PENGARUH EDUKASI TENTANG TBC BERBASIS GRUP WA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TBC DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS KENDIT SITUBONDO Ahmad Rizki Maulaya1*. Dr. Nur Hamim. KM. Kep. Ns. ,M. Kes. Widya Addiarto. Kep. Ns. Kep Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo Email Korespondensi: maulayarizki@gmail. ABSTRAK Tuberkulosis (TBC) adalah suatu penyakit infeksi kronik yang sudah sangat lama dikenal pada manusia. Program yang bertujuan menuntaskan penyakit Tuberkulosis pada penderita yang dilaksanakan oleh Kementrian Kesehatan RI dalam upaya bidang promotif dilakukan dalam bentuk penyuluhan kesehatan kepada pasien Tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi tentang tuberculosis berbasis whatsapp group terhadap kepatuhan minum obat pada pasien tuberculosis. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental menggunakan pre Ae post test dalam satu kelompok. Data diambil di Poli TB Puskesmas Kendit kepada pasien pengobatan TBC sebanyak 46 responden secara total Pengolahan data meliputi editing, coding, scoring, dan tabulating. Kemudian dianalisis dengan uji spearman rank. Hasil analisa data didapatkan kepatuhan minum obat sebelum edukasi adalah kepatuhan sedang dan sesudah edukasi adalah kepatuhan tinggi sebanyak 20 responden . ,5%). Hasil penelitian tersebut diperkuat oleh hasil uji spearman rank didapatkan p value sebesar 0. Nilai p value penelitian ini menunjukkan nilai p value < . yang berarti dapat disimpulkan ada pengaruh edukasi tentang tuberculosis berbasis whatsapp group terhadap kepatuhan minum obat pada pasien tuberculosis di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kendit Situbondo. Diharapkan petugas kesehatan dapat menjadikan edukasi sebagai dasar untuk meningkatkan kepatuhan minum obat TBC. Banyak macam metode edukasi yang dapat digunakan salah satunya dengan membuat grup WA. Cara ini dapat selalu disosialisasikan kepada masyarakat dan petugas kesehatan lainnya. Kata Kunci : Edukasi. Kepatuhan Obat. TBC ABSTRACT Tuberculosis (TB) is a chronic infectious disease that has been known in humans for a very long time. The program aimed at eradicating Tuberculosis disease in patients implemented by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia is carried out in the form of health counseling to Tuberculosis patients. This study aims to analyze the influence of education about tuberculosis based on whatsapp groups on medication adherence in Tuberculosis patients. This study is a pre-experimental research using a pre-posttest in one Data was taken in Kendit Health Center TB Poly to TBC patients to 46 respondents Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 November 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jikmc with a total sampling. Data collection includes editing, coding, scoring, and tabulating. Then it was analyzed by Spearman rank test. The results of the data analysis showed that the adherence to taking medication before education was moderate and after education was high as many as 20 respondents . 5%). The results of the study were strengthened by the results of the Spearman rank test obtained a p value of 0. This study shows a p value of < . that it can be concluded that there is an influence of education about tuberculosis based on whatsapp groups on medication adherence in tuberculosis patients in the Working Area of the Kendit Situbondo Health Center. It is hoped that health workers can make education as the basis for increasing compliance with taking TB drugs. There are many kinds of educational methods that can be used, one of which is by creating a WA group. This method can easily be socialized to the community and other health workers. Keywords: Education. Drug Compliance. PENDAHULUAN Tuberkulosis (TBC) adalah suatu penyakit infeksi kronik yang sudah sangat lama dikenal pada manusia, misalnya dia dihubungkan dengan tempat tinggal di daerah urban, lingkungan yang padat, dibuktikan dengan adanya penemuan kerusakan tulang vertebra torak yang khas