KEEFEKTIFAN METODE KARYA WISATA DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS DESKRIPSI Irma Rahmayani. Idawati Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Makassar Jalan Daeng Tata Raya. Makassar. Sulawesi Selatan Irmarahmayanii04@gmail. INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia berada di bawah lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License. ISSN: 2722-2349 . ISSN: 2720-9377. https://ojs. id/indonesia Abstract: The Effectiveness of The Field Trip Method in Writing Descriptive Texts. This study aims to describe the effectiveness of the Karya Wisata method in teaching descriptive texts for seventh grade students of SMP Negeri 24 Makassar. This type of research is experimental research. The research design used was quasi-experimental. The data in this study are data on student learning outcomes. The research instrument consisted of new research writing descriptive texts. The data technique was done through pretest, treatment and Data analysis techniques used in descriptive data analysis and inferential analysis. The results showed that the descriptive text writing test after the field trip method was applied obtained a higher score than before the field trip method was applied. This is shown in the results of the students' tests prior to the implementation of the field trip method . which only scored 75 as the highest score. Whereas in the test results after implementing the posttest method, students got the highest score of 85. Keywords: effectiveness, travel method, description text Abstrak: Keefektifan Metode Karya Wisata dalam Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keefektifan metode karya wisata dalam pembelajaran teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 24 Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental. Data dalam penelitian ini merupakan data hasil belajar siswa. Instrumen penelitian terdiri dari pedoman penelian menulis teks deskripsi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pretest, perlakuan dan postest. Teknik analisis data yang digunakan dalam menganalisis data yaitu analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes menulis teks deskripsi setelah diterapkan metode karya wisata memeroleh nilai yang lebih tinggi dibandingkan sebelum diterapkan metode karya wisata. Hal ini ditunjukkan pada hasil tes siswa sebelum diterapkan metode karya wisata . yang hanya memperoleh nilai 75 sebagai nilai tertinggi. Sedangkan pada hasil tes setelah diterapkan metode karya wisata . , siswa memperoleh nilai tertinggi 85. Kata kunci: keefektifan, metode karya wisata, teks deskripsi Irma Rahmayani. Idawati: Keefektifan Metode Karya A Keterampilan menulis merupakan kebutuhan mendasar di era informasi. Hal ini menjadi salah satu muatan utama dalam Kurikulum 2013 adalah proses pembelajaran yang menjadikan siswa mampu menumbuhkan kreativitas dan menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Tarigan . menyebutkan bahwa melatih keterampilan menulis berarti melatih keterampilan berpikir. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Indonesia, pada setiap jenis teks dalam kurikulum 2013, salah satu menuliskan gagasan. Salah satu materi pembelajaran yang membutuhkan keterampilan menulis yang memadai adalah pembelajaran teks deskripsi. Tujuan utama pembelajaran teks deskripsi adalah menjadikan siswa mampu membuat teks deskripsi sesuai dengan struktur teks yang terdapat dalam Kurikulum 2013. Hal ini menjadi bagian dari kompetensi kebahasaan yang harus dimiliki oleh siswa. Melalui Kurikulum 2013, seluruh sekolah tingkatan menengah mempelajari teks deskripsi, termasuk SMP Negeri 24 Makassar. Penelitian ini nantinya akan menggunakan SMP Negeri 24 Makassar sebagai lokasi Lokasi ini dipilih karena melihat adanya permasalahan pada hasil belajar, khususnya mata pelajaran bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil observasi peneliti terhadap guru bahasa Indonesia, peneliti menemukan berbagai masalah dari pengajaran menulis teks Sesuai dengan kondisi di sekolah, masih ada siswa yang belum mampu menulis teks deskripsi dengan baik. Setelah disebabkan oleh: sebagian besar siswa masih kurang memahami tentang penulisan teks deskripsi, sebagian siswa membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menuangkan ide dan gagasannya, dan media atau metode pembelajaran yang dimanfaatkan guru dan siswa hanya buku teks bahasa Indonesia. Guru tidak pernah mencoba memanfaatkan media atau metode