Vol. No. November 2025, page: 265 - 275 p-ISSN: 1410-9344. e-ISSN: 2549-5631 DOI: https://doi. org/10. 23917/warta. Building a Literate Generation: The Role of Teachers in Diagnosing and Developing Reading Literacy among Students at the Indonesian School in Jeddah Adi Atmoko*. Ade Eka Anggraini. Khusnul Khotimah. Irene Milenia Siki. Santy Dinar Permata. Oriza Zativalen Universitas Negeri Malang. Indonesia Corresponding author: adi. fip@um. Abstract Article Info Received: 08/07/2025 Revised: 01/10/2025 Accepted: 13/11/2025 Published: 20/11/2025 Keywords: Literate generation, reading literacy, literacy assessment teachers Copyrights Aa Author. This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. International License (CC BY-NC All writings published in this journal are personal views of the author and do not represent the views of this journal and the authorAos affiliated institutions. This program aims to improve students' reading literacy by strengthening teachers' professional competencies in conducting relevant and contextual diagnostic assessments of reading difficulties in multilingual and multicultural The main challenges in the field are teachers' lack of understanding of effective diagnostic assessment concepts and methods, as well as the limited availability of structured assessment tools. In the context of globalization, reading skills are a major factor in students' academic success and This activity includes seminars, theoretical and practical training, and assistance in developing valid and reliable diagnostic instruments. The community service activity was held on August 3 to 7, 2025, involving 40 teachers from various educational backgrounds. Teachers were trained to accurately identify students' reading difficulties so that learning interventions could be designed in a targeted and sustainable manner. The results of this activity showed an increase in teachers' understanding of the concept of diagnostic assessment and higher student reading motivation. Teachers acquired practical skills in developing and using diagnostic instruments that can be used on an ongoing basis. This increase in competence is expected to strengthen the position of schools as adaptive and data-driven educational Thus, this program can make a real contribution to improving the quality of reading literacy and supporting the sustainable development of international education in Indonesian schools abroad. Membangun Generasi Literat: Peran Guru dalam Diagnosis dan Pengembangan Literasi Membaca Siswa Sekolah Indonesia-Jeddah Kata kunci: Generasi literat, literasi membaca, asesmen literasi, guru Abstrak Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas literasi membaca siswa melalui penguatan kompetensi profesional guru dalam melakukan asesmen diagnostik kesulitan membaca yang relevan dan kontekstual di lingkungan multibahasa dan multikultural. Tantangan utama di lapangan adalah minimnya pemahaman guru tentang konsep dan metode asesmen diagnostik yang efektif serta terbatasnya perangkat penilaian yang terstruktur. Dalam konteks globalisasi, kemampuan membaca menjadi faktor utama dalam keberhasilan akademik dan adaptasi siswa. Kegiatan ini meliputi seminar, pelatihan teori dan praktik, serta pendampingan dalam penyusunan instrumen diagnostik yang valid dan reliabel. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 3 sampai 7 Agustus 2025 melibatkan 40 guru dari berbagai latar belakang Guru dilatih untuk mengidentifikasi secara tepat kesulitan membaca siswa, sehingga intervensi pembelajaran bisa dirancang secara tepat sasaran dan Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep asesmen diagnostik dan motivasi baca siswa yang lebih tinggi. Guru memperoleh keterampilan praktis dalam menyusun dan menggunakan instrumen diagnostik yang dapat digunakan secara Peningkatan kompetensi ini diharapkan dapat memperkuat posisi sekolah sebagai lembaga pendidikan yang adaptif dan berbasis data. Dengan demikian, program ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu literasi membaca serta mendukung pengembangan pendidikan internasional di lingkungan sekolah Indonesia di luar negeri secara PENDAHULUAN Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) memiliki peran strategis dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi. Namun, dalam konteks literasi membaca. SIJ menghadapi berbagai tantangan yang unik. Berada jauh dari Indonesia, siswa di SIJ memiliki keterbatasan akses terhadap bahan bacaan berbahasa Indonesia yang berkualitas dan relevan. Banyak siswa di SIJ berasal dari latar belakang sosial dan pendidikan yang beragam, sehingga tingkat kemampuan membaca siswa tidak seragam. Sebagian siswa mungkin sudah terbiasa membaca