Menumbuhkembangkan Sikap Religi Pada AUD Melalui Pembiasaan Shalat dan Membaca Doa Harian di TK Negeri Meleber Rizqika Khumairaa1* & Sopian Asep Nugraha2 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kuningan. Indonesia Universitas Muhammadiyah Kuningan. Indonesia Contributor Email: rizqikakhumairaa21@gmail. Abstract The formation and development of religious attitudes in early childhood can be done by shaping their morals. Of course, the right method is needed for The purpose of this research is to develop the religious attitude of AUD through the habituation method. The research method used was descriptive The research participants were teachers in Group B of Meleber Kindergarten. The results showed that the method of habituation of prayer and reading daily prayers is very effective and efficient to be implemented in Group B AUD at TKN Meleber. Teachers must also have skills in using this habituation method, namely in the form of harmony between speech and action so that AUDs easily understand and are well imprinted in themselves. Keywords: Early Childhood. Daily Prayer. Religious Attitudes, and Shalah. Abstrak Pembentukan dan pengembangan sikap religi pada anak usia dini dapat dilakukan dengan membentuk akhlak mereka. Tentunya dibutuhkan metode yang tepat untuk hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menumbuhkembangkan sikap religi AUD melalui metode pembiasaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Partisipan penelitian adalah guru pada Kelompok B TKN Meleber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembiasaan shalat dan membaca doa harian sangat efektif dan efisien diimplementasikan pada AUD Kelompok B di TKN Meleber. Guru juga harus memiliki kecakapan dalam menggunakan metode pembiasaan ini, yaitu berupa keselarasan antara ucapan dan perbuatannya, agar AUD dengan mudah memahami dan terpatri dengan baik di dalam diri mereka. Kata Kunci: Anak Usia Dini. Doa Harian. Sikap Religi, dan Shalat Pendahuluan Moralitas atau akhlak menempati tempat yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Nabi Muhammad SAW sebagai teladan paling utama dalam hal akhlak mulia. Beliau sendiri menyatakan bahwa salah satu tujuan utama kerasulannya adalah kesempurnaan akhlak manusia. Seperti yang tersebut dalam hadist: Menumbuhkembangkan Sikap Religi Pada AUD Melalui Pembiasaan Shalat dan Membaca Doa Harian di TK Negeri Meleber Rizqika Khumairaa & Sopian Asep Nugraha a acI aIa eaEaaI aI aIEa aIE a eECA Artinya: AuSesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang saleh . Ay HR. Baihaqi (Baqi, 2. Akhlak merupakan landasan moral kehidupan manusia dan berperan dalam membentuk watak dan perilaku individu. Nilai-nilai moral menjadi landasan yang kokoh bagi pengembangan karakter yang baik, sehingga sangat penting untuk ditanamkan sejak dini. Anak usia dini (AUD) merupakan anak yang berada pada rentang usia 0-6 Pada masa ini, semua potensi anak berkembang sangat cepat, anak mengalami masa keemasan yang merupakan masa anak mulai peka atau sensitif untuk menerima berbagai rangsangan dari lingkungannya (D. Suryana & Hijriani. Jadi fase ini merupakan fase yang sangat penting dalam perkembangan manusia, sebab anak-anak mulai membentuk dasardasar moral dan nilai-nilai. Anak usia dini adalah masa kritis untuk mengajarkan akhlak, karena pola perilaku dan sikap terbentuk dengan cepat pada masa ini dan mempunyai dampak jangka panjang terhadap perkembangan moral anak di masa depan. Oleh karena itu, sangat disarankan agar orangtua dan orang dewasa di sekitarnya mengajarkan anak dengan Jadi pendidikan bagi AUD tidak dapat diabaikan begitu saja. Pendidikan AUD bidang koordinasi motorik halus dan koordinasi motorik kasar, emosional anak yang berhubungan dengan sikap dan tingkah laku, agama, bahasa dan komunikasi sesuai dengan keunikannya dan tahapan perkembangan yang dilaluinya (Ismawati & Atika Putri, 2. Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 3 No. 2 Agustus 2024 e-ISSN: 2829-0101 Anak usia dini merupakan masa emas . olden ag. yang hanya terjadi satu kali dalam perkembangan anak. Ada kekhawatiran jika pada masa ini seorang anak tidak mendapat perhatian yang cukup kesehatan, dan kebutuhan gizinya, maka tumbuh kembang yang optimal tidak akan terjadi (Nurjanah. Wahyuning Putri, & Yuliawati, 2. Membesarkan AUD menjadi generasi yang berakhlak mulia tentu bukan suatu hal yang mudah karena tidak dapat dicapai dalam waktu Termasuk di dalamnya pendidikan karakter yang bertujuan membangun masyarakat dan bangsa yang lebih baik (Putri & Siregar. Pendidikan akhlak harus diberikan sejak dini, karena pendidikan akhlak merupakan tugas yang sangat mendesak. Pendidikan moral tidak boleh diabaikan karena kebaikannya ditularkan kepada individu dan masyarakat secara keseluruhan (Suhartono & Latifah, 2. Hasil wawancara dengan salah seorang guru (Ibu LS) di TKN Meleber. Menurut beliau Aukebiasaan melaksanakan shalat dapat membantu membentuk karakter anak sejak dini sangat penting, saya sebagai guru akan membantu mereka untuk mengembangkan nilainilai agama dan moral yang kuat agar mereka menjadi anak-anak yang bertanggung jawab dan berakhlak mulia dikemudian hariAy. Jadi dapat dikatakan bahwa metode yang diaplikasikan pada TKN Maleber ini adalah metode pembiasaan. Khususnya pada jenjang pendidikan non-formal seperti di Taman Kanak-Kanak, peran guru menjadi sangat urgen dalam membantu AUD mengembangkan semua potensi yang ada pada diri mereka. Ibu LS juga menegaskan bahwa Aumetode pembiasaan shalat dan mengajarkan doa pendek harian dapat memberikan dampak yang sangat positif bagi tumbuh kembang anak, perkembangan moral, agama, dan sosialAy. Jadi dapat dipahami bahwa salah satu cara untuk AUD pembiasaan shalat dan membaca doa pendek harian yang dihafalkan Menumbuhkembangkan Sikap Religi Pada AUD Melalui Pembiasaan Shalat dan Membaca Doa Harian di TK Negeri Meleber Rizqika Khumairaa & Sopian Asep Nugraha AUD. Ini mempunyai manfaat jangka panjang dalam kehidupan anak. Pengajaran akhlak pada AUD merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan kecerdasan spiritual anak usia dini. Sebab, anak yang kecerdasan spiritualnya berkembang dengan baik akan dibekali dengan pendidikan akhlak yang baik atau disebut Akhlakul Karimah. Ia akan selalu mempunyai kebiasaan yang baik karena ia belajar dari kebiasaan yang dicontohkan oleh guru dan orang tuanya (Surahman, 2. Metode pembiasaan sangat penting dalam pendidikan karena secara psikologis AUD sering meniru perilaku dan orang yang dikaguminya yaitu pendidiknya. Metode pembiasaan juga tidak kalah pentingnya dalam kegiatan pembelajaran. Karena segala ilmu dan tindakan yang diperoleh melalui pembiasaan sangat mudah dipahami oleh anak kecil. Pembentukan kebiasaan adalah proses memperoleh kebiasaan dengan cara mengulangi dan secara bertahap melakukan tindakan tertentu sejak usia dini (Oktaviana. Marhumah. Munastiwi, & NaAoimah. Termasuk Al-Qur'an menggambarkan kebiasaan sebagai teknik atau metode pertumbuhan. Mengubah seluruh sifat baik menjadi kebiasaan dan menghilangkan kebiasaan buruk secara bertahap, sehingga jiwa dapat mencapai kebiasaan tersebut secara spontan tanpa terpaksa (Izzah & Hanip. Maka mengembangkan keterampilan dalam mengamati, mendengarkan, berbicara, dan meniru guru dan tokoh teladan. Tujuannya untuk nilai-nilai lingkungan fisik dan sosial. Dalam lingkungan