ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29532-29537 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Pengaruh Self-Esteem terhadap Gaya Hidup Hedonisme Pada Generasi Z di Kota Pontianak Indah Fitry1. Nur Kur'Ani2. Riszky Ramadhan3 1,2,3 Psikologi. Universitas Muhammadiyah Pontianak e-mail: fitryindah03@gmail. Abstrak Generasi Z tumbuh di era teknologi canggih yang menjadikan mereka mahir dalam memanfaatkan teknologi, kaya akan informasi, serta memiliki pengalaman dan gaya hidup yang beragam. Generasi Z sebagai konsumen yang cerdas dan peka terhadap tren, merek, dan popularitas menunjukkan sifat yang dinamis. Kemajuan zaman juga membawa dampak negatif, salah satunya adalah kecenderungan terhadap gaya hidup hedonisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-esteem terhadap gaya hidup hedonisme pada generasi Z di Kota Pontianak. Subjek penelitian terdiri dari 132 individu yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi skala self-esteem dan skala gaya hidup hedonisme. Analisis data dilakukan dengan metode regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,786 dengan nilai signifikan 0,000 ( 0,. , yang mengindikasikan adanya pengaruh negatif yang signifikan antara self-esteem terhadap gaya hidup hedonisme. Sumbangan efektif dari self-esteem terhadap gaya hidup hedonisme sebesar 58,5%. Kata kunci: Self-Esteem. Gaya Hidup Hedonisme. Gen-Z. Abstrak Generation Z grew up in an era of advanced technology that makes them proficient in utilizing technology, rich in information, and have diverse experiences and lifestyles. As savvy and sensitive consumers to trends, brand, and popularity. Generasi Z exhibits a dynamic nature. The progress of the times also has negative impacts, one of which is the tendency towards a hedonistic This study aims to determine the influence of self-esteem on the hedonist lifestyle in generation Z in Pontianak. The research subject consisted of 132 individuals who were selected using a purposive sampling method. The instruments used included the self-esteem scale and the hedonism lifestyle scale. Date analysis was carried out using a simple linear regression method. The results of the analysis showed a regression coefficient of 00,786 with a significance value of 0,000 ( 0,. , which indicates a significant negative influence between self-esteem and hedonistic lifestyle. The effective controbution of self-esteem to the hedonist lifestyle was 58,5%. Kata kunci: Self-Esteem. Hedonism Lifestyle. Gen-Z. PENDAHULUAN Generasi Z, lahir antara tahun 1996 hingga 2010, merupakan generasi yang mewakili semangat inovasi dan keterhubungan global (Bayti. Desi, & dkk, 2. Tumbuh dengan teknologi canggih menjadi keseharian (Sukamdani & Arneldy, 2. Populasi generasi Z dengan umur 1529 tahun terdapat 192. 573 penduduk (Disdukcapil, 2. Generasi Z cenderung boros dan lebih senang menghabiskan uang untuk hiburan dibanding menabung, sehingga sering kali melewati batas kemampuan keuangan yang mereka punya karena kurangnya memahami kemampuan finansial sebelum memutuskan gaya hidup (Detik, 2. Gaya hidup hedonisme dipengaruhi oleh keinginan mendapatkan pengalaman instan untuk bersenang-senang dan meningkatkan status sosial (CNA, 2. Survei populix menambahkan bahwa 7 dari 10 generasi Z di Indonesia sering menghabiskan waktu secara percuma, selalu ingin menjadi pusat perhatian dan menggunakan uang dengan istilah keren dan Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29532-29537 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 gaul sehingga berorientasi pada kemewahan, kesenangan semata serta pengalaman glamor untuk meningkatkan kepercayaan diri atau self-esteem (Siregar, 2. Gaya hidup hedonisme didefinisikan pandangan hidup mewah dan memaksa secara tidak sadar mengikuti budaya hedonisme (Irma. Anggun & dkk, 2. Individu akan melakukan apa saja untuk membahagiakan dirinya meskipun dengan cara unik dan