Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 ANALISIS PENERAPAN PEMANTAPAN MUTU INTERNAL PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS MALARIA DI PUSKESMAS KOTA KENDARI Titi Purnama1. Rahmawati2,Wa Ode Gustiani Purnamasari 3 ,Sulwiyadin4 D-IV Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Mandala Waluya Email: titipurnam@gmail. com,imma. sr85@gmail. com,lun89tin@gmail. sulwiyadin@gmail. ABSTRAK Malaria merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan endemik di daerah tropis temasuk di Indonesia dan memiliki angka kematian yang cukup tinggi serta dapat menimbulkan Kejadian Luar Biasa . Di Sulawesi Tenggara, presentase eliminasi malaria pada tahun 2021 baru mencapai angka 71%. Salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan dalam penanggulangan malaria adalah kesalahan diagnosis malaria dalam pemeriksaan mikroskopis. Pemantapan mutu internal adalah kegiatan kontrol atau pencegahan dan pengawasan yang dilaksanakan di laboratorium secara rutin untuk mencegah atau mengurangi kejadian error / penyimpangan sehingga diperoleh hasil pemeriksaan yang tepat. Untuk itu demi menjaga kualitas mutu penegakkan hasil diagnosis malaria tersebut perlu dilakukan kontrol penerapan pemantapan mutu internal pemeriksaan mikroskopis malaria yang rutin dilakukan agar terhindar dari adanya kesalahan penegakkan diagnosis tersebut yang nantinya dapat membantu dalam program nasional eliminasi malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pemantapan mutu internal pemeriksaan mikroskopis malaria di Puskesmas Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif bersifat deskriftip, dengan rancangan pendekatan penelitian observasional. Sampel penelitian ini adalah petugas laboratorium di Puskesmas Kota Kendari. Provinsi Sulawesi Tenggara. Populasi penelitian ini berjumlah 48 orang, menggunakan Teknik penarikan sampel Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 28 orang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh hasil bahwa presentase penerapan pemantapan mutu internal pemeriksaan mikroskopis malaria di Puskesmas Kota Kendari belum optimal dilaksanakan hanya sebesar 74. 4% dan tidak dilaksanakan oleh 25. 59% tenaga laboratorium puskesmas Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pemantapan mutu internal pemeriksaan mikroskopis malaria di Puskesmas Kota Kendari berada dalam kategori tidak baik. Diperlukan komitmen yang kuat dari seluruh petugas laboratorium puskesmas di Kota Kendari dalam pelaksanaan kegiatan pemantapan mutu internal laboratorium, serta koordinasi yang baik dengan pemangku kebijakan dalam hal pengawasan kelengkapan sarana dan prasarana laboratorium serta peningkatan sumber daya manusia tenaga laboratorium mengenai pelatihan dan penyegaran rutin mengenai teknis pemeriksaan sesuai kompetensi petugas laboratorium. Kata kunci : Malaria. Pemantapan Mutu Internal. Pra Analitik. Analitik. Pasca Analitik Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 PENDAHULUAN Penyakit malaria merupakan salah satu masalah kesehatan terutama di daerah tropis dan subtropis dari negara-negara yang sedang Sekitar 40% dari total populasi penduduk dunia tinggal di daerah endemis malaria. Angka kesakitan penyakit malaria ini di Indonesia masih cukup tinggi terutama di luar daerah pulau Jawa dan Bali, diperkirakan sekitar 35% penduduk di Indonesia tinggal di daerah yang beresiko tertular penyakit malaria(Arsin dkk,2. Malaria adalah suatu penyakit akut maupun kronis