Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA (Studi Pada Masyarakat Kelurahan Penana. Yayu Rahmawati Mayangsari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mbojo Bima Firdaus Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mbojo Bima firdaus2magister@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Pola komunikasi orang tua dalam mengatasi kenakalan remaja yang terjadi di Kelurahan Penanae. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teori Penetrasi sosial dalam prespektif ilmu komunikasi. Penentuan key informan dalam penelitian ini adalah dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi serta Teknik analisa data dengan reduksi data, model data dan penarikan kesimpulan dengan tringulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kasus kenakalan remaja di Kelurahan Penanae terus meningkat, berbagai kasus seperti pernikahan dini, perkelahian, pemakaian obat-obatan, mabuk-mabukan, dll terus terjadi. Bertambahnya angka kenakalan remaja tidak hanya meresahkan para orang tua, namun juga berbagai pihak seperti Masyarakat, dan Pemerintah. Presentasi kenaikan angka problema sosial yang menggerogoti anak bangsa disebabkan oleh berbagai faktor seperti Pergaulan, lingkungan keluarga tidak harmonis, kurangnya pendidikan agama, ekonomi yang tidak kondusif, dan lain-lain. Dalam mengatasi kenakalan remaja yang cukup memprihatikan orang tua melakukan beberapa upaya seperti: melakukan pengawasan terhadap anak, memberikan kebutuhan anak, melakukan pendekatan emosional, memberikan landasan yang kokoh, membimbing dan mengendalikan perilaku anak, memberikan berbagai pengalaman hidup yang normal, mengajarkan cara berkomunikasi, membantu anak menjadi bagian dari keluarga, memberi teladan, dan memberikan dukungan, dorongan serta motivasi. Selain itu orang tua harus pintar-pintar menempatkan diri. Kata Kunci: Komunikasi . Orang tua. Kenakalan Remaja Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 PENDAHULUAN Tumbuh masalah bagi dirinya dan pada masyarakat di sekitarnya, sebab pribadinya belum zaman sekarang sudah tidak bisa lagi stabil dan matang. Remaja yang seharusnya Baru-baru ini kita sering mendengar menjadi kader-kader penerus bangsa kini berita di televisi, radio maupun di surat tidak bisa lagi menjadi jaminan untuk kabar yang disebabkan oleh kenakalan kemajuan Bangsa dan Negara. Masa remaja sering dianggap sebagai masa yang pemerkosaan yang dilakukan oleh pelajar, paling rawan dalam proses kehidupan perkelahian, pemakaian obat-obatan, seks manusia, bahkan sampai di sebut sebagai bebas yang sebagian besarnya berimbas masa pemberontakan. Kehidupan remaja pada aborsi sementara sebagian kecilnya pada masa kini mulai memprihatinkan. berimbas pada pernikahan dini, minuman Bahkan keras, membolos sekolah, kebut-kebutan di jalan, hingga tindakan Kriminal seperti Masa mencuri, dan lain-lain. Bentuk kenakalan remaja yang sekarang ini marak dilakukan peralihan dari satu tahap ke tahap di Kota Bima seperti tawuran antar berikutnya dan mengalami perubahan baik pelajar, penyalahgunaan obat-obatan dan emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan seks bebas. juga penuh dengan masalah-masalah Tauran antar pelajar selalu menjadi (Hurlock, 2. Oleh karenanya, remaja bahan perbincangan di setiap tahunnya. sangat rentan sekali mengalami masalah Ini memang bukan perkara baru bagi psikososial, yakni masalah psikis atau dunia pendidikan di Kota Bima, bahkan kejiwaan yang timbul sebagai akibat hal ini sempat menjadi topik pembicaraan terjadinya perubahan sosial. Pada masa ini dan tren. Tawuran antar pelajar saat ini remaja seakan-akan berpijak antara dua kutub yaitu kutub yang lama . asa anak- mengganggu ketertiban dan merupakan ana. yang akan ditinggalkan dan kutub Tawuran yang terjadi bukan yang baru . asa dewas. yang masih akan hanya disekolah saja, namun juga di Dengan keadaan yang belum berbagai tempat umum. Hal ini akan pasti inilah remaja sering menimbulkan masalah yang Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 fasilitas-fasilitas umum. Tentu saja ini Hal ini menegaskan bahwa saat ini bukan hal yang mudah bagi pihak sekolah perlindungan anak dari bahaya narkoba ataupun masyarakat untuk menghentikan masih belum cukup efektif. Walaupun aksi tersebut. Hal ini dilakukan karena Pemerintah dalam UU Perlindungan Anak melihat senjata yang pelajar gunakan nomor 23 tahun 2002 dalam pasal 20 bukan senjata biasa. Biasanya para pelajar menggunakan batu dan kayu sebagai Pemerintah, masyarakat, keluarga, dan senjata, atau yang lebih parah lagi mereka orang tua berkewajiban dan bertanggung menggunakan senjata tajam, seperti besi, pisau, ataupun parang yang tentu saja bisa perlindungan anak. Namun perlindungan menyebabkan kematian. anak dari narkoba masih jauh dari Maraknya Negara, remaja juga telah merusak mental dan Seks bebas juga menjadi fenomena Moral serta berpengaruh besar pada pendidikan dikalangan pelajar. Mereka tawuran antar pelajar dan penyalahgunaan sangat mudah sekali mendapatkan barang narkoba, dan sepertinya seks bebas telah haram tersebut. Bahkan diantara