J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 METODE DRILL PEMBELAJARAN KEYBOARD PADA ANAK-ANAK DI GBI LANGENSARI WONOLOPO MIJEN SEMARANG Nanggoro. Yunatan Krisno Utomo. Christanto Hadijaya (Mahasiswa S1 Musik Gereja STT Kristus Alfa Omega: Nanggorophilip@gmail. com: Dosen STT Kristus Alfa Omega: Yunatan. Utomo@gmail. com: Christtofirrolio@gmail. Abstrak Pendidikan adalah proses mengembangkan potensi siswa menjadi kompetensi. Kurangnya pelatih musik dan pemahaman materi musik menjadi hambatan dalam pembelajaran musik di gereja. Penelitian ini membahas metode dril dalam pembelajaran kibor untuk anak-anak di GBI Langensari Wonolopo Mijen Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode dril dalam pembelajaran kibor bagi anak-anak di GBI Langensari Wonolopo Mijen Semarang dan untuk mengetahui bagaimana hasil latihan kibor yang dilakukan dengan metode pembelajaran tersebut. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan, mereduksi data, kemudian menafsirkan data untuk memperoleh kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode dril dalam pembelajaran kibor untuk anak-anak GBI Langensari dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan bermusik. Proses pembelajaran dilakukan secara berulangulang, untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Hasil akhir pembelajaran kibor yang telah dilakukan menunjukkan peningkatan keterampilan. Pembelajaran ini juga berimplikasi pada peningkatan pemahaman teori musik dan teori bermain kibor pada anak-anak. Kata Kunci: metode dril, instrumen keybord, pembelajaran, pendidikan musik Abstract Education is a process to develop students' potential into competence. Lack of music trainers and understanding of music material is an obstacle in learning music at the church. This research discusses the drill method in learning keyboards for children at GBI Langensari Wonolopo Mijen Semarang. The purpose of this study was to determine the application of the drill method in learning keyboards for children at GBI Langensari Wonolopo Mijen Semarang and to find out how the results of practicing keyboard practice were carried out using learning methods at GBI Langensari Wonolopo Mijen Semarang. This research was conducted using qualitative research Data collection was carried out through observation, interviews and document study. Data analysis was carried out by classifying, reducing data, then interpreting the data to obtain conclusions. The results of this study indicate that the application of the drill method in keyboard learning for GBI Langensari children can improve musical understanding and skills. The learning process is carried out repeatedly, to get the expected The end result of learning the keyboard that has been done shows an increase in skills. This learning also has implications for increasing understanding of music theory and keyboard playing theory in children. Keywords: drill method, keyboard instrument, learning, music education PENDAHULUAN Gereja Bethel Indonesia (GBI) Langensari menunjukkan perhatian khusus dalam pengembangan musik gereja melalui keterlibatan anak-anak dalam pelayanan musik sebagai bagian dari proses regenerasi. Gereja memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk terlibat aktif serta mengikuti pembelajaran musik agar potensi bermusik mereka berkembang. Namun dalam prakteknya, ditemukan berbagai kendala seperti keterbatasan pelatih musik dan belum adanya metode pembelajaran yang Hal ini berdampak pada minimnya pemahaman teori musik serta rendahnya keterampilan J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 teknis anak-anak dalam bermain musik, yang pada akhirnya menghambat keberhasilan regenerasi pelayan musik gereja. Penelitian awal yang dilakukan penulis menunjukkan adanya permasalahan disiplin dan kualitas pelayanan musik yang rendah, seperti keterlambatan saat latihan dan kesalahan dalam permainan musik saat ibadah. Kurangnya pelatih yang tersedia secara rutin dan metode pengajaran yang tidak terstruktur menjadikan pembelajaran musik di GBI Langensari kurang optimal. Pembelajaran yang bersifat spontan, tanpa metode dan tahapan yang jelas, menyebabkan anak-anak sulit mengembangkan keterampilan secara maksimal. Hal ini menjadi masalah krusial, mengingat kebutuhan akan regenerasi pelayan musik yang kompeten semakin mendesak dalam konteks pelayanan gereja masa kini. Mempelajari teori musik dan cara implementasinya, bertujuan agar seseorang mengetahui teori musik dan bisa mengembangkan apa yang dipelajari serta diterapkan. 