Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI:10. 32585/ags. Rosniawaty dkk, 2025 PEMANFAATAN PUPUK KOTORAN SAPI DAN URIN KELINCI UNTUK MENGOPTIMALKAN PERTUMBUHAN BIBIT KOPI LIBERIKA (Coffea liberica L. Santi Rosniawaty. * Abdul Halim Luthfi. Intan Ratna Dewi Anjarsari. Mira Ariyanti. dan Rija Sudirja. Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Jl. Ir. Soekarno km-21 Jatinangor Kab. Sumedang, . Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Jl. Ir. Soekarno km-21 Jatinangor Kab. Sumedang, . Depareteman Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Jl. Ir. Soekarno km-21 Jatinangor Kab. Sumedang *corresponding author : santi. rosniawaty@unpad. * Received for review September 8, 2025 Accepted for publication October 6, 2025 Abstract Liberica coffee (Coffea liberica L. ) has the advantage of growing on marginal land and showing resistance to pests and diseases. To support optimal growth. Liberica coffee seedlings require appropriate growing media and nutrient sources. Cow manure and rabbit urine, as organic waste, are expected to provide sufficient nutrients. This study aimed to evaluate the effect of cow manure and rabbit urine on the growth of Liberica coffee seedlings. The experiment was conducted from February to June 2023 at the Ciparanje Experimental Garden. Faculty of Agriculture. Universitas Padjadjaran, using a randomized block design (RBD) with nine treatments and three replications. Treatments consisted of (A) soil 2 g urea, (B) soil 25% rabbit urine, (C) soil 50% rabbit urine, (D) soil:cow manure . 25% rabbit urine, (E) soil:cow manure . 50% rabbit urine, (F) soil:cow manure . 25% rabbit urine, (G) soil:cow manure . 50% rabbit urine, (H) soil:cow manure . 25% rabbit urine, and (I) soil:cow manure . 50% rabbit The application of cow manure and rabbit urine increased leaf area, root length, and chlorophyll index of Liberica coffee seedlings. The best growth was achieved with the combination of soil:cow manure . and 25% rabbit urine, which also increased the levels of total N. P 2O5, and K2O in the seedlings. Keywords : coffee, liberica,nutrition content, organic, seedling Abstrak Liberika (Coffea liberika L. ) merupakan jenis kopi yang memiliki keunggulan mampu tumbuh di lahan marginal dan tahan terhadap hama dan penyakit. Bibit kopi liberika memerlukan media tanam dan sumber nutrisi untuk mendukung pertumbuhannya. Pemanfaatan limbah yang berasal dari pupuk kotoran sapi dan urin kelinci diharapkan mampu menyediakan nutrisi yang cukup untuk bibit kopi liberika. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan pupuk kotoran sapi dan urin kelinci dalam meningkatkan pertumbuhan bibit kopi liberika. Percobaan dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2023 di Kebun Percobaan Ciparanje. Fakultas Pertanian Unpad. Percobaan menggunakan Rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sembilan perlakuan dan tiga ulangan, yaitu (A) tanah urea 2 g, (B) tanah urin kelinci 25%, (C) tanah urin kelinci 50%, (D) tanah dan pupuk kotoran sapi . urin kelinci 25%. Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI:10. 32585/ags. Rosniawaty dkk, 2025 (E) tanah dan pupuk kotoran sapi . urin kelinci 50%, (F) tanah dan pupuk kotoran sapi . urin kelinci 25%, (G) tanah dan pupuk kotoran sapi . urin kelinci 50%, (H) tanah dan pupuk kotoran sapi . urin kelinci 25%, serta (I) tanah dan pupuk kotoran sapi . urin kelinci 50%. Hasil percobaan memperlihatkan terdapat peningkatan pertumbuhan luas daun, panjang akar dan indeks klorofil bibit kopi liberika akibat aplikasi pupuk kotoran sapi dan urin kelici. Kombinasi komposisi media tanam tanah : pupuk kotoran sapi . dengan urin kelinci berkonsentrasi 25% menghasilkan