JURNAL IKTIBAR NUSANTARA E-ISSN: E-ISSN: 2964-5255 Editorial Address: Jl. Nyak Arief No 333. Jiulingke. Kota Banda Aceh Provinsi Aceh Received: 03-05-2. Accepted: 20-05-2. Published: 23-6-2024 Total Quality Management dalam Peningkatan Kompetensi Kepribadian Tenaga Pendidik Fatimah Ibda1. Tasya Nurmalia2 Universitas Islam Negery (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh 1Email: fatimahibda@ar-raniry. Email: nurmalia250012@gmail. ABSTRAK Kompetensi kepribadian tenaga pendidik merupakan kualifikasi yang harus dimiliki oleh setiap tenaga pendidik dan tentunya harus dilakukan perbaikan secara terus menerus sehingga dalam hal ini membutuhkan aktualisasi total quality management untuk memuaskan pelanggan atau konsumen pendidikan. Total quality management (TQM) merupakan konsep perbaikan terus menerus dan berfokus kepada kepuasan pelanggan, konsep ini bisa digunakan pada setiap permasalahan yang ada di sekolah termasuk pada peningkatan kompetensi kepribadian tenaga pendidik. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana penerapan dan kendala total quality management dalam peningkatan kompetensi kepribadian tenaga pendidik. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah dan tenaga pendidik. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ditemukan bahwa penerapan total quality management dalam peningkatan kompetensi kepribadian tenaga pendidik sudah baik dalam beberapa hal, yaitu. berfokus pada pelanggan yaitu memberikan pelayanan terbaik dengan menganalisis dan melakukan pengembangan untuk meningkatkan kompetensi kepribadian tenaga pendidik secara . menyelenggarakan pelatihan dan pengembangan kompetensi kepribadian tenaga pendidik. melakukan evaluasi perbaikan secara terus menerus, konsisten dan berkesinambungan. Kendala penerapan TQM dalam peningkatan kompetensi kepribadian tenaga pendidik yaitu rendahnya pemahaman tenaga pendidik terhadap konsep TQM, rendahnya kompetensi tenaga pendidik, faktor umur/usia, budaya dan pembiayaan. Kata Kunci: Total quality management, kompetensi kepribadian, tenaga pendidik PENDAHULUAN Total quality management (TQM) merupakan salah satu strategi dalam pengelolaan mutu yang berorientasi pada stakeholders. Dalam TQM pengelolaan mutu atau manajemen mutu dilaksanakan secara sistematis bertahap, menyeluruh dan berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh lembaga pendidikan dalam memperbaiki mutu yang tinggi maka semua tahapan dalam TQM Jurnal Iktibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Fatimah Ibda. Tashanurmalia Total Quality Management harus dilaksanakan dengan menyeluruh dan konsisten. 1 Menurut Tjiptono dan Anastasia. TQM merupakan suatu pendekatan dalam usaha memaksimumkan daya saing melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, tenaga kerja, proses, dan lingkungannyaAy. Dalam Islam, konsep TQM dapat ditemukan dalam surat Al-Baqarah ayat 208 yang berbunyi:3 A n ncaAIEac En en a UA e a ae aacea EUAA Artinya: Masuklah kedalam Islam secara kaffah (Q. S Al-Baqarah: . Ayat tersebut menjelaskan dua konsep yang berkaitan dengan manajemen mutu terpadu atau TQM yaitu kata AusilmiAy dan AukaffahAy. Kata AusilmiAy selama ini diartikan sebagai islam dalam konteks agama, namun sebenarnya dapat pula diartikan secara luas sebagai Aukesejahteraan, kemakmuran, dan kualitasAy yang mengarahkan kepada sebuah kebaikan tingkat tinggi. Sedangkan kata AukaffahAy memiliki arti total atau totalitas. Didasarkan pada penjelasan ini maka ayat tersebut di atas dapat dimaknai dalam konteks yang lebih luas yaitu Auberbuatlah dan bertindaklah kamu untuk meraih kebaikan dan kesejahteraan secara menyeluruhAy. TQM dapat dipahami dalam empat konsep yaitu quality, kepuasan pelanggan, dan perbaikan secara terus menerus, menyeluruh dalam semua komponen organisasi. Dalam penerapannya. TQM merupakan salah