EconBank: Journal of Economics and Banking ISSN 2685-3698 Volume 7 Nomor 1, 2025 Kontrol Diri Sebagai Mediator Penentu Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pengelolaan Keuangan Pengguna Buy Now Pay Later (BNPL) Nungki Cemarawati1. Trihudiyatmanto2. Bahtiar Efendi3 Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Sains Al-QurAoan email: nungkicemaraa@gmail. ABSTRACT Buy now pay later financing facilities are a challenge in financial management behavior whose success is still questionable among Indonesian people. This quantitative study aims to provide evidence that BNPL users' actions are influenced by their level of financial knowledge and experience, and that selfcontrol is a key component of sound financial management. This study mainly aims to understand the Wonosobo generation Z. Using the Hair et al. method, this study analyzed data using SEM-PLS 4. 0 with a sample size of 150 participants. The results of this study suggest that individuals of generation Z may be identified by their practices around money management, which are influenced by their awareness of the importance of self-control. Knowledge and experience in personal finance significantly and positively affect self-control, according to the research. Alternatively, financial management behavior is positively affected by, if marginally so, financial knowledge and experience. Lastly, the habit of financial management is positively and significantly impacted by self-control. The interesting thing is that self-control may act as a go-between when it comes to the relationships between financial knowledge and financial management behavior, and with financial experience as well. Keywords: Financial Knowledge. Financial Experience. Self-Control. Financial Management Behavior ABSTRAK Fasilitas pembiayaan beli sekarang bayar nanti merupakan tantangan dalam perilaku manajemen keuangan yang keberhasilannya masih dipertanyakan di kalangan masyarakat Indonesia. Studi kuantitatif ini bertujuan untuk memberikan bukti bahwa tindakan pengguna BNPL dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan pengalaman keuangan mereka, dan bahwa pengendalian diri merupakan komponen kunci dari manajemen keuangan yang baik. Studi ini terutama bertujuan untuk memahami generasi Z Wonosobo. Dengan menggunakan metode Hair et al. , studi ini menganalisis data menggunakan SEM-PLS 4. 0 dengan ukuran sampel 150 peserta. Hasil studi ini menunjukkan bahwa individu generasi Z dapat diidentifikasi oleh praktik mereka seputar pengelolaan uang, yang dipengaruhi oleh kesadaran mereka akan pentingnya pengendalian diri. Pengetahuan dan pengalaman dalam keuangan pribadi secara signifikan dan positif memengaruhi pengendalian diri, menurut penelitian Sebaliknya, perilaku manajemen keuangan dipengaruhi secara positif meskipun tidak signifikan oleh pengetahuan dan pengalaman keuangan. Terakhir, kebiasaan manajemen keuangan secara positif dan signifikan dipengaruhi oleh pengendalian diri. Hal yang menarik adalah bahwa pengendalian diri dapat bertindak sebagai perantara dalam hal hubungan antara pengetahuan keuangan dan perilaku manajemen keuangan, dan dengan pengalaman keuangan juga. Kata kunci: Pengetahuan Keuangan. Pengalaman Keuangan. Pengendalian Diri. Perilaku Pengelolaan Keuangan Pendahuluan Teknologi finansial . telah banyak mengubah ekosistem keuangan, khususnya di kalangan Gen Z yang jumlahnya mencapai 27,94% dari total penduduk Indonesia (BPS, 2. Sifat adaptif dan berorientasi digital yang dimiliki Gen Z telah mendorong adopsi fintech. Kontrol Diri Sebagai Mediator Penentu Faktor-faktor yang. (Cemarawati et al. , :1-. dimana 67,19% pengguna fintech berasal dari kalangan ini (Business Insight, 2. Layanan Buy Now Pay Later (BNPL) merupakan bagian dari terobosan teknologi finansial yang kini mulai dikenali dan digunakan oleh sebagian besar Generasi Z. Paylater membuat transaksi dapat diselesaikan dengan mudah melalui pembayaran kredit. Jika digunakan dengan benar, produk paylater dapat sangat membantu penggunanya. Namun, paylater harus digunakan dengan hati-hati. Penggunaan yang tidak tepat dapat membahayakan keamanan finansial pribadi seseorang dan menimbulkan kekhawatiran tentang kebiasaan konsumsi yang berlebihan (Rohmatillah, 2. Alasan yang mendasari perilaku konsumen ini mungkin adalah ketidakmampuan individu untuk mengendalikan diri (Apriliani et al. , 2. Menurut Otto et al. , pengendalian diri dapat mengurangi kebiasaan konsumsi yang berlebihan dan membantu seseorang menghemat uang. Pengendalian diri berkaitan dengan kemampuan individu untuk merencanakan, mengarahkan, dan mengoordinasikan perilaku guna menghadapi tantangan lingkungan serta mempersiapkan diri menghadapi fase kehidupan berikutnya (Idris, 2. Menurut Teori Perilaku Terencana (TPB), persepsi tentang pengendalian diri, standar subjektif, dan sikap terhadap perilaku semuanya berperan dalam