JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 134 Ae 146 PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN TEKNIK AKROSTIK BERBANTUAN MEDIA ETNO POCA (POETRY CARD) Teguh Prastiyo1. Sekar Dwi Ardianti2. Rani Setiawaty3 Universitas Muria Kudus1, 2, 3 Jl. Lkr. Utara. Kayuapu Kulon. Gondangmanis. Kec. Bae. Kab. Kudus. Jawa Tengah Sur-el Korespondensi: 202033035@std. id1, sekar. ardianti@umk. setiawaty@umk. Article info ABSTRACT Article history: Received: 19-09-2025 Revised : 10-10-2025 Accepted: 24-10-2025 This study aims to improve the poetry writing skills of Grade V students at SD Negeri 3 Rejosari Kudus through the use of acrostic techniques and ethno-poca media . oetry card. The main problem faced by the students is their limited ability to write poetry, caused by a lack of vocabulary and difficulty in expressing ideas creatively. The acrostic technique was chosen to help students construct simple poetic structures, while the ethno-poca media was used to stimulate their The Classroom Action Research (PTK), conducted in two cycles, showed a significant improvement in studentsAo poetry writing skills . 1 to 84. These results indicate that the combination of acrostic techniques and ethno-poca media is effective in helping students overcome difficulties in writing poetry. Keywords: Poetry Writing Skills. Acrostic Technique. Etno Poca Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas V SD Negeri 3 Rejosari Kudus melalui teknik akrostik dan media etno poca . oetry car. Permasalahan yang dihadapi siswa adalah rendahnya kemampuan menulis puisi akibat keterbatasan kosakata dan kesulitan dalam mengungkapkan ide secara kreatif. Teknik akrostik dipilih untuk membangun struktur puisi yang sederhana, sedangkan media etno poca merangsang kreativitas siswa. Pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan menulis puisi siswa . ari 65,1 menjadi 84,. Hasil ini membuktikan bahwa kombinasi teknik akrostik dan media etno poca efektif dalam membantu siswa mengatasi kesulitan menulis puisi. Kata Kunci: Keterampilan Menulis Puisi. Teknik Akrostik. Etno Poca Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Darma. Teguh Prastiyo. Sekar Dwi Ardianti, dan Rani Setiawaty (Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi dengan Teknik Akrostik Berbantuan Media Etno Poca (Poetry Car. ) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 134 Ae 146 PENDAHULUAN Pembelajaran menulis puisi di sekolah dasar memainkan peranan penting dalam mengembangkan keterampilan berbahasa siswa, yang tidak hanya terbatas pada kemampuan menulis, tetapi juga pada pengembangan kreativitas dan ekspresi diri. Menulis puisi mengharuskan siswa untuk menyusun ide, emosi, dan pengalaman mereka dengan cara yang terstruktur dan ekspresif, menggunakan bahasa yang indah dan bermakna. Sayangnya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam menyusun puisi karena kurangnya keterampilan dalam memilih diksi, kesulitan dalam merangkai ide menjadi sebuah karya yang puitis, serta rendahnya motivasi dalam mengikuti pembelajaran sastra (Wibowo, 2. Hal ini berbanding terbalik dengan tujuan pembelajaran bahasa Indonesia, yang tidak hanya mengajarkan bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana untuk menumbuhkan apresiasi terhadap karya sastra (Noermanzah. Kesenjangan yang terjadi dalam pembelajaran menulis puisi di SD Negeri 3 Rejosari Kudus, terungkap dari hasil observasi yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas V masih kesulitan dalam menyusun puisi dengan baik. Mereka mengalami hambatan dalam mengembangkan ide dan memilih kata yang tepat, sehingga hasil tulisan mereka terkesan datar dan