Ardin Dolok Saribu. ,Bonifasius Tambunan. Meysin Rambe. / JEB Online Vol. 04 No. 02 September . Journal of Economics and Business URL: http://jurnal. id/index. php/ekonomibisnis JEB Online Vol. No. Hal . ISSN: 2714-5719 e-ISSN: 2714-5727 PENGARUH KOMPONEN ARUS KAS DAN LABA KOTOR TERHADAP HARGA SAHAM (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesi. Ardin Dolok Saribu. Bonifasius Tambunan. Meysin Rambe. Universitas HKBP Nommensen. Akuntansi. Jl Sutomo No. 4 Medan ardindoloksaribu@uhn. , bonifasius. tambunan@uhn. ABSTRAK Financial statements are an important tool for investors and creditors to find out the company's development periodically because financial statements are a very important source of information and are needed by users of financial Investors and creditors use cash flow information as a measure of information about cash flows is used as a basis for assessing the company's ability to generate cash and cash equivalents and assessing the company's need to use these cash flows. In addition to cash flow, the company's performance parameter that is the main concern is profit. This study focuses on gross profit because gross profit can better describe the relationship between earnings and stock prices. This study aims to empirically examine the effect of cash flow components . perating activities, investing activities, financing activitie. and gross profit on stock prices. This study uses multiple regression research methods with a sample of 45 manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2018 - 2020. The analytical tool used is the SPSS version 26 program. The results obtained in this study are that the variables of operating activity, investment activity, financing activity, and gross profit simultaneously have a significant effect on stock prices. Partially, only funding activity variables have a significant effect on stock prices. INFORMASI ARTIKEL Dikirim : 19 Juli 2022 Revisi Pertama : 18 Agustus 2022 Diterima : 14 Maret 2022 Tersedia online : 23 Maret 2022 Kata Kunci : Komponen Arus Kas. Laba Kotor. Harga Saham. Ardin Dolok Saribu. ,Bonifasius Tambunan. Meysin Rambe. / JEB Online Vol. 04 No. 02 September . PENDAHULUAN Harga saham adalah harga di bursa saham pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar modal. Harga saham adalah harga perlembar saham yang berlaku di pasar modal, harga saham merupakan faktor yang sangat penting dan harus diperhatikan oleh investor dalam melakukan investasi kerena harga saham menunjukkan prestasi emiten. Investor di pasar modal sangat berkepentingan dengan informasi yang berkaitan dengan kinerja perusahaan, karena perusahaan yang memiliki kinerja yang baik mampu memaksimalkan keuntungan perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan para pemilik saham. Salah satu ukuran penting untuk menilai kinerja perusahaan adalah laporan Dengan adanya informasi yang didapat oleh investor dari analisis laporan keuangan, investor akan mengetahui keputusan apa yang akan diambil. Dari bebarapa laporan keuangan, yang dapat digunakan oleh investor untuk mengetahui kinerja perusahaan adalah laporan kas dan juga laporan laba rugi karena kedua laporan ini menunjukkan bagaimana dana yang digunakan oleh perusahaan untuk aktivitas operasonal perusahaan dan dana dari hasil aktivitas operasonal tersebut. Laporan arus kas terdiri dari tiga aktivitas yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan. Laporan arus kas harus disajikan dengan merinci komponen arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan sehingga perubahan yang terjadi dari setiap komponen arus kas dapat digunakan untuk pengambilan keputusan manajemen berkaitan dengan ketiga aktivitas tersebut. Dengan demikian, hubungan antara harga saham dengan adanya laporan arus kas, maka investor dapat membaca hasil presentasi keuangan yang dialami perusahaan setiap tahunnya, apakah perusahaan tersebut mengalami peninggkatan atau penurunan sehingga laporan arus kas berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Tujuan utama dalam perekonomian bersaing adalah untuk memperoleh laba yang optimal