BUSTANUL FUQAHA: JURNAL BIDANG HUKUM ISLAM Vol. 6 No. : 343-359 EISSN: 2723-6021 Website: https://journal. id/inex. php/bustanul/index STRATEGI MANAJEMEN WAKTU IBU RUMAH TANGGA DENGAN PARASOCIAL RELATIONSHIP DALAM PERSPEKTIF SYARIAT ISLAM TIME MANAGEMENT STRATEGIES OF HOMEMAKER WOMEN WITH PARASOCIAL RELATIONSHIPS IN THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC SHARIA Arini Sabeela Martareza Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam SyafiAoi (STDIIS) Jember Email: airinmrz@gmail. Ruston Kumaini Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam SyafiAoi (STDIIS) Jember Email: rustonabdullah0@gmail. Keywords: time management, homemaker women, parasocial relationship Kata kunci: manajemen waktu, perempuan berumah tangga, parasocial ABSTRACT The phenomenon of increased involvement of homemaker women in parasocial relationships serves as the background for this research, which poses challenges in managing domestic time. The Nineties Teume community is a fan group of the South Korean boy band Treasure, where the majority of its members are housewives. The aim of this study is to identify the factors causing homemaker women in the Nineties Teume community to engage in parasocial relationships, to analyze the time management strategies they employ, and to examine Islamic perspectives on the phenomenon. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection was conducted through in-depth interviews, documentation studies, and comprehensive literature reviews. The results indicate that parasocial relationships develop as a coping mechanism for stress, personal entertainment needs, and recreational fulfillment through music media. common time management strategies include optimizing leisure time, implementing flexible schedules, prioritizing family and domestic tasks, practicing pragmatic multitasking, receiving support from family members, and adjusting to time-related challenges. From an Islamic perspective, this phenomenon is criticized because it tends to idolize nonmuslim figures and listen to music that contradicts ShariAoah values. ABSTRAK Fenomena meningkatnya keterlibatan perempuan berumah tangga dalam parasocial relationship menjadi latar belakang penelitian ini, yang menimbulkan tantangan dalam pengelolaan waktu domestik. Komunitas Ninties Teume merupakan kelompok penggemar boy group Korea Selatan. Treasure, di mana mayoritas anggotanya telah menikah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor penyebab perempuan berumah tangga dalam komunitas Nineties Teume menjalin hubungan parasosial, menganalisis strategi manajemen waktu yang diterapkan, serta mengkaji pandangan Islam terhadap fenomena Penelitian ini menggunakan pendekatan kaualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi dan kajian literatur yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan parasosial berkembang sebagai mekanisme koping terhadap stres, kebutuhan hiburan pribadi dan pemenuhan rekreasi melalui media musik. strategi manajemen waktu yang umum diterapkan meliputi pemanfaatan waktu luang secara Arini Sabeela Martareza. Ruston Kumaini. Strategi Manajemen Waktu . BUSTANUL FUQAHA: JURNAL BIDANG HUKUM ISLAM Vol. 6 No. : 343-359 EISSN: 2723-6021 Website: https://journal. id/inex. php/bustanul/index optimal, penerapan fleksibelitas jadwal, prioritas terhadap keluarga dan tugas domestik, penggunaan multitasking secara pragmatis, serta dukungan dari anggota keluarga, dan penyesuaian terhadap tantangan dari perspektif Islam, fenomena ini dilarang karena cenderung mengidolakan tokoh nonmuslim dan mendengarkan musik yang bertentangan dengan nilai-nilai syariat. Diterima: 24 Juli 2025. Direvisi: 11 Agustus 2025. Disetujui: 11 Agustus 2025. Tersedia online: 22 Agustus 2025 How to cite: Arini Sabeela Martareza. Ruston Kumaini. AuStrategi Manajemen Waktu Ibu Rumah Tangga dengan Parasocial Relationship dalam Perspektif Syariat IslamAy. BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Vol. No. : 343-359. doi: 10. 36701/bustanul. PENDAHULUAN Perubahan pola interaksi dan hubungan antarindividu pada era kemajuan digital yang semakin pesat saat ini disebabkan oleh perkembangan teknologi informasi dan Media sosial tidak asing lagi di kalangan masyarakat. selain berfungsi sebagai alat komunikasi, media sosial juga berperan sebagai sarana hiburan dan pembentukan identitas diri individu. Penggunaan media sosial telah menjadi bagian yang integral dari kehidupan sehari-hari, yang menciptakan beragam interaksi secara daring. Menurut laporan dari Radio Republik Indonesia, penggunaan media sosial didominasi oleh perempuan, dengan presentasi sekitar 51,3%, sementara laki-laki menyumbang sekitar 48,7%. 2 Data ini menunjukkan bahwa kelompok pengguna media sosial yang paling aktif adalah perempuan, termasuk di dalamnya perempuan yang telah berumah Salah satu fenomena menarik dalam studi komunikasi adalah munculnya hubungan parasosial, yaitu hubungan satu arah yang terjalin antara penggemar dan tokoh yang mereka ikuti melalui berbagai media. Dalam konteks ini, penggemar merasakan ketertarikan emosional meskipun tidak terjadi interaksi secara langsung. Horton dan Wohl . pertama kali memperkenalkan konsep hubungan parasosial sebagai ilusi interaksi tatap muka antara penonton dan persona media. Persona media tersebut berupa karakter film, tokoh kartun, hingga selebritas. 3 Fenomena ini semakin menguat seiring dengan hadirnya platform media sosial yang memungkinkan penggemar untuk mengikuti kehidupan idola mereka dengan lebih dekat dan dalam waktu nyata. Melalui media sosial, penggemar dapat menyaksikan dan menikmati karya idola dalam bentuk audiovisual. Hubungan parasosial tidak hanya terjadi di kalangan remaja, tetapi juga menjangkau kalangan orang dewasa, termasuk perempuan berumah tangga. Herman. AuPerubahan Paradigma Komunikasi di Era Digital: Dampak dan TantanganyaAy. Journal of Mandalika Literature 5, no. : h. Andreas Daniel Panggabean. AuIni Data Statistik Penggunaan Media Sosial Masyarakat Indonesia Tahun 2024Ay dalam https://w. id/iptek/721570/ini-data-statistik-penggunaan-media-sosialmasyarakat-indonesia-tahun-2024 diakses pada tanggal 27 Mei 2025. Kharisma Wulandari dkk. AuInteraksi Parasosial Dan Tingkat Loyalitas Konsumen Remaja Akhir Penggemar Korean Pop (K-Po. Di SamarindaAy Management Studies and Entrepreneurship Journal 4, no. : h. Adelia Octavia Siswoyo dkk. AuRelasi Parasosial Pada Perempuan Dewasa Awal Penggemar Idola K-PopAy Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi 24, no. : h. Arini Sabeela Martareza. Ruston Kumaini. Strategi Manajemen Waktu . BUSTANUL FUQAHA: JURNAL BIDANG HUKUM ISLAM Vol. 6 No. : 343-359 EISSN: 2723-6021 Website: https://journal. id/inex. php/bustanul/index Perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah cara hubungan parasosial terbentuk dan dipertahankan. Platform seperti Instagram. Twitter. Facebook dan YouTube memberikan akses yang hampir tidak terbatas bagi penggemar untuk mengikuti kehidupan idola mereka. 