Paradigma. Volume 13. Number 3, 2024, 11-20 Analisis Frmaing Gaya Hidup Masyarakat Miskin Pada Penampilan Stand Up Comedy Nopek Novian dan Marshel Dewi Sri Lestari1* dan Farid Pribadi2 Program Studi Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Negeri Surabaya 20013@mhs. Abstract The problem of poverty is the main topic in the discussion of this research by carrying out social criticism through the art of humor in stand-up comedy performances delivered by comedians Nopek Novian and Marshel. Stand-up comedy is a medium for criticism through the art of comedy which aims to convey a message and invite the audience to think openly and be sensitive to social phenomena and social issues that are being widely discussed in society. This research uses a qualitative approach method with the analytical technique used, namely framing analysis from Robert Entman. using the framing analysis model. Robert Entman can provide an analytical tool through 4 aspects, namely, define problems . efining the proble. , diagnose cause . stimate the source of the proble. , make moral judgment . ake moral decision. , and Treatment Recommendation . mphasize resolutio. Problematika kemiskinan yang menjadi topik utama dalam pembahasan penelitian ini dengan melakukan kritik sosial melalui seni humor penampilan stand up comedy yang disampaikan oleh komedian Nopek Novian dan Marshel. Stand up comedy merupakan media kritik melalui seni lawakan yang brtujuan untuk menyampaikan pesan dan mengajak audiens untuk berfikir secara terbuka dan peka terhadap fenomena sosial maupun isu sosial yang tengah ramai diperbincangkan dilingkungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan teknik analisis yang digunakan yakni analisis framing dari Robert Entman. Dengan menggunakan model analisis framing Robert Entman dapat memberikan pisau analisis melalui 4 aspek yakni, define problems . endefinisian masala. , diagnose cause . emperkirakan sumber masala. , make moral judgment . embuat keputusan mora. , dan Treatment Recomemendation . enekankan penyelesaia. Keywords: Poverty. Lifestyle. Stand Up Comedy. Framing Analysis Pendahuluan Kemiskinan merupakan permasalahan kompleks yang didalamnya tidak hanya mencakup persoalan tentang rendahnya tingkat pendapatan dan konsumsi, namun juga berkaitan dengan rendahnya tingkat pendidikan, kesehatan, dan ketidakberdayaan suatu negara untuk berpartisipasi dalam pembangunan serta berbagai masalah yang berkaitan dengan pembangunan manusia (Yuniarti. Kemiskinan dapat terjadi disetiap negara, sehingga permasalahan kemiskinan ini dapat dikatakan sebagai permasalahan global. Berdasarkan data World Bank, menyatakan bahwa negara termiskin pertama di dunia adalah Negara Burandi, yang merupakan bagian dari negara asal Afrika Timur. Dilanjutkan dengan Afghanistan. Somalia. Republik Afrika Tengah. Mozambik. Sierra Leone. Madagaskar. Republik Demokratik Kongo. Nigeria, dan Malawi. Negara-negara tersebut merupakan daftar negara termiskin di dunia yang dikeluarkan oleh Word Bank tahun 2023, data ini dikutip melalui laman w. Negara Indonesia juga tidak luput dari permasalahan kemiskinan. Melansir dari media berita CNN Indonesia. RI (Republik Indonesi. masuk dalam 100 negara paling miskin di dunia. Hal tersebut berdasarkan pada data yang diukur melalui Gross National Income (GNI) atau pendapatan nasional bruto per kapita. Sedangkan menurut World Population Review. Indonesia menduduki peringkat ke-73 sebagai negara termiskin di dunia, serta mengutip melalui pernyataan dari w. Indonesia menduduki nomor urut ke-91 negara miskin di dunia. Data tersebut dikeluarkan pada tahun 2022. Paradigma. Volume 13. Number 3, 2024, 11-20 Masalah kemiskinan di Indonesia dinilai cukup serius dan memprihatinkan. Jumlah penduduk miskin juga mengalami peningkatan setiap tahunnya serta masih menduduki jumlah besar sebagai negara Badan Pusat Statistika (BPS) menunjukkan prosentasi penduduk miskin per