Dita Rizkiyah. Sukimin. Dwi Taufik Rohman JURNAL Edueco Universitas Balikpapan PENGARUH DISKON. CASHBACK. GRATIS ONGKOS KIRIM DAN FLASH SALE PADA SHOPEE TERHADAP PERILAKU IMPULSIF BUYING MAHASISWA UNIVERSITAS BALIKPAPAN Dita Rizkiyah1. Sukimin2. Dwi Taufik Rohman3 Universitas Balikpapan1. Universitas Balikpapan2. Universitas Balikpapan3 Pos-el: ditarizkiyah19@gmail. com1, sukimin@uniba-bpn. id2, dwi. taufik@uniba. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh diskon. Cashback. Gratis ongkos kirim dan Flash Sale terhadap perilaku impulsif buying pada mahasiswa Universitas Balikpapan pengguna shopee. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 160 Analiss data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskon. Cashback. Gratis ongkos kirim dan Flash Sale secara signifikan berpengaruh, baik secara parsial maupun simultan terhadap perilaku impulsif buying. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai pengaruh strategi promosi pada e-commerce terhadap perilaku Kata kunci : diskon, cashback, gratis ongkos kirim, flash sale, impulsif buying. ABSTRACT This study aims to analyze the influence of discount, cashback, free shipping and flashsale on impulsive buying behavior among Universitas Balikpapan student who use Shopee. The research employed a quantitative approach by distributing questionnaires ti 160 respondents. data anaalsis was conducted using multiple linear regression with SPSS. The results revealed the discounts, cashback, free shipping, and flash sale significantly influence impulsive buying behavior, both patially and simultaneously. This study provides new insight into the impact of e-commerce promotional strategis on consumer behavior. Keywords: discount, cashback, free shipping, flash sale, impulsive buying. PENDAHULUAN Kalimantan Timur salah satu provinsi di Kalimantan yang berkontribusi atas perkembangan e-commerce di Indonesia yang masuk dalam 5 besar daerah dengan tingkat belanja online paling banyak. Balikpapan yang merupakan salah satu kota dari provinsi Kalimantan timur yang terimbas akibat tren belanja online, ratusan tenan di mall Balikpapan Plaza tutup karena sepinya penjualan dan anjloknya pendaptan sebesar 70%, hal ini di mulai pada saat pandemi Covid-19, sepinya penjualan dan turunnya pendapatan tidak hanya karna pandemi Covid-19. Ketika pandemi mulai mereda maraknya perdagangan melalui aplikasi jual beli Jurnal Edueco Volume 1. Juni 2025 online di media sosial yang menjadi masalah baru, beberapa pelanggan protes dan membandingkan harga produk di toko dengan yang di jual secara online . com, 2. Platorm e-comerce seperti shopee menawarkan bebagai program promosi seperti diskon, cashback, gratis ongkos kirim dan flash sale yang dapat memicu perilaku impulsif buying. Perilaku ini di tandai dengan direncanakan dan di picu oleh stimulus Promosi merupakan salah satu strategi pemasaran yang efektif untuk menarik konsumen. Menurut (Kotler Keller, 2. promosi adalah aktivitas komunikasi yang di rancang untuk menyampaikan Dita Rizkiyah. Sukimin. Dwi Taufik Rohman informasi kepada target pasara mengenai produk atau layanan yang di tawarkan oleh Diskon, cashback, gartis ongkos kirim dan flash sale termasuk dalam bentuk promosi penjualan yang di gunakan oleh platform ecommerce untuk meningkatkan minat Kesuksesan shopee tidak terlepas dari strategi pemasaran yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan, seperti program Flash Sale, pemberian Voucher. Cashback, pengadaan diskon, subsidi gratis ongkos kirim . dan sebagainaya (Kusumasari, 2. Diskon merupakan potongan harga yang diberikan oleh penjual kepada pembeli sebagai penghargaan atas aktivitas-aktivitas tertentu uang dilakukan pembeli, misalnya membayar tagihan lebih cepat, membeli dalam jumlah besar, atau membeli di luar musim atau periode permintaan puncak (Tjiptono, 2015, p. Diskon adalah sejumlah uang yang