langka (Violita, 2. Generasi Z di kota Pontianak rela mengorbankan kesehatan hanya untuk penampilan dengan meningkatkan pergaulan yang modis dan elit dengan party dan gaya hidup fancy (Tribun, 2. Pengorbanan untuk sekedar gaya hidup dan meningkatkan harga diri berdampak pada kesehatan fisik dan mental atau cara beradaptasi dengan tekanan sosial (KBRN, 2. Self-esteem merupakan penilaian positif atau negatif terhadap diri sendiri, sangat berpengaruh dalam mengambil keputusan dan perilaku individu (Ghufron & S, 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa harga diri yang rendah sering dikaitkan dengan gaya hidup hedonis (Yuliasinta & Edwina, 2017. Muis. Tiabe, & Adi, 2. Wawancara dilakukan terhadap 12 responden di kota Pontianak juga menguatkan bahwa mereka ingin diakui dan mengikuti tren agar dianggap keren dan berstatus, melakukan berbagai cara seperti berhemat, bekerja sampingan bahkan meminjam uang secara online atau paylater hanya untuk memenuhi gaya hidup dengan mengunjungi tempat baru, berbelanja dan mengunggah momen di media sosial sebagai bentuk unjuk gengsi yang secara tidak langsung memengaruhi self-esteem dengan menganut gaya hidup hedonisme. METODE Identifikasi variabel - Variabel bebas (X) self esteem : Penilaian diri individu terhadap harga dirinya diukur menggunakan skala Coopersmith . yang mencakup kekuatan, keberartian, kebajikan dan kompetensi. Semakin tinggi skor, berarti harga diri juga tinggi. - Variabel tergantung (Y) Gaya hidup hedonisme : Pola perilaku yang fokus pada kesenangan dan pengalaman memuaskan, diukur menggunakan skala yang mencakup aspek kegiatan, minat, dan opini dari Reynold dan Darden . Semakin tinggi skor, berarti gaya hidup hedonisme juga tinggi. Definisi operasional - Self esteem : Diukur dari hasil skala berdasarkan aspek-aspek yang menunjukkan tingkat penghargaan dan penerimaan diri. - Gaya hidup hedonisme : Diukur dari aspek-aspek yang menggambarkan seberapa besar individu mengikuti gaya hidup yang mencari kesenangan dan kemewahan Populasi dan sampel - Populasi : seluruh generasi Z di Kota Pontianak sekitar 192. 573 penduduk (Disdukcapil, - Sampel : Berjumlah 132 individu yang diambil menggunakan teknik purposive sampling, yaitu individu yang memenuhi kriteria seperti generasi Z di Kota Pontianak, lahir antara tahun 1996 hingga 2010. Pengumpulan data - Menggunakan wawancara tidak terstruktur dan skala likert yang dikembangkan sendiri berisikan pernyataan terkait self esteem dan gaya hidup hedonisme sesuai aspekaspek dari para ahli Skala ini menggunakan SPSS 23 terdiri dari empat tingkat jawaban yang menggambarkan kesesuaian responden yang mencakup sangat sesuai (SS), sesuai (S), tidak sesuai (TS) dan sangat tidak sesuai (STS), sehingga berdasarkan urutan skor aitem yang sejalan . diberikan skor 4 hingga 1, sedangkan skor untuk aitem yang tidak sejalan . diberikan skor dari 1 sampai 4 Uji validitas dan reliabilitas - Validitas : Pemeriksaan isi oleh dosen pembimbing guna memastikan tiap aitem relevan dan sesuai indikator - Reliabilitas : Uji konsistensi dengan Alpha Cronbach, lebih dari 0,7 dianggap baik Analisis data Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29532-29537 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Uji normalitas menggunakan Kolmogrov-Smirnov guna melihat data distribusi normal. Uji linearitas guna melihat hubungan antara variabel bebas dan terikat dengan software SPSS 23 Uji hipotesis menggunakan regresi linear sederhana guna menganalisis adanya pengaruh self-esteem terhadap gaya hidup hedonisme. Jika nilai signifikansi kurang dari 0,05, berarti terdapat pengaruh yang signifikan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara self-esteem terhadap gaya hidup hedonisme pada generasi Z di Kota Pontianak. Kota Pontianak dipilih sebagai tempat penelitian karena memiliki populasi yang cukup beragam dari segi suku bangsa dan budaya, serta tren gaya