Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 60-69 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. Penerapan Teknik Self-Management Untuk Mengurangi Kebiasaan Merokok (Single Subject Research pada Siswa SMK di Makassa. This is an open access article distributed under the creative commons attribution license cc-by-nc-4. 0 A2020 by author . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 0/ ). (Received: January-2025. Reviewed: February-2025. Accepted: Maret-2025. Available online: April-2025. Published: April-2. Nabila Nurul Rahmah1*Sahril Buchori2Nur Fadhilah Umar3 Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Makassar Email: nabilabea11@gmail. Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Makassar Email: sahril. buchori@unm. Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Makassar Email: nurfadhilahumar@unm. Abstract. This study analyzes the implementation of Self-Management techniques to reduce smoking habits of students at SMK Negeri 7 Makassar. The objectives of the study are: . to provide an overview of the implementation of Self-Management techniques in reducing smoking behavior of students at SMK Negeri 7 Makassar, and . to determine the impact of Self-Management techniques in reducing smoking habits of students at the school. The research approach used is a quantitative approach with a Single Subject Research (SSR) design and an A-B-A design. The subjects of this study are two students with high smoking habits. Data analysis was conducted using descriptive analysis and visual analysis. The results show that the level of smoking habits of students before the intervention using Self-Management techniques was in the high category. The implementation of Self-Management techniques to reduce smoking habits in students was carried out in 10 stages across 7 meetings. Throughout the research, students showed a good level of participation, and the application of Self-Management techniques was effective in reducing students' smoking habits. Keywords: Social Guidance Module. Bullying. Assertiveness Abstrak. Penelitian ini menganalisis penerapan Teknik Self-Management untuk mengurangi kebiasaan merokok siswa di SMK Negeri 7 Makassar. Tujuan penelitian ini adalah: . menggambarkan pelaksanaan Teknik SelfManagement dalam mengurangi perilaku merokok siswa di SMK Negeri 7 Makassar, dan . mengetahui pengaruh Teknik Self-Management dalam mengurangi kebiasaan merokok siswa di sekolah tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian Single Subject Research (SSR) dan desain A-B-A. Subjek penelitian ini adalah dua siswa yang memiliki kebiasaan merokok tinggi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebiasaan merokok siswa sebelum diberikan perlakuan berupa teknik Self-Management berada pada kategori tinggi. Pelaksanaan teknik ini dilakukan dalam 10 tahap pada 7 kali pertemuan, dengan tingkat partisipasi siswa yang baik. Penerapan Teknik Self-Management terbukti dapat mengurangi kebiasaan merokok siswa di SMK Negeri 7 Makassar 60 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 60-69 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. Kata Kunci: Teknik Self-Management. Kebiasaan Merokok. Single Subject Research . PENDAHULUAN Permasalahan siswa yang merokok kini semakin sering terjadi. Munculnya kebiasaan merokok pada anak bukanlah suatu hal yang baru, banyaknya kebiasaan merokok pada kalangan siswa di lingkungan sekolah maupun diluar sekolah sangatlah Sampai saat ini jumlah yang merokok di lingkungan sekolah semakin meningkat (Rohani dkk. , 2. Data Badan Pusat Statistika, . Mencatat presentasi pada penduduk usia 18 tahun kebawah yang merokok sebesar 3,65% pada tahun 2023. Presentasi tersebut naik dari tahun 2022 yang sebesar 3,44%. Berdasarkan jenis kelaminnya, persentase laki-laki di dalam negeri yang merokok mencapai 7. Sementara, perempuan hanya 0,15%. Lebih dari 40% siswa Indonesia berusia antara 13 dan 15 tahun telah menggunakan produk tembakau. Menurut Survey Tembakau Pemuda Global 2019, masa depan anak-anak di Indonesia diancam oleh penggunaan tembakau yang berlebihan. Tembakau adalah faktor risiko terbesar kedua di Indonesia untuk kecacatan dan kematian dini. Paparan asap rokok menyebabkan 600. kematian dini setiap tahun, 28% diantaranya adalah anak-anak. Beberapa siswa yang sering merokok cenderung malas dalam belajar karena mereka lebih suka merokok dengan cara berkumpul dengan teman sekelasnya, sehingga menyebabkan proses pembelajaran akan mengalami tingkat kemunduran. Siswa yang merokok cenderung mengambil keputusan untuk meneruskan perilaku merokoknya, sehingga kebiasaan merokoknya cenderung semakin lama dan frekuensinya semakin meningkat Risiqyah dkk. , . Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, . Penggunaan rokok pada anak remaja dapat berdampak negatif pada prestasi akademik, gangguan kecerdasan, dan kemampuan belajar siswa. Merokok dapat berdampak negatif pada kesehatan karena dapat menyebabkan perkembangan gangguan paru-paru dan menyebabkan infeksi penyakit seperti faringitis, infeksi telinga tengah, pneumonia, bronchitis, asma, limfoma dan leukimia. Selain menyebabkan gangguan kesehatan fisik, kandungan kimia dalam rokok juga dapat berdampak negatif pada kesehatan psikologis. Menurut Libuka dkk. , . nikotin yang terkandung dalam rokok memiliki pengaruh besar pada otak, yang dapat menimbulkan efek psikologis seperti penurunan kemampuan dalam mengenali emosi dan kecenderungan Selain itu, nikotin juga dapat menyebabkan kecanduan pada perokok. Kecanduan ini bisa menyebabkan perokok merasa depresi atau stres berkepanjangan jika tidak merokok dalam sehari. Menurut (Shofa dkk. , 2. Kebiasaan merokok pada remaja dapat timbul karena berbagai faktor baik dari internal maupun eksternal, faktor internal adalah faktor kepribadian yang bertujuan untuk memenuhi rasa ingin tahu yang tinggi terhadap rokok, yang menyebabkan keinginan untuk mencoba merokok, menghilangkan stres dan bimbang, dan bersenang-senang. Kesenangan ini disebabkan oleh zat yang terkandung dalam rokok, yang dapat menyebabkan ketergantungan dan kecanduan, membuat sulit untuk berhenti merokok, dan ingin memiliki citra yang bebas dan dewasa. 61 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 60-69 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. Selain itu, faktor yang datang dari luar, seperti perilaku orang tua yang merokok, teman sebaya, dan ajakan teman yang sulit untuk ditolak. faktor dari internal adalah faktor kepribadian untuk memuaskan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap rokok sehingga memiliki keinginan untuk mencoba merokok, menghilangkan rasa stress dan bimbang, keinginan untuk bersenang-senang, kesenangan ini disebabkan oleh kandungan zat dalam rokok yang dapat menyebabkan ketergantungan dan kecanduan, membuat seseorang sulit berhenti merokok, ingin memiliki citra yang bebas dan image dewasa. Sedangkan faktor eksternal yaitu dari perilaku orang tua yang merokok, teman sebaya, ajakan teman yang sulit untuk ditolak. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan langkah-langkah untuk mengurangi kebiasaan merokok di kalangan siswa agar tidak berkembang menjadi kebiasaan permanen. Dalam praktik konseling, terdapat sejumlah layanan yang dapat dimanfaatkan untuk menangani masalah ini, salah satunya adalah layanan konseling Behavior yang menggunakan teknik Self-Management. Teknik ini dipercaya mampu membantu siswa menurunkan kebiasaan merokok, karena bertujuan untuk melatih siswa dalam mengatur, memantau, dan mengevaluasi dirinya sendiri guna mencapai perubahan perilaku yang lebih positif (Sobari, 2. Menurut teori Behavioristik, perilaku, kebiasaan, dan kepribadian seseorang terbentuk melalui pengalaman yang diperoleh dari interaksi dengan lingkungan sepanjang kehidupannya. Teknik Self-Management mencakup adanya perilaku pengendali dan perilaku yang dikendalikan. Perilaku pengendali melibatkan penerapan strategi pengelolaan diri, yang mencakup pengaturan anteseden dan konsekuensi dari perilaku target atau perilaku alternatif yang ingin dimodifikasi untuk mengubah perilaku, pikiran, dan perasaan. Dengan demikian, teknik ini mencakup beberapa prosedur, yaitu Pemantauan Diri (Self-Monitorin. Penguatan Positif (Self-Rewar. Perjanjian Diri (Self-Contractin. , dan Pengendalian Rangsangan (Stimulus Contro. (Umar & Saman. S, 2. Self-Management merupakan prosedur dimana siswa dapat mengontrol perilakunya sendiri, memotivasi diri sendiri, berusaha memperoleh apa yang ingin dicapai, serta dapat mengembangkan dirinya agar lebih baik atau kemampuan mengatur perilakunya sendiri dengan mengubah perilaku yang maladaptif menjadi perilaku yang adaptive (Triani dkk. Dengan melatih Self-Management, siswa dapat lebih sadar terhadap dampak dari setiap perilaku yang dilakukan, baik terhadap dirinya sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Hal ini didukung dengan penelitian Arsyad & Kurniawan, . dalam jurnalnya menghasilkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik Self-Management terbukti efektif untuk mengurangi perilaku merokok. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perbandingan kategori tingkat perilaku merokok siswa sebelum dan sesudah mendapatkan layanan bimbingan kelompok dengan teknik Self-Management. Hasil penelitian terdahulu oleh Trifena dkk. , . menemukan bahwa layanan konseling dengan pendekatan SelfManagement berdampak pada siswa. Penelitian tersebut menemukan bahwa pendekatan konseling ini sangat efektif untuk membantu siswa yang merokok saat istirahat atau pulang sekolah, baik di dalam maupun di luar sekolah. 62 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 60-69 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Single Subject Research (SSR) dan desain A-BA. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memilih sampel berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan fokus Berdasarkan Pandang & Anas, . , penelitian SSR bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas suatu intervensi terhadap perilaku individu melalui pengamatan dalam jangka waktu tertentu. Peneliti mencatat perilaku peserta sebelum dan setelah intervensi, sambil menerapkan teknik Self-Management untuk mengurangi kebiasaan merokok siswa. Desain A-B-A yang digunakan merupakan modifikasi dari desain A-B, dirancang untuk mengidentifikasi hubungan sebabakibat antara variabel bebas dan variabel terikat. Proses penelitian dimulai dengan pengukuran perilaku target secara kontinu dalam kondisi Baseline (A. selama periode tertentu. Selanjutnya, intervensi (B) diterapkan, dan perilaku diukur Setelah fase intervensi, pengukuran dilakukan kembali pada baseline kedua (A. untuk mengontrol hasil Prosedur ini memungkinkan peneliti menyimpulkan adanya hubungan fungsional antara variabel bebas dan variabel terikat Pandang & Anas, . Teknik dalam pengumpulan data adalah dengan wawancara, yakni melakukan wawancara langsung kepada konselor yang menangani konseli itu sendiri. Wawancara juga digunakan sebagai metode pengumpulan data untuk berhubungan dengan guru mata pelajaran dan guru BK untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang masalah yang dihadapi konseli. Kemudian dengan observasi. Observasi dilakukan dengan melihat secara langsung kebiasaan merokok yang terjadi pada Dalam teknik observasi peneliti bertindak sebagai observer dan yang diobservasi disebut observe, sementara dalam penelitian ini observasi dilakukan untuk mengurangi kebiasaan merokok terhadap siswa di SMK Negeri 7 Makassar serta cara penanganan untuk mengurangi skala dengan kategori AuYaAy dan AuTida. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil penelitian menunjukkan 2 siswa SMK Negeri 7 Makassar yang mengalami perilaku kebiasaan merokok, siswa tersebut adalah A dan MN. Subjek pertama yang berinisial A saat ini berusia 17 tahun. Subjek A mengalami perilaku kebiasaan merokok yang ditandai dengan merokok di tempat-tempat yang tidak dapat dijangkau oleh guru, bolos pada saat jam pembelajaran berlangsung untuk merokok,serta merokok lebih dari empat batang rokok. Sedangkan subjek kedua yang berinisial MN berusian 17 tahun. Subjek MN mengalami perilaku kebiasaan merokok ditandai dengan merokok pada waktu tertentu seperti saat jam pembelajaran berakhir dan menuju ke area kantin untuk merokok, merokok bersama temanteman sekelasnya dan merokok lebih dari empat batang di sekolah. 63 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 60-69 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. Tabel. 1 Data Rangkuman Hasil Analisis Antar Kondisi Subjek A SESI SKOR MAKSIMAL SKOR SUBJEK A Baseline A1 Intervensi (B) Baseline A2 Grafik. 