Devotion E-ISSN : 2962-2832 Jurnal Pengabdian Masyarakat Available Online at Vol. No. 1 (Oktobe. :1-8 https://ejournal. id/ojs/index. php/dev ALLAH MELIHAT CIPTaN-NYA SUNGGUH AMAT BAIK: PENANAMAN POHON BERSAMA MASYARAKAT DI DESA DOLOK PARMONANGAN KECAMATAN PANRIBUAN KABUPATEN SIMALUNGUN Pahala Jannen Simanjuntak. Leonardo Pebriadi Simanjuntak. Angelika Sianturi. Maria Pakpahan. Stiven Damanik. Sekolah Tinggi Teologi HKBP email korespondensi: psh06simanjuntak@yahoo. STT HKBP P. Siantar Abstract The widespread destruction of God's creation is a crucial issue that must be addressed by all This is because the destruction of God's creation often results from human activities. environmental damage becomes severe, it can lead to poverty and prolonged suffering. Therefore, efforts to repair this damage must be undertaken through various methods. One way to reverse this damage is by planting trees, as has been done by the government, churches, and communities in various regions of Indonesia. Collaboration among all parties and the community will restore the beauty of God's creation. Tree planting in Dolok Parmonangan. Panribuan District. Simalungun Regency, carried out jointly by STT HKBP and the community, is a community service (PkM) initiative to preserve This will ensure the land remains productive and protected from all disturbances. If left vacant, it will become a wilderness without clearings. Then, it could be claimed by others as their own property. This land, however, is customary land that can be passed down to future Furthermore, through tree planting in Parmonangan Village, landslide-prone areas along Lake Toba can be gradually mitigated as the trees grow. The hope and goal of this tree-planting initiative are to raise public awareness of the need to care for the earth by planting tree species that can benefit humans and honor God as the Owner and Creator of the earth (Genesis 1:. For God saw all of His creation, and indeed, it was very good (Genesis 1:. Furthermore. God entrusted all of His creation to humans to care for and maintain to the best of their ability. Keywords: God's creation, tree planting, collaboration Abstrak Kerusakan ciptaan Allah dengan berbagai jenis yang terjadi dimana-mana merupakan salah satu isu penting yang harus diwaspadai dan ditanggulangi oleh setiap pihak. Sebab kerusakan alam sebagai ciptaan Tuhan sering terjadi karena ulah manusia itu sendiri. Jika kerusakan lingkungan hidup manusia sudah rusak akibatnya manusia mengalami kemiskinan bahkan penderitan yang Maka perlu dilakukan upaya perbaikan terhadap kerusakan tersebut melalui berbagai cara. Salah satu upaya untuk mengembalikan kerusakan ciptaan itu adalah dengan melakukan penanaman pohon sebagaimana yang dilakukan oleh pemerintah, gereja dan masyarakat di berbagai tempat di Indonesia. Kolaborasi antara semua pihak dan masyarakat akan mengembalikan keindahan ciptaan Tuhan. Melalui penanaman pohon di dolok Parmonangan kecamatan Panribuan kabupaten Simalungun yang dilakukan STT HKBP secara bersama-sama dengan masyarakat merupakan pengabdian masyarakat (PkM) untuk melestarikan kembali alam ini. Sehingga lahan tersebut menjadi produktif dan aman dari segala gangguan. Kalau lahan itu dibiarkan kosong akan menjadi hutan belantara yang tidak bertuan. Kemudian bisa saja dipergunakan oleh pihak lain menjadi miliknya