Bulan September 2022 naik menjadi 9. Hal ini mengalami peningkatan sebesar 0,03% dari Bulan Maret 2022 serta dapat dikatakan mengalami penurunan sebesar 0,14% apabila dibandingkan dengan Bulan September 2021. Data Badan Pusat Statistika (BPS) juga menunjukkan jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Bulan September tahun 2022 sebanyak 26,36 juta orang yang mengalami peningkatan sebanyak 0,20 juta orang di Bulan Maret 2022. Penduduk miskin di daerah perkotaan dan pedesaan juga mengalami kenaikan pada September 2022 yakni, 7,53% pada penduduk miskin perkotaan serta 12,36% penduduk miskin di daerah pedesaan. Dalam hal ini disebutkan jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan meningkat sebanyak 0,16 juta orang dari 11,82 juta pada Bulan Maret 2022 menjadi 11,98 juta orang pada Bulan September 2022. Demikian pula pada jumlah penduduk miskin di daerah pedesaan yang mengalami peningkatan sebanyak 0,04 juta orang, dari semula yang berjumlah 14,34 juta orang pada Bulan Maret 2022 menjadi 14,38 juta orang pada Bulan September 2022. Dalam mengukur tingkat kemisikinan suatu negara maupun daerah, terdapat beberapa indikator penilaian yang digunakan sesuai dengan badan survey yang melakukan penghitungan. Menurut Tjondroengoro, untuk melihat jumlah penduduk miskin ditentukan melalui kriteria dan ukuranukuran tertentu yang digunakan (Harianto, 2. Salah satunya yakni dapat dilihat melalui Produk Domestik Bruto (PDB) per kapitanya. PDB menggunakan indikator penghitungan dengan melihat pada sector ekonomi suatu negara, seperti pertanian, industry, dan jasa. Terdapat pula lembaga survey pemerintahan non kementrian yakni. Badan Pusat Statistika. BPS bertanggungjawab untuk melakukan survey statistic sesuai dengan peraturan perundang-undangan. BPS memiliki kriteria tersendiri dalam mengukur kemiskinan yakni menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar . asic needs approac. Konsep ini mengacu pada Handbook on Poverty and Inequality yang diterbitkan oleh Worldbank. Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Penduduk dikategorikan sebagai penduduk miskin jika memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Problematika kemiskinan di Indonesia memberikan keresahan bagi masyarakat. Rendahnya ketersediaan lapangan pekerjaan memberikan pengaruh juga terhadap meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia. Sebagai bentuk perlawanan dan perjuangan masyarakat miskin dalam menuntut hak hidup dan mendapatkan kelayakan memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga, terdapat beberapa upaya yang dilakukan. Upaya ini tidak hanya melalui kegiatan unjuk rasa atau demonstrasi dalam pengungkapan terhadap keresahan masalah kemiskinan yang terus berlanjut, tetapi juga dapat melalui kritikan tidak langsung atau dapat dilakukan melalui media masa. Maksut dari kritikan tidak langsung yakni seperti pada acara Stand Up Comedy. Dewasa ini, banyak bermunculan seniman-seniman muda pada bidang seni melawak tunggal atau biasa disebut dengan Stand Up Comedy. Stand Up Comedy merupakan seni lawakan yang dilakukan oleh seseorang di atas panggung. Dalam hal ini seorang komika akan mengungkapkan keresahannya dalam isi lelucon yang dibawakan dan dibungkus dengan candaan, sehingga pesan yang dibawakan cenderung mengkritik (Leonardo & Junaidi, 2. Acara Stand Up Comedy ditayangkan pada beberapa stasiun televisi di Indonesia serta merupakan bentuk program acara varietyshow yang saat ini tengah populer di kalangan Paradigma. Volume 13. Number 3, 2024, 11-20 Dalam hal ini. Stand Up Comedy berperan sebagai media untuk menyampaikan gagasan dan aspirasi terhadap masalah-masalah yang terjadi dilingkungan masyarakat, dengan demikian opiniopini tersebut dapat tersampaikan dengan cara yang menghibur tanpa menyindir secara langsung . Seperti halnya pada isu permasalahan kemiskinan yang di bawakan oleh Nopek Novian dan Marchel pada program acara SUPER (Stand Up Ser. dan SUCI IX (Stand Up Comedy Indonesia Seasion . dalam Ultimate Show 4. Kemiskinan yang masih menjadi problematikan berkepanjangan yang dialami oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Nopek dan Marshel berperan sebagai penyalur keresahan yang di alami oleh masyarakat miskin, dimana kedua komedian tersebut juga berasal dari masyarakat menengah kebawah. Kritik sosial yang dibawakan oleh kedua komedian tersebut di tayangkan pada stasiun televisi Kompas, namun pada program acara yang berbeda. Marshel menampilkan lawakannya pada program acara SUPER (Stand Up Ser. di tahun 2019 dengan judul AuKite Harus Taat Sama OrangtuaAy, sedangnkan Nopek Novian menampilkan lawakannya pada program acara SUCI season 9 (Stand Up Comedy Indonesi. di tahun 2021 dengan judul AuLidah Saya Itu Lidah BLTAy. Dalam pembahasan yang dibawakan oleh kedua komedian tersebut sama-sama membahas mengenai pola kehidupan maupun gaya hidup serta apa yang dirasakan oleh masyarakat kalangan bawah. Kritikan maupun keresahan yang berusaha disampaikan oleh para komedian terkemas dengan rapih melalui karya seni humor yang ditayangkan pada media masa, tidak hanya di televisi, namun juga dapat diputar ulang melalui YouTube dan media sosial lainnya. Hal tersebut mampu menarik minat semua kalangan dan turut serta dalam memberikan pernyatan maupun menarik minat masyarakat untuk lebih peduli akan isu dan permasalahan dalam lingkungan sekitar. Seni humor yang ditampilkan pada acara Stand Up Comedy mengandung beragam makan dan pesan yang berusaha disampaikan kepada masyarakat luas maupun pada instansi pemerintahan. Topik yang dibawakan sebagaian besar tidak jarang merujuk pada unsur politik. Menurut Maletzke . alam Romli, 2. bentuk komunikasi massa ialah komunikasi yang disampaikan secara terbuka pada sebuh media serta dapat menyebarkan pesan yang disampaikan secara langsung maupun tidak langsung, dilakukan dengan satu arah, dan dapat didengar maupun dilihat dimanapun dan kapanpun. Melalui media sosial segala bentuk informasi maupun berita dapat tersebar dengan mudah, cepat, serta menyeluruh. Hal inilah yang menjadi penghubung antara komedian yang melakukan lawakannya pada acara Stand Up Comedy dengan masyarakat luas. Penyampaian yang santai dan dipadukan dengan candaan mampu menarik masyarakat sehingga menjadi acara seni lawakan yang populer. Namun, tentunya ada pembeda dalam penyampaian sebuah pesan antara satu orang dengan orang lain maupun antar media satu dengan media lainnya, sehingga setiap audience, pendengar, penonton, atau penikmat media memiliki opini yang berbeda tergantung dengan bagaimana media tersebut menampilkan acaranya. Sepertihalnya pada penamaan highlight berita yang dapat menggiring opini masyarakat. Oleh karena itu, artikel ini dibuat sebagai analisa atau pembanding terhadap dua penampilan komedian pada acara Stand Up Comedy didua program acara televisi yang berbeda, dimana isi dari pembahasan menyinggung tentang problematika kemiskinan di Indonesia. Melalui pendekatan analisis framing berusaha untuk mengetahui bagaimana realitas sosial dimaknai dan dikonstruksi dengan makna tertentu (Pribadi, 2. Dalam paradigma ini, melihat bahwa realita kehidupan sosial bukanlah realita yang alami, melainkan hasil dari konstruksi. Dapat disimpulkan bahwa, setiap media massa dapat berbeda-beda dalam mengkonstruksi isu yang terjadi. Analisis framing terhadap isi Paradigma. Volume 13. Number 3, 2024, 11-20 stand-up comedy dapat memberikan pemahaman yang menarik tentang cara komedian membentuk dan mengarahkan persepsi audiens terhadap topik atau situasi tertentu Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah isi materi pada penampilan Stand Up Comedy Nopek Novian dan Marhel tentang pembawaan gaya hidup pada masyarakat miskin. Penampilan Stand Up Comedy tersebut ditayangkan pada program acara televisi yang berbeda yakni Nopek Novian pada acara kompetisi Stand Up Comedy Indonesia