satu strategi yang mengacu pada stakeholders. Dalam hal ini stakeholders dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap mutu dalam sebuah lembaga pendidikan. Stakeholder yang dimaksudkan yaitu pemimpin lembaga pendidikan/kepala sekolah/madrasah. Lilik Huriyah dan Endraswati. Penerapan Total Quality Management (TQM) dalam Peningkatan Mutu Layanan Publik UIN Sunan Ampel Surabaya. Jurnal JOIES: Jurnal of Islamic Education Studies. Vol. No. Desember 2016, h. Sagito Putra. Implementasi Manajemen Mutu dalam Peningkatan Kompetensi Professional Tenaga Pendidik di Sekolah Dasar Islam Terpadu Az-Zuhra Islamic School Cipta Karya. Skripsi. Pekan baru: Prodi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguran UIN Sultan Syarif Kasim Riau, 2019, h. Dapartemen Agama RI. Al-QurAoan Tajwid dan Terjemah Ringkasan Ibnu Katsir Ringkasan Hadis Bukhari Muslim, (Bandung: Penerbit Jabal, 2. , h. Ema Sari. Manajemen Mutu Terpadu dalam Konsep Pendidikan Islam. Skripsi. Palembang: Prodi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguran UIN Raden Fatah, 2016, h. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Fatimah Ibda. Tashanurmalia Total Quality Management Di sisi lain, kompetensi guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran dan pendidikan di sekolah. Menurut Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 10 ayat . disebutkan bahwa kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesionalisme. 6 Kompetensi kepribadian merupakan salah satu komponen penting yang harus dimiliki oleh setiap tenaga pendidik yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi siswa serta berakhlak mulia. Lebih lanjut dijelaskan bahwa kualifikasi yang harus dimiliki oleh seorang tenaga pendidik salah satunya adalah peningkatan kompetensi kepribadian. 7 Untuk memenuhi tuntutan tersebut, maka diperlukan aktualisasi TQM dalam peningkatan kompetensi kepribadian tenaga pendidik pada lembaga pendidikan. Untuk tercapainya tuntutan ini, tenaga pendidik diharapkan dapat memiliki kompetensi kepribadian yang dapat mengarah kepada perbaikan secara terus menerus serta menjamin kualitas dan kepuasan konsumen pendidikan. Dalam realitas di lapangan khususnya di Sekolah Dasar (SD) Negeri Blang Jeurat kecamatan Tangse, kabupaten Pidie, provinsi Aceh ditemukan bahwa penerapan TQM belum memberikan konstribusi yang positif dalam peningkatan kompetensi kepribadian tenaga pendidik. Dari hasil obeservasi di lapangan ditemukan masih ada tenaga pendidik yang belum memiliki kedisiplinan yang baik. relasi tenaga pendidik dan orangtua/wali murid serta komitmen dan tanggung jawab terhadap pekerjaan masih rendah. Fenomena ini berdampak terhadap keluhan masyarakat khususnya para wali murid dan peserta didik terhadap mutu pelayanan METODE Ferals Novauli. Kompetensi Guru dalam Peningkatan Prestasi Pada SMP Negeri Dalam Kota Banda Aceh. Jurnal Administrasi Pendidikan Pascasarjana. Vol 3. No. Februari 2015, h. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, h. Muhammad Nasim Bahara. Implementasi Total Quality Management (TQM) Dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidik di MAN 1 Jepara Tahun Pelajaran 2020/2021. Tesis. Jawa Timur: Magister Manajemen Pendidikan Islam Institut Agama Islam Negeri Kudus, 2021, h. Jurnal Iktibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Fatimah Ibda. Tashanurmalia Total Quality Management Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan analisis melalui pendekatan kualitatif, dimana peneliti melaksanakan penelitian dengan menyelidiki dan mengungkapkan, serta memaparkan data alami sesuai dengan apa yang diperoleh dan didapat dari lapangan. Hal ini diperjelas oleh Muh. Fitrah dan Luthfiyah bahwasanya:Metode penelitian kualitatif sering disebut sebagai metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah dengan memperhatikan