PUBLIPRENEUR POLIMEDIA: JURNAL ILMIAH JURUSAN PENERBITAN POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF Vol. No. Juni 2022 hal. Submitted: 12 Dec 2021 Revised: 1 May 2022 Accepted: 25 May 2022 THE CONNECTION BETWEEN MASS MEDIA AND NEW CULTURE DURING THE PANDEMIC COVID-19 IN WEST JAKARTA Mohammad Ismed1*. Dani Setiadarma2. Wahyu Hidayat3. Ni Wayan Puja S4 1Politeknik Negeri Media Kreatif 234Universitas Dian Nusantara E-mail: mohammad. ismed@polimedia. id1, dani. setiadarma@undira. 211192122@mahasiswa. id3, 211192099@mahasiswa. ABSTRACT This article discusses the relationship between mass media coverage and the new culture that emerged as a result of the Covid-19 pandemic. This pandemic has had a tremendous impact, not only from a health perspective, but also from a cultural perspective. Many habits that already exist in society have changed after the consequences of the Covid-19 pandemic. This is certainly something interesting to study, which can provide useful insights for the future. The Covid-19 pandemic gave humans the impetus to adapt to circumstances, one of which was to develop new things. The purpose of this study was to determine the relationship between the mass media and the new culture in order to describe cultural change and how the mass media communicated which had an impact on cultural change. Keyword: Covid. Media Satisfaction. Behavior Change. Culture HUBUNGAN MEDIA MASSA DENGAN BUDAYA BARU DIMASA PANDEMI COVID-19 DI JAKARTA BARAT ABSTRAK Artikel ini membahas hubungan pemberitaan media massa dengan budaya baru yang muncul akibat pandemi Covid-19. Pandemi ini memberikan dampak yang luar biasa, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga perubahan dari sisi budaya. Banyak kebiasaan yang sudah ada dalam masyarakat mengalami perubahan setelah akibat dari pandemi Covid19. Hal itu tentunya menjadi sesuatu yang menarik untuk dikaji, yang dapat memberikan insight bermanfaat untuk masa yang akan datang. Sebuah kejadian luar biasa. Pandemi Covid-19, memberikan dorongan pada manusia untuk beradaptasi dan menyesuaikan dengan keadaan, salah satunya adalah mengembangkan hal-hal yang baru. Tujuannya adalah untuk dapat mengetahui hubungan media massa dengan budaya baru agar dapat mendeskripsikan perubahan budaya dan bagaimana media massa melakukan komunikasi yang berdampak pada perubahan Budaya. Kata kunci: Covid. Kepuasan Media. Perubahan Perilaku. Budaya PENDAHULUAN Berdasarkan data dari Gugus Tugas Covid19, hingga bulan Juni 2020 telah terjadi 385 kasus baru pasien positif Covid-19 di seluruh Indonesia dimana kota Jakarta tercatat sebagai propinsi yang mendapat penambahan tertinggi. Akibatnya Pemprov DKI Jakarta Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Juni 2022 hal. PSBB diungkapkan oleh Gubernur Anis Baswedan melalui media baik itu media massa maupun media sosial. Selain itu pemerintah provinsi juga makin menggiatkan sosialisasi protokol Dari beberapa hal di atas jelas bahwa adanya dasar yang cukup kuat dengan kejadian pandemi ini untuk dapat memunculkan budaya baru. Hal ini menjadi penting untuk ditelaah dikarenakan pada saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melihat dimulainya budaya baru. Menurut RB Consulting banyak sekali aspek yang terdampak oleh Covid-19. Seperti di bawah masyarakat tetapi justru memberikan suatu Masyarakat harus bisa menilai bahwa hal yang dianggap penting oleh media merupakan hal yang harus dipikirkan juga oleh masyarakat. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, untuk meneliti populasi atau sampel tertentu yang bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2014:. Dalam penelitian ini, penulis ingin mengetahui atau mengukur hubungan antara komunikasi massa dengan budaya baru. Variabel yang akan diuji dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu variabel (X) yang terdiri dari satu variable, yaitu komunikasi massa. Sedangkan variabel (Y) terdiri dari satu variabel yaitu budaya baru. Metode statistik eksplanatif digunakan untuk mengetahui hasil sebaran data kategori jawaban dan merupakan memberikan informasi yang berguna dan juga menatanya ke dalam bentuk yang siap untuk dianalisis. Dengan kata lain, statistika eksplanatif ini merupakan fase yang membicarakan mengenai termasuk penyajian data. Dalam statistik eksplanatif ini dibahas mengenai ukuran-ukuran statistik seperti ukuran sebaran, dan ukuran lokasi dari Sedangkan hubungan antar variabel penelitian. Sumber: RB Consulting 2020 dalam Liputan6. Lalu bagaimana dari sisi budaya secara