Volume 5 No 2 July 2024 EISSN 2722-2861 Progress in Social Development EMPOWERING TRIGONA HONEY BEE FARMERS: COMMUNITY EMPOWERMENT EFFORTS BASED ON LOCAL POTENTIAL BY PT PERTAMINA EP SANGGATA FIELDAeLAPANGAN SEMBERAH PEMBERDAYAAN PETANI MADU LEBAH TRIGONA: UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS POTENSI LOKAL OLEH PT PERTAMINA EP FIELDS AREA SANGGATA FIELDAeLAPANGAN SEMBERAH Luthfi Kurniawan Joshi1. Reza Bagus Yustriawan2 Jr. Officer Comrel & CID Zona 9. Indonesia Community Development Officer PT Pertamina EP Sangatta-Semberah Field. Indonesia Email Correspondance: luthfi. joshi@pertamina. ABSTRACT: The role of Corporate Social Responsibility (CSR) in community empowerment programs through the development of Trigona bee cultivation (Kelulut Bee. in Tanah Datar Village. Muara Badak District is an effort to improve community welfare by utilizing existing local potential. The biodiversity of tropical forests in Indonesia, including non-timber forest products (NTFP. and undervalued, neglected forest commodities, or small forest commodities, plays an important role in the livelihoods of communities living around forests. One of them is in Tanah Datar Village. Kutai Kartanegara, which is the location PT Pertamina EP Sangatta Field Ae Lapangan Semberah. The forest area around this area is a habitat that provides a food source for the kelulut or trigona honey bee. Honey bees, especially kelulut bees, can be categorized as a non-timber forest product that has the potential to be developed. This is what PT Pertamina EP Sangatta Field Ae Lapangan Semberah is trying to develop through the Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) CSR Program. The purpose of this research is to find out the efforts made by the Company in empowering the community based on location potential in Tanah Datar Village. The method used is descriptive qualitative through analysis of documents owned by the company. The Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) CSR program has had a real impact on the people of the Tanah Datar Village area in the form of improving the economy of the beneficiaries because the honey harvest has economic value. From a social perspective, the various activities increase social interaction and foster close social cohesion between beneficiaries. Meanwhile, from an environmental aspect, the Kelulut honey bee cultivation system requires flowers as pollen producers for food, indirectly creating vegetation that is beneficial to the environment. Keywords: CSR. Community Development. Local Potential. Bee Farmer ABSTRAK: Peran Corporate Social Responsibility (CSR) dalam program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan budidaya lebah Trigona (Lebah Kelulu. di Desa Tanah Datar. Kecamatan Muara Badak merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada. Keanekaragaman hayati hutan tropis di Indonesia, termasuk hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan komoditas hutan yang kurang dihargai, terabaikan, atau komoditas hutan kecil, memainkan peran penting dalam mata pencaharian masyarakat sekitar hutan. Salah satunya adalah di Desa Tanah Datar. Kutai Kartanegara yang menjadi lokasi beroperasinya PT Pertamina EP Sanggatta Field Ae Lapangan Semberah. Kawasan hutan yang berada disekitar wilayah ini merupakan habitat yang menyediakan sumber pakan bagi lebah madu kelulut atau trigona. Lebah madu, khususnya lebah kelulut dapat dikategorikan sebagai hasil hutan bukan kayu yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Hal inilah yang coba untuk dikembangkan oleh PT Pertamina EP Sanggatta Field Ae Lapangan Semberah melalui Program CSR Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan oleh Perusahaan dalam melakukan pemberdayaan Masyarakat berbasis potensi lokasi di Desa Tanah Datar. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif melalui analisis dokumen yang dimiliki oleh perusahaan. Adapun program CSR Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) ini telah memberikan dampak yang nyata bagi Masyarakat wilayah Desa Tanah Datar berupa meningkatkan perekonomian penerima manfaat karena hasil panen madu bernilai ekonomis. Dari segi sosial, berbagai kegiatan yang ada meningkatkan interaksi sosial dan menumbuhkan kohesi sosial yang erat antar penerima manfaat. Sedangkan dari aspek lingkungan, sistem budidaya lebah madu kelulut ini Journal homepage: psd. fisip-unmul. id/index. php/psd membutuhkan bunga sebagai penghasil polen untuk makanan secara tidak langsung menciptakan vegetasi yang bermanfaat bagi lingkungan. Kata Kunci: CSR. Pemberdayaan Masyarakat. Potensi