p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 http://mediteg. id/index. php/mediteg Pengenalan dan Pelatihan Ecoprint di SMP Islam Terpadu Daar El QurAoan Devi Lestari1. Devi Umah2. Elvara Ramadhani3, dan Ajeng Rini4* Departemen Hukum dan Kewarganegaraan. Universitas Negeri Malang Jl. Semarang 5. Malang. Jawa Timur. Indonesia 2207116@students. 2207116@students. 2207116@students. 4*ajeng. 2207116@students. Abstrak Pengenalan dan Pelatihan Produk Ecoprint ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan dan pengalaman peserta didik SMP Islam Terpadu Daar El Qur'an di bidang non-akademik terutama dalam hal pemanfaatan bahan alam dan produk lokal. Ecoprint merupakan salah satu produk fashion yang terinspirasi dari bahan alam sehingga sangat relevan jika dikaitkan dengan isu produksi ramah lingkungan untuk mendorong ekonomi kreatif Indonesia. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini bersifat partisipatif dengan melibatkan Peserta Didik SMP Islam Terpadu Daar El Qur'an secara langsung melalui metode ceramah dan demonstrasi. Berdasarkan hasil temuan data pada pengabdian ini, diketahui terjadi peningkatan bahwa sebanyak 5% dari jumlah keseluruhan peserta memiliki tingkat pemahaman kurang baik terhadap ecoprint, 42% peserta memiliki pemahaman yang cukup baik terhadap ecoprint, 53% peserta memiliki tingkat pemahaman baik terhadap ecoprint. Kata Kunci: ecoprint, ekonomi kreatif, produk lokal Abstract This Ecoprint Product Introduction and Training aims to increase the knowledge and experience of Daar El Qur'an Integrated Islamic Junior High School students in the non-academic field, especially in terms of utilizing natural materials and local products. Ecoprint is one of the fashion products inspired by natural materials so it is very relevant if it is related to the issue of environmentally friendly production to encourage Indonesia's creative economy. The method used in this service is participatory by involving Daar El Qur'an Integrated Islamic Junior High School students directly through lecture and demonstration methods. Based on the results of data findings in this service, it is known that there is an increase that as many as 5% of the total number of participants have a poor level of understanding of ecoprint, 42% of participants have a fairly good understanding of ecoprint, and 53% of participants have a good level of understanding of ecoprint. Keyword: creative economy, ecoprint, local products Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg PENDAHULUAN SMP Islam Terpadu Daar El QurAoan merupakan salah satu satuan pendidikan jenjang SMP yang berlokasi di Bunutwetan. Kecamatan Pakis. Kabupaten Malang. Provinsi Jawa Timur. Dalam menjalankan kegiatannya. SMP Islam Terpadu Daar El QurAoan berada di bawah naungan sebuah SMP Islam Terpadu Daar El QurAoan merupakan sekolah yang berdiri sejak Dalam proses perkembangannya. SMP Islam Terpadu Daar El QurAoan masih memiliki kekurangan di bidang nonakademik mengembangkan dan mempertahankan warisan budaya lokal. Selain itu kurangnya pengetahuan tentang pemanfaatan bahan alam dan rendahnya minat peserta didik terhadap produk lokal juga menjadi menyelenggarakan kegiatan AuPengenalan dan Pelatihan Produk Ecoprint Untuk Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik di SMP Islam Terpadu Daar El QurAoanAy. Ecoprint merupakan salah satu produk fashion yang terinspirasi dari alam. Ecoprint dapat dikatakan sebagai teknik mencetak motif pada kain menggunakan pewarna alami yang berasal dari tanaman yang mengandung pigmen warna (Ratna Saraswati, 2. Jika dikaitkan dengan kondisi saat ini ecoprint sangat relevan dengan isu produksi ramah lingkungan yang sedang ramai diperbincangkan karena produk ecoprint memiliki beberapa keunggulan diantaranya menggunakan bahan yang murah dan mudah diperoleh, ramah lingkungan, serta produk yang dihasilkan memiliki motif yang unik dan autentik karena proses pembuatannya masih manual dengan teknik