sendiri. Pada hal tanah tersebut adalah tanah adat yang dapat diwariskan kepada generasi Selanjutnya melalui penanaman pohon di desa Parmonangan ini daerah di pinggiran Danau Toba yang rawan longsor dapat teratasi secara pelan-pelan ketika pohon tersebut bertumbuh dengan baik. Maka harapan dan tujuan dari penanaman pohon ini adalah memberi kesadaran kepada masyarakat akan perlunya merawat bumi dengan menanam jenis-jenis pohon yang dapat membawa berkat kepada manusia dan puji-pujian bagi Tuhan sebagai Pemilik dan Pencipa bumi (Kej. Sebab Allah melihat semua ciptaan-Nya sungguh amat baik (Kej. Selanjutnya kepada manusia Allah memberikan seluruh ciptaan-Nya untuk dipelihara dan dirawat sebaikbaiknya. Kata kunci: Ciptaan Allah, penanaman pohon, kolaborasi PENDAHULUAN Ketua STT HKBP Pematangsiantar menerima undangan dari Direktur Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) Kapusin Keuskupan Gereja Katolik Medan No: 15/07D1/KPKC/VII/2025 tanggal 08 Agustus 2025. Undangan ini disampaikan kepada semua pimpinan gereja dan lembaga pendidikan teologi di Sumatera Utara, termasuk kepada STT HKBP P. Siantar. Sehubungan dengan itu Ketua STT HKBP Pdt. Dr. Sukanto Limbong mengutus Pdt. Dr. Pahala Simanjuntak, sebagai wakil ketua i bidang kemahasiswaan bersama dosen dan mahasiswa untuk menindaklanjuti dan mengikuti acara tersebut. Penanaman pohon bersama masyarakat ini berlangsung dengan baik tanpa ada kendala karena didukung dengan semua pihak yang diundang dalam kegiatan ini terutama masyarakat sekitar. 1 Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Ekologi Keuskupan Agung Medan. Penanaman pohon ini berlangsung di desa Dolok Parmonangan sebuah desa atau AunagoriAy yang berada di Kecamatan Panribuan Kab Simalungun, propinsi Sumatera Utara. Sebuah desa yang di sebuah bukit yang indah yang dihuni oleh masyarakat etnis Batak Simalungun. 2 Tepatnya jalan alternative dari hutan pinus Pondok Bulu menuju Balige/tanpa melalui Parapat, kurang lebih 1 KM dari jalan raya. Hadir pada acara ini masyarakat desa dolok Parmonangan, pimpinan gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) tokoh adat, pencinta lingkungan dan mahasiswa teologi dari gereja Katolik dan Protestan di Sumatera Utara, para Pendeta. Pastor. Prater dan Suster dari Medan dan Siantar. Melalui kegiatan ini diharapkan bahwa lahan kosong akan tetap menjadi milik masyarakat setempat karena itu adalah tanah adat yang tidak dapat dirampas oleh siapapun untuk kepentingan Kemudian hasilnya dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang. Adapun pohon yang ditanam merupakan pohon yang berbuah dan pohon yang tidak berbuah, seperti durian, mangga, dan pohon lainnya. Bibit pohon disediakan oleh KPKC Kapusin Medan tentu bekerjasama dengan pemilik bibit pohon di Sumatera Utara. Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk mengajak masyarakat dan semua elemen untuk melestarikan bumi melalui penanaman pohon. Kemudian untuk menjaga kepemilikan tanah adat dari pihak-pihak penguasa dan pihak lain. Kemudian untuk menjaga kelestarian Danau Toba yang dikelilingi dengan pepohonan yang indah dan pencegahan longsor seperti selama ini terjadi di jalan lintas Parapat yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat dan lalu lintas terganggu. Hal seperti ini telah dilakukan berbagai pihak untuk melesetarikan dan menjaga keindahan