kurang kreatif. Hal ini berkontribusi pada rendahnya minat siswa terhadap pembelajaran Salah satu faktor yang turut mempengaruhi adalah kurangnya media pembelajaran yang menarik dan efektif untuk merangsang kreativitas siswa. Hal ini sesuai dengan pernyataan Wibowo . yang menekankan pentingnya menggunakan media yang inovatif dalam pembelajaran menulis untuk mengatasi kebosanan dan meningkatkan motivasi siswa. Kondisi ideal dalam pembelajaran menulis puisi seharusnya mencakup kemampuan siswa untuk mengungkapkan ide dan perasaan mereka dengan bahasa yang tepat, kreatif, dan ekspresif. Unsur-unsur yang membentuk puisi seperti diksi, gaya bahasa, citraan, dan rima, seharusnya digunakan dengan baik untuk memperkuat makna dan estetika puisi (Irwanti, 2. Penggunaan teknik-teknik yang dapat mempermudah siswa dalam menyusun puisi sangatlah penting, salah satunya adalah teknik akrostik. Teknik ini memungkinkan siswa untuk memulai puisi dengan susunan kata yang terstruktur, di mana setiap baris puisi diawali dengan huruf yang membentuk sebuah kata atau kalimat, sehingga memberi kerangka yang jelas bagi siswa dalam merangkai ide mereka (Harley dan Noyes dalam Abduh, 2. Dengan demikian, puisi dapat disusun dengan cara yang lebih sistematis dan mudah dipahami. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini mengusulkan penggunaan media etno poca yang dipadukan dengan teknik akrostik sebagai solusi untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa. Media etno poca adalah media berbentuk kartu bergambar yang dapat merangsang imajinasi siswa dengan menampilkan gambar-gambar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari Teguh Prastiyo. Sekar Dwi Ardianti, dan Rani Setiawaty (Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi dengan Teknik Akrostik Berbantuan Media Etno Poca (Poetry Car. ) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 134 Ae 146 mereka (Hotimah, 2. Media ini dirancang untuk memudahkan siswa dalam menemukan ide dan menghubungkannya dengan pengalaman pribadi mereka, yang kemudian dituangkan dalam bentuk puisi. Sementara itu, teknik akrostik berfungsi untuk membantu siswa dalam menyusun puisi dengan cara yang lebih terstruktur. Teknik ini memungkinkan siswa untuk menulis puisi dengan lebih mudah, karena setiap baris dimulai dengan huruf yang membentuk kata atau kalimat yang menjadi tema puisi tersebut. Penggunaan teknik ini dapat mempercepat proses penulisan puisi dan mengurangi rasa kebingungan yang sering dialami siswa saat menulis (Indihadi, 2. Perbedaan penelitian ini dengan studi-studi terdahulu, seperti yang dilakukan oleh Melasarianti dkk, . dengan media gambar pahlawan nusantara. Aprilyana Sari . dengan flashcard, maupun Anggun Hazliana . tanpa dukungan media spesifik, terletak pada kebaruan . kontekstual dari media pembelajaran yang diterapkan. Kebaruan utama penelitian yang disajikan ini adalah Media Etno Poca (Poetry Car. berbasis kearifan lokal. Media ini bukan sekadar alat bantu visual biasa, melainkan kartu bergambar yang secara spesifik mengangkat tema budaya lokal (Kudu. , sehingga memiliki fungsi ganda: pertama, memfasilitasi siswa dalam mengaplikasikan teknik akrostik untuk menemukan diksi dan mengembangkan imaji secara kreatif. kedua, mengintegrasikan pendidikan karakter dan pengenalan budaya lokal melalui Penggabungan unik antara teknik akrostik dengan media yang kaya konteks budaya ini, ditambah dengan penerapan model picture and picture, memposisikan penelitian ini sebagai kontribusi yang segar dan relevan dalam upaya inovatif peningkatan keterampilan menulis puisi di tingkat Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan media etno poca yang berbantuan teknik akrostik dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi pada siswa kelas V SD Negeri 3 Rejosari Kudus. Penelitian ini berfokus pada evaluasi pengaruh penggunaan kedua teknik tersebut terhadap kemampuan siswa dalam mengungkapkan ide, memilih diksi yang tepat, dan menyusun puisi secara terstruktur. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa akan lebih tertarik dan termotivasi untuk menulis puisi, serta mampu menghasilkan karya yang lebih kreatif dan bermakna. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran puisi yang lebih menarik dan efektif di tingkat sekolah dasar. METODOLOGI PENELITIAN Landasan Teori Teknik Akrostik Akrostik berasal dari kata AuacrosticheAy (Pranci. dan AuakrostichisAy (Yunan. , yang berarti Auhuruf awalAy. Akrostik adalah teknik penulisan puisi atau teks yang menggunakan huruf awal dari setiap baris untuk membentuk kata atau frase tertentu. Menurut Zhang . , puisi akrostik Teguh Prastiyo. Sekar Dwi Ardianti, dan Rani Setiawaty (Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi dengan Teknik Akrostik Berbantuan Media Etno Poca (Poetry Car. ) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 134 Ae 146 adalah jenis puisi yang terdiri dari larik-larik yang menjelaskan makna atau rahasia suatu kata, dengan huruf pertama setiap larik membentuk kata tersebut secara vertikal. Teknik akrostik merupakan teknik yang menggunakan huruf sebagai kata kunci untuk mempermudah dalam menentukan sebuah ide pada penulisan khususnya puisi. Penggunaan teknik akrostik dalam puisi akan mempermudah siswa dalam menuangkan ide. Jingga dalam Rohika. Marhaeni, & Sutama, . menyatakan bahwa puisi akrostik setiap awal lariknya menggunakan huruf yang ada pada judul puisi, semua bait dalam puisi menceritakan atau mendeskripsikan topik kata yang tertera pada judul. Puisi akrostik berbeda dengan puisi-puisi lain karena huruf-huruf pertama tiap lariknya mengeja sebuah kata yang dapat dibaca secara vertikal. Puisi akrostik memiliki perbedaan kekhasan dari puisi yang ditulis menggunakan teknik lain . isalnya haiku, puisi bebas, dan narati. , yang dapat dianalisis dengan mudah, yaitu: terdapat ungkapan atau kata kunci yang disusun vertikal dalam puisi (Noyes dan Harley dalam Melasarianti, 2. , di mana kata kunci ini menjadi huruf pertama pada setiap baris puisi (Abduh, 2. , terdapat keterkaitan antara judul dan kata kunci (Hidayat & Indihadi, 2. , dan mudah dipelajari serta diterapkan oleh siswa usia sekolah dasar (Ernawati, 2. Teknik akrostik ini bermanfaat untuk menulis puisi bagi siswa sekolah dasar karena dapat: mempermudah siswa ketika kesulitan memikirkan sebuah diksi (Widyasari dalam Melasarianti, 2. , menumbuhkan rasa gemar terhadap sastra dan membantu siswa mengembangkan kreativitasnya (Melasarianti, 2. , mempermudah siswa menyatakan gagasan dan perasaan dalam wujud bahasa tulis (Taoziri dalam Melasarianti, 2. , mengatasi keterbatasan waktu pembelajaran karena tepat untuk penulis pemula (Abduh, 2. , dan melatih keterampilan menulis sehingga menghasilkan karya puisi berdasarkan pengalaman dan kondisi emosi siswa (Indihadi, 2. 