MANFAAT EKSTRAK TEH HIJAU TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN Arif Adi Nugroho1. Ratna Kurniawati. Kep. Ns. Kep2 Akper Alkautsar Temanggung, http://akperalkautsar. Arif Adi Nugroho, arifngroho@gmail. Ratna Kurniawati. Kep. Ns. Kep, ratnaummudzaky@gmail. dengan peningkatan angka morbiditas dan mortalitas. Teh hijau . amellia sinensi. merupakan salah satu alternatif yang digunakan untuk ABSTRAK LATAR BELAKANG: Obesitas merupakan salah satu satu permasalahan kesehatan mengurangi berat badan. TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teh hijau terhadap penurunan berat badan. METODE: Desain penelitian yaitu kuasi eksperimental dengan total 35 subjek yang berusia 20-30 tahun. Penelitian terdapat kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Subjek diminta untuk mengkonsumsi teh hijau selama 30 hari. HASIL: Hasil penelitian berdasarkan Indeks Obesitas Lee menunjukkan, adanya penurunan berat badan yang signifikan (P<0,. pada minggu ke-3 dan ke-4 pada P2 . kstrak teh apel 3,6 mg mL-. P3 . kstrak teh apel 7,2 mg mL-. dan P3 . kstrak teh hijau7,2 mg mL-. Selain itu, setelah pemberian teh hijau/teh apel dengan konsentrasi 7,2 mg mL-1 selama 28 hari, kadar kolesterol . 33A32. 71 mg/dL) dan kadar High Density Low (HDL). 67A18. 62 mg/dL) menunjukkan adanya penurunan yang signifikan (P<0,. KESIMPULAN: Konsumsi teh hijau menyebabkan penurunan rerata Indeks Massa Tubuh secara signifikan pada kelompok subyek obesitas, tetapi tidak menyebabkan adanya perberdaan rerata rasio lingkar pinggang dan panggul secara signifikan baik pada kelompok obesitas maupun kelompok kontrol. Pada penelitian ini, konsumsi teh hijau bukan merupakan determinan utama dalam menentukan perubahan IMT dan rasio lingkar pinggang dan panggul. KATA KUNCI: teh hijau, berat badan PEMBAHASAN Obesitas Obesitas adalah kegemukkan atau kelebihan berat badan yang melebihi Obesitas berhubungan dengan faktor genetik, metabolik, kebiasaan hidup, kebiasaan misnadiarly: 2. Obesitas terjadi akibat adanya ketidak seimbangan energi untuk waktu yang lama yaitu total energy expenditure lebih kecil dibandingkan energy intake sehingga terjadi akumulasi cadangan energi yang disimpan dalam lemak, subkutan dan Bentuk utama potensial kimia disimpan dalam tubuh dalam bentuk lemak . Kegemukkan juga berhubungan dengan terjadi kegemukan juga berhubungan dengan terjadinya misalnya diabetes melitus, hipertensi dan kanker yang dapat menyebabkan Selain itu, kegemukan juga berhubungan dengan aterogenetik profil lemak yang akan menyebabkan terjadinya peningkatan kadar low density lipoprotein (LPL) kolesterol, very low density lipoprotein (VLDL) dan trigliserida. Pada saat yang sama high density lipoprotein (HDL) kolesterol juga menurun . asper, fauci, dkk:2. Obesitas merupakan masalah kosmetis saja, akan tetapi sudah merupakan masalah kesehatan yang serius oleh karena sering disertai berbagai komplikasi/ komorbid seperti diabetes militus, dislipidemia, hipertensi dan penyakit kardiovaskuler, kolelitiasis, kanker, dan gangguan pernafasan. Tumbuhan sebagai salah satu sumber obat telah dikenal sejak dahulu kala dengan adanya perkembangan kemampuan manusia yang semakin bertambah maka telah diisolasi senyawa kimia dari tumbuhan untuk keperluan pengobatan, dan inilah yang mendorong orang untuk mencari alternatif yang lebih aman, yaitu kembali ke alam sebagai obat tradisional yang secara empirik dapat menurunkan berat badan anatara lain teh hijau. Teh hijau salah satu minuman yang sangat populer Teh dibuat dari pucuk