ciptaan Tuhan di daerah pinggiran Danau Toba. 3 Sebab Danau Toba merupakan salah satu ikon bersejarah dan menjadi objek wisata di Indonesia khususnya di Sumatera Utara. https://suaratapian. com/kegiatan-penanaman-pohon-bersama-masyarakat-dan-stt-hkbp/ terbit 02 September https://id. org/wiki/Dolok Parmonangan. Dolok_Panribuan. Simalungun, dilihat 02 September 2025. Diakses tanggal 20 Agustus 2021. Wilmar Eliaser Simanjorang. Penyelamatan Kawasan Danau Toba. Manifetasi Etika Kristen terhadap Lingkungan Hidup. BPK GM. Jakarta 2022, hal. https://mediaindonesia. Com/nusantara/70772. Pemkab Samosir Tabur 216. 000 Benih Ikan ke Danau Toba. Dipublikasikan, 9 Oktober 2024 Foro bersama masyarakat dengan seluruh undangan setelah selesai melakukan penanaman pohon di dolok Parmonangan. II. METODE PkM Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui penanaman pohon ini dilakukan STT HKBP melalui kerjasama . dengan berbagai pihak. Pertama. KPKC Kapusin Keuskupan Medan sebagai pengundang dan penyelenggara dan penanggungjawab kegiatan. Kedua masyarakat orang tua dan tokoh adat sekitar di desa Parmonangan,. Ketiga, pencinta lingkungan dan pemerhati lingkungan hidup. Keempat pimpinan gereja dan warga jemaat setempat, dalam hal ini hadir Ephorus HKI. Pdt. Firman Sibarani. MTh. Kelima. Mahasiswa STT HKBP dan para Pendeta dan Pastor dan aparat keamanan. Kegiatan dilaksanakan dengan urutan acara yang dipersiapkan panitia. Pertama, acara dimulai pada pukul 09. 00 Wib melalui doa bersama yang dipimpin oleh salah seorang Pendeta gereja Protestan untuk mengucap syukur kepada Tuhan sebagai Allah Pencipta dan memohon tuntunan Roh Kudus memimpin kegiatan ini dari awal hingga berakhir. Salah satu Pastor membacakan pesan Paus Leo XIV mengenai pelesarian alam Kedua, dilanjutkan dengan penanaman pohon di bukit Parmonangan milik masyarakat setempat yang luasnya lebih dari 10 ha. Adapun pohon yang ditanam merupakan pohon yang produktif dan non produktif, seperti durian, mangga, dan pohon lainnya. Sedangkan pohon yang tidak produktif adalah mahoni, ekaliptus, pinus dan pohon lainnya. Bibit pohon disediakan oleh KPKC Kapusin Medan. Tanah ini selama ini dijadikan sebagai lahan pertanian yang ditanami jagung, kacang-kacangan dan ubi oleh masyarakat setempat. Ketiga, berfoto bersama dengan semua yang hadir di lokasi penanaman pohon sebagai dokumentasi dan bukti sejarah yang dapat diabadikan dalam berbagai media. 5 Keempat, orasi ilmiah dan pernyataan sikap untuk melestarikan https://web. com/Sekolah Tinggi HKBP, diposting Senin, 1 September 2025 keutuhan ciptaan dari KPKC Kapusin. Pimpinan Gereja. Pencinta lingkungan, mahasiswa dan Kelima, makan bersama dengan seluruh yang hadir pada acara ini. Ada yang istimewa dalam acara makan bersama ini. Dimana masyarakat setempat dan tokoh adat memberikan makanan tradisi budaya orang Batak Simalungun. Aumanuk naniaturAy atau daging ayam yang dimasak dengan bumbu yang khusus. Manuk naniatur ini disampaikan kepada para hadirin seperti pimpinan gereja, pemerhati lingkungan dan undangan lainnya, termasuk kepada rombongan STT HKBP. Hal itu dilakukan sebagai ucapan terimakasih atas kehadiran dalam rangka penanaman pohon ini. Keenam, penyampaian ucapan terimakasih dan doa penutup. Acara penanaman pohon ini berakhir pukul 17. 