teman menjadi tren tersendiri. Bahkan seks bebas mereka pun ada yang menjadi bandar di luar nikah yang dilakukan oleh remaja. Alasan mereka memakai narkoba pelajar dan mahasiswa bisa dikatakan sebenarnya hanya ingin mencoba tapi bukanlah suatu kenakalan lagi, melainkan lama-kelamaan menjadi ketagihan dan sesuatu yang wajar dan telah menjadi Kasus pemakaian narkoba oleh pelaku den gan tingkat Pada tanggal 26 November 2015 , pendidikan SMP hingga Kota Bima sempat di hebohkan oleh kasus mahasiswa setiap tahun terus bertambah. tawuran antar pelajar yang melibatkan Fakta ini begitu mengkhawatirkan karena Murid SMK 3 dan SMA 2 Kota Bima. Kejadian narkoba, khususnya di kalangan usia perhatian banyak publik. Kenapa tidak, tawuran tersebut berlangsung selama tiga HIV/AIDS anak-anak, hari berturut-turut di tambah posisi Kedua sekolah yang terletak berdekatan tepatnya Kasus Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 Dapat di simpulkan bahwa pada sekolah, namun juga aktifitas masyarakat tahun 2014 Bahwa presentase kasus Kejadian narkotika kurang lebih 10,91%. Sementara tahun 2015 perkara pidana biasa sebanyak waulupun begitu hal yang sama tetap saja 351 perkara, sedangkan 41 di antaranya terulang hingga akhirnya pihak sekolah merupakan perkara narkotika, dengan baik di SMK 3 maupun di SMA 2 persentase 11,42%. Sementara tahun 2016 terpaksa harus meliburkan siswanya untuk per 31 Agustus, jumlah perkara pidana mencegah terjadinya aksi yang lebih biasa sebanyak 289 perkara. 35 di antaranya merupakan perkara narkotika. Pada perkelahian antar pelajar terjadi di SMA dengan persentase 12,11%. 3, peristiwa yang sama juga terjadi di Penanae SMA 5. Tidak hanya terjadi di Kota Bima, masalah yang serupa terjadi. Pada tanggal masalah yang sama juga terjadi di 8 Desember 2016 pemuda di Kelurahan Kabupaten Bima, contohnya saja kasus Penenae terlibat perkelahian. Masalah ini perkelahian di SMA 1 Belo. Hal ini membuktikan bahwa perilaku kenakalan seharusnya bisa di selesaikan dengan cara remaja telah menyebar dengan cepat baik-baik, namun keadaan emosi remaja tampa bisa di cegah lagi. yang masih belum stabil membuat mereka Perkembangan pencandu narkoba di terlibat perkelahian yang sangat sulit di Bima semakin pesat. Para pencandu Perkelahian narkoba pada umumnya berusia antara 12 melibatkan dua orang menjadi semakin sampai 20 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. perkelahian antar geng, jika sudah seperti Berdasarkan ini akan semakin sulit di atasi. Kenapa Pengadilan Negeri (PN) Bima, tidak kesalahan dalam mengartikan rasa membuktikan bahwa kasus narkoba terus kesetiakawan membuat mereka menuntut saja meningkat. Sementara perkara pidana balas dendam. Dalam hal ini hukum mata biasa menunjukkan angka penurunan. di balas mata, gigi di balas gigi belaku. yang awalnya Pada tahun 2014, jumlah perkara pidana Hampir Sebagian besar tawuran biasa sebanyak 394 perkara, 43 di antar pelajar atau antar geng yang terjadi Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 hamil di luar nikah. Masalah ini berawal mengartikan kesetiakawanan. Pemahaman dari seks bebas. Hal ini tentu saja tidak arti sebuah persahabatan memang perlu dipahami oleh masing-masing individu sebelumnya sangat kental dengan nilai, pelajar itu sendiri. Tawuran antar pelajar norma dan aturan. Budaya Bima yang yang didasari oleh rasa kesetiakawanan harus segera di hentikan. Karna hal ini perlahan terurai dengan berbagai masalah akan memicu, kawan-kawan yang lain yang terjadi. Khususnya melibatkan para untuk mendapatkan hak atau perlakuan remaja sebagai generasi penerus Bangsa yang nantinya akan bertanggung jawab masalah atau dengan kata lain balas Budaya Bima atas Negeri dan Tanah Air ini. Pada akhirnya lingkaran balas Meningkatnya dendam tersebut tidak juga berakhir karna yang terjadi di Bima, khususnya di Penanae saat ini di sebabkan oleh berbagai dengan melakukan pembalasan. Penanae. Salah keluarga, beberapa penyebabnya seperti mengonsumsi narkoba biasanya diawali kurang mendapat kasih sayang orang tua, dengan perkenalannya dengan rokok. perselisihan di dalam keluarga yang Kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menyebabkan keadaan keluarga yang menjadi hal yang wajar di kalangan tidak harmonis . roken hom. Terlalu pelajar saat ini, bahkan anak SMP di memanjakan anak dan didikan yang keras Penanae diam-diam telah menjadi perokok Dari kebiasaan inilah, pergaulan Selain terus meningkat, apalagi ketika pelajar komunikasi fakum yang terjadi pada tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang tua dan anak menjadi penyebab orang-orang lainnya, hal ini dikarenakan tidak ada pencandu narkoba. Awalnya mencoba, keterbukaan antara orang tua dan anak lalu kemudian mengalami ketergantungan. mengenai masalah-masalah yang terjadi. Masalah lainnya yang terjadi di Faktor lainnya adalah faktor internal Penanae meningkatnya angka pernikahan yang berasal dari diri remaja sendiri Remaja putri yang bahkan baru seperti. Rendahnya mental dan emosional berusia 14 tahun terpaksa menikah karna akan pentingnya moralitas, sehingga