situs-situs lokasi penelitian dengan data kualitatif, tidak menggunakan model matematik statistik dan analisisnya lebih bersifat 8Teknik pengumpulan data menggunakan . Observasi dilakukan untuk mendapatkan data lapangan terkait dengan kompetensi kepribadian guru, . Wawancara dalam penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang penerapan TQM dalam peningkatan kompetensi kepribadian tenaga pendidik dan kendala dalam penerapan dan kendala yang HASIL DAN PEMBAHASAN KAJIAN TEORI Total Quality Management (TQM) dalam Lembaga Pendidikan TQM merupakan filosofi yang membantu organisasi salah satunya organisasi penyedia layanan pendidikan untuk mengelola perubahan. Esensi dari TQM adalah perubahan budaya . ulture chang. yang bertujuan memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. TQM yang berorientasi pelanggan meliputi pelanggan internal dan pelanggan Pelanggan internal yaitu staf edukatif dan non edukatif. Pelanggan internal terdiri dari peserta didik sedangkan pelanggan eksternal sekunder terdiri dari orang tua, pemberi beasiswa, dan pemilik perusahaan. Muh. Fitrah & Luthfiyah. Metodelogi Penelitian. Penelitian Kualitatif Tindakan Kelas & Studi Kasus, (Jawa Barat: Jejak, 2. , h. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Fatimah Ibda. Tashanurmalia Total Quality Management Pelanggan eksternal tersier yaitu pasar tenaga kerja, pemerintah, dan masyarakat luas. Dalam dunia pendidikan, konsep TQM dapat diterapkan dalam semua aspek antara lain:10 Pelanggan. Pelanggan merupakan stakeholders internal dan eksternal . iswa dan orangtu. , semua karyawan adalah pelanggan bagi karyawan lainnya, misalnya seorang guru senior memberikan dukungan terhadap guru junior. TQM memiliki dimensi nilai tambah yaitu kualitas manfaat pendidikan dan pengajaran ditambahkan pada setiap langkah dalam proses yang membawa pada keluasan pengalaman pembelajaran. Pelatihan atau pengembangan dan pembinaan bagi tenaga administrasi, guru, dan personil tertentu untuk memastikan bahwa mereka secara berkesinambungan mampu meningkatkan kualitas layanan dan produk pendidikan yang diberikan. Kepuasan pelanggan internal dan eksternal diperoleh dengan cara menyediakan kualitas layanan pendidikan dan kualitas produk. Komunikasi dua arah yang luas dengan semua pelanggan eksternal dan internal sekolah distrik disyaratkan untuk merumuskan spesifikasi kualitas untuk digunakan dalam pengembangan dan kualitas produk dan layanan sekolah distrik. TQM dilakukan secara berkesinambungan pada semua langkah proses program pembelajaran, ketersediaan layanan siswa, dan fasilitas kerja pada setiap proses dengan tujuan untuk pengembangan produk dan layanan yang diberikan pada semua siswa, para orang tua, dan pelanggan lainnya. Lembaga pendidikan yang menerapkan TQM dengan konsisten akan mengubah budaya organisasi menjadi lebih baik. Visi, misi, kebijakan, dan tujuan sekolah harus fokus pada pemberian kualitas layanan pendidikan, baik pengajaran maupun Jamaluddin. Manajemen Mutu Teori dan Aplikasi Pada Lembaga Pendidikan, (Jambi: Pusaka Jambi, 2. , h. Jamaluddin. Manajemen Mutu Teori, h. Jurnal Iktibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Fatimah Ibda. Tashanurmalia Total Quality Management non pengajaran kepada semua pelanggan baik pelanggan internal maupun eksternal. Pemecahan masalah sekolah merupakan struktur yang integral dengan sistem pendekatan TQM di sekolah. TQM administrasi dan guru yang memberikan respon secara sukarela atau meningkatkan produk/layanan pendidikan dimana mereka terlibat . eam Selanjutnya. Sukdimata Jamaluddin mengemukankan bahwa penerapan TQM di lembaga pendidikan harus berpegang pada prinsip-prinsip berikut:11 Fokus pada pelanggan Fokus pada pelanggan diperlukan dalam menganalis atau mengindentifikasi suatu masalah dengan menerapkan layanan prima . ervice