TB dari kerangka yang digali di Heidenlberg dari kuburan zaman neolitikum, begitu juga penemuan yang berasal dari mumi dan ukiran dinding piramida di Mesir kuno pada tahun 2000- 4000 SM. Hipokrates telah memperkenalkan terminologi phthisis yang diangkat dari bahasa Yunani yang menggambarkan tampilan TB paru ini (Kuswandi et al. , 2. Pada Tahun 2017 skor keberhasilan pelayanan pengobatan TB paru di Indonesia sebesar 87,8% sementara itu badan Dunia dalam hal ini WHO menyatakan bahwa angka keberhasilan TB paru mencapai Skor 85%, ini berarti artinya keberhasilan Program TB paru yang dilaksanakan masih terbilang sedikit saja diatas angka yang telah ditetapkan oleh WHO sumbangan penderita TB yang sembuh kepada angka keberhasilan pengobatan memiliki kecenderungan memiliki selisih angka yang menurun jika dibandingkan dengan tahun Dalam mencapai pengendalian Prevalensi penyakit TB, fakta menurunnya angka kesembuhan penderita TB paru ini perlu mendapatkan perhatian yang sangat besar karena akan sangat berdampak pada transmisi penyakit TBC di Indonesia (Ditjen P2P Kemenkes RI Tahun 2. Bedasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti di UPT Puskesmas Kendit Kabupaten Situbondo tanggal 1 Januari-31 Desember tahun 2023 terdapat sebanyak 418 pasien supek TBC dan 46 pasien positif TBC. Sedangkan di bulan Januari Ae April 2024 terdapat 57 pasien suspek TBC dan 11 pasien positif TBC. Upaya Program pemberantasan Tuberkulosis yang dilaksanakan di negara kita sudah diupayakan dari dekade tahun 1995 melalui upaya program DOTS atau Directly Observed Treatment Shortcourse yang berisikan diantaranya melalui pemantauan secara langsung yang dilakukan oleh seorang pengawas minum obat (PMO) dari kalangan keluarga ataupun Keberhasilan program pengobatan penyakit Tuberkulosis tentu saja dipastikan karena adanya kepatuhan Pasien Tuberkulosis dalam mengkonsumsi obat anti tuberculosis (OAT). Kepatuhan Pasien Tuberkulosis tentu saja bisa disebabkan karena adanya berbagai hal antara lain rendahnya pengetahuan pasien tuberkulosis dan rendahnya pengetahuan yang dimiliki oleh PMO atau pengawas minum obat. Kebijakan program DOTS atau Directly Observed Treatment Shortcourse menjadi salah satu strategi yang paling efektif guna memutus rangkaian penularan penyakit tuberculosis (Emri 2. Transmisi Penyakit Tuberkulosis salah satunya dapat dihambat melalui program penanggulangan penyakit Tuberkulosis. Program yang bertujuan menuntaskan penyakit Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 November 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jikmc Tuberkulosis pada penderita yang dilaksanakan oleh Kementrian Kesehatan RI dalam upaya bidang promotif dilakukan dalam bentuk penyuluhan kesehatan kepada pasien Tuberkulosis. Penyuluhan dan edukasi yang dilaksanakan dikemas dalam bentuk layanan media maupun penyampaian pesan yang disampaikan secara langsung. Kategori media yang dipilih tentu saja berdasarkan kepada pengembangan teknologi yang berbentuk surat kabar/koran/tabloid . edia cetak/per. , media audio-visual, serta perangkat lunak lainnya. Bentuk media audio visual dapat memuat pengetahuan ataupun pesan yang secara langsung dapat diterima oleh pasien Tuberkulosis ataupun oleh pengawas minum obat (PMO). Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi informasi dan komunikasi telah membuka peluang baru untuk edukasi kesehatan. WhatsApp, sebagai salah satu aplikasi pesan instan yang paling banyak digunakan di dunia, menawarkan platform yang potensial untuk mendukung program edukasi kesehatan. Penggunaan WhatsApp Group dapat memungkinkan penyampaian informasi secara cepat dan interaktif, serta membangun komunitas dukungan di antara pasien . Beberapa penelitian menunjukkan bahwa intervensi berbasis teknologi, termasuk penggunaan pesan teks dan aplikasi mobile, dapat meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan di berbagai kondisi kesehatan (Rosarians, 2. Di wilayah kerja UPT Puskesmas Kendit Situbondo, pemanfaatan WhatsApp Group untuk edukasi tentang TBC menjadi solusi inovatif