1 Rangkuman Analisis Antar Kondisi Hasil Pengkuran Tingkat Kebiasaan Merokok Subjek A Grafik tersebut menggambarkan perubahan tingkat perilaku merokok siswa subjek A dalam tiga kondisi yang berbeda. Setelah dilakukan intervensi, terlihat penurunan pada perilaku merokok dibandingkan dengan kondisi awal sebelum Penurunan ini mencakup berkurangnya intensitas merokok dan hilangnya kebiasaan merokok di lingkungan 64 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 60-69 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. Tabel. 2 Data Rangkuman Hasil Analisis Antar Kondisi Subjek MN SESI SKOR MAKSIMAL SKOR SUBJEK MN Baseline A1 Intervensi (B) Baseline A2 Grafik. 2 Rangkuman Analisis Antar Kondisi Hasil Pengkuran Tingkat Kebiasaan Merokok Subjek MN Grafik tersebut memperlihatkan perubahan tingkat perilaku merokok siswa subjek MN dalam tiga kondisi Setelah intervensi dilakukan, data menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan dengan kondisi sebelum Penurunan ini meliputi berkurangnya intensitas merokok, berhenti merokok di area kantin sekolah, dan tidak lagi merokok bersama teman-teman sekelasnya. 65 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 60-69 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. Pembahasan Penelitian ini berfokus pada perilaku kebiasaan merokok yang dialami oleh subjek A dan MN di SMK Negeri 7 Makassar. Perilaku kebiasaan merokok merupakan perilaku yang terjadi berulang-ulang dan dilakukan secara rutin dalam seharihari. Beberapa siswa yang sering merokok cenderung malas dalam belajar karena mereka lebih suka merokok dengan cara berkumpul dengan teman sekelasnya, sehingga menyebabkan proses pembelajaran akan mengalami tingkat Penelitian ini menerapkan teknik Self-Management dengan pendekatan behavioristik, yang berpendapat bahwa perilaku, kebiasaan, dan kepribadian manusia dibentuk melalui pengalaman interaksi dengan lingkungan sepanjang hidup. Teknik Self-Management memungkinkan subjek untuk mengontrol perilaku mereka, memotivasi diri, mencapai tujuan, serta mengembangkan kemampuan mengubah perilaku maladaptif menjadi adaptif. Hasil dari penggunaan metode ini menunjukkan perubahan besar dalam perilaku subjek, seperti yang ditunjukkan oleh hasil observasi. Sebelum penerapan metode Self-Management, subjek A dan MN masing-masing menerima skor kebiasaan merokok angka 2. Setelah proses konseling dengan teknik tersebut, skor menurun drastis menjadi 3. Penurunan ini terjadi karena subjek mengikuti proses konseling dengan baik, memaksimalkan penerapan teknik Self-Management, dan berpartisipasi aktif dalam setiap sesi. Berdasarkan hasil observasi pada kondisi baseline A1 peneliti melihat tingginya perilaku kebiasaan merokok yang dilakukan oleh subjek A ditandai dengan merokok di tempat-tempat yang tidak dapat dijangkau oleh guru, bolos pada saat jam pembelajaran berlangsung untuk merokok,serta merokok lebih dari empat batang rokok. Sedangkan subjek MN mengalami perilaku kebiasaan merokok ditandai dengan merokok pada waktu tertentu seperti saat jam pembelajaran berakhir dan menuju ke area kantin untuk merokok, merokok bersama teman-teman sekelasnya dan merokok lebih dari empat batang di sekolah. Menurut Rosiana & Putri, . siswa melakukan kebiasaan merokok di sekolah pada saat pembelajaran dan istirahat berlangsung. Kurangnya pengawasan menjadi salah satu faktor siswa bebas melakukan perilaku merokok di lingkungan sekolah. Tempat yang dianggap aman dan tersembunyi mereka jadikan untuk melakukan kegiatan merokok seperti di kamar mandi. Oleh karena itu, diputuskan bahwa topik tersebut layak untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu intervensi. Pada tahap ini, pengukuran dilakukan empat kali. Penelitian menggunakan teknik Self-Management yang terdiri dari empat langkah utama yang bertujuan untuk mengurangi kebiasaan merokok pada siswa, yaitu Pemantauan Diri (Self-Monitorin. Penguatan Positif (Self-Rewar. Perjanjian Diri (Self-Contractin. , dan Pengendalian Rangsangan (Stimulus Contro. Peneliti kemudian melakukan pengukuran tiga kali lagi pada kondisi baseline A2. Langkah ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan perilaku setelah intervensi, sehingga dapat disimpulkan adanya hubungan fungsional antara variabel bebas dan variabel terikat. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa subjek A dan MN masing-masing memperoleh skor 3, yang mencerminkan penurunan signifikan dalam perilaku kebiasaan merokok mereka. Keberhasilan intervensi ini tidak hanya dipengaruhi oleh teknik yang digunakan tetapi juga oleh dukungan lingkungan. Guru bimbingan dan konseling berperan aktif dalam memberikan motivasi dan memantau perkembangan siswa. Selain itu, motivasi internal siswa untuk berubah menjadi faktor penting yang mendorong keberhasilan intervensi. Penelitian oleh Larasati dkk. , . menunjukkan bahwa dukungan lingkungan, baik dari keluarga maupun sekolah, memiliki peran 66 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 60-69 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. signifikan dalam membantu siswa mengurangi kebiasaan merokok. dukungan ini meningkatkan efektivitas teknik intervensi yang digunakan. Keberhasilan penelitian ini sejalan dengan studi yang dilakukan oleh Arsyad & Kurniawan, . dalam jurnalnya yang berjudul AuPengaruh Bimbingan Kelompok Teknik Self-Management untuk Mengurangi Perilaku Merokok pada Siswa Kelas XI di SMA Gita Bahari Semarang. Ay Penelitian tersebut menunjukkan adanya perubahan skor perilaku merokok yang signifikan antara fase baseline dan fase intervensi, dengan perubahan arah dan efek positif pada subjek. Selain itu, penelitian oleh Trifena dkk. , . yang berjudul AuLayanan Konseling Kelompok Menggunakan Teknik Self-Management untuk Mengurangi Perilaku Merokok Siswa di SMP Negeri 1 TeriakAy juga mendukung temuan ini. Hasilnya menunjukkan bahwa konseling kelompok dengan teknik Self-Management memiliki pengaruh yang signifikan dalam membantu siswa mengurangi kebiasaan merokok, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, terutama saat istirahat atau setelah jam sekolah. Penelitian lain oleh Antara dkk. , . yang berjudul AuKonseling Behavioral dengan Strategi SelfManagement untuk Meningkatkan KemandirianAy juga mendukung efektivitas teknik ini. Dengan menggunakan kombinasi Self-Monitoring dan reinforcement positif, penelitian tersebut berhasil menurunkan frekuensi merokok siswa hingga 70% setelah delapan sesi intervensi. Temuan-temuan ini menegaskan bahwa teknik Self-Management merupakan metode yang efektif dalam mengatasi perilaku kebiasaan merokok pada siswa. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan teknik Self-Management memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku kebiasaan merokok pada subjek A dan MN di SMK Negeri 7 Makassar. Keberhasilan teknik SelfManagement dalam mengurangi perilaku kebiasaan merokok bergantung pada kemampuan subjek dalam melaksanakan proses konseling. Penurunan perilaku kebiasaan merokok terlihat dalam grafik observasi yang disediakan, dengan data menunjukkan penurunan frekuensi perilaku kebiasaan merokok setelah intervensi. Dengan demikian, kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa penggunaan teknik Self-Management memberikan pengaruh yang positif dalam menurunkan kebiasaan merokok subjek A dan MN di SMK Negeri 7 Makassar. Dengan demikian, penerapan teknik Self-Management ini dinilai efektif untuk diterapkan pada siswa yang mengalami kebiasaan merokok yang tinggi. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik Self-Management yang meliputi tahapan SelfMonitoring. Self-Contracting. Stimulus-Control, dan Self-Reward diterapkan secara sistematis dalam tujuh sesi. Tahapan ini berhasil membantu siswa mengidentifikasi kebiasaan merokok mereka, membuat komitmen perubahan, mengendalikan pemicu perilaku merokok, dan memberikan penghargaan positif atas kemajuan yang dicapai. Penerapan teknik ini efektif dalam mengurangi kebiasaan merokok siswa. Frekuensi merokok subjek A dan MN menurun secara signifikan dari awal penelitian hingga akhir intervensi, menunjukkan bahwa teknik ini membantu siswa mengembangkan kontrol diri dan kebiasaan positif yang lebih adaptif. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknik Self-Management berhasil mengurangi kebiasaan merokok siswa di SMK Negeri 7 Makassar. 67 |Guidance and Counselling Department. Faculty of Education. Universitas Negeri Makassar Indonesian Journal of School Counseling: Theory. Application and Development Volume V Nomor I April 2025. Pages 60-69 p-ISSN: 2775-1708 e-ISSN: 2775-555X Homepage: http://ojs. id/index. php/IJOSC DOI: https://doi. org/10. 26858/ijosc. Saran