Jurnal Inovasi Pendidikan Vol 4 . Maret 2020 Hal. 56 - 65 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 MENERAPKAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBIASAN TOILET TRANING DENGAN METODE DRILL PADA ANAK USIA DINI DI PAUD KB TIARA CIBINONG BOGOR Sopiah1 . Asep Irwansyah 2 Prodi S1 PAUD. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mohammad Husni Thamrin Abstrak Kemandirian buang air kecil dan buang air besar, merupakan aspek dasar yang harus dikuasai anak sebelum menguasai kemampuan bina diri lainnya. Hal ini disebabkan karena kegiatan buang air kecil dan buang air besar adalah kegiatan yang selalu dilakukan manusia secara rutin setiap hari. Tujuan utama penelitian ini adalah Tujuannya untuk meningkatkan pendidikan karakter melalui kemampuan bina diri buang air kecil pada siswa dengan memperbaiki pembelajaran bina diri melalui metode latihan . Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas . lassroom action researc. Penelitian ini dilaksanakan di PAUD KB Tiara Cibinong Bogor. Setting yang digunakan dalam penelitian ini adalah di dalam kelas. Setting didalam kelas dan toilet untuk mengetahui kemampuan bina diri buang air kecil dalam proses pembelajaran dan mengetahui seberapa besar peningkatan kemampuan bina diri dengan menggunakan metode latihan . Penelitian ini dilakukan di PAUD KB Tiara Cibinong Bogor, pada mata pelajaran keterampilan bina diri untuk meningkatkan kemampuan bina diri buang air kecil siswa usia 3-4s tahun dengan sampel sensus . ampel jenu. jumlah Berdasarkan presentase pencapaian yang diperoleh subjek menunjukkan bahwa penggunaan metode latihan . pada pembelajaran bina diri dapat meningkatkan kemampuan buang air kecil anak autis. Oleh karena itu, metode latihan . dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif metode yang digunakan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan buang air kecil anak sehingga karakter anak akan menjadi lebih teratur, disiplin dan rapih. Guru diharapkan lebih intensif dalam memberikan pembelajaran buang air kecil dengan menerapkan langkah-langkah ataupun tahapan buang air kecil dalam pembelajaran dan guru diharapkan lebih kreatif dalam mengembangkan metode latihan dengan pemberian reward yang bervariasi agar anak aktif dan tidak mudah bosan dalam belajar. Serta hendaknya guru selalu memberikan dorongan berupa pujian kepada siswa agar siswa menjadi lebih memiliki kepercaya diri dan bersemangat sehingga termotivasi untuk melakukan hal yang lebih baik. Kata Kunci : Toilet Training. Metode Drill,Pendidikan Karakter Abstract Independence of urinating and defecating is a basic aspect that children must master before mastering other self-building skills. This is because the activity of urinating and defecating are activities that humans always do on a regular basis every day. The main objective of this research is to improve character education through the ability of students to urinate themselves by improving self-development learning through the training method . This research uses class action research . lassroom action researc. This research was conducted at PAUD KB Jurnal Inovasi Pendidikan Vol 4 . Maret 2020 Hal. 56 - 65 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Tiara Cibinong Bogor. The setting used in this research is in the classroom. The setting in the classroom and the toilet is to determine the ability of self-cultivation to urinate in the learning process and to find out how much improvement in self-cultivation ability using the training method . This research was conducted at PAUD KB Tiara Cibinong Bogor, in the subject of self-development skills to improve the ability to urinate students aged 3-4 years with a census sample . aturated sampl. of the number of students 10. Based on the percentage of achievement obtained the subject shows that the use of the training method . on selfdevelopment learning can improve the ability to urinate in children with autism. Therefore, the training method . can be used as an alternative method