membentuk niat individu untuk berpartisipasi dalam suatu aktivitas tertentu. Perilaku pengelolaan keuangan dipengaruhi oleh aspirasi individu untuk memenuhi tuntutannya terkait dengan tingkat pendapatannya (Kholilah & Iramani, 2. Kemampuan seseorang untuk mengelola dananya dengan sukses merupakan komponen utama dari perilaku pengelolaan keuangan (Kumalasari & Anwar, 2. Situasi keuangan individu secara langsung dipengaruhi oleh praktik pengelolaan uangnya. Pengelolaan keuangan yang buruk dapat mengakibatkan masalah keuangan jangka pendek dan jangka panjang yang rumit sedangkan pengelolaan yang efektif biasanya mengarah pada kesejahteraan finansial. Pengendalian diri dan sikap keuangan (N. Putri & Andarini, 2. Banyak faktor, termasuk tingkat pendidikan keuangan seseorang, lingkaran sosialnya, dan pengalaman hidupnya, yang dapat memengaruhi cara seseorang mengelola uangnya sendiri (V. Dewanti & Asandimitra. Pengetahuan keuangan seseorang dapat diartikan sebagai tingkat pengalaman dan keakraban mereka dengan subjek yang dibahas (Kholilah & Iramani, 2. Salah satu aspek literasi keuangan adalah kapasitas untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mengatur data keuangan dengan cara yang memungkinkan seseorang untuk membuat pilihan yang tepat (Syahna, 2. Penggunaan layanan BNPL oleh seseorang, khususnya, dapat dipengaruhi oleh tingkat keahlian keuangan mereka dan cara mereka mengelola uang mereka. Menurut (Siswanti, 2. Financial knowledge berdampak signifikan terhadap tindakan mereka yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan. Semua ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Harianto & Isbanah, 2. yang menegaskan tidak adanya korelasi antara literasi keuangan dan tindakan yang diambil oleh mereka yang mengelola uang. Tidak hanya tingkat pengetahuan keuangan seseorang yang berperan, tetapi tingkat pengalaman keuangan seseorang juga penting (Ameliawati dan Setiyani, 2. Financial experience merupakan kejadian atau pengalaman yang berguna untuk mengelola keuangan di masa mendatang (Rustandi, 2. Pengalaman finansial memengaruhi perilaku pengelolaan Oleh karena itu, memiliki pengalaman finansial yang cukup diperlukan bagi orang yang ingin menjadi pengelola keuangan yang lebih baik (Darmawan, 2. Menurut (Mukhbitah & Murdiono, 2. Financial experience berdampak pada tindakan manajemen Studi yang lebih baru tidak setuju dengan kesimpulan ini (Afifa Idelia et al. , 2. EconBank: Journal of Economics and Banking ISSN 2685-3698 Volume 7 Nomor 1, 2025 yang tidak menemukan korelasi antara keahlian keuangan sebelumnya dan praktik saat ini dalam manajemen keuangan. Masalah yang dilaporkan menunjukkan adanya perbedaan atau kelalaian dalam temuan penelitian sebelumnya. Penelitian mengenai hubungan antara perilaku pengelolaan keuangan dan karakteristik seperti pengetahuan dan pengalaman keuangan telah menunjukkan temuan yang tidak konsisten dalam penelitian sebelumnya. Peneliti berharap bahwa dengan melihat variabel mediasi dapat mengetahui mengapa kedua faktor ini tampaknya tidak memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Peneliti berpendapat bahwa faktor mediasi harus dimasukkan dalam model penelitian dengan merujuk pada pernyataan berikut: (Herlindawati, 2. yang mana kemampuan seseorang untuk melakukan pengendalian diri merupakan komponen kunci dalam pengelolaan keuangan yang efektif. Setelah mengidentifikasi hubungan ini, peneliti mengusulkan pengendalian diri sebagai variabel moderasi. Ada kebutuhan mendesak untuk melakukan penelitian ini karena tingginya tingkat utang pinjaman mahasiswa di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan milenial dan Gen Z. Seluruh utang publik dalam paylater dilaporkan sebesar Rp 6,13 triliun, tumbuh 23,90% dari Maret 2023, menurut statistik dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Maret 2024. Sementara itu. Non Performing Financing (NPF) sebesar 3,15% . dan NPF Nett sebesar 0,59% menunjukkan pembiayaan paylater yang buruk. Hal ini mengindikasikan bahwa opsi pembiayaan beli sekarang bayar nanti ini menjadi tantangan dalam praktik pengelolaan keuangan dan efektivitasnya masih dipertanyakan di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya dikalangan generasi milenial dan generasi Z. Agar terhindar dari jeratan hutang dan penumpukan kewajiban keuangan, pengguna paylater harus mampu mengelola keuangan secara efisien (Rohmatillah, 2. Tinjauan Pustaka dan Pengembangan Hipotesis Theory of Planed Behavior (TPB) Grand theory Penelitian ini didasarkan pada karya (Ajzen, 1. dan Teori Perilaku Terencana (TPB). Theory Of Reasoned Action (TRA) yang menjadi dasar gagasan tentang perilaku terencana ini membatasi aktivitas kehendak yang dilakukan oleh orang-orang atas kehendak bebas mereka sendiri (Saifuddin Azwar, 2. Gagasan ini dikembangkan dengan anggapan bahwa orang biasanya bertindak secara rasional dan juga memperhitungkan