Lokal. Petani Madu Article Info Received Januari 2024 Accepted Published DOI July 2024 July 2024 Copyright and License Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal. PENDAHULUAN Lebah trigona adalah salah satu sumber daya yang ada di wilayah Desa Tahan Datar yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Lebah trigona, yang biasa dikenal sebagai lebah kelulut di Kalimantan, merupakan salah satu jenis lebah lokal yang dapat menghasilkan madu. Lebah ini selain dapat menghasilkan madu juga memiliki peran yang cukup penting dalam menjaga keanekaragaman hayati (Pranit et al. , 2. Lebah ini memiliki ciri khusus tidak memiliki sengat atau disebut sebagai stingless bee. Lebah ini dapat ditemukan di daerah hutan tropis di hutan-hutan Kalimantan. Pada awalnya dalam budidaya lebah trigona ini dilakukan dengan mencari langsung di hutan karena masih minimnya masyarakat yang membudidayakan. Namun saat ini, budidaya lebah Trigona mulai berkembang di wilayah Desa Tanah Datar. Beberapa masyarakat mulai melirik budidaya lebah ini karena mampu menghasilkan madu yang dapat menguntungkan secara ekonomi. Berdasarkan hasil pemetaan sosial PT Pertamina EP Sangatta Field Ae Lapangan Semberah . , terdapat satu orang yang menjadi pionir menjalankan usaha madu lebah trigona. Lalu berkembang menjadi 11 orang dengan melakukan kegiatan yang sama. Jika dilihat dari hasil yang diperoleh, memiliki prospek dalam meningkatkan penghasilan. Karena salah satu dari pembudidaya bahkan sudah melakukan kegiatan penjualan madu ke Malaysia, mengingat kebutuhan madu di Malaysia yang cukup tinggi. Salah satu pelaku usaha dapat mencapai angka pendapat bersih hampir mencapai 50 juta per bulan, karenanya kegiatan budidaya ini bisa ditularkan kepada masyarakat lain dan dikembangkan. Pengembangan Petani Madu Sari Alam di wilayah Desa Tanah Datar. Kecamatan Muara Badak. Kabupaten Kutai Timur atau yang biasa disebut dengan TAMU SARAH adalah merupakan program CSR (Corporate Social Responsibilit. yang dilakukan oleh PT Pertamina EP Sangatta Field Ae Lapangan Semberah. Program Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang diemban oleh suatu perusahaan kepada masyarakat sekitar yang terkena dampak kegiatan dengan tujuan untuk menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan, ekonomi masyarakat dan lingkungan (Djabbar et al. PT Pertamina EP Sangatta Field Ae Lapangan Semberah merupakan perusahaan yang bergerak dibidang penggeboran minyak pertambangan. Sedangkan, industri pertambangan ekstraksi memang sudah seharusnya melaksanakan program keberlanjutan lingkungan pasca tambang agar memberikan manfaat bagi lingkungan hidup dan sosial ekonomi masyarakat sekitar area pertambangan (Triwibowo, 2. Di Indonesia, kewajiban dalam pelaksanaan CSR diatur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas serta dalam PP No. 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas (Pranoto & Yusuf, 2. CSR kemudian menjadi kegiatan yang lebih berpijak pada peningkatan kesejahteraan sosial melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Secara teoritik, pemberdayaan masyarakat (Community Developmen. bukanlah kegiatan yang mengedepankan aspek bantuan sosial karitatif yang dicirikan oleh hubungan patronase. Community Development lebih didasari oleh pendekatan yang partisipatoris, humanis dan emansipatoris (Rahmawati & Anggara, 2. Program ini dijalankan berdasarkan hasil pemetaan sosial . yang menunjukkan bahwa di wilayah Desa Tanah Datar. Kecamatan Muara Badak terdapat kelompok yang melakukan kegiatan budidaya lebah trigona atau kelulut. Selain menjadi salah satu rekomendasi di laporan pemetaan sosial, kelompok ini juga pernah menjuarai festival UMKM yang diselenggarakan oleh PT Pertamina EP Sangatta Field Ae Lapangan Semberah. Sehingga, kelompok yang memiliki nama Kelompok Tani Madu Sari Alam ini Progress in Social Development: Volume 5 No 2 July 2024 dianggap pantas untuk menjadi kelompok dampingan perusahaan dan mendapatkan pembinaan (Latifah et , 2. Program pendampingan ini memiliki tujuan yang cukup jelas. Pertama, program Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota kelompok dalam memproduksi madu, peningkatan ekonomi, dan lebih jauh lagi sebagai upaya untuk menciptakan kemandirian masyarakat. Hal ini sesuai dengan tujuan pemberdayaan yang mana kegiatan ini diartikan sebagai transformasi ke arah yang lebih positif, mengubah kondisi dari tidak memiliki kemampuan menjadi berdaya, sehingga kegiatan pemberdayaan berhubungan dengan usaha untuk meningkatkan kualitas hidup suatu kelompok (Latifah et al. , 2. Kedua, program ini juga memiliki