ARUMBAE: JURNAL ILMIAH TEOLOGI DAN STUDI AGAMA Available online at: http://ojs. id/index. php/arumbae E-ISSN: 2715-775X Vol. No. 1 (Juni, 2. : 122-131 DOI: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. Relevansi Kisah Penguburan Abraham dalam Kejadian 25:7-11 bagi Perjumpaan Agama Kristen dan Islam Abraham Gerald Pakpahan Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta Email: abrahampakpahan27@gmail. Submitted: 25-05-2024 Accepted: 14-06-2024 Published: 27-06-2024 Abstract Indonesia is a pluralistic country. The Indonesian nation consists of many tribes, cultures, customs, and religions. Diversity can be a threat that gives rise to conflict on the one hand, but on the other hand, it can be an opportunity to build a life together from the diversity of potential and resources we have. Opportunities to build a life together need to be rooted in shared values of peace and This research aims to provide one of the foundations for the values of peace, dialogue and solidarity between religious communities, especially between Christianity and Islam, by rooting it in the meaning of the Biblical narrative regarding Abraham's burial in Genesis 25:7-11. With a hermeneutic approach, the author focuses on the events of Abraham's burial, especially the presence of Isaac and Ishmael to bury their father. The story of the meeting of Isaac and Ishmael, two figures who were later seen as representatives of Christianity and Islam, became the basis for weaving meaning and relevance for encounters and dialogue between two different religious communities. Keywords: AbrahamAos Burial. Isaac and Ishmael. the Encounter of Christianity and Islam Abstrak Indonesia merupakan negara yang majemuk. Bangsa Indonesia terdiri banyak suku, budaya, adatistiadat, dan agama. Keberagaman dapat menjadi ancaman yang melahirkan konflik pada satu sisi, tetapi pada sisi lain dapat menjadi peluang membangun kehidupan bersama dari keberagaman potensi dan sumber daya yang dimiliki. Peluang membangun kehidupan bersama perlu mengakar pada nilai-nilai perdamaian dan solidaritas bersama. Penelitian ini bertujuan untuk menyodorkan salah satu fondasi nilai perdamaian, dialog, dan solidaritas antarumat beragama, terutama antara agama Kristen dan Islam, dengan mengakar pada pemaknaan narasi Alkitab mengenai penguburan Abraham dalam Kejadian 25:7-11. Dengan pendekatan hermeneutik. Penulis memfokuskan peristiwa penguburan Abraham, terutama kehadiran Ishak dan Ismael untuk menguburkan ayah Kisah perjumpaan Ishak dan Ismael, dua tokoh yang di kemudian hari dipandang sebagai representasi Kristen dan Islam, menjadi basis merajut makna dan relevansinya bagi perjumpaan dan dialog antara kedua umat beragama yang berbeda. Kata-kata Kunci: Penguburan Abraham. Ishak dan Ismael. Perjumpaan Islam-Kristen. @ Copyright: Authors 2024 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 Generic License Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 1 (Juni, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. PENDAHULUAN Indonesia adalah negara majemuk, yang terdiri dari beragam suku bangsa atau etnisitas, budaya, bahasa, dan agama. Beragam perbedaan, termasuk agama di negara Indonesia dipersatukan dalam semboyan AuBhineka Tunggal IkaAy yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Kenyataan pluralitas Indonesia dapat menjadi peluang dan kekuatan membangun bangsa, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ancaman membenturkan dan menciptakan konflik antarmasyarakat. 