e-ISSN 2746-3656 doi: https://doi. org/10. 24114/jfi. Jurnal Fibonaci Volume 04. : 1 - 10, 2023 Eksplorasi Konsep Matematika Produk Anyaman Pada Kebudayaan Suku Dayak Pantu Seratus di Kabupaten Landak Deviana1. Agung Hartoyo2. Nurfadilah Siregar3 Pendidikan Matematika. Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura . Kalimantan Barat. Indonesia devianadec8@gmail. com, agung. hartoyo@fkip. id, nurfadilah. siregar@fkip. 1,2,3 Diterima 01 April 2023, disetujui untuk publikasi 03 Juni 2023 Abstrak. Konsep matematika produk anyaman pada kebudayaan suku dayak pantu seratus di kabupaten landak dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran untuk meningkatkan proses belajar matematika di Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan ragam produk anyaman asli kebudayaan suku Dayak Pantu Seratus di Kabupaten Landak dan untuk mengetahui apa saja konsep matematika produk anyaman pada kebudayaan suku Dayak Pantu Seratus di Kabupaten Landak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan dengan pendekatan etnografi yang bertujuan menganalisis, menggambarkan serta menjelaskan produk anyaman asli suku Dayak Pantu Seratus. Hasil dari penelitian ini terdapat empat ragam produk anyaman khas Dayak Pantu Seratus yaitu daku, terinak, tikar, tangok. Dari empat ragam produk anyama khas Dayak Pantu Seratus terdapat konsep matematika. [EKSPLORASI KONSEP MATEMATIKA PRODUK ANYAMAN PADA KEBUDAYAAN SUKU DAYAK PANTU SERATUS DI KABUPATEN LANDAK] (Jurnal Fibonaci, 04. : 1 - 10, 2. Kata Kunci: Etnomatematika. Produk Anyaman. Geometri Pendahuluan Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki 1340 suku yang tersebar di seluruh penjuru nusantara (Monteiro 2. Aktivitas berpikir masyarakatnya pun dipengaruhi oleh masing-masing kebudayaan atau adat yang Suku Dayak Pantu Seratus merupakan satu di antara suku yang ada di Indonesia dan tersebar di Kabupaten Landak. Kalimantan Barat. Pantu Seratus berasal dari dua nama yaitu Pantu dan Seratus dimana masingmasing dari nama tersebut memiliki arti. Pantu diambil dari nama sungai yang terletak di kampung Semosok. Nama Pantu juga memiliki dua makna yaitu pantulak dan panutan yang memiliki arti menolak hal-hal yang buruk terjadi serta dapat menjadi panutan yang baik, sedangkan Seratus diambil dari jumlah masyarakat Dayak Pantu yang saat itu berjumlah seratus orang. Suku tersebut memiliki ragam produk kebudayaan seperti: daku, terinak, tikar, tangok. Hal ini yang membuatnya istimewa dan berbeda dari suku yang lainnya. Produk budaya tersebut Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Medan tentunya merupakan hasil dari daya pikir masyarakat setempat. Hasil daya pikir yang memiliki hubungan dengan pengetahuan matematika menurut Putrawangsa . merupakan bentuk kegiatan manusia dengan lingkungan sekitarnya baik secara langsung maupun tidak langsung. Bentuk dari produk budaya yang memiliki unsur-unsur matematis seperti bangun ruang yang berhubungan dengan konsep geometri, corak-corak yang berhubungan dengan pola, menggambarkan motif yang berhubungan dengan konsep koordinat kartesius, konsep pola bilangan dan konsep simetris dalam matematika hal ini tergolong ke dalam etnomatematika. Etnomatematika jembatan penghubung antara matematika dengan kebudayaan, dengan menerapkan etnomatematika sebagai suatu pendekatan pemahaman suatu materi oleh siswa menjadi lebih mudah karena materi yang dijelaskan berkaitan langsung dengan aktivitas seharihari. Jika siswa belajar dari apa yang ia ketahui Eksplorasi Konsep Matematika Produk Anyaman Pada Kebudayaan Suku Dayak Pantu Seratus di Kabupaten Landak kehidupannya sehari-hari maka pemahaman terhadap hal yang dipelajari akan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Etnomatematika mulai