1 Salah satu syarat pendidikan yang baik adalah pendidikan yang memperhatikan kepada minat dan bakat anak. Karena pentingnya musik bagi kehidupan terutama anak- anak maka perlu dikembangkan kecerdasan musikalnya agar kecerdasan yang lain lebih mudah untuk dikembangkan secara optimal. Kreativitas dalam pembelajaran musik sangat diperlukan untuk mendapatkan pengetahuan, pemahaman, dan penguasaan musik yang optimal karena musik itu sendiri memiliki banyak dimensi kreatif. 4 Musik dapat membantu anak untuk mampu berekspresi lebih baik, melatih kepekaan mereka terhadap seni . hususnya musi. dan lingkungan, meningkatkan kecerdasan otak, meningkatkan daya pikir, mengembangkan kreativitas, dan menumbuhkan rasa percaya diri anak. Melihat kenyataan tersebut, peneliti memandang perlunya penerapan metode pembelajaran yang lebih terarah dan efektif, salah satunya adalah metode drill. Metode ini merupakan pendekatan latihan berulang yang bertujuan membentuk keterampilan dan ketangkasan teknis siswa dalam bermain musik, khususnya keyboard. Penggunaan metode drill diharapkan dapat meningkatkan penguasaan teknik dasar, serta memperkuat proses pembelajaran secara bertahap dari tingkat dasar hingga mahir. Melalui metode ini, anak-anak dapat dilatih secara intensif dengan pendekatan yang terstruktur, sehingga mampu mempersiapkan diri lebih baik sebagai pelayan musik di gereja. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya pendidikan musik sejak dini dalam lingkungan gereja, khususnya untuk mendukung pertumbuhan potensi, kreativitas, dan kecerdasan musikal anakanak. Musik bukan hanya berfungsi sebagai unsur hiburan atau liturgi, tetapi juga sebagai media Prenika Yuniar. Sejarah Musik sebagai Dasar Pengetahuan dalam Pembelajaran Teori Musik (Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik | Vol. 3 No. 2 | 2022 |), 141. Sugeng Utuh Priyanto. Pendidikan Musik untuk Anak Usia Dini ( Vol 2 No 1: 2. , 42. Raisah Armayanti Nasution. Jurnal Pembelajaran Seni Musik Bagi Perkembangan Kognitif anak Usia Dini(Medan Estate: 2. ,17. Qonita Fitra Yuni. Kreativitas Dalam Pembelajaran Seni Musik Di Sekolah Dasar: Suatu Tinjauan Konseptual (Vol. 4 O No. 1 O Januari-Juni 2. , 61 Ibid. , 72. J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 pembentukan karakter dan sarana pengembangan keterampilan sosial serta emosional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran musik gereja melalui metode yang tepat guna, serta menjadi solusi terhadap lemahnya regenerasi pelayan musik akibat sistem pembinaan yang kurang efektif. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena secara mendalam berdasarkan realitas yang terjadi di lapangan. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap proses pembelajaran musik keyboard di GBI Langensari, khususnya dalam konteks penggunaan metode drill. Penelitian ini difokuskan pada pengamatan langsung terhadap aktivitas pembelajaran musik, wawancara dengan pelatih dan peserta didik, serta dokumentasi kegiatan untuk memperoleh data yang kaya dan kontekstual. Subjek dalam penelitian ini meliputi anak-anak peserta pembelajaran musik, pelatih musik, dan pengurus gereja yang terlibat dalam program pembinaan musik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sesuai dengan model analisis kualitatif. PEMBAHASAN Metode drill adalah suatu metode latihan dengan melakukan suatu gerakan secara berulang-ulang. Metode drill relatif mudah dilaksanakan dan dapat merancangkan latihan sesuai tujuan yang ingin dicapai sehingga banyak pelatih yang bisa menggunakan metode drill untuk melatih keterampilan gerak. 6 Dalam metode ini, peserta didik akan diberikan latihanlatihan yang berulang dalam konteks yang terstruktur dan terarah. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kefasihan dan kecakapan dalam keterampilan atau konsep yang sedang Metode drill sering digunakan dalam berbagai bidang, seperti matematika, musik, bahasa asing, olahraga, dan militer. Dalam konteks pendidikan, metode drill dapat melibatkan latihan-latihan matematika yang berulang, pengulangan kosakata dan tata bahasa dalam bahasa asing, atau latihan-latihan fisik yang berulang dalam olahraga. Dengan cara berulang-ulang. Muhamad Rohadi. Book Latihan Metode Drill Foot Possition. Koordinasi Mata dan Tangan Pada Atlet Tenis Pemula (Zahria Media Publisher Bayumas Jawa Tengah: 2. , 63. J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 maka setiap bidang yang dilatih akan memperbaiki keterampilan, dan memperoleh kefasihan yang lebih baik dalam suatu bidang atau konsep. Metode drill merupakan salah satu bentuk metode latihan yang dapat membantu pelatih dalam mengajar teknik dasar permainan tertentu. Contoh Seorang guru musik menggunakan metode drill untuk melatih seorang pemain musik keyboard dalam teknik permainan tertentu, seperti trill atau arpeggio, akord, tangga nada dan lain-lain. Pemain musik keyboard akan melakukan latihan berulang-ulang dengan fokus pada gerakan tangan dan koordinasi jari untuk menguasai teknik tersebut. Dengan cara latihan secara berulang-ulang dengan teknik tersebut, maka anak-anak dapat menguasai gerakan-gerakan yang telah diterapkan dari teknik tersebut dengan lancar salah satunya. Teknik Pembelajaran Keyboard Latihan penjarian biasa disebut dengan istilah fingering, latihan penjarian merupakan salah satu latihan wajib dalam belajar bermain keyboard ini merupakan salah satu latihan yang penting guna melatih jari-jari tangan untuk menyentuh bilah tuts. Latihan ini juga berguna untuk keluwesan jari tangan, kelincahan, juga membiasakan jari untuk rilek saat bermain. Akan tetapi, sebelum berlatih penjarian atau fingering, alangkah baiknya bila memperhatikan kode jari seperti terlihat pada gambar diatas ini. 8 Kode ini penting selalu diingat, sebab ini berguna agar pemain dapat memaksimalkan fungsi ke sepuluh jari saat bermain keyboard nantinya. Selain itu, letak tangan sewaktu menekan tuts juga perlu diperhatikan, maka kode penjarian ini dapat membantu hal itu. Setelah diingat dengan baik, latihan penjarian dapat segera dimulai. Latihan penjarian berfungsi melatih kekuatan jari-jari tangan sewaktu menekan tuts pada keyboard. Penjarian atau fingering sangat bermanfaat, untuk melatih jari-jari tangan sehingga kekuatan dan kecepatan tangan dapat leluasa bergerak dengan rapi sehingga tidak akan mudah meleset pada tuts yang lainnya ketika menekan tuts pada keyboard. Musik keyboard sendiri terdiri dari tuts hitam dan tuts putih, dimana jari harus kokoh sehingga dapat memaksimalkan pergerakkan jari tangan teratur dengan rapi. Dalam hal ini akan dibahas beberapa pokok pembahasan antara lain, sejarah GBI Langensari Wonolopo Mijen Semarang, analisis penelitian, analisis pembelajaran, hasil penelitian pembelajaran keyboard pada anak-anak di gereja tersebut. Muhamad Rohadi. Book Latihan Metode Drill Foot Possition. Koordinasi Mata dan Tangan Pada Atlet Tenis Pemula (Zahria Media Publisher Bayumas Jawa Tengah: 2. , 65. Jenark Kidjing. Book Mahir Bermain Keyboard (Yogyakarta: Genesis Learning, 2. , 20. Ibid. , 21 J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 Proses Pembelajaran Keyboard Di Gbi Langensari Keyboard berasal dari kata bahasa inggris. Key yang berarti kunci dan board yang artinya papan. Keyboard terdiri dari sekumpulan tuts yang merupakan kunci nada dan tuts. Tuts tersebut tersusun pada sebuah bidang yang mirip papan di mana dilengkapi dengan dua jenis tuts utama yaitu hitam dan putih. Dibawah ini akan dijelaskan beberapa komponen-komponen yang tercangkup dalam format keyboard yamaha PSR-S 750 sesuai dengan penelitian penulis di gereja tersebut. Komponen-komponen tersebut antara lain. style, voice, transpose, memory, pedal sustain. Style Style atau rhythm merupakan salah satu program dalam bentuk iringan musik. Iringan musik tersebut mempunyai genre musik seperti, pop, rock, ballad, jazz, reggae, dan lainnya. Dengan banyaknya pilihan genre musik tersebut, seorang pemain keyboard bebas memilih sesuai kebutuhan lagu yang akan diring. 