diberikan penjual secara simbolis kepada pembeli sebagai tanda penghargaan atas suatu peristiwa tertentu (R. Ningrum & Widanti, 2. Indikator diskon menurut (R. Ningrum & Widanti, 2. di sebutkan a. Kemenarikan program potongan harga: sejauh mana promosi diskon menarik perhatian konsumen, b. Ketepatan program potongan harga: apakah diskon di berikan pada waktu yang tepat, seperti pada momen atau kebuutuhan tertentu, c. Frekuensi program potongan harga: seberapa seing diskon di berikan yang dapat membentuk kebiasan belanja impulsive, d. Kesesuaian program potongan harga: kesesuaian diskon dengan ekspektasi konsumen atau prefrensi pasar. Jenis produk yang mendapatkan potongan harga: produk yang di diskon Jurnal Edueco Volume 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan releven dengan kebutuhan konsumen. Cashback merupakan pegembangan dari rabat yaitu vocher penurunan atau pemotongan sebuah harga terjadi setelah pembelian terjadi pada otlite ritel (Kurniawan Johannes, 2. Rabat . engembalian uan. dengan memberikan pengurangan harga setelah pembelian (Kotler Keller, 2021, p. Indikator Cashback yang dapat mempengaruhi perilaku impulsif menurut (Kurniawan Johannes, 2. yaitu: a. Jumlah nominal dari pengembalian dana sesuai dengan kesepakatan nominal yang telah disepakati sebelumny yang telah di berikan olej Perusahaan sebelumnya, b. Kesesuaian dengan kesepakatan yang diberikan yang dimana akan menguntungkan kedua belah pihak seperti ada dipoint tentang kesepakatan dari kesesuaian yang telah diberikan, c. Ketepatan waktu dalam pengembalian dana yaitu kecepatan dan ketepatan waktu dalam melakukan proses pengembalian dana dari perusahan pada konsumen terkait Gratis ongkos kirim merupakan bentuk hadiah yang di berikan penjual dengan minimal transaksi tertentu kepada pembeli Wahyudi dalam (Permatasari et al. , 2. Gratis ongkos kirim atau yang di sebut free shipping merupakan penawaran bebas biaya pengiriman untuk meningkatkan daya tarik transaksi (Kotler & Armstrong, 2018, p. Indikator yang di gunakan Wahyudi dalam (Permatasari et al. , 2. untuk mengetahui hubungan gratis ongkos kirim dan impulsif Buying yaitu: a. Memiliki daya Tarik, b. Memberikan perhatian, c. Mendorong melakukan pembelian, d. Membangkitkan keinginan membeli, e. Memiliki ketentuan, f. Berlaku pada acara tertentu. Dita Rizkiyah. Sukimin. Dwi Taufik Rohman Flash sale sebagai penjualan singkat yang merupakan bagian dari kegiatan promosi yaitu memberi pelanggan penawaran khusus atau diskon untuk produk tertentu untuk waktu yang terbatas (Ernestivita et al. , 2023, p. Flash sale ecommerce Dimana sebuah situs web menawwarkan suatu produk unstuck dijual dalam waktu 1 hingga 2 hari (Nastiti. Indikator yang di gunakan (Ernestivita et al. , 2023, p. untuk mengukur variable flash sale yaitu: a. Big discount atau discount selama promo, b. Frekuensi promo flash sale, c. Durasi promosi flash sale, d. Jumlah produk yang tersedia selama flash sale, e. Penawaran flash sale yang menarik. Keempat variabel promosi ini di rancang untuk menciptakan impulsif buying, yang didefinisikan sebagai pembelian spontan dan tidak terencana yang sering kali dipicu olkleh faktor eksternal seperti promosi (Ernestivita. Indikator perilaku impulsif meliputi kegairahan, dan ketidakpedulian terhadap akibat pembelain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh diskon, cashback, gratis ongkos kirim dan flash sale terhadap perilaku impulsif buying secara parsial dan METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan, metode kuantitaif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah Universitas Balikpapan, fakultas ekonomi dan bisnis, prodi manajemen mahasiswa semester ganjil yaitu 3 (Tig. , 5 (Lim. , dan 7 (Tuju. , dengan menggunakan Teknik purposive sampling, dan untuk menentukan ukuran Jurnal Edueco Volume 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan sampel