yang disebabkan oleh protozoa genus Plasmodium dengan gejala berupa demam, anemia dan pembesaran limpa. Sementara itu, menurut sumber lainnya malaria merupakan suatu penyakit infeksi akut maupun kronik yang disebakan oleh infeksi Plasmodium yang menyerang sel darah merah dan ditandai dengan ditemukannya bentuk aseksual di dalam sel darah, dengan gejala demam, menggigil, anemia, dan pembesaran limpa(Fitriany dan ahmad,2. Dalam upaya pengendalian penyakit merupakan aspek yang sangat penting baik secara Rapid Diagnostic Test (RDT), sehingga tuntutan akan kualitas pemeriksaan mikroskopis malaria yang baik menjadi perhatian utama, di dalam Pelayanan pemeriksaan laboratorium mikroskopis malaria yang berkualitas sangat bergantung terhadap kompetensi, kinerja petugas, infrastruktur, bahan habis pakai dan alat serta kualitas sediaan yang sesuai standar. Tuntutan pemeriksaan mikroskopik yang bermutu dapat dicapai dengan komitmen Bersama terhadap pemantapan mutu yang didukung dengan pelatihan, uji silang dan bimbingan teknis yang efektif serta sistem logistik dalam penyediaan alat dan bahan yang memadai dan berkesinambungan(Kemenkes,2. Pemantapan Mutu Internal (PMI) adalah aktifitas/kegiatan pencegahan dan pengawasan yang dilaksanakan oleh masing-masing laboratorium secara terus menerus agar tidak terjadi atau untuk mengurangi kejadian error/penyimpangan, sehingga diperoleh hasil pemeriksaan laboratorium yang tepat. PMI sangatlah penting dan wajib dilaksanakan oleh petugas laboratorium untuk memantau kinerja dan untuk memastikan kemampuan sensitivitas serta spesifisitas diagnosis laboratorium. Kegiatan ini tidak dapat dipisahkan dari aspek kualitas pemeriksaan laboratorium, oleh karena itu setiap laboratorium wajib meningkatkan dan mempertahankan mutu PMI berkesinambungan(Permenkes,2. Salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan dalam penanggulangan malaria adalah kesalahan diagnosis mikroskopis malaria yang merupakan kelemahan pemeriksaan mikroskopis. Kesalahan diagnosis dapat dimulai di tingkat Puskesmas pada pemeriksaan mikroskopis untuk mengidentifikasi adanya parasit malaria di sediaan darah yang dilakukan oleh mikrokopis Puskesmas. Kemampuan seorang tenaga laboratorium baik dalam membuat sediaan darah, melakukan pewarnaan dan pembacaan sediaan darah sangat menentukan ditemukannya parasit malaria. Oleh sebab itu ketepatan dan kebenaran pemeriksaan sediaan darah oleh tenaga laboratorium perlu dan pemantauan secara terus menerus(Everald H dkk,2. Rendahnya mutu mikroskop dan pereaksi . serta kurang terlatihnya tenaga pemeriksa, menimbulkan kendala dalam memeriksa parasit malaria secara mikroskopis yang selama ini merupakan standar emas . old standar. pemeriksaan laboratorium malaria(Arum dkk,2. Sulawesi Tenggara menjadi salah satu Provinsi yang belum mencapai 100% eliminasi malaria dimana presentase eliminasi Provinsi Sulawesi Tenggara sampai 2021 baru mencapai angka 71%, sehingga demikian masih perlu dilakukan upaya Ae upaya untuk dapat mendorong tercapainya target 100% eliminasi malaria di Provinsi Sulawesi Tenggara diantara lain : Diagnostik malaria . eningkatan mutu pemeriksaan malari. Tatalaksana kasus malaria. Surveilans, system informasi dan monitoring evaluasi. Pengendalian vector malaria, serta Promosi, advokasi dan kemitraan dalam upaya pengendalian malaria(Kemenkes,2. Puskesmas merupakan salah satu bentuk Fasiltas Pelayanan Kesehatan (Fasyanke. yang merupakan ujung tombak terdepan dalam