Gema Wiralodra. Vol 12. No 2. Oktober 2021 P-ISSN 1693-7945. E-ISSN: 2622-1969 Implementasi Ergonomi di Divisi Workshop Mechanic dan Field Service Assurance PT AuKSAy Pipit Marfiana Akademi Minyak dan Gas Balongan. Jl. Soekarno-Hatta Indramayu, pipitmarfiana123@gmail. Diterima 12 Juni 2021, disetujui 14 Oktober 2021, diterbitkan 19 Oktober 2021 Pengutipan: Marfiana. Implementasi ergonomi di divisi workshop mechanic dan field service assurance PT AuKS. Gema Wiralodra, 12. , 246-259 ABSTRAK Tujuan penelitian ini yakni mengetahui program, mengetahui prosedur, dan mengetahui implementasi dari ergonomi yang telah diterapkan di PT AuKSAy. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan sumber data primer dengan wawancara pekerja dan petugas lain yang berwenang, secara spontan. Sedangkan sumber data sekunder dari data yang sudah ada di PT AuKSAy berupa Data Check list Program 5R Ergonomi dan literatur terkait ergonomi internal PT AuKSAy. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yang dinyatakan dalam kata-kata atau kalimat terkait Implementasi Ergonomi di Divisi Workshop Mechanic dan Field Service Assurance PT AuKSAy. Kesimpulan yang dapat diambil adalah program kerja 5R yang ada di Dinas Workshop Mechanic PT AuKSAy sudah terlaksana dan terealisasikan sesuai dengan Permenakertrans RI No. 8 tahun 2020 ialah Keselamatan dan Kesehatan Kerja, pelaksanaan Program Kerja 5R di PT AuKSAy. Prosedur 5R terhadap pekerjaan handling benda berat menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) berat hal ini sudah berjalan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dalam bentuk upaya pencegahan adanya administratif. Implementasi 5R terhadap tata letak equipment yang dilakukan Dinas Workshop Mechanic PT AuKSAy sesuai Peraturan Mentri Kesehatan RI No. 48 Tahun 2016 bahwa dalam penerapan ergonomi perlunya teknik tata letak peralatan yang simetris dan memperhatikan kondisi kesehatan pekerja dan adanya evaluasi kegiatan pekerjaan dan pemeriksaan kesehatan. Dengan demikian maka implementasi ergonomi sudah dilaksanakan sehingga dapat menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, tertib dan teratur. Rekomendasi perlu adanya evaluasi serta peningkatan dalam implementasi ergonomi di Divisi Workshop Mechanic dan Field Service Assurance PT AuKSAy. Kata Kunci: Ergonomi. Kesehatan Kerja, 5R ABSTRACT The research objectives are knowing the program, knowing the procedures, and knowing the implementation of ergonomics that have been applied at PT AuKSAy. The type of research used is The data collection technique uses primary data sources by interviewing workers and other authorized officers, spontaneously. Meanwhile, secondary data sources are from existing data at PT AuKSAy in the form of Checklist Data for the 5R Ergonomics Program and literature related to internal ergonomics at PT "KS". This study uses qualitative analysis which is expressed in words or sentences related to Ergonomics Implementation in the Mechanic Workshop and Field Service Assurance Division of PT AuKSAy. The conclusion that can be drawn is that the 5R work program at the PT AuKSAy Mechanic Workshop Service has been implemented and realized by the Minister of Manpower and Transmigration of the Republic of Indonesia No. 8 of 2020 in Occupational Safety and Health, the implementation of the 5R Work Program at PT AuKSAy. The 5R procedure for handling heavy objects using the Standard Operating Procedure (SOP) has been running by Government Regulation no. 50 of 2012 concerning the implementation of Occupational Health and Safety Management, in the form of administrative prevention efforts. The implementation of 5R on the layout of the equipment carried out by the Mechanic Workshop Diterbitkan oleh: Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu. Jawa Barat P-ISSN 1693-7945. E-ISSN: 2622-1969 Gema Wiralodra. Vol 12. No 2. Oktober 2021 Service of PT AuKSAy by the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 48 of 2016 that in the application of ergonomics it is necessary to use symmetrical equipment layout