di rumah, sementara yang lain minim paparan terhadap buku, baik karena keterbatasan lingkungan maupun kurangnya dukungan dari keluarga. Selain itu, tantangan budaya dan bahasa juga menjadi faktor yang signifikan (Crandall dkk. , 1998. Kim & Jang, 2009. Moody & Matthews, 2. Sebagai sekolah yang berada di luar negeri. SIJ harus menghadapi realitas di mana siswa dan keluarganya lebih sering menggunakan multibahasa, seperti bahasa Arab atau bahasa asing lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat mengurangi intensitas interaksi siswa dengan bahasa Indonesia, sehingga memperlambat penguasaan literasi membaca dalam bahasa ibu mereka. Literasi membaca yang rendah tidak hanya berdampak pada hasil akademik siswa, tetapi juga membatasi kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang penting di era modern (Anisa dkk. , 2021. Kim dkk. Meyla Widya Kusuma. Widya Larasati, 2. Untuk mengidentifikasi dan menangani kesulitan literasi membaca siswa, guru di SIJ perlu menggunakan pendekatan yang terstruktur dan menyeluruh. Langkah awal atau pertama adalah melakukan asesmen diagnostik . an Viersen dkk. , 2022. Veerabudren dkk. , 2. yang dapat mengukur kemampuan membaca dasar siswa, seperti memahami kosa kata, menyusun kalimat, dan memahami isi teks. Asesmen tersebut memberikan data kuantitatif mengenai tingkat kemampuan membaca siswa dan membantu mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian khusus. Pemahaman guru terhadap asesmen diagnostik dan pengembangan literasi membaca siswa di SIJ merupakan hal yang sangat penting, mengingat kompleksitas tantangan yang dihadapi siswa dan lingkungan pendidikan di SIJ. Guru adalah ujung tombak dalam proses pendidikan dan pengajaran, khususnya dalam meningkatkan kemampuan dasar literasi siswa. Literasi membaca bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga fondasi untuk penguasaan pelajaran lain serta pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif (Astuti dkk. , 2022. Cahyani dkk. , 2024. Rosado-Castellano & Martyn-Synchez, 2. Lebih lanjut, guru yang memahami asesmen diagnostik dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan suportif. Ketika guru memiliki pemahaman yang mendalam tentang kemampuan membaca siswa, mereka dapat memberikan umpan balik yang konstruktif dan membangun rasa percaya diri siswa. lingkungan seperti SIJ, di mana siswa menghadapi tantangan bahasa dan budaya, pendekatan yang inklusif ini sangat penting untuk memastikan setiap siswa merasa diperhatikan dan didukung. Oleh karena itu, pemahaman guru terhadap asesmen diagnostik dan pengembangan literasi membaca bukan hanya sebuah kebutuhan, tetapi juga merupakan langkah yang sangat strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SIJ. Melalui literasi membaca yang kuat, siswa tidak hanya mampu mencapai target kurikulum, tetapi juga memiliki keterampilan yang diperlukan untuk beradaptasi dan sukses dalam berbagai konteks global (Siki dkk. , 2. Berdasarkan analisis situasi, terdapat beberapa permasalahan utama yang dihadapi Sekolah Indonesia Jeddah sebagai mitra pengabdian. Permasalahan pertama yaitu minimnya tingkat literasi membaca siswa di SIJ yang disebabkan oleh keterbatasan paparan terhadap bahan bacaan berbahasa Indonesia dan lingkungan multibahasa yang mendominasi kehidupan siswa sehari-hari. Hal tersebut menyebabkan variasi kemampuan 266 | Warta LPM. Vol. No. November 2025 literasi membaca yang signifikan di antara siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan literasi membaca untuk membangun fondasi keterampilan siswa, sehingga mereka dapat mengikuti pembelajaran secara optimal. Permasalahan kedua yaitu kurangnya pemahaman guru tentang konsep asesmen diagnostik dalam mengidentifikasi kesulitan membaca siswa. Asesmen diagnostik sangat penting untuk memahami kemampuan dasar siswa, mengidentifikasi kendala spesifik, dan merancang strategi pembelajaran yang sesuai. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa guru di SIJ belum sepenuhnya memahami pentingnya asesmen diagnostik dan cara mengimplementasikannya secara efektif dalam proses pembelajaran. Permasalahan ketiga yaitu masih minimnya pengetahuan dan keterampilan guru tentang cara mendiagnosis kesulitan membaca siswa. Tanpa pemahaman yang memadai tentang metode diagnostik, guru akan kesulitan mengidentifikasi penyebab spesifik dari rendahnya kemampuan membaca siswa. Pemahaman tentang metode diagnostik penting untuk dipahami guru karena untuk memastikan bahwa strategi yang diterapkan dapat secara langsung mengatasi permasalahan siswa. Permasalahan terakhir yang dihadapi mitra yaitu belum adanya instrumen asesmen diagnostik yang terstruktur untuk mengidentifikasi kesulitan membaca siswa di SIJ. Guru