Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio PENGARUH DOSIS KOMPOS DENGAN BIOAKTIVATOR Trichoderma sp TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT (Lycopersicum esculentum L. Gusmiarti. Milda Ernita. Sunadi Program Studi Agroteknologi Fakultas. Pertanian Universitas Tamansiswa Padang. Sumatera Barat Jl. Tamansiswa No. 9 Padang Submetted : 20 Agustus 2025 Reviced: 26 Septemer 2025 Apccepted: 20 Oktoer 2025 ABSTRAK Tujuan dalam percobaan ini adalah untuk mengetahui dosis pupuk kompos dengan bioaktivator Trichoderma sp terhadap pertumbuhan dan hasil tomat (Lycopersicum esculentum L. Percobaan ini telah dilakukan dari November 2024 sampai April 2025 di Desa Sanggaran Agung Kecamatan Danau Kerinci Kabupaten Kerinci. Percobaan dilakukan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Terdiri dari 1 faktor yaitu dosis kompos dengan 6 taraf yaitu 0 ton/ha, 3 ton/ha, 6 ton/ha, 9 ton/ha, 12 ton/ha, 15 ton/ha. Masing- masing perlakuan terdiri dari 4 ulangan sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Data di analisis secara statistik dengan menggunakan sidik ragam, kemudian diuji lanjut dengan uji Duncan New Multiple Range Test pada taraf 5%. Berdasarkan hasil percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa pengaruh dosis kompos dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat dengan dosis terbaik yaitu 15 ton/ha. Kata Kunci : Kompos. Trichoderma sp. Lycopersicum esculentum L. ABSTRACT The purpose of this experiment was to determine the dose of compost fertilizer with Trichoderma sp bioactivator on the growth and yield of tomatoes (Lycopersicum esculentum L. This experiment was conducted from November 2024 to April 2025 in Sanggaran Agung Village. Danau Kerinci District. Kerinci Regency. The experiment was carried out in a Randomized Block Design (RAK) consisting of 1 factor, namely the compost dose with 6 levels, namely 0 tons/ha, 3 tons/ha, 6 tons/ha, 9 tons/ha, 12 tons/ha, 15 tons/ha. Each treatment consisted of 4 replications so that 24 experimental units were obtained. The data were analyzed statistically using analysis of variance, then further tested with the Duncan New Multiple Range Test at the 5% level. Based on the results of the experiment above, it can be concluded that the effect of the compost dose can increase the growth and production of tomato plants with the best dose being 15 tons/ha. Keywords: Compost. Trichoderma sp. Lycopersicum esculentum L. //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 111 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio tercemar oleh residu atau sisa bahan PENDAHULUAN Tomat merupakan salah satu kimia dari pupuk. komoditas hortikultura yang memiliki Salah nilai ekonomi yang tinggi, banyak dikonsumsi dan dibudidayakan di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik . produksi tomat di Provinsi dengan penggunaan pupuk organik seperti pupuk kompos. Jambi pada tahun 2020 sebanyak Pembuatan pupuk organik dari 652 ton Tahun 2021 sebanyak bahan baku berupa limbah panen dan 890 ton tahun 2022 48. 008 tahun kotoran ternak apabila diproses secara 2023 turun menjadi 40. 593 dapat dilihat dari data tersebut bahwa waktu yang cukup lama yakni sekitar 1 hingga 2 bulan bahkan lebih . (Widijanto Kendala yang seringdihadapi dalam Namun budidaya tomat umumnya, sebagian besar tanaman tomat dibudidayakan Trichoderma sp, sebagai bioaktivator maka bukan saja waktu pengomposan menjadi lebih pendek yakni berkisar 2 sebagai sumber haranya. Rosalina et hingga 3 minggu, tetapi juga dapat . menyatakan penggunaan pupuk anorganik yang terjadi akhir- karena berfungsi sebagai biofertilizer akhir ini dan telah digunakan secara dan biopestisida (Suhera, 2. Suntoro,2. Penelitian terbaru oleh Ali et terus menerus menimbulkan dampak terhadap lingkungan yang terlihat dari berbagai indikasi seperti tanah