00 wib. Mahasiswa STT HKBP bersama dosen berfoto bersama sebelum memulai penanaman pohon di desa Dolok Parmonangan i. HASIL PEMBAHASAN Manusia sebagai ciptaan Tuhan terpanggil untuk melestarikan semua ciptaan. Saat ini kerusakan lingkungan terjadi di berbagai tempat di Indonesia. Banjir bandang, longsor, kebakaran hutan, kekeringan air yang semuanya berdampak buruk kepada kehidupan manusia. 6 Maka berbagai upaya harus dilakukan. Salah satunya adalah menanam kembali pohon di tempat-tempat dimana manusia hidup. 7 Sehingga lingkungan hidup bagi manusia dan hewan serta ciptaan lainnya terpelihara dengan baik. 8 Pahala J. Simanjuntak dalam tulisannya yang berjudul Memelihara Bumi Ciptaan Allah,9 mengatakan bahwa Tuhan Pencipta alam ini memberikan kepada manusia untuk dijaga, dipelihara dan dirawat. 10 Maka salah satu langkah manusia adalah menanam pohon kembali. Penanaman pohon seperti ini juga telah dilakukan berulang-ulang di berbagai tempat untuk melestarikan alam. Salah satu pertayaan yang mendasar untuk dijawab adalah, mengapa dilakukan penanaman pohon? Paling tidak ada tiga hal mengapa kita melaksanakan kegiatan penanaman pohon di desa Dolok Parmonangan ini. Tentu berbagai ahli dan pakar di bidang kelestarian lingkungan hidup terutama para teolog memberikan jawaban yang saling behubungan terhadap pertanyaan di atas. Selanjutnya Pahala J. Simanjuntak . mengatakan bahwa menurut ajaran kekristenan kita, sebagaimana yang difirmankan Allah yang terdapat dalam Alkitab. Pertama, salah satu perkataan Allah dalam kitab Perjanjian Lama (PL) adalah AuAllah melihat semuanya sungguh amat baikwayra Elohim ki-tov (Kej. Dari sini kita melihat Allah sebagai Pencipta dan Pemilik bumi dan segala isinya telah menciptakan dengan sungguh amat baik (Kej. 1:1-. Maka ketika Allah menciptakan bumi ini dengan sungguh amat baik maka kita . harus menjaga, memelihara dan merawatnya agar tetap baik. Sebab segala yang baik dari Allah harus dipelihara, yang jahat harus dimusnahkan dan yang jelek atau jahat harus dibuang, diperbaiki. Safarudin. Anggun Novita Sari, dkk. AuPengaruh Penanaman ohon Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Sebagai Upaya Pemcegahan Kekeringan Lingkungan di Desa CipetusAy, dalam AuProsiding Kampus Peduli Masyarakat. KAMPELMAS. Vol. 2 No 2 Tahun 2023, hal. Kundang Harisman. Budy Frasety, dkk. AuPenanaman Pohon Sebagai Upaya Menjaga Cadangan Air Tanah dan Mencegah Banjir tanah dan Mencegah Bahaya Erosi di Kecamatan CibiruAy Yureya Nita. Retno Nasiti, dkk. AuPenanaman Pohon Pelindug Sebagai Upaya Penghijauan Lingkungan,Ay Jurnal ADMA. Jurnal Pengabdian dan PemberdayaanMasyarakat. Vol. 4 No 1. Pp 111-116 Pahala Jannen Simanjuntak. AoMemelihara Bumi Ciptaan AllahAo dalam Umat Allah dalam Konteks Kemajemukan. Merajut Teologi Kontekstual di Indonesia. Jakarta. BPK GM, hal. Pahala J. Simanjuntak. Umat Allah dalam Konteks Kemajemukan. BPK GM Jakarta. Ahal Ernah. Laili Rahayuwati. Desy Indra, dkk. AuKegiatan Tanam Pohon Sebagai Upaya Mewujudkan Lingkungan sri Desa Sehat Plus,Ay Jurnal Abdidass Volume 5 Nomor 1 Tahun 2024, hal. Nora Listantia. Dewi Rispawati, dkk. AuKegiatan Penanaman Pohon Sebagai Upaya Keberlanjutan Lingkungan Hidup di Desa Sembalum,Ay dalam Jurnal Lumbung Inovasi Juni 2025 Vo. 10 No 2. Ha. Pdt. Dr. Pahala Janen Simanjuntak berfoto bersama di tengah-tengah kegiatan penanam pohon di dolok Parmonangan Maka ketika terjadi kerusakan lingkungan hidup