memerlukan pendampingan untuk menyusun instrument yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan konteks pendidikan di SIJ. Tujuan utama dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kualitas literasi membaca siswa Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) melalui penguatan kompetensi profesional guru dalam melakukan asesmen diagnostik kesulitan membaca. Kegiatan tersebut memberikan manfaat yang signifikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, bagi berbagai pihak yang terlibat dalam proses pendidikan di lingkungan sekolah tersebut. Manfaat utama dari kegiatan ini terletak pada penguatan kapasitas literasi membaca siswa dan peningkatan kompetensi profesional guru dalam mendiagnosis dan menangani kesulitan membaca. Dalam konteks pendidikan luar negeri yang multibahasa, seperti di SIJ, intervensi berbasis literasi yang terstruktur dan kontekstual menjadi sangat relevan untuk membantu siswa membangun keterampilan dasar yang esensial. Dari sisi guru, manfaat kegiatan ini tercermin dalam peningkatan pemahaman mereka terhadap konsep asesmen diagnostik dan penerapannya dalam konteks pembelajaran membaca. Guru tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga keterampilan praktis dalam menyusun dan menggunakan instrumen diagnostik yang valid dan reliabel. Hal ini memungkinkan guru untuk melakukan identifikasi secara tepat terhadap kesulitan membaca yang dialami siswa, sekaligus merancang intervensi pembelajaran yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan individual siswa. Guru juga memperoleh panduan asesmen yang dapat digunakan secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, sehingga proses identifikasi dan penanganan kesulitan membaca menjadi bagian integral dari strategi peningkatan kualitas pendidikan di SIJ. Lebih lanjut, manfaat kegiatan ini juga dirasakan oleh institusi sekolah secara keseluruhan. Penerapan program literasi dan asesmen diagnostik yang sistematis dan terstruktur menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu layanan pendidikan di SIJ. Hal ini memperkuat posisi sekolah sebagai lembaga pendidikan yang adaptif terhadap tantangan pendidikan lintas budaya, serta mampu menjawab kebutuhan spesifik siswa diaspora Indonesia di luar negeri. Dengan tersedianya perangkat asesmen diagnostik yang komprehensif, sekolah memiliki sumber daya yang mendukung pengambilan keputusan pendidikan yang berbasis data. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di sekolah Indonesia Jeddah Arab Saudi pada tanggal 3 Agustus 2025 sampai 7 Agustus 2025. Kegiatan ini diikuti oleh guru sekolah Indonesia Jeddah sebanyak 40 orang guru yang berlatar belakang di bidang pendidikan. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah sebagai berikut. Presentasi Presentasi adalah metode di mana materi disajikan secara lisan oleh satu atau beberapa orang kepada Metode ini sangat efektif untuk memperkenalkan konsep atau informasi baru secara efisien (Alvian Maranalom Siregar dkk. , 2. Diskusi Diskusi adalah metode interaktif yang mendorong pertukaran ide dan pandangan antar peserta untuk mencapai pemahaman yang lebih mendalam atau mencari solusi bersama. Diskusi dapat mengaktifkan pemikiran kritis dan mendorong partisipasi aktif dari semua anggota (Richmond dkk. , 2. Warta LPM. Vol. No. November 2025 | 267 c. Tanya jawab Tanya Jawab adalah sesi interaktif yang biasanya mengikuti presentasi atau diskusi, di mana audiens bisa mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan klarifikasi atau informasi lebih lanjut. Kegiatan tanya jawab memungkinkan adanya pengisian kesenjangan informasi dan memastikan pemahaman audiens secara menyeluruh (Widiartini & Sudirtha, 2. Praktik Praktik adalah metode di mana peserta menerapkan pengetahuan teoretis ke dalam tugas atau skenario Ini adalah tahap penting untuk mengubah teori menjadi keterampilan yang dapat diterapkan. Tujuan dari praktik untuk mengkonsolidasikan pembelajaran, membangun kompetensi, dan meningkatkan kepercayaan diri (Sofyati Halmahera dkk. , 2. Metode pelaksanaan dalam mengatasi permasalahan mitra secara rinci disajikan dalam tabel 1 sebagai Tabel 1. Metode Pelaksanaan Permasalahan Mitra Permasalahan 1: Minimnya tingkat literasi membaca Solusi Pendampingan program kegiatan membaca dan pelatihan intensif membaca berbasis cerita dan bahan bacaan kontekstual Permasalahan 2: Kurangnya pemahaman guru tentang konsep asesmen diagnostik Pelatihan teori dan praktik asesmen Permasalahan 3: Minimnya pengetahuan dan keterampilan guru tentang cara kesulitan membaca Permasalahan 4: Belum adanya instrumen asesmen diagnostik yang terstruktur untuk kesulitan membaca Pelatihan praktik diagnosis kesulitan membaca siswa