faktafakta yang mereka miliki serta mempertimbangkan semua bahaya yang terkait dengan keputusan mereka. Berbeda dengan TPB. Theory of Reasoned Action (TRA) menggabungkan faktor ketiga. Perceived Behavioral Control (PBC), yang memengaruhi tujuan perilaku. Menurut PBC, persepsi seseorang terhadap kemudahan atau kesulitan tugas yang dirasakan dapat memengaruhi motivasi mereka. Jika seseorang sangat yakin bahwa mereka dapat mengendalikan komponen yang akan mendukung perilaku mereka, mereka akan merasakan banyak kendali atas aktivitas tersebut. Langkah-langkah mental yang terlibat dalam memilih pilihan adalah tema utama PBC. Efikasi diri seseorang tidak hanya mencakup keyakinan mendasar mereka dalam melakukan suatu tindakan tetapi juga persepsi mereka terhadap perilaku tersebut dari perspektif orang lain (Cruz, 2. Ketika orang berpikir bahwa mereka dapat memengaruhi tingkat fungsi mereka sendiri dan hasil dari peristiwa penting dalam hidup, mereka memiliki tingkat efikasi diri yang (Bandura, 1. Persepsi mengenai self-efficacy berperan penting dalam pengambilan keputusan, karena memberikan kepercayaan diri pada individu untuk mengatasi hambatan dan mencapai hasil yang diinginkan (Bandura, 1. Namun, dalam praktiknya, keyakinan terhadap kemampuan Kontrol Diri Sebagai Mediator Penentu Faktor-faktor yang. (Cemarawati et al. , :1-. diri ini memerlukan dukungan dari mekanisme lain yang membantu individu mengelola dorongan internal dan tekanan eksternal, yaitu kemampuan self-control (Baumeister et al. Kemampuan untuk mengatur perilaku sendiri sesuai dengan cita-cita, moralitas, standar sosial, dan tujuan jangka panjang seseorang itulah yang kita maksud ketika berbicara tentang pengendalian diri. Menurut (Otto et al. , 2. , self-control dapat membantu seseorang menghemat uang dan mengurangi pembelian impulsif. Menurut (Herlindawati, 2. , pengelolaan uang dapat ditingkatkan secara signifikan melalui self-control. Gambar 1. Kerangka Konseptual Pengembangan Hipotesis Theory of Planned Behavior (TPB) berfungsi sebagai dasar bagaimana pengetahuan finansial memengaruhi praktik manajemen keuangan. Menurut teori ini, salah satu variabel latar belakang yang menentukan niat dan tujuan seseorang dalam berperilaku adalah komponen informasi yang ditemukan di bagian pengetahuan mereka (Ajzen, 1. Prodiningtyas dan Lukiastuti . Kesimpulan yang sama diperoleh dari penelitian sebelumnya (Siswanti, 2. yang menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan berpengaruh signifikan terhadap pengendalian diri. Jadi, kita dapat mengemukakan teori berikut: EconBank: Journal of Economics and Banking ISSN 2685-3698 Volume 7 Nomor 1, 2025 H1 : Financial knowledge berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-control Salah satu faktor yang dapat memengaruhi gaya pengelolaan keuangan seseorang adalah tingkat pengalaman hidup mereka, menurut Theory of Planned Behavior (TPB). Cara seseorang mengelola keuangan pribadi mereka sering kali dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu Tindakan terbaik di sini adalah menjaga ketenangan. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Subaida & Hakiki, 2. dan (Siswanti, 2. Kemampuan untuk menahan diri dipengaruhi secara positif oleh riwayat keuangan seseorang. Kemampuan seseorang untuk mendisiplinkan diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih cerah berbanding lurus dengan tingkat keahlian finansial mereka. Sehingga dapat disusun hipotesis sebagai berikut: H2 : Financial experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-control Pengetahuan keuangan merupakan dasar dari komponen penting dalam pengambilan keputusan keuangan, menurut Ida dan Dwinta . Faktor latar belakang Teori Tindakan Terencana (TPB), seperti unsur informasi dalam bagian pengetahuan seseorang, berfungsi untuk menjamin bahwa tindakan seseorang dimaksudkan dan memiliki tujuan (Ajzen, 1. Orang yang memiliki pemahaman lebih mendalam tentang pengelolaan uang cenderung membuat penilaian keuangan yang lebih bijaksana (Asaff et al. , 2. Hasil penelitian (V. Dewanti & Asandimitra, 2. menemukan bahwa tindakan pengelolaan keuangan seseorang sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman keuangannya. Temuan ini menguatkan temuan penelitian sebelumnya (Shafarana Nugroho & Panuntun, 2. yang menemukan bahwa pemahaman tentang masalah keuangan sangat memengaruhi cara orang mengelola uang. Sehingga dapat disusun hipotesis sebagai berikut: H3 : Financial knowledge berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial management Menurut Theory of Planned Behavior (TPB), salah satu faktor yang dapat memengaruhi gaya pengelolaan keuangan seseorang adalah tingkat pengalaman hidup mereka. Segala sesuatu yang pernah dialami, dirasakan, atau dilihat seseorang terkait dengan uang, baik baru-baru ini maupun yang lama, dianggap sebagai bagian dari pengalaman keuangan mereka (Safitri & Kartawinata, 