ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 ANALISIS PENGARUH RETURN ON EQUITY. CURRENT RATIO. DEBT TO EQUITY RATIO. EARNING PER SHARE DAN FIRM SIZE TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN DAGANG SUBSEKTOR PERDAGANGAN ECERAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Teodora Nikie Martin Email: nikenmartin12@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat pengaruh Return On Equity (ROE). Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER). Earning Per Share (EPS) dan Firm Size terhadap harga saham. Populasi pada penelitian ini menggunakan Perusahaan Subsektor Perdagangan Eceran di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 hingga 2020 dengan total 26 Metode pengambilan sampel adalah metode purposive sampling dengan jumlah 16 perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Penulis menggunakan metode kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis korelasi berganda dan koefisien determinasi, analisis regresi linear berganda, uji F dan Uji t. Pengolahan data menggunakan program SPSS versi 26. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa current ratio dan earning per share berpengaruh terhadap harga saham, sedangkan return on equity, debt to equity dan firm size tidak berpengaruh terhadap harga saham. KATA KUNCI: Return On Equity. Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Earning Per Share. Firm Size dan Harga Saham PENDAHULUAN Investasi merupakan kegiatan yang dapat menghasilkan keuntungan yang diharapkan oleh seorang penanam modal atau investor. Investasi digolongkan menjadi dua yaitu investasi riil . anah, emas dan banguna. dan investasi finansial . eposito, saham dan obligas. Masyarakat pada saat ini sangat menggemari investasi terutama investasi terhadap saham. Kegiatan investasi saham memiliki keuntungan dan berbagai macam risiko serta ketidakpastian yang sulit diprediksi oleh setiap investor. Maka dari itu, sebagai investor ada baiknya sebelum melakukan investasi harus melakukan analisis harga saham terlebih dahulu. Dalam melakukan analisis terdapat dua cara yakni analisis fundamental dan analisis teknikal. Analisis fundamental merupakan salah satu cara untuk memprediksi harga saham dengan laporan keuangan terkait dengan analisis rasio keuangan, sedangkan analisis teknikal digunakan untuk menganalisa fluktuasi harga saham dengan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 menggunakan grafik. Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisis fundamental. Rasio keuangan yang digunakan adalah return on equity masuk ke dalam bagian rasio profitabilitas, current ratio masuk ke dalam rasio likuiditas, sedangkan debt to equity ratio masuk ke dalam rasio solvabilitas dan earning per share masuk ke dalam rasio Return on equity merupakan rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dalam memanfaatkan modal suatu perusahaan. Informasi peningkatan return on equity yang diterima oleh pasar akan membuat permintaan akan saham meningkat sehingga harganya juga akan naik. Current ratio merupakan rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar hutang lancar. Current ratio dipilih sebagai pembanding likuiditas perusahaan lain. Hubungannya dengan harga saham adalah jika likuiditas meningkat maka harga saham cenderung akan naik karena investor menganggap bahwa perusahaan tersebut dapat dikatakan likuid (Arifin dan Agustami. Debt to equity ratio merupakan rasio perbandingan antara utang terhadap ekuitas atau modal. Semakin tinggi proporsi debt to equity ratio menyebabkan laba perusahaan semakin tidak menentu dan semakin tinggi risiko financial karena tidak dapat memenuhi kewajibannya. Tinggi dan rendahnya risiko financial secara langsung dapat memengaruhi harga saham perusahaan tersebut. Earning per share merupakan rasio yang mengukur perbandingan antara laba bersih dan jumlah lembar saham yang diterbitkan. Semakin tinggi nilai earning per share akan semakin menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya. Hal ini akan membuat permintaan akan saham meningkat sehingga harga nya juga akan naik. Firm size merupakan penilaian kinerja keuangan dilihat dari ukuran suatu Besar kecilnya ukuran perusahaan dipengaruhi oleh aset yang tinggi. Jumlah aset yang tinggi dalam suatu perusahaan menggambarkan perusahaan tersebut mempunyai prospek yang baik dalam memberikan keuntungan kepada pemegang Besarnya ukuran perusahaan, maka harga saham perusahaan akan semakin Berdasarkan uraian sebelumnya penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuAnalisis Pengaruh Return on Equity. Current Ratio. Debt to Equity Ratio. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Earning Per Share dan Firm Size terhadap Harga Saham pada Perusahaan Dagang SubSektor Perdagangan Eceran yang Terdaftar di Bursa Efek IndonesiaAu. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari variabel return on equity, current ratio, debt to equity ratio, earning per share dan firm size terhadap harga saham pada Perusahaan Dagang SubSektor Perdagangan Eceran yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. KAJIAN TEORITIS Teori Sinyal (Signaling Theor. AuSignal yang dikeluarkan perusahaan dapat bermacam wujud, baik yang dapat diamati secara langsung ataupun yang memerlukan proses penelaahan lebih lanjut untuk Signal dari perusahaan bertujuan untuk menyiratkan sesuatu dengan harapan merubah penilaian pihak eksternal atau pasar pada perusahaanAy (Utomo, 2019: Signaling theory digunakan untuk membahas naik turunnya harga saham di pasar modal sehingga mempunyai pengaruh dalam pengambilan keputusan investasi. Kondisi pasar akan terpengaruh oleh tanggapan para investor terhadap sinyal baik maupun buruk suatu perusahaan, investor akan menunggu perkembangan terbaru dari perusahaan yang akan dituju untuk diinvestasikan setelah itu para investor akan menganalisis mana perusahaan yang memberikan progress yang bagus kedepannya yang memberikan keuntungan yang lebih dari yang mereka harapkan. Saham Pengertian saham yaitu Autanda bukti penyertaan kepemilikan modal atau dana pada suatu perusahaan. kertas yang tercantum dengan jelas nilai nominal, nama perusahaan dan diikuti dengan hak dan kewajiban yang dijelaskan kepada setiap dan persediaan yang siap untuk dijualAy (Handini & Astawinetu, 2020: Harga saham merupakan salah satu indikator pengelolaan perusahaan. Keberhasilan dalam menghasilkan keuntungan akan memberikan kepuasan bagi investor. Harga suatu saham yang terjadi di pasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar modal (Hartono, 2013: . Harga saham yang cukup tinggi akan memberikan keuntungan, yaitu berupa capital gain dan citra yang lebih baik bagi perusahaan sehingga memudahkan bagi manajemen dalam memperoleh dana dari luar perusahaan. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Analisis Kinerja Keuangan Analisis kinerja keuangan dapat diukur dengan menggunakan rasio keuangan untuk mempermudah pembaca dalam memahami kinerja keuangan perusahaan. Dalam penelitian ini, rasio keuangan digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruhnya terhadap harga saham. Hal itu dikarenakan rasio keuangan dapat mengukur kinerja keuangan perusahaan menggunakan data-data yang berasal dari laporan keuangan. Dengan begitu penulis menggunakan rasio keuangan yaitu return on equity, current ratio, debt to equity ratio, earning per share dan variabel firm size atau ukuran perusahaan yang diharapkan dapat mewakili setiap kategori yang digunakan dalam menganalisis harga saham. Return on Equity Return on equity menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba setelah pajak dengan menggunakan modal sendiri yang dimiliki perusahaan. Rasio ini untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi pengelolaan modal sendiri yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan. Aureturn on equity merupakan rasio yang sangat penting bagi pemilik perusahaan (The Common Stockholde. , karena rasio ini menunjukkan tingkat kembalian yang dihasilkan oleh manajemen dari modal yang disediakan oleh pemilik perusahaanAy (Nurfadillah, 2. Rasio return on equity digunakan untuk menunjukkan kesuksesan manajemen dalam memaksimalkan tingkat pengembalian pada pemegang saham. Informasi peningkatan return on equity akan diterima pasar sebagai sinyal baik yang akan memberikan masukan positif bagi investor dalam pengambilan keputusan membeli saham. Hal ini membuat permintaan akan saham meningkat sehingga harganya pun akan naik. Berdasarkan uraian tersebut maka hipotesis yang dapat disimpulkan adalah: H1: return on equity berpengaruh positif terhadap harga saham. Current Ratio Menurut Hanafi dan Hanlim . 