5 Hal ini menciptakan tantangan tersendiri bagi perempuan berumah tangga dalam mengatur waktu mereka secara efektif. Kebutuhan untuk tetap terupdate dengan perkembangan idola harus diseimbangkan dengan tanggung jawab mereka dalam keluarga. Fenomena ini memunculkan pertanyaan penting mengenai bagaimana perempuan berumah tangga mengatasi keseimbangan waktu antara kewajiban domestik, peran sebagai istri dan ibu, serta keterlibatan mereka dalam aktivitas yang berkaitan dengan hubungan parasosial. Manajemen waktu menjadi aspek krusial yang perlu diteliti untuk memahami cara mereka menjalankan berbagai peran tersebut tanpa mengorbankan salah Pengelolaan waktu adalah proses penataan, pengorganisasian dan pembagian waktu individu untuk menyelesaikan seluruh kegiatan harian. Selain itu, manajemen waktu juga merupakan keterampilan yang sangat penting bagi perempuan berumah tangga agar dapat melaksanakan berbagai urusan profesional dan personal dengan efektivitas dan efisiensi tinggi. Dengan demikian, diharapkan semua kegiatan dapat terlaksana secara optimal dalam waktu yang singkat dan dengan pemanfaatan sumber daya . aktu, energi, finansial, dan tenaga kerj. seminimal mungkin. Komunitas Nineties Teume, yang merupakan kumpulan penggemar grup musik Treasure, menjadi contoh nyata bagaimana hubungan parasosial dapat memengaruhi kehidupan perempuan berumah tangga. Komunitas ini didirikan pada tahun 2021 oleh enam orang pendiri yang dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan usia di kalangan penggemar K-Pop. Mengingat persepsi umum bahwa penggemar K-Pop didominasi oleh kalangan muda, individu yang berusia 25 tahun ke atas seringkali merasa menjadi kelompok minoritas. 7 Anggota komunitas ini tidak hanya sekadar mengikuti perkembangan idola mereka, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan penggemar, mulai dari streaming musik, mengikuti siaran langsung, hingga berpartisipasi dalam proyek dukungan untuk idola mereka. Komunitas ini menjadi objek penelitian yang menarik karena karakteristik anggotanya yang spesifik, sebagian besar di antaranya telah berkeluarga. 8 Nineties Teume memiliki dinamika unik dalam mengelola hubungan parasosial mereka dengan Treasure, sebuah grup musik yang relatif baru namun memiliki basis penggemar yang kuat di Indonesia. 9 Perbedaan usia yang signifikan antara penggemar dengan idola mereka juga menambah kompleksitas dalam memahami fenomena ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor yang mendorong perempuan berumah tangga membangun hubungan parasosial, menganalisis strategi Afitia Sagita dan Donie Kadewandana. AuHubungan Parasosial Di Media Social (Studi Pada Fandom Army Di Twitte. Ay Journal of Strategic Communication 8, no. : h. Haidilia Maharani dkk. AuMembangun Time Management Ibu Rumah Tangga yang BaikAy. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 3, no. April . : h. Sintha. Wawancara. Jember 4 Oktober 2024. Sintha. Wawancara. Jember 25 April 2024. Aditya Eka Prawira. AuAntusiasme Fans Meluap! Yoshi TREASURE Ajak Teume Jakarta Nyanyi Bareng Lagu STUPIDAy dalam https://w. com/health/read/5631498 diakses pada tanggal 15 Januari 2025. Arini Sabeela Martareza. Ruston Kumaini. Strategi Manajemen Waktu . BUSTANUL FUQAHA: JURNAL BIDANG HUKUM ISLAM Vol. 6 No. : 343-359 EISSN: 2723-6021 Website: https://journal. id/inex. php/bustanul/index manajemen waktu yang mereka terapkan, serta memahami bagaimana perspektif Islam memandang fenomena ini. Pemahaman yang mendalam tentang aspek-aspek tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam studi tentang hubungan parasosial, khususnya dalam konteks perempuan berumah tangga di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang umumnya diterapkan dalam bidang ilmu sosial dan humaniora, khususnya dalam lingkup penelitian Metode ini berfokus pada analisis pola dan perilaku manusia serta faktor-faktor yang melatarbelakangi, yang umumnya sulit dikuantifikasi secara numerik. 10 Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Dapat dikatakan bahwa studi kasus merupakan forma penelitian yang mengkaji secara mendalam suatu fenomena atau kasus tertentu dalam konteks waktu dan aktivitas tertentu, seperti program, peristiwa, proses, institusi, maupun kelompok sosial. Dalam pelaksnaan penelitian, peneliti mengumpulkan data dan informasi secara rinci melalui berbagai metode pengumpulan data selama kurun waktu yang telah ditentukan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang dilakukan secara daring menggunakan platform Google Forms, serta wawancara mendalam yang dilaksanakan secara online dengan memanfaatkan berbagai platform komunikasi digital. Sementara itu, data sekunder dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan kajian literatur yang komprehensif, meliputi artikel-artikel jurnal ilmiah, publikasi media cetak, serta berbagai sumber dari media massa yang relevan dengan topik Integrasi antara data primer dan sekunder dilakukan melalui berbagai metode pengumpulan data untuk memperoleh data yang komprehensif, valid, dan reliabel dalam rangka menjawab rumusan masalah penelitian yang telah ditetapkan. Adapun informan yang dipilih adalah perempuan berumah tangga yang bergabung dalam komunitas bernama Nineties Teume. Dari hasil penelusuran, terdapat penelitian yang relevan dengan penelitian ini, yaitu . artikel jurnal berjudul AuHubungan Parasosial Idol Group Korea Selatan Treasure Melalui Aplikasi WeverseAy karya Amalia Qoriana Nurfadilah dan Euis Sulastri. Penelitian ini membahas tentang hubungan parasosial dengan selebriti Korea Selatan, yang