yang aplikasi pupuk kompos pada tanaman keras dan diikuti dengan pH tanah yang tinggi, penurunan kualitas tanah kualitas buah, berkat peningkatan organik dalam tanah, dan tanah //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio . Page 112 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan Multiple Range Test pada taraf 5%. AuPengaruh Dosis Kompos Duncan New Parameter dengan Bioaktivator Trichoderma sp Terhadap Pertumbuhan dan Hasil cabang, umur mulai muncul bunga. Tomat (Lycopersicum esculentum L) umur panen pertama, jumlah buah per METODE PENELITI tanaman, bobot biuah per buah, bobot Penelitian dengan menggunakan rancangan acak buah pertanaman hasil per plot dan hasil/ha. lengkap (RAK) dengan satu faktor HASIL DAN PEMBAHASAN yaitu : kompos yang terdiri dari 6 Tinggi tanaman dan jumlah taraf yaitu : 0 t/ha (KO), 3 ton/ha cabang utama (K. , 6 t/ha (K. , 9 t/ha (K. , 12 t/ha (K. , 15 t/ha K5. Masing-masing diulang 4 kali, sehingga diperoleh 24 setiap perlakuan kompos, pada setiap plot terdiri dari 10 populasi tanaman tomat dan 3 tanaman sampel. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F 5% dan jika berpengaruh nyata Hasil yang diperoleh dari pengamatan tinggi jumlah cabang tanaman tomat terhadap pemberian Trichoderma Data pengamatan tanaman dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Tinggi tanaman dan jumlah cabang utama tanaman tomat perlakuan kompos dengan bioaktivator Trichoderma sp Dosis Kompos . /h. Tinggi Tanaman . Jumlah Cabang 103,17 e 104,75 d 108,00 d 111,92 c 115,42 b 121,33 a 0,60% 1,47% Angka-angka yang diikuti oleh huruf kecil yang sama pada kolom menunjukan berbeda tidak nyata berdasarkan uji DNMRT pada taraf nyata 5% //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 113 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Berdasarkan Tabel Trichoderma sp berpengaruh nyata p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio pertumbuhan tinggi tanaman tomat dengan baik (Septiani. Novianti dan Rizal, 2. terhadap tinggi tanaman tomat dengan Tabel 1 juga menunjukan dosis 0 t/ha 103,17 cm berbeda nyata dengan 3 t/ha 104,75 cm tetapi tidak perlakuan dosis 15 ton/ha memiliki berbeda nyata dengan 6 t/ha 108,00 jumlah cabang lebih banyak yaitu 3 cm berbeda nyata dengan 9 t/ha 111,92 cm berbeda nyata dengan 12 perlakuan dosis lainnya. Semakin t/ha 115,42 tinggi dosis kompos yang diberikan dan berbeda nyata dengan 15/t ha 121,33 cm. Pengaplikasian semakin meningkat jumlah cabang Hal dengan bioaktivator Trichoderma sp disebabkan karena jumlah N yang diduga mampu menguraikan bahan terkandung didalam pupuk kompos organik yang ada didalam kompos dapat membantu dalam ketersediaan tersebut dan dalam bentuk unsur hara hara bagi tanaman tomat. Menurut yang siap diserap oleh tanaman tomat. Dari berpengaruh terhadap pertumbuhan sehingga kandungan N yang ada pada dan perkembangan tanaman, terutama pupuk kompos tersedia bagi tanaman. unsur hara nitrogen yang sangat Sebagaimana dibutuhkan pada masa peretumbuhan Prasetyo et al . menjelaskan dan perkambangan tanaman terutama bahwa unsur nitrogen bermanfaat unsur hara nitrogen. 0,34 (Furoidah,2. Nitrogen tanaman yaitu pembentukan sel-sel dan pembentukan sel-sel yang rusak. Penelitian Pemberian jamur Trichoderma sp //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Umur mulai muncul bunga dan umur panen pertama Hasil pengamatan umur mulai muncul bunga dan umur panen pertama perlakuan kompos dengan Page 114 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio bioaktivator Trichoderma sp tidak p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio muncul bunga disajikan pada Tabel 2. berpengaruh nyata. Data umur mulai Tabel 2. Umur mulai muncul bunga dan umur panen pertama perlakuan kompos dengan bioaktivator Trichoderma sp Dosis Kompos t/ha Umur mulai muncul bunga Umur Panen Pertama 30,17 