pembelajaran yang lain. Keadaan pembelajaran sulit tercapai. Salah memungkinkan untuk membantu siswa dalam penulisan teks deskripsi adalah metode karya Sagala . menjelaskan bahwa metode karya wisata adalah metode pembelajaran dengan membawa siswa di bawah bimbingan guru mengunjungi tempattempat tertentu dengan maksud belajar. Maka dari itu, metode karya wisata adalah cara mengajar yang dilaksanakan diluar kelas. Pada saat siswa diajak ke tempat-tempat tertentu, siswa diarahkan untuk menyelidiki tempattempat tersebut, baik itu tempat wisata, bengkel, toko buku dan lain sebagainya. Sehingga dengan metode yang telah diterapkan nantinya dapat membantu siswa dalam membuat teks deskripsi. METODE Penelitian ini digolongkan ke dalam jenis penelitian eksperimen jenis QuasiExperimental dengan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Adapun yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 24 Makassar. Pada penelitian ini yang akan menjadi sampel pada kelas eksperimen adalah siswa kelas VII. I dan yang menjadi sampel pada kelas kontrol ada siswa kelas VII. Kedua kelas tersebut terpilih melalui teknik pengambilan sampel secara acak . imple random samplin. Data dalam penelitian merupakan data Penelitian menggunakan instrumen berbentuk tes. Tes ini digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menuliskan teks deskripsi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest, perlakuan dan Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis data yaitu analisis deskriptif dan analisis inferensial. HASIL Untuk mengetahui keefektifan metode karya wisata dalam pembelajaran teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 24 Makassar, dapat diperoleh gambaran dengan membagikan hasil tes awal . sebelum diberikan perlakuan mengenai pembelajaran karya wisata dan hasil tes akhir . setelah diberikan perlakuan. Indonesia: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 2. Februari 2021 Hasil Analisis Data Pretest Kelas Kontrol Berikut ini deskripsi hasil belajar siswa pada kelas kontrol dengan menggunakan metode ceramah. Tabel 1. Deskripsi Hasil Belajar Menulis Teks Deskripsi Siswa Sebelum Diberikan Metode Ceramah (Pretes. Statistik Nilai Statistik Sampel Nilai tertinggi Nilai terendah Nilai ideal Nilai tengah Rata-rata Standar deviasi Hasil Analisis Data Postest Kelas Kontrol Berdasarkan analisis data postest dengan menggunakan metode ceramah pada siswa kelas VII SMP Negeri 24 Makassar berjumlah 30 orang, diperoleh gambaran yang didapat adalah tidak ada siswa yang mendapatkan nilai maksimal yaitu 100 skor. Tabel 3. Deskripsi Hasil Belajar Menulis Teks Deskripsi Siswa Setelah Diberikan Metode (Postes. Statistik Berdasarkan . , digambarkan bahwa terdapat 30 orang siswa kelas VII. 3 SMP Negeri 24 Makassar yang dijadikan sampel penelitian untuk menulis teks deskripsi sebelum diberikan Metode Ceramah. Dan 30 orang sampel tersebut pada umumnya memiliki tingkat hasil belajar yang cenderung Tabel 2. Distribusi dan Persentase Kriteria Ketuntasan Hasil Belajar Nilai Frekuensi Persentase Nilai 70 ke atas Nilai di bawah Jumlah Berdasarkan tabel . , diketahui bahwa dari 30 orang siswa yang menjadi sampel penelitian,hanya 2 orang siswa yang mampu mendapatkan nilai 70 ke atas. Kemudian terdapat 28 siswa mendapatkan nilai 70 ke bawah. Itu artinya, sebagian besar siswa yang menjadi sampel penelitian berada dalam kategori tidak tuntas dan hanya beberapa yang berada dalam kategori tuntas. Nilai Statistik Sampel Nilai tertinggi Nilai terendah Nilai ideal Nilai tengah Rata-rata Standar deviasi Berdasarkan . , digambarkan 30 orang siswa SMP Negeri 24 Makassar yang dijadikan sampel penelitian untuk menulis teks deskripsi setelah diberikan metode ceramah sebanyak 30 orang. Siswa sebanyak 30 orang sampel pada umumnya memiliki tingkat hasil belajar yang masih cenderung kurang. Tabel 4. Distribusi dan Persentase Kriteria Ketuntasan Belajar Nilai Nilai 70 ke atas Nilai di bawah Jumlah Frekuensi Persentase Berdasarkan data tabel . , diketahui bahwa frekuensi dan persentase nilai postest kemampuan siswa yaitu sebanyak 30 siswa yang mendapatkan nilai dibawah 70, artinya siswa yang berada dalam kategori tidak tuntas lebih banyak dibandingkan dengan yang Irma Rahmayani. Idawati: Keefektifan Metode Karya A Hasil Analisis Eksperimen Data Pretest Kelas Berikut adalah gambaran hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dengan Metode Karya Wisata. Pada bagian ini akan dijelaskan secara detail data hasil belajar siswa