techniques and pay attention to the health conditions of workers and to evaluate work activities and health checks. Thus, the implementation of ergonomics has been carried out to create a safe, comfortable, orderly, and orderly workplace. Recommendations need an evaluation and improvement in the implementation of ergonomics in the Division of Workshop Mechanic and Field Service Assurance PT AuKSAy. Keywords: Ergonomics. Occupational Health, 5R PENDAHULUAN Istilah ergonomi pertama kali dipopulerkan oleh Murel dalam buku karangannya pada tahun 1949. Menurut sejarah, ergonomic berasala dari Bahasa Yunani, yang terdiri dari dua kata, yaitu AuergonAy, dan AunomosAy. AuErgonAy memiliki arti kerja, dan AunomosAy memiliki arti hukum atau peraturan. Eklund . menjelaskan bahwa ergonomi merupakan ilmu yang mempelajari dan menerapkan informasi tentang perilaku manusia, kemampuannya, keterbatasannya serta karakter manusia lainnya guna mendesain suatu peralatan bantu, mesin, aktivitas, pekerjaan, dan lingkungannya agar semakin produktif, aman, nyaman, dan efektif pada penggunaan oleh manusia. Sedangkan. Boff . & Zink & Fischer . mendefinisikan ergonomi sebagai ilmu pengetahuan tentang kerja, yang fokus mengatur pada peningkatan kemampuan manusia untuk mendapatkan performasi kerja yang baik. Sejak 4000 tahun lalu ergonomi telah menjadi bagian perkembangan budaya manusia (Mac Leod & Nuvolari, 2. Selain itu, ergonomi selalu berkaitan dengan dua hal, yaitu engineering . erutama industrial engineering, dan safety engineerin. , dan Kesehatan (Sugiono, et al, 2. Adapun keserasian antara tenaga kerja, pentingnya suatu pengaturan layout stasiun kerja, terdapat sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki stasiun kerja, yaitu: Area kerja harus cukup luas sehingga dapat mengakomodasi seluruh aktivitas, yang memungkinkan pekerja dapat bergerak secara bebas untuk melakukan pekerjaannya dan menyediakan ruangan untuk peralatan dan material yang diperlukan selama proses kerja. Sangat penting untuk melakukan identifikasi peralatan yang sering digunakan selama waktu Dekstop diatur sedemikian rupa sehingga, objek yang sering digunakan ditempatkan dekat dengan pekerja untuk menghindarkan jangkauan yang berlebihan. Letakkan peralatan kerja, bahan atau barang-barang yang sering digunakan pada area kerja primer, dan peralatan kerja, bahan atau barang-barang yang agak sering digunakan atau untuk periode singkat pada Diterbitkan oleh: Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu. Jawa Barat P-ISSN 1693-7945. E-ISSN: 2622-1969 Gema Wiralodra. Vol 12. No 2. Oktober 2021 area kerja sekunder. Gunakan area penyimpanan seperti rak, filling kabinet dan sejenisnya dengan posisi di bagian depan dari garis atas kepala untuk menyimpan material dan peralatan yang jarang digunakan (Tarwaka, 2. Tidak hanya itu penerapan serta pelaksanaan ergonomi di tempat kerja di mulai dari yang simpel serta pada tingkatan individual terlebih dulu. Rancangan ergonomi hendak bisa tingkatkan efisiensi, daya guna serta produktivitas kerja, dan bisa menghasilkan sistem dan area yang sesuai, nyaman, aman serta sehat. Ada pula tujuan pelaksanaan ergonomi berikut ini : Tingkatkan kesejahteraan raga serta mental dengan meniadakan beban kerja adanya penghargaan . aga serta menta. , menghindari penyakit akibat kerja, serta tingkatkan kepuasan kerja. Tingkatkan kesejahteraan sosial dengan jalur tingkatkan mutu kontak sesame pekerja, pengorganisasian yang lebih baik serta menghidupkan sistem kebersamaan dalam tempat kerja. Berkontribusi di dalam penyeimbang rasional antara aspek- aspek metode, ekonomi, antropologi serta budaya dari sistem manusia- mesin buat tujuan tingkatkan efisiensi sistem manusia- mesin (Tarwaka, 2. Selanjutnya untuk memprediksi potensi pengaruh pekerjaan pada tubuh pekerja. Selain itu, untuk mengevaluasi kesesuaian tempat kerja, peralatan kerja dengan pekerja saat bekerja. Sedangkan untuk meningkatkan keuntungan, pendapatan, kesehatan dan kesejahteraan untuk individu dan institusi (Sumama et al, 2. 