daun muda tanaman teh. Berdasarkan proses pengolahannya, produk teh ada 3 jenis yaitu teh hijau, teh oolong dan teh Teh hijau dibuat dengan cara menginaktifasi enzim oksidase/ fenolase yang ada dalam pucuk daunteh hijau segar, yaitu dengan cara pemanasan atau penguapan menggunakan uap panas, sehingga oksidasi enzimatik terhadap katekin dalam daun teh dapat Teh hitam dibuat dengan cara enzimatik terhadap kandungan katekin Teh oolong dihasilkan melalui proses pemanasan yang dilakukan segera setelah proses penggulungan menghentikan proses fermentasi. Oleh karena itu, teh oolong disebut sebagai teh semi-fermentasi yang memiliki karakteristik khsus dibandingkan teh hitam dan teh hijau. Teh merupakan minuman paling banyak kedua dikonsumsi di dunia setelah air, yaitu sekitar dua pertiga dari populasi dunia . han & Mukhtar, 2. Konsumsi teh mulai menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat indonesia, seiring dengan tingkat pemahaman dan kesadaran tentang gerakan back to nature serta kecenderungan masyarakat mengkonsumsi makanan atau minuman substitusi sebagai imbangan diet kaya lemak, kolesterol, dan rendah serat. Teh hijau merupakan salah jenis teh yang Teh hijau derdasarkan hasil penelitian memiliki kandungan katekin rendah,lingkar pinggang yang lebih kecil dan penurunan rasio pinggang panggul(Wu et al,2. Kandungan teh hijau yang paling utama adalah polifenol katekin yaitu epigallocatechin-3-gallate (EGCG), epigallocatechin (EGC), epicatechin-3gallate (ECG) dan epicatechin (EC). EGCG merupakan yang terbanyak yaitu 50 Ae 80% dari jumlah total katekin. Selain itu teh hijau juga mengandung kafein, vitamin K, flavanol aglikosidik . quercetin, kaempferol, myricitin dan glikosid. , leucoanthocyanin dan saponin, sedikit theobromine dan theophyllin, 6% protein, 8% asam amino . % theani. , dan asam nukleat serta sejumlah kecil mineral, fluoride, phenophytin a dan b. Teh hijau merupakan tumbuhan obat yang mempunyai efek farmakologis antara lain dapat menurunkan berat badan, menurunkan kolesterol, trigliserida, serta glukosa, dapat mencegah karies pada gigi, antimutagenik, antioksidan. Teh hijau terbukti dapat menurunkan berat badan, hal ini terlihat dalam penelitian yang dilakukan oleh Dullo et al, . pada pria muda yang berbadan sehat yang diberi ekstrak teh hijau yang mengandung kafein dan polifenol terutama EGCG, didapatkan peninggian pengeluaran energi . nergy expenditur. selama 24 jam, karena EGCG menstimulasi termogenesis dan oksidasi lemak yang berimplikasi terhadap penurunan berat badan. EGCG menghambat aktifitas asetil KoA karboksilase dalam siklus biosintesa menurunkan akumulasi triasilgliserol . pada jaringan lemak Peneliti memilih teh sebagai obyek percobaan karena penggunaan teh sudah umum sebagai minuman sehari-hari. Jenis teh yang dipilih adalah teh hijau karena merupakan teh yang paling alami . idak mengalami proses fermentas. sehingga zat-zat yang dikandung teh hijau masih murni dan belum mengalami proses perubahan. Selain itu, minuman teh hijau juga mudah dibuat dan disajikan serta harganya relatif murah. Berdasarkan menunjukkan teh hijau efektif dalam menurunkan berat badan baik secara invetro dan in-vivo pada hewan coba dan manusia, menarik untuk dikaji pada populasi yang lebih luas. Perbedaan mempengaruhi pola diet masyarakat Selain itu, tubuh juga dapat menunjukkan respon berbeda terhadap zat yang sama sehingga penelitian ini perlu dilakukan untuk mengetahui efektivitas teh hijau sebagai terapi penurunan berat badan khususnya untuk masyarakat dasa