menggunakan aturan . air et al. dengan jumlah sampel maximum sebanyak 160 sampel, dengan kriteria: . mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis prodi manajmen semester gaanjil yaitu 3 (Tig. , 5 (Lim. dan 7 (Tuju. yang menggunakan shopee, . Konsumen yang melakukan pembelian sebanyak 1 kali dengan minimal 2 barang atau melakukan pembelian sebanyak 2 kali dengan minimal 1 barang. Data dilkumpulkan melalui kuesioner dengan skala likert 1-5. Variabel independen meliputi diskon (X. , cashback . Gratis ongkos kirim (X. , dan Flash sale (X. , sementara variabel dependen adalah perilaku impulsif buying (Y). menggunakan regresi linier berganda dengan aplikasi SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai pearson correlation dan r tabel menggunakan tingkat keyakinan 95%, a = 5%, df = 30-2 =28, maka hasil yang diperoleh untuk r tabel 0,361. Bila pearsoncorrelation lebih besar dari rtabel . product momen. = 0,361 berarti pernyataan indicator dinyatakan valid. Berikut adalah tabel hasil uji validitas. Tabel 1. Uji Validitas Variabe Indikat Koefisie Korelas Diskon (X. X1. X1. X2. X2. X2. X3. X3. 0,905 0,909 0,830 0,869 0,760 0,903 0,876 Cashbac k (X. Gratis Ongkos Nilai Kriti 0,05 Ket Vali 0,36 Vali Vali Dita Rizkiyah. Sukimin. Dwi Taufik Rohman Kirim (X. X4. 0,618 X4. 0,855 Vali X4. 0,841 X4. 0,860 X4. 0,840 Y1. 0,734 Impulsif Y1. 0,834 Vali Buying Y1. 0,813 (Y) Y1. 0,738 Sumber data: hasil output SPSS for windows Flash Sale (X. Berdasarkan uji validitas dilakukan dengan menganalisis indicator pernyataan. Dalam menguji validitas indicator dimana tampak bahwa item-item dalam kuesioner penelitian setelah uji validitas dengan pearsoncorelation menghasilkan koefisien rhitung > rtabel = 0,361 pada taraf signifikansi 5% untuk semua pernyataan. Hal ini berarti indicator pernyataan pada setiap variabel penelitian adalah valid. Pengguna shopee sebagai responden dapat memahami item pernyataan dengan baik. Uji Reabilitas Makna reliabilitas . apat dipercaya atau dapat diandalka. maka pengujian menggunakan teknik analisis pengukuran koefisien alpha. Pengukuran reliabilitas menggunakan uji statistic cronbachAos alpha (). Dikatakan reliable jika nilai cronbachAos alpha () > 0,60. Berikut adalah tabel dari hasil uji reliabilitas. Tabel 2. Uji Validitas Variabel Diskon (X. Cashbac k (X. Gratis Ongkir (X. Flash Sale (X. Nilai cronbachAo s alpha Nilai Kriti Keteranga 0,785 Reliabel 0,757 Reliabel 0,60 0,733 Reliabel 0,866 Reliabel Jurnal Edueco Volume 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Impulsif Buying 0,784 Reliabel (Y) Sumber data: hasil output SPSS for windows Berdasarkan tabel 2 penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 160 16 item pernyataan diperoleh variabel cronbachAos alpha (CAhitun. 0,798 variabel tersebut lebih besar dari variabel minimal cronbachAos alpha (CAtabe. 0,361 atau standar uji reliable 0,60 Sehingga dinyatakan bahwa data sampel yang diperoleh dapat dipercaya . , selanjutnya dapat dilanjutkan pengolahan, perhitungan dan penggunaan analisis Uji Multikolinearitas Multikolinearitas adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen dalam persamaan regresi tersebut tidak saling berkorelasi. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS maka diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: Tabel 3. Uji Multikolinieritas Variabel Independe Diskon Tolerance VIF Nilai Kritis 0,361 2,556 Cashback 0,429 2,329 Gratis Ongkos Kirim 0,622 1,608 Flash Sale 0,500 2,000 Ket. Tidak Terjadi Multik Tidak Terjadi Multik Sumber: Hasil output SPSS Berdasarkan hasil analisis tersebut, model multikolinearitas, karena antar variabel independen dalam persamaan regresi mendapatkan nilai (VIF) < 5. Dengan demikian model yang diajukan terbebas Dita Rizkiyah. Sukimin. Dwi Taufik Rohman dari salah satu penyimpangan asumsi model yakni multikolinearitas karena VIF Uji Heterokedastisidas