dampak lingkungan yang baik karena mendorong pelestarian vegetasi atau tanaman yang menjadi sumber pakan lebah. Ketiga, bagi perusahaan program ini dapat menjadi jembatan untuk membangun hubungan yang baik dengan masyarakat maupun stakeholder terkait. Produksi madu yang dihasilkan oleh lebah jenis trigona ini lebih terbatas jika dibandingkan dengan lebah madu yang lain, madu yang dihasilkannya memiliki karakteristik yang unik. Secara umum, madu ini memiliki konsistensi yang lebih padat dan rasa yang bervariasi, tergantung pada jenis bunga yang dikunjungi oleh lebah. Dalam budidaya lebah trigona menghasilkan madu memerlukan pakan berupa nektar bunga yang diperoleh dari tanaman di sekitarnya. Untuk itu diperlukan vegetasi tumbuhan dan tanaman yang mendukung kebutuhan nektar bagi lebah trigona ini. Indonesia memiliki lingkungan yang mampu memberikan dukungan berlimpah bagi pertumbuhan berbagai jenis tanaman sebagai sumber pakan bagi lebah (Syaifudin, 2. Kondisi ini membuka peluang yang luas bagi masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya lebah, termasuk lebah jenis Trigona. Program yang dikembangkan oleh PT Pertamina EP Sangatta Field Ae Lapangan Semberah adalah satu program pemberdayaan Masyarakat wilayah Desa Tanah Datar dimaksudkan untuk mewujudkan kemandirian masyarakat agar dapat hidup dengan baik melalui pemanfaatan potensi-potensi lokal yang dimiliki oleh suatu desa, termasuk potensi dari adanya koloni lebah trigona ini. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya masih terdapat hambatan-hambatan yang dihadapi oleh petani madu khususnya Petani Madu Sari Alam. Dalam laporan implementasi program Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) . yang dilakukan pada tahun 2023, terdapat beberapa hambatan berupa . produk yang dirasa kurang memiliki nilai jual dipasaran, . Kelompok Tani Madu Sari Alam memiliki kesulitan untuk memasarkan produk ke luar wilayah, . kelembagaan kelompok UKM yang mulai terasa renggang, dan . mulai kekurangan bunga atau vegetasi yang berfungsi sebagai pakan dari madu Peran CSR dalam hal ini mencakup pendampingan berkelanjutan, yang bertujuan untuk tidak hanya meningkatkan kesejahteraan kelompok yang terlibat dalam kegiatan ini tetapi juga perusahaan berperan sebagai mitra yang aktif mendukung, memberikan sumber daya, dan melaksanakan sejumlah inisiatif untuk memberdayakan dan memajukan Kelompok Tani Madu Sari Alam serta masyarakat sekitarnya. Melalui program ini. PT Pertamina EP Sangatta Field Ae Lapangan Semberah telah mengambil langkah-langkah inovatif untuk menjawab tantangan dan menyelesaikan kendala yang dihadapi oleh Kelompok Tani Madu Sari Alam dan memenuhi kebutuhan sosial komunitas setempat. Sehingga berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan, maka artikel ini akan mengulas mengenai bagaimana praksis Program Pemberdayaan Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) Di Desa Tanah Datar. Kecamatan Muara Badak dalam upaya pemberdayaan masyarakat di Desa Tanah Datar melalui potensi lokal yang METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan studi Definisi penelitian kualitatif deskriptif menurut John W. Creswell (Cresswell & Poth, 2. adalah penelitian yang melibatkan pengumpulan data tanpa adanya intervensi atau manipulasi variabel. Jenis penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara sistematis dan akurat mengenai keadaan terkini dari suatu kelompok, objek, atau fenomena yang sedang diteliti. Sedangkan studi dokumentasi sendiri adalah salah satu metode pengumpulan data kualitatif dengan melihat dan menganalisis dokumen-dokumen yang telah dibuat. Dalam penelitian ini, dokumen yang digunakan sebagai sumber data penelitian adalah dokumen yang dimiliki oleh PT Pertamina EP Sangatta Field Ae Lapangan Semberah berupa dokumen social mapping, dokumen rencana strategis, dokumen rencana kerja hingga dokumen indek kepuasan masyarakat terkait program pemberdayaan petani madu sari alam yang telah dilaksanakan selama kurang lebih 4 tahun. HASIL DAN PEMBAHASAN Desa Tanah Datar: Kondisi Sosio-Geografis. Peluang dan Potensi Desa Tanah Datar merupakan salah satu desa di Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara. Menurut dokumen pemetaan sosial yang dilakukan pada tahun 2022 oleh PT Pertamina EP Field Area Sangatta, penduduk Desa Tanah. Berdasarkan data Profil Desa dan Kelurahan (Prodeske. Bulan Agustus Tahun 2022. Desa Tanah Datar memiliki 2. 978 penduduk dengan 1. 