berbasis observasi, wawancara, dan tes Tahapan Pelaksanaan Kontribusi Mitra Penyusunan program Menyediakan fasilitas membaca berupa sarana dan Penyediaan buku bacaan prasarana yang Pelaksanaan pelatihan mendukung kegiatan untuk guru dan siswa Guru dan siswa terkait program membaca berpartisipasi dalam Pelaksanaan kegiatan membaca secara Penjelasan tentang teori Menyediakan fasilitas dan praktik asesmen berupa sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan 2. Guru mengikuti pelatihan secara penuh Pelatihan keterampilan observasi dan wawancara Pendampingan Penyusunan instrumen diagnostik oleh guru instrumen diagnosis yang valid dan Menyediakan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan Guru mengikuti pelatihan secara penuh Menyediakan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan Guru mengikuti pelatihan secara penuh Evaluasi Kegiatan Review dan umpan balik Hasil pretest dan pemahaman guru Review dan umpan balik Review dan umpan balik Review dan umpan balik Berdasarkan tabel 1. metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini terdiri dari beberapa tahapan utama yang dirancang secara sistematis untuk menjawab permasalahan literasi membaca dan asesmen diagnostik di Sekolah Indonesia Jeddah. Tahap penyusunan program kegiatan membaca dan pelatihan intensif berbasis cerita dan bahan bacaan kontekstual dilakukan untuk meningkatkan minat dan kemampuan literasi siswa. Guru dibantu dalam menyusun dan menyiapkan bahan bacaan yang sesuai dengan konteks budaya dan bahasa siswa, serta mengikuti pelatihan membaca yang terstruktur. Tahap pelaksanaan kegiatan membaca dilakukan secara terprogram, di mana guru mengimplementasikan program membaca yang telah disusun. Mereka menerapkan teknik membaca berbasis cerita yang menarik, serta mengintegrasikan 268 | Warta LPM. Vol. No. November 2025 bahan bacaan kontekstual untuk memotivasi siswa membaca lebih aktif dan memahami isi teks dengan lebih . Tahap pelatihan teori dan praktik asesmen diagnostik bertujuan membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan observasi, wawancara, dan tes membaca untuk mengidentifikasi kesulitan membaca siswa secara tepat. Guru dilatih untuk menerapkan teknik-teknik asesmen secara langsung dalam kegiatan sehari-hari di kelas, sehingga mampu mendiagnosis secara akurat. Tahap pendampingan dilakukan dalam penyusunan instrumen diagnostik yang valid dan reliabel. Guru mendapatkan bimbingan dari fasilitator dalam menyusun instrumen penilaian yang sesuai kebutuhan siswa, kemudian dilakukan review dan umpan balik terhadap instrumen yang dikembangkan tersebut agar memastikan keakuratan dan kebermanfaatannya dalam proses asesmen. Secara keseluruhan, metode ini menggabungkan aspek teori dan praktik secara berkelanjutan, dengan fokus pada kolaborasi aktif dan pemberdayaan guru sebagai agen utama dalam meningkatkan literasi dan asesmen diagnostik. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengabdian masyarakat dibagi menjadi empat bagian, yaitu (A) pengenalan peserta kegiatan pengabdian masyarakat, (B) seminar untuk memaparkan konsep dasar literasi dan asesmen diagnostik secara terstruktur, (C) penyusunan dan implementasi instrumen diagnostik literasi, dan (D) presentasi hasil penyusunan Tabel 2. Jadwal kegiatan pengabdian masyarakat di sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) Tanggal Kegiatan Pelaksana Pihak Pascasarjana Universitas Negeri Malang dan Mitra: Sekolah Indonesia Jeddah Pembukaan, sambutan, dan pengenalan 3 Agustus 2025 4-6 Agustus 2025 7 Agustus 2025 Pemaparan materi Sesi I: Problematika Anak di kelas Sesi II: Mengembangkan Literasi Membaca Melalui Teks Arab Kontekstual: Strategi Interdisipliner bagi Guru SILN Sesi 3: Konsep Literasi Sesi 4: Workshop Penyusunan Instrumen Diagnosis Literasi Siswa Penyusunan instrumen diagnostik literasi Presentasi tugas penyusunan instrumen diagnostik Pihak Pascasarjana Universitas Negeri Malang Mitra: Guru Sekolah Indonesia Jeddah Pihak Pascasarjana Universitas Negeri Malang dan Mitra: Sekolah Indonesia Jeddah Berdasarkan tabel 2. jadwal pelaksanaan menggambarkan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di Sekolah Indonesia Jeddah yang dimulai dari tanggal 3 hingga 7 Agustus 2025. Pada tanggal 3 Agustus 2025, kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan, serta pemaparan materi yang dibagi menjadi empat sesi, yaitu: masalah anak di kelas, strategi pengembangan literasi melalui teks Arab kontekstual, konsep literasi secara umum, dan workshop penyusunan instrumen diagnosis literasi siswa. Selanjutnya, selama 4 hingga 6 Agustus 2025, dilakukan penyusunan dan pengembangan instrumen diagnostik literasi oleh para guru. Pada tanggal 7 Agustus 