GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI GENERASI MUDA LAUT DENDANG DAN SEKITARNYA DALAM PENERIMAAN VAKSIN COVID-19 SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI VIRUS SARS-COV-2 Regina Marintan Sinaga1. Seriga Banjarnahor2. Lenny Lusia Simatupang3 D3 Kebidanan. Universitas Murni Teguh, 2S1 Ilmu Keperawatan. Universitas Murni Teguh S1 Ilmu Keperawatan. Universitas Murni Teguh email: reginamsinaga@gmail. ABSTRAK Penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru bernama SARS-CoV-2 itu kini telah dijuluki penyakit coronavirus 2019 (COVID-. oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Lebih dari 118, 278, 711 kasus dan 2. 624, 426 kematian di seluruh dunia telah dilaporkan sebagai akibat dari pandemi ini, yang telah menimpa 223 negara. Salah satu upaya yang dilakukan dalam rangka penanggulangan pandemic corona virus disease 2019 (Covid-. adalah dengan melaksanakan pemberian vaksin covid-19, yang bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan COVID-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat . erd immunit. dan melindungi masyarakat dari COVID-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi. Pengetahuan dan persepsi generasi muda sangat dibutuhkan dalam keberhasilan penanggulangan pandemic corona virus disease 2019 (Covid-. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan persepsi generasi muda Laut Dendang dan sekitarnya dalam penerimaan vaksin Covid19 Sebagai Upaya Pencegahan Infeksi Virus SARS-COV-2. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah potong lintang . ross sectiona. survey, dilakukan diantara 91 peserta generasi muda Laut Dendang dan sekitarnya, pengambilan sampel dengan teknik Purposive sampling. Hasil penelitian pengetahuan dan persepsi generasi muda Laut Dendang dan sekitarnya mempunyai korelasi yang signifikan dalam upaya pencegahan infeksi virus SARS-COV-2. Keywords: Pengetahuan dan persepsi, generasi muda, penerimaan vaksin covid-19. Pencegahan Infeksi Virus SARS-COV-2 disebut sebagai pandemi global pada 11 Maret 2020, telah mengakibatkan lebih dari 350 juta infeksi dan lebih dari 5,5 juta kematian di seluruh dunia pada Januari 2022. Lebih dari 118, 278, 711 kasus dan 2. 624, 426 kematian di seluruh dunia telah dilaporkan sebagai PENDAHULUAN COVID-19 telah berkembang secara global dan menjadi ancaman kesehatan global meskipun ada upaya karantina dan penahanan global yang ketat. Wabah COVID-19, yang oleh WHO akibat dari pandemi ini, yang telah menimpa 223 negara. Dibandingkan dengan Afrika . 352 kasus dan 623 kematia. dan Oseania . Amerika Utara . kasus dan 781. 745 kematia. Eropa . 449 kasus kematia. Asia . 391 kasus dan 251 kematia. , dan Amerika Selatan . 624 kasus dan 485. memiliki tingkat yang lebih tinggi . 955 kasus dan 1094 kematia. (Sonmezer. WHO menganggap Covid 19 sebagai darurat kesehatan di seluruh dunia. Pemerintah menghentikan penyebaran virus corona secara lebih luas, khususnya dengan menerapkan langkah-langkah kesehatan. Mengingat keadaan tersebut, vaksinasi adalah salah satu pendekatan yang paling efisien dan praktis untuk menghentikan penyebaran virus Covid19. Vaksin Covid-19 dikembangkan di sejumlah negara di seluruh dunia (Head, 2. Berbagai vaksin telah dikembangkan, tetapi jumlah kasus dan kematian yang menghentikan penyebaran penyakit. Fokus telah ditempatkan pada perlunya orang divaksinasi dengan vaksin COVID-19 yang disetujui WHO. Pemberian vaksinasi cara yang efektif menular(Sosiety, 2. Penerimaan vaksin oleh masyarakat tidak selalu berarti kemanjuran dan ketersediaan Keragu-raguan vaksin telah kesalahan informasi vaksin yang secara nyata berkontribusi pada penurunan terus menerus dalam pengambilan vaksin secara global, yang mengarah ke gelombang ketiga dan keempat dari pandemi COVID-19 (Ahiakpa, 2022 ). Pengalaman vaksinasi sebelumnya rata-rata, kebanyakan orang mungkin bersedia menerima vaksin COVID-19 dengan efek samping yang lebih sedikit (Adane. Paparan informasi palsu dan teori konspirasi merupakan faktor utama untuk penerimaan vaksin yang rendah. Keraguan terhadap vaksin COVID-19 program vaksinasi (Adane, 2. Adopsi vaksinasi COVID-19 oleh suatu populasi juga dapat dipengaruhi oleh berbagai mitos dan teori konspirasi tentang vaksin. Penerimaan vaksin COVID-19 juga dipengaruhi oleh persepsi kinerja pemerintah, status pelayanan kesehatan, status pemulihan COVID-19, kemanjuran, efek samping, dan kecepatan pengembangan vaksin COVID-19 (Abebe, 2. Dunia mungkin khawatir dengan tingkat pemahaman, sikap, dan keinginan yang rendah ini untuk mengambil vaksin COVID-19. Karena mencegah diri dari tertular COVID-19 adalah cara paling efektif untuk menghentikan penyebaran mengimunisasi individu yang paling rentan sesegera mungkin (Kemenkes RI. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah potong lintang . ross sectiona. survey, dilakukan diantara 91 peserta generasi muda Laut Dendang dan sekitarnya, pengambilan sampel dengan teknik Purposive sampling. Peneliti melakukan pengumpulan data pengetahuan dan persepsi tentang covid-19 dengan uji validitas dan reabilitas. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Spearmen. Pengetahuan dan Persepsi Generasi Muda Laut Dendang dan Sekitarnya mempunyai korelasi yang signifikan dalam upaya pencegahan infeksi virus SARS-COV-2. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis uji korelasi Spearmen mengenai pemgetahuan dan perepsi generasi muda Laut Dendang dan Sekitarnya dalam Penerimaan Vaksin Covid-19 Sebagai Upaya Pencegahan Infeksi Virus SARS-COV-2 yang dijelaskan pada table berikut : Saran : Bagi seluruh masyarakat khususnya generasi muda agar lebih mendalami pemahaman tentang tentang infeksi virus SARS-COV-2 dan mempunyai persepsi penanggulangan infeksi virus SARS-COV2 Correlations Persepsi Pengetahuan Spearman's Pengetahuan Correlation Coefficient Sig. Persepsi Correlation Coefficient Sig. DAFTAR PUSTAKA