luas daun, panjang akar dan indeks klorofil tertinggi pada bibit kopi liberika. Terdapat peningkatan kadar N-total,P2O5 dan K2O pada bibit kopi liberika. Kata kunci : bibit, kopi, liberika, organik, kadar hara Copyright A 2025 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license PENDAHULUAN Kopi merupakan salah satu hasil perkebunan yang belakangan ini mendapat perhatian besar seiring dengan banyak dibukanya kedai-kedai kopi. Sebagian besar konsumsi minuman kopi, berasal dari kopi jenis arabika atau robusta. Selain kopi arabika dan robusta, terdapat jenis kopi lain, yaitu kopi liberika. Apabila dibandingan dengan kopi arabika atau robusta, kopi liberika termasuk kopi dengan ukuran buah yang lebih besar (Sobari et. , 2. Keunggulan kopi liberika adalah dapat tumbuh di lahan marginal dan tahan beberapa organisme pengganggu tanaman sedangkan kekurangan dari kopi liberika adalah rendemen yang rendah (Hulupi, 2. Namun demikian cita rasa kopi liberika seperti Liberoid Meranti 1 (LIM . mempunyai nilai kesukaan . antara 80% hingga 84,25% dengan mutu citarasa AuexcellentAy sehingga berpotensi menghasilkan kopi spesialti . pecialty coffe. (Direktorat Jendral perkebunan, 2. Pengembangan kopi liberika akan menambah ragam kopi spesialti yang ada di Indonesia. Pengembangan kopi liberika tidak terlepas dari peran bibit sebagai bahan tanamnya. Bibit yang baik memerlukan asupan nutrisi yang cukup untuk dapat tumbuh dan berkembang. Nutrisi untuk bibit kopi umumnya berasal dari pupuk. Menurut Direktorat Jendral perkebunan . bahwa pemupukan pada bibit kopi Liberika umur 3-8 bulan adalah menggunakan pupuk anorganik berupa pupuk urea dengan dosis 2 g pada setiap bibit yang diberikan setiap 2 minggu sekali atau berupa larutan dengan konsentrasi 0,2 % urea sebanyak 50-100ml/benih/2 minggu. Urea adalah pupuk yang banyak digunakan sebagai sumber nitrogen (N). Namun demikian tanaman masih memerlukan zat hara yang lain untuk melengkapi hara makro dan mikro yang dibutuhkan oleh bibit kopi liberika. Pupuk dapat digunakan untuk memenuhi hara makro dan hara mikro seperti pupuk kotoran sapi dan urin kelinci. Pupuk kotoran sapi dan urin kelinci mengandung hara makro dan mikro walaupun kadarnya rendah. Disisi lain pupuk kotoran sapi dan urin kelinci merupakan limbah organik yang dapat digunakan untuk tanaman. Pupuk kotoran sapi umumnya dimanfaatkan sebagai campuran media tanam di pembibitan. Sebanyak 8-10 kg/hari kotoran segar dihasilkan seekor sapi, sedangkan komposisi hara pupuk kandang sapi padat adalah setengah persen N, seperempat persen P2O5, dan setengah persen K2O, dan kadar air setengah persen (Nopriani, 2. Kotoran sapi dimanfaatkan sebagai pupuk Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI:10. 32585/ags. Rosniawaty dkk, 2025 organik yang berkontribusi untuk memperbaiki struktur fisik, kandungan kimia, serta aktivitas biologi Pupuk organik dapat diaplikasikan untuk menyediakan makro dan mikronutrien bagi tanah, selain penyediaan nutrisi, pupuk organik juga dapat meningkatkan struktur tanah, tekstur, kapasitas menahan air, dan kapasitas menahan nutrisi (Badu Brempong, & Addo-Danso, 2. Penerapan pupuk organik meningkatkan kesehatan tanah dan pertumbuhan tanaman dengan cara menambah kandungan bahan organik tanah (SOM), struktur tanah, stabilitas agregat, penyerapan nutrisi, kapasitas menahan air, kapasitas pertukaran kation, efisiensi penggunaan nutrisi, dan aktivitas mikroba tanah (Liu, et al. , 2. Menurut Direktorat Jendral perkebunan . media tanam untuk bibit tanaman kopi merupakan campuran antara tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan tiga bagian tanah dan satu bagian pupuk kandang. Kombinasi tanah dan pupuk kandang sapi