hidup hedonisme sedang marak dikalangan generasi Z. Kota Pontianak merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki luas wilayah sekitar 118,31 km dan jumlah penduduk sekitar 683 ribu jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 192 ribu jiwa berusia antara 15 hingga 29 tahun yang termasuk dalam kelompok generasi Z. Gaya hidup hedonisme yang ditunjukkan melalui kegiatan seperti berbelanja, nongkrong di cafe, mall maupun taman kota menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Pengembangan dan Uji Coba Instrumen: Untuk mengukur gaya hidup hedonisme, digunakan skala yang terdiri dari tiga aspek utama, yaitu kegiatan . , minat . , dan opini . Sedangkan untuk self-esteem, diukur melalui empat aspek utama yaitu kekuatan . , keberartian . , kebajikan . , dan kompetensi . Kedua skala ini disusun berdasarkan teori dari Reynolds & Darden dan Coopersmith, kemudian dilakukan uji coba dan validasi menggunakan data dari 30 responden di Pontianak untuk memastikan reliabilitas dan validitas instrumen. Setelah analisis, jumlah aitem dalam setiap skala diseleksi berdasarkan korelasi diskriminasi dan reliabilitas. Hasil dari Uji Validitas dan Reliabilitas: Data hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai CronbachAos alpha sebesar 0,987 untuk skala gaya hidup hedonisme dan 0,984 untuk skala self-esteem, yang mengindikasikan bahwa instrumen yang digunakan sangat reliabel. Sedangkan uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dengan nilai Asymp. Sig. masing-masing di atas 0,05, dan uji linearitas menunjukkan hubungan yang bersifat linear antara kedua variabel. Distribusi dan Kategorisasi Variabel: Berdasarkan analisis skor dari 132 responden, mayoritas subjek masuk kategori sedang untuk kedua variabel. Untuk gaya hidup hedonisme, sebanyak 65,9% termasuk dalam kategori sedang, sedangkan sisanya masuk dalam kategori rendah dan tinggi. Untuk self-esteem, mayoritas juga berada dalam kategori sedang . ,9%), diikuti oleh tinggi . ,5%) dan rendah . ,6%). Hasil Analisis Statistik: Pengujian regresi linier sederhana menunjukkan bahwa self-esteem berpengaruh secara signifikan terhadap gaya hidup hedonisme dengan nilai F hitung sebesar 183,019 dan signifikansi 0,000 . < 0,. Nilai R sebesar 0,765 dan RA sebesar 0,585 menandakan bahwa 58,5% variansi gaya hidup hedonisme dapat dipengaruhi oleh tingkat self-esteem. Persamaan Regresi dan Interpretasi: Persamaan regresi yang didapat adalah: Y = 259,004 Ae 0,786 X Di mana Y adalah skor gaya hidup hedonisme. X adalah skor self-esteem. Koefisien regresi sebesar -0,786 menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat, artinya, semakin rendah self-esteem seseorang, semakin tinggi kecenderungan mereka menjalani gaya hidup hedonis. Sebaliknya, semakin tinggi rasa percaya diri, cenderung gaya hidup hedonisme berkurang. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif signifikan antara self-esteem dan gaya hidup hedonisme, di mana nilai signifikansinya cuma 0,000. Artinya. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29532-29537 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 semakin tinggi rasa percaya diri seseorang, makin kecil kemungkinan mereka menjalani gaya hidup hedonis. Nilai R Square sebesar 58,5% menunjukkan bahwa sebagian besar variasi dalam gaya hidup hedonisme bisa dijelaskan oleh tingkat self-esteem, sisanya dipengaruhi faktor lain seperti lingkungan sosial dan tekanan teman. Hasil kategorisasi juga menunjukkan bahwa mayoritas responden masuk kategori sedang baik untuk kedua variabel. Dari skor yang didapat, terlihat bahwa banyak generasi Z merasa kesulitan menjalin hubungan interpersonal, yang tercermin dari tingginya skor unfavorable di self-esteem. Sebaliknya, mereka yang menjalani gaya hidup hedonis cenderung merasa bahagia setelah berbelanja dan mengikuti tren kekinian, yang ditunjukkan dari skor favorable yang tinggi. DAFTAR PUSTAKA