570 orang laki-laki dan 1. orang perempuan. Penduduk tersebar di dua dusun. Dusun Utara (RT 1-. dan Dusun Selatan (RT 6-. Luas wilayah kedua dusun ini tidak terlalu jauh berbeda, namun Dusun Selatan memang lebih padat penduduk sehingga delapan dari 13 RT berlokasi di dusun tersebut. Tabel 1 Jumlah Penduduk Desa Tanah datar tahun 2022 Jenis Kelamin Jumlah Perempuan Laki-laki Total Sumber: Profil Desa Tanah Datar (Pemetaan Sosial Wilayah Ring 1 Perusahaan PT Pertamina EP Sangatta Field Lapangan Semberah Desa Tanah Datar, 2. Desa Tanah Datar memiliki fasilitas cukup memadai yang dapat digunakan masyarakat umum seperti adanya tempat peribadatan, pelayanan pos polisi, layanan Kesehatan dan lainnya. Desa ini juga memiliki beberapa fasilitas pendidikan dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah berbasis keagamaan. Fasilitas lainnya adalah tempat peribadatan dan ruang terbuka yang difungsikan sebagai sarana olahraga. Desa Tanah Datar juga terletak di wilayah yang cukup strategis, yakni berada di jalan utama yang dilewati untuk masuk maupun keluar wilayah Samarinda. Selain itu, jumlah penduduk usia produktif di Desa Tanah Datar juga cukup banyak. Masih dari sumber yang sama yakni dokumen pemetaan sosial pada tahun 2023, penduduk di Desa Tanah Datar didominasi oleh penduduk angkatan kerja, yakni penduduk berusia 18-56 tahun sebanyak 3. 483 yang terdiri dari laki-laki maupun perempuan. Hal ini mampu menciptakan potensi tenaga kerja yang lebih aktif berpartisipasi dalam berbagai sektor ekonomi. Kondisi ini merupakan bentuk dari adanya bonus demografi dan dapat menjadi alat untuk mengembangkan kondisi daerah apabila pemerintah mempersiapkan dengan baik generasi muda usia produktif yang memiliki kualitas tinggi (Adisti & Imron. Ali. Sos. , 2. Tetapi jika pemerintah tidak mempersiapkan dengan baik maka bonus demografi akan menjadi beban karena tingkat pengangguran akan melonjak. Rata-rata pendidikan yang ditempuh oleh warga Masyarakat Desa Tanah Datar adalah jenjang sekolah menengah pertama dengan komposisi sebesar 490 orang dan disusul dengan tamatan sekolah menengah atas dengan komposisi sebesar 246. Pekerjaan yang digeluti oleh warga Masyarakat Desa Tanah Datar juga beragam. Paling banyak berprofesi sebagai penggarap kebun atau bertani. Hal ini didukung oleh kondisi geografis Desa Tanah Datar yang sangat memungkinkan untuk dilakukannya kegiatan pertanian. Selain itu, warga masyarakat yang bekerja di sektor swasta . ndustri menengah dan besa. juga cukup Sektor industri menengah dan besar dibuktikan dengan adanya berbagai jenis perusahaan baik swasta maupun milik pemerintah yang beroperasi di Desa Tanah Datar. Persebaran jenis profesi yang digeluti oleh Masyarakat Desa Tanah Datar dapat dilihat melalui tabel berikut ini: Tabel 2 Profesi Masyarakat Desa Tanah Datar Sektor Profesi Jumlah Sektor Pertanian 217 orang Sektor Industri Menengah dan Besar (Swast. 345 orang Wiraswasta 121 orang Sektor Peternakan 79 orang Sektor Perkebunan dan Kehutanan 71 orang Sumber: Profil Desa Tanah Datar tahun 2019 dan 2022 Berdasarkan dokumen pemetaan sosial yang dilakukan pada tahun 2019 dan tahun 2022. Masyarakat di wilayah Desa Tanah Datar memiliki mata pencaharian sebagai karyawan swasta, petani, wiraswasta, dan Sebagian kecil disektor Perkebunan dan peternakan Mayoritas masyarakat Desa Tanah Datar bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta, yakni sebanyak 345 orang. Mereka pada umumnya bekerja di perusahaan-perusahaan yang masih berada dekat Desa Tanah Datar, seperti perusahaan tambang dan batu Progress in Social Development: Volume 5 No 2 July 2024 Di samping itu, sebanyak 367 orang masyarakat Di Desa Tanah Datar bekerja disektor pertanian, baik itu melakukan kegiatan bertani, berkebun maupun beternak. Selain sektor industri, masyarakat Desa Tanah Datar juga bekerja pada sektor agraris, seperti perkebunan dan pertanian. Selain itu, selama proses pemetaan sosial juga ditemukan potensi-potensi lain yang dapat dikembangkan untuk memajukan sektor ekonomi Desa Tanah Datar, yakni keberadaan lebah trigona. Lebah ini dapat ditemukan dengan mudah di wilayah hutan yang berdekatan dengan desa dan memiliki potensi untuk dibudidayakan untuk menghasilkan madu. Disamping itu, beberapa Masyarakat Desa Tanah Datar juga telah memulai untuk melakukan penangkaran lebah trigona secara mandiri di rumah. Seperti yang telah dijelaskan dalam bab pendahuluan, terdapat kelompok petani madu yang bernamakan Petani Madu Sari Alam untuk memiliki potensi untuk mendapatkan pendampingan dalam menjalankan usahanya. Implementasi Program Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang cukup beragam, termasuk dalam hal produk hutan bukan kayu. Keanekaragaman hayati hutan tropis di Indonesia, termasuk hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan komoditas hutan yang kurang dihargai, terabaikan, padahal komoditas hutan kecil memainkan peran penting dalam mata pencaharian masyarakat sekitar hutan. Salah satunya adalah di Desa Tanah Datar. Kutai Timur yang menjadi lokasi beroperasinya PT Pertamina EP Sangatta Field. Kawasan hutan yang berada disekitar wilayah ini merupakan habitat yang menyediakan sumber pakan bagi lebah madu kelulut atau Lebah madu, khususnya lebah kelulut dapat dikategorikan sebagai hasil hutan bukan kayu yang memiliki potensi untuk dikembangkan (Hamzari et al. , 2. Masih dalam sumber yang sama, dikatakan bahwa peluang budidaya lebah madu di Indonesia masih cukup besar, karena banyaknya keanekaragaman hayati yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan lebah madu. Kebutuhan madu di Indonesia juga terbilang cukup tinggi, akan tetapi produksi madu dalam negeri belum mampu untuk mengimbangi permintaan Meskipun beternak lebah telah banyak dilakukan di Indonesia, hasil produksi madu belum mencapai potensi yang maksimal. Data dari Badan Pusat Statistik mencatat bahwa produksi madu di Indonesia 780,00 L/tahun pada tahun 2021(BPS, 2. Jumlah produksi ini ternyata belum memenuhi kebutuhan nasional. Jumlah penduduk Indonesia mencapai 269,61 juta jiwa pada tahun 2020 (Hakiki & Samudro, 2. Jika konsumsi madu per kapita sebesar 30 g/tahun (Masyithoh et al. , 2. , maka total kebutuhan madu sebesar 8080 ton per tahun (Harianja et al. , 2. Meningkatnya kebutuhan madu dalam negeri yang belum dapat dipenuhi oleh industri perlebahan Indonesia menciptakan peluang pasar yang terbuka lebar bagi bisnis madu. Peluang inilah yang coba dilihat oleh CSR PT Pertamina EP Sangatta Field Ae Lapangan Semberah dengan melakukan pendampingan dan pemberdayaan kepada Petani Madu Sari Alam yang berada di Desa Tanah Datar. Kecamatan Muara Badak. Kabupaten Kutai Kartanegara. Salah satu bentuk tanggung jawab sosial Perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah terkait perkembangan ekonomi . conomic performanc. (Budhaeri et al. , 2. Program dalam mewujudkan pengembangan aspek ekonomi ini dapat dilakukan dengan melakukan peningkatan infrastruktur serta melakukan pemberdayaan dan pengembangan kepada masyarakat. Salah satu program yang telah berjalan dalam ranah pemberdayaan dan pengembangan masyarakat adalah Program Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH). Berikut merupakan tabel implementasi Program Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) yang dilaksanakan sejak tahun 2020 hingga saat ini: Tabel Implementasi Program Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) Tahun Masalah-Potensi Sarana prasarana terbatas membuat produktivitas madu masih Implementasi Kemasan madu masih kurang Pemetaan kebutuhan Pengadaan sarana budidaya madu Pelatihan madu olahan madu sachet Pengembangan budidaya madu Pemasaran produk Penguatan kelembagaan kelompok melalui agenda rutin Kualitas madu masih rendah karena kandungan gas tinggi Pengadaan sarana penunjang berupa dehumidifier dan alat pemanenan Perluasan pemasaran produk madu Uji lab kandungan madu Masih banyaknya produk pesaing Inovasi produk turunan madu Pembaharuan kemasan produk madu Pemasaran Kelompok potensi produk turunan madu untuk Pelatihan manajemen keuangan Pemasaran produk Diseminasi proses budidaya madu Promosi rumah kelulut Sari Alam (Diolah oleh Peneliti, 2. Pada awal tahun 2020, setelah hasil FGD dan pemetaan sosial, disepakati pembentukan Program Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) yang beranggotakan 12 orang dari Kelompok Tani Madu Sari Alam. Program ini dirancang untuk memaksimalkan potensi alam Desa Tanah Datar melalui budidaya lebah madu kelulut. Implementasi awal program melibatkan pelatihan intensif bagi anggota kelompok tentang teknik budidaya lebah yang efektif dan ramah lingkungan, penggunaan alat-alat modern untuk meningkatkan produksi madu, serta teknik pengolahan produk turunan madu. Selain itu, untuk mendukung keberlanjutan budidaya lebah, dilakukan penanaman vegetasi yang sesuai seperti pohon buah dan bunga sebagai sumber pakan lebah. Pada tahun 2021, program fokus pada penguatan kapasitas anggota kelompok dan pengembangan Pelatihan lanjutan diberikan untuk meningkatkan keterampilan dalam pengolahan produk turunan madu, seperti madu kemasan, madu herbal, dan produk kecantikan berbahan dasar madu. Upaya peningkatan pemasaran produk juga dilakukan melalui rebranding, penggunaan kemasan yang lebih menarik, dan partisipasi dalam pameran produk lokal dan nasional. Tahun 2022 menjadi fase ekspansi