dalam perbandingan 2:1 dengan penambahan pupuk NPK 1,5 gram per polybag memberikan hasil pertumbuhan terbaik pada bibit kopi (Sari et. al, 2. Pemberian pupuk kotoran sapi saja, tidak bisa mencukupi kebutuhan nutrisi bibit kopi Oleh karena itu diperlukan tambahan dari bahan organik lain untuk melengkapinya. Kelinci termasuk hewan yang menghasilkan urin dalam jumlah cukup melimpah, sehingga urin tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Terdapat banyak zat hara yang terdapat dalam urin kelinci seperti unsur nitrogen, fosfor kalium dan bahkan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang dapat digunakan oleh tanaman. Urin kelinci memiliki ZPT yaitu auksin yang dapat bermanfaat sebagai zat pengatur tumbuh tanaman (Mayura and Indris, 2. Urine kelinci adalah bahan organik yang memiki memiliki kandungan unsur N. P, dan K masing-masing sebesar 2,72%, 1,10%, and 0,50% (Mmbaga et al. Beberapa hasil penelitian menunjukkan manfaat dari urin kelinci. Hasil penelitian Ariyanti et , . bahwa aplikasi urin kelinci pada pembibitan kelapa sawit menunjukkan pengaruh yang Selanjutnya hasil percobaan Rosniawaty et al. , . pada bibit kakao, bahwa terdapat pengaruh dari aplikasi urine kelinci terhadap bobot kering bibit, luas daun serta volume akar umur 16 MST. Hasil percobaan Rosniawaty, et al. , . pada pembibitan kopi arabika, menunjukan perlakuan media tanah dan kompos kulit kopi dengan komposisi 2:1 ataupun 3:1 yang dikombinasikan dengan urine kelinci berpengaruh paling baik pada variabel jumlah daun, diameter batang dan tinggi tanaman sedangkan pada variabel volume akar dan luas daun terbaik dipengaruhi oleh perlakuan media tanah dan kompos daun dengan komposisi 3:1 dan aplikasi urine kelinci. Berdasarkan beberapa penelitian tersebut bahwa media tanam yang gembur, banyak mengandung nutrisi dan mikroorganisme karena adanya penambahan pupuk kandang sapi dan urin kelinci maka perakaran dapat tumbuh dengan baik pula. Akar yang tumbuh optimal akan menunjang pertumbuhan daun dan batang bibit kopi liberika dengan menyerap zat hara yang ada pada tempat Akar sangat penting untuk penyerapan air dan nutrisi (Bazmi and Panichayupakaranant. Unsur hara yang umumnya dimiliki oleh tempat tumbuh terdiri dari zat hara makro dan mikro. Kedua jenis hara tersebut adalah elemen yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman (Johnson, and Mirza, 2. Namun demikian sampai sejauh mana pupuk kandang sapi Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI:10. 32585/ags. Rosniawaty dkk, 2025 dan urin kelinci dapat meningkatkan pertumbuhan bibit kopi liberika masih perlu dilakukan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat pupuk kotoran sapi sebagai campuran media tanam dan urin kelinci sebagai sumber nutrisi pada bibit kopi liberika. BAHAN DAN METODE 1 Bahan Percobaan dilakukan antara bulan Februari 2023 sampai dengan bulan Juni 2023, di kebun percobaan Ciparanje Faperta Unpad. Kabupaten Sumedang. Tempat percobaan memiliki ketinggian A 752 meter di atas permukaan laut . Ordo tanah Inceptisol dan memiliki tipe iklim C menurut Schmidt dan Ferguson, 1951. Percobaan ini menggunakan bahan-bahan sebagai berikut : bibit kopi Liberika varietas Liberoid Meranti 1 yang berumur 4 bulan. Bibit kopi diperoleh dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar, tanah Inceptisol dari tempat percobaan, urin kelinci yang telah difermentasi selama tiga bulan, pupuk kotoran sapi, air, polybag berukuran 30 cm y 25 cm, serta pupuk urea. Adapun alat yang digunakan antara lain gembor, jerigen, gelas ukur, ember, penggaris, label, jangka sorong, alat tulis, alat dokumentasi. 