71,50 30,25 71,58 30,33 71,83 30,33 72,25 30,17 72,33 30,25 72,33 0,08% 0,11% Berdasarkan Tabel 2 menunjukan kom. os bioaktivator Trichoderma sp idak yang menyebutkan bahwa pemberian terhadap percepatan berbunga berpengaruh nyata terhadap umur Berdasarkan Tabel mulai berbunga. Hal ini menunjukan bahwa pemberian kompos, meskipun Trichoderma sp tidak berpengaruh nyata terhadap umur mulai panen Hal ini mengindikasi bahwa Umur mulai muncul bunga dipengaruhi oleh faktor genetikj dan lingkungan seperti suhu dan cahaya. Fitriani et al. menyatakan seperti seperti suhu dan pencahayaan. bahwa umur berbunga lebih banyak Pada deskripsi varietas tomat ditentukan oleh varietas dan suhu varietas servo umur panen 62-65 hst sedangkan umur panen tanaman pada dipengaruhi oleh perlakuan pupuk penelitian lebih lama yaitu 72 hst. Hal apabila ketersedian unsur hara telah ini disebabkan saat penelitian kondisi Hal ini juga diperkuat oleh Handayani dan Rahma . //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio udara tinggi karena Page 115 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio metabolisme tanaman lambat, proses p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio Jumlah Buah Per Tanaman. Bobot Buah Per Buah Dan Bobot Buah Pertanaman pematangan buah yang tergantung pada hormon seperti etilen menjadi Hasil pengamatan jumlah buah lebih lambat karena kondisi lembab per tanaman, bobot buah dan bobot cenderung menekan produksi etilen. Hal ini juga sejalan dengan pendapat Setiawan dan Rahayu . pada Trichoderma Data tanaman disajikan pada Tabel 3. pematangan buah pun menurun. Tabel 3. Jumlah Buah per tanaman, bobot buah per buah dan bobot buah pertanaman tomat perlakuan kompos dengan bioaktivator Trichoderma Jumlah Buah Per Bobot Buah Bobot Buah Per Dosis Kompos t/ha Tanaman . /bua. Tanaman . 41,06 f 14,6 e 591,06 f 46,96 e 16,2 d 759,85 e 51,47 d 16,5 d 849,48 d 57,30 c 17,7c 1010,28 c 69,17 b 19,5 b 1295,91 b 74,38 a 25,8 a 1843,40 a 0,50 0,49 1,01 Angka-angka yang diikuti oleh huruf kecil yang sama pada kolom menunjukan berbeda tidak nyata berdasarkan uji DNMRT pada taraf nyata 5% Berdasarkan Tabel nyata dengan 6 ton/ha 16,5 buah menunjukan bahwa jumlah buah pada berbeda nyata dengan 9 t/ha 17,7 tanaman tomat perlakuan kompos buah tidak berbeda nyata dengan 12 dengan bioaktivator Trichoderma sp 0 t/ha 19,5 buah dan berbeda nyata t/ha 14,6 buah berbeda nyata dengan dengan 15 t/ha 25,8. Hal ini diduga 3 t/ha 16,2 buah tetapi tidak berbeda //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio yang mampu Page 116 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio akar, pementukan bunga dan buah. perbedaan antar perlakuan terhadap Pendapat ini sejalan dengan Anidar produksi jumlah buah pertanaman. Hal ini sejalan dengan Gunawan Trichoderma sp posfat yang terikat di dalam tanah p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio merangsang pembentukan diduga melarutkan meningkatkan kapasitas pengikat air, menghasilkan enzim fostase dapat memperbaiki kualitas struktur tanah, melepaskan senyawa fosfor yang menurunkan pergerakan air dalam terikat oleh fe. Al dan Mn sehingga tanah dan menyerap unsur hara secara Pada Tabel tanaman , pembentukan bunga, dan Pada Tabel Trichoderma sp dapat meningkatkan bobot buah per buah pada tanaman Perlakuan dosis kompos 0 t/ha 41,06 gram berbeda nyata dengan 3 t/ha 46,96 gram berbeda nyata dengan 6 t/ha 51,47 gram berbeda nyata dengan 9 t/ha 57,30 gram berbeda nyata dengan 12 t/ha 69,17 gram dan berbeda nyata dengan 15 t/ha 74,38 Hal ini diduga kandungan Unsur P yang terkandung dalam Trichoderma 1,02% //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Trichoderma sp dapat meningkatkan bobot buah per tanaman tomat. Perlakuan dosis kompos 0 t/ha 591,06 gram berbeda nyata dengan 3 t/ha 759,85 gram berbeda nyata dengan 6 t/ha 849,48 gram berbeda