pembangunan kesehatan dan mempunyai peran besar dalam upaya mencapai tujuan pembangunan kesehatan sebagaimana yang tercantum dalam Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 yaitu untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal. Pelayanan laboratorium Puskesmas yang bermutu dapat dicapai dengan pelaksanaan kegiatan pemantapan mutu laboratorium. Pemantapan mutu laboratorium (Quality Assuranc. adalah keseluruhan proses atau semua tindakan yang dilakukan untuk pemeriksaan(Haryati dan Agung,2. Untuk mendukung Program Nasional Eliminasi Malaria. Puskesmas dalam hal ini sebagai fasilitas pelayanan tingkat pertama sebagai ujung tombak dalam pelayanan Kesehatan langsung masyarakat perlu untuk meningkatkan mutu pelayanan dan pemeriksaan malaria dalam hal penegakkan diagnosis dengan tepat sehingga masyarakat mendapatkan terapi/ pengobatan yang tepat pula. Untuk dapat menegakkan hasil pemeriksaan laboratorium malaria yang baik diperlukan penerapan dan peningkatan mutu laboratorium Puskesmas itu sendiri. Dimasa sekarang ini dibeberapa daerah masih terdapat tenaga laboraorium yang masih minim akan pengetahuan dan pemahaman akan pemantapan mutu internal malaria, sekalipun telah dipahami oleh tenaga laboratorium namun masih terdapat faskes. asilitas Kesehata. yang belum menerapkan pemantapan mutu internal secara optimal baik dari segi tahapan pra analitik, analitik maupun paska analitik, karena kondisi sarana dan prasarana yang kurang memadai dan sebagainya. Berdasarkan hal tersebut penulis ingin melakukan penelitian mengenai sejauh mana penerapan tahapan pra analitik, analitk dan pasca analitik dalam pemantapan mutu internal mikroskopis malaria yang dilakukan oleh tenaga laboratorium di Puskesmas Kota Kendari. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah kuantitatif bersifat deskriftip dengan rancangan pendekatan penelitian secara observasional. Dimana penelitian yang menggambarkan variabel secara apa adanya didukung dengan data-data berupa angka yang dihasilkan dari keadaan sebenarnya. Data tentang penerapan pemantapan mutu internal pemeriksaan mikroskopis malaria di puskesmas kota Kendari terbagi atas : Penerapan baik : akumulasi seluruh tahap kegiatan pra analitik, dengan baik 100% : akumulasi seluruh tahap kegiatan pra analitik, <100% Penerapan tidak baik HASIL Pelaksanaan Kegiatan Pemantapan Mutu Internal Pemeriksaan Mikroskopis Malaria Pada Tahap Pra Analitik Tabel 4. Distribusi pelaksanaan kegiatan pemantapan mutu internal pemeriksaan mikroskopis malaria pada tahap pra analitik Aktifitas Pra Analitik Melakukan uji kualitas reagen Melakukan uji kualitas reagen Melakukan uji kadar pH reagen Melakukan uji kualitas reagen oil immersi Total aktifitas Pelaksanaan Tidak 7 11 39. Jumlah Tabel di atas menunjukkan aktifitas uji kualitas reagen giemza dilaksanakan sebanyak 17 orang . 7%), tidak dilaksanakan sebanyak 11 orang . 3%), aktifitas uji kualitas reagen methanol dilaksanakan sebanyak 6 orang . 4%), tidak dilaksanakan sebanyak 22 orang . 5%), uji kadar pH reagen buffer dilaksanakan sebanyak 6 orang . 4%), tidak dilaksanakan sebanyak 22 orang . 5%), aktifitas uji kualitas reagen oil immersi dilaksanakan sebanyak 17 orang . 7%), tidak dilaksanakan sebanyak 11 orang . 