mana kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa intensitas komunikasi yang tinggi antara idola dan penggemar dapat memunculkan hubungan parasosial. Dikarenakan anggota grup selebriti tersebut memperlakukan penggemar sebagai teman dekat dan akrab karena mereka lebih sering menggunakan ragam honorifik mitra tutur Persamaan penelitian ini adalah membahas tentang parasocial relationship dengan idol group bernama Treasure, sedangkan perbedaanya adalah penelitian ini tidak membahas analisis strategi manajemen waktu pada perempuan berumah tangga yang memiliki hubungan parasosial. Artikel jurnal Haidilia Maharani dkk dengan judul Nursapia Harahap. Peneltian Kualitatif (Medan: Wal ashri Publishing, 2. , h. Dimas Assyakurrohin dkk. AuMetode Studi Kasus dalam Penelitian KualitatifAy Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer 3, no. : h. Amalia Qoriana Nurfadilah dan Euis Sulastri. AuHubungan Parasosial Idol Group Korea Selatan Treasure Melalui Aplikasi WeverseAy Multikultura 2, no. 1 (Januari-Maret 2. : h. 68-90, https://doi. org/10. 7454/multikultura. Arini Sabeela Martareza. Ruston Kumaini. Strategi Manajemen Waktu . BUSTANUL FUQAHA: JURNAL BIDANG HUKUM ISLAM Vol. 6 No. : 343-359 EISSN: 2723-6021 Website: https://journal. id/inex. php/bustanul/index AuMembangun Time Management Ibu Rumah Tangga yang BaikAy. 13 Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengatur waktu merupakan hal yang sangat penting dan perlu di atur dengan baik supaya kegiatan dapat terorganisir dan melakukan pekerjaan dengan Sisi persamaan dari penelitan ini adalah membahas manajemen waktu ibu rumah tangga, sedangkan sisi perbedaannya adalah penelitian ini tidak membahas perempuan berumah tangga dengan parasocial relationship. Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang analisis strategi manajemen waktu pada perempuan berumah tangga dengan parasocial relationship (Studi Kasus Komunitas Nineties Teum. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penyebab perempuan berumah tangga memiliki parasocial relationship, menganalisis strategi manajemen waktu perempuan berumah tangga komunitas Nineties Teume serta menganalisis pandangan Islam terhadap parasocial PEMBAHASAN Penyebab Perempuan Berumah Tangga Memiliki Parasocial Relationship Hubungan parasosial bukanlah konsep yang asing di era modern ini, meskipun istilah yang pertama kali dikemukakan oleh Donald Horton dan Richard Wohl14 ini jarang digunakan dalam diskursus sehari-hari. Banyak perempuan, mulai dari kalangan anakanak, remaja, dewasa hingga yang telah berumah tangga, menjalin hubungan parasosial dengan idola yang mereka kagumi. Masing-masing individu memiliki alasan yang mendasari adanya hubungan parasosial tersebut. Berikut adalah hasil penelitian yang diperoleh melalui wawancara mengenai penyebab perempuan berumah tangga dalam komunitas Nineties Teume memiliki parasocial relatioship: Mekanisme Koping Salah satu penyebab perempuan berumah tangga menjalin hubungan parasosial adalah mekanisme koping, yaitu strategi pengelolaan stres yang mana hal ini digunakan individu untuk menghadapi, mengurangi atau mengatasi tekanan emosional. 15 Misalnya. Putri Wijayanti, seorang perempuan yang telah menikah namun belum dikaruniai anak, mengungkapkan bahwa kehadiran figur idola tersebut menjadi sumber kebahagiaan dan pelarian dari perasaan kesepian yang menggelayuti hatinya. Ia berkata. AuAku yang udah menikah tapi belum punya anak gini jujur kesepian karena belum dikaruniai momongan tapi semenjak kenal K-Pop, rasa kesepian, jenuh, sedih itu teralihkan dengan mereka. Ay16 Dengan penuh ketulusan, ia mengakui bahwa sensasi kekosongan dan kejenuhan yang sering melandanya kini terasa memudar berkat kehadiran para idola tersebut. Haidilia Maharani dkk. AuMembangun Time Management Ibu Rumah Tangga yang BaikAy Jurnal Pengabdian Masyarakat 3, no. April 2. : h. 39-49, https://doi. org/10. 33753/ijse. Donald Horton dan Richard Wohl, "Mass Communication and Para-Social Interaction: Observations on Intimacy at A Distance" Jurnal Psychiatry 19, no. Agustus 1. : h. 215-229, https://doi. org/10. 1080/00332747. Dita Dwi Wulan Sari dan Waris Marsisno. AuKlasifikasi Tingkat Stres Akademik dan Gambaran Mekanisme Koping Mahasiswa Studi Kasus: Mahasiswa Politeknik Statistika STIS T. A 2022/2023Ay Seminar Nasional Official Statistics 2023, no. : h. Putri Wijayanti. Wawancara. Jember 13 November 2024. Arini Sabeela Martareza. Ruston Kumaini. Strategi Manajemen Waktu . BUSTANUL FUQAHA: JURNAL BIDANG HUKUM ISLAM Vol. 6 No. : 343-359 EISSN: 2723-6021 Website: https://journal. id/inex. php/bustanul/index Senada dengan pengalaman tersebut. WP, seorang penggemar Treasure sejak 2018, juga merasakan dampak positif dari hubungan parasosial yang dijalaninya. menjelaskan bahwa menonton aktivitas idolanya di platform YouTube memberikan kenyamanan tersendiri. Dengan menyaksikan penampilan mereka, ia sejenak dapat melupakan masalah yang dihadapinya dalam kehidupan pribadi. Kegiatan ini baginya bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebagai cara untuk meredakan stres dan menjadi pengalih dari kerasnya realita yang harus dihadapinya sehari-hari. Ia menyatakan. AuSaya suka melihat aktivitas mereka yang ditayangkan di platfrom youtube, karena dengan melihatnya, sejenak saya lupa dengan hal-hal berat yang baru saya jalani di kehidupan pribadi saya. Meredakan stres ketika melihat perform atau mendengarkan musiknya, pengalih atau pelarian dari kerasnya dunia nyataAy17 Pandangan serupa diungkapkan oleh Davina, yang telah menjadi penggemar sejak Ia menekankan pentingnya menjaga kebahagiaan demi keluarganya. Menurutnya, ketika suasana hatinya buruk, anak-anak dan suaminya segera menyadari perubahan tersebut dan menunjukkan keprihatinan. Dalam upayanya menjaga stabilitas emosi. Davina merasa bahwa melibatkan diri dalam hobinya, termasuk menikmati kegiatan parasosial, merupakan salah satu cara yang efektif untuk menciptakan suasana yang lebih positif, tidak hanya bagi dirinya tetapi juga untuk keluarga. Davina menjelaskan. AuNgilangin stres iya banget. pokoknya mama harus bahagia jadi anak-anak dan suami juga bahagia, soalnya mereka tau kalo aku badmood mereka jadi nanya terus. Mama kenapa? Mama kenapa? Jadi untuk menjaga mood-ku, ya aku tetep