2. Hasil penelitian (Mukhbitah & Murdiono, 2. menunjukkan bahwa tindakan manajemen dalam bidang ini sangat dipengaruhi oleh tingkat pengalaman keuangan Menurut penelitian (Raihan & Sumiati, 2. , perilaku keuangan seseorang sangat dipengaruhi oleh tingkat pengalaman keuangan mereka. Sehingga dapat disusun hipotesis sebagai berikut: H4 : Financial experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial management Self-control dapat mengendalikan pengeluarannya, mengutamakan kebutuhan daripada keinginan, dan merencanakan masa depan keuangannya dengan bijaksana sesuai dengan tujuannya (Rakhman & Pertiwi, 2. Menurut Teori Perilaku Terencana (TPB), keyakinan individu terhadap kemampuan mereka sendiri untuk mengelola uang dengan bijak diperkuat ketika mereka menunjukkan pengendalian diri. Kemampuan individu untuk mengelola uang mereka sendiri bergantung pada tingkat pengendalian diri mereka, yang membantu mereka menghadapi tekanan internal dan eksternal. Hasil penelitian (Siswanti, 2. Pengendalian diri memiliki peran besar dalam cara seseorang mengelola uangnya. Penelitian oleh (N. Putri & Andarini, 2. mendukung temuan ini, yang menunjukkan bahwa pengendalian diri sebagian memengaruhi perilaku terkait pengelolaan keuangan. Sehingga dapat disusun hipotesis sebagai berikut: Kontrol Diri Sebagai Mediator Penentu Faktor-faktor yang. (Cemarawati et al. , :1-. H5 : Self-control berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial management behavior Pengendalian diri, menurut Chaplin . , adalah kapasitas untuk mengarahkan tindakan seseorang dan untuk menahan atau menekan perilaku impulsif. Dalam beberapa situasi keuangan, kurangnya disiplin diri pribadi dalam pengendalian diri menyebabkan banyak orang mengabaikan tujuan jangka panjang demi kepuasan jangka pendek (Pompian, 2. Berbagai variabel, termasuk variabel kognitif, memengaruhi pengendalian diri, dan pengetahuan berada pada level kognitif. Pengetahuan keuangan dan pengelolaan keuangan yang baik saling terkait melalui pengendalian diri. Menurut TPB, keinginan untuk bertindak yang dipengaruhi oleh pengetahuan seseorang merupakan penentu utama kemungkinan suatu tindakan akan Penelitian Siswanti . menunjukkan bahwa pengendalian diri memediasi hubungan antara pengetahuan keuangan dan perilaku pengelolaan keuangan. Seperti yang ditunjukkan oleh (Robb & Sharpe, 2. dan (Liao, 2. menjalankan pengendalian diri dapat mengubah korelasi antara praktik pengelolaan keuangan dan literasi moneter. Sehingga dapat disusun hipotesis sebagai berikut: H6 : Self-control berpengaruh positif dan signifikan dalam memediasi hubungan antara financial knowledge dan financial management behavior Tingkat pengendalian diri seseorang didefinisikan sebagai keyakinan mereka terhadap kemampuan mereka untuk menyelesaikan suatu tugas, dengan mempertimbangkan semua faktor yang dapat membantu atau menghalangi tindakan tersebut. Menurut TPB, salah satu faktor terpenting yang menentukan kemungkinan terlaksananya suatu tindakan adalah ada atau tidaknya niat untuk melakukannya. Akan lebih mudah untuk memahami dan mengantisipasi perilaku manusia jika kita dapat memahami bagaimana tiga komponen utamaAisikap, norma sosial, dan pengendalian perilakuAiberinteraksi satu sama lain. Individu dalam penelitian ini memiliki berbagai pengendalian perilaku, salah satunya adalah pengendalian diri. Kemampuan memahami karakter diri sendiri dan lingkungan sekitar merupakan hal yang dimaksud oleh Dwi Marsela dan Supriatna . ketika berbicara tentang pengendalian diri. Bukti dari (Ahmad, 2. dan (Xiao, 2. menunjukkan bahwa pengendalian diri memediasi hubungan antara kompetensi finansial dan cara seseorang mengelola uangnya sendiri. Sehingga dapat disusun hipotesis sebagai berikut: H7 : Self-control berpengaruh positif dan signifikan dalam memediasi hubungan antara financial experience dan financial management behavior Gambar 2. Model Penelitian EconBank: Journal of Economics and Banking ISSN 2685-3698 Volume 7 Nomor 1, 2025 Materi dan Metode Menurut Sugiyono . Penelitian yang bergantung pada data numerik atau data kualitatif dengan ekspresi numerik termasuk dalam judul penelitian kuantitatif, yang mencakup studi ini. Data primer, yang didefinisikan di sini sebagai informasi yang dikumpulkan secara langsung dari sumber yang tidak dimediasi, merupakan sumber data utama dalam penelitian ini (Nurfaizah, 2. Pertanyaan yang diajukan kepada partisipan dalam penelitian ini menjadi sumber data utama. Subjek penelitian ini adalah generasi Z yang berdomisili di Kota Wonosobo yang menggunakan Paylater. Penelitian ini menggunakan pernyataan Hair untuk pengambilan sampel karena populasinya belum diketahui secara pasti. Sebagaimana dinyatakan oleh (Hair et al. , 2. Mengukur kualitas kecocokan yang tepat menjadi tantangan ketika ukuran sampel sangat besar. Jumlah observasi minimum yang direkomendasikan untuk setiap parameter yang dihitung adalah 5 hingga 10. Jumlah total indikator adalah 150, yang merupakan hasil perkalian 15 dengan 10. Menurut perhitungan, 150 anggota generasi Z yang merupakan penduduk Wonosobo dan memanfaatkan paylater akan menjadi sampel untuk penelitian ini. Metode untuk menganalisis data yang digunakan dalam pekerjaan ini meliputi pemodelan persamaan struktural (SEM) dengan metodologi Partial Least Square (PLS). Penggunaan perangkat lunak Smart PLS 4. 