diperkenalkan oleh DAoAmbrosio, seorang ahli matematika dari Brazil (Puspadewi &Putra2. Menurut Urbiratan DAoAmbrosio, matematika bukanlah sesuatu yang luput dari nilai-nilai (DAoAmbrosio. Matematika telah diterapkan dalam aspek kegiatan masyarakat budaya sesuai dengan kebiasaan mereka. Maksud dari menganalisis etnomatematika yaitu untuk mengetahui bentuk kepercayaan, pandangan, sikap matematika dalam ruang lingkup masyarakat tertentu, maka etnomatematika bisa digunakan sebagai patokan untuk mengupayakan berpengaruh untuk siswa. Freudenthal juga menegaskan, bahwa siswa dapat belajar dengan lingkungan sekitarnya yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dalam kehidupan siswa (Putrawangsa, 2. Selain itu juga diperkuat oleh teori yang dipaparkan oleh National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) dalam Dede . , bahwa matematika merupakan bagian dari aset dan mempunyai nilai kebudayaan. Matematika merupakan satu diantara banyak pencapaian budaya dan intelektual dalam kehidupan Sebagai masyarakat budaya, dapat ditumbuhkan pemahaman dan persepsi termasuk juga pemahaman dalam aspek estetiknya dan kreatifitasnya. Pada konteks pendidikan, pembelajaran matematika berbasis etnomatematika didukung oleh UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 2 yang menjelaskan bahwa pendidikan nasional yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap perubahan zaman. Selain itu juga dijelaskan pada Pasal 1 Ayat 16 yang pendidikan berlandaskan kekhasan agama, sosial, budaya, aspirasi, dan potensi masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Pemaparan tersebut menunjukan bahwa penyisipan budaya dalam pembelajaran sangat didukung oleh sistem pendidikan Indonesia, termasuklah Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan dari NCTM membutuhkan pemahaman tentang apa yang diketahui siswa dan apa yang dibutuhkan siswa untuk belajar matematika. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pada masyarakat suku Dayak Pantu Seratus di Kabupaten Landak. Hal mengeksplorasi konsep matematika yang terdapat pada produk anyaman. Oleh karena itu, peneliti mengangkat judul Eksplorasi Konsep Matematika Produk Anyaman Pada Kebudayaan Suku Dayak Pantu Seratus di Kabupaten Landak. Harapannya dengan adanya penelitian ini dapat mendukung proses belajar mengajar matematika yang berasal dari kebudayaan sekitar. Jurnal Fibonaci C Volume 04 C Nomor 1 C Januari Ae Juni 2023 Tinjauan Teoretis Hartoyo, 2012. Saputra. Yani & Sayu, 2020. Purnama & Priatiningtyas, 2. telah melakukan beberapa penelitian mengenai pembelajaran berbasis budaya yang digunakan dalam rangka meningkatkan pembelajaran nilai-nilai pembelajaran, serta mengaitkan kebudayaan sekitar dengan pembelajaran matematika. Penelitian Hartoyo masyarakat perbatasan Indonesia-Malaysia yang menjalani kehidupan sehari-hari maupun menjalankan adat istiadat suku. Dayak dapat disimpulkan bahwa terdapat konsep geometri Selain berdasarkan penelitian Saputra. Yani & Sayu . tentang Eksplorasi konsep matematika kerajinan anyaman Bido pada kebudayaan suku Dayak Sengkunang di KabupatenLandak dapat disimpulkan bahwa dalam anyaman bido terdapat konsep matematika yaitu bilangan asli dan terlihat konsep geometri dimensi-2 . ersegi, persegi panjang, segitiga dan trapesiu. Berdasarkan penelitian Purnama & Prihatiningtyas . terkait Deviana. Agung Hartoyo. Nurfadilah Siregar Ekplorasi Etnomatematika dalam Motif Tenun Kain Lunggi Sambas Kalimantan Barat dan Pembelajaran Matematikadapat disimpulkan bahwa terdapat konsep matematika dalam proses pembuatan motiftenun kain Lunggiyang meliputi konsep geometri, refleksi, dan skala, pengukuran atau estimasi, ketepatan, kesetaraan. Metode Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian Dusun Gasing. Desa Amboyo Inti. Kecamatan Ngabang. Kabupaten Landak. Dusun yang dikelilingi kebun sawit ini terletak pada koordinat 0. 