5S merupakan singkatan dari istilah dalam bahasa Jepang Seiri. Seiton. Seisou. Seiketsu, dan Shitsuke. Ada juga yang menerjemahkan kedalam Bahasa Inggris menjadi lima kata berawal huruf S, yaitu: Sort. Straighten. Sweep. Standardise. Systemise (Islam, 2. Ada juga yang menerjemahkan kedalam Bahasa Inggris 5S menjadi 5C, yaitu Clear Out. Configure. Clean and Check. Conformity. Custom and Practice. Karena kedua istilah terjemahan tersebut memiliki makna yang hamper sama, maka istilah tersebut dikenal sebagai 5S/5C. Pada konteks Indonesia biasa diistilahkan dengan 5R: Ringkas. Rapih. Resik. Rawat. Rajin. 5R merupakan suatu pendekatan praktis yang dikembangkan dalam melaksanakan perbaikan tempat kerja oleh karyawan sendiri, agar lingkungan menjadi aman, nyaman, tertib dan teratur. Antara lain sebagai berikut: Seiri / Ringkas: Systemizing and Standardisation (Sistematisasi dan Standarisasi, atau pemanfaatan peralata. pada tahap awal ini adanya klasifikasi, seleksi alat, bahan dan perlengkapan yang sesuai untuk masingmasing tugas atau kegiatan, seleksi informasi, dan pencatatan yang diperlukan untuk Diterbitkan oleh: Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu. Jawa Barat P-ISSN 1693-7945. E-ISSN: 2622-1969 Gema Wiralodra. Vol 12. No 2. Oktober 2021 melaksankan tugas(Hutchins, 2. Seiton / Rapih: Sorting (Merapika. tahap mencari tempat yang tepat untuk menyimpan barang dan pengaturan umum tempat kerja. Seisou / Resik: Sweeping (Membersihka. atau menjaga agar tempat kerja tetap bersih (Hutchins. Menyimpan hanya barang dan informasi yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas (Hutchins, 2. Seiketsu/Rawat: Sanitising (Kesehatan, hygien. suatu langkah menciptakan kondisi yang bersih dan sehat. mengecek cahaya, polusi lingkungan, suara, temperature, dan sebagainya. Menjaga catatan agar terlihat untuk mempermudah evaluasi dan pemahaman (Hutchins, 2. Shitsuke / Rajin: Self discipline . isiplin dir. merupakan langkah menumbuhkan kebiasaan melihat prosedur dan peraturan, dalam hal ini adanya pengendalian dan pengarahan diri (Hutchins, 2. Selanjutnya, program 5R merupakan budaya tentang bagaimana seseorang memperlakukan tempat kerjanya secara benar. Bila tempat kerja tertata rapi, bersih dan tertib, maka kemudahan bekerja perorangan dapat diciptakan (Jahja, 2. Adapun maksud dan tujuan penerapan 5R yaitu hal ini akan berdampak terhadap biaya/cost, apabila tempat kerja menerapkan Ringkas. Rapih. Resik. Rawat. Rajin maka biaya operasional menjadi murah dengan langkah-langkah yang dilakukan serta strategi penerapan 5R. Strategi penerapan 5R yaitu Dipaksa: untuk membuat menjadi punya etos kerja yang baik maka harus dipaksa, oleh karena itu buat aturan yang baik (Jumadi, 2. Terpaksa: untuk membuat menjadi punya etos kerja yang baik maka harus dikendalikan dengan system, oleh karena itu desain system kerja yang baik. Bisa: untuk membuat menjadi punya etos kerja yang baik maka harus dibiasakan oleh karena itu perlu adanya proses pembelajaran sampai tahu sehingga akan menjadi bisa (Jumadi, 2. Biasa: untuk membuat menjadi punya etos kerja yang baik maka harus dibiasakan memberikan penanman sikap supaya terus termotivasi sehingga menjadi kebiasaan yang baik (Jumadi, 2. Budaya : untuk membuat menjadi punya etos kerja yang baik maka harus menanamkan budaya yang mengarah pada perilaku yang pada belief sehingga akan menjadi budaya kerja yang baik (Jumadi, 2. PT AuKSAy ialah Tubuh Usaha Kepunyaan Negeri (BUMN) yang bergerak di bidang penciptaan Baja. Industri ini mempunyai Pabrik Baja yang sanggup menunjang pertumbuhan industri nasional yang mandiri, bernilai tambah besar serta mempengaruhi untuk pembangunan Ekonomi Nasional. Fakta dan data kasus kecelakaan kerja diindonesia Diterbitkan oleh: Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu. Jawa Barat P-ISSN 1693-7945. E-ISSN: 2622-1969 Gema Wiralodra. Vol 12. No 2. Oktober 2021 setiap tahun rata-rata sekitar 2. 