3%), dari total keseluruhan aktifitas yang berjumlah 112 aktifitas, hanya terlaksana sebanyak 46 aktifitas dan tidak terlaksana sebanyak 66 aktifitas. Tabel 5. Akumulasi seluruh kegiatan pra analitik Pelaksanaan Jumlah Kegiatan Pra Analitik Konversi kuota variabel PMI (%) Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Tidak Total Total Dari data tabel di atas menunjukkan akumulasi pelaksanaan kegiatan pra analitik yang jika empat kegiatan keseluruhan dilaksanakan oleh 28 orang, maka bobot seluruh pelaksanaan akan berjumlah 112 aktifitas atau 100% . alam konversi kuota variabel PMI sebesar 33. 33%). Namun dari data di atas pelaksanaan hanya sebanyak 46 aktifitas 04% . alam konversi kuota variabel PMI 69%), tidak dilaksanakan sebanyak 66 aktifitas atau 58. 87% . alam konversi kuota variabel PMI sebesar 19. 64%). Pelaksanaan Kegiatan Pemantapan Mutu Internal Pemeriksaan Mikroskopis Malaria Pada Tahap Analitik Tabel 6. Distribusi pelaksanaan kegiatan pemantapan mutu internal pemeriksaan mikroskopis malaria pada tahap analitik Aktifitas Analitik Membuat sediaan darah tipis & tebal Melakukan pewarnaan sediaan darah malaria Melakukan pembacaan dan pelaporan hasil Total aktifitas Pelaksanaan Tidak 28 100 0 Jumlah Dari tabel di atas menunjukkan aktifitas melakukan pembuatan sediaan darah malaria tipis dan tebal dilaksanakan sebanyak 28 orang . %), aktifitas melakukan pewarnaan sediaan darah malaria dilaksanakan sebanyak 28 orang . %), dan aktifitas melakukan pembacaan sampel dan pelaporan hasil hanya dilaksanakan sebanyak 24 orang . 7%), tidak dilaksanakan sebanyak 4 orang . 3%). total keseluruhan aktifitas yang berjumlah 84 aktifitas, hanya terlaksana sebanyak 80 aktifitas dan tidak terlaksana sebanyak 4 aktifitas. Tabel 7. Akumulasi Seluruh Kegiatan Analitik Pelaksanaan Jumlah Kegiatan Analitik Tidak Konversi kuota presentase variabel PMI (%) Dari data tabel di atas menunjukkan akumulasi pelaksanaan kegiatan analitik yang jika tiga kegiatan keseluruhan dilaksanakan oleh 28 orang, maka jumlah seluruh pelaksanaan akan berjumlah 84 aktifitas atau 100% . alam konversi kuota variabel PMI sebesar 33. 33%). Namun dari data di atas pelaksanaan hanya sebanyak 80 aktifitas 24% . alam konversi kuota variabel PMI 74%), tidak dilaksanakan sebanyak 4 aktifitas atau 4. 76% . alam konversi kuota variabel PMI sebesar 1. 59%). Pelaksanaan Kegiatan Pemantapan Mutu Internal Pemeriksaan Mikroskopis Malaria Pada Tahap Pasca Analitik Tabel 8. Distribusi pelaksanaan kegiatan pemantapan mutu internal pemeriksaan mikroskopis malaria pada tahap pasca analitik Aktifitas Pasca Analitik Pelaksanaan Tidak Melakukan pencatatan hasil pemeriksaan malaria Melakukan penyeliaan berjenjang Melakukan dokumentasi seluruh Total aktifitas Jumlah Data (Tabel . di atas menunjukkan aktifitas melakukan pencatatan hasil pemeriksaan malaria dilaksanakan sebanyak 28 orang . %), aktifitas melakukan penyeliaan berjenjang dilaksanakan sebanyak 28 orang . %), aktifitas melakukan dokumentasi seluruh kegiatan dilaksanakan sebanyak 17 orang . 7%), tidak dilaksanakan sebanyak 11 orang . 3%). Total seluruh aktifitas berjumlah 84 aktifitas, yang terlaksana sebanyak 73 aktifitas dan 11 aktifitas tidak terlaksana. Tabel 9. Akumulasi Seluruh Kegiatan Pasca Analitik Pelaksanaan Tidak Total Jumlah Kegiatan Pasca Analitik Konversi kuota variabel PMI (%) Dari data tabel di atas menunjukkan akumulasi pelaksanaan kegiatan pasca analitik yang Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 jika tiga kegiatan keseluruhan dilaksanakan oleh 28 orang, maka jumlah seluruh pelaksanaan akan berjumlah 84 aktifitas atau 100% . alam konversi kuota variabel PMI sebesar 33. 