10 Biasanya pada keyboard terdapat bagian style seperti tombol auto fill in yang digunakan untuk memperkaya variasi drum dan mempunyai empat tombol fill in yang berbeda, intro digunakan untuk mengawali sebuah lagu, ending digunakan untuk mengakhiri sebuah lagu, break digunakan pada variasi permainan drum rhythm/style dan hampir sama dengan auto fill in namun hanya mempunyai yang sama. Main variation yaitu pilihan variasi musik untuk style agar permainan semakin lengkap dan penuh, ots link adalah tombol yang secara otomatis mengubah voice disaat main pada one touch setting, sync stop digunakan untuk menghentikan musik sesaat setelah kita mengangkat akord yang dimainkan, sync star digunakan untuk mengaktifkan style saat akord dimatikan, start/stop digunakan untuk mengaktifkan style, sedangkan accompaniment untuk mengaktifkan permainan pada akord. 12 Bagian-bagian tersebut berfungsi untuk memperkaya variasi iringan musik tersebut, sehingga memberi kesan seperti bermain alat musik full band. Style pada keyboard sangat berperan penting sebagai salah satu gaya atau iringan musik yang membuat warna irama gaya musik dalam segala keperluan genre musik yang dimainkan seseorang terhadap kebutuhan musik yang ingin dimainkan. David Boy Nainggolan. Teknik Maut Jago Main Keyboard (Jakarta: Laskar Aksara, 2. Aldi Husain. Juru Rahasia Menguasai Bermain Keyboard (Jakarta: PT Palapa, 2. , 17. Daniel Arif Santoso. Cara Mudah Bermain Keyboard (Yokyakarta: ANDI Offset, 2. J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 Voice Voice atau tone adalah program pada instrumen musik keyboard yang mampu menghasilkan beragam melodi atau suara yang berbeda. Secara umum terbagi menjadi 3 tombol, yaitu: main voice/right 1: program ini mampu mengaktifkan fungsi kerja satu suara pada keyboard dengan pilihan . oice choic. yang beragam. 13 Komponen keyboard khususnya pada voice sendiri memiliki berbagai banyaknya variasi suara diantaranya yaitu, piano, gitar/bass, organ, accordion/harmonika, per/drum kit, electronic piano, saxophone, trumpet, choir/pad, organ/flutes, strings, flute/woodwind,brass, synth/fx, expension/user. Inilah jenisjenis suara melodi yang bervariasi dalam komponen voice sendiri yang mana setiap pemain dapat menggunakan sesuai dengan kebutuhan lagu yang dimainkan. Layer voice right yang kedua yang mengaktifkan fungsi kerja dua suara pada keyboard atau dapat dikatakan bisa menghasilkan dua suara yang berbeda dengan menekan satu tuts pada Inilah fungsi dari layer voice right dimana setiap voice dapat digabungkan berdasarkan selera lagu atau pemain yang ingin berimprovisasi dengan melodi yang dimainkan berdasarkan kebutuhan pemain tersebut. 15 Fungsi left voice program yang mampu mengaktifkan fungsi kerja suara pada bagian keyboard setelah dengan batas range tertentu. Hal inilah yang menjadi ukuran dalam left voice keyboard dimana bagian ini, menjadi suatu ukuran dalam tingkatan seorang pemain untuk dapat melihat dan mengetahui kegunaan dari pada left voice pada keyboard yang dimainkan. Transpose Tombol transpose tombol ini digunakan untuk memindahkan tangga nada sesuai dengan nada dasar yang diinginkan, sehingga nada dasar bisa dipindahkan dengan mudah, tanpa harus memindahkan posisi jari pada tuts. Dengan arti lain dapat disimpulkan bahwa transpose merupakan fitur untuk menaikan atau menurunkan nada tanpa memindahkan posisi jari. Fungsi transpose sangat berguna bagi setiap para pemuda untuk dapat menggunakannya dimana dalam penggunaan keyboard, khusus dalam komponen transpose ini menjadi bagian utama bagi Jenark Kidjing. Book Mahir Bermain Keyboard (Yogyakarta: Genesis Learning, 2. , 15. Priatmo Sudibyo. Teknik Praktis Bermain Organ keyboard Tunggal (Jakarta: PT Palapa, 2. , 17. Hendro. Jago Bermain Keyboard Dari Nol (Jakarta Selatan: Lingkua Kata, 2. , 72. Jenark Kidjing. Book Mahir Bermain Keyboard (Yogyakarta: Genesis Learning, 2. , 16. Thursan Hakim. Book Teknik Tercepat Bermain Keyboard (Jakarta Selatan: PasT Kawan Pusaka 2. , 5. J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 para pemain pemula untuk memahami hal ini secara fungsi dan kegunaannya. Pertama, dimana pemain pemula dapat menggunakan transpose apabila mengalami kesulitan dalam memainkan lagu dikarenakan tidak memahami betul dasar-dasar pada tangga nada yang dimainkan berdasarkan nada dasar dari lagu yang akan dimainkan. Kedua, setiap pemain pemula hanya dapat memainkan satu nada dasar yang diketahui, tetapi ingin untuk modulasi setiap pemain dapat menggunakan transpose sesuai keinginan para pemain atau kebutuhan lagu yang dimainkan. Ketiga, transpose merupakan