Absis: Mathematics Education Journal Vol. No. Mei 2020, pp. ISSN 2686-0104 . , 2686-0090 . http://journal. id/index. php/absis/index Respon Siswa Terhadap Pembelajaran Dalam Jaringan (Darin. Pada Mata Pelajaran Matematika Denny Andriani a,1*. Krisdianto Hadi Prasetyo a,2. Erika Laras Astutiningtyas a,3 Pendidikan Matematika. Universitas Veteran Bangun Nusantara. Sukoharjo. Indonesia dennyandrn@gmail. 2 krisdianto_prasetyo@yahoo. 3 astutiningtyas. univet@gmail. * Corresponding Author Diterima 14 August 2020. Disetujui 21 Februari 2021. Diterbitkan 22 Februari 2021 ABSTRACT The objective of this study is to determine students' responses to learning in the network . in mathematics. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection technique is questionnaire. The questionnaire consisted of positive and negative statements totaling 20 The questionnaire is distributed via Googleform. Data analysis techniques are data reduction, data presentation and conclusion. The subjects are 29 students of Class XI MIPA 1 of SMA Negeri 1 Weru in the academic year 2019/2020. The result shows that the average percentage of student responses in mathematics received positive criteria. With the average percentage of students' responses to the first indicator, namely interest of 83. 62% so it is included in the positive criteria. In the second indicator, motivation is 74. 14% so it is included in the positive criteria. The third indicator is satisfaction at 80. so it is included in the positive criteria. In the fourth indicator, interest is 73. so it is included in the positive criteria. And the fifth indicator is the response of 43% so it is included in the positive criteria. KEYWORDS Student Response Online Learning Mathematics This is an openaccess article under the CCAeBY-SA Pendahuluan Meningkatnya virus corona di Indonesia membuat pemerintah mengeluarkan berbagai imbauan, peraturan dan kebijakan yang diberikan kepada masyarakat seluruh Indonesia. Pemerintah Indonesia berusaha terus untuk memutus rantai persebaran virus corona dengan membuat berbagai kebijakan diantaranya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besa. Physical Distancing dan pemberlakuan WFH (Work From Hom. Disaat kondisi pandemi covid-19, aktivitas menjadi terbatas. Pemerintah menyarankan semua kegitan diluar rumah dibatasi. Pemerintah menerapkan kebijakan belajar, dari rumah, bekerja dari rumah dan ibadah dirumah. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir keadaan yang mulai memburuk saat ini. Dampak dari virus corona ini sudah memasuki dunia pendidikan. Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan seluruh lembaga pendidikan. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan persebaran virus corona. Model pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus memperhatikan tujuan yang ingin dicapai, kemampuan dan latar belakang siswa, kemampuan dan latar belakang guru, keadaan proses belajar yang sedang berlangsung dan alat-alat atau saran prasarana yang tersedia (Ulfa. Maria. Ditambahkan oleh (Hidayat 2. bahwa model pembelajaran terbaik adalah yang paling sesuai dengan karakteristik peserta didik, tujuan, materi ajar, media, waktu yang disediakan dan situasi juga kondisi saat ini. Oleh karena itu, pemerintah membuat kebijakan agar siswa tetap masih bisa belajar dengan kondisi saat ini. Pemerintah membuat kebijakan bahwa proses belajar mengajar dilaksanakan dirumah melalui pembelajaran jarak jauh atau secara daring. Pembelajaran dalam jaringan . menjadi salah satu alternatif dalam pembelajaran saat ini. Pembelajaran ini dilakukan dengan memanfaatkan jaringan internet. Pembelajaran ini sebagai pengganti pembelajaran tatap muka disekolah, sehingga guru dan siswa tetap bisa melaksanakan proses belajar mengajar. Pembelajaran dalam jaringan . ini juga dilakukan pada mata pelajaran matematika. Pemahaman tentang ide atau gagasan matematika yang dimiliki seseorang memiliki manfaat dalam menyelesaikan suatu masalah dalam kehidupannya, sehingga penting bagi manusia untuk doi : 10. 