sesuai dengan pertumbuhan dalam jangka panjang. Keberhasilan suatu perusahaan bergantung dari seberapa besar laba yang diperoleh suatu perusahaan. Informasi laba pada umumnya merupakan penelitian utama dalam menaksir kinerja atau pertanggung jawaban manajemen di masa mendatang. Laba akuntansi terdiri dari tiga yaitu: laba kotor, laba operasional, dan laba bersih. kotor di pandang lebih dapat menggambarkan hubungan antara laba dengan haga saham di bandingkan dengan dua jenis laba lainnya. Hubungan antara laba kotor dengan harga saham adalah semakin besar laba suatu perusahaan maka kencenderungannya yang ada adalah semakin tinggi harga saham. KAJIAN PUSTAKA Harga Saham Harga saham adalah harga di bursa saham pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar modal. Harga saham adalah harga perlembar saham yang berlaku di pasar modal, harga saham merupakan faktor yang sangat penting dan harus diperhatikan oleh investor dalam melakukan investasi kerena harga saham menunjukkan prestasi emiten. Arus Kas Arus kas berisi dari arus kas masuk . enerimaan ka. dan arus keluar . engeluaran ka. Laporan arus kas berguna untuk menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas dan memungkinkan para pengguna mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang dari arus kas masa depan dari berbagai entitas. Ardin Dolok Saribu. ,Bonifasius Tambunan. Meysin Rambe. / JEB Online Vol. 04 No. 02 September . Laporan arus kas terdiri dari tiga aktivitas yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan. Laporan arus kas harus disajikan dengan merinci komponen arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan sehingga perubahan yang terjadi dari setiap komponen arus kas dapat digunakan untuk pengambilan keputusan manajemen berkaitan dengan ketiga aktivitas tersebut. Laba Kotor Laba kotor adalah jumlah penjualan bersih setelah dikurangi harga pokok penjualan (HPP). Dengan kata lain, ini adalah jumlah laba atau pendapatan yang tersisa setelah semua biaya pembuatan produk telah dipertanggungjawabkan. Laba kotor di pandang lebih dapat menggambarkan hubungan antara laba dengan haga saham di bandingkan dengan dua jenis laba lainnya. Hubungan antara laba kotor dengan harga saham adalah semakin besar laba suatu perusahaan maka kencenderungannya yang ada adalah semakin tinggi harga saham. METODOLOGI PENELITIAN Jenis dan Sumber Data Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data sekunder. Data sekunder umumnya berupa berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip . ata dokumente. yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan. Data sekunder dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Yang berupa laporan keuangan . perusahaan yang dipublikasikan pada tahun 2018, 2019, dan 2020 sumber data penelitian ini diperoleh melalui laporan yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia melalui situs w. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan metode studi dokumentasi yaitu dengan mempelajari, mengklasifikasikan, dan menganalisis data sekunder yang terkait dengan lingkup penelitian ini. Metode pengumpulan data dalam penelitian dilakukan melalui dua tahap Tahap pertama. Dilakukan melalui studi pustaka yakni pengumpulan data pendukung berupa literatur, jurnal, penelitian terdahulu, dan laporan-laporan yang dipublikasikan untuk mendapat gambaran dari masalah yang akan diteliti. Tahap kedua. Dilakukan melalui pengumpulan data sekunder melalui fasilitas internet dengan mengakses situs resmi yang berisi laporan keuangan tahunanperusahaan manufaktur maupun ringkasan laporan keuangan yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia selama tahun 2018-2020. Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini metode analisis data dilakukan dengan metode analisis statistik deskriptif dan menggunakan software SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis statistik digunakan untuk memberikan deskripsi atas variabel-variabel penelitian secara statistik berupa nilai minimal, maksimal, nilai rata-rata . , dan deviation standard . impangan bak. Statistik deskriptif dari variable-variabel penelitian disajikan dalam tabel berikut ini: Ardin Dolok Saribu. ,Bonifasius Tambunan. Meysin Rambe. / JEB Online Vol. 04 No. 02 September . Aktivitas Operasi Aktivitas Investasi Aktivitas Pendanaan Laba Kotor Harga Saham Valid . Tabel 1. Statistik Deskriptif Minimum Maximum Mean 135 -90085786270 258034000000 Std. Deviation 259250249,85 4317,84 278677117,932 9693,253 Sumber: data sekunder diolah Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa variabel independen arus kas operasi perusahaan sampel diperoleh rata-rata sebesar 10805257198 dengan nilai tertinggi sebesar 258034000000 dan nilai terendah sebesar -90085786270 serta standar deviasinya sebesar Kondisi demikian mencerminkan bahwa secara umum perusahaan sampel mengalami pertumbuhan arus kas operasonal. Arus kas operasonal positif dapat berpotensi menghasilkan laba operasonal yang makin besar. Untuk variabel arus kas investasi memperoleh rata -4846831982 dengan nilai tertinggi sebesarr 80782908759 dan nilai terendah sebesar -98625506056 serta nilai standar deviasinya Berdasarkan nilai rata-rata tersebut maka kondisi demikian menunjukkan bahwa banyak perusahaan sampel yang melakukan penegeluaran investasi pada perusahaan lain. Untuk variabel arus kas pendanaan memperoleh rata-rata sebesar -140804910 dengan nilai tertinggi 71639804319 dan nilai terendah sebesar -75236457987 serta standar diviasinya Kondisi demikian mencerminkan bahwa satu periode akuntansi perusahaan cenderung dapat memenuhi kewajiban mereka untuk memenuhi biaya modal berupa membayar hutang kepada pihak ketiga. Untuk variabel laba kotor memperoleh rata-rata sebesar 259250249,85 dengan nilai tertinggi sebesar 973481977 dan nilai terendah sebesar -226287232 serta standar diviasinya sebesar 278677117,932. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum perusahaan sampel mampu menghasilkan laba kotor. Untuk variabel dependen saham memiliki rata-rata sebesar 4317,84 dengan nilai tertinggi sebesar 83625 dan nilai terendah sebesar 52 serta standar deviasinya 9693,253. Ratarata retrun saham positif mencerminkan bahwa ada peningkatan harga saham perusahaan selama tahun 2018-2020 yang berarti ada peningkatan kepercayaan investor terhadap Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan analisis grafik Normal P-P Plot of Regression Standardized dan uji One-Sampel Kolmogorov-Smirnov. Hasil pengujian dengan menggunakakn analisis grafik Normal P-P Plot of Regresi Standardized Residual. Hasil pengujian dengan analisis grafik plot menunjukkan bahwa model regresi terdistribisi dengan normal, karena titik menyebar disekitar diagonal serta penyebarannya mengikuti arah diagonal. Ardin Dolok Saribu. ,Bonifasius Tambunan. Meysin Rambe. / JEB Online Vol. 04 No. 02 September . Sumber: data sekunder diolah Gambar 1. Normal P-Plot Uji Normalitas Pengujian ini dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antara variable bebas. Kententuan suatu model regresi tidak terrdapat gejala multikolinieritas adlah jika nilai VIF < 10 dan tolerance > 0,1. Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas Unstandardize d Coefficients Model (Constan. Aktivitas Pendanaan Aktivitas Operasi Aktivitas Investasi Laba Kotor 9,852 ,227 -,055 -,060 ,207 Std. Error ,928 ,068 ,060 ,063 ,075 Standardized Coefficients Sig. Beta -,538 -,134 -,155 ,284 10,614 3,326 -,923 -,940 2,773 ,000 ,001 ,358 ,349 ,006 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,178 ,220 ,171 ,446 5,617 4,551 5,840 2,244 Sumber: data sekunder diolah Dari tabel 2 terlihat nilai tolerance setiap variable independen berada diata 0,10 . olerance > 0,. dan nilai VIF setiap variable independen juga lebih kecil dari 10 (VIF < . maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinieritas antar variable independen dalam model Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastitas bertujuan untuk menguji apakah terjadi ketidak samaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Uji heterokedastisitas dapat dilakukan dengan uji grafik plot dan uji statistik. Dalam penelitian ini, digunakan uji grafik plot untuk melihat apakah data berdistribusi normal atau tidak. Ardin Dolok Saribu. ,Bonifasius Tambunan. Meysin Rambe. / JEB Online Vol. 04 No. 02 September . Sumber: data sekunder diolah Gambar 2. Scatter Plot Berdasarkan grafik scatterplot pada gambar di atas dapat dilihat bahwa titik-titik tersebar acak bai diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y dan titik tidak membentuk pola tertentu yang berarti terjadi hetorokestisitas dan model regresi layak pakai untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi harga saham. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah terjadi korelasi antara kesalahan panganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 . Uji autokorelasi dapat dilakukan dengan menggunakan uji Durbin-Watson dan Runs Test. Bila nilai DurbinWatson (DW) terletak diantara batas atas atau Upper Bound (DU) dan 4-DU, maka dapat disimpulkan tidak ada autokorelasi positif atau negatif. Untuk pengujian yang dilakukan dengan Runs Test, jika nilai sig > 0,05 maka disimpulkan tidak ada autokorelasi. Model ,627a Tabel 3. Hasil Uji Autokorelasi R Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate ,394 ,375 1,29268 DurbinWatson 2,768 Predictors: (Constan. Aktivitas Pendanaan. Laba Kotor. Aktivitas Operasi. Aktivitas Investasi Dependent Variable: Harga Saham Sumber: data sekunder diolah Analisis Regresi Berganda Analisis regresi digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Regresi linier berganda ditunjukkan untuk menentukkan hubungan linier antara beberapa variabel bebas yang biasa disebut X1. X2. X3, dan X4 seterusnya dengan variabel terikat yang disebut Y. Penelitian ini memiliki satu variabel dependen yaitu nilai perusahaan dan variabel independen terdiri dari aktivitas operasi, aktivitas investasi, aktivitas pendanaan, dan laba kotor. Ardin Dolok Saribu. ,Bonifasius Tambunan. Meysin Rambe. / JEB Online Vol. 04 No. 02 September . Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Unstandardize d Coefficients Model (Constan. Aktivitas Pendanaan Aktivitas Operasi Aktivitas Investasi Laba Kotor 9,852 ,227 -,055 -,060 ,207 Std. Error ,928 ,068 ,060 ,063 ,075 Standardized Coefficients Sig. Beta -,538 -,134 -,155 ,284 10,614 3,326 -,923 -,940 2,773 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,178 ,220 ,171 ,446 5,617 4,551 5,840 2,244 ,000 ,001 ,358 ,349 ,006 Sumber: data sekunder diolah Dari hasil pengujian pada tabel diatas dapat diperoleh model persamaan linier berganda. Y= 9,852 0,055X1 Ae 0,060X2- 0,0227X3 0,207X4a. Nilai konstanta sebesar 9,852 artinya apabila variable independen bernilai nol maka nilai variabel dependen kostanta di 9,582. Aktivitas operasi memiliki variable aktivitas operasi bertambah satu satuan menunjukkan bahwa variabel harga saham mengalami penurunan sebesar 0,055. Aktivitas investasi memiliki koefisien regresi sebesar -0,060 hal ini menunjukkan bahwa jika variable aktivitas investasi berambah satu satuan, maka variabel harga saham mengalami penurunan sebesar 0,060. Aktivitas pendanaan memiliki koefisien regresi sebesar 0,227 maka hal menunjukkan bahwa jika variabel aktivitas pendanaan bertambah satu satuan, maka variabel harga saham mengalami kenaikan sebesar 0,227. Laba kotor memilki koefisien regresi sebesar 0,207 hak ini menunjukkan bahwa jika variabel laba kotor bertambah satu satuan, maka variabel harga saham juga mengalami kenaikan sebesar 0,207. Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi (Uji R. menunjukkan sebarapa besar variabel independent menjelaskan variabel dependennya. Apabila nilai R2 semakin mendekati satu, maka variabelvariabel memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen. Hasil output SPSS dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Model ,627a Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi R Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate ,394 ,375 1,29268 DurbinWatson 2,768 Predictors: (Constan. Aktivitas Pendanaan. Laba Kotor. Aktivitas Operasi. Aktivitas Investasi Dependent Variable: Harga Saham Sumber: data sekunder diolah Dari tabel 4 diketahui nilai adjusted R square sebesar 0,375 yang berarti bahwa