Kelola: Journal of Islamic Education Management April 2024. Vol. 9 No. 1 Hal 97-113 P-ISSN : 2548 Ae 4052 E-ISSN : 2685 Ae 9939 A2019 Manajemen Pendidikan Islam. https://ejournal. id/index. php/kelola KEPEMIMPINAN H. MUHAMMAD ALWI USMAN 1Fatimah, 2Masmuddin, 3Muhazzab Said Pascasarjana IAIN Palopo E-mail: fatimahdjuddah@gmail. Abstract The principal as the central figure in an educational institution is a leader who carries out planning, implementation and supervision of the school he leads. This research aims to identify the leadership style of H. Muhammad Alwi Usman as a school principal at MAN Lasusua. North Kolaka Regency and one of the figures who has had an influence on the development of MAN Lasusua. This research is qualitative research with a descriptive character study approach. Data was obtained through observation, interviews and documentation. The results of this research show that: First. Muhammad Alwi Usman has a charismatic leadership style by providing direction, provision and setting a good example. Second, the role of H. Muhammad Alwi Usman as principal of MAN Lasusua is to develop the institution with management and organize the management of the institution. Apart from that, in society H. Muhammad Alwi Usman is well known as a religious figure in Lasusua. North Kolaka Regency. Third, the implications of H. Muhammad Alwi Usman's policy in the development of MAN Lasusua by applying methods of habituation, memorization, and rewards or punishments as well as emphasizing students to always have good morals wherever they are. Keywords: H. Muhammad Alwi Usman. Leaderhip Abstrak Kepala sekolah sebagai central figure dalam lembaga pendidikan merupakan pemimpin yang melakukan perencaan, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap sekolah yang dipimpinnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gaya kepemimpinan H. Muhammad Alwi Usman sebagai kepala sekolah di MAN Lasusua Kabupaten Kolaka Utara sekaligus salah satu tokoh yang mempunyai pengaruh dalam perkembangan MAN Lasusua. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif studi tokoh. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama. Muhammad Alwi Usman memiliki gaya kepemimpinan yang karismatik dengan memberikan pengarahan, pembekalan serta memberikan contoh yang baik. Kedua, peran H. Muhammad Alwi Usman sebagai kepala sekolah MAN Lasusua mengembankan lembaga dengan manajemen dan menata pengelolaan Selain itu, dalam masyarakat H. Muhammad Alwi Usman terkenal sebagai salah satu tokoh agama di Lasusua Kabupaten Kolaka Utara. Ketiga, implikasi kebijakan H. Muhammad Alwi Usman dalam perkembangan MAN Lasusua dengan menerapkan metode pembiasaan, hafalan, dan ganjaran atau hukuman seta menekankan muridnya untuk selalu ber-akhlaqul karimah dimanapun berada. Kata Kunci: Kepemimpinan . Muhammad Alwi Usman PENDAHULUAN Kualitas pendidikan merupakan syarat mutlak untuk menghasilkan sumber daya manusia yang andal yang akan menjadi generasi penerus Vol 9. No. April 2024 98 | Fatimah dkk. pembentuk masa depan bangsa,1 sehingga representasi gaya kepemimpinan kepala sekolah sangat penting karena kepala sekolah merupakan pemimpin tunggal di sekolah yang mempunyai tanggung jawab dan wewenang untuk mengatur, mengelola dan menyelenggarakan kegiatan di sekolah, agar apa yang menjadi tujuan sekolah dapat tercapai. Kepala sekolah sebagai pimpinan di sekolah dituntut memiliki kreativitas, kepemimpinan motivasi, dan kepemimpinan yang efektif sehingga dapat menggerakkan seluruh guru sesuai peran dan fungsinya secara efektif dan efisien. Kepala sekolah harus mempunyai personaliti yang positif, mengerti akan keadaan dan situasi guru dan staf lainnya, visioner, dan kemampuan untuk membuat pilihan yang benar dan bijaksana serta dapat berinteraksi dengan semua siswa sekolah dengan baik. 3 Adanya representasi gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam kepemimpinannya akan menjadi perhatian guru, serta sangat menentukam arah keberhasilan sekolah, seperti yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti. Anisa Auliya Fitri dkk dalam penelitiannya mengatakan dengan menerapkan gaya yang terarah dalam memimpin sekolah menjadi terarah dalam mencapai sebuah keberhasilan. Siska Dkk melakukan penelitian untuk melihat pengaruh dari gaya kepemimpinan kepala sekolah. 5 Penelitian tentang implementasi gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam membentuk budaya religius yang dilakukan oleh Syamsu A. Dkk menunjukkan bahwa dengan menerapkan gaya kepemimpinan yamg sesuai dengan kondidi sekolah dapat mempertahankan keberhasilan suatu sekolah. Sekarang ini kita dihadapkan pada jaman penuh dengan permasalahan kepemimpinan baik di dunia pendidikan maupun di 1Daman Rasman Syarif Hidayat. Implementasi Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala sekolah dalam Meningkatkan Komitmen dan Produktivitas Guru. AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Vol. 3 No. 2 Tahun 2021, h. 1 (PDF) IMPLEMENTASI GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMITMEN DAN PRODUKTIVITAS GURU . 2Sudadi. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah (Teori Teoritik dan Implementas. , (Cet. 1-Makassar:Mitra Ilmu,2. , h. 3Daman Rasman Syarif Hidayat. Implementasi Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala sekolah dalam Meningkatkan Komitmen dan Produktivitas Guru. AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Vol. 3 No. 2 Tahun 2021, h. 1 (PDF) IMPLEMENTASI GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMITMEN DAN PRODUKTIVITAS GURU . , diakses 5 Oktober 2023 4Anisa Aulia Fitri Dkk. Kepemimpinan Kepala Sekolah. INNOVATIVE: JOURNAL OF SOCIAL SCIENCE RESEARCH Vol. No. 1 2022, h. View of Kepemimpinan Kepala Sekolah . -innovative. , diakses 12 Agustus 2023 5Siska Dkk. Analisis Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah di Sma Negeri 3 Tana Toraja. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran. Vol. No. 4, 2023, h. 6Syamsu Dkk. Implementasi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membentuk Budaya Religius pada SDIT di Kota Makassar. Artikel 2021, h. 1533, article. , diakses 21 juli 2023 Kelola: Journal of Islamic Education Management Kepemimpinan . kehidupan masyarakat Kabupaten Kolaka Utara pada umumnya dan di lingkungan Sekolah Madrasah Aliyah Negeri Lasusua Kabupaten Kolaka Utara pada khususnya, di mana sosok tokoh Pemuka Agama Berdasarkan fenomena yang terjadi di Madrasah Aliyah Lasusua Kabupaten Kolaka Utara dan dari beberapa peneliti sebelumnya, peneliti menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap peningkatan produktifitas, prestasi dan kemajuan sekolah tersebut sebagaimana tujuan yang telah diharapkan. Seperti pada masa Kepemimpinan Kepala Madrasah Aliyah Negeri Lasusua dalam meningkatkan profesional guru, berikut prestasi-prestasi yang pernah diraih siswanya, maka dalam penelitian ini dapat mengetahui dengan baik mengenai gaya kepemimpinan yang diterapkan kepala madrasah, strategi apa yang digunakannya dan faktorfaktor apa saja yang menjadi tantangannya. Melalui aktivitasnya di Madrasah Aliyah Lasusua Kabupaten Kolaka Utara, membuktikan bahwa dengan kepemimpinan Bapak Almarhum H. Muhammad Alwi Usman mampu mendorong kemajuan sekolah Madrasah Aliyah Lasusua hingga berprestasi dan bertahan lama selama 32 tahun kepemimpinannya . 8 Ae 2. di masa tersebut. Dengan mengenal dan mengetahui sosok dan gaya kepemimpinan H. Muhammad Alwi Usman dan perjuangannya selama menjadi Kepala Sekolah di Madrasah Aliyah Lasusua Kabupaten Kolaka Utara, para guru dan tenaga pengajar di sekolah tersebut dapat belajar satu hal, bahwa dengan belajar di Madrasah Aliyah akan menyebabkan keterbelakangan dan sulitnya menghasilkan lulusan murid berprestasi tidaklah Alasan menarik ini pula yang membuat peneliti melakukan penelitian Figur Kepala sekolah sebagai pucuk kepemimpinan di sekolah. Dimana kepemimpinan merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin dalam memimpin satu kelompok, baik teroganisasi maupun tidak, peranannya sangat penting megingat pemimpin adalah Central Figure dalam proses perencanaan, pelakasanaan, pemberi motivasi, pengawasan sehingga tercapai tujuan-tuuan besama dalam kelompok tersebut. Dengan demikian kepemimpinan yang baik dapat meningkatkan kemampuan bawahan untuk menunjukan kualitas kerja secara maksimal, sehingga pencapaian tujuan dapan dilakukan secara efektif dan efesien. Pemimpin dalam kepemimpinan menampilkan beragam model dan gaya yang ahirnya akan mngeidetifikasi pemimpin tersebut kedalam tipe-tipe kepemimpinan Kepemimpinan adalah suatu kegiatan atau seni untuk mempengaruhi perilaku orang-orang yang pemimpin agar mau bekerja menuju kepada satu tujuan yang ditetapkan atau diinginkan bersama. Kepemimpinan yang melayani . ervant leadershi. sebagai suatu model kepemimpinan yang memiliki prinsip mengutamakan peningkatan pertumbuhan pribadi dari para bawahannya dengan didasari kepada kriteria-kriteria seperti: kerja sama tim dan pengembangan komunitas, keterlibatan personal dalam proses pembuatan keputusan, serta perilaku yang peduli dan etis terhadap bawahan. Dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada pasal 14 terdapat poin yang menyatakan bahwa guru memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan dan Vol 9. No. April 2024 100 | Fatimah dkk. meningkatkan kemampuan dirinya, dan kepala sekolah memiliki peran penting dalam pengembangan tersebut. Fenomena leadership Almarhum H. Muhammad Alwi Usman dapat dilihat dari karakteristik kepala sekolah, yaitu: mendengarkan, empati dan konseptualisasi telah diterapkan di MAN Lasusua. Karakteristik yang pertama adalah mendengarkan. Karakteristik mendengarkan dapat terlihat ketika kepala sekolah ketika melakukan rapat dan menanyakan pendapat dari masing-masing guru, dan kepala sekolah mempertimbangkan keputusan yang diambil adalah keputusan yang terbaik. Sedangkan untuk karakteristik empati, kepala sekolah melakukannya dengan cara memusyawarahkan masalah yang terjadi kemudian meminta para guru untuk memberikan Karakteristik konseptualisasi dapat diperlihatkan oleh kepala sekolah ketika di dalam forum selalu mengarahkan guru kepada visi yang merupakan konsep atau gambaran besar dari sekolah dengan