2 Metode Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari sembilan kombinasi perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali, sehingga diperoleh 27 unit Setiap unit percobaan terdiri atas empat bibit tanaman kopi Liberika. Perlakuan yang diberikan mencakup: (A) Media tanah dan pupuk urea 2 gram, (B) Media tanah urin kelinci konsentrasi 25%, (C) Media tanah urin kelinci konsentrasi 50%, (D) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 1:1 urin kelinci konsentrasi 25%, (E) media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 1:1 urin kelinci konsentrasi 50%, (F) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposis 2:1 urin kelinci konsentrasi 25%, (G) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 2:1 urin kelinci konsentrasi 50%, (H) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 3:1 urin kelinci konsentrasi 25%, serta (I) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 3:1 urin kelinci konsentrasi 50%. Polibag berisi bibit kakao diletakkan di dalam bedengan pada tempat pembibitan yang dinaungi paranet 70%. Setiap bedengan merupakan satu ulangan perlakuan, dengan bibit yang telah dikelompokkan berdasarkan keseragaman tinggi bibit. Variabel pengamatan yang diamati adalah respons luas daun, panjang akar dan indeks Data yang dianalisis berasal dari rata-rata empat bibit kopi yang diamati. Semua Data akan diuji menggunakan ANOVA, apabila hasil uji ANOVA signifikan, maka akan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf nyata 5% (Gomez dan Gomez, 1. Selain itu dianalisis kandungan hara di daun setelah di aplikasikan perlakuan. Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI:10. 32585/ags. Rosniawaty dkk, 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis statistik pada luas daun tercantum pada Gambar 1. Terlihat dalam Gambar 1, perlakuan H menghasilkan luas daun tertinggi bila dibandingkan dengan perakuan A. D dan E tetapi tidak berbeda dengan perlakuan F. G dan I. Perlakuan H memiliki sedikit pupuk kotoran sapi pada media tanamnya . dengan urin kelinci pada konsentrasi rendah . %) yang berbeda nyata dengan aplikasi urea. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun menggunakan bahan organik dalam jumlah relatif rendah, yaitu media tanam dengan komposisi 3 bagian tanah dan 1 bagian pupuk kandang sapi yang dikombinasikan dengan urine kelinci 25%, hasilnya tetap mampu melampaui efektivitas pupuk anorganik. Kandungan unsur hara makro dan mikro dalam pupuk kotoran sapi serta urin kelinci berperan penting dalam mendukung perkembangan luas daun. Kuma dkk. , . mengemukakan bahwa urine kelinci mengandung nutrisi penting seperti nitrogen, kalium, dan fosfat untuk pertumbuhan tanaman. Ketersediaan unsur hara akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman (Kumar, et al. , 2. Luas Daun . 22 c22. Gambar 1. Luas Daun Bibit Kopi Liberika Akibat Aplikasi Pupuk Kotoran Sapi dan Urin Kelinci. Keterangan : Angka yang diikuti dengan huruf yang berbeda di atas diagram menunjukkan adanya pengaruh nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf nyata 5%. (A) Media tanah dan pupuk urea 2 gram, (B) Media tanah urin kelinci konsentrasi 25%, (C) Media tanah urin kelinci konsentrasi 50%, (D) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 1:1 urin kelinci konsentrasi 25%, (E) media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 1:1 urin kelinci konsentrasi 50%, (F) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposis 2:1 urin kelinci konsentrasi 25%, (G) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 2:1 urin kelinci konsentrasi 50%, (H) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 3:1 urin kelinci konsentrasi 25%, serta (I) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 3:1 urin kelinci konsentrasi 50%. Hasil