pada kelas Tabel 5. Deskripsi Hasil Belajar Menulis Teks Deskripsi Siswa Sebelum Diberikan Metode Karya Wisata (Pretes. Tabel 7. Deskripsi Hasil Belajar Menulis Menulis Teks Deskripsi Siswa Setelah Diberikan Metode Karya Wisata (Postes. Statistik Nilai Statistik Sampel Nilai tertinggi Nilai terendah Nilai ideal Nilai tengah Rata-rata Standar deviasi Berdasarkan . digambarkan bahwa terdapat 33 orang siswa kelas VII. 1 SMP Negeri 24 Makassar yang dijadikan sampel penelitian untuk menulis teks deskripsi setelah diberikan metode karya Dan 33 orang sampel tersebut pada umumnya memiliki tingkat hasil belajar yang cukup tinggi. Berdasarkan . digambarkan bahwa terdapat 33 orang siswa kelas VII. 1 SMP Negeri 24 Makassar yang dijadikan sampel penelitian untuk menulis teks deskripsi sebelum diberikan Metode Karya Wisata . Dan 33 orang sampel tersebut pada umumnya memiliki tingkat hasil belajar yang cenderung rendah. Tabel 6. Distribusi dan Persentase Kriteria Ketuntasan Belajar Nilai Frekuensi Persentase Nilai 70 ke atas Nilai di bawah Jumlah Berdasarkan tabel . , diketahui bahwa dari 33 orang siswa yang menjadi sampel penelitian, terdapat 3 siswa yang mendapatkan nilai di atas 70. Itu artinya, sebagian besar siswa yang menjadi sampel penelitian berada dalam kategori tidak tuntas dan tidak memenuhi Kriteria ketuntasan minimum yaitu Tabel 8. Distribusi dan Persentase Kriteria Ketuntasan Belajar Nilai Frekuensi Persentase Nilai 70 ke atas Nilai di bawah Jumlah Berdasarkan tabel . , diketahui bahwa dari 33 orang siswa yang menjadi sampel penelitian,terdapat 22 orang siswa yang mampu mendapatkan nilai 70 ke atas. Kemudian terdapat 11 siswa mendapatkan nilai 70 ke bawah. Itu artinya, sebagian besar siswa yang menjadi sampel penelitian berada dalam kategori tuntas dan hanya beberapa yang berada dalam kategori tidak tuntas. Pengujian Hipotesis Penelitian Berdasarkan hasil analisis Uji U-Mann Whitney Test, menunjukkan bahwa hasil uji UMann Whitney test yang diperoleh adalah 0,000, nilai ini lebih kecil dari nilai signifikan Indonesia: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 2. Februari 2021 (=0,. , sehingga probabilitas < 0,05 . alue < 0,. Maka Ho ditolak yang berarti hasil menulis teks deskripsi siswa antara kelas kontrol dan eksperimen berbeda. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 24 Makassar yang diajarkan pada kelas VII. 3 yang diajarkan menggunakan Metode Ceramah dengan kelas VII. 1 yang diajarkan menggunakan metode karya wisata. Perbedaan tersebut menunjukkan adanya perbedaan keefektifan penggunaan metode karya wisata jika dibandingkan dengan metode ceramah. PEMBAHASAN Dari lima aspek penilaian yang digunakan, pada umumnya siswa memiliki kelemahan pada aspek pendeskripsian bagian. Hal ini dikarenakan kurangnya gairah siswa dalam proses pembelajaran. Sehingga tugas yang diberikan pun hasilnya kurang maksimal. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh (Sunarti, 2. bahwa siswa yang memiliki motivasi rendah ditandai dengan ciri-ciri cepat putus asa dalam melaksanakan tugas, tidak memiliki prestasi belajar yang rendah. Berdasarkan hasil analisis diperoleh gambaran secara umum mengenai kemampuan menulis teks deskripsi sebelum diterapkan metode karya wisata. hasil yang diperoleh siswa pada tes awal . cenderung Hanya dua orang siswa saja yang nilainya mencapai KKM. Nilai rata-rata pada tes kai ini adalah 61, 00. Sedangkan pada hasil tes akhir . masih tergolong cenderung Hanya 3 orang siswa saja yang nilainya mencapai KKM, dengan nilai rata-rata 67,67. Berdasarkan hasil akhir dari tes yang diberikan ke siswa mengalami peningkatan yang tidak terlalu signifikan artinya ada peningkatan dari hasil tes awal yang diberikan Meskipun hasilnya tidak terlalu signifikan bukan berarti metode ceramah gagal diterapkan di terapkan kepada siswa namun ini hanya persoalan bagaimana kita sebagai guru lebih memotivasi dan membangkitkan semangat siswa dalam belajar khususnya dalam menulis teks deskripsi. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh gambaran secara umum mengenai keterampilan menulis teks deskripsi sebelum diberikan metode karya wisata. Hasil yang diperoleh siswa pada tes awal . cenderung rendah. Hanya tiga orang siswa saja yang nilainya mencapai KKM, dengan nilai rata-rata pada tes kali ini adalah 62,88. Sedangkan pada hasil tes akhir . setelah diterapkan metode karya wisata dikategorikan baik. Dari 33 siswa yang mengikuti, sebanyak 22 siswa yang mencapai KKM, sedangkan yang belum mencapai sebanyak 11 siswa. Nilai rata-rata dari hasil postes ini adalah 74,25. Hal ini sesuai dengan pendapat Arsyad . bahwa hal perlu pembelajaran diantaranya harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai metode yang instruksional yang telah ditetapkan yang secara umum mengacu pada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah kemampuan yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pada pembelajaran menulis teks deskripsi menggunakan metode karya wisata, siswa lebih leluasa mendeskripsikan sesuatu yang ditulisnya berdasarkan apa yang dilihat dan dirasa. Hal ini membuat pikiran siswa menjadi lebih terbuka dalam menuangkan ideide yang ada pada pikiran kemudian dituangkan ke dalam bentuk tulisan untuk di Siswa lebih tertarik dan lebih mudah memahami apa yang ia terima karena mereka langsung melihat objek yang akan di deskripsikan (Sudjana, 2. Selain itu, informasi yang diperoleh dari hasil tulisannya pun lebih nyata/konkret sehingga mampu lebih lama mengendap di dalam ingatan siswa. Berdasarkan kriteria ketuntasan belajar siswa yang dibahas sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa hasil pembelajaran menulis teks deskripsi setelah diterapkan metode karya wisata telah mencapai pembelajaran sebelum diterapkan metode karya wisata belum mencapai ketuntasan (Sunarti, 2. bahwa peran guru dalam pembelajaran tidak semata-mata hanya sebagai penyampai informasi . , melainkan juga sebagai stimulator bagi terjadinya proses belajar-mengajar. Di samping itu, ia juga berperan sebagai penumbuh hasrat Irma Rahmayani. Idawati: Keefektifan Metode Karya A . , pengarah setiap kegiatan belajar . dan pengatur lingkungan agar terjadi proses belajar-mengajar yang baik . Hal ini berarti penggunaan metode karya wisata efektif dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar menulis teks deskripsi. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks deskripsi sebelum diterapkan metode karya wisata dengan setelah diterapkan metode karya wisata terdapat perbedaan. Perbedaan tersebut signifikan atau tidak terjadi secara kebetulan. Sehingga penggunaan metode karya wisata efektif dalam menulis Teks Deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 24 Makassar. Penggunaan metode karya wisata pada pembelajaran ternyata cukup memberi dampak yang positif pada proses pembelajaran (Rahmawati, 2. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil penelitian ini. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tes menulis teks deskripsi setelah diterapkan metode karya wisata dibandingkan sebelum diterapkan metode karya wisata. Hal ini ditunjukkan pada hasil tes siswa sebelum diterapkan metode karya wisata . yang hanya memperoleh nilai 75 sebagai nilai tertinggi. Sedangkan pada hasil tes setelah diterapkan metode karya wisata . , siswa memeroleh nilai tertinggi 85. Kedua nilai tersebut menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang cukup signifikan. Oleh karena itu, sebaiknya pembelajaran menulis teks deskripsi dengan menggunakan metode karya wisata bisa dipertimbangkan untuk diterapkan, agar siswa menjadi lebih tertarik, aktif dan bebas mengeksplorasi ideide yang mereka miliki. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka kesimpulan diperoleh tentang keefektifan metode karya wisata dalam Pembelajaran menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 24 Makassar adalah Hasil belajar menulis teks deskripsi siswa sebelum menerapkan metode karya wisata . dikategorikan sangat kurang dengan nilai rata-rata 62,88. Hasil Belajar menulis teks deskripsi siswa setelah diterapkan metode karya wisata . dikategorikan baik dengan nilai rata-rata 74,25. Selanjutnya, penggunaan metode karya wisata efektif diterapkan dalam pembelajaran menulis teks deskripsi pada siswa kelas VII SMP Negeri 24 Makassar. Hal tersebut dibuktikan dari uji hipotesis melalui analisis statistic inferensial parametik jenis paired sample T test melalui bantuan program komputer SPSS versi 16 dengan diperoleh nilai thitung > ttabel = 6,344 > 1,697. REFERENSI Arsyad. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Rahmawati. Penerapan Metode Karyawisata dalam Pembelajaran Menulis Karya Sastra (Cerpe. Anterior Jurnal, 13. Sagala. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Sudjana. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Sunarti. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia Berbagai Pendekatan. Metode Teknik dan Media Pengajaran. Bandung: CV. Pustaka