excellen. Layanan prima menjadi suatu keharusan yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk menampung dan menindak lanjuti keluhan-keluhan dari orang tua baik berkaitan dengan pembelajaran ataupun kegiatan kesiswaan. Keluhan tersebut dijadikan bahan instropeksi bagi satuan pendidikan dan salah satunya dijadikan acuan dalam perbaikan berkelanjutan. Keterlibatan menyeluruh Semua orang dalam lembaga pendidikan harus terlibat dalam perubahan mutu. Manajemen harus komitmen dan terfokus pada peningkatan mutu. Transformasi mutu harus dimulai dengan mengadopsi paradigma pendidikan baru, kepercayaan lama harus Pengukuran Pandangan lama mutu pendidikan diukur dari prestasi belajar, dalam pendekatan baru para professional pendidikan sendiri yang harus Jamaluddin. Manajemen Mutu Teori dan, h. Erwin Firdaus, dkk. Manajemen Mutu Pendidikan, (Medan: Yayasan Kita Menulis, 2. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Fatimah Ibda. Tashanurmalia Total Quality Management belajar mengukur mutu pendidikan dari kemampuan serta kinerja lulusan berdasarkan tuntutan pengguna. Pendidikan sebagai sistem Pendidikan sebagai sistem memiliki sejumlah komponen, seperti siswa, sarana, tenaga pendidik . , kurikulum, media, sumber belajar, orang tua dan lingkungan. Diantara komponen-komponen tersebut memang harus terjalin hubungan yang berkesinambungan dan keterpaduan dalam pelaksanaan sistem. Perbaikan berkelanjutan Perbaikan berkelanjutan menganut prinsip bahwa setiap proses perlu diperbaiki dan tidak ada proses yang sempurna, perlu selalu diperbaiki dan disempurnakan. Penerapan Total Quality Management (TQM) pada Lembaga Pendidikan Menurut Sharples dkk. , dalam Jamaluddin menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan TQM di lembaga pendidikan setidaknya memperhatikan beberapa faktor penting berikut:13 Tanggung jawab dan dukungan . Pendidikan dan pelatihan . ducation and trainin. Penerapan dan praktek . pplication and practic. Standardisasi dan pengenalan . tandardization and recognitio. Selanjutnya Fusco dalam Jamaluddin mengemukakan bahwa karakteristik atau syarat agar TQM dapat diterapkan di sektor atau lembaga pendidikan maka perlu menerapkan hal-hal sebagai berikut kepemimpinan yang kuat, perbaikan sistem secara berkesinambungan, dan metode statistic TQE/TQS sebagai filosofi manajemen berkualitas. Kompetensi Kepribadian Tenaga Pendidik Tenaga pendidik professional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian dalam bidang keguruan atau dengan kata lain telah terdidik dan terlatih dengan baik. Terdidik dan terlatih bukan hanya Jamaluddin. Manajemen Mutu Teori dan, h. Jamaluddin. Manajemen Mutu Teori dan, h. Jurnal Iktibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Fatimah Ibda. Tashanurmalia Total Quality Management memperoleh pendidikan formal saja tetapi juga harus menguasai berbagai strategi atau teknik di dalam kegiatan belajar mengajar serta mengusai landasan-landasan kependidikan seperti yang tercantum dalam kompetensi tenaga pendidik. Kompetensi kepribadian tenaga pendidik merupakan kemampuan seorang pendidik dalam mengelola pembelajaran meliputi:15 Memiliki kepribadian yang mantap dan stabil, yang indikatornya bertindak sesuai dengan norma hukum, hukum sosial. Bangga sebagai pendidik memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai Memiliki kepribadian yang dewasa dengan ciri-ciri menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik yang memiliki etos Memiliki kepribadian yang berwibawa yaitu perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani. Memiliki kepribadian yang arif yang ditujukan dengan tindakan yang bermanfaat bagi peserta didik disekolah dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak. Memiliki ahklak mulia dan menjadi teladan dengan menampilkan tindakan yang sesuai norma religius dan memiliki perilaku yang diteladi peserta didik. Adapun indikator kompetensi kepribadian yang harus dimiliki oleh tenaga pendidik adalah sebagai berikut:16 Mantap dan stabil. Bertindak sesuai norma. Sikap kedewasaan. Kemandirian bertindak. Etos kerja guru. Riswadi. Kopetensi Professional Guru, (Jawa Timur: Uwais Inpirasi Indonesia, 2. Heri Susanto. Profesi Keguruan, (Banjarmasin: Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Lambung Mangkurat, 2. , h. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Fatimah Ibda. Tashanurmalia Total Quality Management Arif dan bijaksana. Tindakan bermanfaat. Terbuka, berpikir kritis dan kreatif. Rendah hati pemaaf dan pemurah. Tabah, ulet, sabar dan istiqamah. Empati, penyayang dan apresiatif. Jujur, tulus, dan terbuka. Kreatif, supel, gigih dan berani. Humoris dan ceria. Cermat dan ingin maju. Disiplin, mengasihi dan adil. Wibawa dan sikap santun. Perilaku tenaga pendidik yang memberi pengaruh positif. Perilaku yang disegani. Akhlak mulia. Menjadi teladan. Berkepribadian sesuai norma. Sikap soleh dan sholehah. Ikhlas. Peningkatan Kompetensi Kepribadian Tenaga Pendidik Menurut Undang-undang nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, komponen-komponen sistem pendidikan yang bersifat human reseources . umber daya manusi. dapat digolongkan menjadi: tenaga pendidik dan pengelola satuan pendidikan. penilik, pengawas, peneliti dan pengembang di bidang pustakawan, laboran dan teknis sumber belajar. Peningkatan kompetensi kepribadian tenaga pendidik dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa pengembangan berikut ini:18 Pengembangan lewat pelatihan . ntensive develomen. kompetensi kepribadian juga bisa dilakukan melalui pelatihan yang diselenggarakan khusus untuk tenaga pendidik untuk mengembangkan Moh Roqid dan Nurfuadi. Kepribadian Guru Upaya Mengembangkan Kepribadian Guru yang Sehat di Masa depan, (Yogyakarta: Cinta Buku, 2. Cet I, h. Moh Roqid dan Nurfuadi. Kepribadian, h. Jurnal Iktibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Fatimah Ibda. Tashanurmalia Total Quality Management kompetensi dalam dirinya. Pelatihan yang dimaksud berupa bentuk kegiatan-kegiatan seperti: Penataran. Diklat. Kursus-kursus, atau seminar yang berhubungan dengan norma, adat istiadat, perilaku, serta hal-hal yang lainnya dalam meningkatkan kompetensi kepribadian yang bersifat menunjang kualitas pemahaman dan peningkatan mutu tenaga pendidik. Pengajian rutin. pengajian rutin dapat dilakukan oleh sekolah untuk menambah wawasan keagamaan guru, meliputi aspek sikap lahir dan batin dalam bertinteraksi dengan seluruh lingkungan sekolah. Pengembangan lewat pembinaan oleh atasan. pengembangan kompetensi kepribadian bisa dilakukan melalui pembinaan oleh atasan atau dalam lembaga pendidikan. Pengembangan oleh atasan yang dimaksud adalah kepala sekolah. Pembinaan kompetensi kepribadian melalui atasan merupakan poin penting yang harus dilakukan oleh kepala sekolah. Pembinaan kompetensi kepribadian melalui atasan dapat dilakukan melalui . supervisi pada peningkatan kompetensi kepribadian dilakukan dengan berkunjung ke kelas atau diluar jam pelajaran, . arahan atau bimbingan. Pengembangan kooperatif . ooperatif developmen. pengembangan tenaga pendidik yang dilakukan melalui kerjasama dengan teman sejawat dalam suatu team. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan tenaga pendidik melalui pemberian masukan, saran, nasehat dan bantuan dari teman sejawat. Teknik yang digunakan melalui pertemuan kelompok kerja guru (KKG). Pengembangan mandiri . elf directed developmen. Pengembangan mandiri memberikan otonomi secara luas kepada tenaga pendidik. Hal ini Inom Nasution. Kompetensi Kepribadian Guru Paud dan Upaya Pengembangannya, (Medan: Perdana Publishing, 2. Bangbang Wahrudin. Pembinaan Komptensi Kepribadian dan Kompetensi Sosial Sosial Sumber Daya Manusia di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo. Tesis, (Program Studi Manajemen Pendidikan Agama Islam (Ponorogo: IAIN Ponorogo, 2. , h. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Fatimah Ibda. Tashanurmalia Total Quality Management pengembangan diri sendiri. Teknik yang digunakan melalui evaluasi diri . elf evaluatio. atau penelitian tindakan . ction reseac. Berdasarkan landasan konseptual di atas maka dapat disimpulkan bahwa penerapan TQM dalam peningkatan kompetensi kepribadian tenaga pendidik yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah selaku stakeholders mengacu pada beberapa indikator berikut ini, yaitu . berfokus kepada pelanggan. melaksanakan pelatihan dan pengembangan tenaga pendidik. menjalin komunikasi dua arah. pembentukan team work. memperkuat kepemimpinan. perbaikan terus menerus, dan . Hasil penelitian ditemukan bahwa penerapan TQM atau manajemen mutu terpadu dalam peningkatan kompetensi kepribadian terhadap tenaga pendidik dilakukan melalui beberapa cara yaitu. Fokus kepada pelanggan Kepala sekolah dan tenaga pendidik sebagai pilar utama dalam TQM secara terus menerus berusaha memberikan pelayanan terbaik yaitu dengan menganalisis dan melakukan pengembangan terhadap kompetensi kepribadian tenaga pendidik. Kepala sekolah sudah memberikan pelayanan yang terbaik untuk konsumen pendidikan baik itu pelanggan internal maupun pelanggan eksternal dengan mengkaji dan melakukan beberapa pengembanganpengembangan yang berkaitan dengan kebutuhan kompetensi kepribadian tenaga pendidik dengan menerapkan konsep dan prinsip TQM. Pelatihan dan pengembangan kompetensi kepribadian tenaga pendidik Untuk meningkatkan kompetensi kepribadian tenaga pendidik yang ideal, kepala sekolah menfasilitasi pengembangan diri melalui pelatihan, pengembangan kooperatif, dan pengembangan mandiri. 22 Data ini diperkuat bahwaobentuk pengembangan diri tenaga pendidik di SDN Blang Jeurat Tangse Pidie seperti KKG dan penataranAy. Kegiatan pengembangan lainnya dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara supervisi langsung ke dalam kelas secara berkala. Bangbang Wahrudin. Pembinaan Kompetensi, h. Moh Roqid dan Nurfuadi. Kepribadian, h. Jurnal Iktibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Fatimah Ibda. Tashanurmalia Total Quality Management Dari hasil observasi ditemukan beberapa indikator kepribadian yang muncul dari perilaku tenaga pendidik selama pembelajaran berlangsung yaitu mantap dan stabil, bertindak sesuai norma, sikap kedewasaan, disiplin, arif dan bijaksana, rendah hati dan pemaaf, sabar dan penyayang dan apresiatif, jujur, tulus, daan terbuka, dan memberi pengaruh positif. Komunikasi dua arah Bentuk komunikasi dua arah antara kepala sekolah dan tenaga pendidik dilakukan melalui pola komunikasi yang santun dan baik. Data ini didukung dari hasil wawancara mendalam dengan kepala sekolah dimana beliau mengemukakan bahwa komunikasi yang dibangun melalui tata cara yang baik, tidak memakai sistem militer, menegur bagi yang mempunyai kesalahan dengan halus dan sopan. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah dan tenaga pendidik di SDN Blang Jeurat Tangse Pidie dalam peningkatan kompetensi kepribadian masih belum adanya keterlibatan menyeluruh karena masih kurangnya kerjasama antara tenaga pendidik dan kepala sekolah yang disebabkan oleh beberapa faktor sehingga diperlukan kerja sama yang lebih baik lagi untuk membentuk team work seperti yang diharapkan pada peningkatan kompetensi kepribadian tenaga pendidik. Konsisten dan berkesinambungan Pembinaan kompetensi kepribadian dilakukan secara berkesinambungan dan konsisten serta dilakukan perbaikan terus menerus pada peningkatan kompetensi kepribadian tenaga pendidik. Evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan Evaluasi dilakukan melalui pemantauan yang berkelanjutan terhadap kompetensi kepribadian tenaga pendidik sehingga tercapai tujuan seperti yang Pengukuran dan evaluasi sangat merupakan poin penting dalam TQM. Dari hasil wawancara dan data dokumentasi ditemukan bahwa pelaksanaan evaluasi masih belum maksimal hal ini berdasarkan penjelasan kepala sekolah bahwaymeskipun pelaksanaan TQM pengembangan kompetensi kepribadian sudah dilakukan namun semua itu tetap perlu dilakukan evaluasi secara berkelanjutan dan menyeluruh sehingga dapat meningkatkan mutu sekolahAy. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Fatimah Ibda. Tashanurmalia Total Quality Management Kendala Penerapan TQM dalam Peningkatan Kompetensi enaga Pendidik di SDN Blang Jeurat Tangse. Pidie Penerapan TQM juga tidak luput dari hambatan-hambatan yang dialami, khususnya untuk sektor pendidikan. Kenyataannya, pelaksanaan TQM merupakan pekerjaan yang berat dan memerlukan waktu lama untuk mengadakan perubahan budaya untuk quality improvement. TQM membutuhkan suatu kepemimpinan yang bisa melewati tantangan dan memberikan perubahan yang luar biasa dalam dunia Ketakutan terhadap metode baru merupakan hambatan besar dalam penerapan filosofi TQM. Takut akan ketidaktahuan, takut mengerjakan segala sesuatu dengan cara berbeda, takut percaya pada orang lain, takut akan kesalahan, malas atau bad mood dan sebagainya. Berdasarkan hasil penelitian di SDN Blang Jeurat Tangse Pidie yang menjadi kendala TQM dalam peningkatan kompetensi kepribadian tenaga pendidik dikarenakan pemahaman tenaga pendidik dengan konsep ini masih tergolong rendah dan kendala lainnya disebabkan oleh beberapa faktor penghambat yang Rendahnya pemahaman tenaga pendidik terhadap konsep TQM. Rendahnya kompetensi tenaga pendidik. Didasarkan pada hasil wawancara dengan kepala sekolah terkait faktor penghambat penerapan TQM dalam peningkatan kompetensi kepribadian tenaga pendidik bahwa sebagian besar tenaga pendidik yang ada di sekolah tersebut berasal dari lulusan sarjana di masa dulu dengan usia yang tidak muda lagi serta tingkat kemampuan di bawah rata-rata. Umur. Umur/usia menjadi faktor penghambat dimana orang tua mudah sensitif sehingga sulit mensinkronkan antara pemikiran dan tuntutan Budaya. Budaya kurang disiplin menjadi salah satu faktor penghambat yang masih sangat sulit untuk di ubah. Selain itu juga masih ditemukan budaya membenarkan yang sudah biasa serta tidak membiasakan yang benar. Jamaluddin. Manajemen Mutu Teori dan, h. Jurnal Iktibar Nusantara Vol. No. 1, 2. Fatimah Ibda. Tashanurmalia Total Quality Management Pembiayaan. Pembiayaan yang dimaksudkan adalah tidak adanya dana khusus yang dapat digunakan untuk peningkatan kompetensi kepribadian melalui pelatihan ataupun pengembangan diri. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan TQM atau manajemen terpadu dalam peningkatan kompetensi kepribadian tenaga pendidik di SDN Blang Jeurat Tangse Pidie sudah baik dalam beberapa hal yang meliputi: . sudah fokus kepada pelanggan sudah berusaha memberikan yang terbaik yaitu dengan menganalisis elemen-eleman dan melakukan pengembangan terhadap kompetensi kepribadian tenaga pendidik. pelatihan dan pengembangan kompetensi kepribadian di SDN Blang Jeurat Tangse Pidie sudah diselenggarakan oleh sekolah berupa KKG dan penataran. Pengembangan yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah berupa supervisi dalam kelas yang dilakukan secara berkala yang nantinya kepala sekolah akan mengamati segala perilaku tenaga pendidik dalam mengajar dan hal lainnya yang berkaitan dengan kompetensi kepribadian. membangun komunikasi dua arah. Kendala TQM dalam peningkatan kompetensi kepribadian tenaga pendidik yaitu masih rendahnya pemahaman tenaga pendidik terhadap konsep TQM, masih rendahnya kompetensi tenaga pendidik, faktor umur/usia, budaya dan pembiayaan. REFERENSI