dalam mengatasi tantangan kepatuhan Dengan menyampaikan informasi secara langsung dan berkelanjutan melalui platform yang sudah akrab bagi banyak pasien, diharapkan edukasi berbasis WhatsApp dapat meningkatkan pemahaman pasien tentang pentingnya pengobatan yang tepat dan mendorong kepatuhan mereka. Bersumber dari adanya WhatsApp Group untuk edukasi tentang TBC maka peneliti berkeinginan untuk mengkaji lebih dalam tentang pengaruh edukasi tentang tbc berbasis grup wa terhadap kepatuhan minum obat pada pasien tbc di wilayah kerja upt puskesmas kendit METODE PENELITIAN Desain penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasy eksperimen dengan rancangan jenis pra-experiment pendekatan one group pre-test post-test design, penelitian ini menggunakan tekhnik total sampling kepada Seluruh pasien TBC di UPT Puskesmas Kendit yang memenuhi kriteria sebanyak 46 responden pada bulan Januari-Desember 2023. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2024 sampai 16 Juli 2024. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi terhadap kepatuhan minum obat TB sebelum dan sesudah edukasi, kemudian dilakukan pengumpulan dan pengolahan data editing, coding, scoring, dan tabulating. Penelitian ini menggunakan uji spearman rank untuk data bivariat. HASIL PENELITIAN Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia Usia Frekuensi Presentase (%) 40-50 tahun 51-60 tahun 61-70 tahun Jumlah Sumber : Data primer identitas responden Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 November 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jikmc Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar berusia 51-60 tahun sejumlah 17 responden . ,0%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi . Prosentase (%) Laki Ae laki Perempuan Total Sumber : Data primer identitas responden Berdasarkan tabel 5. 1 menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sejumlah 26 responden . ,5 %). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pendidikan Frekuensi Presentase (%) SMP SMA Di Jumlah Sumber : Data Primer Angket Penelitian, 2024 Berdasarkan Tabel 3 menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpendidikan SD sejumlah 21 responden . ,7%). Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kepatuhan Minum Obat Sebelum Dilakukan Edukasi Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kendit Kepatuhan Sebelum Edukasi Frekuensi Kepatuhan Tinggi Kepatuhan Sedang Kepatuhan Rendah Jumlah Sumber : Data Primer 2024 Presentase (%) Berdasarkan Tabel 4 menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat sebelum dilakukan edukasi sebagian besar responden kepatuhan sedang sebanyak 25 responden . ,3%). Tabel 5. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kepatuhan Minum Obat Setelah Dilakukan Edukasi Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kendit Kepatuhan Setelah Edukasi Frekuensi Kepatuhan Tinggi Kepatuhan Sedang Kepatuhan Rendah Jumlah Sumber : Data Primer 2024 Presentase (%) Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 November 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jikmc Berdasarkan Tabel 5 menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat setelah dilakukan edukasi sebagian besar responden dengan kepatuhan tinggi sejumlah 38 responden . ,6%). Tabel 6. Hasil Uji SPSS Pengaruh Edukasi Tentang Tuberculosis Berbasis Whatsapp Group Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberculosis Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kendit Situbondo Correlations Spear Kepat Correlation man's uhan_ Coefficient Pre Sig. -taile. Kepatuhan_Pre Kepatuhan_Post Kepat Correlation uhan_ Coefficient Post Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Berdasarkan Tabel 5. 6 menunjukkan bahwa hasil uji spearman rank didapatkan p value sebesar 0. Nilai p value penelitian ini menunjukkan nilai p value < . yang berarti dapat disimpulkan ada pengaruh edukasi tentang tuberculosis berbasis whatsapp group terhadap kepatuhan minum obat pada pasien tuberculosis di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kendit Situbondo. PEMBAHASAN Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Sebelum Dilakukan Edukasi Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kendit Berdasarkan Tabel 5. 