Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah ISSN: 2527 - 6344 (Printe. ISSN: 2580 - 5800 (Onlin. Accredited No. 204/E/KPT/2022 DOI: https://doi. org/10. 30651/jms. Volume 10. No. 4, 2025 . PENGARUH PENGGUNAAN QRIS BSI TERHADAP KEAMANAN BERTRANSAKSI NONTUNAI BAGI PELAKU UMKM PAMEKASAN Fatimatus Zehro. Sudianto Universitas Al-Amien Prenduan fatimahazzahra51316@gmail. com , ridhosudiantoburhan@gmail. Abstrak Seiring dengan perkembangan digitalisasi di sektor perbankan. Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menciptakan inovasi pembayaran nontunai berupa QRIS (Quick Response Code Indonesian Standar. QRIS memberikan kemudahan bagi pengguna dalam melakukan transaksi digital secara cepat dan aman, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan QRIS BSI terhadap keamanan bertransaksi nontunai bagi pelaku UMKM di Pamekasan. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian ini mengambil sampel sebanyak 76 merchant dari total populasi 327 pengguna QRIS di Bank Syariah Indonesia (BSI) KC Pamekasan. Data dikumpulkan melalui wawancara dan penyebaran angket, kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linier sederhana dengan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QRIS BSI memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keamanan transaksi nontunai bagi pelaku UMKM. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 93,1%, yang berarti sebagian besar variabel keamanan transaksi dapat dijelaskan oleh penggunaan QRIS BSI. Selain itu, hasil uji t menunjukkan bahwa penggunaan QRIS secara signifikan meningkatkan perlindungan terhadap risiko transaksi, seperti penipuan dan pemalsuan uang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan QRIS BSI berkontribusi besar dalam meningkatkan keamanan transaksi bagi pelaku UMKM di Pamekasan. Kata kunci: Penggunaan QRIS BSI, keamanan bertransaksi nontunai. UMKM Abstract With the development of digitalization in the banking sector. Bank Indonesia, in collaboration with the Indonesian Payment System Association (ASPI), has introduced a non-cash payment innovation known as QRIS (Quick Response Code Indonesian Standar. QRIS provides convenience for users in conducting digital transactions quickly and securely, particularly for Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. This study aims to analyze the impact of using QRIS BSI on the security of non-cash transactions among MSMEs in Pamekasan. Using a descriptive quantitative approach, the study was conducted on a population of 327 customers of Bank Syariah Indonesia (BSI) KC Pamekasan. The sample size was determined using SlovinAos formula, resulting in 76 merchants or MSMEs who had registered for QRIS at BSI KC Pamekasan. Data were collected through interviews and surveys and analyzed using simple linear regression with the SPSS application. The findings indicate that the use of QRIS BSI has a significant impact on the security of non-cash transactions for MSMEs. This is evidenced by the coefficient of determination (RA) value of 93. indicating that the majority of the security variable in transactions can be explained by the use of QRIS BSI. Additionally, the t-test results demonstrate that QRIS usage significantly enhances protection against transactional risks, such as fraud and counterfeit money. In conclusion, the use of QRIS BSI plays a substantial role in improving transaction security for MSMEs in Pamekasan. Kata kunci: Use Ofe QRIS BSI. Security Of Non Cash Transaction. Msmes Pendahuluan Dengan berkembangnya teknologi, masyarakat mulai memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari mulai dari transportasi, belanja keuangan dan bahkan berdonasi serta keinginan ekonomi lainnya kini bisa dapat diakses melalui digital. Indonesia teknologi mengalami pertumbuhan yang sangat pesat seperti telepon seluler, internet, dan fasilitas layanan yang berbasis teknologi digital, sehingga kita sebagai pengguna internet dituntut untuk cerdas dalam memanfaatkan