0 memudahkan analisis investigasi ini. Tabel 1. Definisi operasional dan pengukuran variabel Variabel Definisi Operasional Financial Management Behavior (Y) (Sina dan Noya, 2. , (Dew dan Xiao. Proses di mana seorang individu mengembangkan pengelolaan keuangan. Tindakan pengumpulan, analisis, dan penilaian Financial Knowledge (X. (Mason dan Wilson, 2. , (Chen dan Volpe, 1. Financial Experience (X. (Safitri & Kartawinata, 2. , (Reviandani, 2. Self-Control (Z) (Marsela & Supriatna, (Widyaningrum & Susilarini. Kejadian yang dirasakan, dijalani, dan ditanggung Kemampuan menahan godaan atau mengarahkan diri ke arah keadaan sekitar. Indikator Comsumption Cash-flow Management Saving and Investment Credit General Knowledge Saving and Borrowing Insurance Pengalaman Perencanaan Keuangan Riwayat Pendidikan Kegiatan Menabung Mengontrol Perilaku . ehavior contro. Mengontrol Kognitif . ognitif Mengontrol keputusan . ecisional contro. Kontrol Diri Sebagai Mediator Penentu Faktor-faktor yang. (Cemarawati et al. , :1-. Hasil dan Pembahasan Evaluasi Outer Model . ji measurement mode. Gambar 3. Outer Model Uji Validitas Indikator Convergen Validity Mengambarkan sejauh mana indikator bisa menjelaskan dan berkorelasi positif satu sama lain dari variabel yang sama kemudian konveregen membentuk variabel. Untuk mengetahui nilai indikator dengan validitas konvergen yang baik dapat melihat AVE (Average Variance Extracte. dengan nilai Ou 0,50. Tabel 2. Convergent Validity Variabel Nilai AVE Financial knowledge (X. Financial experience (X. Financial management behavior (Y) Self-control (Z) Sumber: Data Primer yang diolah . Terdapat AVE sebesar 0,50 atau lebih tinggi untuk masing-masing dari empat variabel: literasi keuangan, pengalaman keuangan, perilaku pengelolaan keuangan, dan pengendalian diri. Oleh karena itu, setiap variabel memiliki sinyal yang sah. Discriminant Validity Discriminat validity melakukan hal ini dengan memeriksa nilai cross loading pengukuran Ketika terdapat nilai korelasi yang lebih baik antara konstruk dan indikatornya dalam model pengukuran daripada indikator konstruk blok lainnya, dikatakan memiliki validitas diskriminan yang sangat baik. Berikut adalah temuan dari analisis cross loading: EconBank: Journal of Economics and Banking ISSN 2685-3698 Volume 7 Nomor 1, 2025 Tabel 3. Nilai Cross Loading Item Financial Experience Financial Knowledge FEX1 FEX2 FEX3 FEX4 FKN1 FKN2 FKN3 FKN4 FMB1 FMB2 FMB3 FMB4 SCL1 SCL2 SCL3 Financial Management Behavior SelfControl Sumber: Data Primer yang diolah . Jika dibandingkan dengan variabel lainnya, nilai cross loading variabel penelitian yang ditimbulkan oleh masing-masing indikator memiliki nilai yang paling besar. Dari hasil tersebut jelaslah bahwa indikator yang digunakan dalam penelitian ini dapat diandalkan. Uji Reliabilitas Indikator Internal Consistency Menjelaskan seberapa andal setiap indikasi variabel. Nilai reliabilitas komposit, dengan nilai batas 0,7 atau lebih, dapat digunakan untuk menentukan nilai indikasi yang baik menggunakan model ini. Berikut adalah temuan dari uji reliabilitas studi: Tabel 4. Composite Reliability Value Variabel Financial knowledge (X. Financial experience (X. Financial management behavior (Y) Self-control (Z) Nilai Composite Reliability Sumber: Data Primer yang diolah . Nilai dependabilitas komposit untuk setiap variabel penelitian lebih besar atau sama dengan 0,70. Angka ini menunjukkan bahwa semua indikator yang digunakan dalam penelitian ini Indicator Reliability Mengambarkan seberapa banyak kesamaan yang dipunyai oleh masing masing indikator dalam menyusun sebuah variabel. Untuk mengetahui nilai indikator yang baik dengan model ini dapat melihat nilai outer loading dengan nilai ambang batas Ou 0,7. Kontrol Diri Sebagai Mediator Penentu Faktor-faktor yang. (Cemarawati et al. , :1-. Tabel 5. Indicator Reliability Variabel Indikator Financial Knowledge (X. FKN1 FKN2 FKN3 FKN4 Financial Experience (X. FEX1 FEX2 FEX3 FEX4 Financial Management Behavior (Y) FMB1 FMB2 FMB3 FMB4 Self Control (Z) SCL1 SCL2 SCL3 Outer Loading Sumber: Data Primer yang diolah . Nilai faktor pemuatan sebesar 0,70 atau lebih tinggi dikaitkan dengan setiap item indikator dalam penelitian ini. Data ini menunjukkan bahwa semua indikator yang digunakan dalam penelitian ini kredibel. Evaluasi Inner Model . ji structural mode. Pengaruh Langsung Path coeffisient memungkinkan pengujian hipotesis penelitian dengan menguraikan