32585/absis. univetbantara@gmail. Absis: Mathematics Education Journal Vol. No. Mei 2020, pp. ISSN 2686-0104 . , 2686-0090 . mempelajari matematika (Kuncorowati. Mardiyana, and Saputro 2017. Hidayah et al. Di sisi lain, banyak siswa yang saat ini memberikan respon negatif terhadap matematika sebagai dampak dari anggapannya bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang paling sulit (Zakiah. Prasetyo, and Astutiningtyas 2. Melihat kondisi yang saat ini mengharuskan pembelajaran dilaksanakan secara daring, maka semua pendidik di Indonesia berpikir keras untuk membuat pembelajaran matematika tetap Hal ini sesuai pendapat (Styawan. Susilowati, and Wulandari 2. bahwa pendidikan yang diterapkan harus selalu dilakukan pembaharuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan suatu Pandemi covid-19 yang telah melanda Indonesia di awal tahun 2020 memaksa semua civitas akademika untuk memanfaatkan teknologi secara maksimal dalam pembelajaran. Sesuai dengan pernyataan (Imania and Bariah 2. bahwa penggunaan e-learning sebagai media pembelajaran, diharapkan dapat meningkatkan daya serap dari siswa atas materi yang diajarkan, meningkatkan partisipasi aktif dari siswa, meningkatkan kemampuan belajar mandiri dan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi. Berdasarkan hasil informasi yang didapat dari beberapa siswa, guru memberikan materi pelajaran matematika melalui beberapa pembelajaran dalam jaringan . Seperti google classroom, google form, media sosial . roup whatsapp, email,dan lain-lai. Hal ini membuat siswa memberikan tanggapan atau respon kepada guru terkait dengan pembelajaran dalam jaringan . Respon siswa terhadap pembelajaran dalam jaringan . ini merupakan sesuatu yang sangat penting untuk diketahui dalam upaya pengembangan proses berfikir siswa terhadap pembelajaran (Hasan 2. Beberapa penelitian mengenai respon siswa terhadap pembelajaran daring telah dilakukan. Salah satunya adalah (Kurniawati 2. yang melakukan penelitian dengan judul AuRespons Siswa MTSN 1 Jakarta Terhadap Pemanfaatan Situs w. idAy. Dapat disimpulkan dengan menfaatkan situs w. id mendapatkan respon yang positif. Dan adapun dari hasil respon kognitif dengan skor sebesar 871 dan mean sebesar 29,03%, sedangkan respon afektif dengan skor sebesar 878 dan mean sebesar 29,7%. Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang respon siswa terhadap pembelajaran dalam jaringan. pada mata pelajaran Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran dalam jaringan . pada mata pelajaran matematika. Metode Penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian deskriptif, dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif karena bertujuan untuk membuat deskripsi tentang respon siswa terhadap pembelajaran dalam jaringan . pada mata pelajaran matematika di kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Weru. Adapun pendekatan kualitatif dalam penelitian ini menghasilkan data deskriptif berupa tulisan naratif mengenai respon siswa terhadap pembelajaran dalam jaringan . pada mata pelajaran matematika di kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Weru. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri Weru yang terletak di Desa Karangtengah. Kecamatan Weru. Kabupaten Sukoharjo. Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2020 Ae 10 Juni 2020. Adapun subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 di SMA Negeri 1 Weru dengan jumlah 29 siswa. Pengambilan subjek penelitian menggunakan purposive sampling. Subjek diambil berdasarkan atas saran dan pertimbangan dari guru mata pelajaran matematika di kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Weru. Sumber data penelitian terdiri dari dua data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden yang didapat dari angket. Dalam hal ini peneliti memberikan angket atau daftar pertanyaan yang disampaikan kepada responden untuk diisi. Untuk mengetahui respon siswa kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Weru terhadap pembelajaran dalam jaringan . pada mata pelajaran matematika akan diukur dengan skala likert. Adapun skala likert ini menggunakan 4 skala penilaian yaitu SS (Sangat Setuj. S (Setuj. TS (Tidak Setuj. , dan STS (Sangat Tidak Setuj. Sedangkan data sekunder adalah data yang dikumpulkan peneliti berupa jurnal-jurnal, buku-buku serta sumber lainnya yang berkaitan dengan masalah penulisan Denny Andriani et al. (Respon Siswa Terhadap Pembelajaran Dalam Jaringan (Darin. Pada Mata Pelajaran A) Absis: Mathematics Education Journal Vol. No. Mei 2020, pp. ISSN 2686-0104 . , 2686-0090 . penelitian ini dan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran matematika dikelas XI MIPA SMA Negeri 1 Weru. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket respon siswa. Angket digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran dalam jaringan . pada mata pelajaran matematika. Angket yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 5 indikator yaitu ketertarikan, motivasi, kepuasan, minat dan tanggapan (Nurlatipah. Juanda, and Maryuningsih 2. Angket terdiri dari pertanyaan positif dan negatif. Adapun angket yang digunakan berupa angket tertutup berbentuk skala likert dengan 4 skala penilaian yaitu SS (Sangat Setuj. S (Setuj. TS (Tidak Setuj. bernilai 2, dan STS (Sangat Tidak Setuj. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah merangkum, memilih data yang pokok, menyederhanakan, melakukan pengkodean dan membuang hal-hal yang tidak perlu. Reduksi dilakukan pada hasil angket respon siswa (Purwaningrum 2016. Arikunto Menurut (Nunung 2. Langkah-langkah analisis data respon siswa dimulai dengan membuat skor setiap pilihan jawaban dengan menggunakan skala Likert. Skor angket respon siswa mengacu pada Tabel 1. Tabel 1. Skor Angket Respon Siswa Kategori Jawaban Siswa Skor untuk Penyataan Positif Negatif SS (Sangat Setuj. S (Setuj. TS (Tidak Setuj. STS (Sangat Tidak Setuj. Langkah selanjutnya adalah menghitung skor total tiap-tiap item dan menghitung persentase perolehan skor total per item. Rumus yang digunakan sebagai berikut: PNRS = i A1 NRS NRS maksimum C100% Eu NRS = Total Nilai Respon Siswa pada dengan PNRS adalah Persentase Nilai Respon Siswa, setiap item pernyataan dan NRS maks = n x skor pilihan terbaik, dengan n adalah banyaknya seluruh responden. Langkah terakhir adalah menentukan kategori persentase respon siswa sesuai Tabel 2 (Lukitawati 2. Tabel 2. Kategori Persentase Respon Siswa Persentase Respon Siswa Kategori 85% O NRS Sangat Positif Positif Kurang Positif Tidak Positif 70% O NRS < 85% 50% O NRS < 70% RS < 50%Setuj. Setelah data direduksi, maka langkah berikutnya adalah penyajian data. Data hasil angket respon siswa disajikan dalam bentuk deskripsi. Melalui penyajian data tersebut, data akan semakin mudah untuk dipahami. Langkah terakhir dalam analisis data adalah penarikan kesimpulan. Kesimpulan ini di buat berdasarkan hasil analisis data angket respon siswa. Denny Andriani et al. (Respon Siswa Terhadap Pembelajaran Dalam Jaringan (Darin. Pada Mata Pelajaran A) Absis: Mathematics Education Journal Vol. No. Mei 2020, pp. ISSN 2686-0104 . , 2686-0090 . Data yang dikumpulkan tidak selamanya mengandung unsur kebenaran. Oleh karena itu, diperlukan validitas data dalam penelitian ini. Validitas data pada penelitian ini menggunakan cara Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu. yang lain diluar data yang telah diperoleh untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding (Widodo 2. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber yaitu mengkonfirmasikan data yang diperoleh dari suatu sumber dengan sumber lainnya dengan cara membandingkannya lalu dianalisis sehingga menghasilkan kesimpulan. Sumber yang digunakan pada triangulasi ini adalah guru mata pelajaran matematika di kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Weru, dengan cara mewawancarai guru tersebut menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan isi dari angket respon siswa. Hasil dari data wawancara tersebut dapat dibandingkan dengan hasil Dari hasil perbandingan tersebut dapat menghasilkan kesimpulan. Menurut (Arikunto 2. , prosedur penelitian yang dilakukan terbagi menjadi 3 tahap, yaitu. Pembuatan Rancangan Penelitian Ada beberapa hal yang harus disiapkan peneliti sebelum melaksanakan penelitian. Pada tahap ini peneliti terlebih dauhulu menyusun proposal penelitian, lalu melakukan perbaikan proposal penelitian berdasarkan hasil konsultasi dengan pembimbing, menyiapkan surat ijin penelitian serta penyusunan instrumen penelitian yang berupa angket respon siswa terhadap pembelajaran dalam jaringan . Pelaksanaan Penelitian Pada tahap ini peneliti akan melaksanakan penelitian dengan metode yang sudah direncanakan. Pada tahap ini , peneliti membagikan angket respon kepada siswa. Pembuatan Laporan Penelitian. Berdasarkan data yang diperoleh dari angket yang diberikan kepada siswa secara keseluruhan akan dianalisis untuk ditarik kesimpulannya. Kemudian peneliti konsultasi laporan penelitian dengan pembimbing dan melakukan perbaikan laporan penelitian berdasarkan hasil konsultasi dengan pembimbing. Hasil dan Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran daring pada mata pelajaran matematika. di SMAN 1 Weru. Data angket respon siswa diperoleh dari kelas XI MIPA 1 yang berjumlah 29 siswa. Selanjutnya responden mengisi angket sebanyak 20 butir pertanyaan dengan 4 alternatif jawaban yaitu SS (Sangat Setuj. S (Setuj. TS (Tidak Setuj. STS (Sangat Tidak Setuj. Angket yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 5 indikator yaitu ketertarikan, motivasi, kepuasan, minat dan tanggapan. Adapun hasil respon siswa di kelas XI MIPA 1 SMAN 1 Weru dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Rata-Rata Persentase Respon Siswa Terhadap Pembelajaran Daring Pada Mata Pelajaran Matematika. Indikator Rata-Rata Persentase Respon Siswa Kriteria Respon Ketertarikan Motivasi Kepuasaan Minat Tanggapan 83,62% 74,14% 80,17% 73,49% 75,43% Positif Positif Positif Positif Positif Tabel 3 menunjukkan bahwa rata-rata respon siswa SMA Negeri 1 Weru dikela XI MIPA 1 terhadap pembelajaran daring pada mata pelajaran matematika pada indikator ketertarikan, motivasi, kepuasaan, minat, dan tanggapan mendapat kriteria positif. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran daring pada mata pelajaran matematika ini mendapat respon yang positif dari siswa. Denny Andriani et al. (Respon Siswa Terhadap Pembelajaran Dalam Jaringan (Darin. Pada Mata Pelajaran A) Absis: Mathematics Education Journal Vol. No. Mei 2020, pp. ISSN 2686-0104 . , 2686-0090 . Gambar 1 menunjukkan bahwa indikator ketertarikan, motivasi, kepuasaan, minat dan tanggapan mendapatkan respon yang positif. 86,00% 84,00% 82,00% 80,00% 78,00% 76,00% 74,00% 72,00% 70,00% 68,00% 83,62% 80,17% 75,43% 74,14% Ketertarikan Motivasi 73,49% Kepuasaan Minat Tanggapan Gambar 1. Hasil Analisis Respon Siswa SMAN 1 Weru Pada indikator ketertarikan rata-rata persentase respon siswa sebesar 83,62% dengan kriteria Hal ini menunjukkan bahwa dengan pembelajaran daring ini membuat siswa memberi perhatian lebih pada pembelajaran daring ini. Dengan guru memanfaatkan jaringan internet, membuat siswa menjadi lebih tertarik dalam proses pembelajaran yang dilakukan saat ini. Menurut (Meidawati 2. yang mengungkapkan bahwa setelah mengikuti pembelajaran berbasis daring learning, para siswa semakin semangat mengikuti pembelajaraan dan siswa tidak merasa bosan saat pembelajaran daring. Siswa juga tertarik saat menggunakan pembelajaran berbasis daring learning