korelasi atau hubungan harga saham . ariabel depende. dengan aktivitas operasi, aktivitas investasi, aktivitas pendanaan, dan laba kotor . ariabel dependen. mempunyai hubungan yang cukup erat yaitu sebesar 37,5%. Sedangkan sisanya diperoleh oleh faktor-faktor lainnya. Ardin Dolok Saribu. ,Bonifasius Tambunan. Meysin Rambe. / JEB Online Vol. 04 No. 02 September . Uji Simultan (Uji F) Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah variabel bebas memiliki pengaruh secara bersama-sama atau pun simultan terhadap variabel terkait, apakah nilai signifikan yang diperoleh kurang dari 0,05. Tabel 5. Hasil Uji Simultan Sum of Mean Squares Square 141,006 35,251 217,233 1,671 358,238 Model Regression Residual Total Sig. 21,096 ,001b Predictors: (Constan. Aktivitas Pendanaan. Laba Kotor. Aktivitas Operasi. Aktivitas Investasi Dependent Variable: Harga Saham Sumber: data sekunder diolah Berdasarkan hasil uji statistik F atas output regresi menunjukkan nilai signifikansi 0,001 atau dibawah tingkat signifikansi 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel arus kas aktivitas operasi, arus kas aktivitas investasi, arus kas aktivitas pendanaan, dan laba kotor mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel harga saham. Uji Parameter Individual (Uji . Uji t digunakan untuk menguji signifikan koefisien variabel bebas dalam memprediksi variabel terkait. Tabel 5. Hasil Analisis Regresi Unstandardize d Coefficients Model (Constan. Aktivitas Operasi Aktivitas Investasi Aktivitas Pendanaan Laba Kotor 9,852 -,055 -,060 ,227 ,207 Std. Error ,928 ,060 ,063 ,068 ,068 Standardized Coefficients Sig. Beta -,134 -,155 -,538 ,284 10,614 -,923 -,940 3,326 2,773 ,000 ,358 ,349 ,001 ,006 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,220 ,171 ,178 ,446 4,551 5,840 5,617 2,244 Dependent Variable: Harga Saham Sumber: data sekunder diolah Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan mengenai uji hipotesis dari masing-masing variabel independen terhdap variabel dependen sebagai berikut: H1 : Aktivitas operasi berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Dilihat dari signifikannya aktivitas operasi memiliki nilai signifikan sebesar 0,358. Nilai ini lebih besar dari tingkat signifikan 0,05 maka dari hasil analisis dapat diambil kesimpulan bahwa aktivitas operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham dan dapat, dan dapat disimpulakan bahwa H1 tidak diterima karena tidak mendukung data dan tidak sesuai dengan eskpetasi penelitian. H2 : Aktivitas investasi berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Aktivitas investasi memiliki nilai signifikan sebesar 0,349. Nilai ini lebih besar dari tingkat signifikan 0,05 mak dari hasil analisis tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa aktivitas investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Sehingga dapat disimpulkan Ardin Dolok Saribu. ,Bonifasius Tambunan. Meysin Rambe. / JEB Online Vol. 04 No. 02 September . bahwa arus kas aktivitas investasi tidak berpengaruh signifikan terhadp harga saham, dan dapat disimpulkan H2 ditolak karena tidak didukung data dan tidak sesuai dengan ekspetasi prospek masa depan. H3 : Aktivitas Pendanaan berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Dilihat dari signifikannya aktivitas pendanaan memiliki nilai signifikan sebesar 0,001. Nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikan sebesar 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa arus kas aktivitas pendanaan berpengaruh signifikan terhadap harga saham, dan dapat disimpulkan H3 diterima karena didukung data dan sesuai dengan ekspektasi penelitian. Pembahasan Dalam penelitian ini dilakukan pengujian pengaruh komponen arus kas dan laba kotor terhadap harga saham pada perusahaan manufkatur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh bahwa: Variabel arus kas aktivitas operasi menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil ini terlihat pada nilai signifikansi pengujian sebesar 0,358 di atas tingkat signifikan 0,05, sehingga variabel arus kas aktivitas operasi tidak dapat dijadikan indikator dalam memprediksi