yang sederhana dan memiliki nilai seni yang tinggi (Faridatun, 2. Teknik dalam membuat ecoprint sendiri dibedakan menjadi dua yakni teknik iron blanket dan teknik pounding atau teknik Proses pewarnaan pada teknik iron menggulung kain menggunakan paralon untuk mengeluarkan pigmen warna pada Cara ini sedikit berbeda dengan teknik pounding atau teknik pukul, proses pewarnaan pada teknik pounding dilakukan dengan cara memukul-mukul permukaan daun yang telah disusun di atas kain (Emmanuel Putro Prakoso, 2. Dilihat dari proses keduanya, teknik pounding merupakan teknik yang paling sederhana dan mudah dipraktikkan, selain itu proses pewarnaan pada teknik pounding dilakukan satu persatu secara manual sehingga motif yang akan dihasilkan terlihat lebih rapi dan jelas serta memiliki warna yang lebih pekat. Di sisi lain kelemahan teknik ini yaitu proses pengerjaannya yang relative lama karena motif yang diinginkan harus dikerjakan satu persatu (Steffanie Nurliana, 2. Keunggulan yang dimiliki produk terciptanya tren baru yang mendorong ekonomi kreatif indonesia melalui pemanfaatan bahan alam di bidang Dengan demikian produk ecoprint diharapkan mampu menjadi bagian dari gerakan perubahan menuju gaya fashion yang lebih berwawasan lingkungan (Irdalisa, 2. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Lestari. Umah. Ramadhani & Rini II. METODE Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat AuPengenalan dan Pelatihan Produk Ecoprint Untuk Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik di SMP Islam Terpadu Daar El QurAoanAy ini bersifat partisipatif, oleh karena itu kami selaku tim pelaksana melibatkan Peserta Didik SMP Islam Terpadu Daar El QurAoan agar ikut berpartisipasi secara penuh dalam kegiatan ini. Kegiatan ini tidak hanya berisi tentang penyampaian materi saja, namun tim pelaksana juga akan melakukan demonstrasi tentang pembuatan ecoprint serta memfasilitasi peserta didik melalui Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Participatory Rural Appraisal, pendekatan ini menjadi instrumen yang efektif dan tepat untuk penilaian atas kebutuhan masyarakat dan tentunya memiliki teknis yang cukup operasional (Jocelyn G Mueller, 2. Kegiatan AuPengenalan dan Pelatihan Produk Ecoprint Untuk Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik di SMP Islam Terpadu Daar El QurAoanAy ini bersifat partisipatif dengan melibatkan Peserta Didik SMP Islam Terpadu Daar El QurAoan. Keterlibatan Peserta Didik SMP Islam Terpadu Daar El QurAoan sebagai subjek dalam kegiatan ini tercatat sejak awal pelatihan hingga Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini sebagai berikut: Ceramah Metode yang digunakan dalam penyampaian materi adalah ceramah. Hal ini, karena metode ceramah adalah metode yang efektif dan praktis digunakan untuk menjelaskan suatu materi dan akan mudah pahami oleh peserta didik (Sutomo, 2. Demonstrasi Metode ini merupakan metode yang digunakan dalam penyampaian materi dengan menggunakan peragaan untuk Demonstrasi meningkatkan pemahamanan dan kemampuan peserta didik dalam membuat ecoprint dengan tepat, namun dengan disajikan berupa peragaan sehingga lebih menarik dan Praktik Dalam kegiatan pelatihan ini akan lebih banyak menggunakan metode Metode yang digunakan untuk meningkatkan keterampilan peserta didik dari materi yang telah disampaikan dan dipelajari dengan menggunakan alat atau benda, dengan cara praktik secara langsung. Dengan menggunakan metode praktik ini maka peserta didik akan mudah mempraktekkannya secara langsung pembuatan ecoprint. Pre test dan post test Untuk mengetahui perbedaan hasil pemahaman dari peserta didik dapat diukur melalui pre test dan post test. Pre test dilakukan untuk mengukur kemampuan awal peserta didik sebelum mengikuti kegiatan pelatihan Sedangkan post tes dilakukan setelah peserta didik Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg Kedua tes ini bertujuan maupun progres dari peserta didik selama kegiatan pelatihan ecoprint i. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Peserta Pengenalan dan Pelatihan Produk Ecoprint Pengenalan dan pelatihan ecoprint ini diikuti oleh sebanyak 100 peserta yang terdiri dari 45 peserta didik kelas VII dan 55 peserta didik kelas Vi SMP Islam Terpadu Daar El QurAoan. Kabupaten Malang. Berdasarkan jenis kelaminnya, terdapat sebanyak 51 peserta berjenis kelamin lakilaki, sedangkan 49 peserta sisanya berjenis kelamin perempuan. Tabel 1 Komposisi Peserta Berdasarkan Jenis Keterampilan/Keahlian Tertentu Jenis Jumla Persentas Keterampilan/Kehalia n Tertentu Melukis/ membatik Tidak memiliki keterampilan melukis/ membatik, tetapi memiliki keterampilan di bidang lain Tidak memiliki keterampilan di bidang Total Tabel 2 Komposisi Berdasarkan Keterlibatan dengan Pelatihan Tertentu Keterlibatan Jumlah Persentase Pernah mengikuti melukis/membatik Tidak pernah Total Tabel 1 menunjukkan jumlah peserta yang memiliki keterampilan melukis atau membatik banyaknya sama dengan peserta yang tidak memiliki keterampilan tersebut tetapi memiliki keterampilan di bidang lain, yakni masing-masing sebanyak 37 peserta. Sedangkan 26 peserta lainnya terdiri dari peserta yang tidak memiliki keterampilan di bidang apapun. Tabel 2 menunjukkan terdapat sebanyak 45 peserta dari keseluruhan peserta pernah mengikuti pelatihan melukis atau membatik. Sedangkan peserta yang tidak pernah mengikuti pelatihan melukis atau membatik terdapat sebanyak 55 peserta. Tabel 3 Komposisi Peserta Berdasarkan Persepsi Terhadap Ecoprint Tingkat Jumlah Persentase Ketertarikan Sangat Tertarik Biasa saja Kurang Tidak tertarik sama sekali Total Tabel 4 Komposisi Peserta Berdasarkan Ketertarikan Terhadap Metode Pewarnaan dalam Ecoprint Tingkat Jumlah Persentase Ketertarikan Sangat Tertarik Biasa saja Kurang Tidak tertarik sama sekali Total Berdasarkan tabel 3 dan tabel 4, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Lestari. Umah. Ramadhani & Rini Sangat tertarik: sebagian peserta menunjukkan minat yang tinggi terhadap ecoprint, hal ini membuka potensi bagi peserta untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan ini. Tertarik: menunjukkan minat yang cukup besar terhadap ecoprint, hal ini dapat mendorong peserta untuk terlibat secara aktif jika diberikan kesempatan yang tepat. Biasa saja: sebagian peserta memiliki pandangan netral terhadap ecoprint. Mereka tidak menunjukkan minat yang begitu cukup besar terhadap ecoprint, tetapi masih ada peluang untuk memperkuat minat mereka dengan cara memberikan kesempatan yang tepat. Kurang tertarik, . Tidak tertarik sama sekali: minoritas peserta memilih kedua opsi ini kemungkinan disebabkan oleh kurangnya informasi Jika kemungkinan peserta memiliki minat yang lebih besar pada bidang lain sehingga ecoprint terlihat tidak menarik bagi mereka. Selanjutnya pada bagian ini akan diuraikan data hasil pre test seluruh Soal pre test yang diberikan meliputi sejumlah indikator penilaian, yakni . pemahaman terhadap konsep optimalisasi pemanfaatan bahan alam. analisis efisiensi pemanfaatan bahan alam di Indonesia. pemahaman terhadap produk ecoprint. Tingkat Pemahaman <60 . urang 60-80 . ukup >80 . Total Jumlah Persentase Tabel 5 menunjukkan terdapat sebanyak 17 peserta mendapat nilai di atas 53 peserta mendapat nilai 60-80. 30 peserta mendapat nilai di bawah 60. Jadi persentase peserta yang mendapat nilai 60 ke atas adalah 70% artinya berada pada kategori cukup baik, dapat disimpulkan sebagian besar peserta pendalaman terhadap ecoprint. Pelaksanaan Pengenalan dan Pelatihan Produk Ecoprint Pengenalan dan pelatihan ecoprint ini dilaksanakan selama dua hari berturutturut pada tanggal 26 dan 27 Mei 2023 di SMP Islam Terpadu Daar El QurAoan. Inti kegiatan ini diawali dengan sosialisasi ecoprint yang mencakup konsep dasar, keunggulan, serta alat dan bahan yang dibutuhkan dalam membuat ecoprint yang Sosialisasi ini dilakukan sebagai upaya menarik perhatian dan minat peserta terhadap ecoprint. Tabel 5 Komposisi Peserta Berdasarkan Hasil Pre Test Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg Gambar 1 Sosialisasi dan Demonstrasi Pembuatan Ecoprint Selanjutnya mendemonstrasikan prosedur membuat ecoprint dengan teknik pounding. Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan antara lain sebagai berikut: Persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan, antara lain terdiri dari tas kain kanvas, tanaman, tawas, palu kayu, dan plastik. Pembuatan ecoprint dengan teknik pounding, antara lain sebagai berikut: Tas kain dibentangkan di atas lantai atau di atas permukaan yang datar. Plastik yang telah disiapkan kemudian dipotong menjadi dua lembar dengan ukuran lebar lebih kecil dari ukuran tas kain, satu lembar plastik yang pertama dimasukkan ke dalam tas kain dan seluruh bagian dalam tas kain. Tanaman yang telah disiapkan disusun membentuk pola yang diinginkan di atas tas kain. Selembar plastik yang kedua dibentangkan di atas pola tanaman yang telah dibuat. Selanjutnya mencetak motif dengan cara memukul-mukul tanaman yang telah disusun di atas tas kain menggunakan palu kayu. Cara ini dilakukan berulang-ulang hingga menghasilkan motif ecoprint yang Plastik dan ampas tanaman sisa ecoprint dipisahkan dari tas kain, kemudian tas kain dianginanginkan hingga pigmen warna tanaman yang menempel pada tas kain sedikit mengering. Selanjutnya tas kain direndam dalam larutan tawas dan air, kemudian dijemur hingga kering Dalam membuat ecoprint dengan teknik pounding ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menghasilkan produk yang bagus yaitu . memastikan tanaman yang digunakan untuk ecoprint tidak basah atau setidaknya dalam keadaan setengah kering, tujuannya untuk mengurangi kadar air dalam tanaman karena hal tersebut mempengaruhi hasil ecoprint. proses mencetak motif ecoprint diawali dengan memukul-mukul tanaman dari bagian tepi kemudian ke tengah, tujuannya untuk mencetak motif yang tepinya jelas dan Selanjutnya sesi pelatihan pembuatan Tim pelaksana membagi sesi ini menjadi beberapa tahap, yakni . tahap pertama: tim pelaksana membagi kelompok dan perlengkapan pelatihan bagi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Lestari. Umah. Ramadhani & Rini . tahap melaksanakan praktik membuat ecoprint pada tas kain. tahap ketiga: tim pelaksana melaksanakan finishing hasil praktik peserta pelatihan. Pada tahap pertama tim pelaksana telah membagi peserta menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang. Setiap kelompok mendapat satu paket alat dan bahan membuat ecoprint yaitu tas kain kanvas, palu, plastik sejumlah anggota kelompok, dan satu kotak tanaman yang isinya Dalam ecoprint sendiri tidak semua jenis tanaman dapat digunakan, biasanya tanaman yang beraroma tajam, berbentuk lunak, tidak tebal, dan meninggalkan noda ketika ditempel ke benda lain menunjukkan indikasi tanaman yang mengandung pigmen warna dan (Emmanuel Putro Prakoso, 2. Tanaman yang digunakan dalam pelatihan ini terdiri dari daun pepaya jepang dan daun singkong karet yang menghasilkan warna hijau, kenikir menghasilkan warna hijau kecoklatan, dan kelopak mawar merah yang menghasilkan warna biru keunguan (Anggraini, 2020. Arghob Khofya Haqiqi, 2018. Simanungkalit, 2. Gambar 2 Peserta Didik Praktik Membuat Ecoprint Selanjutnya masuk pada tahap kedua, pada tahap ini peserta melaksanakan praktik membuat ecoprint. Tim pelaksana memberikan pelatihan dan pendampingan kepada peserta dengan memberikan intruksi bertahap sesuai dengan prosedur membuat ecoprint dengan teknik pounding, peserta bebas membuat motif ecoprint yang mereka inginkan dalam estimasi kurang lebih 90 menit. Gambar 3 Tim Pelaksana Merendam Produk Ecoprint pada Larutan Tawas Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG http://mediteg. id/index. php/mediteg Gambar 4 Tim Pelaksana Menjemur Produk Ecoprint Selanjutnya tahap ketiga, pada tahap ini semua produk ecoprint hasil praktik peserta dijadikan satu dan diserahkan kepada tim pelaksana untuk