kemudahan dan keefektifan berinteraksi (Simatupang & Ramadhani, 2. Berkembangnya digitalisasi saat ini berdampak pada transformasi dunia industri perbankan seperti diterapkanya Fintech . inanchial tecnolog. Fintech merupakan sebuah inovasi yang dihadirkan oleh sektor keuangan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan, dengan adanya hal tersebut perbankan harus mampu beradaptasi dan mengadopsi teknologi untuk memudahkan masyarakat dalam bertransaksi (Miswan Ansori, 2019. Salah satu bentuk perkembangan fintech adalah perubahan proses sistem pembayaran, seperti beralihnya fungsi metode pembayaran tunai ke metode pembayaran non-tunai. Penggunaan pembayaran digital dinilai lebih nyaman dibandingkan menggunakan uang tunai . alam transaksi keci. karena pengguna tidak perlu membawa uang tunai saat bertransaksi. Dalam hal ini Bank Indonesia menyadari bahwa untuk menyempurnakan Gerakan Sistem Pembyaran Nasional Non Tunai (GNTT) tersebut perlu dilakukan adaptasi terhadap teknologi digital yang semakin Untuk itu BI telah menerbitkan rencana kerja atau rancangan sistem pembayaran Indonesia (SPI) 2025 yang bertujuan menjadikan Perbankan sebagai lembaga terdepan dengan mendukung pertumbuhan digitalisasi perbankan (Simatupang & Ramadhani, 2. Untuk mendukung pertumbuhan digitalisasi perbankan Bank Indonesia bersama industri Asosiasi sistem pembayaran Indonesia (ASPI) menciptakan QRIS untuk mempermudah bertransaksi. (Miswan Ansori, 2019. Secara umum QRIS merupakan inovasi teknologi yang digunakan sebagai metode pembayaran pada dompet digital. QR Code adalah ber code dua dimensi yang dapat menyimpan data. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 4, 2025 Fungsi QR Code dalam aspek metode pembayaran adalah sebagai penghubung antara pengguna dengan layanan tranasaksi pembayaran dengan cara memindai QR Code menggunakan Camera Smartphone yang sudanh terhubung dengan akun pengguna (Simatupang & Ramadhani, 2. Di Indonesia terdapat 13 bank syariah yang resmi beroprasi. Bank Syariah atau yang disebut juga dengan Islamic Banking merupakan suatu lembaga keuangan yang oprasional dan prodaknya berlandaskan pada syariAoah islam yaitu Al-qurAoan dan hadist Nabi Muhammad SAW dan sangat menentang keras terhadap riba . , maisir . , dan gharar . etidak jelasa. (Muhama. Sedangkan menurut UU No. pasal 1 angka 7 Tahun 2008 disebutkan bahwa : Bank Syariah adalah Bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan perinsip syariah (Dahlan, 2. Salah satu diantaranya Bank Syariah yang beroprasi di Indonesia adalah Bank Syariah Indonesia (BSI) yang merupakan hasil marger dari tiga bank, yaitu Bank Mandiri Syariah. BNI Syariah dan BRI Syariah. Penggabungan ini memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan Market Share yang dimiliki oleh BSI hal tersebut telah ditunjukkan melalui data Bursa Efek Indonesia melalui Public Expose (PUBEX) 22 milik BRIS (Nurdien & Galuh, 2. Salah satu marchant pengguna QRIS BSI yaitu UMKM yang dipaksa untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada. Berdasarkan wawancara dengan salah satu pegawai Bank Syariah Indonesia KC Pamekasan bahwa terdapat kurang lebih 327 merchant yang terdaftar di QRIS BSI, artinya Saat ini sudah mulai banyak pelaku UMKM yang mulai memanfaatkan perkembangan teknologi dengan baik, hal ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi bagi pelaku UMKM dengan memudahkan transaksi (Puspitaningrum, 2. Berdasarkan penelitian Dea Marshilia Ningsih menyatakan bahwa QRIS memiliki peranan penting dalam perkembangan UMKM, karena dengan keberdaan QRIS responden atau pelaku UMKM mengalami kemudahan dalam bertransaksi, artinya keberadaan QRIS mampu membantu masyarakat dalam mewujudkan transaksi pembayaran dengan aman, nyaman, mudah dan praktis (Ningsih, 2. Pelaku UMKM menilai bahwa penggunaan cashless lebih lama dan menilai sama saja antara pembayaran secara cash dan cashless. Dan akhir-akhir ini penggunaan pembayaran QRIS mengalami berbagai problematika yang ditimbulkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab seperti pemalsuan QR Code dan terjadinya quishing, sebagaimana yang terlansir dalam berita Validnews. id yang menyebutkan bahwa transaksi menggunakan QRIS baru-baru ini terjadi kejahatan cyber yaitu quishing. quishing merupakan penggabungan antara kejahatan cyber phising . dengan teknologi QR yang mana hal ini dapat menimbulkan bocornya informasi data pribadi pelanggan, keuangan, atau kredensial sperti user ID, password. PIN hingga OTP korban/pengguna. Jadi dalam penggunaan QRIS masih belum memberikan keamanan secara penuh dalam penggunaannya. Selain itu ada beberapa masalah yang yang pernah terjadi terkait keamanan bertransaksi yang dihadapi oleh oleh pengguna QRIS, khususnya pelaku UMKM di Pamekasan. Adapun kasus yang pernah terjadi terkait penggunaan QRIS BSI adalah Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 4, 2025 gangguan sistem dan kendala teknis, hal tersebut di laporkan oleh pengguna QRIS kepada pihak pegawai BSI bahwa telah terjadi transaksi yang gagal diproses akibat gangguan sistem atau keterlambatan dan konfirmasi pembayaran, yang menyebabkan ketidak pastian bagi pelaku UMKM dalam menerima pembayaran dari Kajian Pustaka QRIS (Quick Response Code Indonesian Standar. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) merupakan standar nasional kode respons cepat untuk pembayaran digital di Indonesia. QRIS disusun oleh Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) guna menyatukan berbagai QR Code dari penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) agar transaksi menjadi lebih efisien dan inklusif. QRIS memungkinkan pengguna melakukan pembayaran digital dengan satu kode universal, tanpa harus menyediakan banyak metode pembayaran berbeda. Kemudahan ini mendukung percepatan digitalisasi ekonomi, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) (Peraturan Bank Indonesia No. 23/8/PBI/2021, 2. QRIS memiliki empat karakteristik utama yang diringkas dalam akronim UNGGUL, yaitu Universal . apat digunakan oleh seluruh aplikasi pembayara. Gampang . roses transaksi mudah dan cepa. Untung . fisien dan mengurangi biaya transaks. , dan Langsung . ransaksi diproses secara real tim. Karakteristik ini menjadikan QRIS sebagai alat pembayaran digital yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan UMKM (Putri & Rahmanto, 2. Dari sisi teknis. QRIS terdiri dari dua mode, yaitu Merchant Presented Mode (MPM) dan Customer Presented Mode (CPM). Dalam MPM, merchant menyediakan QR Code yang dipindai oleh pelanggan, sedangkan dalam CPM, pelanggan menunjukkan QR Code mereka untuk dipindai oleh merchant. Kedua metode ini memiliki kelebihan masing-masing tergantung pada kebutuhan transaksi (Damayanti. Keamanan Transaksi Nontunai Keamanan dalam transaksi digital merupakan aspek krusial yang memengaruhi kepercayaan konsumen. Keamanan mencakup upaya perlindungan terhadap data pribadi, integritas informasi, serta jaminan ketersediaan layanan transaksi (Yulianti & Afghani, 2. (Peraturan Bank Indonesia No. 23/8/PBI/2021, 2. Terdapat tiga elemen penting dalam sistem keamanan digital, yakni Confidentiality . Integrity . , dan Availability . , yang biasa disingkat sebagai prinsip CIA dalam keamanan siber (Hikmah & Nurlind. Pada konteks QRIS, isu keamanan mencakup kerentanan terhadap kejahatan digital seperti quishingAigabungan antara QR Code dan phishingAiyang dapat menyebabkan kebocoran data sensitif pengguna. Oleh karena itu, keamanan QRIS harus mencakup perlindungan data pribadi, autentikasi pengguna, dan pengawasan sistem secara menyeluruh agar dapat meningkatkan kepercayaan pengguna dan mencegah kerugian akibat transaksi ilegal (Hendarsya. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 4, 2025 Kepercayaan terhadap keamanan transaksi memengaruhi minat dan keputusan konsumen untuk menggunakan sistem pembayaran digital. Konsumen yang merasa sistem tersebut aman cenderung memiliki loyalitas lebih tinggi terhadap layanan tersebut dan menjadikannya sebagai metode pembayaran utama (Nitta & Wardhani, 2. UMKM dan Adopsi Teknologi UMKM merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi kendala dalam pemanfaatan teknologi. QRIS hadir sebagai solusi praktis bagi UMKM agar dapat melakukan digitalisasi transaksi tanpa harus berinvestasi besar pada infrastruktur (Ningsih, 2. Dengan QRIS, pelaku UMKM tidak perlu menyediakan perangkat EDC, cukup mencetak QR Code untuk menerima pembayaran secara langsung. Selain itu. QRIS juga membantu pelaku UMKM menghindari risiko pemalsuan uang, kesalahan pengembalian, dan mempermudah pencatatan transaksi harian secara digital. Namun, keberhasilan implementasi QRIS pada UMKM sangat bergantung pada tingkat literasi digital, persepsi keamanan, dan kemudahan penggunaan sistem tersebut (Agusti. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal untuk menganalisis pengaruh antara penggunaan QRIS BSI . ariabel independe. terhadap keamanan bertransaksi non-tunai . ariabel depende. pada pelaku UMKM di Pamekasan (Arikunto, 2. Data dikumpulkan melalui teknik angket tertutup dan wawancara, dengan penyebaran kuesioner kepada 76 merchant yang merupakan sampel dari 327 populasi pengguna QRIS BSI, yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Instrumen penelitian disusun berdasarkan indikator variabel yang telah ditentukan dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan aplikasi SPSS. Validitas dan reliabilitas data diuji terlebih dahulu untuk memastikan keakuratan hasil analisis. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi uji validitas, reliabilitas, normalitas, regresi linier sederhana, uji t, dan koefisien determinasi untuk mengukur pengaruh signifikan penggunaan QRIS terhadap persepsi keamanan transaksi digital oleh pelaku UMKM. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk menilai kelayakan item-item dalam kuesioner, apakah mampu mengukur variabel penelitian secara akurat. Metode yang digunakan adalah korelasi corrected item-total antara masing-masing butir pernyataan dengan total skor variabel. Nilai r-hitung dibandingkan dengan r-tabel pada taraf signifikansi 5% (N = 76, df = . , yaitu sebesar 0,2257. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh item pada variabel penggunaan QRIS BSI (X) dan keamanan bertransaksi Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 4, 2025 non-tunai (Y) memiliki nilai r-hitung > r-tabel, sehingga seluruh item dinyatakan valid dan layak digunakan. Tabel 1. Uji Validitas Item r-tabel 0,2257 0,2257 0,2257 0,2257 0,2257 0,2257 0,2257 0,2257 0,2257 0,2257 0,2257 0,2257 0,2257 0,2257 0,2257 0,2257 r-hitung 0,624 0,650 0,626 0,577 0,612 0,664 0,651 0,720 0,714 0,767 0,560 0,615 0,623 0,702 0,649 0,667 Kesimpulan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Uji Reliabilitas Reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi internal instrumen Uji ini menggunakan metode Alpha Cronbach. Hasil menunjukkan nilai Alpha sebesar 0,787 untuk variabel X dan 0,815 untuk variabel Y, keduanya melebihi nilai ambang batas 0,6. Maka instrumen dinyatakan reliabel dan dapat dipercaya dalam pengukuran variabel. Tabel 2. Uji Reabilitas Variabel Penggunaan QRIS BISI (Variabel X) Keamanan bertransaksi (Variabel Y) Nilai alpha Cronbach 0,787 Keterangan Reliabel Reliabel Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data variabel bebas dan terikat memiliki distribusi normal. Metode yang digunakan adalah visualisasi melalui grafik normal probability plot pada SPSS. Hasil pengujian menunjukkan bahwa titik-titik data menyebar secara simetris mengikuti garis diagonal, yang menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan memenuhi asumsi klasik regresi. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 4, 2025 Gambar 1. Uji Normalitas menggunakan P-plot Uji Linieritas Uji linieritas dilakukan untuk mengetahui apakah hubungan antara variabel penggunaan QRIS (X) dan keamanan transaksi (Y) bersifat linier. Pengujian dilakukan menggunakan metode Test for Linearity melalui analisis ANOVA. Hasil menunjukkan nilai F-hitung sebesar 2,351 lebih kecil dari F-tabel 3,970, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan linier antara kedua variabel. Tabel 3. Hasil Perhitungan Uji Linieritas Hubungan regresi Nilai f hitung Nilai sig Kesimpulam 0,000 Linier Uji Regresi Linier Sederhana Regresi linier sederhana digunakan untuk menguji pengaruh penggunaan QRIS BSI terhadap keamanan transaksi. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah: Y = 9,371 0,756XY = 9{, }371 0{, }756XY = 9,371 0,756X Artinya, setiap peningkatan satu satuan pada penggunaan QRIS BSI akan meningkatkan keamanan transaksi sebesar 0,756 satuan, dengan asumsi variabel lain Koefisien regresi positif ini menunjukkan hubungan searah antara kedua Tabel 4. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Model . Penggunaan QRIS BSI Unstandardized Std. Error 9,371 2,766 ,756 ,080 Standardized Coefficients Beta ,741 Sig 3,389 9,479 ,001 ,000 Uji t (Uji Parsia. Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Hasil menunjukkan bahwa nilai t-hitung Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 4, 2025 sebesar 9,479 > t-tabel . dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan QRIS BSI memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keamanan bertransaksi non-tunai. Tabel 5. Hasil Uji T (Parsia. Model Unstandardized Coefficients (Constant (Penggun aan QRIS BSI) Dependent Variable: Y Coefficientsa Standardize Coefficients Std. Error Sig. Toleranc Beta Collinearity Statistics VIF Uji Koefisien Determinasi (RA) Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui sejauh mana kontribusi variabel bebas terhadap variasi variabel terikat. Nilai RA sebesar 0,931 menunjukkan bahwa penggunaan QRIS BSI mampu menjelaskan 93,1% variabilitas pada keamanan transaksi, sedangkan sisanya . ,9%) dijelaskan oleh faktor lain di luar Nilai ini menunjukkan tingkat pengaruh yang sangat kuat. Tabel 6. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model R Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate Predictors: (Constan. X Pembahasan Pengaruh Penggunaan QRIS BSI Terhadap Keamanan Bertransaksi Nontunai Bagi Pelaku UMKM Pamekasan Penelitian ini memiliki tujuan pertama yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan QRIS BSI terhadap keamanan bertransaksi nontunai bagi pelaku UMKM di Pamekasan. Hasil penelitian dan analisis data diperoleh menggunakan aplikasi SPSS yang menunjukkan bahwah penggunaan QRIS BSI berpengaruh terhadap keamanan bertransaksi nontunai bagi pelaku UMKM di Pamekasan. Hal tersebut dapat kita lihat diperolehan uji t dari hasil perhitungan menggunakan SPSS. Berdasarkan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner sehingga menunjukkan perolehan angka yang dilihat dari hasil perhitungan regresi linier sederhana, diketahui bahwa variabel independen . enggunaan QRIS BSI) dapat Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 4, 2025 mempengaruhi variabel dependen . eamanan bertransaksi nontunai ), yang mana hal tersebut dapat diketahui dari hasil nilai t-hitung sebesar 9,479 > t-tabel 2,000 dengan nilai sig 0,000 < 0,05 yang berarti nilai signifikansi lebih kecil dari niali . dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel independen penggunaan QRIS BSI secara persial berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen keamanan bertransaksi nontunai bagi pelaku UMKM di Pamekasan. Sehingga hasil pengujian tersebut menerima Ha dan menolak Ho . Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Dhea Marsilia Ningsih yang bejudul Pengaruh penggunaan QRIS Pada aplikasi Mobile BSI Terhadap Kelancaran dan Keamanan bertransaksi Non tunai bagi para pelaku UMKM (Studi Kasus Bank Syariah Indonseia KCP Kedaton Bandar Lampun. Hasil penelitian nya menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan QRIS pada BSI Mobile memiliki peranan yang cukup penting bagi perkembangan UMKM di era digital saat ini. Para pelaku UMKM pegguna QRIS yang terdaftar di Bank Syariah Indonesia KCP Kedaton Bandar Lampung menyatakan bahwa QRIS memiliki peranan yang cukup penting bagi UMKM yaitu ditandai dengan adanya kemudahan dalam bertransaksi non tunai sehingga dapat membantu masyarakat dalam mewujudkan transaksi pembayaran dengan mudah,aman, nyaman dan praktis. Dengan banyaknya kasus penipuan uang palsu, pencopetan dan sebagainya QRIS hadir untuk memberikan perubahan terhadap sistem pembayaran dan juga untuk meminimalisir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. QRIS merupakan penyatuan dari berbagai macam QR ayang dapat diakses oeleh semua penyelenggara jasa sitem pembayaran sehingga dapat memudahkan masyarakat dalam melakuakn transaksi serta QRIS mampu meberikan keamanan dalam bertransaksi nontunai bagi pelaku UMKM. Bank Syariah Indonesia hadir ditengah-tengah masyarakat untuk menjawab atas semua kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan syariah yang modern, professional dan sesuai dengan syariat islam, karena dalam menjalankan tugasnya berpegang teguh terhadap prinsip syariah islam dengan mengedepankan keadilan, kebersamaan dan penyemarataan ditengah masyarakat luas. Pengaruh Penggunaan QRIS BSI Terhadap Keamanan Bertransaksi Nontunai Bagi Pelaku UMKM Pamekasan Hasil penelitian mengenai besarnya pengaruh penggunaan QRIS BSI terhadap keamanan bertransaksi dapat dilihat dari hasil perhitungan uji koefisien determinasi dengan nilai R square sebesar 0,931 dan apabila di presentasikan memperoleh nilai 93,1 % Hal tersebut menggambarkan bahwa variabel independen penggunaan QRIS BSI mampu berkontribusi pada variabel dependen keamanan bertransaksi terhadap pelaku UMKM di Pamekasan sebesar 93,1% dan sisanya yaitu sebesar6,9% terdapat pada variabel lain diluar model regresi yang digunakan. Berdasarkan hasil tersebut jika diIntrepretasikan kedalam koefisien korelasi nilai r maka hasil tersebut menunjukan bahwa penggunaan QRIS BSI berpengaruh sangat kuat terhadap keamanan bertransaksi nontunai bagi pelaku UMKM Pameksan. Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah/Vol. No. 4, 2025 Hal tersebut jugak dapat dilihat dari jawaban responden mengenai penggunaan QRIS yang rata-rata menjawab setuju dan sangat setuju terhadap keamanan yang ditawarkan oleh penggunaannya QRIS, mereka menyetujui bahwa penggunaan QRIS mampu meminimalisir dari terjadinya kriminalitas seperti pencopetan ataupun penipuan uang palsu. Sehingga mereka lebih aman menggunakan QRIS dalam metode pembayaran. Dengan keberadaan QRIS sangat membantu dalam metode pembayaran non tunai yang cepat, gampang, mudah dana man. Dan juga dengan menggunakan QRIS ditempat usaha kita dapat memberikan nilai lebih karena sudah memanfaatkan keberadaan teknologi, serta jugak dapat menarik pembeli karena hidup diera yang tidak lepas dengan teknologi karena kebanyakan masyarakat sekarang sering tidak bawak uang cesh dan lebih memilih penyimpan uangnya di hanpone dari pada Kesimpulan dan Saran Dari hasil penelitian yang dilakukan pada bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Terdapat pengaruh penggunaan QRIS BSI terhadap keamanan bertransaksi nontunai bagi pelaku UMKM di Pamekasan yaitu dapat dilihat dari perolehan hasil nilai t-hitung yaitu sebesar 9,479 > dan t-tabel sebesar 2. 000 yang berarti bahwa t-hitung > t-tabel dngan nilai sig sebesar 0,00 < 0,05. Dari hasil tersebut dapat di simpulkan bahwa variabel penggunaan QRIS BSI berpengaruh cukup kuat terhadap keamanan bertransaksi nontunai bagi pelaku UMKM Pamekasan. Besarnya pengaruh penggunaan QRIS BSI terhadap keamana bertransaksi nontunai bagi pelaku UMKM Pamekasan dapat dilihat dari hasil perhitungan uji koefisien determinasi dapat diketahui oleh niali R Squer yaitu sebesar 0,931 dan jika dipersenkan maka menjadi 93,1% Hal tersebut menunjukkan variabel penggunaan QRIS BSI mampu berkontribusi pada variabel keamanan bertransaksi nontunai bagi pelaku UMKM sebesar 93,1% dan sisanya yaitu 6,9% terdapat variabel lain diluar Daftar Pustaka