Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi ISSN (Onlin. : 2807-3878 DOI: 10. 59818/jpi. Vol. No. November 2025 PENDEKATAN DAN STRATEGI PENDIDIKAN NILAI DI ERA GLOBALISASI UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Muchamad Rifki1. Neneng Sri Wahyuni2. Fathonah Nasrullah3. Abdul Aziz Hidayatuloh4. Muhammad Hasan5 1,2,3,4,5 Pendidikan Agama Islam. Institut Miftahul Huda Subang muchamad@gmail. com1, nengsriwahyuni949@gmail. com2, fathonahnasrullah3@gmail. abdulazizhidayatuloh98@gmail. com4, hasanmhmmd242424@gmail. RIWAYAT ARTIKEL Received : 2025-09-08 Revised : 2025-11-11 Accepted : 2025-11-18 KEYWORDS value education, globalization, learning approaches, implementation strategies. KATA KUNCI pendidikan nilai, globalisasi, pendekatan pembelajaran, strategi implementasi, karakter ABSTRACT This study examines the urgency of value education in the era of globalization, as well as the approaches and strategies that can be applied in learning processes to shape studentsAo character. Globalization brings positive impacts such as easier access to information and improved skills, but it also presents challenges including moral degradation, weakened cultural identity, and increasing individualism. Therefore, value education must be positioned as an integral part of the learning This research employs a library research method by analyzing literature related to value education, learning approaches, and character-building strategies. The findings indicate that value education can be internalized through approaches such as role modeling, habituation, value dialogue, value clarification, and curriculum integration. This study identifies that the combination of role modeling and habituation represents the most effective strategy within the context of formal education in Indonesia. In addition, active learning, collaborative learning, and project-based learning provide opportunities for students to understand and practice values through real-life experiences. This research offers a conceptual contribution to the development of value-education practices based on curriculum integration and active learning in schools. ABSTRAK Penelitian ini membahas urgensi pendidikan nilai di era globalisasi serta pendekatan dan strategi yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran untuk membentuk karakter peserta didik. Globalisasi membawa dampak positif berupa kemudahan akses informasi dan peningkatan keterampilan, namun juga menimbulkan tantangan seperti degradasi moral, melemahnya identitas budaya, dan meningkatnya Oleh karena itu, pendidikan nilai perlu ditempatkan sebagai bagian integral dari pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis literatur terkait pendidikan nilai, pendekatan pembelajaran, dan strategi implementasi karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan nilai dapat di internalisasi melalui pendekatan keteladanan, pembiasaan, dialog nilai, klarifikasi nilai, serta integrasi nilai dalam kurikulum. Kajian ini menemukan bahwa kombinasi pendekatan keteladanan dan pembiasaan merupakan strategi yang paling efektif dalam konteks pendidikan formal di Indonesia. Selain itu, strategi pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berbasis proyek memberikan ruang bagi peserta didik untuk memahami dan mempraktikkan nilai dalam pengalaman nyata. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan praktik pendidikan nilai berbasis integrasi kurikulum dan pembelajaran aktif di sekolah. 78 | JPI. Vol. No. November 2025 Pendahuluan Pendidikan pada hakikatnya tidak hanya bertujuan mencerdaskan peserta didik secara intelektual, tetapi juga membentuk kepribadian, sikap, dan perilaku yang berlandaskan pada nilainilai luhur. Dalam konteks ini, pendidikan nilai menjadi bagian penting dari proses pembelajaran karena berperan menanamkan prinsip moral, etika, dan norma sosial yang menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan pendidikan nilai dapat dilihat dari kemampuan peserta didik dalam menghadapi persoalan hidup dengan berlandaskan kebenaran, kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama. Di era globalisasi, tantangan pendidikan nilai semakin kompleks. Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi tidak hanya membawa peluang pengembangan wawasan dan keterampilan, tetapi juga berpotensi menimbulkan degradasi moral, hilangnya budaya, serta meningkatnya individualisme. Peserta didik menjadi lebih rentan terhadap nilai-nilai eksternal yang tidak selalu sejalan dengan nilai luhur bangsa. Kondisi ini menuntut adanya penguatan pendidikan nilai melalui pendekatan dan strategi yang lebih adaptif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Penerapan pendidikan nilai dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan seperti keteladanan, pembiasaan, dialog nilai, klarifikasi nilai, dan integrasi nilai dalam kurikulum. Pendekatanpendekatan tersebut dapat dipadukan dengan strategi pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berbasis proyek agar peserta didik tidak hanya memahami nilai secara teoritis tetapi juga menginternalisasikan dan mempraktikkannya dalam kehidupan nyata. Pendidikan nilai dengan demikian tidak bersifat indoktrinatif, melainkan memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kesadaran moral secara mandiri. Meskipun banyak penelitian sebelumnya membahas pendidikan karakter dan nilai, kajian yang secara khusus menyoroti integrasi antara pendekatan pendidikan nilai dengan strategi pembelajaran aktif dalam konteks tuntutan era digital masih terbatas. Selain itu, belum banyak kajian yang menghubungkan pendekatan pendidikan nilai dengan arah kebijakan nasional seperti Profil Pelajar Pancasila yang menekankan karakter beriman, berkebinekaan, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Oleh karena itu, diperlukan analisis yang lebih komprehensif mengenai bagaimana pendekatan dan strategi pendidikan nilai dapat diimplementasikan secara efektif di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pendekatan dan strategi pendidikan nilai yang relevan dalam membentuk karakter peserta didik di era globalisasi. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana pendekatan nilai dapat diintegrasikan dengan strategi pembelajaran modern untuk menjawab tantangan moral dan sosial peserta didik. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pendidik dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan praktik pendidikan nilai yang sejalan dengan perkembangan zaman dan kebijakan pendidikan nasional. Metode Pelaksanaan Landasan teoretis pendidikan nilai berakar pada pandangan para ahli seperti Lickona. Kohlberg. Spranger, dan Mulyana. Lickona menjelaskan bahwa pendidikan nilai harus mencakup moral knowing, moral feeling, dan moral action agar peserta didik tidak hanya memahami nilai, tetapi juga merasakan pentingnya nilai tersebut dan mampu mempraktikkannya dalam tindakan nyata. Kohlberg menegaskan bahwa perkembangan moral berlangsung bertahap, sehingga proses pendidikan nilai perlu menyediakan pengalaman belajar yang merangsang kemampuan penalaran moral. Spranger memandang nilai sebagai orientasi hidup manusia, sehingga internalisasi nilai merupakan proses personal yang menuntut keterhubungan antara pemahaman nilai dan realitas kehidupan peserta Dalam konteks Indonesia. Mulyana menekankan pentingnya integrasi nilai dalam budaya sekolah melalui keteladanan, pembiasaan, dan penguatan lingkungan moral sehingga pendidikan nilai menjadi bagian yang menyatu dengan kehidupan belajar peserta didik. Berdasarkan landasan tersebut, penerapan pendidikan nilai dapat dilakukan melalui beberapa Pendekatan keteladanan menempatkan guru sebagai figur moral yang mencerminkan nilai positif melalui perilaku konkret. Pendekatan pembiasaan dilakukan melalui rutinitas dan praktik berulang dalam kehidupan sekolah untuk membentuk pola perilaku moral yang stabil. Pendekatan dialog nilai memberikan ruang bagi peserta didik untuk mendiskusikan persoalan moral dan merefleksikan sudut pandang mereka sebagai bagian dari proses pengembangan penalaran moral. Pendekatan klarifikasi nilai membantu peserta didik memilih dan mempertanggungjawabkan nilai yang mereka yakini. Selain itu, pendekatan integrasi nilai memungkinkan nilai-nilai moral disisipkan ke dalam kurikulum dan kegiatan pembelajaran sehingga pendidikan nilai berlangsung secara holistik. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi JPI. Vol. No. November 2025 | 79 Agar pendekatan tersebut efektif, diperlukan strategi pembelajaran yang memungkinkan peserta Pembelajaran aktif memberi kesempatan bagi peserta didik untuk terlibat secara reflektif melalui diskusi, studi kasus, dan simulasi. Pembelajaran kolaboratif mendorong kerja sama, toleransi, dan empati melalui aktivitas kelompok yang menuntut pengambilan keputusan bersama. Sementara itu, berbasis proyek pengalaman dunia nyata melalui kegiatan seperti proyek lingkungan, kegiatan sosial, dan program penguatan karakter yang memungkinkan peserta didik menginternalisasi nilai melalui keterlibatan Ketiga strategi ini mendukung pembentukan karakter sekaligus selaras dengan prinsip Profil Pelajar Pancasila yang menjadi arah kebijakan pendidikan nasional. Kerangka menghubungkan pendekatan pendidikan nilai dengan strategi implementasi pembelajaran sehingga menghasilkan dampak berupa internalisasi nilai dan pembentukan karakter peserta didik. Pendekatan keteladanan, pembiasaan, dialog nilai, klarifikasi nilai, dan integrasi nilai berperan sebagai fondasi teoretis yang membentuk pengalaman peserta didik, sementara strategi pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berbasis proyek bertindak sebagai mekanisme implementatif yang memperkuat proses internalisasi Hubungan ini menunjukkan bahwa pendidikan nilai yang berhasil menuntut perpaduan antara pendekatan yang tepat dan strategi pembelajaran yang aplikatif. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengumpulkan literatur yang relevan dari buku, jurnal ilmiah, kebijakan pendidikan, dan hasil penelitian terdahulu terkait pendidikan nilai, pendekatan pembelajaran, dan pembentukan karakter. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan menelaah konsep, membandingkan teori, serta mensintesis temuan untuk merumuskan model konseptual yang relevan dengan konteks pendidikan di era globalisasi. Melalui metode ini, penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif tentang bagaimana pendekatan dan strategi pendidikan nilai dapat dioptimalkan dalam membentuk karakter peserta didik. Hasil Dan Pembahasan Urgensi Pendidikan Nilai di Era Globalisasi Aspek Dampak Globalisasi Uraian Perubahan cepat dalam teknologi dan arus informasi. Permasalahan yang Muncul Peran Pendidikan Nilai Alasan Pendidikan Nilai Mendesak Kontribusi Masa Depan Peserta Didik Implikasi terhadap Pendidikan Nasional meningkatnya pola Degradasi moral, melemahnya identitas budaya, rendahnya sikap saling menghargai, dan menurunnya solidaritas sosial. Menjadi benteng moral untuk menjaga karakter dan jati diri menanamkan kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial. Peserta didik berisiko terseret arus budaya yang tidak sesuai nilai luhur. tanpa pendidikan nilai mereka mudah kehilangan orientasi moral. Membentuk generasi berkarakter kuat, berintegritas, dan adaptif. mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri. Pendidikan nilai harus menjadi bagian integral dari setiap proses pembelajaran, bukan pelengkap. menjadi dasar pembentukan karakter bangsa. Perkembangan globalisasi telah membawa perubahan yang sangat cepat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. satu sisi, arus informasi dan kemajuan teknologi menghadirkan banyak peluang bagi peserta didik untuk memperluas wawasan dan keterampilan. Namun, di sisi lain, derasnya arus budaya asing yang tidak selalu sesuai dengan nilai luhur bangsa berpotensi menimbulkan krisis moral. Fenomena seperti rendahnya sikap saling menghargai, meningkatnya individualisme, serta melemahnya solidaritas sosial menjadi indikasi nyata perlunya pendidikan nilai yang lebih terarah dan sistematis. Pendidikan nilai menjadi salah satu benteng utama untuk menjaga identitas dan karakter bangsa di tengah derasnya pengaruh global. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial harus terus ditanamkan agar peserta didik memiliki landasan moral yang kokoh. Tanpa adanya penguatan pendidikan nilai, peserta didik akan mudah terombang-ambing dalam arus modernisasi yang lebih menekankan pada aspek materialistik dan hedonistik. Oleh karena itu, pendidikan nilai tidak bisa dipandang sebagai tambahan, melainkan bagian yang melekat dalam setiap proses pembelajaran. Lebih jauh lagi, pendidikan nilai memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Dengan berbekal nilai luhur bangsa yang terinternalisasi. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi 80 | JPI. Vol. No. November 2025 peserta didik tidak hanya mampu bersaing secara global, tetapi juga tetap menjaga jati diri serta mampu memberikan kontribusi positif bagi Dengan demikian, urgensi pendidikan nilai di era globalisasi terletak pada upayanya membentuk manusia yang berkarakter, berintegritas, dan mampu menyeimbangkan kemajuan intelektual dengan ketangguhan moral. Pendekatan dalam Pendidikan Nilai Pendekatan Deskripsi Keteladanan Pendidik atau orang model perilaku moral. nilai lebih mudah di internalisasi melalui pengamatan langsung. Pembiasaan Pembentukan moral pengulangan tindakan sehingga menciptakan pola perilaku. Dialog Nilai Diskusi dilema moral untuk mempertanyakan, dan secara mendalam. Klarifikasi Nilai Membantu mereka yakini melalui proses refleksi. Integrasi Nilai dalam Kurikulum Nilai dalam mata pelajaran dan kegiatan sekolah sehingga pendidikan nilai bersifat holistik dan tidak berdiri Contoh Implementasi Guru datang tepat waktu, bersikap jujur, menepati janji, disiplin dalam Budaya salam, doa sebelum belajar, kerja dengan tertib. Guru kejujuran saat perilaku tidak Siswa diminta paling tepat dalam situasi etis tertentu IPA an nilai peduli PPKn toleransi dan proyek lintas Salah satu pendekatan penting dalam pendidikan nilai adalah keteladanan. Guru, orang tua, maupun tokoh masyarakat berperan sebagai figur yang mencerminkan perilaku positif di hadapan peserta Nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab lebih mudah diserap ketika ditampilkan dalam praktik nyata dibandingkan hanya disampaikan secara verbal. Misalnya, seorang guru yang datang tepat waktu dan konsisten menepati janji secara tidak langsung menanamkan nilai disiplin pada peserta Dengan demikian, keteladanan menjadi fondasi utama dalam proses internalisasi nilai. Selain keteladanan, pendekatan melalui pembiasaan dan dialog nilai juga memegang peranan Pembiasaan dilakukan dengan menciptakan rutinitas positif, seperti budaya salam, doa bersama sebelum belajar, atau kerja bakti di sekolah, sehingga nilai-nilai moral tertanam secara berulang dan Sementara itu, dialog nilai memberi ruang bagi peserta didik untuk mendiskusikan, mempertanyakan, dan memahami makna suatu nilai. Misalnya, ketika membahas isu kejujuran dalam ujian, guru dapat mengajak siswa berdialog mengenai konsekuensi jangka panjang dari sikap tidak jujur, sehingga peserta didik tidak hanya tahu apa yang benar tetapi juga menghayati alasan di Pendekatan lain yang tak kalah penting adalah klarifikasi nilai dan integrasi nilai dalam kurikulum. Klarifikasi nilai membantu peserta didik menilai, memilih, dan mengambil keputusan berdasarkan prinsip moral yang diyakini. Sementara integrasi nilai dalam kurikulum memungkinkan nilai-nilai tersebut