tentu Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 saja mengakibatkan mereka lebih mudah pola komunikasi yang sesuai dan cocok terpengaruh dan jatuh pada tindakan- untuk remaja saat ini, dan meningkatkan tindakan asusila dan penyimpangan sosial. akses remaja terhadap informasi yang Stress dan depresi juga dapat menjadi . ttp://w. Detikhealth. masyarakat dan Pemerintah. Anak-anak remaja yang terlibat Remaja merupakan aset Nasional kenakalan remaja itu pada umumnya kurang memiliki kontrol diri, atau justru moralitasnya, karna remaja adalah tunas menyalahgunakan control diri tersebut, yang akan menjadi generasi penerus dan suka menegakkan peraturan sendiri tanpa memperhatikan keberadaan orang membawa bangsa atau negara pada suatu lain di sekitarnya. keadaan yang baik, jelek atau bahkan Faktor lainnya menurunnya nilai Penerus Moralitas, kurangnya pemahanan Agama. Melihat himpitan ekonomi, kemajuan teknologi, yang ada, membuat peneliti menjadi pengaruh budaya luar, dan pengaruh tertarik untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi orang tua dalam mengatasi lingkungan yang tidak tepat juga bisa kenakalan remaja yang semakin hari terus menjadi pemicu, banyak dari mereka yang saja meningkat. Peran orang tua sangat secara bebas mengikuti pergaulan tanpa diperlukan dalam mengatasi masalah Ini. melihat latar belakang kehidupannya. Alasan peneliti mengambil penelitian ini Sehingga mereka ikut terjebak pada kenakalan remaja yang terjadi pada . ttp://w. com/201 berbagai tempat secara menyeluruh 6/01/8-faktor-utama-penyebab-kenakalan- Kota Bima, khususnya di Kelurahan Penanae. Pergaulan Semakin kompeksnya masalah yang terjadi. Maka dari itu diperlukan upaya khususnya orang tua dengan berbagai langkah dan upaya, seperti menerapkan Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 TINJAUAN PUSTAKA Teori Penetrasi Sosial Konsep-Konsep Komunikasi Teori penetrasi sosial adalah teori Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi . esan, gagasa. dari satu pihak kepada pihak seseorang dengan orang lain. Penetrasi sosial, merujuk pada sebuah proses ikatan dilakukan secara lisan atau verbal yang hubungan dimana individu bergerak dari dapat dimengerti oleh kedua belah pihak, apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat komunikasi yang lebih intim. Keintiman dimengerti oleh keduanya, komunikasi Pada gerak-gerik intelektual dan emosional, hingga pada menunjukkan sikap tertentu, misalnya aktifitas bersama. proses penetasi sosial mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut mencakup perilaku verbal, perilaku non komunikasi nonverbal (Mulyana, 2. verbal, dan perilaku yang berorientasi Dalam pada lingkungan. komunikasi suatu pengantar. Deddy Dalman Taylor . alam Mulyana . membagi jenis-jenis Littlejohn,2. percaya bahwa hubungan bagian, antara lain: . Komunikasi bahwa hubungan bersifat teratur dan Komunikasi menurut kelangsunganya, dapat diduga dalam perkembanganya. Komunikasi menurut perilaku. Mereka membahas tentang bagaimana Menurut . Deddy Mulyana Bukunya Mereka perkembangan kedekatan dalam suatu Ilmu Menurut Komunikasi suatu pengantar. Bentuk dasarnya seseorang akan mampu untuk Komunikasi di bagi menjadi empat berdekatan dengan seseorang yang lain bagian, diantaranya: . Komunikasi sejauh kita mampu melalui proses. Intrapersonal. Komunikasi Interpersonal. Komunikasi Dalam Daltman dan Taylor menganalogikan kelompok, . Komunikasi Massa dengan Struktur kulit bawang dengan Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 lapisan-lapisan yang berbentuk lingkaran diri . elf disclosur. adalah inti dari perke mbangan hubungan . ttp://mysteriouxboy id/2010/08/teori- Lapisan terluar adalah citra komunikasi-penetrasi-sosial-irwin. publik seseorang yang dapat dilihat secara Ketika Dalam proses berjalannya Suatu Penetrasi sosial Daltman dan Taylor semakin berlangsung, maka akan terjadi . alam Littlejohn,2001:. menyatakan proses dimana keterbukaan orang lain beberapa tahap yang harus dilewati. Tahap akan mengarahkan orang lain untuk pertama dalam proses tersebut adalah Ini adalah hal yang utama dalam tahap Orientasi, membuka sedikit demi proses penetrasi sosial. Tahap ini adalah tahap paling Dalam penetrasi digunakan dua awal, tahap ini terjadi pada tingkat publik, dimensi, yaitu keluasan yang merujuk hanya sedikit mengenai diri seseorang pada berbagai topik, yang di diskusikan yang terbuka untuk orang lain. dalam suatu hubungan dan kedalaman Tahap kedua adalah Pertukaran penjajakan afektif, munculnya diri pada mengarahkan diskusi mengenai suatu tahap ini merupakan perluasan area publik Kesimpulanya adalah perubahan dalam pusat lapisan akan berpengaruh kepribadian seseorang individu muncul. lebih banyak dari pada lapisan luar, dan Apa yang tadinya privat menjadi publik. makin besar kedalamanya, makin banyak aspek-aspek Tahap ketiga adalah Pertukaran kesempatan bagi seseorang untuk merasa Afektif, (Littlejohn,2001:. Tahap ini termaksud interaksi yang lebih Asumsi-asumsi Teori . Hubungan- tampa beban dan santai Daltman dan Taylor. alam Littlejohn,2. hubungan mengalami kemajuan dari tidak komunikasi sering kali berjalan spontan intim menjadi intim, . Secara umum dan individu membuat keputusan yang perkembangan hubungan sistimatis dan dapat di prediksi, . perkembangan memberikan perhatian untuk hubungan . Tahap menggambarkan Komitmen yang lebih lanjut, kepada individu lainnya. Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 Tahap terakhir adalah Pertukaran orang akan lebih memaksimumkan keuntu Stabil, kejujuran total dan keintiman. ngan dan meminumkan kerugian . inima Tahap x principl. pengungkapan pemikiran, perasaan dan Dalam teori pertukaran Sosial, para ahli mengasumsikan bahwa orang dapat yang tinggi. Pada tahap ini keintiman diperoleh dari beragam interaksi dan orang mampu memilih satu tindakan yang masing-masing akan memberikan hasil terbaik. Suatu hubungan dapat diukur melalui Mengukur secara akurat. Mengukur Thibaut Kelley stabilitas hubungan . ttps://muktikomunik id/2014/03/teori-penetrasi- konsep untung rugi dalam menelaah suatu interaksi sosial dalam teori penetrasi Kenakalan Remaja sosial pada teori pertukaran sosial (Sosial Kenakalan Dalam kajian ini. Thibaut dan tingkah laku yang melampaui batas Kelley lebih berkosentrasi pada hasil toleransi orang lain atau lingkungan interaksi sosial, kepuasan dalam interaksi sekitar serta suatu tindakan yang dapat Sosial, dan stabilitas interaksi Sosial. melanggar norma-norma dan hukum. Teori penetrasi Sosial berasumsi bahwa Secara Sosial kenakalan remaja ini di kedekatan suatu hubungan tergantung sebabkan oleh bentuk pengabaian sosial, pada analisis untung rugi yang akan diperoleh seseorang. perilaku menyimpang. Kenakalan remaja Hasil berupa ganjaran untung rugi adalah suatu perilaku yang di lakukan oleh yang diistilahkan oleh Thibaut dan Kelley remaja dengan mengabaikan nilai-nilai sosial yang berlaku di dalam masyarakat. memprediksi hasil yang diperolehnya Kartini Kartono terlebih dahulu sebelum melakukan suatu mengatakan remaja yang nakal itu disebut interaksi dengan orang lain. Dalam konsep pula sebagai anak cacat sosial. Mereka yang dikemukakan oleh John Stuart Mill menderita cacat mental disebabkan oleh Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 masyarakat, sehingga perilaku mereka Informan Penelitian dinilai oleh masyarakat sebagai suatu Informan dipilih secara Purposive kelainan dan disebut AukenakalanAy. engan memiliki Kritirea inklus. yang Dapat disimpulkan dari pengertian ditetapkan oleh peneliti dan menyimpilkan di atas bahwa kenakalan remaja adalah ada 23 informan dalampenelitian ini. kecenderungan remaja untuk melanggar Teknik Analisa Data Norma Proses analisa data dalam penelitian mengakibatkan kerugian dan kerusakan ini menggunakan metode analisis data baik pada diri sendiri maupun pada orang Miles dan Huberman . Karakteristik Kenakalan Remaja, bahwa terdapat tiga macam kegiatan . Bentuk-Bentuk Kenakalan Remaja, . analisis data kualitatif, yaitu: Reduksi Aspek-Aspek Data. Kenakalan Remaja. Model Data (Data Displa. Dampak dan Akibat Kenakalan Remaja. Penarikan/Verifikasi Kesimpulan. Penyebab Kenakalan Remaja. Teknik Uji Keabsahan Data Uji keabsahan data yang digunakan METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dekskriptif kualitatif. sesuatu yang lain di luar data itu untuk Tempat Penelitian Penelitian Sebagai pembanding terhadap data itu. Menurut Kelurahan Penanae Kecematan Raba Kota Patton (Sulistiany, 1. ada empat Bima. Tehnik Pengumpulan Data pemeriksaan untuk mencapai keabsahan. Tehnik pengumpulan data yang Triangulasi Sebagai Triangulasi diambil dalam penelitian ini: Untuk pengamat. Triangulasi Teori. Triangulasi utama dalam penulisan ini, maka teknik Teknik Penyajian Data pengumpulan data yang dilakukan adalah Observasi. Wawancara. Teknik Dan digunakan dalam penelitian ini adalah Dokumentasi. teknik penyajian data deksriptif dimana penulis menganalisa serta memaparkan Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 hasil penelitian berdasarkan fakta yang pernah terjadi di Kelurahan Penanae telah didapat di lapangan. Dalam melakukan mencapai lebih dari 15 kasus, setiap tahun masalah ini terus terjadi, dan malah terus semata-mata saja meningkat. tetapi disertai proses analisis yang terus Budiman. selaku orang tua yang berhasil peneliti wawancarai, mengakui Langkah berikutnya dalam dirinya cukup terkejut dengan beberapa proses analisis data kualitatif adalah kasus yang melibatkan para remaja saat menarik kesimpulan berdasarkan temuan Contohnya saja salah satu Pergelutan dan melakukan verifikasi data. dan problema sosial HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bentuk-Bentuk Kenakalan Remaja yang terjadi di Kelurahan Penanae Masalah kenakalan remaja saat ini banyak remaja di Penanae saat ini adalah yang menyeret pernikahan dini. AuMenurut permasalahan kenakalan remaja yang terjadi di Kelurahan Penanae adalah pernikahan dini. Hal ini tidak hanya terjadi pada satu atau dua anak saja, namun beberapa anak. Menurut saya jumlahnya cukup mengejutkan mengingat kondisi Penanae sebelumnya sangat kental dengan aturan, nilai dan norma agama. Ay (Hasil wawancara, pada 22 Juni