used to train and improve children's urination skills so that the child's character will become more regular, disciplined and neat. Teachers are expected to be more intensive in providing learning to urinate by implementing the steps or stages of urinating in learning and teachers are expected to be more creative in developing training methods by giving various rewards so that children are active and do not get bored easily in learning. And the teacher should always provide encouragement in the form of praise to students so that students become more confident and excited so that they are motivated to do better things. Keywords: Toilet Training. Drill Method. Character Education PENDAHULUAN Pembelajaran bina diri merupakan proses penyampaian informasi atau pengetahuan dimana terjadi interaksi antara guru dan siswa dalam mengamati dan memahami pembelajaran, untuk mencapai suatu tujuan berupa kemampuan mengurus diri sendiri atau melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri sehingga tidak bergantung pada orang lain, dan dapat hidup sebagaimana orang pada umumnya. Aktivitas sehari-hari yang dimaksud adalah kebiasaan-kebiasaan rutin yang beristirahat, memelihara kesehatan kemampuan untuk buang air kecil dan air besar di tempat tertentu . amar mandi/w. Kemandirian buang air kecil merupakan aspek dasar yang harus dikuasai anak sebelum menguasai kemampuan bina diri lainnya. Hal ini disebakan kegiatan buang air kecil adalah kegiatan yang selalu dilakukan manusia secara rutin setiap hari. Buang air kecil adalah aktivitas setiap individu yang merupakan bagian dari proses metabolisme tubuh yang berguna untuk mengeluarkan berbagai zat Ae zat yang tidak dibutuhkan tubuh dalam bentuk cairan. Kemampuan buang air kecil pada anak tentunya tidak sama dengan satu dengan yang lainnyal dengan kemampuan yang kegiatan buang air kecil anak membutuhkan waktu yang relatif lama. Dalam proses keseluruhan kegiatan, anak hanya mampu melakukan sebagian kecil kegiatan saja. Jurnal Inovasi Pendidikan Vol 4 . Maret 2020 Hal. 56 - 65 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 misalnya hanya mampu buang air kecil dan tidak menyiram atau memakai celana Pada penelitian ini, subjek mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan buang air kecil karena keterbatasan kemampuan motorik halus seperti sulit gerakan yang kaku saat Pembelajaran bina diri buang air kecil pada anak tentunya tidak semudah melaksankan bina diri buang air kecil. mengajarkannya pada anak yang sudah besar. Anak usia 3-4 tahun dengan kemampuan bina diri yang terbatas, selain itu anak mengalami gangguan motorik. Pembelajaran di PAUD KB Tiara Cibinong baru pada pembelajaran identifikasi alatalat kebersihan di toilet, anak dapat menirukan apa yang diucapkan guru saat belajar menyebutkan nama alat-alat kebersihan toilet, tetapi anak masih kurang jelas dalam menyebutkan nama benda. Guru memberikan pembelajaran umum yang berkaitan dengan imitasi, pembelajaran dilakukan menggunakan media pembelajaran yang dapat membantu anak mengembangkan kemampuan imitisainya. Observasi awal anak kurang memahami apa yang di ajarkan oleh guru. Selain itu, materi pembelajaran yang diberikan masih umum dan tidak rutin diberikan sehingga siswa belum memahami tentang cara buang air kecil. Pada observasi yang dilakukan peneliti, anak belum bisa melakukan kegiatan buang air kecil secara mandiri. Anak sudah mampu mengungkapkan keinginan buang air kecil secara nonverbal, tetapi anak belum mampu melepas celana, membuka pintu wc, menyiram, dan meletakkan celana pada tempatnya, hal ini disebabkan karena motorik anak yang belum baik sehingga kegagalan yang berulang memunculkan kejenuhan dan penolakan dari anak untuk melakukan pembelajaran. Berbagai berdampak pada terhambatnya kemandirian anak, terlebih jika anak buang air kecil masih belum bisa mandiri, pada saat berada di rumah dan saat kembali ke masyarakat maka timbulah kesulitan dan memerlukan bantuan orang lain. Berdasarkan fakta dan masalah yang ada di kelas