melakukan hobiku ajaAy18 Sarana Hiburan Personal Memiliki parasocial relationship dengan idola menjadi salah satu sarana hiburan personal bagi beberapa kalangan, termasuk anggota komunitas Nineties Teume. Sebagai perempuan yang berumah tangga, mereka seringkali menghadapi kejenuhan dan memerlukan media yang dapat meminimalisir perasaan tersebut. Hasil wawancara dengan informan menunjukkan peran penting hiburan personal melalui hubungan parasosial ini. Puji Febriana yang telah menjadi penggemar sejak 2022, mengatakan. AuPas udah mau jadi Teume aku nonton konten mereka dan bener-bener menghibur Ay19 Sejalan dengan itu. WP mengungkapkan. AuSaya memiliki hiburan tersendiri ketika melihat konten-konten mereka. Ay20 Putri Wijayanti memberikan perspektif yang lebih mendalam tentang fenomena ini dengan menyatakan. AuYa sebagian orang dengan cara itu pula mereka menghibur diri, keluar dari kesepian, bahkan dapat inspirasi dari idol atau bias mereka. Ay21 Pengalaman serupa disampaikan oleh Davina, yang merasakan manfaat hiburan personal ini, terutama selama pandemi, ia menjelaskan. AuMomen-momen zaman Covid. jenuh kan di rumah terus. sering nonton T-Map kan. lucu banget jadi terhibur hari-hariku tuh nonton T-Map tuh jadi happy walaupun sedang Covid banyak berita sedih. Treasure WP. Wawancara. Jember 13 November 2024. Davina. Wawancara. Jember 12 November 2024. Puji febriana. Wawancara. Jember 21 November 2024. WP. Wawancara. Jember 13 November 2024. Putri Wijayanti. Wawancara. Jember 13 November 2024. Arini Sabeela Martareza. Ruston Kumaini. Strategi Manajemen Waktu . BUSTANUL FUQAHA: JURNAL BIDANG HUKUM ISLAM Vol. 6 No. : 343-359 EISSN: 2723-6021 Website: https://journal. id/inex. php/bustanul/index yang menghiburku. Ay22 Yorin, informan yang telah menjadi penggemar sejak 2019, juga menegaskan peran hiburan personal ini dalam kehidupannya. Ia menyatakan. AuMerasakan bahagia hanya karena bias update atau mengeluarkan lagu baru. Karena benar-benar menyukai K-Pop atau K-drama itu sebagai hiburan dan hobi jadi yang diambil positifnya saja. Ay23 Pemenuhan Kebutuhan Rekreasional melalui Media Musik Kegiatan untuk memenuhi kebutuhan rekreasional seseorang dapat dilakukan melalui berbagai macam cara, seperti bermain permainan, berwisata, hingga berolahraga. Sebagian orang menjadikan media musik sebagai sarana rekreasi. Kegiatan rekreasional ini sangat bermanfaat untuk kesehatan mental individu. 24 Salah satu informan. Puji Febriana, mengatakan. AuLagu-lagu Treasure tuh sering aku puter pas lagi beberes rumah, subuh atau pagi, jadi bikin booster energi karena lagunya dulu tuh ceria Ay25 Selain itu. Putri wijayanti juga menyukai kualitas lagu yang baik dan selalu menikmati setiap penampilan mereka. Ia mengatakan. AuSetiap perform mereka, aku nikmatin banget ya, tapi kalo tentang idol lain ya karena aku udah jadi K-Popers sejak lama juga tapi yang paling ku sukai artis-artis dari YG Ent. Karna kualitas musiknya yang keren. Ay26 Informan yang lain. Davina, menjadikan mendengar musik sebagai hobi. Ia mengatakan. AuHobiku juga dengerin musik. mendapat inspirasi mungkin dari lagulagu yang sering member Treasure share, aku jadi punya tambahan referensi penyanyi atau lagu baruAy27 Yorin juga menambahkan. AuSaya sudah mengenal K-Pop dulu sejak masih kelas 1 SMP, berawal dari menyukai lagu-lagu Korea di jaman tersebut jadilah sampai sekarang saya masih menyukai K-Pop dan K-dramaAy28 Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan perempuan berumah tangga memiliki hubungan parasosial. Pertama, hubungan ini berfungsi sebagai mekanisme koping atau strategi untuk mengelola stres yang mereka alami. Dalam kehidupan yang sering kali padat dengan berbagai kewajiban, perempuan berumah tangga menemukan kenyamanan dan pelarian dari rutinitas seharihari melalui interaksi dengan idola mereka. Kedua, hubungan parasosial juga berperan sebagai sarana hiburan personal yang dapat memberikan kegembiraan dan keceriaan dalam hidup mereka. Ketiga, hubungan ini memenuhi kebutuhan rekreasional melalui media musik, di mana mereka dapat menikmati hiburan yang sesuai dengan selera dan minat pribadi. Dengan demikian, hubungan parasosial bukan hanya sekadar bentuk pengagungan terhadap idola, tetapi juga merupakan bagian penting dari kehidupan emosional dan sosial perempuan berumah tangga. Davina. Wawancara. Jember 12 November 2024. Yorin. Wawancara. Jember 12 November 2024. Ilham Martuah Lubis, dan Herry Fernandes Butar-Butar. AuPendekatan Rekreasional Dalam Menurunkan Stres Anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I MedanAy JUSTITIA: Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora 9, no. : h. Puji febriana. Wawancara. Jember 21 November 2024. Putri Wijayanti. Wawancara. Jember 13 November 2024. Davina. Wawancara. Jember 12 November 2024. Yorin. Wawancara. Jember 12 November 2024. Arini Sabeela Martareza. Ruston Kumaini. Strategi Manajemen Waktu . BUSTANUL FUQAHA: JURNAL BIDANG HUKUM ISLAM Vol. 6 No. : 343-359 EISSN: 2723-6021 Website: https://journal. id/inex. php/bustanul/index Strategi Manajemen Waktu Perempuan Berumah Tangga dengan Parasocial Relationship pada Komunitas Nineties Teume Manajemen waktu merupakan keterampilan yang penting bagi setiap individu, meskipun tidak semua orang memiliki strategi yang efektif dalam pengelolaannya. Seperti yang telah diketahui, waktu adalah sumber daya yang sangat berharga. Dalam konteks spiritual. Al-QurAoan menggarisbawahi pentingnya waktu. Allah Azza wa Jalla a a aao AOEeA a a AeEIe aI EaO oa aaceE Eac aOI IIaO O aIEaOA AEA eaA ca AA eO a a a e a ae ea a a AA eO aa ea aC ioa aOa aOA a AEAE aOa aOA ea e a e AA acIA Terjemahnya: AuDemi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orangorang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan Ay30 Hal ini juga tercermin dalam kutipan Benjamin Franklin . yang menyatakan bahwa AuWaktu adalah uangAy . ime is mone. 31 Selain itu dalam sebuah pepatah Arab disebutkan AOA a aA aIe aA aeE aA a eA aOCAyang berarti AuWaktu adalah nafas yang tidak mungkin kembaliAy. 