1 Perbedaan-perbedaan ajaran dan tradisi, jika tidak dikelola dengan baik, dapat memberi celah untuk memantik pertikaian dan pertengkaran Banyak contoh kasusu pertengkaran antaragama di Indonesia. Pada tahun 2015. Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pasir Mas Kota Banjarmasin mengalami kesulitan mendirikan bangunan hingga diusir oleh warga setempat. 3 Di kota Cilegon, terjadi penolakan kepada orang Kristen yang mencoba mendirikan tempat beribadah. Perlakuan intoleransi ini terjadi sebagai bentuk ekspresi permusuhan dari sebagian kelompok masyarakat yang dianggap sebagai mayoritas. 4 Contoh kasus yang memperlihatkan tindakan intoleransi yang dialami masyarakat Kristen, tidak berarti bahwa masyarakat Kristen tidak melakukan hal yang sebaliknya kepada masyarakat Islam. Kejadian intoleransi yang dilakukan oleh agama Kristen terlihat dalam peristiwa pengrusakan mesjid An Nur di Talake Ambon pada 16 April 2004. Warga Kristen menyerang mesjid ini dengan menggunakan senjata rakitan. Berangkat dari kenyataan konteks tersebut, penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah titik perjumpaan antarkedua komunitas agama melalui interpretasi salah satu narasi kitab suci. Penulis berusaha menafsirkan penguburan Abraham yang dilakukan oleh Ishak dan Ismael dalam Kejadian 25:7-11. Pendekatan secara literatur dilakukan oleh penulis karena Ishak dan Ismael, di kemudian hari dijadikan sebagai Prasetio L. Th Matitaputty. AuMerawat Hidup Bersama Di Tengah Kemajemukan Dan Konflik Antarumat Beragama,Ay ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama 3, no. Sudianto Manullang. AuKonflik Agama Dan Pluralisme Agama Di Indonesia,Ay Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 4, no. 1 SE-Articles (December 2. : 100. Bayani Dahlan and Rabiatul Aslamiyah. AuProblematika Pendirian Rumah Ibadat Umat Minoritas Di Kalimantan Selatan,Ay Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah 21, no. 1 (June 2. : 67. Iis Munawaroh and Wahid Abdul Kudus. AuINTOLERANSI AGAMA BAGI KEHIDUPAN MASYARAKAT MINORITAS DI KOTA CILEGON-BANTEN,Ay EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI) 6, no. 1 (June 2. : 154. Cornelis Lay. AuKekerasan Atas Nama Agama: Perspektif Politik,Ay Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 13, 1 . : 9. Relevansi Kisah Penguburan Abraham dalam Kejadian 25:7-11 bagi Perjumpaan Agama Kristen dan Islam Abraham Gerald Pakpahan representasi kedua komunitas. Kristen dan Islam. Menurut Agustinus Setiawidi. Ishak dan Ismael bersama-sama menguburkan atau mengantarkan orang tuanya ke tempat peristirahatan terakhirnya. 6 Kebersamaan kedua saudara ini mendukung pendapat dari Victor Hamilton bahwa tindakan yang dilakukan Ishak dan Ismael dapat dibandingkan dengan reuni Esau dan Yakub yang memperlihatkan bahwa cinta saudara tidak akan hilang dan hadir ketika berada di pemakaman ayah mereka. Di sisi lain. Ekaterina Kozlova justru mengemukakan bahwa kehadiran Ismael dalam penguburan Abraham dianggap sebagai perselisihan warisan yang terjadi di antara Anggapan ini muncul karena budaya Israel kuno sudah berkewajiban untuk menguburkan orang tuanya yang telah meninggal dan menerima warisan. Setelah kematian Abraham. Ismael yang merupakan anak sulung secara lahiriah mungkin berusaha untuk mendapatkan ahli waris karena dia merupakan anak sulung dan telah melakukan tugasnya untuk mengubur ayahnya. 