komponen keyboard yang secara praktis mempermudah para pemain18 Registration Memory Registration memory merupakan program keyboard yang berfungsi untuk penyimpanan data pengaturan keyboard . emilihan style, voice dan lainny. yang terdiri dari delapan tempat memory yang ditulis dalam urutan angka. Program ini juga memudahkan seorang pemain keyboard dalam melakukan style, voice dan lainnya tanpa langsung menekan tombol style dan voice tersebut, karena pengaturannya sudah tersimpan dalam registration 19 Fungsi registration memory ini sangat bervariasi dimana ada setiap urutan angka satu sampai delapan memiliki cara atau fungsi yang dapat digunakan berdasarkan kemampuan dari setiap para pemain pemula untuk lebih mengerti dan memahami fungsi dari registration Pertama, pemain dapat belajar dengan lebih teliti dengan menggunakan registration memory sesuai fungsinya. Kedua, registration memory dapat melatih pemain untuk tidak secara langsung menekan style dan voice tetapi para pemain dapat menekan secara langsung angka yang telah tertulis pada setiap tombol yang telah menyimpan style atau voice oleh pemain. ketiga, registration memory sangat digunakan banyak pemain sebagai fungsi dalam menggantikan voice dan style secara mudah dan praktis tanpa kembali ke style dan voice. Pedal sustain Pedal sustain adalah bagian yang terpenting dalam keyboard sesuai dengan fungsinya, untuk memperpanjang dan memperpendek suara tuts melodi yang dibunyikan berdasarkan Hampir semua keyboard di lengkapi dengan pedal sustain yang secara fungsinya Aldi Husain. Juru Rahasia Menguasai Bermain Keyboard (Jakarta: PT Palapa, 2. , 17. Ibid. , 17. Priatmo Sudibyo. Teknik Praktis Bermain Organ keyboard Tunggal (Jakarta: PT Palapa, 2. , 18. J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 pada keyboard sangat berperan penting. 21 Untuk mendengarkan bunyi atau suara dari pedal sustain berdasarkan menggunakannya dengan cara menginjak atau menekan sustain dengan kaki berdasarkan instrumen yang dibunyikan, sesuai dengan partitur dan tanda-tanda baca pada lagu yang sedang dimainkan, agar para pemain bisa secara paham dalam menggunakan pedal sustain tanpa asal menekan atau menginjak sustain sehingga bunyi suara yang dikeluarkan tidak terasa menggema dan menimbulkan kebisingan pada telinga dari keyboard. Perencanaan dalam mengajar adalah tahap awal yang harus dibuat sebelum pembelajaran dilakukan, pelaksanaan dan evaluasi atau perbaikan. Tujuannya adalah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan, dan membuat tujuan bahkan target apa yang hendak dicapai dalam pelatihan musik gereja yang dilakukan. Sehingga semua persiapan, pelaksanaan dan setiap teknis di dalam pembelajaran mengarah kepada tujuan dan target yang sudah ditentukan dari awal. Selain tujuan, dalam pelatihan musik keyboard juga memiliki Pengertian target sendiri, adalah sasaran yang memiliki batas atau ketentuan, bersifat jangka pendek untuk mencapainya, dan dapat menjadi tangga untuk mencapai tujuan utama dari pembelajaran musik keyboard. Contohnya semisal dalam satu minggu ada anak yang ditentukan, maka dalam waktu satu bulan pelatihan itu, materi-materi atau bahan pengajar yang diulas mengarah kepada anak. Pelatihan musik gereja di GBI Langensari Wonolopo Mijen Semarang juga memiliki target setiap bulannya. Setiap pertemuan, anak yang ikut pelatihan mengusahakan untuk menyelesaikan materi yang akan dibahas pada pertemuan tersebut. KESIMPULAN Dalam penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran sebagaimana direncanakan dalam kurikulum telah berjalan dengan baik, dengan beberapa hasil sebagai berikut: . peserta didik dari yang awalnya tidak mengerti tentang keyboard menjadi paham keyboard mengetahui seluk beluknya dan dapat mengoperasikan masing-masing fungsi pilihan menu di dalam instrumen keyboard. peserta didik menjadi mengerti materi pembelajaran musik keyboard serta dapat memahami isi dalam materi tersebut. peserta didik yang sebelumnya tidak bisa mengiringi menjadi mampu mengiringi nyanyian gereja yang . anak didik yang sebelumnya tidak memiliki skill dalam bermain musik keyboard sama sekali menjadi bisa menguasai teknik skill bermain instrumen keyboard. Ibid. , 18. J T S 2024 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 13 NOMOR 2 DAFTAR PUSTAKA