maka peneliti dan guru sepakat bahwa kemampuan buang air kecil anak usia 3-4 tahun perlu di tingkatkan. Kemampuan pengembangan diri buang air kecil anak di PAUD KB Tiara Cibinong Bogor perlu ditingkatkan, karena anak akan hidup di lingkungan keluarga dan di masyarakat. Jurnal Inovasi Pendidikan Vol 4 . Maret 2020 Hal. 56 - 65 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Kelebihan dan kekurangan dari metode latihan . Kelebihan dari metode latihan . itu sendiri yakni dalam waktu relatife singkat, dapat diperoleh penguasaan dan keterampilan yang diharapkan akan tertanam pada setiap pribadi anak kebiasaan belajar secara rutin dan disiplin. Kekurangan dari metode . adalah latihan yang dilakukan dalam pengawasan ketat dan serius dapat menimbulkan kebosanan, latihan yang terlalu berat dapat menyebabkan murid membenci mata pelajaran maupun terhadap guru yang mengajar, membentuk kebiasaan-kebiasaan yang otomatis dan kaku, serta latihan yang selalu diberikan dibawah bimbingan dan perintah guru dapat melemahkan inisiatif dan kreatifitas siswa. Karakter bangsa merupakan aspek penting yang menentukan kemajuan suatu Karakter bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya (SDM). Oleh karena itu, karakter yang berkualitas perlu dibina sejak usia dini agar anak terbiasa berperilaku positif. Kegagalan penanaman kepribadian yang baik di usia dini akan membentuk pribadi yang bermasalah di masa dewasanya kelak. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas . lassroom action Penelitian tindakan menurut Kemmis adalah suatu bentuk penelitian reflektif, dan kolektif yang dilakukan oleh peneliti. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan . lassroom action researc. yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran dikelas. Penelitian tindakan kelas yang dilakukan berkolaborasi dengan guru kelas di PAUD KB. Tiara. Kolaborasi dilakukan mulai dari perencanaan hingga penilaian. Pada tahap perencanaan, peneliti dan guru kolaborator melakukan diskusi dalam menetapkan masalah dan menentukan tindakan akan diberikan kepada siswa. Pada tahap tindakan, terjadi kolaborasi antara guru dan peneliti dalam memberikan contoh mempraktekkan kegiatan bina diri buang air kecil dan membantu guru mengatur jalannya kegiatan bina diri buang air kecil, sedangkan pada tahap penelitian, guru sebagai peneliti dan sebagai pengama. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan bina diri buang air kecil bagi siswa melalui penerapan metode latihan . sebagai tindakannya untuk meningkatkan pendidikan karakter. Tujuannya untuk meningkatkan pendidikan Jurnal Inovasi Pendidikan Vol 4 . Maret 2020 Hal. 56 - 65 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 karakter melalui kemampuan bina diri buang air kecil pada memperbaiki pembelajaran bina diri melalui metode latihan . Jenis desain yang akan digunakan adalah model Kemmis dan Mctaggart. Model ini menggunakan empat komponen penelitian dalam setiap siklus . erencanaan, tindakan, observasi, dan refleks. Model desain penelitian tindakan kelas menurut Kemmis dan McTaggart dijelaskan melalui gambar di bawah ini: Gambar 1. Desain penelitian tindakan kelas Pelaksanaan tindakan berkembang melalui spiral, yaitu suatu daur ulang berbentuk spiral yang dimulai dari perencanaan . , diteruskan dengan pelaksanaan tindakan . , dan diikuti dengan pengamatan sistematis terhadap tindakan yang dilakukan . Refleksi berdasarkan hasil pengamatan . , dilanjutkan dengan perencanaan tindakan berikutnya sampai tujuan pelaksanaan tindakan ini berhasil. PEMBAHASAN Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini berupa penggunaan metode latihan . pada pembelajaran bina diri untuk meningkatkan kemampuan buang air kecil anak KB. Tiara. Subjek kurang mampu melakukan kegiatan sehari-hari seperi makan, minum, berpakaian dan mandi secara mandiri, akibatnya anak kurang memiliki Jurnal Inovasi Pendidikan Vol 4 . Maret 2020 Hal. 56 - 65 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 kemandirian dalam mengurus dirinya