sudah bukan hal yang baru lagi, bahkan masalah ini telah menjadi fenomena umum yang terjadi hampir di semua wilayah Kota Bima tak terkecuali di Kelurahan Penanae. Masalah kenakalan remaja yang terus saja meningkat sangat pesat telah menjadi salah satu problema sosial yang menyita perhatian banyak publik, tidak terkecuali para orangtua. Pernikahan dini telah menjadi salah kenapa tidak remaja yang kelak akan satu permasalahan remaja di Kelurahan Penanae. Remaja yang usianya baru bangsa kini tidak bisa menjadi harapan. mencapai awal 14 tahun harus terpaksa Beberapa tahun terakhir berbagai menikah ketika hamil diluar nikah, jika kasus mengejutkan yang melibatkan para tidak menikah maka jalan keluar yang remaja terjadi di Kelurahan Penanae. tawarkan adalah aborsi, padahal hal Salah satu permasalahan yang menyita tersebut seharusnya tidak dibenarkan. Kedua hal tersebut seharusnya dihindari Kelurahan Penanae adalah kasus pernikahan dini, sejauh ini kasus pernikahan dini yang fenomena yang tak terelakan. Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 Penyebab Kenakalan Remaja yang terjadi di Kelurahan Penanae Kejahatan remaja yang terus tidak heran jika anak bertindak dan melakukan hal yang sama. AuSebagain kenakalan remaja disebabkan oleh orang tua sendiri, kurangnya kesadaran pihak orang tua dan tidak pahamnya orang tua tentang situasi yang dialami anaknya menjadi faktor penyebab terjadi kenakalan Usia remaja adalah usia yang sangat retan, jadi seharusnya orang tua harus lebih bersabar dalam mendidik anaknya. Bersabar bukan berarti memanjakan anak, karna terlalu memanjakan anak juga dapat menjadi salah satu penyebabnya. Orang tua harus mendidik anaknya dengan cara yang tepat, dan memberikan contoh yang baik karna tanggung jawab orang tua. Ay (Hasil wawancara, pada 22 Juni 2. meningkat setiap harinya menunjukan bahwa kondisi ini tidak berbeda dengan potret buram yang sangat kusut dan sulit Dari Kelurahan Penanae, apa sajakah yang Setiap masalah pasti memiliki faktor pemicu begitu pula dengan kasus kenakalan remaja yang saat ini terjadi di Kelurahan Penanae. Aminah. , seorang Guru PNS sekaligus pihak orang tua yang berhasil utama yang memicu terjadinya masalah Pendapat Guru yang telah menjadi kenakalan remaja adalah orang tua itu Setiap pengajar di Sekolah Dasar (SD) lebih dari 20 tahun tersebut hampir sama dengan bertanggung jawab atas anaknya. pendapat Aisah. , yang menyatakan dan contoh yang diberikan orangtua akan bahwa faktor utama yang menyebabkan membentuk pola pikir dan pola perilaku Jika orang tua salah mendidik dan memberikan contoh maka tentu saja anak Keluarga. Aisah. , keluarga sangat bertanggung jawab dalam akan melakukan hal yang tak jauh hal membentuk kepribadian, sikap dan Anak cenderung meniru hal yang dilakukan oleh orang tuanya. Jika orang Tentu Lingkungan keluarga adalah lingkungan tua memberikan contoh yang baik, maka pertama yang dikenal oleh anak sekaligus anak akan mendapatkan figur yang baik menjadi lingkungan yang akan berdampak sebagai teladan, namun jika orang tua besar terhadap pembentukan diri dan memberikan contoh yang buruk, maka Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 AuLingkungan membentuk kepribadian, sikap dan perilaku anak adalah lingkungan Jika anak di didik dengan cara yang keras maka anak akan menjadi tidak sabaran dan pemarah, namun hal berbeda terjadi jika anak didik dengan cara yang tepat, dengan memberikanya kasih sayang dan perhatian karna bagaimanapun anak masih membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari keluarga. karna jika bukan keluarga maka siapa lagi yang dapat menjadi tempat sandaran anak-anak kita. Ay . asil wawancara, pada 22 Juni bapak/Ibu lebih banyak menghabiskan Pada kurangnya pengawasan dan perhatian tempat dimana seorang anak bisa tumbuh yang di berikan oleh orang tua terhadap dan berkembang dengan sempurna baik anak sehingga anak cenderung menutup secara fisik, pikiran dan mental. Anak Hal ini terbukti ketika narasumber seharusnya bisa mendapatkan dukungan di lemparkan pertanyaan AuApakah bapak/ perhatian, kasih sayang dan dukungan ibu mengetahui aktifitas yang dilakukan moral dari orang tua. Namun sebaliknya oleh putra-putri anda ketika berada di luar jika anak tidak mendapatkan hal tersebut rumah atau di dalam rumah ? apakah di dalam keluarga yang terjadi adalah bapak/ibu pelampiasan di luar rumah. Maka tidak seperti apa pengawasan yang dilakukan ?Ay mengherankan jika anak akhirnya mencari Itamirahma. , mengatakan bahwa perhatian dan kasih sayang dari pihak lain. ia tidak mengetahui dengan jelas aktifitas Hubungan atau Kedekatan Orang Tua dengan anak di Kelurahan Penanae Hubungan atau kedekatan orang tua serta kegiatan yang sering di lakukan oleh waktu di luar rumah atau di dalam rumah ?, semua narasumber yang berhasil di wawancarai memberikan jawaban yang tak jauh berbeda. Pihak orang tua yang di wawancarai mengakui bahwa anaknya lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah. Sayangnya walaupun anak lebih sering berada di rumah, hanya sedikit pihak orang tua yang mengetahui apa yang