4 menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat sebelum dilakukan edukasi sebagian besar responden kepatuhan sedang sebanyak 25 responden . ,3%). Kepatuhan didefinisikan sebagai seberapa jauh perilaku seseorang . alam hal menggunakan obat, melaksanakan diet, atau mengubah gaya hidu. sesuai dengan nasihat medis atau saran kesehatan. Kata kepatuhan sendiri mengidentifikasikan model pendekatan medis paternalistik dimana pasien harus mengikuti perintah dokter dan mengikuti petunjukpetunjuk dokter. Sebenarnya, definisi kepatuhan didalam kamus adalah tunduk pada keinginan orang lain. Pendapat ini mengimplikasikan bahwa pasien tidak diberikan kesempatan untuk membuat keputusan untuk minum obat. Konsep kepatuhan secara tidak langsung juga menyatakan gagasan bahwa mengikuti nasihat yang direkomendasikan selalu merupakan tindakan yang tepat dan hal yang terbaik untuk pasien khususnya kepatuhan pasien dalam pengobatan tuberculosis (Rantucci, 2007 dalam Hendika, 2. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang diakibatkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis beserta ciri dan gejala yang sangat bervariasi. Upaya therapy khusus bagi pasien dengan kondisi Tuberculosis yang masih aktif memerlukan pengobatan yang tepat dan adekuat. Kepatuhan minum obat bagi pasien TB Perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan kekebalan . terhadap obat-obat dalam mengantisipasi hal ini perlu Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 November 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jikmc dilakukan pemeriksan dan pengawasan pasien TB oleh tenaga medis (Kuswandi 2. Menurut pendapat peneliti tingkat kepatuhan responden dalam mematuhi pengobatanna dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis kelamin, usia dan pendidikan responden. Peneliti berpendapat bahwa laki-laki lebih rentan terinfeksi bakteri tuberkulosis dibandingkan perempuan yang dibuktikan dengan hasil penelitian pada Hasil penelitian lain di dukung Rahayu. Rohmah & Merzistya . menunjukkan bahwa faktor fisik, faktor psikologis, faktor sosial dan faktor lingkungan juga berpengaruh pada kualitas hidup usia pertengahan. Sehingga perlu beradaptasi untuk menanggulanginya seperti ketidakpatuhan dalam mengkonsumsi obat Tb paru. Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Setelah Dilakukan Edukasi Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kendit. Berdasarkan Tabel 5. 5 menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat setelah dilakukan edukasi sebagian besar responden dengan kepatuhan tinggi sejumlah 38 responden . ,6%). Edukasi adalah proses sistematis yang dirancang untuk mentransfer pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap kepada individu atau kelompok dalam masyarakat. Tujuan utama dari pendidikan adalah memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan peserta didik sehingga mereka dapat menjadi anggota produktif dan berkontribusi dalam masyarakat. Edukasi tidak hanya terjadi di dalam kelas atau institusi formal tetapi juga dapat terjadi di luar kelas melalui pengalaman sehari-hari, interaksi sosial, dan bahkan melalui teknologi. Dalam konteks yang lebih luas, pendidikan juga merupakan alat utama untuk mempromosikan kesetaraan, keadilan, dan pembangunan sosial. Memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan proses belajar-mengajar, seperti dengan platform pembelajaran online, simulasi, atau perangkat lunak interaktif (Rosarians, 2. Pemberian edukasi kesehatan baik pada pasien dan keluarga tentang penyakit Tuberkulosis Paru serta pentingnya kepatuhan responden dalam mengkonsumsi obat tuberkulosis dan peran serta keluarga dalam pengawasan minum obat pada anggota keluarga yang menderita Tuberkulosis Paru sangat efektif untuk kesembuhan dan mencegah terjadinya penularan terutama bagi keluarga yang tinggal dalam satu rumah dengan pasien yang menderita penyakit Tuberkulosis Paru. Pengaruh Edukasi Tentang Tuberculosis Berbasis WhatsApp Group Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberculosis Berdasarkan Tabel 5. 