sendiri. dapat diajarkan atau dilatih untuk mengurus dirinya sendiri khususnya buang air kecil. Buang air kecil merupakan salah satu kebutuhan pokok. Menurut Gilbert dalam Toilet Training adalah salah satu latihan yang di ajarkan pada anak normal maupun ank berkebutuhan khusus, agar mereka tetap merasa nyaman dan bersih. Untuk mengajarkan bina diri khususnya buang air kecil pada anak autis dapat menggunakan metode latihan . Roestiyah N. mengemukakan bahwa Aumetode latihan ialah suatu teknik atau metode yang dapat diartikan sebagai suatu cara mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan, agar siwa memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tingkat dari apa yang telahdipelajariAy. Pelaksanaan tindakan pembelajaran bina diri buang air kecil melalui metode latihan . dilakukan secara berulang-ulang dan bertahap agar anak lebih mudah memahami dan Metode latihan merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan- kebiasaa tertentu. Kebiasaan yang dimaksud adalah terbiasa melatih anak dalam berbagai bidang khususnya bina diri buang air kecil dengan laihan terus menerus dan berulang-ulang untuk mendapatkan keterampilan yang mumpuni sebagai bekal kehidupannya di masa mendatang agar tidak bergantung pada orang lain. Pernyataan tersebut sejalan dengan teori belajar behaviorisme yaitu pengulangan dan pelatihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan . Kegiatan yang dilakukan subjek dalam pembelajara bina diri buang air kecil dengan menggunakan metode latihan . ialah menyiapkan peralatan yang akan digunakaan saat buang air kecil, membuka pakaian luar dan meletakkan ditempatnya, jongkok di kloset, setelah selesai mencebok kemaluannya dan menyiram kloset. Kegiatan tersebut dilakukan secara bertahap dan berulang-ulang sesuai urutan yang ada dalam metode Jurnal Inovasi Pendidikan Vol 4 . Maret 2020 Hal. 56 - 65 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 latihan . Hal tersebut sesuai dengan pendapat para ahli yang telah disebutkan Hasil dari pelaksanaan tindakan siklus I menunjukkan bahwa kemampuan bina diri buang air kecil subjek mengalami peningkatan dibandingkan dengan kemampuan pra-tindakan . re-tes. , peningkatan yang dicapai pada siklus I yaitu subjek sudah mampu menggantung pakaian luar pada Pada mengalami peningkatan yaitu subjek sudah mampu mengarahkan buang air kecil di closet, subjek juga bisa membersihkan diri walaupun masih dengan bantuan instruksi dari guru. Peningkatan bina diri buang air kecil subjek dapat dilihat dari presentase pencapaian yang diperoleh pada kemampuan pra-tindakan . re-tes. , post-test siklus I, post-test siklus II. Subjek pada kemampuan pra-tindakan . re-tes. pencapaian skor 45 meningkat menjadi 50 pada Siklus I dan meningkat lagi menjadi 71 siklus II, sehingga skor yang diperoleh subjek sudah memenuhi kriteri ketuntasan minimal yaitu 71. Berdasarkan presentase pencapaian yang diperoleh subjek menunjukkan bahwa penggunaan metode latihan . pada pembelajaran bina diri dapat meningkatkan kemampuan buang air kecil anak autis. Oleh karena itu, metode latihan . dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif metode yang digunakan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan buang air kecil anak . KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode latihan dapat meningkatkan kemampuan bina diri untuk anak usia 6 tahun KB. Tiara. Peningkatan bina diri buang air kecil anak dilaksanakan 2 kali siklus dengan menerapkan metode latihan dalam pembelajaran tata cara buang air kecil yang benar. Jurnal Inovasi Pendidikan Vol 4 . Maret 2020 Hal. 56 - 65 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Pada siklus I tindakan yang dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah atau tahapan buang air kecil dalam pembelajaran bina diri sehingga anak menjadi aktif dan bersemangat dalam pembelajaran. Tindakan siklus II dilaksanakan setelah dilakukan perbaikan dari strategi pembelajaran maupun dari metode pembelajaran, upaya-upaya perbaikan yang dilakukan