cara mengajak guru-guru untuk menguraikan program-program pembelajaran yang ada di sekolah, serta memilih program-program apa saja yang langsung berkaitan dengan visi dari sekolah. Namun, kenyataan yang didasarkan atas penelitian yang terkait dengan kinerja guru masih cukup rendah, hal ini dapat diamati dari beberapa guru yang masih menganggap bahwa mengajar merupakan kegiatan rutin sebagai seorang guru dan terlebih guru di sekolah mengabaikan kuantitas dan kualitas kerjanya. Madrasah Aliyah Negeri 1 Lasusua merupakan satu-satunya Madrasah Aliyah yang terdapat di Kota Kolaka Utara, untuk itu madrasah ini menjadi sentral/pusat perhatian bagi orang tua yang tetap ingin melanjutkan pendidikan peserta didik ke jenjang pendidikan yang islami tetapi tidak ingin mondok di pesantren. Kondisi keterbatasan akses pendidikan agama dan pengaruh pergaulan remaja pada waktu itu mewarnai kehadiran sosok figure yang disegani dan diteladani yaitu Almarhum H. Muhammad Alwi Usman telah banyak menghasilkan lulusan peserta didik yang banyak meraih kesuksesan di bidangnya masing-masing. Mengingat perjuangan beliau sebagai pendiri Madrasah Aliyah yang sebelumnya masih berstatus swasta dan akhirnya menjadi Madrasah Aliyah Negeri pada tahun 2004, sebagai Kepala Sekolah memiliki yang profesionalitas yang cerdas, memadai dan mengusai ilmu agama Islam, beliau juga merupakan Tokoh Masyarakat. Pemimpin dan Tenaga pendidik yang memiliki tujuan dan cita-cita sehingga Madrasah Aliyah Negeri Lasusua dapat terwujud sukses menjadi satusatunya Madrasah Aliyah Negeri terdepan di Kabupaten Kolaka Utara. Kehadiran kepemimpinan tersebut telah sejalan dengan perpaduan gaya kepemimpinan Islam di Sekolah Madrasah Aliyah Negeri Lasusua, di mana sosok pemimpin yang telah berjasa mendirikan sekolah tersebut yaitu Alwi Usman. Sejak tahun 1968 beliau merintis berdirinya Sekolah 7 Santoso. Fitrah. Adrianto Adrianto. Syamsir Syamsir, and Afriva Khaidir. "Pengaruh servant leadership dan budaya organisasi sekolah terhadap kinerja guru pada sekolah menengah atas negeri di Kota Padang. " Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah 4, no. , h. Kelola: Journal of Islamic Education Management Kepemimpinan . Pendikan Agama 6 (Ena. Tahun bersama 2 . tenaga pengajar yaitu Bapak Ustdz Marzuki. D dan Bapak Ustazd MaAoruf. Sebagai Kepala Sekolah sosok Ustadz H. Alwi terus menjadi pemimpin di sekolah tersebut selama 32 . iga puluh du. yaitu dari tahun 1968-2000. Alwi merupakan sosok pemimpin yang mengangkat dan menjadi pelopor madrasah di Sulawesi Tenggara khusus Madrasah Aliyah Negeri. Lamanya menjadi kepala madrasah dikarenakan masyarakat menyukai sosok H. Alwi. Sekarang ini kita dihadapkan pada jaman penuh dengan permasalahan kepemimpinan baik di dunia pendidikan maupun di kehidupan masyarakat Kabupaten Kolaka Utara pada umumnya dan di lingkungan Sekolah Madrasah Aliyah Negeri Lasusua Kabupaten Kolaka Utara pada khususnya, di mana sosok tokoh Pemuka Agama sebagaimana Kepemimpinan Almarhum Ustadz Alwi Usman, semakin langka. Jaman serba materalistis dan sangat langkanya pemimpin berjiwa besar. Karena orangorang yang berjiwa besar selalu optimis memandang kehidupan. Tidak getir hatinya ketika menghadapi berbagai kesulitan. Sehingga keberhasilan menghasilkan lulusan siswa sukses berprestasi sebagaimana yang di harapkan dapat memenuhi dari target yang di harapkan. METODE Studi tokoh adalah jenis penelitian kualitatif . ualitative researc. yang dilakukan dalam penelitian ini. Studi tokoh adalah studi kajian secara mendalam, sistematis, kritis mengenai sejarah tokoh, ide atau gagasan orisinal, serta konteks sosio-historis yang melingkupi sang tokoh yang dikaji. Tokoh yang dikaji adalah H. Muhammad Alwi Usman yang mempunyai pengaruh dalam perkembangan Lembaga Madrasah di Lasusua, maka penelitian yang digunakan penelitian kualitatif. Data primer sumber dari wawancara, karenakan kebijakan H. Kepemimpinan H. Muhammad Alwi Usman bukan dalam bentuk buku/jurnal. Namun akan dilakukan melalui wawancara kepala sekolah Madrasah Aliyah Negeri Lasusua, guru dan serta keluarga dan Tokoh masyarakat Kabupaten Kolaka Utara yang mengenal baik sosoknKepemimpinan H. Muhammad Alwi Usman, hal ini dapat menggali kebijakan-kebijakan Muhammad Alwi Usman selama memimpin Madrasah Aliyah Negeri Lasusua. Data sekunder yaitu dari data dari buku Ae buku literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Gaya Kepemimpinan H. Muhammad Alwi Usman di MAN Lassusua Gaya kepemimpinan yaitu sikap pemimpin memiliki model kepemimpinan yang berbeda antara satu sama lainnya. Muhammad Alwi Usman memiliki gaya kepemimpinan tersendiri dalam memimpin guru di sekolah memperlihatkan wibawa sebagai pemimpin yang di segani, bukan di takuti, karena di seganinya sehingga tidak ada guru yang sejajar di sekolah tersebut di bawah kepemimpinannya yang berani bolos pada waktu mengajar, walaupun pegaiwai honornya pada waktu itu tidak seberapa Vol 9. No. April 2024 102 | Fatimah dkk. besar yang mereka terima, ini salah satu bakat kewibawaan beliau Selain itu tidak ada siswa baik laki-laki maupun perempuan yang berani lewat di