8 Penelitian Kozlova berupaya memperlihatkan bahwa penguburan Abraham bukan sebagai tindakan saudara yang saling bekerja sama, melainkan kedatangan Ismael karena adanya unsur kepentingan yang dimiliki oleh Ismael. Pendapat Kozlova tersebut, cenderung menggiring pembaca agar melihat hubungan yang dimiliki oleh Ishak dan Ismael semakin tidak harmonis. Penelitian yang dilakukan oleh Hamilton dan Setiawidi hanya menunjukkan bahwa Ishak dan Ismael bersama-sama menguburkan ayah mereka. Penulis melihat pertemuan Ishak dan Ismael untuk menguburkan ayah mereka dapat memberikan peluang mengembangkan suatu bentuk perjumpaan atau model dialog antaragama Kristen dan Islam. Setiawidi mengutip tulisan Carol Bakhos yang berjudul AuThe Family of Abraham Jewish. Muslims, and ChristiansAy bahwa sejak Abad Pertengahan. Ishak dan Ismael telah menjadi representasi dari orang Yahudi dan Arab atau Yudaisme dan Islam. Ketika dimaknai kembali dalam konteks Indonesia, kedua anak Abraham tersebut dianggap merepresentasikan agama Kristen dan Islam di Indonesia. Berbeda dari penelitian-penelitian sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan hubungan Ishak dan Ismael yang dianggap Agustinus Setiawidi. AuIsmael Dan Ishak- Bukan Ismael Atau Ishak,Ay in Berteologi Dalam Sejarah: Masa Lalu Memanusiakan. Masa Depan Yang Purnakala, ed. Asteria Aritonang (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , 339. Victor P Hamilton. The Book of Genesis Chapters 18-50 (Michigan: William B. Eerdmans Publishing Co, 1. , 168. Ekaterina E. Kozlova. AuAbrahamAos Burial (Genesis 25. : An Idyllic Burial or a Dispute over Inheritance?,Ay Journal for the Study of the Old Testament 42, no. 2 (December 2. : 182. Setiawidi. AuIsmael Dan Ishak- Bukan Ismael Atau Ishak. Ay Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 1 (Juni, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. merepresentasikan agama Kristen dan Islam untuk menjadi suatu model perjumpaan dan dialog agama Kristen dan Islam di Indonesia. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan tafsir naratif terhadap Kejadian 25:7-11. Penelitian yang dilakukan dengan penafsiran teks memberikan kesempatan untuk mengembangkan serta memahami teks Kejadian 25:7-11 secara baik sebagai suatu narasi dan mengkontekstualisasi pada perjumpaan antara agama Kristen dan Islam di Indonesia. Dalam pendekatan naratif, alur narasi, peristiwa, tokoh, dan seting cerita menjadi sangat penting dimaknai untuk menangkap pesan dari narasi. Dalam penelitian ini, narasi Kejadian 25:7-11, penulis melakukan analisis mengikuti alur yang dimulai dari makna penguburan dalam Perjanjian Lama, pertemuan Ishak dan Ismael untuk mengubur Abraham, makna berkat Tuhan dari Abraham kepada anak-anak-nya, relasi saling menghargai, dan diakhiri dengan relevansi narasi ini bagi perjumpaan antaragama. HASIL DAN PEMBAHASAN Penguburan dalam Perjanjian Lama Dalam bahasa Ibrani, penguburan berasal dari kata A( cAqaba. A( cAqaba. sebagai kata benda, secara konsisten mengacu kepada kuburan, lubang yang digali, atau struktur batu yang sesuai ketika mayat manusia ditempatkan, dan sebagai kata kerja merupakan proses membawa mayat ke kuburan serta menguburkannya di tempat tersebut. Penguburan merupakan peristiwa penting bagi masyarakat Timur Dekat Kuno. Hal ini terbukti dengan berbagai cerita mengenai penguburan dalam Alkitab dan berbagai tulisan kuno yang lain. Adat penguburan kuno di Palestina terlihat dalam tradisi yang terjadi di dalam gua Makhpela tempat Sarah dikuburkan (Kej. Abraham dikuburkan (Kej. Ishak. Ribka. Lea (Kej. , dan Yakub (Kej. Tempat pemakaman atau tempat penguburan tidak hanya menjadikan gua sebagai tempat, melainkan juga menyebutkan nama tempat atau kota. Contohnya Harun dikuburkan di Moserah (Ul. Musa di lembah Moab (Ul. Yosua dimakamkan