua maupun guru di sekolah, serta dapat menjaga diri dan tidak ikut-ikutan untuk melakukan hal yang tidak baik merupakan cara yang dapat dilakukan agar tidak terjerumus kepada hal-hal yang dapat merusak masa depannya (Karlina 2. Hal senada diungkapkan oleh Milan Sari selaku peserta didik kelas X yang mengatakan bahwa berusaha untuk menerima nasihat yang diberikan oleh orangtuanya dan juga gurunya agar tidak mengikuti pergaulan yang buruk karena ada tujuan dan cita-cita yang ingin dicapai kedepannya nanti (Sari 2. JURRIBAH - Vol. No. 1 APRIL 2024 e-ISSN: 2829-0143. p-ISSN: 2829-0151. Hal 67-78 Sikap taat dan mau dengar-dengaran merupakan hal yang sangat penting untuk ditanamkan dalam hidup karena orangtua ketika memberikan nasihat mempunyai tujuan yang baik bagi anaknya. Demikian juga dengan guru ketika memberikan nasihat kepada peserta didik pastilah tujuannya agar peserta didik mempunyai aspek keidupan yang baik. Pentingnya Guru PAK memberikan pendidikan seks kepada peserta didik di SMAS Rentawan Jelimpo Sebagian besar peserta didik di SMAS Rentawan Jelimpo bukanlah berasal dari daerah Jelimpo. Tetapi ada yang berasal dari daerah lain dan tinggal dengan saudara yang ada di daerah Jelimpo, bahkan ada juga yang tinggal di asrama yang tidak jauh dari gedung SMAS Rentawan Jelimpo. Hal ini menyebabkan terbatasnya orangtua dalam memantau keseharian peserta didik bahkan juga dalam pergaulan peserta didik. Dengan demikian maka guru PAK bersama dengan guru yang lain bertindak sebagai orangtua kedua bagi peserta didik untuk mengarahkan dan membimbing peserta didik. Menurut Helena Ninis Karlina selaku peserta didik kelas XI bahwa dalam usia remaja, rasa ingin tahu yang ada dalam diri itu sangat kuat. Banyak hal baru yang ingin diketahui dan dilakukan tanpa memperhatikan terlebih dahulu resiko yang akan di tanggung (Karlina 2. Karena itu peserta didik masa kini masih sangat memerlukan bimbingan dari orang lain yang lebih mengerti. Penulis mewawancarai dengan kepala SMAS Rentawan Jelimpo, menurutnya bahwa meskipun tidak ada kurikulum khusus mengenai pendidikan seks, pihak sekolah tetap mendapat dukungan dari tenaga kesehatan setempat dalam memberikan bimbingan mengenai pendidikan seks baik lewat seminar maupun lewat sosialisasi yang diadakan di sekolah (Supandi 2. Melalui bimbingan berupa seminar dan sosialisasi, peserta didik diajar untuk lebih memperhatikan kesehatan organ reproduksi yang ada dan juga mengenai perilaku seks yang harus dihindari, serta diajarkan mengenai bahaya-bahaya dari penyalahgunaan seksualitas seperti seks bebas dan penyimpangan seksual lainnya. Menurut guru PAK bahwa pihak sekolah memang mendapat dukungan dari pemerintah melalui tenaga kesehatan untuk memberikan pendidikan seks kepada peserta didik. Tidak hanya diberikan bimbingan melalui seminar dan sosialisasi, pihak tenaga kesehatan juga melakukan pemeriksaan kesehatan kepada guru-guru dan semua peserta didik yang ada di SMAS Rentawan Jelimpo. Hal ini merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada pihak sekolah (Bonasir 2. Selain dukungan dari pemerintah lewat tenaga kesehatan, pihak sekolah juga berusaha untuk tetap memperlengkapi peserta didik agar menjadi pribadi yang Pentingnya Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Memberikan Pendidikan Seks Kepada Peserta Didik Di SMAS Rentawan Jelimpo Untuk menjadikan peserta didik pribadi yang dewasa dan bertanggung jawab dalam bertindak dan mengambil keputusan dalam masa remajanya, pihak sekolah memberikan bimbingan kepada peserta didik melalui persekutuan doa dalam ibadah bersama setiap Bapak Bonasir S. Pd. K mengatakan bahwa dengan adanya persekutuan doa dan ibadah bersama, peserta didik belajar bersama dari Firman Tuhan yang disampaikan (Bonasir Dari bimbingan inilah peserta didik diberi nasihat untuk memperkuat komitmen dalam belajar agar mereka sungguh-sungguh dalam menjalani pendidikan mereka. Selain itu, peserta didik juga diberi arahan oleh pihak guru agar mereka dapat menjaga diri dalam masa remaja mereka dan dapat menghindari hal-hal yang tidak baik. Hal ini dilakukan agar peserta didik memiliki prinsip hidup dan menjadi orang-orang