2025, dilakukan presentasi hasil penyusunan instrumen secara daring melalui Google Meet, di mana hasil pekerjaan guru dipaparkan dan dievaluasi. Keseluruhan kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam melakukan asesmen diagnostik dan mengembangkan program membaca yang sesuai kebutuhan siswa di lingkungan multibahasa dan multikultural. Pengenalan Peserta Pengabdian Masyarakat Pengenalan peserta pada tahap awal ini sangat penting untuk membangun pemahaman bersama tentang peran masing-masing pihak. Para guru di sini tidak hanya menjadi penerima manfaat pasif, melainkan kolaborator aktif yang akan menginternalisasi materi, menyusun instrumen, dan mengimplementasikannya kepada siswa mereka. Siswa, sebagai pihak penerima manfaat akhir, menjadi objek dari program literasi yang dirancang oleh guru. Keterlibatan penuh dari para guru memastikan bahwa program dapat berjalan dengan lancar dan mencapai tujuannya, yaitu peningkatan kapasitas literasi dan asesmen diagnostik di lingkungan Tanpa partisipasi dan komitmen mereka, tujuan utama pengabdian ini tidak akan tercapai secara Warta LPM. Vol. No. November 2025 | 269 . Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) Tahap ini merupakan tahapan yang sangat penting karena berfokus pada membangun pemahaman teoretis dan konseptual yang kuat sebelum praktik dimulai. Seminar bertujuan untuk memaparkan konsep dasar literasi dan asesmen diagnostik secara terstruktur. (Hull & Vygh, 2. Sedangkan Focus Group Discussion (FGD) memungkinkan diskusi interaktif dan mendalam untuk menggali pemahaman, pengalaman, serta tantangan yang dihadapi guru secara spesifik. (Geampana & Perrotta, 2. Penyusunan dan implementasi instrumen diagnostik Tahap ini adalah inti dari pembangunan kapasitas, di mana guru tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan keterampilan yang spesifik. Tahap ini dilakukan pelatihan sekaligus praktik yang memberikan pengetahuan tentang teknik observasi, wawancara, dan tes membaca, serta kesempatan untuk mempraktikkannya kepada siswa secara langsung (Daniels. Ferede, & Scott-Ugwuegbula, 2. Guru juga diberi kesempatan untuk memperoleh pendampingan guna menjamin keberlanjutan dan kualitas hasil Pendampingan adalah jembatan antara teori dan praktik yang efektif. Melalui Pendampingan untuk Penyusunan Instrumen, dapat memastikan bahwa instrumen yang dikembangkan oleh guru memiliki validitas dan reliabilitas. (Mizyed & Eccles, 2. Setelah instrumen diagnostik selesai dircancang, maka selanjutnya guru mengimplementasikan di kelas. Ini adalah tahap aksi nyata yang mengintegrasikan semua hasil dari langkah-langkah sebelumnya. Guru menerapkan instrumen diagnostik yang telah disusun untuk mengidentifikasi masalah, dan kemudian melaksanakan intervensi membaca yang terprogram. Presentasi hasil penyusunan instrumen Presentasi tugas penyususnan instrumen diagnostik literasi oleh guru dilaksanakan secara daring melalui google meet. Setelah instrumen diagnostik selesai disusun, guru mulai mengimplementasikan program membaca berbasis cerita sesuai hasil asesmen. Hasil yang diperoleh guru dipresentasikan berdasarkan data yang diperoleh selama diimplementasikan kepada siswa. Penjelasan hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat di sekolah Indonesia Jeddah selengkapnya adalah sebagai berikut. Seminar dan focus group discussion (FGD) untuk pemaparan konsep literasi dan asesmen diagnostik Seminar yang dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus 2025 untuk memaparkan materi kepada guru sekolah Indonesia Jeddah terbagi menjadi empat sesi. Pemaparan materi sesi I Auproblematika anak di kelasAy, dibawakan oleh Prof. Dr. Adi Atmoko. Si. Pd dengan durasi 4 JP. Pemaparan materi sesi II Aumengembangkan literasi membaca melalui teks Arab kontekstual: strategi bagi guru SILNAy, dibawakan oleh Dr. Meidias Abror Wicaksono. Pd dengan durasi 4 JP. pemaparan materi sesi i Aukonsep literasiAy yang dibawakan oleh Dr. Ade Eka Anggraini. Pd dengan durasi 4JP. Pemaparan sesi IV AuWorkshop penyusunan instrumen diagnosis literasi siswaAy yang dibawakan oleh Santy Dinar Permata. Pd dan Khusnul Khotimah. Pd dengan durasi 4 JP. Pelaksanaan seminar ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan pemahaman guru mengenai konsep literasi dan asesmen diagnostik. Dengan membagi kegiatan menjadi empat sesi yang meliputi pemaparan tentang problematika anak di kelas, strategi pengembangan literasi berbasis teks Arab kontekstual, penjelasan tentang konsep literasi secara umum, dan workshop praktis untuk menyusun instrumen diagnosisAikeberhasilannya terukur dari sejauh mana peserta dapat menyerap dan menerapkan pengetahuan tersebut. Fokus utama dari sesi pertama membahas kondisi keseharian siswa