season 9 (SUCI IX) pada tahun 2020 dan Marchel pada acara kompetisi Stand Up Seru (SUPER) pada tahun 2016. Dipilihnya dua komedian dan pada program acara tersebut setelah mencermati pada video penampilan melalui streaming YouTube ditemukan adanya perbedaan dan keunikan yang dimiliki oleh tiap komedian. Bagaimana kedua komedian tersebut menyampaikan narasi dengan menggunakan topik kemiskinan, namun mengambil celah unik dan humor untuk disampaikan kepada audiens. Selain itu, dipilihnya kedua program acara tersebut karena memiliki waktu pelaksanaan yang cukup jauh yakni antara program acara SUPER dan SUCI IX yakni berjarak 3 Hal ini mampu menghasilkan pandangan maupun analisa mengenai gambaran tentang permasalahan kemisikinan ditahun yang berbeda. Apakah gaya hidup masyarakat miskin yang dibawakan oleh Marchel ditahun 2019 memiliki konteks yang sama dengan gaya hidup masyarakat miskin yang dibawakan oleh Nopek Novian di tahun 2021, mengingat siklus pertumbuhan ekonomi mauapun gaya hidup manusia berubah setiap tahunnya. Teknik analisis framing yang digunakan dalam penelitian ini ialah model analisis framing Robert Entman. Entman mengembangkan perangkat framing terhadap dua aspek yakni seleksi isu dan penonjolan aspek tertentu dari realitas atau isu yang ada (Huda, 2. Seleksi isu (Issue Selectio. , adalah sebuah aspek yang berkaitan dengan pemilihan topik atau isu yang akan diberitakan oleh Media memiliki kekuatan untuk menentukan isu-isu yang dianggap penting dan layak untuk Proses ini dapat melibatkan pemilihan cerita atau peristiwa tertentu untuk diberitakan, sementara mengabaikan isu-isu lain yang mungkin juga penting. Penonjolan aspek (Emphasis or Salienc. , aspek ini membahas bagaimana media menyoroti atau menonjolkan aspek-aspek tertentu dari isu atau peristiwa yang mereka pilih untuk dibahas. Media dapat memilih untuk menyoroti satu sisi dari suatu cerita sambil mengabaikan sisi lainnya. Penekanan ini dapat melibatkan penggunaan bahasa, gambar, atau presentasi visual lainnya untuk memperkuat atau mengarahkan perhatian pada aspek-aspek tertentu dari realitas tersebut. Dengan memahami kedua aspek ini, analisis framing dapat membantu mengungkap cara media membentuk persepsi masyarakat terhadap suatu isu atau peristiwa. Pemilihan isu dan penekanan aspek-aspek tertentu dapat memiliki dampak signifikan pada cara masyarakat memahami dan merespons suatu topik. Penting untuk dicatat bahwa framing bukan hanya tentang apa yang disajikan oleh media, tetapi juga tentang bagaimana informasi itu disajikan. Seperti halnya pada framing humor yang dipilih dalam penelitian ini dengan memahami bagaimana kedua komedian menyajikan kritik sosial tentang kemiskinana di Indonesia melalui seni melawak. Oleh karena itu, analisis framing membantu kita memahami tidak hanya konten berita atau cerita itu sendiri tetapi juga cara presentasi dan penyajian informasi dapat memengaruhi persepsi audiens. Hasil dan Pembahasan 1 Framing Humor Dalam Materi Stand Up Comedy Nopek Novian Materi stand up comedy yang dibawakan oleh Nopek Novian dalam penampilannya di acara Stand Paradigma. Volume 13. Number 3, 2024, 11-20 Up Comedy Indonesia season 9 menggiring audiens untuk berfikir secara kritis dan peka terhadap isu sosial yang telah terjadi di lingkungan masyarakat maupun realitas sosial yang ada saat ini. Pada YouTube Stand Kompas https://w. com/watch?v=Y-xjArplaOk menayangkan segmen penyampain materi oleh Nopek Novian, dimana dalam highlight video menampilkan dengan judul AuLidah Saya Itu Lidah BLTAy. Pada judul yang ditampilkan dapat dipahami bahwa konteks dalam pembahasan yang akan disampaikan oleh Nopek ialah merujuk pada ranah ekonomi pada status sosial yang ada di Hal tersebut dapat digaris bawahi dalam penggunaan kata AuBLTAy. BLT merupakan kata yang identik dengan perekonomian, pemerintahan, dan kemiskinan, dimana BLT sendiri atau Bantuan Langsung Tunai adalah salah satu kebijakan