lebih spesifik? Apa saja aktifitas yang berubah menurut masyarakat secara lebih detail? Tidak bisa dipungkiri bahwa Covid-19 merupakan pemicu perubahan dalam segala aspek kehidupan masyarakat. Termasuk mengkonsumi informasi melalui media. Begitu banyak informasi yang menyebar kepada masyarakat dan tidak sedikit pula yang salah alias hoax. Disinilah peran penting media massa dalam kondisi masyarakat seperti sekarang ini. Tanpa media massa, masyarakat tidak akan pernah tahu seberapa menakutkannya covid-19 ini, perkembangan kasus diberbagai negara serta cara untuk mencegah penularan virus Untuk itu, media massa harus menyampaikan berita yang sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik dengan prinsipprinsip jurnalisme. Fungsi media massa bukan untuk mempengaruhi pikiran Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Juni 2022 hal. Dalam pengambilan sampel pada penelitian ini peneliti menggunakan metode Purposive Sampling, yang merupakan teknik untuk menentukan sampel penelitian dengan beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa lebih representatif. (Sugiyono: 2. Dari populasi warga Jakarta, peneliti mempertimbangkan profil masyarakat yang memiliki keterkaitan erat dengan adanya corona, beberapa diantaranya adalah mahasiswa yang tidak lagi dapat kuliah secara tatap muka, karyawan yang saat ini memiliki opsi work from home, ibu rumah tangga dan juga pedagang yang mengalami penurunan omzet dalam usahanya. Karena diketahui dengan pasti, maka penentuan jumlah sampel minimal dalam penelitian ini mengacu pada penggunaan rumus Hair. Hair et al. , . menyatakan bahwa banyaknya sample sebagai responden harus disesuaikan dengan banyaknya indikator pertanyaan yang digunakan pada kuesioner dengan asumsi n x 5 jumlah indikator sampai dengan n x 10 jumlah indikator. Dalam penelitian ini ada 7 indikator yang digunakan, yaitu 6 indikator untuk mengukur kepuasan dan 1 indikator untuk mengukur perubahan, sehingga jumlah responden yang digunakan adalah 7 dikali 5 sama dengan 35 Oleh karena itu peneliti akan karyawan, pedagang, dan ibu rumah tangga, dengan masing-masing kriteria sebanyak 35 sampel, sehingga total penelitian ini adalah 140 sampel. Penelitian ini membutuhkan data - data sebagai penunjang untuk mengolah data atau menganalisa data melalui metode Proses pengumpulan data didasarkan pada jenis data primer, dimana pengumpulan data melalui Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini kuesioner dengan pertanyaan terbuka dan tertutup, artinya responden tinggal memilih jawaban yang telah tersedia. Misalnya AuBerikan pendapat anda tentang 5 aktifitas baru setelah pandemi covid-19! Lalu setelah pertanyaan pertanyaan tertutup dan diminta untuk pertanyaannya dengan menggunakan Skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok (Sugiyono, 2016 : . Persetujuan responden terhadap pernyataan dalam kuesioner dibuat dengan skala 1-5. Bentuk skala Likert yang digunakan yakni: Sangat Setuju (SS). Setuju (S). Netral (N). Tidak Setuju (TS). Sangat Tidak Setuju (STS). Dengan pengukuran skor sebagai berikut: Sangat Tidak Setuju = 1 Tidak Setuju = 2 Netral = 3 Setuju = 4 Sangat Setuju = 5 Pengolahan data yang dilakukan secara berurutan adalah sebagai berikut: Pemeriksaan Data (Editin. Pengkodean (Codin. Tabulasi Data. Uji Normalitas Data. Teknik Statistik. Data yang didapatkan dari hasil Uji Validitas. Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Juni 2022 hal. Uji Reliabilitas Uji t Kriteria pengujian: Ho diterima jika Aet-tabel O t-hitung O ttabel Ho ditolak jika Aet-hitung < t-tabel atau t-hitung >t-tabel HASIL DAN PEMBAHASAN Sesuai dengan metode diatas, penelitian ini menggunakan dua alat ukur dimana kedua alat ukur dinyatakan valid dengan nilai reliabilitas untuk alat ukur Kepuasaan Media Massa sebesar 0. 9 dan alat ukur Perubahan Budaya sebesar 0,689. Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa sebanyak 57 responden, yakni 39. Covid19 melalui media massa Televisi. Lalu melalui media sosial, 10 . ,9%) dan responden . ,9%). Walaupun, media sosial tidak termasuk ke dalam jenis media massa, menarik bahwa kombinasi media massa dan media sosial sebagai respons dari para responden ketika ditanyakan informasi yang didapat dari Hal ini menandakan bahwa media sosial di persepsikan berbeda di dalam pandangan responden. Dari ketiga pertanyaan mengenai perilaku yang diamati pada masa Covid19, rata-rata pendapat responden berada pada angka 2,94 ukup beruba. dari sebelum Covid-19 hingga saat ini. Perubahan perilaku yang paling