variabel dan hubungannya dalam model penelitian. Koefisien jalur dianggap signifikan secara statistik jika dan hanya jika nilai t-statistik lebih dari 1,96. Nilai koefisien jalur adalah sebagai Tabel 6. Nilai Path Coefficient Hubungan Financial Knowledge -> Self-Control Financial Experience -> Self-Control Financial Knowledge -> Financial Management Behavior Financial Experience -> Financial Management Behavior Self-Control -> Financial Management Behavior Original sample (O) Sample Std deviation t statistics mean (M) (STDEV) (O/STDEV) Sumber: Data Primer yang diolah . Hubungan antara pengetahuan keuangan (X. dan pengendalian diri (Z) merupakan pokok bahasan hipotesis pertama. Statistik t adalah 2,847 Ou 1,96 dan nilai p adalah 0,004 < 0,05, sedangkan nilai sampel asli adalah 0,228 menurut hasil pengujian. Wajar untuk mengasumsikan bahwa pengetahuan keuangan secara signifikan dan positif memengaruhi pengendalian diri, karena nilai sampel asli yang positif menunjukkan hubungan ini. Hasil regresi menunjukkan bahwa hipotesis pertama benar. Pada hipotesis kedua, kami mencari bukti bahwa pengendalian diri (Z) dipengaruhi oleh pengalaman keuangan seseorang (X. Nilai sampel asli adalah 0,485, statistik t adalah 5,489 EconBank: Journal of Economics and Banking ISSN 2685-3698 Volume 7 Nomor 1, 2025 Ou 1,96, dan nilai p adalah 0,000 O 0,05, menurut hasil pengujian. Wajar untuk menganggap bahwa pengalaman finansial secara signifikan meningkatkan pengendalian diri, karena nilai sampel awal positif, yang menunjukkan pengaruh ini. Hasil regresi menunjukkan bahwa hipotesis kedua benar. Dampak pengetahuan keuangan (X. pada tindakan manajerial di area ini merupakan subjek hipotesis ketiga. Dengan t-statistik 0,483 O 1,96 dan nilai-p 0,629 Ou 0,05, temuan menunjukkan bahwa ukuran sampel dimulai pada 0,038. Meskipun efeknya tidak signifikan secara statistik . -statistik 0,483 O 1,. , nilai sampel awal yang positif menunjukkan bahwa perilaku pengelolaan keuangan dipengaruhi secara positif oleh pengetahuan keuangan. Hasilnya, aman untuk mengatakan bahwa literasi keuangan memengaruhi praktik manajemen keuangan dengan cara yang baik tetapi tidak signifikan. Hipotesis ketiga ditolak berdasarkan temuan regresi. Dampak pengalaman keuangan sebelumnya (X. pada praktik saat ini dalam manajemen keuangan merupakan subjek hipotesis keempat. Hasilnya menunjukkan bahwa statistik-t adalah 1,244 O 1,96 dan nilai-p adalah 0,214 > 0,05. Hasilnya juga menunjukkan bahwa nilai sampel asli adalah 0,122. Bahkan jika pengalaman finansial memiliki pengaruh yang menguntungkan pada perilaku pengelolaan keuangan, pengaruhnya tidak signifikan secara statistik . tatistik-t 1,244 O 1,. , meskipun nilai sampel awal positif. Jadi, aman untuk mengatakan bahwa pengalaman finansial masa lalu memang memengaruhi metode pengelolaan uang, meskipun Temuan analisis regresi menunjukkan bahwa hipotesis keempat ditolak. Pada hipotesis keenam, kita melihat bagaimana pengendalian diri (Z) memengaruhi perilaku pengelolaan keuangan (Y). Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai-p kurang dari 0,05, statistik-t lebih dari atau sama dengan 1,96, dan nilai sampel awal adalah 0,417. Karena nilai sampel awal positif, yang menunjukkan bahwa pengendalian diri memiliki dampak yang baik, kita dapat menyimpulkan bahwa pengendalian diri memiliki pengaruh positif dan besar terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Berdasarkan hasil regresi, hipotesis kelima dapat Pengaruh Tidak Langsung (Medias. Tujuan penilaian dampak tidak langsung adalah untuk mengidentifikasi jenis variabel intervening, seperti variabel mediasi lengkap, variabel mediasi parsial, atau variabel yang tidak memediasi sama sekali. Berikut ini adalah penjelasan hasil hubungan tidak langsung dari uji Tabel 7. Hubungan Pengaruh Tidak Langsung (Indirect Effec. Ori sample (O) Sample mean (M) Std deviation (STDEV) t statistics (O/STDEV) p-values FKN-> SCL-> FMB FEX-> SCL-> FMB Hubungan Sumber: Data Primer yang diolah . Menunjukkan hubungan di mana pengendalian diri bertindak sebagai perantara. Hipotesis 6 menyelidiki peran pengendalian diri sebagai mediator antara pengetahuan keuangan dan praktik pengelolaan uang yang baik. Dengan nilai-p 0,015 < 0,05, statistik-t 2,422 > 1,96, dan nilai sampel asli 0,098, hasilnya menunjukkan bahwa pengendalian diri bertindak sebagai variabel mediator antara perilaku pengelolaan keuangan dan pengetahuan keuangan. Sejauh menyangkut perhitungan, hipotesis keenam berlaku. Peran mediasi pengendalian diri dalam hubungan antara tindakan pengelolaan keuangan dan pengalaman keuangan adalah subjek hipotesis ketujuh. Perilaku pengelolaan keuangan secara positif dan signifikan dipengaruhi oleh pengalaman keuangan, dengan pengendalian diri berfungsi sebagai variabel mediasi, menurut hasil . tatistik-t 3,530 > 1,96, nilai-p 0,000 < 0,. Nilai awal sampel adalah 0,209. Hasil