dari pemerintah melalui bentuk bantuan atau subsidi keuangan yang diberikan langsung kepada individu atau keluarga sebagai upaya untuk meningkatkan kondisi ekonomi mereka atau membantu mereka mengatasi kesulitan Program BLT biasanya diselenggarakan oleh pemerintah atau lembaga nirlaba dengan tujuan memberikan dukungan finansial langsung kepada mereka yang membutuhkan, terutama yang berada dalam kondisi ekonomi yang rentan atau menghadapi krisis tertentu. Dalam tayangan streaming pada video stand up comedy Nopek memiliki durasi 5:05 menit. Video tersebut ditayangkan pada tanggal 19 Februari 2021. Pada awal penampilannya. Nopek sedikit memberikan roasting terhadap juri tamu pada acara tersebut yakni Nex Carlos. Carlos adalah seorang kontek kreator dan naravlog kuliner asal Indonesia. Ia aktif dalam membuat konten yang diunggah pada channel YouTube pribadinya yakni bernama Nex Carlos. Dalam isi konten YouTube Nex Carlos banyak mereview makanan-makanan local Indonesia yang ada di pinggir jalan maupun warung-warung hingga mereview makanan mewah. Pada menit 0:45 Nopek menyebutkan dalam isi materi stand upnya berupa : AuTapi saya ini hormat sama beliau, beliau orang kaya bisa memakan makanannya orang miskin. Saya orang miskin, itu nggak bisa makan makanannya orang kaya bang. Lidah saya itu belum siap, karena lidah saya itu lidah-lidah BLTAy (Stand Up Comedy TV, menit 0:45 Ae 0:. Melalui gaya penyapain Nopek yang membandingkan antara dirinya dengan Nex Carlos dalam cara menikmati atau mencicipi suatu makanan yang ada. Pada dasarnya kehidupan masyarakat termasuk dalam hal mengkonsumsi suatu makanan telah terkonstruksi dalm budaya berfikir kemudian dapat menciptakan dua kategori yang merujuk pada status sosial yang dimiliki oleh setiap orang. Dimana hanya makanan-makanan tertentu yang dapat dimakan oleh kalangan orang miskin, namun semua jenis makanan dapat dimakan oleh orang kaya, seperti halnya makanan junk food, makanan western, makanan jepang, dan makanan mahal lainnya. Dibalik kalimat yang disampaikan oleh Nopek berusaha menjelaskan bahwa masyarakat berstatus menengah kebawah terbiasa menikmati makanan lokal atau makanan rumahan yang biasa dijajakan pada pedagang kaki lima dengan harga yang murah atau ramah dikantong masyarakat kecil, sehingga apabila mereka mencoba makanan yang jarang dirasakan seperti makanan jepang, atau makanan luar negeri butuh penyesuain. Namun, berbeda dengan masyarakat yang memiliki status sosial menengah keatas, dimana mereka terbiasa menikmati makanan-makanan sehat, makanan yang dihidangkan dengan melewati berbagai proses pengolahan sempurna serta memiliki harga yang tinggi dan hanya mampu dinikmati oleh kalangan orang kaya. Disisi lain mereka juga tetap pernah mencoba makananmakanan lokal atau makanan pinggir jalan melihat mereka juga mampu membeli dan menikmatinya. Berbeda halnya dengan masyarakat yang berstatus sosial menengah kebawah, alasan mereka tidak pernah menikmati makanan tersebut ialah ketidak sanggupan untuk membelinya karena harganya Paradigma. Volume 13. Number 3, 2024, 11-20 yang cukup mahal dengan porsi sedikit. Dalam materi stand up comedy Nopek juga menjelaskan mengenai pengalamannya menikmati makanan jepang yakni sashimi. Sashimi adalah hidangan kuliner Jepang yang terdiri dari irisan tipis daging ikan segar atau makanan laut lainnya yang disajikan secara mentah. Nopek menjelaskan bahwa ia terkejut mendapatkan hidangan makanan ikan mentah dan ia tidak sanggup memakanya karena memiliki bau amis, serta ia mencoba mengikuti saran temannya yakni mencampur sashimi dengan wasabi yang semakin membuat Nopek tidak ingin melanjutkan makanannya karena lidahnya belum mampu menerima masakan asing bagi dirinya. Pada menit 2:10. Nopek mengungkapkan dalam narasinya AuMenurut saya orang yang bisa makan makanan singa laut ini (Sashim. karena dari kecil itu terbiasa makan makanan yang seperti itu, makanya pas gede menikmatiAy (Stand Up