3780234421497542, 109. Berdasarkan tersebut Dusun ini berada pada dataran tinggi. Rata-rata mata pencaharian masyarakat di sana adalah berladang dan berkebun sehingga dapat diketahui sektor ekonomi masyarakat tersebut sangat dipengaruhi oleh keadaan alam. Penelitian dilaksanakaan pada awal bulan Alat dan Bahan Penelitian. Alat pengumpulan data pada penelitian ini yakni: lembar observasi lembar observasi merupakan alat pengumpulan data yang dibuat untuk mendapatkan data dari variabel. Lembar observasi berisi pedoman terperinci yang berisi langkah-langkah melakukan observasi. lembar pedoman wawancara merupakan alat pengumpulan data yang dibuat untuk menjadi suatu acuan yang akan digunakan untuk penelitian dari narasumber. Handphone pengumpulan data yang digunakan untuk mengambil dekumentasi berupa foto, video, dan audio. Disain Penelitian. Jurnal Fibonaci C Volume 04 C Nomor 1 C Januari Ae Juni 2023 Berdasarkan masalah yang terdapat dalam penelitan, maka bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Menurut Purnia & Alawiyah . 0, h. metode kualitatif adalah metode riset yang sifatnya memberikan penjelasan dengan menggunakan analisis. Adapun dalam penelitian ini menggunakan pendekatan etnografis. Etnografi merupakan sebuah metode riset yang cendrung fokus pada landasan teori dan dipakai untuk melakukan pengamatan kondisi sosial budaya. Pendekatan etnografi ini bertujuan untuk menggambarkan, kebudayaan dalam suatu masyarakat atau suku bangsa yang berkaitan dengan konsepkonsep matematika. Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis, menggambarkan serta menjelaskan produk anyaman asli suku Dayak Pantu Seratus pendekatan etnografis. Prosedur. Tahap Persiapan . Mempersiapkan instrumen penelitian baik berupa lembar observasi dan pedoman wawancara yang akan informasi tentang ragam produk anyaman dari Pak Amat selaku temanggong . etua ada. Dayak Pantu Seratus di Dusun Amboyo Inti dan informasi terkait konsep matematika yang ada dalam proses pembuatan anyaman dari ibu Mariana selaku pengerajin anyaman. Melakukan penelitian yakni berupa lembar observasi dan pedoman wawancara yang hasilnya valid dan reliabel sehingga membawa pada kesimpulan Validator penelitian ini adalah Dr. Silvia Sayu. Pd. Beliau adalah salah satu dosen di prodi pendidikan matematika Universitas Tanjungpura. Melakukan revisi apabila terdapat kesalahan pada instrumen penelitian yang telah divalidasi. Eksplorasi Konsep Matematika Produk Anyaman Pada Kebudayaan Suku Dayak Pantu Seratus di Kabupaten Landak . Menentukan melaksanakan penelitian di lapangan Tahap Pelaksanaan . Melakukan terkait produk anyaman suku Dayak Pantu Seratus. Melakukan pengerajinproduk anyaman dan juga Temanggung suku Dayak Pantu Seratus. Tahap Akhir . Menganalisis data hasil wawancara maupun observasi di lapangan seperti dibawah ini: Keterangan P: peneliti N1 dan N2: Narasumber : kalau untuk produk anyama sendiri pak sejak kapan masyarakat Pantu mengenal produk anyaman? : Produk anyaman sudah ada sejak zaman kerajaan Singasari. Produk anyaman ini digunakan masyarakat sebagai alat penunjang perkerjaan dan perabotan rumah masyarakat dahulu sebelum mengenal perkebunan karet dan sawit. Produk anyaman ini diajarkan secara turun temurun oleh orang tua kepada anaknya sebagai bentuk pelestarian peninggalan leluhur. Ada empat macam produk anyaman yang menjadi ciri khas masyarakat Pantu Seratus yaitu daku, terinak, tikar ,tangok. : Apa saja produk anyaman yang ibu buat? : kalau produk anyaman yang saya buat ada empat yaitu daku, terinak, tikar, tangok Dari hasil wawancara yang dilakukan, dapat diketahui bahwa produk zamanSingasari atau sekitar 1922 Masehi. Terdapat empat macam produk anyaman asli yang menjadi ciri khas masyarakat Pantu Seratus yaitu daku, terinak, tikar, tangok. Menarik kesimpulan dari hasil Menyusun penelitian akhir Prosedur penelitian. Analisis Data. Reduksi Data Menurut Afrizal . 