depannya tanpa permisi. Gaya kepemimpinan dan pemikiran pimpinan sangat menentukan perjalanan dan perkembangan dari waktu ke waktu. Menjadi seorang Pemimpin tidaklah gampang. Sebab menjadi seorang pemimpin adalah amanah yang harus dilakukan dan dijalankan dengan baik oleh seorang pemimpin tersebut, karena nantinya Allah akan meminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya itu. Diambil dari pendapat para tokoh sebagai alumni muridnya H. Muh. Alwi Usman sebagai Kepala Madrasah Aliyah Lasusua memiliki gaya Kharismatik karna Beliau Pemimpin yang amanah yaitu: Au Ustadz Alwi adalah pemimpin yang setiap kali mengucapkan janji, maka ia menepatinya, bertanggung jawab dengan segala ucapannya yang bermakna kebaikan dan kebenaran, serta selalu memberikan keteladanan. Ay 9 Muhammad Alwi Usman selaku Kepala Sekolah Madrasah Aliyah pernah juga menjelaskan bahwa untuk menjadi pemimpin di Madrasah haruslah memberikan pengarahan, pembekalan serta memberikan contoh yang baik untuk muridnya. Sifat beliau benar Ae benar baik hati. Beliau sabar dan paham keadaan dan kondisi anak muridnya serta masyarakat di 10 Di sekolah semua orang di sekolah MA Lasusua diberi tugas dibidang masing-masing sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Sehingga teraturnya sistem pembelajaran selalu berjalan baik dan lancar, pembagian bidang-bidang tersebut antara lain:11 Bidang Pengajaran Bidang Keagamaan Islam Bidang Kesenian dan Budaya Bidang Pengembangan Minat dan Bakat Dari hal tersebut dapat dimaknai bahwa Ilmu pengetahuan tidak tercapai selain dengan merendahkan diri dan penuh perhatian dan peduli. Sehingga selalu tepat dalam mencapai keberhasilan dari segala kebaikan yang diharapkan dari pemimpin tersebut. Berfirman Allah Ta'ala : )( A aNOU (O C EOA a A eI a aON aaOA ca Aua acI AaO aEaEa Ea a eE aO aE aI eI aEIa EaNa Ca eEa a eO eECaO EA 8 Dr. Masmuddin. Ag. dosen pascasarjana IAIN Palopo AuWawancara 1 Februari 2024 Jalan Cempaka No. 15 Balandai PalopoAy 9 Bapak Drs. Alimus. Ag. Tokoh Masyarakat Kab. Kolub AuWawancara 1 Februari 2024 alumni Angkatan1983. di LasusuaAy 10 Dr. Masmuddin. Ag. dosen pascasarjana IAIN Palopo AuWawancara 1 Februari 2024 di Palopo merupakan Alumni MAN 1983Ay 11 Dr. Masmuddin. Ag. dosen pascasarjana IAIN Palopo AuWawancara 1 Februari 2024 di Palopo merupakan Alumni MAN 1983Ay 12 Buku IhyaAo AoUlumuddin. menghidupkan ilmu Ae ilmu agama by Imam Al Ae Ghazzali terjemahan oleh Ustadz Tk. Ismail Yakub. MA. 1963, hal 184 Kelola: Journal of Islamic Education Management Kepemimpinan . Artinya: "Sesungguhnya hal yang demikian itu menjadi pengajaran bagi siapa yang mempunyai hati . atau mempergunakan pendengarannya dengan berhati-hati". (S. Qaf, ayat . Pengertian "mempunyai hati" yaitu hati itu dapat menerima pemahaman bagi ilmu pengetahuan. Tak ada tenaga yang menolong ke- pada pemahaman, selain dengan mempergunakan pendengaran dengan berhatihati dan sepenuh jiwa. Supaya dapat menangkap seluruh yang diberikan guru dengan penuh perhatian, merendahkan diri, syukur, gembira dan menerima nikmat. Hendaklah pelajar itu bersikap kepada gurunya seumpama tanah Pengertian "mempunyai hati" yaitu hati itu dapat menerima pema- haman bagi ilmu pengetahuan. Tak ada tenaga yang menolong ke- pada pemahaman, selain dengan mempergunakan pendengaran dengan berhati-hati dan sepenuh jiwa. Supaya dapat menangkap seluruh yang diberikan guru dengan penuh perhatian, merendahkan diri, syukur, gembira dan menerima nikmat. Hendaklah pelajar itu selalu menerima dan bersikap kepada gurunya seumpama tanah kering yang disirami hujan lebat. Maka meresaplah ke seluruh bahagiannya dan meratalah keseluruhannya air hujan itu. Manakala guru itu menunjukkan jalan belajar kepadanya, hendak- lah dita'ati dan ditinggalkan pendapat sendiri. Karena meskipun guru itu bersalah, tetapi lebih berguna baginya dari kebenarannya sendiri. Sebab, pengalaman mengajari yang halus-halus, yang ganjil didengar tetapi besar faedahnya. Peran H. Muhammad Alwi Usman Sebagai Kepala Sekolah di Madrasah Aliyah Lasusua Kabupaten Kolaka Utara Peran H. Muhammad Alwi Usman sebagai kepala sekolah secara otomatis harus memberi fungsi yang wajib di lakukan sebagai pemegang amanah beliau mengemban fungsi dan peran untuk mengembangkan institusi Lembaga Pendidikan formal (Madrasah Aliyah Lasusu. dengan cara meAomenejemen dan menata pengelolaan Lembaga untuk mencapai tujuan Pendidikan yang telah di tetapkan. 