562 pekerja meninggal karena kecelakaan kerja. Pada tahun 2015-2018 tujuh pekerja meninggal setiap hari karena kecelakaan kerja. Pada tahun 2012 074 kasus kecelakaan kerja tiap tahun, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 000 jiwa. Dan korban jiwa akibat kecelakaan kerja pada tahun 2015 ssejumlah 2. sedangkan di tahun 2018 sejumlah 2. Sejumlah 49,86 juta atau 54,8% dari 90,9 juta tenaga kerja terdaftar sebagai peserta BP JAMSOSTEK terdampak kecelakaan kerja. Dari beberapa kajian keselamatan dalam suatu pekerjaan memperlihatkan bahwa faktor manusia merupakan aspek yang perlu perhatian lebih pada proyek, perkantoran maupun pabrik dalam rangka pencegahan kecelakaan kerja. Setiap aktivitas pasti berpotensi terdapat bahaya. Bahaya dari suatu kegiatan konstruksi salah satunya adalah bahaya ergonomi. Laporan dari Departemen Kesehatan pada tahun 2005 mencatat bahwa sekitar 40,5% penyakit yang diderita pekerja berhubungan dengan pekerjaannya, dimana 16% terkena gangguan musculoskeletal disorder. Dari fenomena tersebut bahaya ergonomi yang mendominasi bahkan bereskalasi menjadi kecelakaan kerja di sektor pabrik ataupun pertambangan maka menjadi penting untuk menelisik lebih jauh peran ergonomi dalam mencegah kecelakaan kerja di bidang pabrik. Dalam uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa ini secara umum akan dikaji bagaimana Penerapan Ergonomi yang sudah diterapkan di Dinas Workshop Mechanic PT AuKSAyini. Adapun tujuan penelitian yang ingin diketahui yakni Mengetahui program kerja 5R di Dinas Workshop Mechanic PT AuKSAy, prosedur pencegahan musculoskeletal pekerjaan handling berat di Dinas Workshop Mechanic PT AuKSAy, implementasi tata letak equipment yang Ergonomi di Dinas Workshop Mechanic PT AuKSAy. METODE PENELITIAN Penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Desain Deskriptif yaitu suatu metode penelitian dilakukan dengan tujuan utama membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu keadan secara objektif (Notoatmodjo, 2. Selain itu ada juga yang mengartikan penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung saat ini atau saat yang lampau. Penelitian ini, bisa mendeskripsikan suatu keadaan saja, tetapi bisa juga mendeskripsikan keadaan dalam tahap-tahap perkembangannya, penelitian demikian disebut penelitian perkembangan (Fitrah & Luthfiyah, 2. Diterbitkan oleh: Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu. Jawa Barat P-ISSN 1693-7945. E-ISSN: 2622-1969 Gema Wiralodra. Vol 12. No 2. Oktober 2021 Adapun Teknik pengumpulan data menggunakan sumber data primer dengan wawancara pekerja dan petugas lain yang berwenang, secara spontan terkait Implementasi Ergonomi di Divisi Workshop Mechanic dan Field Service Assurance PT AuKSAy serta observasi lapangan. Data primer adalah data asli yang dikumpulkan sendiri oleh periset untuk menjawab masalah risetnya secara khusus, data primer diperoleh langsung dari sumbernya missal pendapat karyawan sehingga periset menjadi Autangan pertamaAy yang memperoleh data tersebut (Istijanto, 2. Sedangkan sumber data sekunder dari data yang sudah ada di PT AuKSAy berupa Data Check list Program 5R Ergonomi dan literatur terkait ergonomi internal PT AuKSAy. Data sekunder yang didefinisikan sebagai data yang telah dikumpulkan pihak lain, bukan oleh periset sendiri, untuk tujuan lain, yang artinya sekedar mencatat, mengakses, atau meminta data tersebut yang sudah berwujud informasi dan sudah disediakan pihak lain secara berkala atau pada waktu tertentu (Istijanto, 2. Oleh sebab itu dalam penulisan ini setelah didapatkan hasil dibuat suatu data analisis kualitatif yang dinyatakan dalam kata-kata atau kalimat terkait Implementasi Ergonomi di Divisi Workshop Mechanic dan Field Service Assurance PT AuKSAy. Data kualitatif yang berbentuk kata-kata tersebut disisihkan untuk sementara, karena akan sangat berguna untuk menyertai dan melengkapi gambaran yang diperoleh (Arikunto, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Program kerja 5R di Dinas Workshop Mechanic PT AuKSAy Berdasarkan hasil penelitian di PT AuKSAy tepatnya di Divisi Health Safety and Environment penyusun melakukan pengambilan data di lapangan, yaitu di Dinas Workshop Mechanic (Workshop II), kemudian melakukan evaluasi