yang menghadapi tantangan dengan lingkungan audiovisu dan budaya yang multibahasa, serta dampaknya terhadap kemampuan literasi mereka. Sesi kedua memperkenalkan strategi hematis dan kontekstual untuk memperkuat literasi membaca melalui teks yang relevan dengan latar belakang budaya dan bahasa siswa. Sesi ketiga menguatkan fondasi konseptual literasi sebagai keterampilan dasar yang harus dimiliki siswa, sementara workshop keempat memusatkan perhatian pada pengembangan perangkat diagnostik yang berorientasi praktik. Hasil ini menunjukkan bahwa melalui kegiatan seminar yang komprehensif dan terstruktur, guru memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya literasi dan asesmen diagnostik dalam konteks mereka. Dengan pemahaman yang kuat, mereka dapat mengadopsi pendekatan yang lebih sistematis dan kontekstual dalam mengembangkan kemampuan literasi siswa. Selain itu, kegiatan ini turut membangun kompetensi praktis guru dalam menyusun instrumen penilaian diagnostik yang sesuai kebutuhan siswa. Gambar pelaksanaan seminar konsep literasi dan asesmen diagnostik dapat dilihat pada gambar 1 dan gambar 2 berikut ini. 270 | Warta LPM. Vol. No. November 2025 Gambar 1. Seminar konsep literasi Gambar 2. Asesmen diagnostik di Sekolah Indonesi Jeddah (SIJ) Pelatihan teori dan praktik untuk melakukan observasi, wawancara, dan tes membaca Pelatihan teori dan praktik untuk melakukan observasi, wawancara, dan tes membaca dilaksanakan secara asinkronus oleh guru sekolah Indonesia Jeddah. Pelatihan tersebut dilaksanakan dengan durasi 16 JP, dari tanggal 4 Agustus 2025 hingga 6 Agustus 2025. Pelatihan ini melibatkan sesi teori dan praktik yang dilaksanakan secara daring selama tiga hari dengan total 16 JP. Guru diberikan materi lengkap mengenai metode observasi kemampuan membaca siswa, teknik wawancara yang efektif, serta pelaksanaan tes membaca secara langsung. Pelatihan ini bukan hanya bersifat konseptual, tetapi juga menekankan pada pengembangan keterampilan praktis dalam melaksanakan asesmen secara akurat dan objektif. Pelatihan ini juga mengedepankan aspek pembekalan kompetensi yang memungkinkan guru mampu memaksimalkan data yang diperoleh dari berbagai metode tersebut sebagai dasar dalam merancang Pendekatan berbasis praktik ini mengikuti prinsip pembelajaran experiential dan mengandung unsur simulasi untuk memastikan transfer kompetensi yang efektif. Hasilnya menunjukkan bahwa guru bukan hanya memahami pentingnya asesmen diagnostik, tetapi juga dapat mengimplementasikan kegiatan asesmen secara mandiri dengan efektivitas tinggi. Keterampilan yang dikembangkan sangat krusial, mengingat guru di lingkungan multibahasa memerlukan pendekatan yang adaptif dan sesuai budaya untuk mengidentifikasi secara tepat penyebab utama kesulitan baca siswa. Pelatihan ini mendukung penguatan profesionalisme guru dan meningkatkan potensi mereka dalam melakukan proses diagnostik secara benar dan berkelanjutan. Pendampingan untuk penyusunan instrumen diagnostik yang valid dan reliabel Pendampingan dilakukan melalui pendampingan langsung untuk membantu guru menyusun instrumen diagnostik yang memenuhi standar kevalidan dan reliabilitas. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada penyesuaian instrumen tersebut agar sesuai dengan karakteristik siswa dan budaya lokal di SIJ. Proses ini mencakup diskusi, analisis, revisi, dan validasi instrumen bersama tim guru. Hasilnya adalah perangkat diagnostik yang lebih terstruktur dan berbasis konteks, yang mampu mengukur kemampuan membaca siswa secara objektif dan konsisten. Instrumen ini menjadi alat penting dalam proses pengumpulan data diagnostik, yang sebelumnya belum tersedia secara formal dan sistematis. Hasil ini menegaskan bahwa perangkat asesmen yang tepat dan berkualitas adalah fondasi utama dalam proses identifikasi masalah literasi. Instrumen yang valid dan reliabel akan mempermudah guru dalam pengambilan keputusan yang berbasis data, serta mendukung keberhasilan intervensi yang dirancang. Selain itu, proses ini menumbuhkan kapasitas guru dalam pengembangan instrumen penilaian yang dapat digunakan secara mandiri di masa depan, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlanjutan program literasi di SIJ. Gambar pendampingan penyusunan asesmen diagnostik di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) dapat dilihat pada gambar 3 dan gambar 4 berikut ini. Warta LPM. Vol. No. November 2025 | 271 Gambar 3. Pendampingan penyusunan asesmen diagnostik di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) Gambar 4. Pendampingan penyusunan asesmen diagnostik di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) Implementasi program membaca untuk kegiatan membaca terprogram bagi siswa