15 Guru yang mengajar mata pelajaran pada waktu itu sangat kurang bahkan boleh di hitung jari, maka beliau meminta bantuan kepada guru-guru sekolah yang ada di sekitarnya, terutama mata pelajaran umum seperti matematika. Bahasa inggris, biologi dan lain-lain, minta bantuan guru dari SMPN lasusua dalam bidang agama 13 Buku IhyaAo AoUlumuddin. menghidupkan ilmu Ae ilmu agama by Imam Al Ae Ghazzali terjemahan oleh Ustadz Tk. Ismail Yakub MA. 1963, hal 184 14 Buku IhyaAo AoUlumuddin. menghidupkan ilmu Ae ilmu agama by Imam Al Ae Ghazzali terjemahan oleh Ustadz Tk. Ismail Yakub MA. 1963, hal 184 15 Dr. Masmuddin. Ag. dosen pascasarjana IAIN Palopo AuWawancara 1 Februari 2024 di Palopo merupakan Alumni MAN 1983Ay Vol 9. No. April 2024 104 | Fatimah dkk. lebih sering memanfaatkan sarjana muda dari IAIN Makassar dan IAIN Palopo. Dalam bidang administrasi, beliau Bersama rekan rekan guru yang langsung mengajarkannya dalam mensosialisasikan sekolah, terutama dalam penerimaan siswa baru setiap tahun mereka Bersama guru-guru yang ada di sekolah menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui khutbah jumAoat ceramah-ceramah keagamaan seperti acara maulid, israAo miradj, acara silaturahim dll. Dengan demikian masyarakat lasusua dan sekitarnya dapat mengetahui tentang eksistensi madrasah Aliyah lasusua. Selain itu juga melalui alumninya yang sering baca khutbah baik khutbah jumAoat maupun khutbah hari raya idul fitri. Dengan cara madrasah Aliyah lasusua dapat mensosialisasikan dengan baik artinya dari tahun ke tahun siswa selalu bertambah. Selain beliau berperan sebagai penanggung jawab kepala sekolah juga berperan sebagai ulama dan tokoh masyarakat. Sebagai ulama beliau menjadi tumpuan masyarakat lasusua dalam hal agama. Jdi kalua ada masalah yang ingin di sampaikan oleh masyarakat maka melalui beliau yang di tanya, di antaranya hal yang sering di tanyakan masalah pembagian harta warisan, tata cara penyelenggaraan jamaah dan tata cara ibadah haji dan Muhammad Alwi Usman terkenal sebagai pencerama kondang di kecamatan lasusua, pada masanya karena terkenalnya di lasusua sebagai penceramah, tidak ada orang lasusua yang di tanya tentang penceramah yang paling di sukai orang kecuali dia menjawab H. Muhammad Alwi Usman. Bahkan ada seorang tukang panjat kelapa (Muhri. menyatakan bahwa kalau saya tau ustas H. Muhammad Alwi Usman yang membacakan khutbah jumAoat dan yang azan . Subair, saya tidak akan pergi memanjat kelapa sebelum jumAoat. Dengan meliha peran kepemimpinan beliau di masyarakat khusunya di lasusua karakteristik beliau adalah kepercayaan . adalah pemimpin termasuk orang-orang pilihan di antara banyak orang lain dan di antara pilihan itu di dasarkan pada beberapa kelebihan tertentu yang menjadi penyebab servant leaders atau mendapan kepercayaan untuk di idolakan dan terkenal. Metode penceramah beliau menyejukkan karena di dukung oleh suaranya yang bagus serta pemahaman agama yang memadahi, sehingga semua masyarakat yang mengetahui informasi bahwa yang akan ceramah adalah ustaz alwi usman Bapak H. Drs. Mukrim. MM Februari 2024Ay Tokoh Masyarakat Kab. Kolub AuWawancara 5 17 Dr. Masmuddin. Ag. dosen pascasarjana IAIN Palopo AuWawancara 1 Februari 2024 di Palopo merupakan Alumni MAN 1983Ay 18 Ibu Dra. Hasfiah ibu rumah tangga AuWawancara 1 Februari 2024 di Palopo . lumni Madrasah 1975 Ae 1. 19 Dr. Masmuddin. Ag. dosen pascasarjana IAIN Palopo AuWawancara 1 Februari 2024 di Palopo merupakan Alumni MAN 1983Ay Kelola: Journal of Islamic Education Management Kepemimpinan . maka mereka berbondong bonding dating ke masjid untuk Muhammad Alwi Usman pernah menegaskan bahwa menjadi seorang Kepala Sekolah Madrasah Aliyah harus benar-benar bersungguhsungguh dan menaati peraturan yang ada serta menjalankan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan dengan penuh amanah. Disamping itu. Muhammad Alwi Usman selaku pimpinan juga mengupayakan menerapkan prosedur kerja praktis dan efektif dengan memberikan kepercayaan kepada muridnya dengan terus mendampingi dan memberikan hal-hal atau bantuan yang dibutuhkan. Contohnya mendampingi dalam pemberian materi tentang akhlak para muridnya dan juga bidang ekstrakulikuler di bidang kesenian dan kepramukaan. Ungkap Mu. Yusuf Nur ,SP. dI kepadanya semasa menjadi guru Madrasah Aliyah di Kalau begitu Bapak H. Muhammad Alwi Usman selaku Kepala Sekolah waktu itu telah mendidik para guru dan muridnya menyentuh rohani, jasmani, fisik, dan mental anak didiknya untuk menghayati dan mengamalkan ilmu yang telah dipelajari. Sehingga mereka lebih berkonsentrasi penghayatan sesuatu ilmu, sekaligus membentuk kepribadian, sikap dan kebiasaan anak didiknya. Jadi, tugas beliau sebagai kepala sekolah Madrasah Aliyah Lasusua sangat berjalan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi sekolah Madrasah Aliyah Lasusua . Adapun dalam menjalankan tugasnya H. Muhammad Alwi Usman sebagai Kepala Sekolah adalah mengajar dan memberikan pendidikan yang tidak bertentangan dengan tatanan kebudayaan dan agama. Pengajarannya itu sendiri / cara2 memberikan pengetahuan dan kecakapan tentang Hadist dan Al Quran tercermin dalam perilaku keseharian Almarhum yang aktif berdakwah juga sebagai imam mesjid selalu memberikan dakwah di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat kecamatan Lasusua. Dengan demikian mempedomani dari terjemahan Al Quran Allah Swt berfirman dalam QS. Al-Ankabut:43. : AuDan perumpamaan-perumpamaan ini kami buat untuk manusia, dan tidak ada yang akan memahaminya kecuali mereka yang berilmuAy. Pimpinan sebagai muaddib yaitu seorang peserta didik yang untuk menciptakan suasana belajar yang dapat 20 Dr. Masmuddin. Ag. dosen pascasarjana IAIN Palopo AuWawancara 1 Februari 2024 di Palopo merupakan Alumni MAN 1983Ay 21 Ust H. Muh. Yusuf Nur. Pd. Tokoh Agama AuWawancara 7 Januari 