analisis statistik pada panjang akar ditunjukkan pada Gambar 2. Perlakuan H menghasilkan panjang akar terpanjang dibandingkan perlakuan lainnya, meskipun tidak berbeda nyata dengan perlakuan G dan I. Bibit dengan akar lebih panjang memiliki kemampuan lebih baik dalam menyerap air dan hara dari media tanam, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan bibit kopi liberika. Perlakuan H, yang menggunakan dosis rendah pupuk kandang sapi . :1 tanah:pupu. dikombinasikan dengan urine kelinci 25%, menunjukkan kecenderungan bahwa dosis optimal dapat dicapai tanpa penggunaan pupuk organik dalam jumlah berlebihan. Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI:10. 32585/ags. Rosniawaty dkk, 2025 Panjang Akar . Gambar 2. Panjang Akar Bibit Kopi Liberika Akibat Aplikasi Pupuk Kotoran Sapi dan Urin Kelinci. Keterangan : Angka yang diikuti dengan huruf yang berbeda di atas diagram menunjukkan adanya pengaruh nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf nyata 5%. (A) Media tanah dan pupuk urea 2 gram, (B) Media tanah urin kelinci konsentrasi 25%, (C) Media tanah urin kelinci konsentrasi 50%, (D) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 1:1 urin kelinci konsentrasi 25%, (E) media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 1:1 urin kelinci konsentrasi 50%, (F) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposis 2:1 urin kelinci konsentrasi 25%, (G) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 2:1 urin kelinci konsentrasi 50%, (H) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 3:1 urin kelinci konsentrasi 25%, serta (I) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 3:1 urin kelinci konsentrasi 50%. Akar terpanjang pada perlakuan H diduga disebabkan oleh adanya IAA yang terkandung pada urine kelinci yang merupakan zat pengatur tumbuh yang berperan dalam mempercepat pertumbumbuhan tanaman di akar. Aloni et al, . mengemukakan bahwa Auxin . sam indol-3asetat. IAA), yang diproduksi di organ tunas muda, merangsang perkembangan akar . kar utama dan akar latera. dan memicu diferensiasi vaskular. Indole acetic acid pada konsentrasi rendah seperti 25% diimbangi dengan pupuk kandang yang cukup dapat menyebabkan pemanjangan pada pucuk dan pada akar, tetapi jika konsentrasi IAA terlalu tinggi seperti 50% dengan pupuk kandang yang kurang maupun berlebih maka efeknya akan menjadi berlawanan. Hal ini sejalan dengan pendapat Edelman . bahwa efek penghambatan terhadap perpanjangan akar terjadi pada konsentrasi IAA yang lebih tinggi. Hasil analisis statistik indeks klorofil bibit kopi liberika tercantum pada Tabel 1. Terlihat pada Tabel 1. Perbedaan pengaruh hanya terjadi pada umur 4 MSP sampai 10 MSP. Namun demikian secara konsisten perlakuan H mempengaruhi indeks klorofil tertinggi berbeda nyata dengan perlakuan tanpa pupuk kotoran sapi. Pupuk kotoran sapi dan urin kelinci mempunyai magnesium yang merupakan unsur penyusun klorofil dan metabolisme di dalam tanaman yang tidak ada pada pupuk urea. Wang et al. mengemukakan bahwa magnesium merupakan komponen penting dari klorofil dan enzim yang terlibat dalam berbagai proses fisiologis dan biokimia yang esensial untuk pertumbuhan tanaman, akumulasi biomassa, dan fotosintesis. Selanjutnya Ishfaq, et al. mengemukakan bahwa magnesium (M. merupakan nutrisi esensial yang berperan dalam Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI:10. 