dilakukan oleh anaknya saat berada di rumah. Hal ini dikarnakan memadai membuatnya sibuk membantu suaminya mencari nafkah dengan berkerja karna itu peneliti mencoba mencari tahu bagaimanakah hubungan atau kedekatan Hal merengganganya hubungan antara orang para orang tua dengan anak-anaknya. Apakah Keadaan ekonomi keluarganya yang tidak dalam mengatasi kenakalan remaja. Oleh anaknya ketika berada di dalam rumah. dan anak dapat menjadi ujung tombak Ketika tua dan anak. Putra-Putri Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 AuSaat saya meninggalkan rumah untuk bekerja, saya hanya tahu bahwa putri saya berada di rumah dan menyelesaikan tugas yang saya telah di berikan. Selanjutnya aktifitas apa dan bersama siapa putri saya berinteraksi saya tidak tahu Ay (Hasil wawancara, pada 22 Juni 2. Senada mencoba mencari tahu penyebabnya namun hal tersebut malah membuat hubungan kami semakin menjauh. Jadi saya mencoba memberikan kepercayaan kepadanya. Karna saya yakin bahwa anak saya dapat membedakan antara yang baik dan buruk sehingga saya tidak perlu berlebihan terhadap aktifitasnya. Karna hal tersebut bisa saja sangat Ay (Hasil wawancara, pada 22 Juni 2. Budiman. , yang menyatakan bahwa dirinya juga tidak tahu betul apa yang Pengawasan orang tua memang anaknya lakukan saat berada di dalam sangat diperlukan, baik saat anak berada rumah dan di luar rumah. Hal ini bisa saja di luar rumah maupun berada di dalam terjadi karna sejak awal orang tua tidak Usia anak remaja yang masih mengawasi anaknya sehingga anaknya sangat rentan biasanya di tandai dengan cenderung memisahkan diri. AuPekerjaan saya sebagai kusir dan meninggalkan rumah di pagi hari dan kembali ke rumah pada sore hari, bahkan terkadang malam hari. selama saya berada di luar rumah saya tidak tahu apa yang di lakukan anak saya ketika berada di rumah. Bahkan ketika saya berada di dalam rumah, anak-anak saya cenderung sibuk dengan aktifitasnya sendiri. Ay (Hasil wawancara, pada 22 Juni hal baru, jika orang tua tidak melakukan pengawasan maka kemungkinan anak hal-hal diinginkan bisa saja terjadi. Pengawasan orang tua yang terlalu ketat juga akan membuat anak merasa tidak nyaman dan tercekik, hingga akhirnya memberontak. Dampak dan Akibat Kenakalan Remaja yang terjadi di Kelurahan Penanae Setiap Sikap, dan Perilaku seseorang berikan Hamilah. , yang mengakui sehingga anak cenderung mencoba-coba Sejalan dengan jawaban yang di pasti memiliki dampak dan akibat, begitu anaknya namun terkadang dirinya tidak pula dengan kasus kenakalan remaja. mengetahui aktifitas yang di lakukan oleh Umumnya anaknya baik di dalam rumah ataupun di Remaja kenakalan akan dihindari atau malah di luar rumah. kucilkan oleh banyak orang, remaja AuTerkadang anak saya menutup dirinya untuk beberapa hal, saya tersebut akan dianggap sebagai penganggu Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 dan orang yang tidak berguna sehingga ia akan membentuk kepribadian dan ahlaq Kemungkinan terburuk dari dikucilkan dikhawatirkan kebiasan tersebut akan dari lingkungan sosialnya, bisa saja ia sangat sulit di ubah kedepanya. AuSaat seorang anak melakukan kesalahan dan terus mengulanginya lagi maka secara tidak langsung anak tersebut sedang membentuk kepribadian buruk di dalam dirinya. Sikap yang sama dan dilakukan kebiasan, yang tampa sadar telah menjadi identitas, jika sudah seperti ini maka sikap si anak akan sulit di Ay (Hasil wawancara, pada 22 Juni 2. dimaksud gangguan mental bukan berarti gila, tapi ia akan merasa terkucilkan dalam hal sosialisasi. Biasanya mereka sangat sedih atau malah akan membenci orang-orang disekitarnya. Pendapat diatas sejalan dengan pendapat Hasnah. , yang menyatakan bahwa salah satu akibat dari perliku Beberapa narasumber lainnya yang berhasil di wawancarai mengatakan hal seseorang di kucilkan dari lingkungan yang tak jauh berbeda ketika ditanyakan Sikap semacam ini terjadi dampak dan akibat dari kasus kenakalan begitu saja secara alami dan spontan, hal Dampak dan akibat dari kasus kenakalan remaja tidak hanya dirasakan masyarakat dari aksi yang dilakukan si oleh si pelaku namun juga teman bergaul, keluarga dan masyarakat. AuSaat seseorang terlibat masalah maka secara otomatis anak tersebut tersingkir dari lingkungan sosialnya. Awalnya anak tersebut akan di hindari oleh teman-temannya namun pada akhirnya anak tersebut tidak akan memiliki tempat dan ruang di Ay (Hasil wawancara, pada 22 Juni 2. POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA Untuk mengetahui lebih dalam tentang peran orang tua dalam mengatasi kenakalan remaja, dimana salah satu penyebabnya adalah pergaulan. Peneliti meminta pendapat beberapa narasumber Taqwa. , yang memiliki pendapat yang serupa menambahkan bahwa akibat lainnya dari kenakalan remaja adalah pembentukan keperibadian dan ahlaq yang Putra-putrinya. Peneliti AuBagaimana cara bapak/ibu mengatur Kebiasan melakukan kenakalan Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 pergaulan putra-putri anda ? Andakah aturan yang di tetapkan ?Ay ketika sedang berada di luar rumah. Ketika anak-anaknya menjadi poin yang sangat