fisik, nilai-nilai seperti kebersihan, ketertiban, dan keindahan alam dapat dipelajari melalui Dalam lingkungan sosialnya, mereka mengamati dan meniru perilaku orang- Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 3 No. 2 Agustus 2024 e-ISSN: 2829-0101 orang di sekitarnya, termasuk keluarga, sekolah, dan komunitas. Misalnya, anak dapat mengembangkan nilai-nilai seperti kesantunan, kerjasama, dan kejujuran melalui interaksinya dengan orang tua, teman sekelas, dan guru di sekolah. Metode Jenis pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif (Ratnaningtyas et al. , 2. Penelitian kualitatif sebagai penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kuantitatif (Nasution, 2. Penelitian ini dilaksanakan di Taman Kanak-Kanak Negeri (TKN) Maleber Jl. Raya Maleber. Blok Kliwon. RT. 01/RW. Kecamatan Maleber. Kabupaten Kuningan. Jawa Barat. Partisipannya Pengumpulan TKN Meleber. wawancara (Sugiyono, 2. Teknik analisis data yang diguankan dengan metode deskriptif kualitatf (Wekke & Dkk, 2. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian . Karakteristik Anak Usia Dini Anak usia dini merupakan masa emas perkembangan Setidaknya sekali dalam hidup, setiap anak akan mengalami masa keemasan. Momen inilah yang nantinya akan menjadi katalis utama kesuksesan. Pada masa ini, anak sedang berkembang pesat dan membutuhkan stimulasi. Stimulasi itu bisa diterima melalui lembaga pendidikan n0nformal salah satunya PAUD. Menumbuhkembangkan Sikap Religi Pada AUD Melalui Pembiasaan Shalat dan Membaca Doa Harian di TK Negeri Meleber Rizqika Khumairaa & Sopian Asep Nugraha Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) intervensi pembinaan terhadap anak sejak lahir sampai dengan usia enam . tahun yang memberikan insentif untuk harapan mempersiapkan anak untuk menempuh pendidikan lebih lanjut. Tujuan dari program pembelajaran adalah untuk kemampuan membaca, menulis atau berhitung (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2. Pada masa AUD ini, muncul ciri-ciri individu yang berbeda dan unik, spesifik pada setiap anak sesuai dengan Pada titik ini, stimulasi memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak sebagai persiapan menghadapi kehidupan selanjutnya (Khaironi, 2. Anak usia 4 sampai 6 tahun mempunyai struktur otak 80%, sehingga pola berpikirnya berada pada tingkat yang lebih tinggi, lebih kritis, dan memiliki tingkat rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Maka peran orangtua dan guru sangat Nurdiansyah . menegaskan bahwa usia prasekolah ini sangat penting bagi anak untuk merespon stimulus yang ada di lingkungan. Anak meningkatkan potensi yang ada. Setiap anak memerlukan komitmen terhadap gizi seimbang, kesehatan yang baik, pola pengasuhan, dan insentif yang disesuaikan dengan tingkat Bressmann mengenai pendidikan sejak usia dini sangat penting sebab pada masa ini perkembangan mental sedang berkembang, perkembangan mental itu sendiri meliputi perkembangan intelegensi, tingkah laku sosial dan kepribadian. Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 3 No. 2 Agustus 2024 e-ISSN: 2829-0101 Secara psikologi AUD memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak usia di atas 8 tahun. Menurut D. Suryana . anak usia 4-6 tahun memiliki karakteristik sebagai berikut: Anak egois. Anak usia 0-6 tahun masih sangat egois dan cenderung memikirkan kehidupan hanya untuk kepentingannya sendiri. Hal ini terlihat ketika seorang anak menginginkan sesuatu dan menangis ketika keinginan tersebut tidak terpenuhi. Ini merupakan tanda jelas bahwa anak mempunyai sifat egois. Anak memiliki rasa ingin tahu. Anak usia dini sangat ingin tahu karena tertarik dengan dunia di sekitarnya. Pada