Heterokedastisidas ialah pengujian keragaman varian dan varian residu sehingga dapat menunjukkan variasi dari sebaran data. Apabila secara statistic signifikan, maka ini menunjukkan kehadiran heterokedastisidas dalam data yang digunakan, sebaliknya ternyata secara statistic tidak signifikan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak terjadi heterokedastisidas. Berdasarkan pengolahan data dengan SPSS maka diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: Tabel 4. Uji Heterokedastisidas Variabel Independen Koefisien Nilai Sig Keterangan Diskon 0,576 Tidak Terjadi Heterokedastisidas Cashback 0,002 Terjadi Heterokedastisidas 0,05 Gratis Ongkos Kirim 0,009 Terjadi Heterokedastisidas Flash Sale 0,379 Tidak Terjadi Heterokedastisidas Sumber: Hasil output SPSS Berdasarkan tabel 4 hasil uji heterokedastisidas menggunakan SPSS diperoleh koefisien beta pada variabel variabel Diskon (X. = 0,576. Variabel Cashback (X. = 0,002, variabel Gratis Ongkos Kirim = 0,009 dan variabel Flash Sale= 0,379. Dengan melihat antar variabel maka dapat disimpulkan bahwa terdapat heterokedastisidas karena dua variabel Cashback (X. dan variabel Gratis Ongkos Kirim menunjukkan nilai kurang dari 0,05. JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Uji Autokorelasi Uji autokorelasi merupakan korelasi antara anggota observasi yang disusun menurut waktu dan tempat. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi Metode pengujian yang digunakan adalah Durbin-watson (DW-tes. Apabila nilai DW kurang dari 1,10 maka telah terjadi autokorelasi. Hal tersebut dapat diketahui dari tabel berikut: Tabel 5. Uji Autokorelasi Model Durbin-Watson Keterangan Tidak Terjadi Autokorelasi 2,093 Sumber: Hasil output SPSS Berdasarkan tabel 5 diperoleh hasil DW sebesar 2,093 maka nilai ini termasuk syarat yang ditentukan, yang berarti tidak terjadi autokorelasi antar variabel penelitian, sehingga regresi linear klasik Pengujian Secara Parsial (Uji . Uji parsial merupakan sebuah pengujian hipotesis yang dilakukan dengan uji t-test. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS maka diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: Tabel 6. Uji t Variabel Nilai Diskon (X. Nilai Ket Parsial Sig 3,576 0,336 0,000 Signifik Cashback (X. 2,354 0,211 0,020 Signifik Gratis Ongkos Kirim (X. 4,027 0,300 0,000 Signifik Flash Sale (X. -0,788 -0,065 0,432 1,975 Tidak Signifik Sumber: Hasil output SPSS Berdasarkan uji parsial bahwa variabel Diskon (X. mempunyai pengaruh yang dominan terhadap Impulsive Buying (Y) Jurnal Edueco Volume 1. Juni 2025 Dita Rizkiyah. Sukimin. Dwi Taufik Rohman JURNAL Edueco Universitas Balikpapan pada pengguna Shopee. Karena variabel Diskon (X. memiliki nilai koefisien parsial sebesar o,336 dan thitung yang besar, jika dibandingkan dengan variabel Cashback (X. Gratis Ongkos Kirim (X. dan Flash sale (X. Pengujian secara simultan (Uji . Uji F merupakan uji yang dilakukan terhadap koefisien regresi secara simultan. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji F-test. Berdasarkan dari pengolahan data secara statistic dengan menggunakan SPSS sebagaimana hasil analisis sebagai berikut: Tabel 7. Uji f Variabel Koefisien Regresi Constanta 1,158 Diskon 0,285 (X. Cashback 0,202 (X. Gratis 0,298 Ongkos Kirim (X. Flash Sale 0,062 (X. Multiple = 0,682 R Square = 0,465 F Hitung Tabel Sig 33,650 3,24 0,000 Ket Signifik Adjust R Square = 0,451 Sumber: Hasil output SPSS Berdasarkan tabel 7 hasil uji analisis regresi linear berganda, dimana diperoleh Fhitung33,650>Ftabel3,24 dengan taraf signifikansi 0,000 karena nilai signifikan >0,005 sehingga Ho . ipotesis awa. ditolak dan Ha . ipotesis alternati. Bahwa variabel bebas seperti variabel Diskon (X. Cashback (X. Gratis Ongkos Kirim (X. dan Flash Sale (X. secara bersamaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Impulsif Buying (Y) pada pengguna Shopee di Kota