6: . AyCurrent ratio atau rasio lancar mengukur kemampuan perusahaan memenuhi utang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancarnya atau aktiva yang akan berubah menjadi kas dalam waktu satu tahun atau satu siklus bisnisAy. Current ratio dipilih sebagai variabel dari rasio likuiditas. Likuiditas dapat dikaitkan dengan arus kas. Perusahaan yang memiliki likuiditas yang baik, arus kas operasi akan baik. Arus kas operasi yang baik mencerminkan pengelolaan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 operasional kas yang baik. Perusahaan yang sehat ini menjadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan sahamnya pada perusahaan tersebut. Perusahaan dengan current ratio yang baik berarti perusahaan tersebut memiliki likuiditas yang baik dan dapat melunasi kewajiban jangka pendeknya dengan aset lancar yang dimiliki perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut maka hipotesis yang dapat disimpulkan adalah: H2: current ratio berpengaruh positif terhadap harga saham. Debt to Equity Ratio Menurut Nurfadillah . AuDebt to equity ratio adalah perbandingan antara utang terhadap ekuitas. Rasio ini menunjukkan risiko perusahaan, dimana semakin rendah debt to equity ratio mencerminkan semakin besar kemampuan perusahaan dalam menjamin utangnya dengan ekuitas yang dimilikiAy. Debt to equity ratio menunjukkan gambaran mengenai struktur modal perusahaan dan tingkat hutang suatu perusahaan. Perusahaan yang memiliki debt to equity ratio yang tinggi berarti perusahaan akan menanggung risiko yang tinggi karena memiliki tingkat hutang yang tinggi, karena dana yang digunakan perusahaan sebagian besar dari hutang. Semakin rendah nilai debt to equity ratio berarti semakin baik kinerja perusahaan karena risikonya kecil. Maka dari itu perusahaan dengan debt to equity ratio yang rendah lebih menarik bagi para investor karena memiliki hutang yang sedikit dan risiko yang rendah. Berdasarkan uraian tersebut maka hipotesis yang dapat disimpulkan adalah: H3: debt to equity ratio berpengaruh negatif terhadap harga saham. Earning Per Share Pengertian earning per share adalah Auindikasi dari laba yang mendapatkan masing-masing saham biasa dan sering digunakan untuk menilai profitabilitas dan risiko yang terkait dengan keuntungan dan juga penilaian tentang harga sahamAy (Pouraghajan, et al 2. Earning per share merupakan rasio yang dapat mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari setiap lembar sahamnya. Rasio ini dihitung dengan membandingkan jumlah laba bersih dengan jumlah saham yang Earning per share yang semakin tinggi dapat menarik minat investor untuk melakukan investasi, karena nilai earning per share menunjukkan laba yang bisa diperoleh dari selembar saham yang dimiliki pemegang saham (Raharjo dkk. , 2. Earning per share yang tinggi akan membuat permintaan saham perusahaan akan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 meningkat serta harga saham akan meningkat pula. Berdasarkan uraian tersebut maka hipotesis yang dapat disimpulkan adalah: H4: earning per share berpengaruh positif terhadap harga saham. Firm Size Firm size merupakan suatu skala yang mengklasifikasikan besar kecil nya suatu Ukuran perusahaan dapat diukur dengan melihat total aset pada laporan keuangan perusahaan. Perusahaan yang memiliki total aset yang besar menunjukkan perusahaan tersebut telah mencapai kemapanan. Perusahaan yang besar dengan total aset yang banyak akan memengaruhi harga saham perusahaan tersebut. Semakin besar ukuran perusahaan maka semakin bagus performa dan kekayaan pada perusahaan tersebut, sehingga para investor tertarik untuk menanamkan modalnya dengan membeli saham, hal ini dapat menyebabkan saham bergerak naik. Berdasarkan uraian tersebut maka hipotesis yang dapat disimpulkan adalah: H5: firm size berpengaruh positif terhadap harga saham. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan dagang subsektor perdagangan eceran yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebanyak dua puluh enam perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang menggunakan kriteria-kriteria penilaian atau biasa disebut purposive Adapun kriteria-kriteria penilaian yang digunakan pada pengambilan sampel penelitian ini adalah perusahaan yang telah Initial Public Offering (IPO) sebelum tahun 2016, perusahaan tidak mengalami suspensi selama masa penelitian dan memiliki kelengkapan data laporan keuangan tahunan atau annual report pada periode 2016 sampai dengan 2020. Berdasarkan kriteria-kriteria tersebut, maka jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu berjumlah enam belas perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis korelasi berganda dan koefisien determinasi, analisis regresi linear berganda, uji F dan Uji t. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Berikut ini adalah Tabel 1 yang menyajikan hasil analisis statistik deskriptif. ROE DER EPS Firm Size Harga Saham Valid N . TABEL 1 Hasil Analisis Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Data Olahan, 2022 Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif yang terdapat pada Tabel 1 memperlihatkan bahwa jumlah sampel (N) pada seluruh variabel adalah sebanyak 80 Return on equity (ROE) memiliki nilai minimum sebesar -2,1940 dan nilai maksimum adalah sebesar 3,3852. Kemudian, nilai rata-rata . return on equity adalah sebesar 0,085764 dengan standar deviasi sebesar 0,6192959. Current ratio (CR) memiliki nilai minimum sebesar 0,0471 dan nilai maksimum yaitu sebesar 16,5070. Kemudian, nilai rata-rata . current ratio sebesar 2,828631 dan standar deviasi sebesar 3,2230819. Debt to equity ratio (DER) memiliki nilai minimum sebesar -2,7969 dan nilai maksimum yaitu sebesar 23,4162. Kemudian, nilai rata-rata . debt to equity ratio sebesar 2,019191 dan nilai standar deviasinya 3,1022023. Earning per share (EPS) memiliki nilai minimum sebesar -762,1110 dan nilai maksimum yaitu sebesar 692,1733. Kemudian, nilai rata-rata . earning per share adalah sebesar 27,025439 dan standar deviasinya yaitu 191,8706873. Firm size memiliki nilai minimum sebesar 26,5085 dan nilai maksimum adalah sebesar 30,8880. Kemudian, nilai rata-rata . firm size yaitu sebesar 29,120899 dan nilai standar deviasi adalah 1,0217767. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Uji Asumsi Klasik Hasil pengujian normalitas berdistribusi normal, untuk uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi tidak memiliki gejala. Analisis Pengaruh TABEL 2 Hasil Pengujian Analisis Regresi Linear Berganda. Analisis Korelasi. Koefisien Determinasi, uji F dan uji t Variabel (Constan. ROE DER EPS FIRM SIZE Adjusted R Square Sig. Unstandardized Coefficients -14,883 0,185 0,449 -0,014 0,266 6,211 Sig. 0,284 0,208 0,049 0,939 0,025 0,133 0,497 0,247 0,010 Sumber: Data Olahan, 2022 Analisis Korelasi Berganda dan Koefisien Determinasi Berdasarkan pada Tabel 2 dapat diketahui nilai analisis korelasi adalah sebesar 0,497. Nilai korelasi tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sedang antara variabel return on equity, current ratio, debt to equity ratio, earning per share dan firm size dengan harga saham. Koefisien determinasi (Adjust R squar. menunjukkan nilai sebesar 0,247 atau 24,7 persen. Dengan demikian maka dapat diketahui kemampuan return on equity, current ratio, debt to equity ratio, earning per share dan firm size dalam memberikan pengaruh terhadap harga saham sebesar 24,7 persen, sedangkan sisanya 75,3 persen dipengaruhi oleh faktor lain di luar dari faktor yang diteliti. Analisis