dari Program Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH). Anggota kelompok bertambah seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk terlibat dalam program ini. Produksi madu meningkat berkat penerapan teknik budidaya yang lebih efektif dan penggunaan alat-alat modern. Program ini juga mulai menjajaki pasar internasional melalui kerjasama dengan mitra dagang di luar negeri. Penanaman vegetasi untuk sumber pakan lebah diperluas untuk memastikan ketersediaan pakan yang berkelanjutan. Dalam proses pengembangannya, program Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) telah memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat Desa Tanah Datar, terutama dalam meningkatkan pendapatan anggota kelompok dan kesejahteraan komunitas lokal. Budidaya lebah madu kelulut atau klanceng, yang menjadi fokus utama program ini, terbukti memiliki potensi ekonomi yang besar. Madu kelulut dikenal memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran, baik untuk konsumsi langsung maupun sebagai bahan baku produk turunan seperti madu herbal dan produk kecantikan. Dengan pelatihan intensif dan penggunaan teknologi modern, produksi madu di Desa Tanah Datar telah meningkat secara signifikan, yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan para petani madu. Selain itu, kondisi pasar untuk madu di wilayah tersebut sangat menjanjikan. Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, permintaan madu dalam negeri terus meningkat setiap tahunnya, dengan kesadaran masyarakat terhadap manfaat kesehatan madu yang semakin tinggi. Desa Tanah Datar, dengan keanekaragaman hayatinya, memiliki keunggulan komparatif dalam menghasilkan madu berkualitas tinggi. Pasar lokal yang kuat, ditambah dengan upaya pemasaran yang agresif melalui rebranding dan partisipasi dalam pameran produk, membuka peluang ekspor ke pasar internasional. Menurut data BPS, tingkat pengangguran di Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2022 mencapai 5,6%. Dengan adanya Program Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH), diharapkan dapat membantu mengurangi angka pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja baru dalam sektor budidaya dan pengolahan madu, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Progress in Social Development: Volume 5 No 2 July 2024 Pada tahun 2023, dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) untuk mengidentifikasi keberhasilan dan tantangan yang dihadapi selama tiga tahun pelaksanaannya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pendapatan anggota kelompok dan kesejahteraan masyarakat Desa Tanah Datar. Namun, terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki, seperti peningkatan manajemen pemasaran, perluasan jaringan distribusi, dan peningkatan kualitas produk untuk memenuhi standar internasional. Keberlanjutan program menjadi fokus utama pada tahun-tahun berikutnya. Pertamina EP Sangatta Field Ae Lapangan Semberah berkomitmen untuk terus mendukung Program Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) melalui penyempurnaan berkelanjutan dan pengembangan lebih lanjut. Beberapa langkah yang direncanakan meliputi peningkatan kapasitas anggota kelompok melalui pelatihan berkelanjutan, pengembangan produk inovatif berbasis madu untuk diversifikasi produk, peningkatan strategi pemasaran digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas, kolaborasi dengan lembaga riset dan universitas untuk penelitian dan pengembangan, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan keberlanjutan program dan pencapaian tujuan jangka panjang. Dengan langkah-langkah tersebut. Program Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) diharapkan dapat terus memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Tanah Datar dan sekitarnya. Program ini juga diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di daerah lain, menunjukkan bahwa perusahaan dapat mencapai keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan melibatkan dan memberdayakan komunitas lokal. Menurut dokumen evaluasi yang disusun pada tahun 2023 Program Pengembangan Madu Sari Alam telah dilaksanakan sejak tahun 2020, kegiatan yang telah direalisasikan antara lain focus group discussion, pelatihan pembuatan madu kemasan sachet, pengadaan alat penunjang usaha, dukungan alat 5 panen madu, penanaman pohon hingga pertemuan rutin kelompok. Tahun 2023 merupakan tahun keempat pelaksanaan program Pengembangan Madu Sari Alam, kegiatan yang telah direalisasikan yakni pengadaan alat pemanen madu berupa bee-sap, pelatihan produk turunan, dan repackaging kemasan produk