terhadap penerapan ergonomi dengan tahapan sebagai berikut: Mengetahui Program Kerja 5R. Mengetahui Pencegahan Musculoskeletal Pekerjaan Handling Benda Berat. Mengetahui Tata Letak Equipment yang Ergonomi. Adapun Program Kerja 5R mengenai Ergonomi dari hasil kajian dokumen serta pengamatan di lapangan didapat Program Kerja 5R di wilayah Workshop Mechanic (Workshop II) yang sudah dilaksanakan sebagai berikut : Diterbitkan oleh: Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu. Jawa Barat P-ISSN 1693-7945. E-ISSN: 2622-1969 Gema Wiralodra. Vol 12. No 2. Oktober 2021 Tabel 1. Program Kerja 5R mengenai ergonomi Metode Plan Check Action Kegiatan Identifikasi Masalah Penyusunan Program Kerja Kick Off Pelaksanaan 5R Revisi Layout / Struktur Pelaksanaan Ringkas Ulang Perbaikan Layout Penataan Barang Sesuai Layout / Denah Pelabelan Barang Sesuai Identitas Pelaksanaan Rawat Pertemuan Rutin 5R Selasa. Pukul 10:00 WIB Audit Internal (Menyesuaikan Jadwal Divis. Apel Mutu. Rabu Minggu Ke-IV Tiap Bulan Melengkapi Standar Berdasarkan table diatas PT AuKSAy memiliki program kerja 5R berkaitan dengan ergonomi menggunakan metode PDCA yaitu Plan. Do. Check, and Action, yang rutin dilakukan setiap Berdasarkan hasil, didapatkan checklist hasil pelaksanaan 5R yang ada di Dinas Workshop Mechanic (Workshop II) sebagai berikut: Tabel 2. Checklist Pelaksanaan 5R No. Nama Bagian Standar 5R Lantai Jalur Hijau Disapu Dibersihan / Di Pel Dinding Dibersihan / Di Lap Pelaksanaan Harian Mingguan Mingguan Penerangan Diperiksa Kondisi & Fungsinya Mingguan Barang Proses/ Material Rak Spare Mesin Dan Tools Harian Bulanan Harian Mingguan Mesin Dan Perlengkapannya Dibersihkan Di Cek Label / Marking Dibersihkan Di Cek Label / Status Fungsinya Dibersihkan Di Cek Kondisi & Fungsinya Harian Mingguan Diterbitkan oleh: Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu. Jawa Barat P-ISSN 1693-7945. E-ISSN: 2622-1969 Alat Kebersihan Gema Wiralodra. Vol 12. No 2. Oktober 2021 Diperiksa Kondisi & Jumlahnya Mingguan Berdasarkan tabel di atas PT AuKSAy dalam pelaksanaannya program 5R dilaksanakan dan dijadwalkan per hari dan per minggu, berikut beberapa hasil pelaksanaan 5R yaitu: Ringkas (Merapihka. : Peralatan dipilah dan disesuaikan dengan jenisnya agar tidak tercampur dengan peralatan lain. Rapih (Menyusun & Memila. : Peralatan seperti Tang. Kunci Pas. Obeng disusun rapih mulai dari ukuran yang kecil ke ukuran yang besar di ruang Tools Room dan diberi nomor agar mudah mengambilnya pada saat diperlukan. Resik (Membersihka. Tempat penyimpanan peralatan dibersihkan setiap hari agar menjaga kebersihan ruangan Rawat (Pemeliharaa. : Peralatan yang sudah selesai dipinjam akan diperiksa dan Rajin (Perilak. : Pekerja yang meminjam peralatan harus menempatkan kembali pada posisi peralatan sesuai tempat dan jenisnya. Prosedur pencegahan musculoskeletal pekerjaan handling berat di Dinas Workshop Mechanic PT AuKSAy Salah satu prosedur 5R Ergonomi terhadap pekerjaan Handling benda berat di PT AuKSAy di area dinas Workshop Mechanic terdapat berbagai jenis dan bentuk alat maupun mesin yang akan diperbaiki serta berat yang berbeda-beda, maka dari itu Dinas Workshop Mechanic menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengangkatan material dengan menggunakan Bridge Crane. Pada Pekerjaan yang dilakukan di Dinas Workshop Mechanic sebagian besar melakukan kegiatan manual handling seperti mengangkat, menurunkan, mendorong, menarik, menahan dan memindahkan benda. Untuk itu agar pekerjaan menjadi ergonomis dan menghindari pekerja terkena cidera musculoskeletal, digunakanlah alat bantu Bridge Crane yang berfungsi untuk membantu handling benda yang besar dan berat. Implementasi tata letak equipment yang Ergonomi di Dinas Workshop Mechanic PT AuKSAy Pada Area Machine Shop: Area Machine Shop merupakan area yang pekerjaannya melakukan pembubutan dan pembuatan lubang dimensi yang kecil dan sedang, diantaranya Area Mesin Bubut. Jalur Pejalan Kaki. Instalasi Kabel Listrik. Meja Kerja. Bak Penampung Diterbitkan oleh: Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu. Jawa