berarti itu merupakan tindakan kejahatan, kekerasan dari manusia terhadap bumi. Karena kerusakan alam ciptaan Tuhan ini sering terjadi adalah karena ulah mausia. Seperti ekploitasi hasil-hasil bumi, penebangan pohon, kebakaran hutan dan lain-lain. Kedua, manusia adalah Imago Dei, artinya gambar Allah yang serupa dengan Allah (Kej. 1:26-. Sebagai gambar Allah berarti manusia menjadi mandataris atau duta Allah, tangan-tangan Allah. Kepada manusia diberikan Allah tugas dan tanggungjawab untuk memelihara bumi. Maka Gereja menjadi perpanjangan tangan Allah, lembaga pendidikan teologi juga menjadi tangan Allah untuk mengembalikan keindahan, dan kebaikan ciptaan Allah melalui penanaman pohon seperti yang kita lakukan pada kegiatan ini. Sejak kecil manusia harus diajarkan untuk ikut melestarikan bumi dengan menanam pohon. Mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga tingkat Perguruan Tinggi (PT) para pendidik atau guru harus mengajak generasi muda mencintai 13 Namun terutama kepada gereja sebagai Tubuh Kristus harus menjadi garda terdepan dalam merawat dan memelihara bumi. Misalnya Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) sebagai gereja terbesar di Asia Tenggara memiliki ajaran atau dogma yang jelas tentang pemeliharaan bumi ini. Pimpinan Ephorus HKBP tetap komit untuk menjaga dan melestarikan ciptaan Tuhan. Serta mengajak warga HKBP memelihara bumi di manapun berada. 14 Untuk ajaran ini ini dapat kita lihat dalam Konfessi HKBP pasal: 15 Bokiraiya Latuamury dan Moda Talaohu, dkk. AuEko-Edukasi Penanaman Pohon dan Kemanfatannya Untuk Ekosistim Lingkungan Bagi Siswa Pendidikan Dasar,Ay dalam Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Abdi Inovatif ol. 3 No. https://medan. com/2025/06/04/ephorus-hkbp-apresiasi-kpkc-kapusin-medan-yang-dukung-tutuptpl-di-kawasan-penyangga-danau-toba, terbit 2 September 2025 Hutauruk. AoKebudayaan dan Lingkungan Hidup,Ao dalam Konfesi HKBP 1996 pasal 5. Kantor Pusat HKBP. Pearaja Tarutung 2000, hal, 131-132 Allah menciptakan manusia dengan tempat tinggalnya dan tempatnya bekerja di dunia ini. Dialah yang memiliki semuanyaA. Allah memberikan kuasa kepada manusia untuk memelihara dunia dengan tanggungjawab penuh Komitmen seperti ini jugalah yang harus dimiliki oleh semua pimpinan gereja di seluruh Inndonesia sehingga seluruh warganya memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup, sense of belonginAo terhadap bumi ini. 16 Gereja Katolik melalui Konsili Vatikan II . telah lama mensosialisasikan tentang perawatan bumi. Ketiga, hidup mausia di dunia ini tidak lama, katakanlah manusia boleh hidup 100 tahun, karena manusia dapat memohon kepada Tuhan untuk umur yang panjang. Namun apakah hanya manusia sekarang ini yang dapat menikmati ciptaan Allah ini? Tentu tidak! Allah memberikan bumi ini bukan hanya kepada manusia saat ini, tetapi kepada manusia turun temurun. Bukan hanya manusia saja yang dapat menikmati keindahan alam, bumi dan ciptaan Allah ini. Tetapi harus juga ikut ciptaan lainnya bersama dengan generasi yang akan datang, anak, cucu, cicit, cucut. Dalam tradisi Batak Toba disebut nini, nono, indikindik Ae ondokondok-cucu buyut. Mereka juga harus menikmati keindahan ciptaan alam yang diciptakan Allah ini. Sehingga keresahan seperti yang terjadi di berbagai tempat akibat kerusakan bumi dan lingkungan hidup tidak terjadi