madu. Pertama, menurut hasil evaluasi program yang dilaksanakan setiap semester, ditemukan kendala dalam proses pemanenan madu. Madu yang dipanen menggunakan cara-cara tradisional ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga diusulkan untuk menggunakan alat yang lebih canggih. Penggunaan alat sedot konvensional untuk memanen madu dinilai kurang efisien karena kapasitasnya yang Sehingga untuk meningkatkan efisiensi dalam proses pemanenan madu, perusahaan PT Pertamina EP Sangatta Field Ae Lapangan Semberah memberikan dukungan kepada kelompok dengan menyediakan alat panen madu yang lebih praktis. Dengan menggunakan alat panen yang baru ini, waktu yang yang digunakan untuk melakukan proses panen menjadi lebih singkat dan memiliki daya tampung yang lebih banyak. Gambar 1 Alat Penyedot Madu Sumber: Dokumen Pribadi, 2024 Kedua, selain kegiatan utama melakukan budidaya lebah trigona dan menghasilkan produksi madu, program lain yang dilaksanakan pada tahun 2023 hingga kini adalah melakukan pelatihan untuk membuat produk turunan dari madu yang dihasilkan. Penerapan diversifikasi produk turunan madu dinilai dapat meningkatkan nilai tambah dan memberikan peningkatan pendapatan (Winahayu et al. , 2. Hal ini juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap pemasaran madu untuk mencapai pasar yang lebih luas dari segi jarak maupun harga jual. Kompetitor yang jumlahnya semakin massif membuat Petani Madu Sari Alam Semberah harus meningkatkan kreativitasnya dalam melaksanakan program, yakni dilaksanakannya pelatihan produk turunan berupa permen, sabun cuci piring, dan sabun cair kepada para anggota kelompok penerima program. Ketiga, melakukan repacking dan rebranding produk olahan madu agar menarik. Kemasan yang dinilai belum menarik membuat produk kurang mendapatkan kepercayaan terkait keaslian produk madu. Produk yang dikemas secara menarik dan eye catching akan membuat konsumen tertarik dan memilih untuk membeli produk tersebut. Packaging yang menarik dapat menciptakan brand image yang menarik pula. Brand image dapat menciptakan kesadaran dan kepercayaan konsumen yang baik terhadap jasa dan produk. Menurut Ambarwati. Sunarti and Mawardi . alam (Purwati & Cahyanti, 2. suatu produk memiliki dan membangun brand image yang baik, sebab brand image merupakan salah satu asset yang perlu dimiliki oleh sebuah produk atau Perusahaan dalam menarik minat konsumen. Maka dari itu. Program Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) dapat melakukan pengkajian lebih mendalam lagi terkait re-packing yang digunakan untuk produk yang dihasilkan. Gambar 2 Produk Madu Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) Sumber: Dokumen pribadi, 2024 Keempat, pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan merupakan upaya untuk menyelaraskan strategi bisnis perusahaan dengan program-program berkesinambungan yang mengacu pada kebutuhan Dipandang dari perspektif pembangunan yang lebih luas. CSR menunjuk pada kontribusi perusahaan terhadap konsep pembangunan berkelanjutan . ustainable developmen. , yakni Aupembangunan yang sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini tanpa mengabaikan kebutuhan generasi masa depanAy (Rachel. Sejalan dengan konsep ini, pada bulan Maret 2023 lalu, telah dilaksanakan program best practice yang dilakukan oleh kelompok sasaran kepada pihak lain. Kelompok sasaran yang dimaksud adalah kelompok Petani Madu Sari Alam yang mendapatkan pelatihan dan pemberdayaan, sedangkan kelompok lain adalah masyarakat diluar kelompok Petani Madu Sari Alam. Kegiatan best practice ini berupa kegiatan pelatihan madu stik oleh salah satu anggota Petani Madu Sari Alam sebagai bentuk implementasi pengetahuan yang telah diperoleh dari kegiatan benchmarking produk turunan di Depok. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya penyebarluasan program agar tidak berhenti pada kelompok sasaran, tetapi memiliki keberlanjutkan kepada Masyarakat atau pihak lain yang dirasa memiliki kebutuhan yang sama. Kelima, program CSR Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) juga berhasil melahirkan institusi baru di Masyarakat. Institusi baru ini adalah Kelompok UMKM Wanita Sari Alam Semberah. Fokus utama dari UMKM ini adalah melakukan produksi dan pemasaran produk turunan Keberadaan UMKM yang dijalankan oleh kelompok Perempuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian PT Pertamina EP Sangatta Field Ae Lapangan Semberah terhadap kesejahteraan perempuan. Dengan adanya UMKM khusus perempuan ini, diharapkan mampu menjadi wadah pemberdayaan bagi kelompok Perempuan di wilayah Desa Tanah Datar. Pemberdayaan