harga saham. Pelaporan arus kas aktivitas operasi berisi informasi yang menentukan apakah dari operasi perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memliharaan kemampuan operasi perusahaan, membayar deviden, dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan pada sumber pendanaan dari luar. Investor melihat pelaporan arus kas dari aktivitas operasi tersebut sebagai informasi yang tidak dapat digunakan untuk pengambilan keputusan investasinya. Hasil ini sama dengan penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Soge . yang menyatakan komponen arus kas dan laba kotor berpengaruh terhadap harga saham. Variabel arus kas aktivitas investasi menunjukkan pengaruh tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil ini terlihat pada nilai signifikansi pengujian sebsar 0,349 diats tingkat signifikan 0,05, sehingga variabel arus kas aktivitas investasi tidak dapat di jadikan indicator dalam memprediksi harga saham. Pelaporan arus kas dari aktivitas investasi berisi informasi yang menyangkut perolehan atau pelepasan aktiva jangka panjang . ktiva tidak lanca. serta investasi lain yang tidak melihat pelaporan arus kas dari aktivitas investasi tersebut sebagai informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan Variabel arus kas dari aktivitas pendanaan menunjukkan pengaruh signifikan terhadap harga Hasil ini terlihat pada nilai signifikansi pengujian sebesar 0,01 dibawah tingkat signifikan 0,05, sehingga variabel arus kas aktivitas pendanaan dapat dijadikan indicator dalam memprediksi harga saham. Pelaporan arus kas dari aktivitas pendanaan berisi informasi aktivitas-aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi ekuitas peminjaman perusahaan. Investor dalam hal ini melihat pelaporan arus kas dari aktivitas pendanaan tersebut sebagai informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan investasinya. Hasil ini sama dengan penelitian yang dilakukan Adiliawan . yang menyatakan bahwa hanya arus kas dari aktivitas pendanaan yang berpengaruh terhadap harga saham. Variabel laba kotor menunjukkan tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil ini terlihat pada nilai signifkansi pengujian sebesar 0,06 diatas tingkat signifikan 0,05, sehingga variabel laba kotor tidak dapat dijadikan indikator dalam memprediksi harga Hasil ini berbeda dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Febrianto dan Erna . Ninna dan Suhairi . yang menyatakan laba koto mempengaruhi harga saham. Tapi hasil penelitian ini menyatakan bahwa tidak ditemukan bukti empris pengaruh laba kotor terhdap harga saham. Ardin Dolok Saribu. ,Bonifasius Tambunan. Meysin Rambe. / JEB Online Vol. 04 No. 02 September . KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Arus kas dari aktivitas operasi tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, yang mana nilai signifikansinya 0,358 nilai ini lebih besar dari tingkat signifikan sebesar 0,05. Arus kas aktivitas investasi tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, dimana nilai signifikannya 0,349 nilai ini lebih besar dari tingkat signifikan sebesar 0,05. Arus kas aktivitas pendanaan berpengaruh signifikan terhadap harga, dimana nilai signifikannya 0,001 nilai ini lebih kecil dari tingkat signifikan sebesar 0,05. Laba kotor tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Yang dimana nilai signifikannya 0,06 nilai ini lebih besar dari tingkat signifikan sebesar 0,5. Komponen arus kas . perasi, investasi, dan pendaa. dan laba kotor secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham, yang mana nilai signifikan pada uji F memiliki nilai sebesar 0,001. Saran Bagi peneliti, hasil ini dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan dalam berinvestasi dengan melihat kinerja perusahaan yang tercermin dari laba kotor perusahaan. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan metode penelitian dan periode yang berbeda dengan penelitian sebelumnya. Bagi perusahaan diharapkan mampu memberikan kinerja terbaik dari sisi proftabilitasnya yang berguna untuk meningkatkan ketertarikan investor dalam berinvestasi. DAFTAR PUSTAKA