6 menunjukkan bahwa diketahui tabel silang kepatuhan minum obat sebelum edukasi adalah kepatuhan sedang dan sesudah edukasi adalah kepatuhan tinggi sebanyak 20 responden . ,5%). Hasil penelitian tersebut diperkuat oleh hasil uji spearman rank didapatkan p value sebesar 0. Nilai p value penelitian ini menunjukkan nilai p value < . yang berarti dapat disimpulkan ada pengaruh edukasi tentang tuberculosis berbasis whatsapp group terhadap kepatuhan minum obat pada pasien tuberculosis di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kendit Situbondo. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden mayoritas tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah diberikan edukasi yaitu kepatuhan tinggi. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Warouw et al . menunjukkan mayoritas responden tidak patuh sebelum diberikan perlakuan disebabkan karena kurang informasi terkait kepatuhan minum obat pada Tb paru dan faktor ekonomi dibandingkan sesudah diberikan perlakuan. Penelitian ini didukung oleh Kementerian Kesehatan Indonesia . yaitu pasien TB paru meminum obat anti tuberkulosis setelah diberikan edukasi. Patuh yaitu perilaku seseorang dalam mengkonsumsi obat secara benar tentang dosis, waktu, frekuensi dan kepatuhan dalam aturan pemakaian obat juga sangat membantu mencegah terjadinya resisten. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat tingkat perbedaan yang bermakna kepatuahn Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 11 November 2024 https://journal-mandiracendikia. com/jikmc minum obat pada pasien Tb paru sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang Hasil penelitian ini didukung oleh Lameky & Siahya . menunjukan bahwa terdapat pengaruh bermakna sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media leaflet efektif. Hasil penelitian ini didukung oleh Lameky et al . menunjukan terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebelum diberikan aplikasi smart mother sangat efektif, di mana apikasi memfokuskan pada pendidikan kesehatan dan secara bersamaan memungkinkan responden untuk menggunakan sebagai buku saku selama perawatan di pelayanan kesehatan maupun di rumah. Hasil penelitian lain didukung oleh Jannah & Murni . bahwa dengan diberikan penyuluhan menggunakan media audiovisual lebih patuh dalam mengkonsumsi obat Tb paru dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya diberikan secara oral, di mana media audiovisual adalah segala macam bentuk media yang berkaitan dengan indra pendengaran, maka pesan yang akan disampaikan dituangkan kedalam lambang-lambang auditif, baik verbal . ata-kata atau bahasa lisa. maupun nonverbal yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan responden untuk menerima informasi. Menurut pendapat peneliti semakin sering memberikan edukasi kepada responden maka semakin tinggi kepatuhan responden dalam konsumsi obat tuberkulosis. Begitu pula sebaliknya semakin jarang memberikan edukasi mengenai tuberkulosis maka pasien akan malas dan tidak patuh dalam melakukan pengobatan tuberkulosis. Peneliti berpendapat bahwa kelebihan media whatsapp dalam memberikan edukasi dalam penelitian ini yaitu memberikan penjelasan lebih menarik dan didukung dalam bentuk gambar, dan mudah diakses karena semua responden masuk ke dalam grup whatsapp dan setiap hari peneliti memberikan edukasi secara berkelanjutan pentingnya konsumsi obat secara rutin sehingga mampu memberikan pemahaman kepada responden secara maksimal. KESIMPULAN Hasil uji spearman rank didapatkan p value sebesar 0. Nilai p value penelitian ini menunjukkan nilai p value < . yang berarti dapat disimpulkan ada pengaruh edukasi tentang tuberculosis berbasis whatsapp group terhadap kepatuhan minum obat pada pasien tuberculosis di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kendit Situbondo. DAFTAR PUSTAKA