Kompas TV, menit 2:10 Ae 2:. Pernyataan Nopek tersebut sesuai dengan penjelasan pada paragraph sebelumnya. Nopek juga memberikan pernyataan bahwa ia tidak bisa memakan makanan tersebut, karena ia tidak terbiasa sejak kecil. Menurutnya, sejak kecil Nopek sudah dibiasakan untuk memakan tempe. Dalam hal ini tempe disimbolkan sebagai makanan khas untuk kalangan orang miskin atau masyarakat yang berstatus sosial menengah kebawah. Penyajian materi stand up comedy dari Nopek dikemas dengan unik serta menggunakan gaya penyampaian maupun bahasa yang mampu diterima dan dinikmati oleh audiens dengan baik. mampu mengemas maksud dari candaan yang ingin dia sampaikan kepada khalayak umum tentang karakteristik, kebiasaan, dan gaya hidup yang berbeda antara seseorang dengan status ekonomi menengah kebawah dengan seseorang yang berstatus ekonomi menengah keatas. 2 Framing Humor Dalam Stand Up Comedy Marshel Pada framing humor tentang gaya hidup orang miskin yang dibawakan oleh Marshel pada penampilannya diacara Stand Up Seru pada 16 Juni 2019 memiliki konteks pembahasan yang berbeda dengan Nopek. Dimana Nopek membawakan materinya merujuk pada gaya hidup dalam menikmati sajian makanan dan Marshel merujuk pada gaya hidup sosial lingkungan masyarakat Marshel memposisikan dirinya pada saat ia masih remaja dan hidup di daerah Priok. Priok atau Tanjung Priok merupakan salah satu kecamatan yang terletak di Kota Jakarta Utara. Provinsi DKI Jakarta. Dalam acara tersebut, audiens yang hadir ialah anak-anak SMK/STM yang juga terletak di daerah Priok. Pada isi pembahasan stand up comedy yang disampaikan oleh Marshel lebih memfokuskan pada gaya hidup pergaulan atau pertemanan dilingkungan sosial yang terkenal dengan tingkat kriminalitas yang tinggi. Dalam narasinya Marshel menjelaskan bahwa Priok terkenal dengan kasus kriminalitas yang tinggi yakni pada menit 1:02. Model pembawaan dan gaya penyaimpain Marshel menyesuaikan dengan audiens yang hadir di studio. Pada awal video. Marshel mengungkapkan bahwa adanya pandangan buruk atau negative yang diberikan oleh masyarakat terhadap kawasan daerah priok, dimana banyaknya kenakalan remaja yang menjadi permasalahan umum disana. AuTapi kemarin gue sedih gitu, gue kemarin ngeliat ada info di Jakarta Info kalau lu tau, itu ada foto orang pacaran diatas container. Maksudnya, semiskin apa elu samapi harus pacaran diatas containerAy (Stand Up Kompas TV, menit 1:19-1:. Konotasi pada narasi yang disampaikan oleh Marshel pada menit tersebut sangatlah jelas, dimana ia Paradigma. Volume 13. Number 3, 2024, 11-20 menggunakan kata kemiskinan dengan perilaku atau gaya hidup yang dilakukan oleh sebagaian masyarakat pada wilayah daerah tersebut. Pada hal ini, konteks kemiskinan tidak hanya merujuk pada perekonomian, tingakt pengangguran, dan lain-lain. Tetapi juga dapat dilihat melalui bentuk kehidupan pada lingkungan sosial yang mereka jalani, sehingga menciptakan karakteristik yang berbeda antara masyarakat miskin dan kaya. Video stand up comedy Marshel yang ditayangkan pada channel YouTube Stand Up Kompas TV berdurasi sepanjang 7 menit. Marshel juga mengungkapkan pengalaman hidupnya sebagai seorang anak yang juga besar di daerah Priok dengan menyampaikan kebiasaannya yakni AumabokAy atau meminum minuman keras yang berjenis anggur merah dan dicampur dengan shampo. Dalam penjelasan Marsehl tersebut berusaha memberikan gambaran akan pergaulan yang dijalani oleh para remaja pada umumnya di daerah terbelakang yakni dengan menikmati minuman oplosan buatan Hal demikian tidak akan ditemukan pada kalangan elit atau masyarakat kaya. AuDan iya gue dulu juga sekolah di SMK, gue sekolah di SMK dulu tujuannya emang biar setelah gue lulus dari sekolah itu bisa langsung kerjaAy (Stand Up Kompas TV, menit 3:42-4:. Narasi yang dijelaskan pada menit tersebut memberikan penjelasan bahwa, konstruksi berfikir masyarakat menengah kebawah sama dengan apa yang dipikirkan oleh