2023 di Jalan Tomangngera Lasusua No. 444Ay Ibu Dra. Hasfiah ibu rumah tangga AuWawancara 1 Februari 2024 di Palopo . lumni Madrasah 1975 Ae 1. Vol 9. No. April 2024 106 | Fatimah dkk. menyelenggarakan peserta didik untuk berperilaku atau beradap sesuai dengan norma-norma, tata susila, dan sopan santun yang berlaku dalam Gaya kepemimpinanpimpinan sebagai Muaddib ini sangatlah diperlukan agar para muridnya lebih beradap dan berperilaku Lafad muaddib merupakan isim fa'il dari masdar taAodib. Menurut Al-Athos taAodib erat kaitannya dengan kondisi ilmu dalam Islam, termasuk dalam isi pendidikan, jadi lafad taAodib sudah meliputi kata taklim dan tarbiyah. Meskipun lafad ini sangat tinggi nilainya, namun tidak disebutkan dalam Al-Qur'an. Tugas muaddib tidak sebatas mengajar, mengawasi, memperhatikan, tetapi pada penanaman nilai-nilai akhlak dan budi pekerti serta pembentukan moral bagi anak. Muhammad Alwi Usman sebagai Pimpinan Madrasah Aliyah Lasusua sangatlah bergaya kepemimpinan yang aktif dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Dimana selalu memberikan contoh dan teladan yang baik utamanya yang dilakukan meningkatkan program pembinaan dan pembentukan karakter agar mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu membentuk generasi muda yang berprestasi, berbudi pekerti dan berahlak mulia sesuai tuntunan Hadist dan norma aturan beragama. Maka pembentukan karakter meliputi akhlak, tingkah laku, serta perilaku selalu beliau mengacu untuk membentuk pribadi yang mulia. Demikianlah juga strategi dakwah yang dilakukan oleh H. Muh. Alwi Usman selalu mengedepankan dalam menanamkan nilai-nilai tauhid di setiap materi dakwah yang di bawakannya24. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa H. Muh. Alwi Usmandikenal sebagai orang yang rendah hati, memiliki toleransi besar dan selalu menghargai orang lain sekalipun berbeda pendapat, termasuk terhadap generasi muda. Bahkan salah satu yang menjadi pusat perhatian H. Muh. Alwi Usman adalah pembinaan generasi muda sebagai penerus bangsa. Dalam hal ini. Dr. Masmuddin berpendapat: "Bapak H. Muh. Alwi Usman sangat perhatian terhadap anak -anak Hal ini terbukti dengan sangat konsennya beliau dalam undangan-undangan diselenggarakan oleh organisasi-organisasi kepemudaan. Secara khusus Bapak H. Muh. Alwi Usman memang tidak membina secara intensif terhadap generasi muda, akan tetapi beliau sangat perhatiaan dan betul-betul membina dengan sebaik-baiknya terhadap kader-kadernya agar bisa diharapkanprestasinya di masa yang akan datang. "25 Bapak H. Drs. Mukrim. MM Februari 2024Ay Tokoh Masyarakat Kab. Kolub AuWawancara 5 Bapak H. Drs. Mukrim. MM Februari 2024Ay Tokoh Masyarakat Kab. Kolub AuWawancara 5 25 Dr. Masmuddin. Ag. Dosen Pascasarjana IAIN Palopo AuWawancara 1 Februari 2024 di Palopo merupakan Alumni MAN 1983Ay Kelola: Journal of Islamic Education Management Kepemimpinan . Maka H. Muh. Alwi Usman di sini sangatlah jelas memiliki perhatian besar terhadap nasib anak-anak muda atau generasi muda. Baginya, pemuda merupakan pembuat sejarah di masa yang akan datang yang akan meneruskan perjuangkan bangsa, negara dan agama. Implikasi Kebijakan H. Alwi Usman dalam Perkembangan MAN Lasusua Muhammad Alwi Usman dalam melakukan tugasnya juga mempunyai cara tersendiri yang lebih efektif dalam memperbaiki karakter para muridnya. Pendapat ahli diantaranya mengulas seorang pemimpinan melakukan hal-hal seperti berikut:26 Melakukan Pendekatan Pendekatan H. Muhammad Alwi Usman yang dilakukan sebagai Kepala Sekolah kepada muridnyanya yaitu dengan menggunakan pendekatan sifat. Karena pendekatan sifat ini lebih efektif dalam proses pembentukan karakter Contoh dari pendekatan ini yaitu pimpinan melakukan dakwah individu kepada muridnya, pimpinan menjelaskan kepada muridnya ilmu-ilmu agama dan amar maruf nahi munkar. Ustadzah Dra. Hj Muhajirah mengatakan bahwa. AuH. Muhammad Alwi Usman yang biasa beliau lakukan adalah ceramah setelah sholat shubuh dihadapan seluruh muridnya. Memberikan sedikit pesan dan nasehat tentang ke Sekolahan selain itu juga beliau selalu memberikan pengetahuan, wawasan serta keilmuan agama dan umum dihadapan muridnyaAy. Bimbingan Konseling Bimbingan Konseling adalah proses menyelesaikan masalah-masalah yang dialami oleh para muridnya. Kepala Sekolahterjun langsung menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh para muridnyanya dan dibantu oleh pengurus Sekolah lainnya. Pimpinan sangat bergaya kepemimpinanaktif dalam hal ini, hal yang dilakukan pimpinan yaitu: AuH. Muhammad Alwi Usman selalu memberikan nasehat-nasehat yang baik dan juga memotivasi kepada para muridnya yang bermasalah/melanggar peraturan agar tetap bersemangat dan menghilangkan dendam atau rasa benci yang ada pada dirinya. Beliau berkata, rasa dendam dan benci itulah yang menimbulkan masalah dan keresahan dalam hati setiap orang sehingga kita perlu untuk menasehatinya. Ay 29 26 KH. Saifuddin Zuhri. Berangkat dari, op. , h. 27 Ustadzah Wildana Guru SMPN Lasusua AuWawancara 8 Februari 2024 Jl. Merdeka LasusuaAy Alumni MAN 1983 (Alumn. 