dibanding dengan metode konvensional . Respon yang positif dengan rata-rata 74,14% pada indikator motivasi diperoleh karena pembelajaran daring ini membuat siswa menjadi termotivasi dalam belajar. Motivasi belajar siswa dapat dilihat dari reaksi positif terhadap stimulus yang diberikan oleh guru dengan menunjukkan semangat dalam menyelesaikan tugas belajarnya. Motivasi berfungsi sebagai pendorong usaha serta pencapaian prestasi. Menurut (Tigowati. Efendi, and Budiyanto 2. Motivasi yang baik akan menunjukkan hasil yang baik pula. Hasil belajar akan menjadi optimal akan menjadi optimal kalau ada motivasi. Makin tepat motivasi yang diberikan, akan makin berhasil pula pelajaran. Jadi motivasi menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa Kepuasan adalah perasaan senang siswa dalam mengikuti pembelajaran. Rata-rata persentase kepuasaan dalam pembelajaran daring ini sebesar 80,17% dengan kriteria positif. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran daring ini menimbulkan perasaan senang kepada siswa dalam pengalaman pembelajaran mereka. Siswa merasa pembelajaran ini menjadi lebih menyenangkan karena dapat berdiskusi dengan guru dan dapat bertukar pikiran dengan siswa lainnya sehingga dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Menurut (Yasir. Suarman, and Gusnardi 2. Seorang siswa dapat dianggap puas jika siswa merasa bahwa pelajaran dapat memenuhi kebutuhan dan harapannya. Hal ini dapat memotivasi siswa untuk berupaya lebih dalam kegiatan pembelajaran, meningkatkan sikap positif terhadap pelajaran. Minat adalah perasaan yang mendorong siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Rata-rata persentase minat dalam pembelajaran daring ini sebesar 73,49% dengan kriteria positif. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran daring ini membuat siswa memiliki kemauan untuk belajar sehingga dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Semakin baik minat belajar siswa terhadap pelajaran matematika, maka semakin mudah kegiatan belajar dan hasil belajar juga akan semakin Menurut (Rusmiati 2. Minat dalam proses belajar mengajar merupakan salah satu faktor yang besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar. Siswa yang minat belajarnya tinggi akan memperoleh prestasi belajar yang baik. Respon yang positif pula juga dengan rata-rata 75,43% pada indikator tanggapan diperoleh karena pembelajaran ini dianggap menjadi pembelajaran yang efektif untuk kondisi saat ini. Karena pembelajaran daring ini lebih menghemat dalam waktu dan tenaga. Siswa dapat menjadi lebih Denny Andriani et al. (Respon Siswa Terhadap Pembelajaran Dalam Jaringan (Darin. Pada Mata Pelajaran A) Absis: Mathematics Education Journal Vol. No. Mei 2020, pp. ISSN 2686-0104 . , 2686-0090 . kreatif dalam belajar secara mandiri. Dengan pembelajaran ini, membuat siswa lebih mudah berinteraksi dengan guru sehingga siswa dapat menjadi lebih semangat dalam belajar. Simpulan Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa respon siswa terhadap pembelajaran daring pada mata pelajaran matematika di kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Weru tahun ajaran 2019/2020 mendapat respon yang positif. Persentase rata-rata respon siswa dengan indikator pertama yaitu ketertarikan siswa terhadap pembelajaran daring sebesar 83,62% sehingga termasuk dalam kriteria positif. Pada indikator kedua yaitu motivasi siswa dalam belajar selama pembelajaran daring ini sebesar 74,14% sehingga termasuk dalam kriteria positif. Pada indikator ketiga yaitu kepuasaan siswa selama pembelajaran daring ini sebesar 80,17% sehingga termasuk dalam kriteria positif. Pada indikator keempat yaitu minat siswa dalam belajar selama pembelajaran daring sebesar 73,49% sehingga termasuk dalam kriteria positif. Dan indikator kelima yaitu tanggapan siswa selama pembelajaran daring sebesar 75,43% sehingga termasuk dalam kriteria positif. Referensi