nyata dengan 9 t/ha 1010,28 gram berbeda nyata dengan 12 t/ha 1295,91 gram dan berbeda nyata dengan 15 t/ha 18,43,40 gram. Kenaikan bobot buah ketersedian unsur hara dari kompos pembelahan dan pembesaran sel pada buah tomat. Ketersedian hara makro dan mikro yang lebih optimal akan Page 117 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio mendukung proses fotosintat yang ukuran dan berat buah (Khadaker et tanaman juga disimpan oleh tanaman Fotosintat Produksi per Plot. Per hektar dan persentase tingkat serangan penyakit hawar daun Hasil yang diperoleh dari diseluruh tubuh tanaman, yaitu bagian pengamatan produksi per plot dan meristem di titik tumbuh dan buah- pemberian beberapa dosis kompos Jika fotosintesis yang dengan bioaktivator Trichoderma sp dilakukan optimal maka fotosintat berpengaruh nyata Data produksi yang dihasilkan akan optimal juga tanaman per plot dan per hektar yang akhirnya akan berpengaruh pada disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Produksi tanaman tomat per plot, per hektar dan persentase serangan penyakit hawar daun perlakuan kompos dengan bioaktivator Trichoderma sp Dosis Kompos Produksi Produksi . /h. Persentase serangan t/ha . g/Plo. 6,02 f 15,05 f 6,29 7,60 e 8,49 d 10,10 c 13,47 b 19,55 a 0,67 19,00 e 21,24 d 25,26 c 33,67 b 48,88 a 5,87 5,61 4,83 4,78 4,30 2,50% Angka-angka yang diikuti oleh huruf kecil yang sama pada kolom menunjukan berbeda tidak nyata berdasarkan uji DNMRT pada taraf nyata 5% Dilihat dari Tabel 4 bahwa . ,02 k. setara dengan 15,05 ton/ha. hasil tanaman per plot yang tertinggi yaitu dosis pemberian pupuk kompos kandungan unsur hara yang terdapat yang diperkaya dengan Trichoderma dalam kompos yaitu. N 0,34 %. P sp dosis 15 ton/ha . ,55 k. setara 1,02%. K 0,11%. C-organik 13,92%. dengan 48,8 ton/ha. Hampir 3 kali Kompos yang diperkaya trichoderma lipat dibandingkan tanpa kompos //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 118 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio p -ISSN :2085-403X e-ISSN: 2808-9766 Doi : 1031317/embrio mengurangi infeksi dan beratnya serangan patogen pada tanaman inang tanah yang mampu mineralisasi unsur Dominasi Trichoderma sp sp. hara dan memperbaiki struktur tanah, lingkungan dan ekologi sekitar tanah namun juga mendukung pertanian berkelanjutan (Suryani,2. Bobot buah tomat pertanaman (Prasetiyo, 2. yang lebih tinggi berbanding lurus dengan produksi tomat yang lebih KESIMPULAN ini berarti jika bobot buah Hasil percobaan disimpulkan per tanaman meningkat maka jumlah bahwa dosis kompos berpengaruh buah yang dihasilkan dan total bobot panen . erat buah total dari satu tanama. akan cenderung meningkat. pertanaman, bobot buah rata-rata, bobot buah pertanaman, produksi Dari Tabel 4 menunjukkan persentase tertinggi serangan penyakit infestan tidak berbeda nyata. Tujuan dengan bioaktivator Trichoderma sp untuk membantu ketahanan penyakit pada tanaman tomat. Penggunaan tidak berpengaruh terhadap parameter umur mulai muncul bunga, umur panen pertama dan tingkat serangan Berdasarkan hasil percobaan dapat disarankan untuk menggunakan buah per plot dan per hektar. Tetapi Trichoderma sp dosis 15 t/ha. //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio Page 119 Jurnal Embrio . ) . 2025 //ojs. unitas-pdg. id/index. php/embrio DAFTAR PUSTAKA Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi. Produksi TanamanSayuran. https://jam id/id/publicatio n/2009/08/06/3214298f76f33 701c9c6aae7/kota-jambidalam-angka-2004-. Diakses September 2024 Furoidah. Efektivitas Penggunaan Mix Pertumbuhan Beberapa Varietas Sawi (Brassica sp. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UNS. Surakarta, 18-19 April 2018. Surakarta. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Hal 239-246 Gunawan. Perbanyakan Tanaman. Cangkok. Stek. Okulasi. Sambung dan Biji. PT. Agromedia Pustaka