Barat P-ISSN 1693-7945. E-ISSN: 2622-1969 Gema Wiralodra. Vol 12. No 2. Oktober 2021 Potongan Bubut. Bantalan Penempatan Sparepart. Pemilah Limbah B3. Penempatan Tools. Penempatan Finish Product. Tempat Repair Diberi Sekat. Drum Oli . Mesin-mesin yang ada area tersebut yaitu mesin bubut dan mesin milling. Area Mesin Bubut: Mesin bubut ditempatkan miring agar limbah hasil bubutan tidak mengenai ke pekerja yang lain. Di area sekitar mesin beri tanda garis area pembatas mesin dan garis area pejalan kaki. Disediakan Kursi agar pekerja tidak terus menerus berdiri dan bisa memantau mesin tersebut sambil duduk. Kebersihan Lantai kerja terpelihara, tidak ada sampah dan material yang berserakan. Jalur Pejalan Kaki: Jalur Pejalan Kaki tidak terhalang oleh Material karena Material tersebut sudah dikelompokkan dengan Material yang sejenisnya dan sesuai tempatnya. Jalur tidak rumit dan lurus, memudahkan pejalan kaki untuk melewatinya dan untuk Non Petugas dilarang untuk melewati garis pembatas, hanya petugas dan bagian kebersihan yang boleh masuk ke area Mesin. Instalasi Kabel Listrik: Dalam Instalasi kabel terdapat jalur kabel (Tra. sehingga membuat kabel tidak menempel di dinding, rapih, aman dan mudah untuk diperbaiki. Terdapat lemari untuk perlindungan pada panel terbuka . abel telanjan. terhadap bahaya tegangan yang tinggi dan juga dipasang dibawah agar mudah untuk melakukan perbaikan. Terdapat simbol tegangan tinggi agar para pekerja mengetahui bahwa area tersebut berbahaya dan memiliki tegangan listrik yang tinggi. Meja Kerja : Tinggi meja kerja menyesuaikan fungsinya, salah satunya yaitu proses Bor yang memerlukan tekanan sehingga tinggi meja dibawah siku, pada meja juga tersedia lubang agar Mata Bor tidak merusak meja. Setiap Area di Dinas Workshop Mechanic ada penanggungjawab area untuk masalah kebersihan dan juga tanggungjawab Mesin area tersebut. Bak Penampung Potongan Bubut : Desain Bak penampung hasil potongan bubut dibuat miring yang bertujuan agar memudahkan pemindahan hasil bubutan ke Bak tersebut. Diberi Gagang untuk memudahkan Bridge Crane mengangkut Bak tersebut jika sudah penuh. Bantalan Penempatan Sparepart: Disediakan bantalan karet untuk sparepart agar tidak rusak. Pemilah Limbah B3 : disediakan Bak khusus untuk memilah limbah B3 dan limbah non B3. Penempatan Tools : Penyimpanan alat sejenis, sesuai dengan ukurannya dan diberi nomor. Kunci yang memiliki beban berat ditempatkan di susunan paling bawah untuk memudahkan pengambilan alat. Penerangan yang cukup, ruangan tidak bau, ada penjelasan dokumen tentang status barang, pegangan kokoh untuk menggantungkan alat. Alat yang tidak bisa digantung, ditempatkan dibawah. Diterbitkan oleh: Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu. Jawa Barat P-ISSN 1693-7945. E-ISSN: 2622-1969 Gema Wiralodra. Vol 12. No 2. Oktober 2021 Penempatan Finish Product : Penempatan material yang sudah selesai ditempatkan di tempat tertentu dan diberi nama meja Finish Product agar mengetahui material yang sudah selesai Tempat Repair Diberi Sekat: Tempat repair diberi sekat berbahan Plat agar material tidak mengenai alat yang ada didalam sekat tersebut . Drum Oli : Drum untuk mengambil Oli diberi dudukan dan keran agar memudahkan para pekerja mengambil Oli tersebut. Area Assembling: Area Assembling merupakan area yang melakukan pekerjaan mekanik dan pengelasan. Pekerjaan Pengelasan : Pekerjaan pengelasan disediakan bangku untuk mengoptimalkan kenyamanan pekerja dalam bekerja. Pekerjaan pengelasan ditempatkan terpisah dan areanya terbuka sehingga debu hasil pengelasan bisa langsung Diberi rambu peringatan bahwa di area tersebut sedang ada pekerjaan pengelasan dan menimbulkan sinar serta debu. Pijakan untuk area yang tinggi : Bagian penerimaan alat besar disediakan pijakan untuk naik. Meja kerja kokoh sehingga kuat menopang alat yang Pengangkatan menggunakan Bridge Crane. Trolly: disediakan Trolly untuk material berat untuk memudahkan pemindahan material ke area samping. Serta Area CN: Area CNC merupakan area yang melakukan pekerjaan