usia dini, anak menunjukkan minat untuk mencoba mengintegrasikan segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Anak-anak berusia 4 tahun akan senang melihat-lihat lingkungan sekitar mereka dan akan Sementara pada usia 5 atau 6 tahun, anak sudah sangat ingin tahu dan akan mulai bertanya hal-hal mencoba permainan sederhana. Anak itu unik. Anak mempunyai kepribadian yang berbeda-beda Hal dikarenakan anak memiliki keunikan baik dari faktor lingkungan seperti minat dan hobinya. Keunikan anak usia dini memerlukan pendekatan individual agar keunikan setiap anak diperhatikan sepenuhnya. Anak mempunyai imajinasi dan fantasi. Anak usia dini mempunyai dunianya sendiri, anak tertarik pada halhal baru, berbeda dengan teman sebayanya. Mereka mempunyai imajinasi yang sangat tinggi dan penuh Menumbuhkembangkan Sikap Religi Pada AUD Melalui Pembiasaan Shalat dan Membaca Doa Harian di TK Negeri Meleber Rizqika Khumairaa & Sopian Asep Nugraha dengan khayalan. Pertanyaan yang sederhana namun memerlukan jawaban yang benar bagi anak biasanya muncul ketika anak mempunyai imajinasi yang kaya. Imajinasi anak-anak biasanya lebih baik dibandingkan Maka memberikan pengalaman yang dapat merangsang perkembangan kemampuannya. Konsentrasi anak masih rendah. Anak pada umumnya sulit berkonsentrasi pada pelajaran dalam jangka waktu yang lama, dan perhatian anak cenderung terganggu oleh hal lain yang menarik minatnya. Pembelajaran membosankan agar anak dapat konsentrasi dalam Rentang membutuhkan waktu 10 menit untuk duduk dan Melalui pembelajaran yang penuh warna dan menyenangkan, anak dapat fokus dalam proses pembelajaran. Metode Pendidikan Akhlak Bagi Anak Usia Dini Menurut Nurul . ada beberapa metode yang dapat diimplementasikan oleh orangtua dan guru pada lembaga PAUD dalam menumbuhkembangkan sikap mulia pada AUD, yaitu: Metode Keteladanan (Uswatun Hasana. Metode ini memungkinkan orangtua dan pendidik memberikan teladan dan teladan bagaimana berbicara, berperilaku, berdoa, dan sebagainya. Dengan demikian. AUD akan melihat, mengamati dan meyakini hal yang nyata, serta mampu bertindak lebih baik. Metode Dalam memberikan penjelasan dan pembicaraan lisan kepada Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 3 No. 2 Agustus 2024 e-ISSN: 2829-0101 AUD selama pelajaran berlangsung. Dengan kata lain, mekanisme guru dalam mentransmisikan pengetahuan kepada AUD melalui informasi dan narasi lisan. Metode Pembiasaan. Proses pembiasaan terjadi secara Ini tentang mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan dan perilaku yang baik. Ada dua cara untuk mengembangkan kebiasaan baik/positif. Yang pertama adalah bimbingan dan pendidikan, dan prinsip-prinsip keteraturan ketuhanan di alam semesta. Kebiasaan baik sangat penting dalam pembentukan karakter anak dan siswa, dan kebiasaan tersebut membentuk anak menjadi dewasa. Mengajarkan kebiasaan pada anak bisa jadi sulit dan memakan waktu. Namun, mengubah kebiasaan bisa jadi sulit. Oleh karena itu, memastikan bahwa mereka sudah memiliki kebiasaan . Metode Nasehat (Konselin. Metode digunakan oleh orangtua dan guru dalam proses . Metode kisah . Metode kisah adalah cara mengungkapkan informasi topikal dengan menjelaskan secara kronologis bagaimana sesuatu terjadi, baik nyata maupun khayalan. Tujuan dari metode ini adalah agar AUD dapat memperoleh ilmu dan belajar dari cerita yang disampaikan. Metode Reward dan Punishment. Metode reward ini keberhasilan siswa dalam menyelesaikan suatu tugas. Menumbuhkembangkan Sikap Religi Pada AUD Melalui Pembiasaan Shalat dan Membaca Doa Harian di TK Negeri Meleber Rizqika Khumairaa & Sopian Asep Nugraha dan imbalannya tidak harus berupa materi. Pada