di Timnat-Serah (Yos. Yefta di Gilead (Hak. Simson antara Zorah dan Esthaol di makam ayahnya (Hak. K Koch. AuAcA,Ay in Theological Dictionary of The New Testament Vol. Xi, ed. Johannes Botterweck (USA: Wm. Eerdmans Publishing Co, 2. , 492. Relevansi Kisah Penguburan Abraham dalam Kejadian 25:7-11 bagi Perjumpaan Agama Kristen dan Islam Abraham Gerald Pakpahan Saul dan Yonatan di Yabesh . Sam. Daud dan Salomo di kota Daud . Raj 2:10. Kitab Pentateukh menjelaskan bahwa kuburan merupakan suatu kepemilikan yang Kuburan merupakan bagian kecil dari kepemilikan yang dianggap sebagai patriark di tanah perjanjian. Penulis menganggap kuburan sebagai hal yang penting sehingga cerita mengenai penguburan dan lokasi penguburan disampaikan dengan baik. Hal ini terlihat ketika dijelaskan upaya mengumpulkan kepada suatu kaum ketika ingin dikuburkan. Makam para leluhur dan berkumpulnya keluarga setelah kematian para leluhur merupakan hal yang penting dalam Perjanjian Lama khususnya dalam kitab Pentateukh. Pentingnya dikuburkan dalam satu leluhur terlihat ketika Abraham dan Sarah dikuburkan bersama (Kej 23:1-. Bukan hanya Abraham dan Sarah, tetapi Ishak dan Ribka serta Lea dan Yakub dikuburkan bersama di gua Makhpela (Kej 49:30. Pertemuan Ishak dan Ismael untuk Mengubur Abraham Menurut Kejadian 25: 7-11. Abraham meninggal ketika ia mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun. Jenazah Abraham dikuburkan di dalam gua Makhpela yang merupakan tempat dikuburnya makam keluarga Abraham. Ishak dan Ismael terlihat di dalam teks bersama-sama atau bersatu kembali untuk menguburkan Abraham. Hal ini sama seperti Yakub dan Esau yang berkumpul untuk menguburkan ayah mereka. 13 Ungkapan Aumaka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnyaAy menjelaskan bahwa ada proses penyatuan makam yang kerap terjadi di dalam Perjanjian Lama yang terlihat dalam kematian . dan penguburan . Penguburan dalam Perjanjian Lama juga ditandai dengan berkumpulnya sanak saudara ketika seseorang meninggal dan dikuburkan, karena mereka memahami bahwa tidak ada kelangsungan hidup yang akan datang. Pada saat yang sama, ketika anak-anak sanak saudara atau keluarga berkumpul dalam suasana kematian orang tuanya, merupakan suatu momen penting bagi keberlanjutan hubungan solidaritas keluarga yang tidak terputus bahkan setelah kematian. William L Reed. AuBurial,Ay in The Interpreters Dictionary Of The Bible, ed. George Arthur Buttrick (Nashville: Abingdon Press, 1. , 474Ae475. Koch. AuAcA. Ay Gordon J Wenham. World Biblical Commentary Genesis 16-50 (Michigan: Zondervan, 1. Hamilton. The Book of Genesis Chapters 18-50. Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 1 (Juni, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. Persaudaraan yang Diberkati: Berkat Tuhan bagi Anak-anak Abraham Jika melihat Kejadian 25:7-11, pada alur penutup perikop terlihat bahwa Allah memberkati Ishak setelah kematian Abraham. Dalam bagian penutup dinyatakan bahwa Ausetelah Abraham mati. Allah memberkati Ishak, anaknya itu. Ay Berkat yang diterima oleh Ishak merupakan kali kedua berkat di dalam narasi Kejadian berpindah dari suatu perjanjian yang dibuat Allah menjadi kenyataan . al yang nyat. Jika pada Kejadian 24:1 dituliskan bahwa Tuhan telah memberkati Abraham. maka Kejadian 25:11 memperlihatkan Tuhan memberkati Ishak. Berkat yang diberikan Tuhan kepada Ishak merupakan penegasan kembali dari tindakan yang telah dilakukan oleh Abraham dalam memberikan segala harta yang dimilikinya (Kej. Ishak menerima berkat di umur yang berbeda dengan Abraham. Jika Abraham menerima berkat di masa tuanya, maka Ishak menerima berkat ketika ia menuju dewasa. 