yang berhasil, serta dapat meraih cita-cita yang ingin dicapai. Rumusan Teori Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari teknik pengumpulan data maka penulis akan merumuskan teori hasil penelitian dari pentingnya guru PAK memberikan pendidikan seksualitas kepada peserta didik di SMAS Rentawan Jelimpo. Guru PAK dapat memposisikan diri tidak hanya sebagai guru yang memberikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga sebagai orangtua yang dapat memberikan perhatian kepada peserta Dalam mencapai keberhasilan untuk menanamkan nilai moral yang baik kepada peserta didik, guru PAK dapat membangun pola pikir yang lebih terbuka dan mempunyai cara pandang yang berbeda khususnya mengenai seks. Seks bukanlah hal yang tabu dan tidak pantas untuk dibicarakan, tetapi merupakan hal yang penting untuk disampaikan kepada anak bahkan sejak usia kanak-kanak. Dalam masa perkembangannya peserta didik di SMAS Rentawan Jelimpo membutuhkan informasi yang benar mengenai seks. Pemahaman yang kurang tentang seks akan membuat peserta didik bertindak sesuka hati tanpa memikirkan resiko yang akan diterima. Sebelum memberikan pendidikan seks kepada peserta didik di SMAS Rentawan Jelimpo, tentunya guru PAK memerlukan wawasan yang lebih luas agar setiap materi tentang seks yang diberikan dapat mudah dipahami oleh peserta didik sesuai dengan tingkat kemampuan masingmasing dari peserta didik. Jadi, pentingnya guru PAK memberikan pendidikan seks kepada peserta didik di SMAS Rentawan Jelimpo yakni agar peserta didik mempunyai pemikiran yang sehat dan sikap yang bertanggung jawab terhadap kehidupan seksnya dalam masa perkembangan dan perubahan JURRIBAH - Vol. No. 1 APRIL 2024 e-ISSN: 2829-0143. p-ISSN: 2829-0151. Hal 67-78 yang ada. Sehingga peserta didik dapat menjadi pribadi yang mempunyai pola pikir yang terbuka dan memiliki moral yang baik dalam setiap aspek kehidupan. Dengan demikian, agar peserta didik dapat mudah diarahkan ketika diberi pemahaman mengenai seks, serta agar ada keterbukaan dari peserta didik kepada guru PAK, maka guru PAK dapat membangun relasi yang baik dan dekat dengan peserta didik. Tidak hanya kedekatan sebagai orangtua dan anak, tetapi juga menjadi sahabat bagi peserta didik. Selain itu dengan memberikan perhatian yang cukup, serta menasihati peserta didik dengan penuh kesabaran dan secara berulang-ulang agar peserta didik selalu ingat, bahkan nasihat yang diberikan dapat tertanam dalam hati peserta didik sehingga dapat menjadi bekal hidup untuk menuju masa dewasa. KESIMPULAN Guru PAK Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya tidak baik untuk mengandalkan kemampuan dan kecerdasannya, tetapi guru PAK perlu memohon tuntunan Roh Kudus untuk melaksanakan tugas mulia yang telah dipercayakan kepadanya yakni memberikan ajaran kepada peserta didik sesuai dengan ajaran Alkitab. Jadi, guru diberikan tugas dan tanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa sesuai bidang keahlian yang telah Seks bukanlah hal yang tabu melainkan sesuatu yang kudus dan patut dihormati sebagaimana yang diajarkan dalam Alkitab. Karena itu, pendidikan seks penting diajarkan kepada peserta didik yang masih pada usia remaja sedang mengalami perubahan secara fisik maupun psikis karena faktor hormon. Tujuan dari pendidikan seks ialah untuk memperkuat pengembangan kepribadian peserta didik. Selain itu, pendidikan seks yang diberikan kepada peserta didik juga dapat menghindarkan peserta didik dari keterlibatan dalam perilaku seks yang salah seperti seks bebas, seks pranikah, kehamilan di luar nikah, penyimpangan seksual dan penyakit kelamin. Pendidikan seks di rancang untuk membekali peserta didik agar memperoleh pemahaman yang tepat tentang perkembangan seks pada dirinya dan perkembangan kehidupan sosial dalam lingkungan masyarakat. Karena itu sebagai guru PAK penting sekali memberikan pendidikan seks kepada peserta didik sesuai yang diajarkan Alkitab agar peserta didik mempunyai dasar hidup yang benar sebagai anak-anak Allah. Pentingnya Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Memberikan Pendidikan Seks Kepada Peserta Didik Di SMAS Rentawan Jelimpo DAFTAR PUSTAKA