penting, karna pergaulan akan memberikan dampak yang sangat besar pada perubahan sikap, dan perilaku anak. Dalam hal ini Hamila mengatakan bahwa dirinya sangat selektif AuSaya menetapkan waktu dimana anak-anak saya bisa keluar dan harus pulang kembali ke rumah. Aturan yang saya tetapkan adalah tidak boleh keluar di malam hari untuk urusan apapun. Jika anak saya sedang berada di luar rumah, maka wajib sebelum adzan magrib harus Ay (Hasil wawancara, pada 22 Juni 2. Hamila menjelaskan bahwa cara orang tua Waktu Sama Hal nya dengan jawaban yang di berikan M. Rizal, yang menyatakan Selektif memilih lingkungan bahwa dirinya juga menetapkan aturan bergaul yang dimaksud bukan berkaitan dengan popularitas tetapi terkait dengan Dalam hal mengatur pergaulan anak- kekuatan karakter dari teman bergaulnya. Khususnya untuk anaknya yang AuOrang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak-anaknya. Jika orang tua tidak melakukan pengawasan, bisa saja hal buruk terjadi, bahkan dalam pengawasan orang tua kemungkinan buruk masih bisa saja terjadi, karna bagaimanapun teman bergaul akan memberikan dampak untuk anak-anak kita, baik secara langsung maupun tidak langsung. Saya selalu mencoba mengingatkan anak saya untuk cerdas memilih teman bergaul. Sebenarnya saya tidak menetapkan aturan apapun, saya hanya mengingatkan untuk berhati-hati. Ay (Hasil wawancara, pada 22 Juni 2. saat ini sedang berada di masa remaja. menyatakan bahwa dirinya mewajibkan temannya pada keluarganya. AuMelihat berbagai kasus yang terjadi, saya tidak ingin menekan anak-anak saya dengan memberikan berbagai aturan yang sedikit membatasi ruang geraknya. Jadi pergaulanya dengan mengenal dan mendekatkan diri dengan temantemannya. Karna bagaimanapun teman bermain anak saya pasti mengetahui apa yang terjadi pada anak saya saat berada di luar Ay (Hasil wawancara, pada 22 Juni 2. Berbeda dengan Sukardin yang berpendapat bahwa dalam hal mengatur Aisah pergaulan anak-anaknya perlu di tetapkan Salah mengatur pergaulan anak-anaknya yaitu dengan membangun hubungan dengan Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 teman-teman anaknya dan mengenali lingkungan yang menjadi tempat bermain anaknya, maka dengan cara ini ia tak perlu Memberikan berbagai pengalaman hidup lagi merasa cemas ketika anaknya sedang Mengajarkan berada di luar rumah, karna ia merasa Membantu bahwa anaknya masih dalam jangkauanya menjadi bagian dari keluarga, . Memberi . Memberikan dukungan. Membimbing pemantauan secara langsung. Hal ini PERSPEKTIF TEORI PENETRASI SOSIAL DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA Teori penetrasi sosial adalah teori didasari kepercayaan yang di bangun dari Kedekatan antara dirinya dan teman anaknya memberikan keuntungan. Daltman Taylor, teori ini menggambarkan suatu karna secara tak langsung ia dapat pola pengembangan hubungan antara seseorang dengan orang lain. Penetrasi Ketika ditanyakan apakah ada sosial, merujuk pada sebuah proses ikatan aturan yang di tetapkan aisah menegaskan hubungan dimana individu bergerak dari bahwa aturanya adalah kepercayaan. AuAturan yang saya tetapkan adalah Dalam hal ini saya mencoba mendekatkan diri dan membangun hubungan dengan teman anak saya, selain itu juga saya perlu mengetahui lingkungan seperti apa yang menjadi tempat bermain anak saya. Jadi walaupun anak saya berada di luar rumah, saya tidak perlu merasa cemas karna saya telah meletakan antena pengintai dari hubungan yang saya bangun. Ay (Hasil wawancara, pada 22 Juni 2. komunikasi yang lebih intim. Keintiman intelektual dan emosional, hingga pada aktifitas bersama. proses penetasi sosial mencakup perilaku verbal, perilaku non verbal, dan perilaku yang berorientasi pada lingkungan. Hal ini selaras dengan Dihimpun dari beberapa pendapat pendapat Hayati. , yang menyatakan narasumber, berikut beberapa peran orang tua dalam mengatasi kenakalan remaja. AuHubungan antara orang yang satu dengan yang lainya tidak begitu saja menjadi langsung dekat, dalam hubungan apa pun itu perlu adanya pendekatan-pendekatan dan proses antara lain: . Memenuhi kebutuhan anak, . Memberikan ikatan dan hubungan . Memberikan suatu landasan Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 sehingga membuat hubungan yang kembali dekat, dari tidak kenal menjadi kenal. Ay (Hasil wawancara, pada 22 Juni 2. melakukan beberapa pengenalan dengan AuPada tahap ini orang tua harus bertujuan mengenal anak, mengenal anak disini meliputi banyak hal, kebiasaan, hal-hal yang disukai dan hal-hal yang dibenci. Ay (Hasil wawancara, pada 22 Juni 2. Orang tua dapat menerapkan teori kenakalan remaja. Menurut pandangan teori ini. Hubungan yang sebelumnya renggang dapat menjadi lebih akrab, erat dan intim. Untuk mengatasi kenakalan Tahap kedua adalah Pertukaran remaja, orang tua dapat mengembangkan penjajakan afektif, munculnya diri pada tahap ini merupakan perluasan area publik pengembangan yang dimaksud di sini adalah mengembangkan hubungan secara Dengan mulai diketahui. Setelah melewati tahap petama yaitu Untuk mencapai hal tersebut tahap oreantasi yang juga bisa di sebut maka