Marshel, dimana tujuan dari seseorang mengenyam pendidikan ialah agar mendapatkan pekerjaan. Sebagaimana disamakan dengan arus perubahan didunia pekerjaan yakni merekrut karyawan dengan memberikan persyaratan pada minimal jenjang pendidikan yang harus dituntaskan oleh setiap calon karyawannya. Hal demikian juga mengikuti siklus kehidupan yang dijalani oleh setiap manusia dimana mengenyam pendidikan untuk mendapatkan pekerjaan meskipun hanya sebatas sebagai AubabuAy atau karyawan Dalam hal ini. Marshel juga berusaha memberikan pesan terhadap audiens mengenai siklus perjalanan hidup yang dialami oleh masyarakat dengan status ekonomi yang hamper sama dengannya yakni dari proses ia berusaha mendapatkan pekerjaan dan merubah nasibnya hingga menjadi seorang artis seperti saat ini. Melalui analisis framing model Robert Entman membantu dalam memahami peran media dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap suatu isu atau peristiwa. Penerapan model ini tidak hanya terbatas pada isu-isu berita, tetapi juga dapat diterapkan pada berbagai konteks, termasuk analisis framing dalam humor atau konten hiburan lainnya. 3 Analisis Framing Gaya Hidup Masyarakat Miskin Oleh Robert Entman Tabel Hasil Analisis Framing Robert Entman Klasifikasi Judul Nopek Novian Marshel https://w. com/watch?v =Y-xjArplaOk https://w. com/watch ?v=r94-zbg_1Xg Stand Up Comedy Nopek Novian: Marshel : Kite Harus Taat Sama Lidah Saya Itu Lidah BLT Ae Orangtua Ae SUPER ULTIMATE SHOW 4 Ae SUCI IX Define Problems Penggambaran kemiskinan oleh Nopek (Pendefinisian melalui gaya hidup dan pola konsumsi Masala. menengah keatas yang tidak dapat dirasakan oleh masyarakat berstatus Lingkungan sosial pada daerah terbelakang di tengah Kota Jakarta yang menjadi pusat kriminalitas dan kenakalan remaja. Pendefinisian yang menggambarkan tentang adanya Paradigma. Volume 13. Number 3, 2024, 11-20 ekonomi menengah kebawah karakteristik yang berbeda dalam lingkup sosial masyarakat. Diagnose Cause (Memperkiraka n masalah atau Stand Up Comedy menjadi media penyalur opini maupun pesan dari beberapa perwakilan masyarakat untuk mengritik suatu isu yang ada dilingkungan masyarakat Pergaulan remaja yang merujuk pada perusakan moral dan juga mewadahi mereka untuk melakukan tindakantindakan mempengaruhi kehidupan masa depan dirinya maupun masa depan bangsa dengan fokus pada kebebasan bergaul dan melakukan kenakalan. Make Moral Judgment (Membuat Keputusan Mora. Banyaknya pembaharuan dan inovasi pada bidang kuliner yang mengolah makanan mahal dengan menyesuaikan lidah maupun kantong masyarakat berstatus menengah kebawah. Pada saat ini inovasi baru bidang kuliner sangat ramai dan populer. Adanya peniruan produk-produk kemudian diolah menggunakan bahanbahan lokal Penerapan Undang-undang yang menjadi kebijakan pada setiap permasalahan di tiap-tiap daerah. Serta pemerataan pendidikan yang mampu mempengaruhi remaja untuk terus berjuang dalam menciptakan generasi yang mampu bekerja keras serta membawa perubahan pada Treatment Recommendation (Menekankan Dengan banyaknya inovasi baru tersebut, mampu membantu dalam memperkenalkan produk olahan atau makanan lokal yang juga dapat mengalahkan makana dari luar negeri. Mampu perekonomian negara dengan tidak terpusat pada produk luar negri serta mampu mengembangkan brand baru dengan memanfaatkan bahan-bahan dari dalam negeri sendiri. Pemerintah pencegahan terhadap perusakan moral anak bangsa. Pada hakikatnya semua terjadi berdasarkan atas latar belakang kehidupan seorang anak yang dijalani. Ia tumbuh dalam kurangnya pengawasan, perhatian, kecukupan gizi, karena keadaan Framing adalah cara penyajian informasi untuk mempengaruhi persepsi audiens. Dalam konteks stand-up comedy, framing dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau humor tentang berbagai topik, termasuk gaya hidup masyarakat miskin. Berikut beberapa elemen yang dapat diambil dalam analisis framing: Pemilihan Topik: Stand-up comedian memilih topik yang berhubungan dengan gaya hidup masyarakat miskin. Pemilihan topik ini dapat menciptakan framing yang menggambarkan pengalaman atau situasi tertentu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat miskin. Bahasa dan Gaya Humor: Cara penyajian materi, bahasa yang digunakan, dan gaya humor dapat memainkan peran penting dalam framing. Stand-up comedian mungkin menggunakan bahasa yang akrab atau stereotip untuk menciptakan efek tertentu. Gaya humor mereka dapat merujuk pada situasi keseharian masyarakat miskin dengan cara yang menghibur. Paradigma. Volume 13. Number 3, 2024, 11-20 Perspektif Personal: Seberapa jauh stand-up comedian mengaitkan materi mereka dengan pengalaman pribadi atau observasi langsung dapat mempengaruhi cara audiens memahami framing tersebut. Perspektif personal dapat membuat cerita lebih dapat dihubungkan dan membuat audiens lebih terlibat. Tujuan Komunikasi: Apakah tujuan stand-up comedian untuk menghibur, mengkritik, atau memberikan sudut pandang baru terhadap gaya hidup masyarakat miskin? Tujuan komunikasi ini dapat memengaruhi framing secara keseluruhan. Penting untuk diingat bahwa stand-up comedy adalah bentuk seni yang subjektif, dan persepsi framing dapat berbeda-beda antarindividu. Analisis framing mencoba memahami bagaimana pesan disajikan dan bagaimana audiens meresponsnya. Jika Anda dapat memberikan informasi lebih lanjut tentang materi spesifik yang ingin Anda analisis, saya akan mencoba memberikan pandangan lebih Kesimpulan Dalam pembahasan ini, memberikan kesimpulan bahwa stand up comedy dengan mengangkat tema AuGaya Hidup Masyarakat MiskinAy mampu mencakup pemilihan topik-topik yang mencerminkan tantangan, keunikan, atau situasi keseharian yang dihadapi oleh masyarakat miskin sesungguhnya. Pemilihan topik tersebut memainkan peran penting dalam membentuk framing secara keseluruhan. Komedian Nopek Novian dan Marshel menyampaikan dengan berbagai gaya humor, seperti self deprecating humor, observational humor, atau satiere, untuk menyalurkan pesan mereka tentang kehidupan dan gaya hidup kalangan masyarakat miskin. Gaya humor tersebut memiliki dampak signifikan dalam memengaruhi cara audiens memandang dan merespons materi tersebut. Dengan menggunakan self deprecating humor, mislanya komedian dapat membuat penonton merasa lebih dekat dan empati terhadap situasi yang digambarkan. Observasional humor memungkingkan komedian untuk menyoroti keunikan dan absurditas dalam kehidupan sehari-har masyarakat miskin, semantara satire dapat digunakan untuk mengkritik kondisi sosial dan kebijakan yang mempengaruhi mereka. Penyampaian materi dalam stand up comedy tersebut, mengaitkan peran langsung anatara komedian dan pengalaman pribadinya. Hal tersebut tidak hanya memberikan dimensi personal, tetapi juga menghadirkan cerita dengan cara yang lebih autentik dan relatable. Perspektif ini membuat audiens lebih mudah untuk memahami dan meresapi framing yang disampaikan. Dengan demikian, stand up comedy bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga alat yang efektif untuk menyampaikan pesan sosial dan menggugah kesadaran audiens terhadap isu-isu yang dihadapi oleh masyarakat Penelitian ini, menyoroti pentingnya pendekatan yang sensitif dan autentik dalam membawakan materi stand up comedy tentang gaya hidup masyarakat miskin, agar pesan yang disampaikan dapat memberikan dampak positif dan mendalam kepada audiens. Melalui analisis frmaing yang dikemukakan oleh Robert Entman mencakup beberapa elemen penting, seperti penentuan masalah, penyebab masalah, penilaian moral, dan penyelesaian masalah. Dalam konteks stand up comedy dengan dianalisis menggunakan framing humor Robert Entman, penelitian ini menunjukkan bahwa sensitivitas dan keunikan dalam penyampaian materi dapat berdampak besar dalam membangun motivasi dan kesadaran diri bagi para audiens. Paradigma. Volume 13. Number 3, 2024, 11-20 Daftar Pustaka