32Perempuan berumah tangga yang menjalin hubungan parasosial memiliki cara tersendiri dalam membagi waktu antara urusan rumah tangga, keluarga, dan idola mereka. Oleh karena itu, diperlukan strategi manajemen waktu yang efektif agar semua kewajiban rumah tangga dapat dipenuhi tanpa terlewatkan, sambil tetap berinteraksi dan menghabiskan waktu dengan idola mereka. Namun, perempuan berumah tangga dalam komunitas Nineties Teume memilih untuk menerapkan strategi yang lebih fleksibel dalam menghadapi tantangan ini, disesuaikan dengan ritme kehidupan rumah tangga masingmasing. Meskipun demikian, penulis berhasil menyimpulkan beberapa pola umum dari strategi manajemen waktu yang dapat dikategorikan: Pemanfaatan Waktu Luang Sebagian besar dari perempuan berumah tangga dalam komunitas ini menyalurkan interaksi dengan idola mereka di waktu senggang, terutama setelah menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak, atau saat anak sudah tidur. Davina mengatakan bahwa tidak ada jadwal khusus untuk meluangkan waktu bagi aktifitas parasocial relationship. AuJika pekerjaan rumah selesai. waktunya rebahan baru scroll Treasure. Ay33 Puji Febriana menambahkan pendapat serupa. AuGak ada strategi khusus sih. Biasanya di sela-sela waktu sih, kaya sebelum tidur dan ketika semua urusan rumah, anak, dan kerjaan beres atau anak lagi dipegang ayahnya. Ay34 Al-QurAoyn. Al-Ashr/103: 1-3 QurAoan Kemenag, dalam https://quran. id/quran/per-ayat/surah/103?from=1&to=3 diakses pada 5 Agustus 2025. Damien Villers dan Wolfgang Mieder. AuTime is Money: Benjamin Franklin and Vexing Problem of Proverb OriginsAy Proverbium: Yearbook pf International Proverb Scholarship 34, no. Agustus 2. : h. 391-404, https://naklada. hr/casopisi/index. php/proverbium/article/view/799. Muhammad Abduh Tuasikal. AuYang Ada Hanyalah Berkurangnya UmurAy dalam https://rumaysho. com/3072-yang-ada-hanyalah-berkurangnya-umur. html diakses pada tanggal 28 Mei Davina. Wawancara. Jember 21 April 2025. Puji Febriana. Wawancara. Jember 19 Mei 2025. Arini Sabeela Martareza. Ruston Kumaini. Strategi Manajemen Waktu . BUSTANUL FUQAHA: JURNAL BIDANG HUKUM ISLAM Vol. 6 No. : 343-359 EISSN: 2723-6021 Website: https://journal. id/inex. php/bustanul/index WP menjelaskan bahwa selain memakai waktu luang di antara kesibukan mengurus anak atau ketika anak tidur, ia juga memilih untuk memanfaatkan waktu di malam hari. AuSaya hanya akan membuka HP ketika ada waktu luang atau di sela-sela kesibukan saya mengurus anak. Seringkali saya hype Treasure ketika istirahat di malam hari jika anak-anak sudah tidur. Meski sebentar, tapi cukup bagi saya untuk melepas Untuk menonton konten yang butuh waktu agak lama, saya memilih waktu makan malam atau waktu istirahat malam. Ya karena kebanyakan waktu luang saya adalah malam hari. Bisa juga ketika anak tidur pagi atau siang. Ay35 Yorin juga setuju dengan hal ini, ia mengatakan. AuCara saya mengatur waktu itu pas anak tidur siang atau malam, bisa juga di saat anak lagi asyik main sendiri isengiseng saya cek X, atau Ig, atau grup chat Teume untuk melihat ada info apa tentang Treasure. Kalau weekday biasa di malam hari sekitar jam 8 atau 9 malam pas posisi anak sudah tidur, itu pun kalau ada konten, kalau weekend bisa agak lebih leluasa siang pun bisa. Jujurly bingung ya jawab soal waktu gitu-gitu karena kebanyakan waktu luang itu biasa malem pas anak udah tidur. Ay36 Fleksibelitas Jadwal Selain memanfaatkan waktu luang, para informan juga mengadopsi jadwal yang fleksibel untuk mengakses atau menonton konten Treasure, tanpa terikat pada waktu tertentu, dan tanpa adanya jadwal khusus. Fleksibelitas ini memungkinkan perempuan berumah tangga untuk memiliki ruang dalam menjalani kegiatan parasosial dengan idola Putri Wijayanti menyatakan. AuBisa kapan saja kalau lagi gak sibuk masak atau beberes aja. Aku punya banyak waktu luang hehehe. Ay37 Davina bahkan menegaskan. AuTidak ada (Jadwa. A seluangnya aja. Ay38 Hal serupa juga diungkapkan oleh WP, yang menyatakan bahwa memiliki hubungan parasosial tidak memerlukan jadwal khusus. AuNge-fangirl dengan santai. Sebisanya dan seperlunya saja. Tidak ada jadwal khusus atau yang lain. Meski tau update-nya telat, yang penting masih mengikuti. Ay39 Namun, salah satu informan. Puji Febriana, mengecualikan konten penting seperti comeback dan berusaha untuk mengaksesnya lebih cepat atau tepat waktu. Ia menjelaskan. AuKalau konten comeback biasanya on time banget, tapi kalau konten-konten biasa, yaa biasanya sih kira-kira jam 9-11 pagi atau engga jam 8-12 malem waktu senggang sesuai kesanggupan mata aku buat melek. Ay40 Memprioritaskan Keluarga dan Rumah Tangga Setiap individu membutuhkan pengembangan strategi regulasi diri untuk membatasi waktu yang dihabiskan dalam aktivitas parasosial, sehingga hubungan nyata dapat memperoleh lebih banyak sumber daya emosional dan menjadi lebih bermakna dalam kehidupan berkeluarga. Seluruh informan menunjukkan bahwa keluarga dan WP. Wawancara. Jember 24 April 2025. Yorin. Wawancara. Jember 18 April 2025. Putri Wijayanti. Wawancara. Jember 17 April 2025. Davina. Wawancara. Jember 21 April 2025. WP. Wawancara. Jember 24 April 2025. Puji Febriana. Wawancara. Jember 19 Mei 2025. Arini Sabeela Martareza. Ruston Kumaini. Strategi Manajemen Waktu . BUSTANUL FUQAHA: JURNAL BIDANG HUKUM ISLAM Vol. 6 No. : 343-359 EISSN: 2723-6021 Website: https://journal. id/inex. php/bustanul/index rumah tangga tetap menjadi prioritas utama, meskipun hal ini tidak berarti sepenuhnya menghilangkan parasocial relationship. Puji Febriana menyatakan. AuLebih memilih menghabiskan waktu bersama keluarga, karena kalau konten Treasure bisa ditonton kapan aja di waktu luang seperti sebelum tidur. Tapi kalau aktivitas keluarga belum tentu bisa keulang lagi. Ay41 Putri Wijayanti juga menegaskan. AuTentunya urusan kewajiban rumah tangga sih yang penting setelah itu baru event. Ay42 Informan lain secara konsisten mengungkapkan bahwa keluarga adalah prioritas WP menjelaskan. AuTentunya bersama keluarga adalah prioritas utama. Hobi bisa nanti ketika semua urusan keluarga selesai. Ay Bahkan, dalam wawancaranya. WP memilih untuk tidak mengikuti event dengan alasan. AuKarena jarak tempat event yang selalu jauh dari rumah dan bukan juga prioritas saya, jadi saya skip kegiatan tersebut. Ay43 Keputusan praktis ini mencerminkan komitmen terhadap keluarga. Yorin pun menambahkan. AuKalau waktunya lagi family time ya singkirin dulu soal hobi. Ay44 Berbeda dengan Davina, meskipun ia menyatakan bahwa rumah dan keluarga