4, h. tahap Reduksi data merupakan tahap bagi peneliti untuk memperoleh tema-tema Kemudian mengfokuskan pada hal-hal yang penting yang disampaikan oleh Adapun mereduksi data yang dilakukan yakni unsur-unsur produk anyaman suku Dayak Pantu Seratus dan menganalisis hasil data yang didapatkan. Penyajian Data Menurut Afrizal Penyajian data adalah tahaplanjutan analisis dimana peneliti menyajikan temuan dari penelitian berupa kategori Bentuk penyajian data kualitatif bisa berupa teks naratif . erbentuk lapanga. , matriks, grafik, jaringan ataupun bagan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tabel yang mengelompokkan hasil penelitian berdasarkan rumusan masalah yang Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi Data Menurut Afrizal . 4, h. Penarikan kesimpulan dan verifikasi data adalah suatu tahap lanjutan dimana pada tahap ini peneliti menarik kesimpulan dari temuan data. Tahap ini bertujuan untuk mencari makna data yang hubungan, persamaan, atau perbedaan untuk ditarik kesimpulan sebagai jawaban dari permasalahan yang ada. Analisis data. Jurnal Fibonaci C Volume 04 C Nomor 1 C Januari Ae Juni 2023 Deviana. Agung Hartoyo. Nurfadilah Siregar Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Hasil dari observasi dan wawancara yang telah dilakukan menunjukan bahwa masyarakat Dayak Pantu Seratus memiliki empat ragam produk khas anyaman yaitu daku, terinak, tikar, tanggok. Dalam proses pembuatan produk anyaman tersebut masyarakat disana menggunakan satuan ukur dan hitungan tertentu yang disepakati oleh mereka, secara tidak sadar mereka telah Etnomatematika dalam kegiatan menganyam terdapat konsep matematika yaitu berhitung, menentukan lokasi, mengukur, merancang, bermain, mendeskripsikan. Berikut satuan ukur yang telah disepakati oleh masyarakat Dayak Pantu Seratus Tabel 4. Seratus. Adapun satuan ukuran tersebut dapat dilihat dalam Tabel 2: Tabel 4. 1 Istilah Numerik Pantu Seratus Sebutan bilangan Indonesia Sebutan bilangan suku Dayak Pantu Seratus Nye Due Dua Taruh Tiga Ampat Empat Rima Lima Tabel 4. 1 Satuan Ukur Masyarakat Pantu Seratus Satuan Ukur Penjelasan Jengkal Jarak antara jari jempol dengan jari Inum Enam Ijok Tujuh Mai Delapan Pare Sembilan Sumeng Sepuluh Jangka Dapak Simbol Bil Jarak jempol dengan jari Jarak antara ujung jari sebelah kanan dengan pertengahan Tapak Jarak antara ujung tumit dan ujung 1 tapak dikonversikan ke cm maka ukurannya 24 Ruas Jarak antara buku Dari satuan ukur tersebut digunakan istilah numerik dengan bahasa suku Dayak Pantu Jurnal Fibonaci C Volume 04 C Nomor 1 C Januari Ae Juni 2023 Satu Pembahasan Ragam produk anyaman suku Dayak Pantu Seratus Secara historis, mata pencaharian suku Dayak Pantu Seratus sebelum adanya karet dan sawit adalah buah tengkawang dan anyaman, namun mata pencharian masyarakat yang masih bertahan sampai sekarang hanyalah membuat produk anyaman, dikarenakan hutan yang ditumbuhi pohon tengkawang sudah habis dibabat untuk dijadikan lahan perkebunan sawit dan karet. Disisi lain ragam produk anyaman suku Dayak Pantu Seratus masih tetap dipertahankan karena kebutuhan masyarakat sebagai peralatan penunjang pekerjaan dan sebagai sumber penghasilan. Eksplorasi Konsep Matematika Produk Anyaman Pada Kebudayaan Suku Dayak Pantu Seratus di Kabupaten Landak Berikut ragam produk anyaman yang masih terus dilestarikan oleh masyarakat Dayak Pantu Seratus: . Daku adalah produk anyaman yang terbuat dari pasak, daku biasanya