perhitungan mendukung hipotesis ketujuh berlaku. Kontrol Diri Sebagai Mediator Penentu Faktor-faktor yang. (Cemarawati et al. , :1-. Pembahasan Pengaruh Financial Knowledge Terhadap Self-Control Dalam penelitian ini, pengetahuan finansial terbukti memiliki dampak positif dan substansial terhadap pengendalian diri . ilai-p 0,004 < 0,. , menurut temuan. Nilai sampel awal adalah 0,228, dan statistik-t adalah 2,847 > 1,96. Dengan menggunakan TPB sebagai kerangka kerja, penelitian ini menunjukkan bahwa literasi finansial memengaruhi pengendalian Bagian pengetahuan seseorang berisi informasi yang, menurut teori ini, merupakan salah satu elemen latar belakang yang menentukan maksud dan tujuan mereka dalam berperilaku (Ajzen, 1. Studi lapangan menemukan bahwa orang dapat meningkatkan pengendalian diri mereka jika mereka memiliki pemahaman dasar tentang keuangan pribadi, asuransi, pinjaman dan tabungan, dan peluang investasi termasuk topik-topik seperti suku bunga pasar dan bahaya Pengaruh Financial Experience Terhadap Self-Control Studi lapangan menemukan bahwa orang dapat meningkatkan pengendalian diri mereka jika mereka memiliki pemahaman dasar tentang keuangan pribadi, asuransi, pinjaman dan tabungan, dan peluang investasi termasuk topik-topik seperti suku bunga pasar dan bahaya Salah satu faktor yang dapat memengaruhi cara seseorang mengelola uangnya adalah tingkat pengalaman mereka, jika gagasan ini dapat dipercaya (Ajzen, 1. Kemampuan seseorang untuk menahan diri berkorelasi positif dengan tingkat pendidikan, keterampilan perencanaan keuangan, pengalaman investasi, dan tabungan untuk tujuan masa depan. Pengaruh Financial knowledge Terhadap Financial Management Behavior Menurut penelitian ini, pengetahuan keuangan memiliki pengaruh yang kecil namun positif terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Nilai sampel awal adalah 0,038, t-statistik adalah 0,483 O 1,96, dan nilai-p adalah 0,629 Ou 0,05. Pengetahuan tentang masalah keuangan memengaruhi tindakan yang diambil oleh manajer keuangan, menurut Teori Perilaku Terencana (TPB) dalam penelitian ini. Salah satu faktor yang mendasari teori ini yang berfungsi untuk menjamin tujuan dan sasaran perilaku seseorang adalah unsur informasi dalam bagian pengetahuan mereka (Ajzen, 1. Di sisi lain, perilaku pengelolaan keuangan pengguna layanan BNPL tidak terpengaruh oleh komponen informasi yang termasuk dalam pengetahuan keuangan, menurut temuan studi tersebut. Bahkan dengan pemahaman yang luas tentang keuangan pribadi, asuransi, tabungan dan pinjaman, peluang investasi, suku bunga pasar, dan bahaya terkini, temuan survei lapangan menunjukkan bahwa orang masih gagal meningkatkan perilaku pengelolaan keuangan mereka. Pengaruh Financial Experience Terhadap Financial Management Behavior Penelitian ini menemukan bahwa pengalaman keuangan memiliki pengaruh yang menguntungkan terhadap perilaku pengelolaan keuangan, meskipun pengaruh ini tidak signifikan secara statistik, berdasarkan nilai sampel asli sebesar 0,122, t-statistik sebesar 1,244 O 1,96, dan nilai-p sebesar 0,214 Ou 0,05. Teori Perilaku Terencana (TPB) penelitian ini menyatakan bahwa perilaku pengelolaan uang seseorang dipengaruhi oleh pengalaman keuangan sebelumnya. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi cara seseorang mengelola uangnya adalah tingkat pengalamannya, jika gagasan ini dapat dipercaya. Perilaku pengelolaan uang pengguna tidak dipengaruhi oleh pengalaman sebelumnya, menurut temuan penelitian Siapa pun yang memiliki pengetahuan tentang investasi, tabungan, pendidikan, dan perencanaan keuangan tidak dapat mengubah perilaku mereka dalam hal mengelola uang mereka, menurut temuan studi lapangan. EconBank: Journal of Economics and Banking ISSN 2685-3698 Volume 7 Nomor 1, 2025 Pengaruh Self-Control Terhadap Financial Management Behavior Penelitian ini menemukan bahwa pengendalian diri secara signifikan memengaruhi perilaku pengelolaan uang menjadi lebih baik. Statistik t sebesar 5,456 > 1,96 dan nilai p sebesar 0,000 < 0,05, bersama dengan nilai sampel asli sebesar 0,417, menyiratkan hal ini. Teori Perilaku Terencana (TPB) penelitian ini memprediksi bahwa mempraktikkan pengendalian diri secara signifikan meningkatkan kebiasaan pengelolaan uang seseorang. Keyakinan seseorang terhadap kemampuan mereka sendiri untuk mengelola uang mereka dengan bijak meningkat ketika mereka menunjukkan pengendalian diri, yang terkait dengan "persepsi pengendalian perilaku" dalam hipotesis ini. Kemampuan seseorang untuk mengelola uang mereka sendiri bergantung pada tingkat pengendalian diri mereka, yang membantu mereka menghadapi tekanan internal dan eksternal. Salah satu cara untuk mengelola keuangan seseorang dengan lebih baik adalah dengan memikirkan bagaimana memanfaatkan layanan paylater akan memengaruhi tujuan jangka panjang seseorang, meneliti harga dan bunga yang terlibat sebelum melakukan