lebih diprioritaskan, ia memilih untuk menggabungkan keduanya. Davina berkata AuJika ada waktu luang mana yang dipilih, menghabiskan waktu bersama keluarga atau melakukan hobi? Kalau bisa keduanya, sambil berkumpul keluarga, sambil sesekali dengerin atau nonton konten Treasure. Ay45 Strategi Praktis Manajemen Waktu Beberapa informan mengembangkan berbagai strategi praktis, meskipun strategi ini tidak selalu bersifat formal. Strategi praktis ini berguna untuk mengintegrasikan aktivitas parasosial dengan tanggung jawab rumah tangga tanpa mengorbankan salah WP menggunakan strategi multitasking yang menurutnya sangat efektif, yaitu mendengarkan konten sambil melakukan pekerjaan rumah. Ia mengatakan. AuJika sedang mencuci baju saya juga akan memutar lagu-lagu Treasure untuk penyemangatAy46 Yorin juga menerapkan strategi serupa, mengatakan. AuKalau siang biasa ya curi-curi waktu atau nggak nyambi ngapain gitu. Hehe, kan bisa juga sambil masak atau kerjain pekerjaan rumah sambil dengerin musik. Ay47 Putri Wijayanti milih strategi penangguhan konsumsi konten dan membuat alarm Ia menjelaskan. AuAku palingan nyalain alarm aja atau copy link lalu disimpan dulu nanti pas ngga sibuk baru buka dan nonton kontennya. Ay 48 Pendekatan ini menunjukkan kesadaran temporal yang memungkinkan informan untuk tidak kehilangan konten favorit sambil tetap menyelesaikan kewajiban domestik. Sementara itu. Davina lebih terstruktur dalam manajemen waktunya. Ia menyatakan. AuSaya membuat alarm pengingat, melibatkan anggota keluarga dalam pengerjaan urusan rumah tangga, menetapkan batasan antara hobi dan tugas rumah tangga. Ay Davina juga setuju dengan Puji Febriana. Wawancara. Jember 19 Mei 2025. Putri Wijayanti. Wawancara. Jember 17 April 2025. WP. Wawancara. Jember 24 April 2025. Yorin. Wawancara. Jember 18 April 2025. Davina. Wawancara. Jember 21 April 2025. WP. Wawancara. Jember 24 April 2025. Yorin. Wawancara. Jember 18 April 2025. Putri Wijayanti. Wawancara. Jember 17 April 2025. Arini Sabeela Martareza. Ruston Kumaini. Strategi Manajemen Waktu . BUSTANUL FUQAHA: JURNAL BIDANG HUKUM ISLAM Vol. 6 No. : 343-359 EISSN: 2723-6021 Website: https://journal. id/inex. php/bustanul/index strategi multitasking. Ia mengatakan. AuBisa saja, misal cuci piring atau masak sambil buka Youtube Treasure atau streaming Spotify Treasure. Ay49 Pentingnya Peran dan Dukungan Keluarga Dukungan keluarga sangat penting dan dibutuhkan, baik dalam bentuk izin maupun pembagian tugas, seperti menjaga anak saat individu ingin menikmati waktu Yorin menjelaskan secara detail pentingnya komunikasi dengan pasangan dan anggota keluarga dalam mengatur waktu. Ia bercerita. AuPalingan kalau emang ada event, aku udah jadwalin dan tinggal atur sama suami aja buat jaga anak. Tergantung kewajibannya apa ya, karena kalau event di hari Sabtu atau Minggu, biasa, terkadang aku bisa datang. Kayak meetup fandom ataupun noraebang. Biasa kalo lagi pulang ke rumah orang tua atau udah dijadwalkan dari jauh-jauh hari pasti bisa. Tinggal komunikasikan aja ke suami dan orang tua kalau mau pergi ke event, biar anak ada yang bantu jaga. Ay50 Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keluarga informan memberikan dukungan penuh untuk menunjang aktivitas parasosial secara daring. Yorin melanjutkan bahwa meskipun ia tidak memiliki strategi khusus yang terstruktur, ia mampu mengandalkan kemampuan dalam mengatur waktu sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Hal ini juga berlaku ketika ia mengalami tekanan psikologis. Yorin menyatakan. AuKetika sudah lagi stres dengan pekerjaan rumah tangga atau anak, bisa minta tolong suami dulu dan bilang butuh healing. Kalau lagi nggak ada acara keluarga, ya aku bisa aja lebih ke hobi selama anakku anteng sama papanya, atau keluarga lain . alau lagi main ke rumah orang tua atau mertu. Ay51 Self-care dan komunikasi terbuka dengan pasangan dan keluarga menciptakan ruang bagi aktivitas parasosial dan menunjukkan kemampuan informan dalam mengoptimalkan kondisi lingkungan sosial untuk mewujudkan keseimbangan antara dua Ini dapat disimpulkan sebagai izin yang diberikan oleh pasangan, dan keluarga untuk tetap melanjutkan aktivitas parasosial. Puji Febriana mengungkapkan. AuKewajiban rumah tangga dan keluarga tetap jadi prioritas utama, jadi semuanya sesuai izin suami sih. Ay52 Hal serupa juga dinyatakan oleh Davina. AuLebih prioritas keluarga dan mendapat izin dari suami. Ay53 Adaptasi terhadap Kesulitan Waktu Kesulitan dalam pembagian waktu juga dialami oleh beberapa informan, terutama terkait dengan rutinitas pengasuhan anak dan tanggung jawab rumah tangga yang berhubungan dengan konten Treasure. Namun, hambatan ini hanya terjadi pada awal keterlibatan mereka dalam parasocial relationship. Seiring berjalannya waktu, para informan mampu beradaptasi dengan belajar untuk mengatur ulang prioritas. Puji Febriana mengakui. AuAwal-awal suka Treasure, iya, bawaannya mau main HP terus dan maraton konten, jadi anak agak telat keurusnya, kayak mandi sore, biasanya jam 4, ini Davina. Wawancara. Jember 21 April 2025. Yorin. Wawancara. Jember 18 April 2025. Yorin. Wawancara. Jember 18 April 2025. Puji Febriana. Wawancara. Jember 19 Mei 2025. Davina. Wawancara. Jember 21 April 2025. Arini Sabeela Martareza. Ruston Kumaini. Strategi Manajemen Waktu . BUSTANUL FUQAHA: JURNAL BIDANG HUKUM ISLAM Vol. 6 No. : 343-359 EISSN: 2723-6021 Website: https://journal. id/inex. php/bustanul/index jadi jam 5, atau setengah 6, atau bahkan malem sekaligus sikat gigi habis makan. Tapi setelah berapa bulan jadi normal lagi dan prioritas utama tetap rumah tangga ya bun. Ay54 Fenomena ini mengindikasi bahwa intensitas pada tahap awal hubungan parasosial dapat mengganggu manajemen waktu, dan prioritas domestik. Meskipun demikian, para informan menunjukkan kemampuan adaptasi yang signifikan. Yorin mengakui bahwa ia juga mengalami kesulitan serupa dalam pembagian waktu, tetapi ia menegaskan. AuPernah . engalami kesulitan dalam pembagian wakt. , tapi karena anak adalah prioritas saya jadi semua tentang Treasure akan saya lakukan setelah tugas saya selesai atau ketika sedang santai. Ay55 Pengalaman yang diungkapkan oleh kedua informan ini menunjukkan bahwa individu mampu mengatur diri dan menetapkan kembali prioritas yang lebih sehat