lagi. Bahkan dapat di atasi secara perlahan-lahan melalui penanaman pohon dan penghijauan terhadap alam sekitar. Keempat, segala ciptaan Tuhan juga harus ikut memuji dan memuliakan Tuhan sebagai Pencipta dan Pemilik bumi. Kitab Mazmur misalnya banyak berbicara tentang mahluk ciptaan lainnya untuk ikut memuji dan memuliakan Tuhan. Dalam Mazmur 65:7-14 tertulis: Yang menetapkan gunung oleh kuatnya dan yang berikat pinggang akan kuasa. Yang meneduhkan gemuruh laut dan gelora gelombangnya dan huru-hara segala bangsa. Maka segala orang yang duduk jauh-jauh itu takut akan segala tanda-Mu. Engkau mengadakan bahwa perhinggaan pagi dan petang itu bersorak-sorak. Bahwa Engkau mengunjungi bumi serta mendirus akan dia dan Engkau mengayakan dia sangat. maka sungai Allah itu sebaklah dengan air, dan dalam tanah yang sudah Kausediakan demikian, bertumbuhlah gandum yang kuat-kuat batangnya. Bahwa Engkau mendirus alur-alurannya dan menghancurkan gumpal-gumpalnya yang keras, dengan beribu-ribu titik Engkau melembutkan dia serta memberkati tumbuh-tumbuhannya. Bahwa Engkau memakotai tahun itu dengan kebajikanMu, dan segala pelangkah kaki-Mupun bertitik-titik lemak belaka. Ia itu bertitik-titik pada tanah rumput di padang, dan segala bukitpun terhias dengan kesukaan. Segala tanah rumput itu diramaikan dengan kawan binatang. lembahpun tertudung dengan gandum. sekalian itu bersorak-sorak sambil menyanyi-nyanyi. Kata Aekata peazmur inilah juga yang dipergunakan oleh gereja sebagai bahagian liturgi termasuk di dalam nyanyian gerejawi. Melvin Dewi Rosita. Purbowati. Supardi, dkk. AuGerakan Penanaman Pohon Sebagai Pelestarian Lingkungan di Desa Besito,Ay dalam Jurnal Abdimas Indonesia Volume 7 Nomor 1 . , hal. Buku Nyanyian HKBP No. 192:2 dan Nyanyian KJ. No 19:2 Para peserta penanaman pohon mendengar orasi dari para pembicara di lapangan terbuka IV. KESIMPULAN Sangat berkesan kepada semua peserta atas terselenggaranya penanaman pohon ini. Terutama masyarakat desa yang hadir di acara ini dengan penuh sukacita menyambut para tamu yang hadiri. Hal ini berarti manusia telah melaksanakan perintah Allah untuk memelihara bumi agar tetap baik dan bermanfaat. Oleh sebab itu saya mewakili STT HKBP menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara kegiatan ini. Maka mari kita bersama-sama merawat kembali bumi ini. Masyarakat yang menghadiri acara ini sangat bersukacita karena boleh berpartisifasi menanam pohon untuk keindahan kembali ciptaan Allah di dolok Parmonangan ini. Karena menurut mereka jika tanah ini dibiarkan kosong bisa saja diambil alih pihak lain demi kepentingan sendiri. Tidak ketinggalam sukacita ini terjadi kepada mahasiswa dari STT HKBP sendiri, hal ini disampaikan oleh Leonardo Simanjuntak dan Aditya Tampubolon dari Badan Koordinasi Mahasiswa STT HKBP pada kata Bagi mereka hal ini merupakan perintah Tuhan yang terdapat dalam Alkitab yang mereka pelajari di ruang kuliah. Sehingga melalui penanaman pohon ini. Para mahasiswa praktek langsung dengan apa yang dipelajarinya di ruang kuliah, serta mengabdi kepada masyarakat. Demikian kegiatan penanaman pohon ini dilaporkan sebagai bagian dari tridharma Perguruan Tinggi di STT HKBP yakni Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen dan bersama Mahasiswa STT HKBP P. Siantar. Msyarakat mendengarkan orasi yang disampaikan para nara sumber. UCAPAN TERIMAKASIH