1993 Ae 1996 Ustadzah Dra. Hj Muhajirah Guru Pesantren AuWawancara 2 Februari 2024 di PalopoAy 29 Ustadzah Wildana Guru SMPN Lasusua AuWawancara 8 Februari 2024 Jl. Merdeka LasusuaAy Alumni MAN 1983 (Alumn. 1993 Ae 1996 Vol 9. No. April 2024 108 | Fatimah dkk. Setiap manusia dalam hidupnya pasti ada perubahan atau perkembangan, baik perubahan yang bersifat nyata atau menyangkut fisik, maupun yang besifat abstrak atau perubahan yang bersifat psikologis dan perubahan itu akan di pengaruhi beberapa faktor yang tidak bisa dipisahkan yaitu internal dan eksternal, faktor itulah yang menentukan apakah perubahan itu ke positif atau negatif (Mulyasa, 2. 30 Diketahui bahwa sifat manusia itu fleksibel dan dapat berubah sewaktu- waktu, perubahan tersebut bergantung pada kemampuan dan sifat alamiah yang dimiliki seseorang serta kondisi sosial, sosial budaya, dan pendidikan. Peranan metode dalam pembentukan karakter sangatlah penting, karena tanpa metode yang cocok dan baik maka tujuan pembentukan karakter tidak dapat tercapai. Pembangunan akhlak merupakan hal terpenting dalam Islam. Hal ini terlihat dari salah satu tugas Nabi Muhammad SAW yang paling utama adalah memperbaiki akhlak, perhatian islam terhadap pembinaan akhlak juga terlihat dari perhatian islam terhadap pembinaan jiwa yang harus diutamakan , karena apabila seseorang mempunyai jiwa dan raga yang baik, maka ia melahirkan perbuatan- perbuatan baik yang memperlancar kebaikan jasmani dan rohani. Metode pembentukan karakter memerlukan upaya sungguh-sungguh dari muridnya untuk memahami dan menganutnya. Dalam membangun akhlak, seseorang memahami bahwa akhlak dan perilaku yang baik merupakan penilaian keimanan seseorang. Kepala Sekolahmenggunakan berbagai cara dan gagasan dalam menunaikan tugas dan tanggung jawabnya untuk mengembangkan karakter muridnya yang baik sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW. Dapat dilihat sebagai Kepala Sekolah beliau menggunakan cara-cara berikut untuk membentuk karakter muridnya yaitu:31 Metode Pembiasaan Metode pembiasaan ini lebih efektif dan efisien bagi muridnya. Sebab disini para muridnya diajarkan melakukan pembiasaan diri melakukan sholat berjamaah tepat pada waktunya. Sholat Dhuha. Puasa senin dan kamis, menghafal al-qurAoan, dan lain-lain. Menurutnya walaupun muridnya sudah menghafal, akan tetapi jika tidak dilakukan pembiasaan maka muridnya pasti akan lupa . Dalam hal ini H. Muhammad Alwi Usman juga sangat bergaya kepemimpinan aktif. Pemimpin yang r u t i n memberikan contoh awal sehingga para muridnya mengikutinya. Selanjutnya melakukan pembiasaan, pengasuhan muridnya juga melakukan pengawasan kepada para muridnyamuridnyanya. Dimana dalam hal ini pemimpin akan mencurahkan perhatian penuh dan mengikuti perkembangan aspek Akhlak dan akidah serta moral Muhammad Alwi Usman terus membina dan mengawasi segala halhal yang dilakukan muridnya, apakah mereka melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang muridnya dengan benar dan tidak, apakah mereka mematuhi segala aturan yang ada atau tidak dan lain-lain. Disinilah gaya kepemimpinan beliau dalam mengurus Sekolah mengawasi para muridnyanya. 30 Mulyasa. Menejemen Pendidikan Karakter. Yogyakarta: Bumi Aksara. 31 Dr. Masmuddin. Ag. dosen pascasarjana IAIN Palopo AuWawancara 1 Februari 2024 di Palopo merupakan Alumni MAN 1983Ay 32 Dr. Masmuddin. Ag. dosen pascasarjana IAIN Palopo AuWawancara 1 Februari 2024 di Palopo merupakan Alumni MAN 1983Ay Kelola: Journal of Islamic Education Management Kepemimpinan . Pimpinan dan guru Ae guru beserta pengurus Sekolah melakukan setiap hari, sehingga lebih mudah beradaptasi dengan para muridnya. Metode Keteladanan Teladan atau keteladanan adalah pembiasaan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti bertutur kata yang baik, tingkah laku yang baik, berpakaian yang sopan dan sebagainya. Teladan adalah sesuatu yang pantas untuk diikuti, karena mengandung nilai yang baik. Dengan mempedomani manusia teladan yang harus di contoh dan di teladani adalah Rosulullah SAW, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Ahzab ayat 21 yaitu: Terjemahan: Ausesungguhnya terdapat dalam . Rasulullah itu, teladan yang baik bagimu . bagi orang yang mengharap . Allah SWT dan . hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah SWT. Ay (QS. Al- Ahzab:. Dalam metode teladan ini diterapkan kedalam tiga aspek, yaitu pembinaan akidah, pembinaan ibadah dan pembinaan akhlak. Pemimpin atau pengasuh yang ideal adalah yang ada dalam dirinya terdapat suri tauladan yang baik sehingga akan menjadi salah satu faktor penting yang akan mempengaruhi hati dan jiwa muridnya. Maka dari itu harus di tanamkan sejak dini dalam diri muridnya tentang aqidah, ibadah dan tentang akhlak berdasarkan ajaran Islam. Dengan demikian pemimpin mempunyai kewajiban membimbing dan mengasuh dengan kasih sayang dalam keseharian muridnya agar muridnya tumbuh diatas ajaran Islam, beribadah hanya kepada Allah dan berakhlakul Metode Menghafal Metode ini diterapkan oleh H. Muhammad Alwi Usman, dimana beliau sebagai guru yang memimpin mewajibkan para muridnyanya agar menghafal al-qurAoan dan doa sehari-hari. Disini pimpinan