saat AUD mengulangi kesalahannya. Metode Perhatian. Tujuan perhatian adalah selalu memberikan perhatian yang cukup, memantau pertumbuhan dan perkembangan kesiapan mental dan sosial anak kondisi fisik anak, kesehatan dan kemampuan ilmiah. Metode Diskusi. Metode diskusi juga diperhatikan oleh al-QurAoan dalam mendidik dan mengajar manusia dengan tujuan lebih memantapkan pengertian dan sikap pengetahuan mereka terhadap suatu masalah. Menumbuhkan Sikap Religi Akhlak menurut bahasa berarti perangai, tingkah laku dan Secara istilah, akhlak adalah proses sosial yang mengacu pada bagaimana seorang hamba berinteraksi dengan Penciptanya yakni Allah SWT dan dengan manusia lainnya. Akhlak juga dipahami sebagai ciri-ciri yang ada pada jiwa dan menimbulkan berbagai tingkah laku atau perbuatan yang baik atau jahat tanpa perlu dipikirkan atau direnungkan (Abdurrahman. Menurut Muzakki . keberadaan yang membedakan manusia dari spesies lain. Manusia yang tidak berakhlak mulia akan kehilangan kemanusiaannya Allah SWT Sebagai umat Islam, kita harus memiliki moralitas tauhid yang berlandaskan pada Al-Qur'an dan Al-Hadits. Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 3 No. 2 Agustus 2024 e-ISSN: 2829-0101 Akhlak, sebagaimana yang dianggap sebagai kehendak Sang Pencipta terhadap hamba-hamba-Nya, bermuara pada kebaikan dalam pikiran, perbuatan, dan sikap yang diungkapkan dalam kehidupan sehari-hari (Assingkily & Miswar, 2. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa akhlak merupakan kebiasaan manusia yang muncul dari dalam diri, bergantung pada pengetahuan pribadi dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Akumulasi dari akhlak ini menjadi sikap atau perilaku yang ditampilkan oleh setiap individu dalam pergaulannya sehari-hari. Maka untuk menumbuhkan sikap yang baik, terutama dalam merangsang nilai agama dan moral anak usia dini yang selanjutnya disebut dengan sikap religi, maka pdiperlukan Pendidikan akhlak dan budi pekerti pada masa AUD. Hasanah . menjelaskan bahwa salah satu upaya pengajaran kecakapan hidup adalah cikal bakal perkembangan karakter anak. Karakter yang dimaksud adalah pengetahuan moral, perasaan moral, dan perilaku moral. Pendidikan AUD memperkuat karakter, etika, dan keyakinan Islam. Hal ini harus dimulai dan ditanamkan sejak dini melalui perilaku bersama orangtua, keluarga, dan lingkungan sekitar, serta proses pendidikan karakter di sekolah (Muzakki, 2. Penerapan Metode Pembiasaan Menumbuhkembangkan Sikap Religi pada Anak Kelompok B di TKN Meleber Melalui Kegiatan Doa Harian Pembiasaan kebiasaan positif. Kebiasaan ini menyangkut pertumbuhan moral, nilai-nilai sosio-emosional. Perilaku baik di usia dini dapat memberikan dampak baik di masa depan (Zuhri, 2. Menumbuhkembangkan Sikap Religi Pada AUD Melalui Pembiasaan Shalat dan Membaca Doa Harian di TK Negeri Meleber Rizqika Khumairaa & Sopian Asep Nugraha Pembiasaan dianggap berhasil apabila digunakan pada anak Hal ini karena anak-anak kecil mempunyai catatan ingatan yang baik dan kepribadian yang belum berkembang, sehingga mudah untuk mengatur praktik sehari-hari mereka. Pembiasaan dimulai sejak usia dini dan hobi serta perilaku ini sudah tertanam dalam jiwa mereka (Ihsani. Kurniah, & Suprapti, 2. Menurut Ibu LS. Aumetode pembiasaan digunakan pada TKN Meleber ini karena dianggap memiliki sejumlah kelebihan, yaitu hemat energi dan waktu, dengan pembiasaan dapat merangsang aspek lahiriyah dan batiniyah anak, metode pembiasaan juga metode yang sudah terbukti sangat berhasil dalam mengembangkan sikap dan karakter AUD di TKN Meleber selama iniAy. Berdasarkan jawaban Ibu LS ini, dapat dipahami bahwa penerapan metode pembiasaan di TKN Meleber