sekolah Indonesia jeddah Pendekatan ini bertujuan meningkatkan minat dan motivasi baca siswa dengan menghadirkan bahan bacaan yang relevan dan menarik. Kegiatan membaca terprogram ini diikuti oleh evaluasi terhadap perubahan motivasi dan minat siswa dalam kegiatan literasi. Hasil yang terlihat adalah terciptanya suasana belajar membaca yang lebih menyenangkan dan menyemangati siswa untuk aktif berpartisipasi. Motivasi dan minat baca siswa mengalami peningkatan yang signifikan, yang tercermin dari keterlibatan mereka dalam kegiatan membaca dan antusiasme mereka terhadap cerita yang disajikan. Hasil ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis cerita yang sesuai dengan hasil asesmen diagnostik mampu membangkitkan keinginan siswa untuk membaca dan belajar secara mandiri. Motivasi yang meningkat menjadi faktor kunci keberhasilan pembelajaran literasi di lingkungan yang kompleks seperti SIJ, di mana siswa menghadapi tantangan bahasa dan budaya. Dengan penekanan pada aspek pengalaman dan minat siswa, proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan berkelanjutan. Hasil penyusunan instrumen asesmen diagnostik Hasil penyusunan asesmen diagnostik dilaporkan secara daring melalui google meet pada tanggal 7 Agustus 2025. Hasil presentasi menunjukkan bahwa guru tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan asesmen diagnostik secara mandiri. Keterampilan ini sangat penting untuk mengidentifikasi penyebab kesulitan membaca pada siswa di lingkungan multibahasa seperti SIJ. Selain itu, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kapasitas guru dalam mengembangkan instrumen penilaian yang bisa digunakan secara berkelanjutan. Perangkat asesmen diagnostik yang dihasilkan meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau modul ajar, bahan ajar, soal asesmen diagnostik, dan nilai siswa. Perangkat ini mencakup berbagai mata Ringkasan mata pelajaran dan materi yang diujikan dalam instrumen asesmen diagnostik yang disusun oleh guru disajikan pada tabel 3. Hasil penyusunan asesmen diagnostik berikut ini. Tabel 3. Hasil Penyusunan Asesmen Diagnostik Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika IPA Pendidikan Agama Islam (PAI) Pendidikan Pancasila 272 | Warta LPM. Vol. No. November 2025 Materi Pelajaran yang Diujikan Mengenal huruf kapital, puisi Simple past tense, exploring narrative depth, structure and components of observation report texts Transformasi fungsi, vektor, dan bilangan Sifat-sifat cahaya, rangka, otot dan sendi Surat al-Alaq ayat 1-5. Tajwid Surat AdDuha Norma Mata Pelajaran IPS Materi Pelajaran yang Diujikan Sejarah VOC Permainan lompat tali, cidera saat Penjas Berdasarkan keseluruhan hasil pengabdian masyarakat tersebut, dapat dinyatakan bahwa program pengabdian yang berfokus pada peningkatan kapasitas literasi dan asesmen diagnostik di lingkungan internasional, khususnya Sekolah Indonesia Jeddah, sangat efektif. Pendekatan yang dilakukan secara sistematis mulai dari sosialisasi konsep, pelatihan keterampilan praktik, pendampingan dalam pengembangan perangkat, hingga implementasi program nyata menghasilkan perubahan positif yang nyata. Perubahan tersebut disajikan dalam tabel 4 berikut ini. Tabel 4. Perbandingan Kondisi sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) Sebelum dan Sesudah Pengabdian Aspek Literasi Siswa Sebelum Pengabdian Rendah, terbatas paparan bahan bacaan berbahasa Indonesia Sesudah Pengabdian Meningkat, siswa lebih termotivasi dan aktif membaca melalui program terstruktur Minim terhadap konsep asesmen Guru belum mampu mendiagnosis kesulitan membaca secara tepat Meningkat secara signifikan melalui seminar dan Guru mampu melakukan observasi, wawancara, dan tes membaca secara mandiri Instrumen Penilaian Belum diagnostik yang valid dan reliabel Tersusun instrumen diagnostik sesuai konteks siswa dan dapat digunakan berkelanjutan Strategi Pembelajaran Belum terarah, tidak berbasis data Intervensi pembelajaran dirancang berdasarkan hasil asesmen yang akurat Kapasitas Profesional Guru Terbatas Terbentuk kompetensi praktis dan teoretis yang mendukung peningkatan mutu pendidikan Peran Sekolah Belum optimal sebagai institusi Menjadi lembaga pendidikan berbasis data dan responsif terhadap tantangan multibahasa Membaca Pemahaman Guru Keterampilan Diagnostik Secara fundamental, hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi guru dalam asesmen diagnostik dan literasi adalah kunci utama dalam mengatasi permasalahan membaca siswa yang kompleks di lingkungan multibahasa dan multikultural. Instrumen yang tepat dan pendekatan yang relevan sesuai konteks akan mempercepat proses identifikasi masalah, memperbaiki intervensi, dan meningkatkan motivasi baca siswa secara