15 Tuhan memberikan berkat kepada Ishak sebagai bentuk janji-Nya Abraham. Menjadi pertanyaan dasar, apakah hanya Ishak yang diberkati oleh Tuhan? Jawabannya adalah tidak. Ismael juga diberkati oleh Tuhan. Kejadian 17:20 memperlihatkan bahwa Ismael diberkati oleh Tuhan. Dinyatakan bahwa. Autentang Ismael. Aku telah mendengarkan permintaanmu. ia akan Kuberkati. Kubuat beranak cucu dan sangat banyak:. Ay. Di dalam perikop yang sama yaitu ayat 26 dituliskan Aupada hari itu juga Abraham dan Ismael, anaknya, disunatAy. Hal ini memperlihatkan bahwa Tuhan memberkati Ismael. Kata AudisunatAy merupakan kata penting untuk memberikan status kepada Ismael bahwa ia ikut bersama dengan Abraham menerima perjanjian yang diberikan oleh Tuhan. Jika perjanjian Allah kepada Abraham berupa keturunan yang besar, tanah yang melimpah, dan relasi Tuhan dengan bangsa-Nya, maka Ismael juga menerima berkat dari perjanjian 17 Dengan demikian, sebagai sesama saudara. Ishak dan Ismael, sama-sama memperoleh berkat dari Allah. Ishak menghargai Lahar-Roi sebagai Tempat Kelahiran Ismael Lahar-Roi merupakan tempat yang berarti bagi Ismael dan Hagar karena di tempat tersebut. Tuhan mendengar seruan Hagar. Tempat Lahar-Roi merupakan tempat kesaksian Ibid. Nahum M Sarna. Genesis Commentary (Philadelphia: Jewish Publication Society, 1. , 174. Danang Kristiawan. AuNamaku Ismael. Keturunan Abraham. Umat Allah: Dekonstruksi Terhadap Citra Ismael Dan Allah Naratif,Ay GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian . : 7. Relevansi Kisah Penguburan Abraham dalam Kejadian 25:7-11 bagi Perjumpaan Agama Kristen dan Islam Abraham Gerald Pakpahan Hagar kepada Tuhan sehingga nama tersebut memiiliki arti Tuhan telah melihat dan Allah yang mendengar dan melihat seruan Hagar juga berdampak kepada arti nama yang diberikan kepada Ismael yaitu Tuhan telah mendengar . Kej. Menurut Nahum Sarna, kedatangan Ishak ke Lahar-Roi adalah untuk menunjukkan dominasi kekuasaan kepada saudaranya Ismael. Menurut saya, pendapat yang diberikan oleh Sarna memperlihatkan sifat tinggi hati yang dimiliki oleh Ishak. Jika kedatangan Ishak hanya untuk menunjukkan kekuasaan yang dimilikinya, maka tindakan itu memberi dugaan ada kesombongan yang dimiliki oleh Ishak dengan anggapan bahwa hanya dialah yang diberkati oleh Tuhan. Penulis lebih tertarik melihat kedatangan Ishak ke Lahar-Roi sebagai bentuk menghargai tempat saudaranya Pada masa kini tempat kelahiran menjadi tempat yang wajib untuk dikunjungi seseorang sebagai pengingat bahwa tempat itu penting baginya atau bermakna. Kedatangan seseorang ke tempat kelahiran saudaranya merupakan tindakan menghargai saudaranya tersebut karena menganggap bahwa tempat itu juga menjadi bagian dari dirinya sehingga ia mengunjungi tempat tersebut. Oleh karena itu jika melihat tindakan yang dilakukan oleh Ishak dapat dipahami sebagai bentuk menghargai tempat saudaranya dilahirkan, maka memberikan pandangan bahwa tindakan ini sebagai bentuk menjaga hubungan kekerabatan yang harmonis antar saudara. Relevansi Pertemuan Ishak dan Ismael bagi Perjumpaan Kristen dan Islam Narasi penguburan Abraham oleh anak-anaknya dapat menjadi inspirasi untuk membangun perjumpaan dan dialog antaragama di masa kini. Dialog agama-agama Abrahamik menciptakan pemahaman tokoh Abraham sebagai Abraham yang inklusif. Tokoh Abraham sering dilihat sebagai simbol harapan dalam pertemuan Kristen dan Islam dan diakui sebagai penasihat dan pembimbing secara spiritual dalam kedua agama 20 Penokohan Abraham yang inklusif melahirkan perdamaian dan saling menghormati dalam keberagaman. Abraham bukan hanya dimiliki oleh agama tertentu. S De Claisse-Walford. AuIshmael, the QurAoAn, and the Bible,Ay Acta Theologica Supp, no. 27 (July 2. : 153Ae154. Sarna. Genesis Commentary. Bobby Kurnia Putrawan and Edward Everson Hanock. AuAbrahamAos Legacy: Togetherness of Christian and Islamic Faith,Ay Jurnal Theologia 33, no. 1 (June 2. : 22. Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama. Vol. No. 1 (Juni, 2. Doi: https://doi. org/ 10. 37429/arumbae. namun agama lain juga memilikinya. 21 Agama Kristen. Yahudi, dan Islam mengakui Abraham sebagai tokoh penting bagi ketiga agama tersebut. Jika Abraham dapat menjadi titik temu antaragama, maka Ishak dan Ismael juga memiliki potensi untuk menjadi titik temu antara agama Kristen dan Islam. Kejadian 25:711 menjadi titik perjumpaan dan dialog agama dengan bertemunya Ishak dan Ismael Abraham. Pertemuan mengesampingkan ego, membuka sudut pandang bahwa mereka memiliki hubungan yang baik dan mengutamakan kasih antar saudara. Tindakan yang dilakukan oleh Ishak untuk mendatangi Lahar-Roi merupakan tindakan yang dilakukan oleh Ishak untuk menghargai tempat yang berharga bagi saudaranya Ismael. Ishak berdasarkan narasi ini tidak memiliki dendam kepada saudaranya Ismael sehingga ia berdiam di Lahar-Roi. Teks ini memperlihatkan bahwa kedatangan Ishak ke Lahar-Roi tidak menunjukkan adanya kepentingan atau bahkan ingin mengancam Ismael. Kata AudiamAy atau AumenetapAy (TB. memperlihatkan bahwa ia beristirahat di tempat kelahiran saudaranya Ismael. Penafsiran yang sifatnya kontekstual dan berusaha membangun titik temu antar agama perlu dilakukan untuk membawa diskusi yang baik kepada agama lain. Sebagai contoh, di Indonesia tokoh Ishak dan Ismael digunakan sebagai tempat beribadah yaitu AuGereja Ismail dan Masjid IshakAy. Tindakan ini merupakan langkah konkret simbol moderasi beragama di Alor. Tempat ibadah ini merupakan monumen yang mengabadikan relasi yang harmonis antara Kristen dengan Islam yang terjalin dalam ikatan persaudaraan, solidaritas, dan kerja sama. 22 Kedua rumah ibadat tersebut memperlihatkan relasi toleransi yang memperlihatkan pro-eksistensi. Perbedaan keyakinan disikapi secara moderat dengan merawat dan saling mendukung. Berdirinya kedua bangunan tersebut menunjukkan pluralisme yang memengaruhi komunalisme. KESIMPULAN Indonesia sebagai negara yang majemuk memerlukan kajian atau penelitian yang mengangkat sifat toleransi dalam masyarakat. Kejadian 25:7-11 menjadi fondasi bagi perjumpaan dan dialog agama Kristen dan Islam. Penguburan Abraham menjadi bukti Yonky Karman. AuAbraham Inklusif: Sebuah Titik Temu Trialog Agama-Agama Abrahamik,Ay Jurnal Jaffray 17, no. 2 (September 2. : 200. Sabara. AuGEREJA ISMAIL-MASJID ISHAK:SIMBOL MODERASI BERAGAMA DALAM RELASI KRISTEN-ISLAMDI KABUPATEN ALOR. NTT,Ay Mimikri: Jurnal Agama dan Kebudayaan 9, 2 . : 266. Relevansi Kisah Penguburan Abraham dalam Kejadian 25:7-11 bagi Perjumpaan Agama Kristen dan Islam Abraham Gerald Pakpahan bahwa kedua saudara ini memperlihatkan solidaritas atau persekutuan persaudaraan untuk bersama menguburkan ayah mereka. Hal ini memperlihatkan bahwa kedua saudara ini meskipun kerap digambarkan sebagai saudara yang saling bermusuhan, pada kenyataannya mereka tetap saling menyayangi satu dengan yang lain. Narasi ini memberikan sebuah jalan bersama bagi komunitas Kristen dan Islam untuk terus mewujudkan perjumpaan, solidaritas, dan perdamaian di dalam dunia. DAFTAR PUSTAKA