dinilai berubah, memiliki rata-rata paling tinggi Kesehatan senilai 3,26, lalu kegiatan online sebanyak 3,25 dan usaha lainnya sebanyak 3,09. Hal yang menarik lainnya adalah perilaku liburan yang hanya muncul pada perilaku ketiga sebagai perilaku yang diamati perubahannya, dan dinilai cukup berubah senilai 2,57. Dilihat dari seluruh keseluruhan, maka dapat diketahui bahwa seluruh item memiliki rata-rata diatas 3, yang menandakan bahwa responden cukup puas hingga sangat puas terhadap komunikasi yang dilakukan oleh media Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Juni 2022 hal. Sehingga nilai rata-rata variabel Kepuasan Media Massa (X) dengan jumlah sampel sebanyak 144 adalah 87 dengan standar deviasi sebesar 4,93861. Sedangkan nilai rata-rata variabel pendapat mengenai perubahan budaya (Y) dengan jumlah sampel sebanyak 144 adalah 2. 8958 dengan standar deviasi sebesar 0. 69683 yang menunjukkan bahwa seluruh responden yang digunakan dalam penelitian ini penelitian yaitu mereka yang memiliki dan menggunakan media jaringan internet dalam memperoleh informasi Sedangkan nilai standar deviasi sebesar 69683 dan mean sebesar 2. 8958 artinya data kurang bervariasi karena nilai standar deviasi lebih kecil daripada nilai rata-rata . Berdasarkan hasil penghitungan Secara keseluruhan dari hasil jawaban kuesioner yang diterima peneliti berdasarsarkan hasil tersebut menunjukan adanya sebelum dan setelah terjadinya Covid19. Adapun perilaku yang muncul sebagai yang banyak diamati berubah adalah perilaku protokol menabung/berhemat kegiatan online (Belajar, bekerj. Berdasarkan penilaian responden, rata-rata kepuasan pada dimensi kepuasan media massa adalah 3,65. ebih besar dari skala 3/cukup Hal ini menunjukan bahwa responden menilai lebih dari cukup puas untuk kepuasannya terhadap media massa dalam menyampaikan informasi mengenai Covid-19. Item rata-rata kepuasannya adalah pemahaman terkait informasi yang diberikan media massa. Besarnya signifikansi 0,998 > 0,05 artinya antara menerima Ho dan menolak H1 yang menyimpulkan bahwa variabel yang diajukan dalam penelitian ini yaitu kepuasan berhubungan dengan perubahan perilaku sebelum dan setelah Covid19. Hubungan di antara keduanya sangat rendah, sehingga bisa disimpulkan walaupun responden menyatakan adanya perubahan, dan juga menyatakan puas terhadap informasi yang disampaikan oleh media massa, keduanya tidak Berdasarkan signifikansi . -taile. Dimana 0,998 > 0,05 artinya antara variabel X dan Y tidak terdapat hubungan yang signifikan. Uji korelasi merupakan uji statistik yang hanya hubungan antara dua variabel atau lebih dari penelitian atau seberapa besar hubungan antar variabel penelitian. Diketahui rhitung = 0,00 dan rtabel = 0,1367 0,00 < 0,1367 maka H0 ditolak artinya antara variabel X dan Y tidak terdapat hubungan positif. KESIMPULAN Berdasarkan hasil di atas maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Adapun Publipreneur Polimedia: Jurnal Ilmiah Jurusan Penerbitan Politeknik Negeri Media Kreatif Vol. No. Juni 2022 hal. Media massa masih dinyatakan sebagai media yang penting untuk menyampaikan pesan, khususnya televisi sebagai yang paling banyak disebut 39. 6% untuk sumber informasi. Namun demikian, banyak yang menyebutkan media sosial, spesifik sebagai kombinasi dari televisi, yang menunjukkan tak cukup melalui media massa saja namun juga harus dilengkapi dengan informasi di media sosial. penelitian ini adalah sebagai berikut: Perubahan yang terjadi dalam Covid-19 merupakan hal yang berdasarkan langsung dengan komunikasi media Oleh karena itu perlu untuk diteliti faktor-faktor lain perubahan Berdasarkan didasarkan lebih dalam seperti mungkin faktor motivasi, sosialkontribution, . erintah pemerinta. dan lain Melihat dari perilaku-perilaku yang muncul dari responden dapat diketahui juga bahwa walaupun tidak langsung berhubungan dengan perubahan perilaku, pesan yang disampaikan mengenai Covid-19 masuk ke dalam masyarakat. Salah satu perilaku yang jelas adalah mengenai protokol kesehatan yang spesifik terkait Covid-19. Hal ini juga responden mengenai komunikasi media massa yakni cukup puas, puas dan sangat puas ter-refleksikan jawaban-jawaban responden berikan. Walaupun langsung, peran komunikasi massa untuk memberikan informasi yang pandemi Covid-19 tetap berperan penting untuk memberikan pesan yang benar terkait hal-hal yang perlu dilakukan, bagaimana melakukan dan juga memberikan keyakinkan kepada masyarakat, sehingga ke menggunakan media massa dalam menyebarkan informasi kepada DAFTAR PUSTAKA