dilanjutkan ke proses finishing yaitu perendaman dan pengeringan produk ecoprint. Tim pelaksana merendam produk ecoprint pada larutan tawas dan air yang berfungsi untuk mengikat warna ecoprint agar tidak cepat luntur. Penggunaan tawas pada proses ini memberikan efek warna yang lebih cerah pada ecoprint. Selain itu bahan pengikat warna lainnya yang banyak digunakan dalam ecoprint adalah kapur dan tunjung yang memberikan efek warna lebih gelap dengan tingkatan warna yang berbeda (Damayanti, 2. Selanjutnya produk ecoprint dijemur di bawah sinar matahari untuk proses pengeringan. Adapun beberapa produk ecoprint terbaik karya peserta setelah melalui proses Evaluasi Pengenalan dan Pelatihan Produk Ecoprint Untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan pengenalan dan pelatihan produk ecoprint bagi peserta didik SMP Islam Terpadu Daar El QurAoan, maka dilakukan evaluasi kegiatan berupa uraian data yang diperoleh dari hasil post test dan penilaian produk ecoprint peserta. Berdasarkan hasil post test, tim pelaksana dapat mengevaluasi tingkat pemahaman peserta terhadap materi terkait ecoprint yang telah disampaikan, yakni meliputi konsep dasar, karakteristik bahan dan alat yang dibutuhkan, teknik dan tahapan pembuatan, serta manfaat dan keunggulan ecoprint. Tabel 6 Nilai Hasil Post Test Nilai Jumlah Persentase Total Tabel 7 Komposisi Peserta berdasarkan Hasil Post Test Tingkat Jumlah Persentase Pemahaman <60 . urang 60-80 . ukup >80 . Total Setelah dianalisis, ditemukan beberapa temuan seperti distribusi nilai yang Tabel 7 menunjukkan terdapat sebanyak 53 peserta mendapat nilai di atas 42 peserta mendapat nilai 60-80. peserta mendapat nilai di bawah 60. Jadi persentase peserta yang mendapat nilai 60 ke atas adalah 98% artinya tingkat pemahaman peserta berada pada kategori Dengan demikian terjadi peningkatan pemahaman peserta terhadap ecoprint. Selanjutnya tim pelaksana juga melakukan evaluasi berupa penilaian produk ecoprint peserta. Penilaian produk Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG Volume 9. Nomor 1. Juni 2024 Copyright A 2024 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG p-ISSN: 2548-7655 e-ISSN: 2614-0489 Lestari. Umah. Ramadhani & Rini kemampuan peserta dalam menerapkan materi yang telah disampaikan dalam sosialisasi ecoprint. Aspek penilaian pada bagian ini lebih menekankan pada kerapian, keunikan, dan kreativitas produk ecoprint peserta. Kerapian produk dilihat mengkomposisikan bentuk dan warna motif ecoprint yang mereka buat. Keunikan produk dilihat dari ciri khas motif yang membedakannya dengan produk ecoprint milik peserta lain. Sedangkan kreativitas dilihat dari motif yang inovatif. Peserta yang mampu mencapai aspek-aspek penilaian tersebut akan diberikan reward sebagai bentuk apresiasi tim pelaksana terhadap karya mereka, serta diharapkan dapat memotivasi peserta untuk terus kreativitasnya dalam membuat produk Gambar 5 Produk Ecoprint Terbaik Karya Peserta Pengabdian Pelaksaan kegiatan pengenalan dan pelatihan produk ecoprint memberikan tanggapan positif dari mitra SMP Islam Terpadu Daar El QurAoan, baik dari guru maupun peserta didiknya. Peserta menunjukkan antusias yang tinggi dalam mengikuti rangkaian kegiatan ini. Hal ini dibuktikan dengan keberanian peserta untuk berargumen dalam sosialisasi, demonstrasi, dan pelatihan pembuatan produk ecoprint. Selain itu peserta merasa bangga setelah berhasil membuat produk IV. PENUTUP Kegiatan pengenalan dan pelatihan ecoprint yang kami laksanakan di SMP Islam Terpadu Daar El QurAoan mendapat respon atau tanggapan yang cukup baik dari pihak mitra. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini telah diikuti oleh seluruh peserta didik SMP Islam Terpadu Daar El QurAoan dengan antusias. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan minat, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik terkait ecoprint, sebagaimana yang telah dijabarkan menggunakan data hasil pre test dan post DAFTAR PUSTAKA