2 Media Etno Poca (Poetry car. Media etno poca . oetry car. merupakan media yang berbentuk kartu bergambar dengan keterangan dan dapat digunakan sebagai tempat untuk menulis puisi. Media kartu bergambar merupakan media edukatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran berupa media kartu yang berisi gambar dan kata-kata. Media ini dapat membantu meningkatkan berbagai aspek yang di antaranya: melatih daya ingat, meningkatkan kosakata, melatih kemandirian Hotimah . Media etno poca (Poetry Car. didesain agar memudahkan siswa untuk menemukan ide dan menuangkan ide idenya dalam bentuk puisi. Kartu kata merupakan kartu dua sisi yang dirancang untuk pembelajaran kosa kata yang memungkinkan pelajar untuk berlatih mengingat bentuk-ke-makna dan arti-ke-bentuk dalam pengambilan berulang kata-kata Hung . Kartu kata memungkinkan pelajar untuk mendapatkan ortografi kata dan membuat hubungan antara bentuk dan makna (Paldy dkk, 2. Susilana, & Riyana . mengungkapkan bahwa media kartu bergambar memiliki beberapa kelebihan yang di antaranya: mudah untuk dibawa Teguh Prastiyo. Sekar Dwi Ardianti, dan Rani Setiawaty (Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi dengan Teknik Akrostik Berbantuan Media Etno Poca (Poetry Car. ) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 134 Ae 146 dimanapun dan kapanpun, penggunaannya yang praktis dan tidak harus memiliki keahlian khusus sehingga dapat digunakan oleh siapapun, mudah diingat karena menggunakan penggabungan antara gambar dan teks yang disusun dengan kompleks, penggunaannya kartu sangat menyenangkan karena dapat melalui permainan. Dalam konteks pembelajaran bahasa, kartu flash biasanya digunakan untuk mempelajari kosakata (Le, & Luong, 2. Dalam penelitian ini bentuk kartu yang akan dikembangkan dimodifikasi penggunaannya menjadi lebih fungsional, peneliti menggunakan teknik akrostik di dalam media etno poca . oetry car. Sedangkan menurut Indihadi . teknik akrostik merupakan salah satu teknik penulisan puisi yang dalam penulisannya terdapat huruf huruf dari sebuah kata tertentu untuk memulai tiap baris Selain itu, kelebihan lain dari media etno poca . oetry car. terletak pada pemanfaatan kearifan lokal dalam materi yang digunakan. Dengan mengangkat tema, gambar, atau istilah yang relevan dengan budaya setempat, media ini memudahkan siswa mengaitkan konten pembelajaran dengan lingkungan dan identitas budaya mereka. Hal ini tidak hanya meningkatkan minat belajar tetapi juga memperkuat pemahaman melalui konteks yang akrab dan bermakna. Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan pengertian media pembelajaran sebagai alat bantu mengajar untuk menyampaikan materi agar pesan lebih mudah diterima dan menjadikan siswa lebih termotivasi dan aktif. Dan media etno poca . oetry car. sangat membantu proses pembelajaran siswa kelas V SD. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang bertujuan untuk meningkatkan praktik pembelajaran melalui tindakan yang dilakukan secara langsung di Model PTK terdiri dari dua siklus yang masing-masing melibatkan empat tahap utama: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi (Kemmis & McTaggart, 2. Dalam penelitian ini, setiap siklus melibatkan proses perencanaan pembelajaran menggunakan teknik akrostik dan media etno poca, pelaksanaan pembelajaran, pengamatan terhadap aktivitas siswa dan guru, serta refleksi untuk mengevaluasi keberhasilan tindakan yang telah dilakukan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Negeri 3 Rejosari Kudus, dengan jumlah siswa sebanyak 25 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes evaluasi pada siklus 1 dan siklus 2 untuk menilai keterampilan menulis puisi siswa. Tes ini menggunakan rubrik penilaian keterampilan menulis puisi yang dikembangkan berdasarkan indikator-indikator berikut: tipografi, rima, diksi, imaji, majas . aya bahas. , dan isi (Rahmawati, 2. Setiap karya puisi siswa pada siklus 1 dan siklus 2 dinilai berdasarkan indikator-indikator tersebut untuk mengukur peningkatan keterampilan menulis puisi siswa. Analisis data dilakukan secara kualitatif Teguh Prastiyo. Sekar Dwi Ardianti, dan Rani Setiawaty (Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi dengan Teknik Akrostik Berbantuan Media Etno Poca (Poetry Car. ) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 134 Ae 146 untuk menggambarkan perubahan keterampilan siswa dan guru, serta secara kuantitatif untuk mengevaluasi hasil belajar siswa menggunakan teknik statistik deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Tabel 1. Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Langkah PTK Perencanaan Siklus 1 Dilaksanakan pada Juli 2025 . Disusun RPP dengan tema lokal "Menara" dan "Masjid Agung Kudus". Disiapkan media Etno Poca. LKPD, lembar observasi, dan catatan Siklus 2 Dilaksanakan pada akhir Juli 2025 . RPP direvisi. tema diubah menjadi "Pantai/Buka Luhur" dan "Keindahan Alam". Disiapkan LKS, lembar observasi guru, dan lembar penilaian keterampilan menulis. Pendahuluan Guru memberi salam, motivasi, dan menjelaskan tujuan pembelajaran menulis puisi akrostik dengan tema "Menara" dan "Masjid Agung Kudus". Guru menyapa, memberi motivasi, dan menjelaskan tujuan pembelajaran puisi akrostik dengan tema baru "Buka Luhur" dan "Keindahan Alam". Kegiatan Inti Siswa mengamati contoh puisi Guru menampilkan gambar (Menara/Masjid Agung Kudu. dengan kata kunci vertikal. Siswa mencari diksi dan menyusun puisi akrostik individu, dilanjutkan diskusi dan revisi. Siswa mengamati contoh puisi akrostik. Guru (Pantai/Pemandangan Ala. dengan kata kunci vertikal. Siswa mencari diksi, menyusun puisi akrostik individu, dilanjutkan diskusi dan revisi. Penutup Guru memberikan apresiasi, umpan balik konstruktif, dan mengajak siswa merangkum materi tentang teknik akrostik dan diksi. Dilakukan melalui lembar tes evaluasi . ji Siklus . Penilaian mencakup aspek tipografi, rima, diksi, imaji, majas, dan kejelasan isi. Guru memberikan apresiasi dan umpan Siswa merangkum materi tentang teknik akrostik dan diksi. Dilakukan melalui lembar tes evaluasi . ji Siklus . Menilai kemampuan diksi, struktur, dan penggambaran tema . ermasuk kreativitas dan ketepatan teknik akrosti. Menganalisis hasil tes . ata-rata 65,. dan catatan lapangan. Ditemukan masalah seperti kesulitan diksi dan Merencanakan perbaikan untuk Siklus 2. Menganalisis hasil tes . ata-rata 84,. dan mencatat efektivitas penggunaan metode dan media. Menyimpulkan bahwa tindakan berhasil mencapai indikator peningkatan keterampilan menulis puisi. Pelaksanaan Penilaian Refleksi Pada siklus pertama, hasil observasi menunjukkan bahwa meskipun ada upaya peningkatan dalam keterampilan menulis puisi siswa, rata-rata nilai keterampilan menulis puisi siswa masih berada pada angka 65,1. Banyak siswa yang merasa kesulitan dalam memilih tema yang tepat dan mengorganisir kata-kata menjadi puisi yang terstruktur. Selain itu, meskipun teknik akrostik sudah diterapkan untuk memberikan struktur pada puisi, beberapa siswa masih merasa terbatas dan kesulitan dalam mengembangkan ide mereka. Teguh Prastiyo. Sekar Dwi Ardianti, dan Rani Setiawaty (Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi dengan Teknik Akrostik Berbantuan Media Etno Poca (Poetry Car. ) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 134 Ae 146 Pada siklus kedua, setelah dilakukan refleksi dan perbaikan terhadap metode pembelajaran pada siklus pertama, hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan yang signifikan. Rata-rata nilai keterampilan menulis puisi siswa meningkat menjadi 84,7. Para siswa mulai mampu mengorganisir ide-ide mereka dalam bentuk puisi yang lebih kreatif dan terstruktur. Penggunaan media etno poca yang lebih diperkenalkan dengan gambar yang relevan dengan pengalaman sehari-hari siswa memberikan dampak positif terhadap proses kreatif mereka. Tabel 2. Perbedaan dan Hasil Siklus I dan Siklus II Keterampilan Menulis Puisi Siswa Nama Siswa Siklus 1 Ket. Perlu Bimbingan Perlu Bimbingan Perlu Bimbingan Baik Cukup Cukup Baik Perlu Bimbingan Cukup Cukup Siklus II AAH AUF AAF HIS KAN MRA NNA NES TBV Nilai Nilai Jumlah Rata-rata hitung Skor maksimal Presentase Ket Baik Baik Baik Sangat Baik Baik Cukup Baik Cukup Cukup Baik Sumber : Data Peneliti . Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa melalui penerapan teknik akrostik berbantuan media Etno Poca (Poetry car. , yang diharapkan dapat membantu siswa lebih kreatif dan ekspresif dalam berkarya. Pada Siklus 1, pengamatan menunjukkan bahwa siswa belum sepenuhnya memahami dan mengaplikasikan aspek-aspek tipografi dengan baik. Tipografi adalah elemen penting dalam penulisan puisi, yang tidak hanya mengacu pada pilihan kata, tetapi juga pada cara penyajian visual dari teks puisi itu sendiri. Seperti yang dikemukakan oleh Darpan . , tipografi bertujuan untuk menciptakan kesan visual yang efektif melalui pengaturan huruf, spasi, dan layout yang memudahkan pembaca memahami teks secara keseluruhan. Pada awal penelitian ini, meskipun siswa sudah memahami penulisan judul dan nama pengarang, penataan baris yang tidak mengikuti struktur khas puisi dan penggunaan spasi yang tidak konsisten di antara bait masih mengurangi estetika puisi yang dihasilkan (Amalia. Fakhriyah, dan Ardianti, 2. Teguh Prastiyo. Sekar Dwi Ardianti, dan Rani Setiawaty (Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi dengan Teknik Akrostik Berbantuan Media Etno Poca (Poetry Car. ) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 134 Ae 146 Kelemahan lain yang ditemukan adalah penggunaan huruf yang belum sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), dengan persentase hanya 73%. Hal ini mempengaruhi kerapian dan kesan profesional dari puisi yang ditulis oleh siswa. Sebagaimana dijelaskan oleh Iswari & Indihadi . , pemahaman mengenai tipografi sangat penting untuk memberikan kesan visual yang mendalam dan mempengaruhi cara pembaca memahami dan merespons puisi. Ketidaksesuaian tipografi ini mengindikasikan bahwa siswa membutuhkan penguatan dalam aspek visual untuk menjadikan puisi mereka lebih rapi dan menarik (Fazri & Abror, 2. Namun, pada Siklus 2, terjadi peningkatan yang signifikan pada aspek tipografi, dengan persentase pencapaian mencapai 84%. Siswa mulai lebih cermat dalam mengatur elemen-elemen tipografi, seperti penulisan judul, penempatan nama pengarang, penyusunan baris yang tidak mirip dengan paragraf, serta pemisahan bait dengan spasi yang jelas. Penggunaan huruf sesuai dengan EYD juga meningkat, menandakan bahwa siswa semakin sadar akan pentingnya aspek visual dalam puisi sebagai sarana untuk menambah daya tarik pembaca (Waharini dkk. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa siswa sudah mulai menguasai teknik penulisan yang lebih baik, dan lebih memperhatikan faktor estetika dalam karya sastra mereka. Indikator kedua yaitu rima juga menjadi fokus dalam penelitian ini. Pada Siklus 1, kemampuan siswa dalam menciptakan rima yang harmonis dan berkesinambungan tercatat masih rendah, dengan persentase 74%. Ini terlihat dari kurangnya variasi pada penggunaan onomatope dan pengulangan kata yang teratur. Rima dalam puisi berfungsi untuk menciptakan ritme yang mempengaruhi emosi pembaca, serta memperkuat makna dan pesan yang ingin disampaikan (Zulfahnur, 2. Pemahaman yang belum optimal terhadap teknik rima ini mengindikasikan bahwa siswa belum sepenuhnya menyadari pentingnya elemen bunyi dalam puisi untuk mencapai keindahan dan kekuatan ekspresif yang maksimal (Ardianti. Wanabuliandari. Gunarhadi, dan Rejekiningsih, 2. Namun, pada Siklus 2, terdapat peningkatan yang signifikan dalam kemampuan siswa menggunakan rima. Persentase rima meningkat menjadi 84%, yang menunjukkan bahwa siswa mulai dapat menciptakan pola rima yang lebih teratur dan beragam, termasuk penggunaan onomatope yang lebih bervariasi dan pengulangan kata dengan pola yang lebih kreatif. Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan kemampuan teknis siswa dalam menulis puisi, tetapi juga menunjukkan bahwa mereka semakin peka terhadap kekuatan bunyi dalam puisi, yang merupakan unsur utama untuk menimbulkan kesan yang mendalam dan menyentuh emosi pembaca (Fajriranti dkk. , 2. Dengan penguasaan rima yang lebih baik, siswa dapat menambah daya tarik dan intensitas pada puisi mereka. Indikator ketiga, diksi yang merujuk pada pemilihan kata yang digunakan dalam puisi, juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pada Siklus 1, persentase diksi siswa tercatat hanya Teguh Prastiyo. Sekar Dwi Ardianti, dan Rani Setiawaty (Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi dengan Teknik Akrostik Berbantuan Media Etno Poca (Poetry Car. ) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 134 Ae 146 Hal ini menunjukkan bahwa meskipun siswa sudah mulai memilih kata-kata dengan hatihati, mereka masih kesulitan dalam menciptakan puisi yang menggunakan diksi yang lebih bermakna luas dan penuh daya ekspresi. Finoza . mengungkapkan bahwa pemilihan diksi yang tepat adalah kunci dalam menciptakan puisi yang tidak hanya enak dibaca tetapi juga penuh Pemilihan kata yang kurang tepat dapat membatasi kemampuan puisi untuk menyampaikan pesan secara efektif (Muqtafia. Kurniawati. Amanda, dan Setiawaty, 2. Pada Siklus 2, terjadi peningkatan yang signifikan pada aspek diksi, dengan persentase mencapai 88%. Siswa menjadi lebih mahir dalam memilih kata-kata yang tepat, yang tidak hanya memiliki makna yang jelas, tetapi juga mengandung kekuatan simbolik dan kiasan yang menambah kedalaman pada puisi mereka. Peningkatan ini menunjukkan bahwa siswa semakin mampu menciptakan kesan indah melalui kata-kata yang dipilih dengan cermat, yang juga diperkuat dengan bantuan media Etno Poca (Poetry car. Media ini berfungsi sebagai alat bantu yang efektif bagi siswa dalam memilih diksi yang tepat dan sesuai dengan konteks puisi yang mereka buat (Huliatunisa, 2. Dengan penguasaan diksi yang lebih baik, siswa mampu menambah kekuatan ekspresif dalam karya puisi mereka. Indikator keempat yaitu imaji, atau gambaran mental yang ditimbulkan oleh kata-kata dalam puisi, juga mengalami peningkatan yang signifikan. Pada Siklus 1, persentase imaji tercatat Meskipun siswa sudah mulai menggunakan kata-kata yang dapat menggambarkan pengalaman indrawi, variasi imaji yang muncul masih terbatas. Imaji dalam puisi berfungsi untuk menghidupkan perasaan dan ide yang ingin disampaikan, memberikan gambaran yang lebih nyata kepada pembaca, dan membangun suasana yang sesuai dengan tema puisi (Febriyanti, & Novita. Namun, pada Siklus 2, kemampuan siswa dalam memunculkan imaji meningkat menjadi 89%, yang menunjukkan bahwa siswa semakin mampu menggunakan variasi imaji yang tepat dan sesuai dengan konteks puisi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa media Etno Poca efektif dalam merangsang imajinasi siswa, membantu mereka mengaitkan ide dengan gambar, serta menciptakan suasana yang sesuai dengan perasaan dan ide yang ingin disampaikan melalui puisi. Pada aspek majas, yang berfungsi untuk memperindah dan memperjelas pesan dalam puisi, siswa pada Siklus 1 mencatat persentase 73%. Meskipun siswa sudah mulai menggunakan majas seperti metafora dan