pembolongan dengan dimensi yang besar. Mesin-mesin yang ada di area ini yaitu Mesin TOS. Mesin CNC dan Mesin Zayer. Pembatas Zebra : Di area mesin TOS dan CNC diberi pembatas zebra agar tidak ada yang melewati batas tersebut selain petugas. Tempat Pelumas: Disediakan tempat khusus Pelumas dan dikunci agar hanya pekerja di area mesin CNC yang bisa membukanya. Ruang P3K : Disediakan ruang P3K ditempatkan di sudut untuk memudahkan pekerja. Terdapat simbol P3K untuk mengetahui bahwa ruang tersebut merupakan ruang khusus P3K. Tabung LPG Kosong : Tabung LPG yang sudah kosong ditempatkan khusus di dinding dan diberi rantai agar tidak terjatuh. Area Manufer Truk : Tersedia Area yang cukup luas untuk manufer pengangkatan Material yang pengangkatannya menggunakan Bridge Crane. Pembahasan Program kerja 5R di Dinas Workshop Mechanic PT AuKSAy Berdasarkan hasil penelitian Program Kerja 5R mengenai Ergonomi Dari hasil kajian dokumen serta pengamatan di lapangan didapat Program Kerja 5R di wilayah Workshop Mechanic (Workshop II) yang sudah dilaksanakan rutin setiap hari dan minggu, yaitu Ringkas (Merapihka. : Peralatan dipilah dan disesuaikan dengan jenisnya agar tidak Diterbitkan oleh: Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu. Jawa Barat P-ISSN 1693-7945. E-ISSN: 2622-1969 Gema Wiralodra. Vol 12. No 2. Oktober 2021 tercampur dengan peralatan lain. Rapih (Menyusun & Memila. : Peralatan seperti Tang. Kunci Pas. Obeng disusun rapih mulai dari ukuran yang kecil ke ukuran yang besar di ruang Tools Room dan diberi nomor agar mudah mengambilnya pada saat diperlukan. Resik (Membersihka. : Tempat penyimpanan peralatan dibersihkan setiap hari agar menjaga kebersihan ruangan tersebut. Rawat (Pemeliharaa. : Peralatan yang sudah selesai dipinjam akan diperiksa dan dibersihkan. Rajin (Perilak. : Pekerja yang meminjam peralatan harus menempatkan kembali pada posisi peralatan sesuai tempat dan jenisnya. Penelitian ini sejalan dengan Rochamanto . menunjukan bahwa penerapan 5R di PT Kutai Timber Indonesia yaitu penyempurnaan ditempat kerja harus dari 5R dan merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh semua bagian ditempat kerja dan sudah dibudayakan pada setiap karyawan sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja. Pengalaman dan penelitian membuktikan bahwa pentingnya menerapkan 5R ditempat kerja menurut Permenakertrans RI No. 8 tahun 2020 ialah keselamatan serta kesehatan kerja yang berikutnya disingkat K3 merupakan aktivitas untuk menjamin serta melindungi keselamatan serta kesehatan tenaga kerja lewat upaya pencegahan kecelakaan serta penyakit akibat kerja. Maka menurut asumsi penulis dalam penelitian ini pentingnya penerapan 5R pada aktivitas ditempat kerja serta perlu adanya evaluasi dari program penerapan 5R sehingga ada pembaharuan dan penyesuaiaan serta adanya pemeriksaan kesehata rutin pada pekerja sebelum dan sesudah dilakukan aktivitas pekerjaan di tempat kerja. Prosedur pencegahan musculoskeletal pekerjaan handling berat di Dinas Workshop Mechanic PT AuKSAy Berdasarkan hasil penelitian didapat Salah satu prosedur 5R Ergonomi terhadap pekerjaan Handling benda berat di PT AuKSAy di area dinas Workshop Mechanic terdapat berbagai jenis dan bentuk alat maupun mesin yang akan diperbaiki serta berat yang berbedabeda, maka dari itu Dinas Workshop Mechanic menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengangkatan material dengan menggunakan Bridge Crane. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian Wulandari . menunjukan bahwa penerapan pencegahan faktor-faktor bahaya di PT Krakatau Steel Cilegon dalam bentuk upaya pencegahaan adanya administratif. Pengalaman dan penelitian membuktikan bahwa adanya prosedur menurut Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang penerapan Manajemen keselamatan dan Kesehatan Diterbitkan oleh: Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu. Jawa Barat P-ISSN 1693-7945. E-ISSN: 2622-1969 Gema Wiralodra. Vol 12. No 2. Oktober 2021 Kerja, terkait elemen perencanaan, pelaporan dan revisi kekurangan agar terselenggaranya