digunakan untuk membersihkan padi dari daun atau membersihkan beras dari debu atau sampah kecil. Terinak adalah produk anyaman yang digunakan masyarakan sebagai topi untuk melindungi kepala dari paparan sinar matahari atau hujan saat berpergian ke . Tikar adalah produk anyaman yang terbuat dari daun dadak, tikar biasanya digunakan untuk melapisi lantai saat ingin duduk atau berbaring. Tangok produk anyaman yang terbuat dari pasak, tangok biasanya digunakan masyarakat sebagai wadah untuk menaruh sayur atau pun digunakan untuk mencuci sayur dan daging. Tangok sendiri memiliki bentuk seperti trapesium sama kaki sehingga memiliki konsep matematika yaitu bangun ruang. Konsep matematika pada ragam produk anyaman suku Dayak Pantu Seratus Konsep matematika yang berhubungan dengan suatu budaya dapat disebut sebagai Pada produk anyaman suku Dayak Pantu Seratus terdapat konsep matematika yaitu bagun datar dan bangun Hal ini diperkuat dengan adanya penelitian Dewi . yang mengatakan bahwa dalam produk anyaman bambu terdapat enam aspek yang mengandung konsep matematika. Setiap budaya memiliki cara berfikir matematis yang bervarasi seperti cara menghitung, mengukur matematis hingga teknik matematika dasar yang didapatkan dari (Hammond, 2000:h. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilaksanakan berikut adalah konsep-konsep matematika yang terdapat pada produk anyaman suku Dayak Pantu Seratus dilihat dari bentuk anyaman: Daku, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada produk anyaman daku, diketahui fisiknya secara dua dimensi berbentuk lingkaran dan secara tiga dimensi berbentuk tabung tanpa tutup. Sedangkan, berdasarkan hasil pengukuran langsung, diketahui bahwa daku memiliki keliling yang berukuran empat jengkal orang dewasa atau dikonversikan kedalam cm maka ukurannya 60 cm dan memiliki ukuran tinggi satu jari atau 2 cm, berdiameter sekitar 19 cm, berjari-jari sekitar 8,5 cm. berikut hasil dokumentasi anyaman daku. Gambar 1. Dokumentasi anyaman daku . Terinak, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada produk anyaman terinak, diketahui fisiknya secara tiga dimensi berbentuk kerucut tanpa alas yang didalamnya memiliki pengikat kepala berbentuk tabung Sedangkan, berdasarkan hasil pengukuran langsung, diketahui bahwa terinak memiliki jari-jari alas kira-kira 2 jengkal atau 30 cm, memiliki sirat . incin alas berwarna mera. dengan panjang kira-kira 188,4 cm, kelililing pengikat kepala kira-kira 3 jengkal atau sekitar 45 cm dengan tinggi 4 jari atau sekitar 8 cm. Gambar 2. Dokumentasi anyaman terinak . Tikar, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada produk anyaman tikar, diketahui fisiknya dua dimensi berbentuk persegi panjang dengan pola anyaman berbentuk persegi yang saling silang. Sedangkan, berdasarkan hasil pengukuran langsung, diketahui bahwa tikar memiliki lebar 1 depak atau 100 cm x panjang 10 tapak atau sekitar 240 cm. Jurnal Fibonaci C Volume 04 C Nomor 1 C Januari Ae Juni 2023 Deviana. Agung Hartoyo. Nurfadilah Siregar Luas Permu Volum Gambar 3. Dokumentasi anyaman tikar . Tangok, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada produk anyaman tangok, diketahui fisiknya secara dua dimensi berbentuk trapesium sama kaki dan bangun ruang tiga dimensi dengan alas berbentuk persegi dan tutup berbentuk lingkaran. Berdasarkan hasil pengukuran langsung, diketahui bahwa tangok memiliki ukuran alasnya 1 jengkal x 1 jengkal atau kira-kira 15 cm x15 cm, ukuran kelilingtutup 4 jengkal atau kir-kira 60 cm, kedalamaan tangok sekitar 1 jengkal atau sekitar 15 cm. Gambar 4. Dokumentasi anyaman tanggok Ukuran yang masyarakan setempat gunakan tergolong tidak baku, karena besar kecil produk anyaman tergantung kebutuhan dan untuk siapa yang menggunakan produk anyaman tersebut. Tabel 6. 