simile, variasi majas yang digunakan masih terbatas dan belum sepenuhnya efektif dalam memperkuat ekspresi puisi. Seperti yang dijelaskan oleh Rachman dkk. majas berfungsi untuk memberikan kesan artistik dan emosional dalam puisi, sehingga sangat penting untuk menciptakan puisi yang tidak hanya menarik tetapi juga menggugah perasaan Pada Siklus 2, kemampuan siswa dalam menggunakan majas meningkat menjadi 84%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa siswa sudah semakin mampu memperkaya puisi mereka Teguh Prastiyo. Sekar Dwi Ardianti, dan Rani Setiawaty (Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi dengan Teknik Akrostik Berbantuan Media Etno Poca (Poetry Car. ) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 134 Ae 146 dengan menggunakan lebih banyak variasi majas yang tepat dan efektif untuk memperjelas ide dan memperkuat ekspresi puisi mereka. Indikator terakhir, pada aspek kejelasan isi, yang mencakup kesesuaian antara judul, isi, dan amanat puisi, siswa pada Siklus 1 tercatat mencapai persentase 79%. Meskipun siswa sudah cukup mampu mengungkapkan ide-ide mereka secara jelas, hubungan antara judul dan isi serta amanat puisi masih perlu diperbaiki. Syatriana . mengungkapkan bahwa menulis puisi merupakan proses transformasi ide menjadi bentuk tertulis yang dapat dipahami dan memberikan Pada Siklus 2, kejelasan isi meningkat menjadi 93%, yang menunjukkan bahwa siswa kini dapat menyampaikan ide dan gagasan mereka dengan lebih terstruktur, sesuai dengan tema, dan lebih mudah dipahami oleh pembaca. Hal ini mencerminkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana menyusun puisi yang memiliki keselarasan antara judul, isi, dan pesan yang ingin disampaikan (Ardianti. Wanabuliandari, dan Tanghal, 2. Secara keseluruhan, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan teknik akrostik berbantuan media Etno Poca (Poetry car. telah terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa. Teknik akrostik memungkinkan siswa untuk lebih fokus dan terstruktur dalam menulis puisi, sementara media Etno Poca berfungsi untuk merangsang imajinasi dan kreativitas mereka dalam memilih diksi yang tepat. Penelitian oleh Koly . Suherman . , dan Julianto . mengungkapkan bahwa penerapan teknik akrostik dalam pembelajaran puisi dapat meningkatkan kualitas tulisan siswa serta mempermudah mereka dalam mengekspresikan ide dan perasaan mereka dengan lebih jelas dan ekspresif. Pengintegrasian media dalam proses pembelajaran juga memperlihatkan bahwa siswa menjadi lebih tertarik dan bersemangat dalam menulis puisi, yang berdampak pada peningkatan kualitas dan kuantitas puisi yang dihasilkan. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknik akrostik berbantuan media etno poca . oetry car. dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas V di SD Negeri 3 Rejosari Kudus. Peningkatan keterampilan menulis puisi siswa tercermin dalam peningkatan nilai rata-rata dari 65,1 pada siklus pertama menjadi 84,7 pada siklus Oleh karena itu, dapat disarankan agar teknik akrostik dan media etno poca lebih sering digunakan dalam pembelajaran sastra di kelas, karena terbukti dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa secara signifikan. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi penggunaan media pembelajaran lain yang berbasis kearifan lokal guna meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran sastra. Teguh Prastiyo. Sekar Dwi Ardianti, dan Rani Setiawaty (Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi dengan Teknik Akrostik Berbantuan Media Etno Poca (Poetry Car. ) JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 134 Ae 146 DAFTAR PUSTAKA