melalui proses adaptasi. Konten dari idola yang bisa diakses kapan saja juga memudahkan mereka untuk menyesuaikan diri. Dari paparan di atas, dapat diketahui bahwa para informan memiliki manajemen waktu yang fleksibel. Manajemen umum yang diimplementasikan oleh perempuan berumah tangga dalam komunitas Nineties Teume yang memiliki hubungan parasosial mencakup beberapa aspek penting. Pertama, pemanfaatan waktu luang secara optimal memungkinkan mereka untuk menjalankan aktivitas parasosial sekaligus memenuhi kewajiban rumah tangga. Kedua, fleksibilitas jadwal menjadi kunci agar mereka dapat menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, memprioritaskan keluarga dan rumah tangga adalah hal yang utama, di mana mereka mengutamakan tanggung jawab sebagai istri dan ibu. Selain itu, penerapan strategi praktis dalam manajemen waktu membantu mereka untuk tetap produktif tanpa merasa Mereka juga mengakui pentingnya dukungan keluarga dalam menjalani peran ganda ini, serta beradaptasi terhadap kesulitan yang muncul dalam pengelolaan waktu. Dengan demikian, kombinasi dari berbagai faktor ini memberikan mereka kemampuan untuk menjalani kehidupan yang seimbang. Pandangan Islam Tentang Parasocial Relationship Agama Islam telah memberikan panduan yang jelas dalam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia,56 mulai dari pengelolaan waktu hingga dalam membangun relasi sosial. Hubungan parasosial muncul ketika seorang individu mengagumi tokoh tertentu dan mengembangkan perasaan emosional yang mendalam terhadapnya. Individu yang terlibat dalam parasocial relationship cenderung menyisihkan sebagian waktunya untuk aktivitas tersebut, bahkan ada di antara mereka yang melalaikan kewajibannya demi menghabiskan waktu bersama idolanya. 58 Fenomena ini penting untuk ditinjau melalui perspektif syariat agar dapat memahami implikasinya terhadap Puji Febriana. Wawancara. Jember 19 Mei 2025. Yorin. Wawancara. Jember 18 April 2025. Hikmah Sari Dewi dkk. AuKonsep Islam sebagai Way of Life: Pandangan dan Implikasinya dalam Kehidupan ModernAy Al-Aufa Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislaman 5, no. Wa Ode Sumirna dkk. AuHubungan Parasosial Antara Fangirl dan Selebriti K-PopAy JIMPS: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah 8, no. : h. Siti Nazla Raihana dan Muhsan Syarafuddin. AuImpact of Fandom Culture on Family Harmony from Islamic PerspectiveAy el harakah: Jurnal Budaya Islam 25, no. : h. Arini Sabeela Martareza. Ruston Kumaini. Strategi Manajemen Waktu . BUSTANUL FUQAHA: JURNAL BIDANG HUKUM ISLAM Vol. 6 No. : 343-359 EISSN: 2723-6021 Website: https://journal. id/inex. php/bustanul/index kehidupan spiritual dan sosial umat muslim, terutama ketika hal ini terjadi pada perempuan yang telah berumah tangga. Mengidolakan Tokoh nonmuslim Tokoh yang diidolakan oleh individu yang memiliki parasocial relationship sangat beragam, termasuk di antaranya selebriti K-Pop. Mengidolakan tokoh nonmuslim dapat membawa dampak serius terhadap aspek keimanan dan identitas sorang muslim. Dalam Islam, mengidolakan orang kafir adalah hal yang dilarang. Allah Subhanahu wa TaAoala berfirman, a AaOOacN Eac aOI IIaO aeE aA Aac a eO a a aO eO aO a a acOaE eI aeOEaOaa a eE aC eO aI aEaeO aN eI aaEe aI aOaca aOCa e aE aA aeO a aa aE eI aI aI ea oacaC aaOe a a eO aIA e a ae a a AE a eOaE aOa acacO aE eI a eI a eIIa eO aa cEE aa aE eIA ca Terjemahnya: AuWahai orang-orang yang beriman. Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman setia. Kamu sampaikan kepada mereka . al-hal yang seharusnya dirahasiaka. karena rasa kasih sayang . amu kepada merek. Padahal, mereka telah mengingkari kebenaran yang datang kepadamu. Ay60 Oleh karena itu, selektif dalam memilih idola sangat diwajibkan bagi umat muslim, karena dapat memengaruhi kehidupan di dunia dan akhirat. Apabila seseorang mengidolakan orang-orang yang baik dan saleh, maka ia akan hidup di dunia dengan tuntunan yang tidak bertentangan dengan syariat Allah. Sebaliknya, jika ia mengidolakan tokoh yang buruk, maka ia berisiko menjauh dari nilai-nilai yang seharusnya dipegang baik di dunia maupun di akhirat. 61 Maka dari itu. Islam mendorong umatnya untuk menjadikan Nabi Muhammad A Asebagai idola dan panutan lebih dari siapa pun. Mengidolakan selebriti nonmuslim tidak hanya dapat membuat seseorang lalai, tetapi juga dapat menjerumuskannya ke dalam gaya hidup yang bertentangan dengan syariat, sehingga hal ini berisiko mengakibatkan orang tersebut dikumpulkan bersama mereka yang juga melanggar syariat di akhirat kelak. Rasulullah A Abersabda, )Aa U Ca eOUI uaaceE a aa aI a aN eI Oa eOaI Ee aCOa aI a (ON EO OIEIA ca AeE aOA a Artinya: AuTidaklah seseorang mencintai suatu kaum melainkan dia akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat nanti. Ay (H. Bukhari dan Musli. Hadis ini menjadi peringatan bagi umat Islam agar tidak meniru kebiasaan atau perilaku orang-orang yang tidak menjadikan Allah dan Rasul-Nya sebagai pedoman. Perempuan muslimah berumah tangga yang memiliki hubungan parasosial dengan idol Al-QurAoyn. Mumtahanah/58: 1. QurAoan Kemenag, dalam https://quran. id/quran/per-ayat/surah/60?from=1&to=13 diakses pada 5 Agustus 2025. Siti Nazla Raihana dan Muhsan Syarafuddin. AuImpact of Fandom Culture on Family Harmony from Islamic PerspectiveAy el harakah: Jurnal Budaya Islam 25, no. : h. Rahdatul Nazifah. AuAnalisis Peran Nabi Muhammad SAW dalam Membangun Masyarakat MadaniAy Jurnal Studi Islam Indonesia 3, no. : h. Abu Al-Qasim Sulaiman bin Ahmad At-Tabarani. Al-MuAojam Al-Awsath (Kairo: Dar AlHaramain, 1415 H), h. Arini Sabeela Martareza. Ruston Kumaini. Strategi Manajemen Waktu . BUSTANUL FUQAHA: JURNAL BIDANG HUKUM ISLAM Vol. 6 No. : 343-359 EISSN: 2723-6021 Website: https://journal. id/inex. php/bustanul/index K-Pop dapat secara perlahan menggeser nilai-nilai kesilaman dalam dirinya. Hal ini dapat berdampak negatif pada pendidikan anak, relasi dengan pasangan, dan keteladanan yang seharusnya dibangun sebagai madrasah pertama dalam keluarga. Larangan Mendengarkan Musik Parasosial relationship yang terjalin dengan idola K-Pop tidak dapat dipisahkan dari musik, mengingat bahwa para penggemar yang memiliki hubungan ini umumnya menyukai musik. Musik menjadi salah satu elemen sentral yang mempererat hubungan