perempuan adalah upaya kemampuan perempuan untuk memperoleh akses dan kontrol terhadap sumber daya, ekonomi, politik, sosial, budaya, agar perempuan dapat mengatur diri dan meningkatkan rasa percaya diri untuk mampu berperan dan berpartisipasi aktif dalam memecahkan masalah, sehingga mampu membangun kemampuan dan konsep diri (Bappeda DIY, n. ) upaya ini diharapkan dapat menempatkan perempuan yang semula sebatas mengelola keuangan rumah tangga menjadi tenaga produktif yang mampu menyumbangkan pendapatan bagi peningkatan ekonomi keluarga. Kontribusi Program Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) Bagi Masyarakat Program CSR Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) yang diinisiasi oleh PT Pertamina EP Sangatta Field Ae Lapangan Semberah memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung Kelompok Tani Madu Sari Alam. Berdasarkan dokumen indeks kepuasan Masyarakat (IKM) tahun 2023 yang dilakukan oleh PT Pertamina EP Sangatta Field Ae Lapangan Semberah ditemukan hasil bahwa program CSR Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) memiliki beragam kontribusi terhadap masyarakat sekitar di Desa Tanah Datar. Kabupaten Muara Badak. Provinsi Kutai Kartanegara. Program Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) hadir melingkupi berbagai aspek, antara lain aspek ekonomi, aspek lingkungan, dan aspek sosial (Enviro, 2. Dari aspek ekonomi Program Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) menjadi sarana untuk Progress in Social Development: Volume 5 No 2 July 2024 meningkatkan perekonomian penerima manfaat karena hasil panen madu bernilai ekonomis. Dari segi sosial, berbagai kegiatan yang ada meningkatkan interaksi sosial dan menumbuhkan kohesi sosial yang erat antar penerima manfaat. Sedangkan dari aspek lingkungan, sistem budidaya lebah madu kelulut ini membutuhkan bunga sebagai penghasil polen untuk makanan lebah sehingga perlu dilakukan penanaman vegetasi. Kegiatan ini tentu berkontribusi dalam pengurangan emisi ke udara. Hasil olah data dalam dokumen Indeks Kepuasan Masyarakat 2023 menunjukkan bahwa indikator manfaat program memperoleh nilai indeks 3,55 dengan nilai indeks konversi sebesar 88,75. Hasil ini masuk dalam kategori sangat baik. Program Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) memberi banyak manfaat kepada masyarakat antara lain memberi tambahan pengetahuan dan keterampilan mengenai sistem budidaya lebah madu kelulut yang sangat cocok diterapkan di wilayah Desa Tanah Datar, memberi tambahan sumber pendapatan selain pekerjaan utama dan kedepannya program ini memiliki prospek yang baik untuk menjadi pusat pembelajaran budidaya lebah madu kelulut bagi masyarakat sekitar. PT Pertamina EP Sangatta Field Ae Lapangan Semberah juga sudah melakukan kerja sama dengan berbagai stakeholders lintas sektor yang ada dilingkungan Perusahaan maupun lingkungan wilayah pemberdayaan antara lain kelompok masyarakat Madu Sari Alam, pemerintahan Desa Tanah Datar dan pemerintah Kecamatan Muara Badak, dan Disperindagkop dalam upaya pengembangan program. Sehingga diharapkan program CSR Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) ini dapat dirasakan manfaatnya di seluruh lapisan Masyarakat. KESIMPULAN PT Pertamina EP Sangatta Field Ae Lapangan Semberah melalui kegiatan CSR berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kegiatan CSR yang dilakukan juga mencakup pemberdayaan dan pengembangan masyarakat yang berorientasi pada komunitas Program CSR pada program Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) mengedepankan pada pemberdayaan dan pengembangan kelompok masyarakat Petani Madu Sari Alam melalui budidaya lebah Trigona. Lebah Trigona sendiri merupakan potensi lokal yang masih belum begitu dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Sehingga hal ini masih sangat mungkin untuk dikembangkan lagi. Kegiatan pemberdayaan Petani Madu Sari Alam melalui program CSR PT Pertamina EP Sangatta Field Ae Lapangan Semberah ini juga memiliki beragam tantangan. Tantangan tersebut diantaranya adalah diantaranya pemasaran produk yang lesu, desain dan inovasi produk serta persaingan dengan produk madu lainnya, taman budidaya madu trigona yang minim bunga serta belum adanya sertifikasi halal dan PIRT yang sangat dibutuhkan oleh petani madu dalam menjual produknya. Peran CSR Program Pengembangan Petani Madu Sari Alam Semberah (TAMU SARAH) membantu mengatasi tantangan yang dihadapi dengan memberikan dukungan dalam berbagai aspek, termasuk inovasi produk, penyelesaian masalah, pemantauan kualitas dan peningkatan kapasitas anggota kelompok. DAFTAR PUSTAKA