dengan memberikan penguatan positif maupun pemberian Peningkatan hasil bina diri buang air kecil dapat dilihat dengan membandingkan hasil persentase kemampuan awal buang air keil, post-test siklus I dan post-test siklus II untuk subjek penelitian bina diri buang air kecil mengalami peningkatan dari kemampuan awal dengan nilai 45 dalam kategori cukup, meningkat menjadi 50 pada post-test siklus I dengan kategori baik. Dan disiklus II meningkat menjadi 75 dalam kategori baik. Prestasi yang diperoleh subjek telah memenuhi kriteria ketuntasan yang telah ditetapkan yaitu dengan nilai 75. Berdasarkan memberikan rekomendasi yaitu Guru diharapkan lebih intensif dalam memberikan pembelajaran buang air kecil dengan menerapkan langkah-langkah ataupun tahapan buang air kecil dalam pembelajaran dan guru diharapkan lebih kreatif dalam mengembangkan metode latihan dengan pemberian reward yang bervariasi agar anak aktif dan tidak mudah bosan dalam belajar. Serta hendaknya guru selalu memberikan dorongan berupa pujian kepada siswa kepercaya diri dan bersemangat sehingga termotivasi untuk melakukan hal yang lebih Jurnal Inovasi Pendidikan Vol 4 . Maret 2020 Hal. 56 - 65 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 DAFTAR PUSTAKA Astati dkk. Pendidikan dan Pembinaan Karier Penyandangan Tunagrahita Dewasa. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Abdullah ldi. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Eva Rosmaini. Peningkatan Kemampuan Bina Diri Anak Dalam berpakaian melalui metode latihan (Dril. di Sekolah Khusus Bina Anggita . Skripsi. UNY. Elizabeth B Hurlock, 1998 Psikologi Perkembangan. Jakarta : Erlangga Hallahan. Kauffman. , & Pullen. Exceptional Learners: An Introduction to Special Education . th Ed. Upper Saddle River. NJ: Pearson Education. Inc. Haryanto. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Joko Yuwono. Memahami Anak (Kajian Teoritik dan Empiri. Jakarta: Alfabeta. Kroger & Rena Sorensen. Toilet Training IndividualAos With m and Other Developmental Disabilities: A Critical Review. A: Kelly OAoLeary Center for m Spectrum Disorders. Kristen OAohearn. et al. Neurodevelopmental and executive function in m. Pittsbrugh: University of Pittsburgh Development an Psychopathology. Maria J Wantah. Pengembangan Kemandirian Anak Tunagrahita Mampu Latih. Jakarta: Depdiknas Direktorat Jendral Perguruan Tinggi dan Direktorat Ketenagaan. Mumpuniarti. Ortodidaktik Tunagrahita. : Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri . Ngalim Purwanto. Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya. Parjono, dkk. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. : Lembaga Penelitian UNY. Rahyubi. Heri. Teori-Teori Belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik. Bandung : Nusa Media. Rini Hildayani, dkk. Penanganan Anak Berkelainan. Jakarta: UniversitasTerbuka. Heri Gunawan. Alfabet Pendidikan Karakter Konsep dan Implementasi. Bandung: Roestiyah. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Jurnal Inovasi Pendidikan Vol 4 . Maret 2020 Hal. 56 - 65 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Soekidjo Notoatmojo. Prof. Dr . Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta . Rineka Cipta Sugihartono. Psikologi Pendidikan. : UNY Press. Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian. Jakarta: P. Rineka Cipta. Sunarso. Pendidikan Kewarganegaraan. : UNY Press. Susan E. Levy, dkk. Philadelphia: Department of Psychiarty. University of Pennsylvania. School of Medicine. Center for m Research. The Lancet. Volume 374. Issue 9701. Sutadi Rudi. me & ABA (Applied Beavior Analysis / Metode Lovaa. Surabaya: Makalah Mengajar Serta Melatih Komunikasi dan Bicara Pada Anak tik Menggunakan ABA. Hlm. Terry P. Klassen, dkk. The Effectiveness of Different Methods of Toilet Training for Bowel and Bladder Control. : AHRQ Publication No. 07E003. Theo Peeters. Panduan tik Terlengkap. Jakarta: Dian Rakyat. Tim Redaksi Pustaka Baru. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945. PT. Pustaka Baru.