keselamatan dan kesehatan kerja secara optimal dan berkelanjutan. Maka menurut asumsi penulis pada penelitian ini perlu adanya penerapan prosedur yang terencana yang sistematis dalam aktivitas ditempat kerja serta dilakukannya evaluasi yang berkelanjutan untuk peningkatan kualitas di perusahaan. Implementasi tata letak equipment yang Ergonomi di Dinas Workshop Mechanic PT AuKSAy Berdasarkan hasil penelitian didapat penerapan equipment yang ergonomi seperti di Area Machine Shop. Area Assembling, dan Area CNC terdapat temuan yang berpotensi bahaya yaitu Pada meja penempatan sparepart tidak ada penyangganya, agar diberi penyangga yang menggunakan engsel agar benda tersebut tidak terjatuh mengenai kaki Jalur Hijau sudah banyak yang pudar akibat tumpahan oli, agar dilakukan pengecatan kembali pada garis Jalur Hijau dan garis area mesin. Tutup bak pemilah limbah B3 yang terbuat dari plat agar diberi engsel sehingga tidak mudah jatuh dan tidak Motor tidak diletakkan di atas meja karena motor cukup berat dan jika diletakkan diatas meja akan membahayakan. Ditemukan material yang diletakkan di jalur hijau agar segera dipindahkan sehingga tidak membahayakan pekerja yang berjalan di Jalur Hijau. Drum oli diberi tatakan/tadahan agar tetesan oli tidak jatuh ke lantai. Tabung LPG yang sudah kosong seharusnya ditempatkan dalam posisi aman . tidak Penelitian ini sejalan dengan Nurmianto & Ningdyah . bahwa dengan menggunakan sistem penilaian kompetensi yang ergonomis bagi karyawan, dilakukan evaluasi terhadap komtensi karyawan. Pada dasarnya elemen kompetensi mengangkat dan memindahkan material/komponen bertujuan lebih mengacu pada teknik material handling, dimana pada pelaksanaannya karyawan dituntut untuk melakukan sesuai dengan prosedur pengangkatan yang ergonomis, sehingga tidak berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan. Pengalaman dan penelitian membuktikan menurut Peraturan Mentri Kesehatan RI No. 48 Tahun 2016 bahwa ergonomi ialah ilmu yang menekuni interaksi lingkungan antara aspek pekerjaan yang meliputi perlengkapan kerja, tata cara kerja, proses ataupun sistem kerja serta area kerja dengan keadaan raga, fisiologis serta psikis manusia karyawan untuk menyesuaikan aspek pekerjaan dengan keadaan karyawan dalam bekerja dengan nyaman. Diterbitkan oleh: Universitas Wiralodra Jln. Ir. Juanda Km 3 Indramayu. Jawa Barat P-ISSN 1693-7945. E-ISSN: 2622-1969 Gema Wiralodra. Vol 12. No 2. Oktober 2021 aman efektif serta lebih produktif. Oleh karena itu, perlu dalam penerapan ergonomi perlunya teknik tata letak peralatan yang simetris dan memperhatikan kondisi kesehatan pekerja dan adanya evaluasi kegiatan pekerjaan dan pemeriksaan kesehata rutin sebelum dan setelah bekerja, serta pemeriksaan rutin terhadap alat-alat yang digunakan sehingga meminimalisir terjadinya potensi bahaya maupun penyakit akibat kerja. KESIMPULAN Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa program kerja 5R yang ada di Dinas Workshop Mechanic PT AuKSAy sudah terlaksana dan terealisasikan sesuai dengan Permenakertrans RI No. 8 tahun 2020 ialah Keselamatan dan Kesehatan Kerja, pelaksanaan Program Kerja 5R di PT AuKSAy. Hal ini sangat penting dan harus dilaksanakan serta di budayakan oleh seluruh tempat kerja sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja. Prosedur 5R terhadap pekerjaan handling benda berat menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengangkatan material menggunakan Bridge Crane yang berfungsi untuk membantu menghandling benda yang besar dan berat hal ini sudah berjalan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dalam bentuk upaya pencegahan adanya administratif. Implementasi 5R terhadap tata letak equipment yang dilakukan Dinas Workshop Mechanic PT AuKSAy mengenai implementasi ergonomi, sudah memenuhi kaidah ergonomi sesuai Peraturan Mentri Kesehatan RI No. 48 Tahun 2016 bahwa dalam penerapan ergonomi perlunya teknik tata letak peralatan yang simetris dan memperhatikan kondisi kesehatan pekerja dan adanya evaluasi kegiatan pekerjaan dan pemeriksaan kesehatan. DAFTAR PUSTAKA