di perlukan adanya pendekatan- pendekatan dari pihak orang tua kepada melakukan pengenalan dengan berbagai hal yang berhubungan dengan anaknya tersebut adalah tahap Orientasi, membuka yang membuat hubungan antara anak dan sedikit demi sedikit. Tahap ini adalah orang tua mulai dekat. Maka selanjutnya tahap paling awal, tahap ini terjadi pada anak akan mulai membuka dirinya kepada tingkat publik, hanya sedikit mengenai orang tua. hal yang sebelumnya menjadi diri seseorang yang terbuka untuk orang banyak tentang anaknya. Setelah orang tua teori penetrasi sosial. Hayati. , dimana dirinya mulai mengetahui lebih pendekatan yang bisa dilakukan menurut Dalam Hayati. , anak-anaknya. Berikut beberapa tahap Apa yang sebelum tidak bisa di ketahui dan anak akan menjadi lebih akrab dari aspek-aspek Apa yang tadinya privat menjadi publik. hubungan semacam ini, maka orang tua Tahap kepribadian seseorang individu muncul. psikologis dan emosional anak dengan privasi mulai mendapat sedikit ruang keterbukaan dengan membagi berbagai hal privasi tersebut kepada orang tuanya. Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 AuSetelah pendekatan dan pengenalan terhadap beberapa hal yang berhubungan dengan anak saya, hubungan kami mulai dekat. Anak saya mulai pribadinya kepada saya, sehingga membuat saya lebih mengenal anak saya dari yang sebelumnya. Ay (Hasil wawancara, pada 22 Juni 2. menunjukan bahwa anak mulai nyaman untuk menceritakan tantang hal-hal yang terjadi di dalam hidupnya. AuAnak saya mulai bercerita dengan spontan tentang apa yang terjadi pada dirinya diluar pengawasan saya, komunikasi dimulai dengan hubungan mulai memasuki tahap Tahap kedekatan dari sebuah hubungan dimana kenyamanan dan komitmen menjadi kunci utamanya. Dalam hal ini kenyamanan dari suatu hubungan perlu dijaga. Ay (Hasil wawancara, pada 22 Juni 2. Tahap ketiga adalah Pertukaran Afektif. Tahap ini termaksud interaksi yang lebih komunikasi sering kali berjalan spontan Tahap terakhir adalah Pertukaran dan individu membuat keputusan yang memberikan perhatian untuk hubungan Tahap Namun tetap saja hal ini akan Aisah. , masing-masing mengungkapkan pemikiran, perasaan dan yang tinggi. Pada tahap ini keintiman karna anaknya mulai bercerita secara hubungan dengan anaknya menjadi dekat. Spontanitas Aminah. , setelah melalui tahap pertama dan kedua masalah yang sedang dihadapi anaknya. secara akurat. mengambil tindakan dari kejadian dan Tahap yang tinggi. Pada tahap ini keintiman menceritakan apa yang terjadi pada Dalam tahap ini anak mulai terbiasa Tahap lanjut, kepada individu lainnya. kejujuran total dan keintiman. pengungkapan pemikiran, perasaan dan menggambarkan Komitmen yang lebih Stabil, masing-masing Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 nilai dan aturan. Namun hal ini tidak secara akurat. terlepas dari peran orang tua yang AuTahap ini orang tua dapat memperkirakan apa yang terjadi pada anaknya melalui berbagai cerita yang di cerikan oleh anak. tahap ini anak membuka dirinya secara total, menyapaiakan semua isi pikiran dan perasaanya sehingga selalu menceritakan semua hal pada orang tuanya, entah itu baik maupun Ay (Hasil wawancara, pada 22 Juni 2. Tahap terakhir menjelaskan bahwa dilakukan tidak bersifat menekan, karna jika anak merasa tertekan maka hal penyebab anak terlibat masalah. Orang tua harus berperan ekstra hubungan antara orang tua dan anak telah didikan sehingga anak terhindar dari hal- memasuki tahap keintiman yang serius, hal negative yang marak terjadi di tengah Problema sosial yang saat ini komunikasi spontan dan kejujuran yang membutuhkan peran serta orang tua. Peran Tahap ini orang tua dapat lebih masyarakat dan Pemerintah juga sangat anaknya mengatasi masalah yang sedang masalah pergelutan para remaja yang di hadapinya. masih belum juga terselesaikan. Beberapa KESIMPULAN contoh kasus kenakalan remaja yang Berdasarkan terjadi di Kelurahan Penanae seperti. Pernikahan dini. Pemakaian obat-obatan kenakalan remaja di Kelurahan Penanae Tramadol, mabuk-mabukan, perkelahian. Prostitusi, dan lain-lain. meningkat sangat pesat, dimana jumlah kasus kenakalan remaja terus bertambah Peran orang tua sangat di butuhkan hingga mencapai jumlah yang cukup dalam mengatasi kenakalan remaja, karna memang orang tua merupakan pihak yang menerpa hidup para remaja memang pertama yang mendidik anaknya sehingga dapat menjadi faktor pendorong yang membentuk pola pikir, perilaku, sikap dan karakter anak. Orang tua harus selalu Berbagai tindakan-tindakan yang melanggar norma, dan mengawasi Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 dengan begitu kemungkinan terlibatnya harmonis antara anak dan orang tua, para remaja ke dalam kasus-kasus dan sehingga proses komunikasi yang terjadi berjalan dua arah. Komunikasi jenis ini dinilai lebih efektif dari jenis komunikasi Sehingga membuat pesan yang Dalam menjalankan perannya orang tua harus menerapkan pola komunikasi tersampaikan dan dapat diterapkan oleh Pola komunikasi demokrasi Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Volume. 12 No. Mei 2025 . Page:1-22 DAFTAR PUSTAKA