pembelian, dan menunda melakukan pembelian hingga nanti. Peran Mediasi Self-Control Dalam Hubungan Antara Financial Knowledge Terhadap Financial Management Behavior Generasi Z di Wonosobo yang menggunakan layanan BNPL memiliki pengendalian diri yang lebih baik dalam mengelola keuangannya. Hal ini dibuktikan dengan nilai pengaruh tidak langsung . sebesar 0,098 dan nilai t-statistik sebesar 2,422 > 1,96 serta nilai p-value sebesar 0,015 < 0,05. Tindakan seseorang dalam mengelola keuangan dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh tingkat pengetahuan keuangan yang dimilikinya, dan pengaruh tersebut dimoderasi oleh faktor pengendalian diri. Berdasarkan penerapan Theory of Planned Behavior (TPB) dalam penelitian ini, informasi keuangan berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan melalui pengendalian diri. Jika gagasan ini benar, maka pengetahuan adalah kekuatan, dan ketika orang menahan diri, mereka meningkatkan "persepsi pengendalian perilaku" mereka dan, pada gilirannya, meningkatkan kepercayaan diri mereka terhadap kemampuan mereka untuk mengelola uang mereka dengan bijak. Kemampuan seseorang dalam mengelola uang mereka sendiri bergantung pada tingkat pengendalian diri mereka, yang membantu mereka menghadapi tekanan internal dan eksternal. Karena ada korelasi yang signifikan antara pengetahuan finansial dan pengendalian diri, dan korelasi yang tidak signifikan antara pengetahuan finansial dan perilaku pengelolaan finansial, kita dapat menyimpulkan bahwa pengendalian diri bertindak sebagai mediator yang lengkap antara keduanya. Survei lapangan menemukan bahwa orang-orang dengan pemahaman umum tentang keuangan pribadi, asuransi, tabungan, pinjaman, dan investasiAiserta suku bunga pasar dan risiko yang terkait dengannyaAilebih mampu mengelola uang mereka. Ini termasuk kemampuan untuk menunda pembelian hingga nanti, untuk meneliti dan memahami biaya dan bunga sebelum menggunakan paylater, dan untuk memikirkan bagaimana keputusan ini akan memengaruhi tujuan finansial jangka panjang mereka. Peran Mediasi Self-Control Dalam Hubungan Antara Financial experience Terhadap Financial Management Behavior Generasi Z yang menggunakan layanan BNPL di Wonosobo menunjukkan praktik yang dipengaruhi oleh pengendalian diri dalam pengelolaan keuangan. Nilai p sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t-statistik sebesar 3,530 Ou 1,96, bersama dengan nilai dampak tidak langsung . sebesar 0,209, memberikan bukti untuk hal ini. Tingkat pengendalian diri seseorang memediasi efek positif dan substansial dari pengalaman keuangan sebelumnya terhadap perilaku yang berkaitan dengan pengelolaan uang. Kontrol Diri Sebagai Mediator Penentu Faktor-faktor yang. (Cemarawati et al. , :1-. Penelitian ini menerapkan Teori Perilaku Terencana (TPB) untuk menunjukkan bahwa pengendalian diri memediasi hubungan positif dan signifikan secara statistik antara perilaku pengelolaan keuangan dan pengalaman keuangan. Keinginan yang kuat untuk mencapai sesuatu merupakan indikator kuat bahwa seseorang benar-benar akan melakukan sesuatu tentang hal itu, menurut konsep tersebut. Dengan menyelidiki interaksi antara sikap, norma sosial, dan pengendalian perilaku, kita dapat memahami perilaku manusia dengan lebih baik dan membuat prediksi yang lebih akurat. Mengingat adanya hubungan yang kuat antara pengendalian diri dengan pengalaman keuangan, tetapi tidak adanya hubungan antara pengalaman keuangan dengan perilaku pengelolaan keuangan, maka dapat disimpulkan bahwa pengendalian diri berperan sebagai mediator antara keduanya. Temuan dari survei lapangan menunjukkan bahwa individu dengan pengalaman investasi, keterampilan perencanaan keuangan, pendidikan, dan keinginan untuk menabung dapat meningkatkan perilaku pengelolaan keuangan mereka dengan menunda pembelian, meneliti biaya dan bunga sebelum menggunakan paylater, dan memikirkan bagaimana tindakan ini akan memengaruhi tujuan keuangan jangka panjang mereka. Simpulan Temuan penelitian menunjukkan korelasi yang menguntungkan dan signifikan secara statistik antara pengendalian diri dan perilaku pengelolaan keuangan serta literasi keuangan. Baik pengalaman finansial maupun pengendalian diri memoderasi hubungan antara keduanya, dan kedua faktor tersebut berdampak positif tetapi tidak signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Generasi Z harus lebih memperhatikan pengetahuan, pengalaman, dan pengendalian diri finansial mereka jika mereka ingin menjadi lebih baik dalam mengelola uang Karena peneliti membatasi sampel pada penduduk Wonosobo yang berusia 18-25 tahun, penelitian ini tidak memberikan gambaran yang menyeluruh tentang topik tersebut. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya dapat mengatasi kekurangan penelitian ini dengan menambah ukuran sampel atau memperluas populasi yang diteliti. Hal ini akan menghasilkan temuan yang lebih tepat. Referensi