parasosial, khususnya dalam indrusti hiburan modern seperti K-Pop. Sebagai seorang muslim, kita tentu telah mengetahui banyaknya perdebatan di kalangan ulama mengenai hukum mendengarkan musik. Pendapat dari empat imam mazhab utama, yaitu ImAm Ab anfah. ImAm MAlik. ImAm al-SyAfiAo, dan ImAm Aumad, menyatakan bahwa musik adalah suatu hal yang diharamkan. Beberapa alasan yang mendasari pendapat ini antara lain adalah bahwa mendengarkan musik dapat dianggap sebagai kefasikan serta dapat menumbuhkan kemunafikan dalam hati. Lagu-lagu dari para idola tidak hanya didengar sebagai teman dalam menjalani berbagai aktivitas, tetapi juga dihafalkan sebagai pelarian emosional. Fenomena ini juga tercermin dalam penelitian yang menunjukkan bahwa banyak perempuan berumah tangga mendengarkan musik dari idola yang mereka sukai. Dalam konteks Islam, musik dianggap melalaikan karena lebih banyak mudarat yang terkandung di dalamnya, seperti merusak akhlak dan menumbuhkan memunafikkan dalam hati. Tidak hanya itu, musik juga disandingkan dengan dosa besar lain. Rasulullah A Abersabda, a a A aOEe aI a aAUA aOEe a eIaAUA aOEe a aOe aAUAEaOa aE eOIa acI aI eI acaI a eO aCe aO UI Oa ea aEac eO aI Ee a Artinya: AuSungguh, benar-benar akan ada di kalangan ummatku sekelompok orang yang menghalalkan perzinahan, sutera, khamr . inuman kera. , dan alat-alat musik. Ay Dalam hadis ini, musik disebutkan bersamaan dengan perzinahan, sutra bagi lakilaki, dan minuman keras, yang menunjukkan bahwa musik adalah haram dan dapat menghantarkan seseorang kepada dosa besar. Beberapa ulama termasuk di dalamnya Ibnul Qayyim menyatakan hadis ini sahih, meskipun dalam bentuk muAoallaq. 66 Selain itu, dalam Al-QurAoan. Allah Azza wa Jalla berfirman, a AcEEa aa aeO aEeI OO A a a a a a AaOaI aI EIA AOA a ac a aN aN aUO oac aOEaA U A acI aNA e ca Aac aII Oa e aO aaEeaO eaO EOa acE aI aa aOEA U AE aaEaeI a aA aa Terjemahnya: Ibn al-Jauz. Al-MuntaqA al-Nafs min Talbs Ibls, ed. Al asan Al Abd al-amd, cet. (Dammam: DAr Ibn al-Jauz, 1419 H/1998 M), hlm. Abu AoAbdillah Muhammad bin IsmaAoil Al-Bukhari. Shahih Bukhari (Mesir: Dar Thuq al-Najah, 1311 H), no. 5590, h. Muuammad NAir al-Dn al-AlbAn. Taurr al-Talbib: aw al-Radd ala Ibn azm wa Taqld alMadhAhib wa al-fiyyah wa al-Dn al-Jadd Qurbah wa arqanA, cet. faqis: Maktabat al-Dall, 1418 H/1997 M), hlm. Al-QurAoyn. Luqman/31: 6. Arini Sabeela Martareza. Ruston Kumaini. Strategi Manajemen Waktu . BUSTANUL FUQAHA: JURNAL BIDANG HUKUM ISLAM Vol. 6 No. : 343-359 EISSN: 2723-6021 Website: https://journal. id/inex. php/bustanul/index AuDan di antara manusia ada orang yang membeli percakapan kosong untuk menyesatkan . dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Ay68 a AeE aA Para ahli tafsir meriwayatkan bahwa istilah AuAOA ae A Ay aaEeaOAdalam ayat tersebut merujuk pada musik dan mendengarkan nyanyian dapat melalaikan dari mendengarkan Al-QurAoan. 69 Hal ini diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabari dari Jabir, dan juga disebutkan oleh Ibnu Abbas. Ibnu Katsir. Mujahid. Makhul. SaAoid, dan Ikrimah. 70 Secara emosional, perempuan muslimah yang memiliki hubungan parasosial dengan idola serta musiknya, sebagai seorang istri dan ibu, dikhawatirkan akan membuang waktu yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain. Oleh karena itu, bukan hanya membuang waktu, tetapi juga dapat menggerus potensi spiritualitas dan produktivitas sebagai hamba Allah dan pengelola rumah tangga. Melalui paparan di atas, dapat diketahui bahwa agama Islam tidak memperbolehkan seorang muslim memiliki hubungan parasosial dengan idola K-Pop berdasarkan beberapa alasan. Pertama, mengidolakan nonmuslim dapat menyebabkan seseorang terpengaruh oleh nilai-nilai dan budaya yang bertentangan dengan ajaran Islam. Hal ini berpotensi mengakibatkan hilangnya identitas dan keimanan seorang Kedua, larangan mendengarkan musik, terutama yang dianggap melalaikan, juga menjadi faktor penting. Musik dapat mengalihkan perhatian dari kewajiban spiritual dan mengurangi konsentrasi dalam beribadah. Dengan demikian, hubungan parasosial dengan idola K-Pop tidak hanya berisiko mengganggu kehidupan spiritual, tetapi juga dapat merusak akhlak dan tujuan hidup sebagai seorang hamba Allah. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan perempuan berumah tangga memiliki hubungan parasosial. Pertama, mekanisme koping berfungsi sebagai strategi untuk mengelola stres. Selain itu, hubungan ini juga berfungsi sebagai sarana hiburan pribadi dan pemenuhan kebutuhan rekreasional melalui media musik. Dalam konteks komunitas Nineties Teume, perempuan berumah tangga menerapkan berbagai strategi manajemen waktu untuk mengelola hubungan parasosial Mereka memanfaatkan waktu luang secara efektif, memiliki fleksibilitas dalam jadwal, serta memprioritaskan keluarga dan tanggung jawab rumah tangga. Penerapan strategi praktis dalam manajemen wakt juga menjadi hal yang penting, di samping pemanfaatan peran dan dukungan keluarga. Selain itu, kemampuan untuk beradaptasi terhadap kesulitan dalam pengelolaan waktu turut berperan dalam keseharian mereka. Fenomena parasosial menurut hukum Islam adalah sesuatu yang terlarang disebabkan beberapa alasan, di antaranya: pengidolaan terhadap individu yang bukan beragama Islam. Hal ini dapat menimbulkan pengaruh negatif terhadap keyakinan dan QurAoan Kemenag, dalam https://quran. id/quran/per-ayat/surah/31?from=1&to=34 diakses pada 5 Agustus 2025. Muhammad Rasyid bin AoAli Ridha Al-Qalmuni Al-Husain. Tafsir Al-Manar (Mesir: Al-HayAoah al-Misriyyah Al-AoAmmah lil-Kitab, 1. , h. Tafsir Web. AuSurat Luqman Ayat 6Ay dalam https://tafsirweb. com/7490-surat-luqman-ayat-6. diakses pada tanggal 22 Juni 2025. Arini Sabeela Martareza. Ruston Kumaini. Strategi Manajemen Waktu . BUSTANUL FUQAHA: JURNAL BIDANG HUKUM ISLAM Vol. 6 No. : 343-359 EISSN: 2723-6021 Website: https://journal. id/inex. php/bustanul/index nilai-nilai yang dianut oleh seorang muslim. Selain itu, terdapat larangan mendengarkan musik yang dianggap dapat mengalihkan perhatian dari ibadah dan kewajiban spiritual. Dengan demikian, agama Islam secara jelas mengatur berbagai aspek interaksi sosial dan hiburan dalam kehidupan umatnya, agar tetap selaras dengan ajaran dan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. DAFTAR PUSTAKA