1 visualisasi, deskripsi, konsep, dan N Nama dan Konsep Pengaplikasian Matem Kelilin Diketahui 1 Daku g dan sebuah rotan Luas Lingka jengkal yang Jurnal Fibonaci C Volume 04 C Nomor 1 C Januari Ae Juni 2023 Terinak Konsep . elingkari Jika satu jengkal = 15 cm tentukan: diameter daku diketahuijarijari terinak 2 puncak terinak ke tepi terinak jengkal maka tentukan luas selimut terinak jengkal = 15 Berdasarkan soal pertama panjang rotan bawahTerinak? Pada produk ikatan kepala tabung tanpa Diketahui lingkar kepala lingkaran dan tinggi ikatan kepala 4 jari . Eksplorasi Konsep Matematika Produk Anyaman Pada Kebudayaan Suku Dayak Pantu Seratus di Kabupaten Landak Tikar Tangok Konsep Konsep um dan Konsep jari = 2 c. maka tentukan Ruri membuat tikar dengan lebar Jika 1 depak = 100 cm dan 1 tapak= 24 tentukan luas Jika diketahui rata-rata bahu adalah 30 cm maka berapa bisa tidur di Jika tangok dibelah vertikal, maka yang memiliki panjang alas = 1 jengkal dan bagian atasnya diameter tutup Tentukan lah luas trapesium tersebut jika keliling tutup Penutup KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan disimpulkan bahwa pada produk anyaman suku Dayak Pantu Seratus terdapat aktivitas etnomatematika dan konsep matematika didapatkan dengan melakukan observasi dan wawancara di Dusun Gasing Pal X. Desa Amboyo Inti. Kecamatan Ngabang. Kabupaten Landak. Secara kesimpulannya, yaitu: Dari hasil penelitian menunjukan bahwa suku Dayak Pantu Seratus memiliki ragam produk anyaman yaitu: daku, terinak, tikar. Terdapat aktivitas etnomatematika pada produk anyaman suku Dayak Pantu Seratus, yaitu: aktivitas menghitung berapa banyak bahan baku yang digunakan dalam membuat sebuah produk, aktivitas menentukan lokasi dimana tempat pengambilan bahan baku anyaman dan letak tiap helai pasak atau daun dadak saat menganyam, aktivitas mengukur panjang dan lebar bahan baku yang digunakan membuat produk aktivitas merancang anyaman menjadi sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan masyarakat, aktivitas mendeskripsikan terjadi saat pengerajin menjelaskan bagaimana cara membuat anyaman yang baik dan benar. Dari hasil penelitian diketahui bahwa bentuk produk anyaman suku Dayak Pantu Seratus hal ini dapat dilihat dari Dayak Pantu Seratus bentuk fisik setiap produk anyaman yang menyerupai bangun datar dan bangun ruang. Kemudian ditemukan konsep matematika simetris pada motif yang ada pada produk Jurnal Fibonaci C Volume 04 C Nomor 1 C Januari Ae Juni 2023 Deviana. Agung Hartoyo. Nurfadilah Siregar SARAN Adapun saran yang perlu disampaikan berdasarkan penelitian adalah sebagai Bagi Pengerajin Produk Anyaman Suku Pengerajin dapat meningkatkan kreativitas dan kerja sama dalam membuat produk anyaman sehingga banyak generasi muda yang tertarik untuk mempelajari seni Kedepannya pengerajin anyaman dapat berkerja sama dengan perangkat desa maupun ketua adat dalam mendirikan pusat Bagi peneliti Selanjutnya Bagi peneliti yang ingin melkukan enelitian serupa, dapat menambah narasumber yang lebih banyak. Hal ini dimaksud agar data penelitian dapat lebih mendalam. Peneliti selanjutnya dapat menerapkan produk anyaman suku Dayak Pantu Seratus sebagai bahan ajar atau alat peraga dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Bagi Pendidik Bagi tenaga pendidik agar dapat matematika yang terdapat dalam menerapkan pembelajaran berbasis Ucapan Terima Kasih Puji syukur atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa berkat anugrah-Nya peneliti dapat menyelesaikan skripsidengan judul AuEksplorasi Konsep Matematika Produk Anyaman pada Kebudayaan Suku Dayak Pantu Seratus di Kabupaten LandakAy. Semoga dengan adanya penelitian ini dapat bermanfaat Indonesia. Daftar Pustaka