32585/ags. Rosniawaty dkk, 2025 berbagai proses fisiologis dan biokimia dasar pada tumbuhan, meliputi proses sintesis klorofil, pembentukan dan transportasi fotoasimilat, aktivasi enzim, hingga produksi protein. Tabel 1. Indeks klorofil Bibit Kopi Liberika Akibat Aplikasi Pupuk Kotoran Sapi dan urine Kelinci pada Umur 2-12 MSP Perlakuan 2 MSP 62,73 62,80 60,43 76,92 75,62 76,89 74,84 71,34 75,06 Rata-rata Indeks Klorofil Bibit Tanaman (CCI) 4 MSP 6 MSP 8 MSP 10 MSP 71,51a 75,24ab 74,51bc 70,00c 55,03b 62,96c 74,84bc 77,81bc 71,15a 68,96bc 73,44c 79,66bc 78,05a 78,79ab 86,13abc 89,56ab 80,48a 74,74ab 86,32abc 85,95abc 74,51a 75,14ab 82,44abc 83,94abc 74,10a 79,40ab 90,5ab 91,35ab 75,53a 81,84a 95,50a 97,42a 76,14a 81,22ab 86,15abc 83,35abc 12 MSP 77,03 78,23 84,69 89,11 88,95 84,71 94,18 99,42 86,21 Keterangan : Angka yang diikuti dengan huruf yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan pengaruh nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf nyata 5%. MSP : Minggu setelah perlakuan (A) Media tanah dan pupuk urea 2 gram, (B) Media tanah urin kelinci konsentrasi 25%, (C) Media tanah urin kelinci konsentrasi 50%, (D) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 1:1 urin kelinci konsentrasi 25%, (E) media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 1:1 urin kelinci konsentrasi 50%, (F) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposis 2:1 urin kelinci konsentrasi 25%, (G) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 2:1 urin kelinci konsentrasi 50%, (H) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 3:1 urin kelinci konsentrasi 25%, serta (I) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 3:1 urin kelinci konsentrasi 50%. Walaupun tidak dianalisis secara statistik terdapat peningkatan kadar N . %-33%),P2O5 . @0%) dan K2O . %-130%) bibit kopi liberika bila dibandingkan dengan perlakuan A . anah 2g Hal ini menunjukkan peranan bahan organik dalam penyerapan hara oleh bibit kopi. Dengan adanya bahan organik baik dari pupuk kotoran sapi maupun urin kelinci, mampu menyediakan hara tersedia di media tanam dan meningkatkan serapan kandungan hara pada bibit kopi liberika. Halman et al. , . mengemukakan bahwa bahan organik tanah dapat memiliki manfaat yang beragam dan saling terkait, seperti peningkatan ketersediaan nutrisi, kelembaban, dan aktivitas mikroba, menentukan dampak spesifiknya terhadap penyerapan nutrisi dan arsitektur sistem akar. Tabel 2. Hasil Analisis Kadar Hara NPK Bibit Kopi Liberika Perlakuan N-Total (%) P2O5 (%) 1,90 0,03 2,23 0,05 2,33 0,08 2,26 0,05 2,54 0,12 2,05 0,08 2,07 0,13 1,98 0,14 2,10 0,15 Sumber : Laboratorium Kimia Tanah dan Nutrisi Tanaman Unpad, 2023. K2O (%) 0,94 1,48 1,99 2,17 2,08 1,89 1,74 1,91 1,87 Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI:10. 32585/ags. Rosniawaty dkk, 2025 Keterangan : (A) Media tanah dan pupuk urea 2 gram, (B) Media tanah urin kelinci konsentrasi 25%, (C) Media tanah urin kelinci konsentrasi 50%, (D) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 1:1 urin kelinci konsentrasi 25%, (E) media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 1:1 urin kelinci konsentrasi 50%, (F) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposis 2:1 urin kelinci konsentrasi 25%, (G) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 2:1 urin kelinci konsentrasi 50%, (H) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 3:1 urin kelinci konsentrasi 25%, serta (I) Media tanah dan pupuk kotoran sapi dengan komposisi 3:1 urin kelinci konsentrasi 50%. SIMPULAN Terdapat Peningkatan Pertumbuhan luas daun, panjang akar dan indeks klorofil bibit kopi liberika akibat aplikasi pupuk kotoran sapi dan urin kelici. Kombinasi komposisi media tanam tanah : pupuk kotoran sapi . dengan urin kelinci berkonsentrasi 25% menghasilkan luas daun, panjang akar dan indeks klorofil tertinggi pada bibit kopi liberika. Terdapat peningkatan kadar N-total,P2O5 dan K2O pada bibit kopi arabika akibat aplikasi pupuk kandang sapi dan urin kelinci. DAFTAR PUSTAKA