33%). Namun dari data di atas pelaksanaan hanya sebanyak 73 aktifitas 90% . alam konversi kuota variabel PMI 97%), tidak dilaksanakan sebanyak 11 aktifitas atau 13. 10% . alam konversi kuota variabel PMI sebesar 4. 36%). Pelaksanaan Kegiatan Pemantapan Mutu Internal Pemeriksaan Mikroskopis Malaria Tabel 10. Akumulasi pelaksanaan kegiatan pemantapan mutu internal pemeriksaan mikroskopis malaria Tahapan PMI Pra analitik Analitik Pasca analitik Total Pelaksanaan Tidak (%) (%) Jumlah Berdasarkan Tabel 10 di atas menunjukkan aktifitas kegiatan pada tahap pra analitik dilaksanakan sebanyak 46 aktifitas atau 13. tidak dilaksanakan sebanyak 66 aktifitas atau 64%, aktifitas kegiatan pada tahap analitik dilaksanakan sebanyak 80 aktifitas atau 31. tidak dilaksanakan sebanyak 4 aktifitas atau 1. pada tahap pasca analitik aktifitas kegiatan dilaksanakan sebanyak 73 aktifitas atau 28. tidak dilaksanakan sebanyak 11 aktifitas atau 4. dari data tersebut total penerapan pemantapan mutu internal pemeriksaan mikroskopis malaria di Puskesmas Kota Kendari keseluruhan dilaksanakan sebanyak 199 aktifitas atau 74. 4%, dan tidak dilaksanakan sebanyak 81 aktifitas atau 25. PEMBAHASAN Dalam penelitian ini , penulis menggunakan sampel sebanyak 28 responden yang di ambil menggunakan Teknik simple random sampling dari jumlah populasi 48 orang tenaga laboratorium Puskesmas Kota Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerapan pemantapan mutu internal pemeriksaan mikroskopis malaria yang dilaksanakan di Puskesmas Kota Kendari. Parameter penilaian terhadap pemantapan mutu internal terbagai atas tiga tahapan yakni tahap pra analitik, tahap analitik, dan tahap pasca analitik. Dalam tiap tahapan tersebut terdiri dari beberapa aktifitas kegiatan, pada tahap pra analitik seperti pengujian kualitas reagensia, pada tahap analitik seperti pembuatan sediaan darah malaria tebal dan tipis, pewarnaan sediaan darah malaria, pembacaan sampel dan pelaporan hasil pemeriksaan. Pada tahap pasca analitik seperti pencatatan hasil pemeriksaan, penyeliaan berjenjang, serta dokumentasi seluruh kegiatan pemeriksaan dapat tertelusur. Pelaksanaan pemantapan mutu adalah bentuk pemeliharaan dan pengawasan terhadap kualitas dari pemeriksaan laboratorium, termasuk dengan pemantapan mutu internal pemeriksaan mikroskopis malaria yang harus senantiasa dilaksanakan secara internal didalam fasilitas kesehatan atau Puskesmas itu sendiri demi menjaga kualitas mutu laboratorium dalam menunjang diagnosis pasien dalam hal ini pasien malaria. Dalam pemeriksaan mikroskopis malaria ini terbagi atas tiga tahapan yakni tahapan pra analitik, tahapan analitik dan tahapan pasca analitik. Dimana tiap tahapannya terbagi lagi atas beberapa kegiatan yang wajib dilaksanakan seutuhnya guna mengoptimalkan keseluruhan pelaksanaan kegiatan pemantapan mutu internal mikroskopis malaria. Seperti yang telah pemantapan mutu internal yang baik adalah dimana keseluruhan item kegiatan baik dalam tahap pra analitik, analitik maupun pasca analitik dapat terpenuhi dengan presentase keseluruhan kegiatan adalah 100% tanpa satu kegiatan pun yang luput dari Pra analitik Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai serta pengujian kualitas bahan yang baik cukup penting demi menunjang tahapan kegiatan Dalam tahap pra analitik terdapat 4 jenis kegiatan yang menjadi perhatian yakni pengujian kualitas reagen giemza, pengujian kualitas regaen methanol, pengujian reagen oil immerse dan pengujian kadar pH buffer. Dari data (Tabel . hasil penelitian yang telah dipaparkan menunjukkan dari empat aktifitas kegiatan yang termasuk kegiatan pemantapan mutu internal laboratorium pemeriksaan mikroskopis malaria pada tahap pra analitik, kegiatan uji kualitas reagen methanol dan uji kualitas reagen buffer yang belum dipahami dan memiliki angka frekuensi pelaksanaan yang paling rendah dibanding kegiatan Kurang pemahaman akan pelaksanaan pengujian serta tidak tersedianya sarana dan prasarana yang baik untuk melakukan pengujian Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 menjadi salah satu alasan tidak dilaksanakannya pengujian tersebut. Pelaksanaan kegiatan pengujian reagensia merupakan kegiatan untuk memastikan kualitas kondisi bahan yang akan digunakan berada dalam kualitas baik atau tidak, sehingga dapat menunjang dalam proses pemeriksaan untuk menentukan mutu hasil pemeriksaan dengan baik. Jumlah akumulasi kegiatan pra analitik di Puskesmas Kota Kendari belum optimal dengan hanya berada di 04% (Tabel . pandang besar (LPB) atau setara dengan 3000-4000 leukosit, ketebalan baik bila leukosit berjumlah 1520/LPB, dan sediaan terlalu tipis apabila leukosit berjumlah kurang dari 15/LPB. Di sediaan darah tipis eritrosit tidak saling menumpuk dan morfologi . Analitik Berdasarkan pemaparan sebelumnya bahwa pentingnya proses persiapan atau pengujian kualitas bahan yang baik guna mendukung Analisa pemeriksaan dalam tahap analitik. Dalam tahap analitik terdapat 3 jenis kegiatan yang menjadi perhatian yakni pembuatan sediaan darah malaria tipis dan tebal, pewarnaan sediaan darah malaria, pembacaan dan pelaporan hasil, serta memastikan seluruh kegiatan berlangsung sesuai dengan SOP . tandar operasional prosedu. yang telah ditetapkan. Pengaruh preparasi sediaan darah malaria yang kurang baik dapat menyebabkan terjadinya kesalahan diagnosis. Dikarenakan ukuran sediaan yang terlalu besar atau terlalu kecil, sediaan darah yang tidak rata, terkelupas, terlalu tebal atau terlalu tipis, sediaan tidak bersih , masih terdapat sisa-sisa dari cat giemza. Hal tersebut sesuai dengan penelitian Fridolina,dkk. , menyatakan bahwa ketepatan proses diagnosis malaria dipengaruhi oleh persiapan, ketersediaan alat dan bahan, serta kualitas mutu pewarnaan sediaan darah malaria. Gambar 6. Efek Kadar Ph Terhadap Morfologi Parasit Plasmodium (Sumber : WHO:basic malaria microscopy part I learnerAos guide ) Gambar 5. Sediaan Darah Malaria (Sumber : WHO:basic malaria microscopy part I learnerAos guid. Seperti pada gambar 5 di atas, sediaan darah malaria yang baik harus memenuhi beberapa syarat, yaitu dari segi makroskopik , sediaan darah tebal mengandung volume darah 6 mikroliter, denngan diameter /- 1 cm, ketebalan pas . ulisan dapat dilihat di atas kerta. , sedangkan sediaan darah tipis mengandung volume darah 2 mikroliter, 1 cm dari ujung sediaan darah berbentuk lidah, dan terfiksasi. Dari segi mikroskopik, pada sediaan darah tebal eritrosit menumpuk, minimal dapat dilihat 100 lapang Seperti pada gambar 6, kualitas pewarnaan sediaan darah yang baik dapat membantu dalam proses identifikasi jenis dan morfologi parasit dengan Kualitas pewarnaan yang baik dilihat pada mikroskop terlihat normal apabila inti lekosit berwarna ungu, inti parasit berwarna merah, dan sitoplasma parasit berwarna biru. Terlihat asam apabila inti lekosit berwarna merah, inti parasit berwarna merah, dan sitoplasma parasit berwarna Terlihat basa apabila inti lekosit berwarna biru, inti parasit berwarna