dipadukan dengan mata pelajaran, seperti sikap peduli lingkungan dalam pelajaran IPA atau nilai toleransi dalam pelajaran PPKn. Dengan cara ini, pendidikan nilai tidak berdiri sendiri, tetapi menyatu dengan keseluruhan proses pembelajaran, sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang utuh antara pengetahuan, sikap, dan Strategi Implementasi Pendidikan Nilai dalam Pembelajaran Strategi Deskripsi Nilai yang Contoh Dikembangkan Implementasi Pembelajaran Menempatkan Kejujuran, saling Diskusi isu Aktif (Active peserta didik menghormati, sosial, debat Learnin. sebagai subjek keterampilan terarah, studi yang aktif memahami, dan berpendapat. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi JPI. Vol. No. November 2025 | 81 nilai melalui kegiatan reflektif dan interaktif. Pembelajaran Mengembangkan Kebersamaan. Kelompok Kolaboratif nilai melalui toleransi, empati, belajar (Collaborative kerja sama, tanggung jawab kooperatif. Learnin. tanggung jawab kelompok. bersama, dan interaksi positif antar peserta Pembelajaran Memberikan Kerja keras. Proyek peduli Berbasis Proyek belajar melalui sosial, (Project-Based proyek nyata Learnin. sehingga peserta kemandirian. didik belajar nilai melalui sosial di langsung dan hasil konkret. Salah satu strategi efektif dalam menanamkan nilai adalah melalui pembelajaran aktif. Model ini menempatkan peserta didik sebagai subjek yang berperan aktif dalam menemukan, memahami, dan mempraktikkan nilai-nilai yang dipelajari. Misalnya, dalam diskusi kelompok mengenai isu sosial, siswa diajak untuk mengemukakan pendapat, menghargai pandangan orang lain, serta belajar mengambil keputusan bersama. Proses tersebut tidak hanya menambah wawasan intelektual, tetapi juga melatih keterampilan sosial, sikap saling menghormati, dan kejujuran dalam menyampaikan pendapat. Selain itu, strategi pembelajaran kolaboratif juga menjadi sarana penting dalam internalisasi nilai. Melalui kerja sama dalam kelompok, peserta didik belajar mengutamakan kepentingan bersama, membagi tanggung jawab, serta mengembangkan empati terhadap rekan sejawat. Contohnya, kegiatan belajar berbasis proyek kelompok mendorong siswa untuk saling membantu dan mengatasi perbedaan pendapat dengan cara yang konstruktif. Dengan demikian, nilai kebersamaan, toleransi, dan tanggung jawab dapat tumbuh secara alami dalam proses belajar. Strategi lain yang relevan adalah pembelajaran berbasis proyek . roject-based learnin. Dalam strategi ini, peserta didik ditugaskan untuk menyelesaikan sebuah proyek yang terkait langsung dengan kehidupan nyata, seperti program peduli lingkungan, kegiatan kewirausahaan sederhana, atau kampanye sosial di sekolah. Melalui keterlibatan langsung dalam proyek tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan praktis, tetapi juga menginternalisasi nilai kerja keras, kepedulian sosial, serta kreativitas. Dengan cara ini, pendidikan nilai benar-benar terwujud dalam pengalaman nyata yang membentuk karakter peserta didik secara Simpulan Pendidikan nilai di era globalisasi memiliki urgensi yang sangat tinggi karena derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi berpotensi melemahkan identitas budaya serta moral generasi Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan pendekatan yang tepat melalui keteladanan, pembiasaan, dialog nilai, klarifikasi nilai, dan integrasi dalam kurikulum agar nilai-nilai luhur dapat di internalisasi secara utuh. Selanjutnya, implementasi pendidikan nilai harus diwujudkan melalui strategi pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berbasis proyek sehingga peserta didik tidak hanya memahami nilai secara teoritis, tetapi juga mempraktikkannya dalam pengalaman nyata. Dengan demikian, pendidikan nilai menjadi fondasi dalam membentuk karakter peserta didik yang berintegritas, adaptif, dan tetap berakar pada nilainilai luhur bangsa di tengah dinamika globalisasi. Daftar Pustaka