berkelanjutan. Selain itu, keberhasilan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, profesional, dan pihak terkait dalam merancang solusi berbasis data dan konteks lokal. Pendekatan yang holistik ini dapat dijadikan model dalam pengembangan literasi di berbagai lingkungan pendidikan internasional lainnya bagi negara-negara dengan keragaman bahasa dan Program ini menunjukkan bagaimana kapasitas profesional guru dapat ditingkatkan secara signifikan melalui praktik berkelanjutan. Dengan mengikuti tahapan mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga implementasi langsung, guru tidak hanya sekadar menerima informasi, tetapi benar-benar menginternalisasi pengetahuan dan keterampilan. Ini terlihat dari kemampuan mereka dalam menyusun instrumen yang valid dan reliabel, serta menggunakannya untuk merancang intervensi yang relevan. Keberhasilan ini menandakan bahwa investasi dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya guru, adalah strategi paling efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara fundamental, terutama di sekolah-sekolah yang menghadapi tantangan unik seperti di luar negeri. Peningkatan ini tidak hanya berdampak pada siswa saat ini, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk generasi-generasi mendatang. Hasil dari program ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan berbasis data dalam pendidikan. Sebelum program, peluang intervensi membaca dilakukan berdasarkan asumsi atau pengalaman umum. Namun, setelah guru dilatih untuk melakukan asesmen diagnostik, mereka dapat mengidentifikasi akar masalah literasi siswa secara lebih akurat dan objektif. Data yang dikumpulkan dari observasi, wawancara, dan tes membaca memungkinkan guru untuk membuat keputusan yang terinformasi dan merancang program membaca yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap siswa. Pendekatan ini tidak Warta LPM. Vol. No. November 2025 | 273 hanya meningkatkan efektivitas intervensi, tetapi juga menghemat waktu dan sumber daya dengan menargetkan masalah secara langsung, bukan melalui solusi yang bersifat umum. SIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) berhasil mencapai tujuan utama yaitu meningkatkan kualitas literasi membaca siswa melalui pengembangan asesmen diagnostik yang relevan dan kontekstual dalam lingkungan multibahasa dan multikultural. Program ini secara nyata memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru dalam memahami, menyusun, dan menerapkan asesmen diagnostik yang valid dan reliabel. Melalui rangkaian kegiatan seperti seminar, pelatihan teori dan praktik, serta pendampingan intensif, guru mampu mengidentifikasi kesulitan membaca siswa secara lebih akurat dan menyusun intervensi pembelajaran yang tepat sasaran. Hasilnya menunjukkan peningkatan motivasi membaca siswa dan terciptanya lingkungan belajar yang lebih inklusif dan adaptif terhadap tantangan bahasa dan budaya. Keberhasilan program ini menegaskan pentingnya peran guru sebagai ujung tombak dalam membangun generasi literat yang mampu beradaptasi dan bersaing secara global. Selain itu, penguatan kapasitas guru dan penerapan asesmen berbasis data turut memperkuat posisi SIJ sebagai institusi pendidikan yang responsif dan berdaya saing internasional. Untuk keberlanjutan, diperlukan pelatihan lanjutan, pengembangan sumber daya pendukung, serta integrasi teknologi dalam program literasi agar kualitas pendidikan di sekolah Indonesia luar negeri terus meningkat. PERSANTUNAN Ucapan terima kasih yang tulus kami sampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan partisipasinya dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kami menghargai kerjasama dan komitmen dari pihak Sekolah Indonesia Jeddah yang telah membuka ruang dan memberikan kesempatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi membaca siswa. Terima kasih kepada Universitas Negeri Malang atas bimbingan, fasilitasi, dan sumber daya yang telah disediakan, sehingga program ini dapat berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang memuaskan. Tidak lupa, kami mengapresiasi dedikasi dan semangat para guru dan peserta kegiatan yang telah aktif berpartisipasi dalam pelatihan dan pendampingan. Semoga kolaborasi ini dapat terus memperkuat upaya bersama dalam membangun generasi literat yang mampu bersaing secara global. KONTRIBUSI PENULIS Pelaksanaan kegiatan: AA. AEA. KK. Penyusunan artikel: AEA. IMS. Analisis dampak layanan: AA. KK. SDP. OZ. Penyajian hasil layanan: SDP. OZ. Revisi artikel: IMS. Conflict of Interest Penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan dalam publikasi artikel ini. PENDANAAN Program dan publikasi ini berasal dari pendanaan internal Universitas Negeri Malang. REFERENSI