sendiri yang langsung turun tangan mengontrol hafalan para muridnya. Sehingga Beliau sebagai Kepala Sekolah mengetahui siapa yang bersungguh-sungguh dan siapa yang tidak. Hafalan ini diterapkan agar para muridnya lebih giat belajar dan menghafal alqurAoan dan Hadist. Muhammad Alwi Usman juga mengapresiasi kepada para muridnya dengan memberikan hadiah bagi para muridnya yang berprestasi dalam menghafal al-qurAoan. Apresiasi yang dilakukan oleh pimpinan yaitu agar para muridnya- muridnyanya lebih giat belajar dan menghafal al-qurAoan. Dan Hadis H. Muhammad Alwi Usman juga mengatakan:36 33 Dr. Masmuddin. Ag. dosen pascasarjana IAIN Palopo AuWawancara 1 Februari 2024 di Palopo merupakan Alumni MAN 1983Ay 34 Dr. Masmuddin. Ag. dosen pascasarjana IAIN Palopo AuWawancara 1 Februari 2024 di Palopo merupakan Alumni MAN 1983Ay 35 Dr. Masmuddin. Ag. dosen pascasarjana IAIN Palopo AuWawancara 1 Februari 2024 di Palopo merupakan Alumni MAN 1983Ay 36 Ustadzah Wildana Guru SMPN Lasusua AuWawancara 8 Februari 2024 Jl. Merdeka LasusuaAy Alumni MAN 1983 (Alumn. 1993 Ae 1996 Vol 9. No. April 2024 110 | Fatimah dkk. AuSesungguhnya segala sesuatu itu tergantung pada niat. Jadi niatkanlah menghafal karena Allah SWT bukan karena yang lain. Perbaiki Niat kita. Maka urusan dunia dan akhirat juga baikAy. Hasil analisis penulis dalam permasalahan ini bahwa apa yang telah dilakukan oleh H. Ustadz Muhammad Alwi Usman selaras dan serasi dengan teori Path-Goal yang dikembangkan oleh Robert House, yang menyatakan bahwa merupakan tugas seorang pemimpin untuk membantu anggotanya dalam mencapai tujuan mereka dan untuk memberi arah dan dukungan atau keduanya yang dibutuhkan untuk menjamin tujuan mereka sesuai dengan tujuan kelompok atau organisasi secara keseluruhan. Hal tersebut tercermin seperti apa yang dijelaskan oleh H. Hafidz, selaku kepala Madrasah Ibtidaiyah yang menerangkan bahwa beliau selalu memberi petuah atau nasehat untuk semua lembaga yang ada di Madrasah Aliyah tiap awal dan akhir tahun. Hal ini bertujuan untuk evaluasi secara rutin agar harapan tiap-tiap lembaga yang ada di pesantren berbanding lurus dengan apa yang dikehendaki pengasuh Sama halnya pendapat yang dikemukakan Alm. Ustazd H. Drs. Muh Yusuf selaku guru di senior di Madrasah Aliyah Lasusua juga menambahi keterangan, bahwa H. Ustadz Muhammad Alwi Usman ketika rapat dan dakwah pasti memberi pengarahan atau nasehat untuk kemajuan Madrasah Aliyah Lasusua. Dalam hal Apa yang disampaikan oleh Dr. Masmuddin M. Ag. di atas tentu sangatlah benar, karena memang setiap kiai memiliki gaya atau tipe kepemimpinan yang berbeda. Perbedaan gaya atau tipe kepemimpinan ini bisa dilatarbelakangi oleh factor bawaan maupun faktor ekologi. Oleh karena itu H. Muh Alwi Usman adalah Pemimpin yang memiliki Gaya Kepemimpinan Karismatik dalam hal gaya atau pola kepemimpinannya. Tentu hal ini biasanya sangat berdampak pada perkembangan Madrasah Aliyah Lasusua dan kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Kolaka Pada Umumnya. Oleh karena itu, menurut hemat penulis, sudah menjadi keniscayaan bahwa seorang pemimpin itu secara umum memiliki beberapa gaya atau tipe yang menjadi ciri khas atau kharakter yang dimilikinya sebagaimana yang telah direfpresentasikan oleh Bapak Almarhum H. Muhammad Alwi Usman. PENUTUP Muhammad Alwi Usman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab dibantu oleh Pengasuhan muridnya serta ustadz dan ustadzah. Ustadz atau guru dalam konteks islam sering disebut dengan istilah MuAoallim atau alim ulama. Gaya kepemimpinanpimpinan sebagai seorang Kepala Sekolah 37 Handoko, "Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia" (Yogyakarta: BPFE,2. Hal. 38 Ust H. Muh. Yusuf Nur. Pd. Tokoh Agama AuWawancara 7 Januari 2023 di Jalan Tomangngera Lasusua No. 444Ay Kelola: Journal of Islamic Education Management Kepemimpinan . adalah mendidik, mengasuh dari kecil sampai dewasa kepada Keluarga dan Murid Ae muridnya di sekolah Madrasah Aliyah Lasusua Kabupaten Kolaka Utara sangat baik untuk menjadi pemimpin Karismatik yang jadi panutan di kehidupan masyarakat Kabupaten Kolaka Utara, yang selalu tekun menyampaikan / dalam dakwahnya sedikit demi sedikit sehingga sempurna. Tugas Kepala Sekolah sebagai Muallim adalah mengajar dan memberikan pendidikan yang tidak bertentangan dengan tatanan moral agama. dengan norma-norma, tata susila, dan sopan santun yang berlaku dalam Kepala Sekolah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya menggunakan metode-metode tertentu. Metode yang digunakan Metode pembiasaan yaitu muridnya diajarkan untuk melakukan sholat secara berjamaah tepat pada waktunya, puasa senin kamis, menghafal al-qurAoan dan lain- lain. Metode hafalan yaitu para muridnya diwajibkan untuk menghafal alquran dan doa sehari-hari. Pimpinan terjun langsung mengawasi hafalan para muridnyanya dan memberikan motivasi-motivasi kepada para muridnyanya. Metode ganjaran dan hukuman yaitu menekankan kedisiplinan dan tanggung jawab kepada para muridnyanya. Kepala Sekolahjuga menekankan kepada para muridnyanya agar selalu berahlaqul karimah dimanapun mereka berada. DAFTAR PUSTAKA