biru, dan sitoplasma parasit berwarna biru. Terlihat kotor apabila banyak sisasisa/ endapan zat warna/ debu pada lapang pandang(Kemenkes. Dari data (Tabel . hasil penelitian yang dipaparkan menunjukkan dari tiga aktifitas kegiatan yang termasuk kegiatan pemantapan mutu internal laboratorium pemeriksaan mikroskopis malaria pada tahap analitik, kegiatan melakukan pembacaan sampel dan pelaporan hasil merupakan kegiatan yang kurang dipahami dan memiliki frekuensi pelaksanaan paling rendah dibanding kegiatan lainnya. Kurangnya pemahaman dan pelatihan mengenai identifikasi parasit plasmodium merupakan alasan tidak dilaksanakannya beberapa aktifitas tahap analitik tersebut. Melaksanakan seluruh kegiatan sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan merupakan hal yang wajib terstandarisasi dan terstruktur dengan baik demi menunjang pemeriksaan terlaksana dengan baik. Jumlah akumulasi kegiatan tahap analitik di Puskesmas Kota Kendari cukup baik namun belum cukup optimal dengan hanya berada di angka 95. (Tabel . Pasca analitik Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Dari data (Tabel . hasil penelitian yang dipaparkan menunjukkan dari empat aktifitas kegiatan yang termasuk kegiatan pemantapan mutu internal laboratorium pemeriksaan mikroskopis malaria pada tahap pasca analitik, kegiatan melakukan dokumentasi seluruh kegiatan merupakan kegiatan yang memiliki frekuensi pelaksanaan paling rendah dibanding kegiatan lainnya. Kurangnya pemahaman dan pelatihan, serta tidak tersedianya alat dan bahan untuk pelaksanaan kegiatan lainnya merupakan alasan tidak dilaksanakannya aktifitas tahap pasca analitik tersebut. Pelaksanaan harus tercatat dengan baik dari tahap awal hingga tahap akhir pemeriksaan agar seluruh kegiatan dapat terdokumentasi dan tertelusur dengan baik. Jumlah akumulasi kegiatan tahap pasca analitik di Puskesmas Kota Kendari cukup baik namun belum optimal dengan hanya berada di angka 86. 90% (Tabel . Pemantapan Mutu Internal Pemantapan mutu internal di laboratorium merupakan suatu kontrol dan pengawasan yang dilaksanakan oleh laboratorium itu sendiri guna memantau dan mengendalikan kualitas hasil pemeriksaan setiap harinya, sehingga seluruh pemeriksaan laboratorium dalam hal ini pemeriksaan mikroskopis malaria seperti kualitas sediaan darah malaria yang berkaitan dengan kualitas pembuatan sediaan darah dan kualitas pewarnaan, kualitas sediaan dan hasil pembacaan akan baik jika pemantapan mutu internal senantiasa rutin dilakukan secara terus menerus. Parameter pemantapan mutu internal terbagi atas tiga tahapan kegiatan pra analitik, analitik, serta pasca analitik. Untuk dikategorikan pelaksanaan pemantapan mutu internal terpenuhi seluruhnya dengan baik maka ke tiga tahapan . ra analitik, analitik dan pasca analiti. haruslah terpenuhi seluruhnya 100%. Berdasarkan analisis data hasil penelitian dengan observasi menggunakan kuesioner/ daftar tilik di Puskesmas Kota Kendari, menunjukkan tingkat penerapan pemantapan mutu internal pemeriksaan mikroskopis malaria di Puskesmas Kota Kendari masih berada dalam kategori tidak baik. Perolehan nilai untuk penerapan pemantapan mutu internal hanya sebesar 74. 