wadas. METODE Desain penelitian ini adalah penelitian dilaksanankan pada bulan septemberoktober 2019 kurang lebih selama 30 Seluruh pemeriksaan entropometri dan pemberian perlakuan dilaksanakan di Desa wadas. Penelitian ini dilakukan atas persetujuan etik yang dikeluarkan oleh komisi etik penelitian kesehatan Temanggung. Subjek diminta mengkonsumsi teh hijau kemasan sehari dua kali yaitu pagi HASIL dan sore hari selama 30 hari. Konsumsi teh dilakukan satu jam sebelum atau sesudah makan. Teh yang diberikan kepada subyek berupa teh celup kemasan dengan netto 2 g per kantong. Teh celup kemudian diseduh dengan air panas sebanyak 150 ml selama kurang Subyek diperkenankan menambahkan gula pada Pengukuran antropometri selanjutnya dilakukan setiap minggu sekali selama empat dilakukan oleh beberapa peneliti, berikut adalah peneliti yang sudah Penelitian tentang manfaat teh hijau terhadap penurunan berat badan sudah No Penulis Judul Tujuan Riska Pengaruh Bertujuan Rahmadani. Teh Hijau untuk Rudy Dan Teh mengetahui Agung Apel Nugroho. Komersial Terhadap dan teh apel Sudiastuti Penurunan . Indeks Obesitas Dan selama 28 Profil Lipid hari Mencit Yang terhadap Telah Obesitas obesitas dan profil lipid pada mencit yang telah Metode Penelitian ini acak lengkap (RAL) Hasil Penelitian Hasil berdasarkan Indeks Obesitas Lee berat badan yang signifikan (P<0,. pada minggu ke-3 dan ke-4 pada P2 . kstrak teh apel 3,6 mL-. , . kstrak teh apel 7,2 mg mL-. dan P3 . kstrak teh hijau7,2 mg mL-. Selain hijau/teh apel dengan konsentrasi 7,2 mg mL-1 selama 28 hari, . 33A32. Nia Lukita Ariani dan Ani Sutriningsih Peran Konsumsi Teh Hijau Penurunan Indeks Massa Tubuh Mahasiswa Keperawatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Penelitian pada indeks (IMT) dan Desain yaitu kuasi dengan total yang berusia 20-30 tahun dengan IMTOu 25kg/m2 kontrol dan IMT 99 kg/m2 Kartika Dewi Pengaruh Ekstrak Teh Hijau Terhadap Penurunan Berat Badan. Penelitian Penelitian ini mg/dL) dan kadar High Density Low (HDL). 67A18. mg/dL) menunjukkan adanya signifikan (P<0,. Hasil menunjukkan tidak signifikan pada rasio lingkar pinggang dan panggul sebelum dan teh hijau baik pada kelompok obesitas . =0,. =0,. Hubungan konsumsi teh hijau dengan IMT dan Pearson. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau IMT lingkar pinggang dan Pengukuran badan, sisa makanan dilakukan selama 30 pemeriksaan kadar Kadar Trigliserida Dan Kolestrol Total Pada Tikus Jantan Galur Wistar hijau acak lengkap (RAL) berat badan, dan kadar total pada tikus jantan PEMBAHASAN Pengukuran berat badan, sisa makanan dilakukan selama 30 hari, sedangkan pemeriksaan kadar trigliserida dan kolesterol total dilakukan pada awal dan akhir penelitian setelah dipuasakan terlebih dahulu selama 12 jam. Hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan analisis varians (ANAVA), dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. KESIMPULAN Konsumsi teh hijau menyebabkan penurunan rerata Indeks Massa Tubuh secara signifikan pada kelompok subyek obesitas, tetapi tidak menyebabkan adanya perberdaan rerata rasio lingkar pinggang dan panggul secara signifikan baik pada kelompok obesitas maupun kelompok kontrol. Pada penelitian ini, dilakukan pada awal dan akhir penelitian setelah dipuasakan selama 12 jam. Hasil penelitian dianalisis secara analisis varians (ANAVA), dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. konsumsi teh hijau bukan merupakan determinan utama dalam menentukan perubahan IMT dan rasio lingkar pinggang dan panggul. DAFTAR PUSTAKA