Balikpapan. Dibuktikan dengan koefisien determinasi (Rsquar. = 0,465 yang berarti variabel bebas Diskon (X. Cashback (X. Gratis Jurnal Edueco Volume 1. Juni 2025 Ongkos Kirim (X. dan Flash Sale (X. bersama-sama terhadap Impulsif Buying (Y) pada pengguna Shopee di Kota Balikpapan sebesar 46,5% sedangkan sisanya 53,5% disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti. Uji Regresi Linera Berganda Analisis Regresi Linear Berganda digunakan untuk meramalakan pengaruh dua atau lebih variabel predictor . ariabel beba. terhadap suatu variabel kriterium . ariabel terika. atau membuktikan ada atau tidaknya hubungan fungsional antara dua variabel bebas (X) atau lebih dengan variabel terikat (Y). Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda di peroleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y = 1,158 0,285 (X. 0,202 (X. 0,298 (X. (-0,062 )(X. Berdasarkan proses analisis data pada tabel 4. 16 diperoleh nilai konstanta sebesar 1,158 artinya jika variabel bebas Diskon (X. Cashback (X. Gratis Ongkos Kirim (X. dan Flash Sale (X. dengan kosntanta atau tetap maka Impulsif Buying Shopee yang dapat dicapai sebesar 1,158. Hubungan antar Variabel Diskon (X. terhadap Impulsif Buying (Y) ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi . = 0,285 positif, berarti terjadi peningkatan diskon (X. maka akan meningkatkan Impulsif Buying (Y) pada Shopee sebesar 0,285 dengan asumsi variabel Cashback (X. Gratis Ongkos Kirim (X. dan Flash sale (X. nilainya dalam keadaan . Hubungan Variabel Cashback (X. terhadap Impulsif Buying (Y) ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi . = 0,202 positif, berarti terjadi peningkatan Cashback (X. maka akan Dita Rizkiyah. Sukimin. Dwi Taufik Rohman meningkatkan Impulsif Buying (Y) pada Shopee sebesar 0,202 dengan asumsi variabel Diskon (X. Gratis Ongkos Kirim (X. dan Flash sale (X. nilainya dalam keadaan . Hubungan antar Variabel Gratis Ongkos Kirim (X. terhadap Impulsif Buying (Y) ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi . = 0,298 positif, berarti terjadi peningkatan Gratis Ongkos Kirim (X. maka akan meningkatkan Impulsif Buying (Y) pada Shopee sebesar 0,298 dengan asumsi variabel Diskon (X. Cashback (X. , dan Flash sale (X. nilainya dalam keadaan . Hubungan antar Variabel Flash Sale (X. terhadap Impulsif Buying (Y) ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi . = 0,062 negatif, berarti terjadi penurunan Flash Sale (X. maka akan menurunkan Impulsif Buying (Y) pada Shopee sebesar -0,062 dengan asumsi variabel Diskon (X. Cashback (X. dan Gratis Ongkos Kirim (X. nilainya dalam keadaan . KESIMPULAN Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan membuktikan pengaruh Diskon. Cashback. Gratis Ongkos Kirim, dan Flash Sale terhadap Impulsif Buying pada pengguna Shopee di Kota Balikpapan. Berdasarkan masalah, serta analisis hasil penelitian dan pembahasan telah diuraikan pada bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: . Hasil pengujian hipotesis pertama terbukti kebenarannya bahwa variabel Diskon mempunyai pengaruh terhadap Impulsif Buying pengguna Shopee di Kota Balikpapan. Hasil pengujian hipotesis kedua terbukti kebenarannya bahwa variabel Cashback mempunyai pengaruh terhadap Impulsif Jurnal Edueco Volume 1. Juni 2025 JURNAL Edueco Universitas Balikpapan Buying pengguna Shopee di Kota Balikpapan . Hasil pengujian hipotesis ketiga terbukti kebenarannya bahwa variabel Gratis Ongkos Kirim mempunyai pengaruh terhadap Impulsif Buying Shopee Kota BalikpapanHasil pengujian hipotesis keempat tidak terbukti kebenarannya bahwa variabel Flash Sale mempunyai pengaruh terhadap impulsif Buying pengguna Shopee di Kota Balikpapan . Hasil pengujian hipotesis terbukti kebenarannya bahwa variabel Diskon. Cashback. Gratis Ongkos Kirim dan Flash Sale secara bersamaan mempunyai pengaruh terhadap impulsif Buying pengguna Shopee di Kota Balikpapan. DAFTAR PUSTAKA