4% (Tabel . Sehingga penerapan pemantapan mutu internal pemeriksaan mikroskopis di Puskesmas Kota Kendari masih dkategorikan tidak baik. Hal ini menunjukan bahwa para tenaga laboratorium di Puskesmas Kota Kendari belum seluruhnya memahami dan menerapkan kegiatan standar pemantapan mutu internal laboratorium dalam bidang mikroskopis malaria dengan baik. KESIMPULAN Berdasarkan analisis data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : Kegiatan pemantapan mutu internal pemeriksaan mikroskopis malaria di Puskesmas Kota Kendari pada tahap pra analitik yang telah dilaksanakan masih kurang optimal karena rendahnya presentase pelaksanaan kegiatan pengujian reagensia baik uji kualitas reagen giemza, uji kualitas reagen methanol, uji kualitas reagen oil immersi, dan uji kadar pH buffer yakni di bawah Jumlah akumulasi kegiatan pra analitik di Puskesmas Kota Kendari belum optimal dengan hanya berada di angka 41. 04% sehingga tingkat penerapan tahap pra analitik dikategorikan tidak Kegiatan pemantapan mutu internal pemeriksaan mikroskopis malaria di Puskesmas Kota Kendari pada tahap analitik yang telah dilaksanakan cukup baik untuk kegiatan pembuatan sediaan darah malaria tipis dan tebal, kegiatan pewarnaan sediaan darah malaria sesuai SOP yang telah ditetapkan seluruhnya rutin dilaksanakan dengan presentase di angka 100%. Namun untuk pelaksanaan kegiatan pembacaan dan pelaporan hasil pemeriksaan mikroskopis malaria masih belum optimal dengan presentase hanya mencapai ini disebabkan kurangnya pemahaman atau pelatihan yang di ikuti mengenai identifikasi parasit plasmodium secara mikrosklopis. Jumlah akumulasi kegiatan tahap analitik di Puskesmas Kota Kendari cukup baik namun belum optimal dengan hanya berada di angka 95. penerapan tahap analitik dikategorikan tidak baik. Kegiatan pemantapan mutu internal pemeriksaan mikroskopis malaria di Puskesmas Kota Kendari pada tahap pasca analitik yang telah dilaksanakan sudah cukup baik dalam pelaksanaan pencatatan hasil pemeriksaan malaria dan pelaksanaan penyeliaan berjenjang dengan presentase di angka Namun untuk pelaksanaan dokumentasi seluruh kegiatan dari tahap awal hingga akhir tidak terlaksana dengan optimal hanya di angka hal ini dikarenakan tidak terlaksananya beberapa kegiatan dalam tahap pra analitik hingga Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 2. Desember 2023 Website : . ttps://ejournal. id/medilab/inde. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 pasca dan tidak dapat terdokumentasi dengan Jumlah akumulasi kegiatan tahap pasca analitik di Puskesmas Kota Kendari cukup baik namun belum optimal dengan hanya berada di 90% sehingga penerapan tahap pasca analitik dikategorikan tidak baik. Kegiatan pemantapan mutu internal pemeriksaan mikroskopis malaria di Puskesmas Kota Kendari mulai dari tahap pra analitik hingga pasca analitik belum seluruhnya optimal dilaksanakan oleh pelaksanaan hanya 74. 4% sehingga tingkat penerapan pemantapan mutu internal pemeriksaan mikroskopis malaria di Puskesmas Kota Kendari dikategorikan tidak baik. SARAN Diperlukan komitmen yang kuat dari seluruh petugas laboratorium Puskesmas di Kota Kendari dalam pelaksanaan kegiatan pemantapan mutu internal pemeriksaan mikroskopis malaria baik dari tahap pra analitik, analitik hingga pasca Diharapkan pengkajian lebih lanjut mengenai faktor-faktor pemeriksaan mikroskopis malaria di Puskesmas Kota Kendari. Para pemangku kebijakan untuk selalu berkoordinasi dengan petugas laboratorium dilapangan mengenai kelengkapan sarana dan prasarana laboratorium serta peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) laboratorium dalam hal ini di adakan pelatihan dan penyegaran rutin terkait teknis pemeriksaan sesuai tugas dan kompetensi petugas laboratorium. DAFTAR PUSTAKA