Regresi Linear Berganda Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 2 diperoleh hasil dari persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y = Ae 14,883 0,185 X1 0,449X2 Ae 0,014X3 0,266X4 6,211X5 e Dari persamaan regresi linear berganda di atas, maka dapat disimpulkan bahwa nilai konstanta sebesar negatif 14,883. Nilai koefisien regresi untuk variabel Ln_X1 atau return on equity (X. bernilai positif sebesar 0,185. Nilai positif ini menandakan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 terjadinya hubungan yang searah antara return on equity dengan harga saham yang artinya apabila return on equity naik sebesar satu, maka harga sahamnya mengalami peningkatan sebesar 0,185. Sebaliknya, apabila return on equity turun sebesar satu, maka harga sahamnya mengalami penurunan sebesar 0,185. Nilai koefisien regresi untuk variabel Ln_X2 atau current ratio (X. bernilai positif sebesar 0,449. Nilai positif ini menandakan terjadinya hubungan yang searah antara current ratio dengan harga saham yang artinya apabila current ratio naik sebesar satu, maka harga sahamnya mengalami peningkatan sebesar 0,449. Sebaliknya, apabila current ratio turun sebesar satu, maka harga sahamnya mengalami penurunan sebesar 0,449. Nilai koefisien regresi untuk variabel Ln_X3 atau debt to equity ratio (X. bernilai negatif sebesar 0,014. Nilai negatif menandakan terjadinya hubungan yang berlawanan arah antara debt to equity ratio dengan harga saham yang artinya apabila debt to equity ratio naik sebesar satu, maka harga sahamnya mengalami penurunan sebesar 0,014. Sebaliknya, apabila debt to equity ratio turun sebesar satu, maka harga sahamnya mengalami peningkatan sebesar 0,014. Nilai koefisien regresi untuk variabel Ln_X4 atau earning per share (X. bernilai positif sebesar 0,266. Nilai positif ini menandakan terjadinya hubungan yang searah antara earning per share dengan harga saham yang artinya apabila earning per share naik sebesar satu, maka harga sahamnya mengalami peningkatan sebesar 0,266. Sebaliknya, apabila earning per share turun sebesar satu, maka harga sahamnya mengalami penurunan sebesar 0,266. Nilai koefisien regresi untuk variabel Ln_X5 atau firm size (X. bernilai positif sebesar 6,211. Nilai positif ini menandakan terjadinya hubungan yang searah antara firm size dengan harga saham yang artinya apabila firm size naik sebesar satu, maka harga sahamnya mengalami peningkatan sebesar 6,211. Sebaliknya, apabila firm size turun sebesar satu, maka harga sahamnya mengalami penurunan sebesar 6,211. Uji F Berdasarkan pada Tabel 2 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi variabel return on equity, current ratio, debt to equity ratio, earning per share dan firm size terhadap harga saham, yaitu sebesar 0,010 lebih kecil dari 0,05 . ,010 < 0,. yang berarti hasil ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 pengujian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model penelitian layak untuk Uji t dan Pengaruh Return on Equity Hasil pengujian return on equity terhadap harga saham diperoleh nilai koefisien regresi positif sebesar 0,185. artinya return on equity memiliki hubungan yang searah dengan harga saham. Nilai signifikansi yaitu sebesar 0,208 lebih kecil dari 0,05 yang menjelaskan bahwa return on equity tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Dengan demikian hipotesis (H. yang menyatakan Aureturn on equity berpengaruh positif terhadap harga sahamAy ditolak, artinya ketidaksesuaian antara hipotesis yang diduga dengan hasil yang diuji. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Arifin dan Agustami . yang menyatakan variabel profitabilitas yang diproksikan dengan return on equity memiliki pengaruh positif terhadap harga saham. Current Ratio Hasil pengujian current ratio terhadap harga saham diperoleh nilai koefisien regresi positif sebesar 0,449. artinya current ratio memiliki hubungan yang searah dengan harga saham. Nilai signifikansi yaitu sebesar 0,049 lebih kecil dari 0,05 yang menjelaskan bahwa current ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga Dengan demikian hipotesis (H. yang menyatakan Aycurrent ratio berpengaruh positif terhadap harga sahamAy dapat diterima, artinya ada kesesuaian antara hipotesis yang diduga dengan hasil yang diuji. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Levina dan Dermawan . yang menyatakan rasio likuiditas current ratio (CR) berpengaruh signifikan positif terhadap harga saham. Debt to Equity Ratio Hasil pengujian debt to equity ratio terhadap harga saham diperoleh nilai koefisien regresi negatif yaitu sebesar 0,014. artinya debt to equity ratio memiliki hubungan yang berlawanan arah dengan harga saham. Nilai signifikansi yaitu sebesar 0,939 lebih besar dari 0,05 yang menjelaskan bahwa debt to equity ratio tidak berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Dengan demikian hipotesis (H. yang menyatakan Audebt to equity ratio berpengaruh negatif terhadap harga sahamAy ditolak, yang berarti adanya ketidaksesuaian antara hipotesis yang diduga dengan hasil ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 yang diuji. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Arifin dan Agustami . yang menyatakan bahwa debt to equity ratio memiliki pengaruh negatif terhadap harga saham. Earning Per Share Hasil pengujian earning per share terhadap harga saham diperoleh nilai koefisien regresi positif sebesar 0,266. artinya earning per share memiliki hubungan yang searah dengan harga saham. Nilai signifikansi yang diperoleh yaitu sebesar 0,025 lebih kecil dari 0,05 yang menjelaskan bahwa earning per share berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Dengan demikian hipotesis (H. yang menyatakan Auearning per share berpengaruh positif terhadap harga sahamAy dapat diterima, artinya ada kesesuaian antara hipotesis yang diduga dengan hasil yang diuji. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rani dan Diantini . menyatakan earning per share memengaruhi harga saham secara positif dan signifikan. Firm Size Hasil pengujian firm size terhadap harga saham diperoleh nilai koefisien regresi positif sebesar 6,211. artinya firm size memiliki hubungan yang searah dengan harga Nilai signifikansi yang diperoleh yaitu sebesar 0,133 lebih besar dari 0,05 yang menjelaskan bahwa firm size tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga Dengan demikian hipotesis (H. yang menyatakan Aufirm size berpengaruh positif terhadap harga sahamAy ditolak, yang berarti adanya ketidaksesuaian antara hipotesis yang diduga dengan hasil yang diuji. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Arifin dan Agustami . menyatakan ukuran perusahaan memiliki pengaruh yang positif terhadap harga saham. PENUTUP Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa current ratio dan earning per share berpengaruh terhadap harga saham, sedangkan return on equity, debt to equity dan firm size tidak berpengaruh terhadap harga saham. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu penelitian ini hanya dilakukan pada perusahaan subsektor perdagangan eceran yang melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia yang berjumlah 16 perusahaan dan masih banyak faktor yang belum penulis teliti sebagai faktor yang mempengaruhi harga saham perusahaan. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Atas dasar keterbatasan tersebut, sebelum melakukan investasi saham sebaiknya memperhatikan return on equity karena modal yang tinggi tidak menjamin menghasilkan laba yang tinggi dan debt to equity ratio karena hutang yang tinggi akan dihindari oleh investor, serta firm size atau ukuran perusahaan tidak selalu memberikan return yang besar bagi investor. Untuk peneliti selanjutnya dapat mempertimbangkan penelitiannya menggunakan variabel yang sama pada sektor lain selain perusahaan perdagangan eceran. Ataupun menggunakan sektor ini dengan variabel yang berbeda agar memperoleh hasil yang lebih bervariatif, gunanya untuk mengetahui lebih banyak dan jelas mengenai faktor-faktor apa saja yang memiliki pengaruh terhadap harga DAFTAR PUSTAKA