ini, disebabkan karena ada tiga . hal yang dianggap sebagai kelebihan dari metode pembiasaan itu sendiri, yaitu . metode pembiasaan sangat efektif dan efisien baik dari segi tenaga dan waktu. metode pembiasaan juga mampu menstimulus aspek mental AUD . isik dan psiki. TKN Meleber telah lama menerapkan metode pembiasaan pada siswa-siswa mereka, dan terbukti dengan prestasi yang diperoleh oleh siswa TKN Meleber sehingga menjadi salah satu TK favorit dan unggul di Meleber. Namun demikian. Ibu LS juga menguraikan bahawa, metode pembiasaan ini memiliki kekurangan, antara lain AuMetode pembiasaan membutuhkan guru yang mampu menjadi teladan sejati dalam mengajarkan cita-cita kepada anak, maka guru yang menggunakan metode pembiasaan adalah guru yang mampu menyeimbangkan perkataan dan tindakannya, supaya tidak ada kesan bahwa guru hanya pandai bcara saja tapi tidak mampu mewujudkan nilai-nilai mulia yang harus diungkapkan kepada siswa-siswanyaAy. Nah, pembiasaan ini, dapat kita pahami bahwa, metode pembiasaan bukanlah metode yang mudah untuk diterapkan, sebab diperlukan Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 3 No. 2 Agustus 2024 e-ISSN: 2829-0101 syarat mutlak dari guru berupa keseimbangan antara tindak tanduk atau perilaku guru dengan tutur katanya. Sebab guru menjadi role model bagi siswa di kelas. Metode pembiasaan di TKN Meleber ini digunakan salah satunya pada saat guru mengajarkan shalat dan doa harian. Seperti yang terjadi pada saat penelitian ini dilakukan. Ibu LS sedang mengajarkan siswa-siswanya di kelompok B belajar doa Negara & Yasin . menjelaskan bahwa doa adalah inti ibadah dan yang paling berarti dari sesuatu itu . , karena bacaan doa dalam setiap ibadah kita itu mengandung doa. Materi pelajaran untuk AUD kelompok B biasanya bersifat ringan, yakni menghafal doa sehari-hari. Adapun doa sehari-hari yang diajarkan di TKN Meleber adalah . Doa sebelum dan sesudah bangun tidur, . Doa sebelum belajar, . Doa menaiki kendaraan, . Doa sebelum dan sesudah makan, . Doa ketika memasuki rumah, . Doa keluar rumah, . Doa ketika memasuki dan keluar dari kamar mandi, . Doa kebaikan dunia dan akhirat, . Doa ketika memakai pakaian, dan . Doa setelah berwudhu. Ibu LS juga menjelaskan tentang manfaat yang didapatkan anak ketika menghafal doa harian tersebut. AuDengan menghapalkan doa sehari-hari ini kepada anak-anak, kita berharap mereka dapat belajar tentang salah satu cara beribadah kepada Allah SWT yang telah menciptakan kita, guru juga memotivasi anak-anak setiap melakukan aktivitas harus selalu berdoa, supaya mereka memahami apapun yang dilakukan itu karena Allah SWT, dengan kebiasaan berdoa, penanaman nilai-nilai agama lebih mudah dilakukan, anak juga dapat meningkat daya ingatnya. Selain itu juga berdoa ini merupakan usaha untuk mendekatkan anak kepada Sang Pencipta Allah SWTAy. Dari jawaban Ibu LS, dapat dipahami bahwa mengajarkan anak-anak berdoa sejak dini, memiliki banyak manfaat, dan hal ini sangat membantu guru dalam menanamkan nilai agama dan moral atau yang dimaksud pada penelitian ini adalah sikap religi AUD terhadap Allah SWT. Menumbuhkembangkan Sikap Religi Pada AUD Melalui Pembiasaan Shalat dan Membaca Doa Harian di TK Negeri Meleber Rizqika Khumairaa & Sopian Asep Nugraha Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa AUD di Kelompok B pada TKN Meleber sudah terbiasa melaksanakan shalat dan membaca diterapkan oleh guru yakni Ibu LS. Tentunya, banyak manfaat yang diperoleh dari penerapan metode pembiasaan ini, seperti halnya hasil penelitian yang dilakukan oleh Nanang Rokhman Saleh . yang menyebutkan bahwa penanaman nilai agama dan moral melalui pembiasaan berdoa terhadap pembentukan akhlak siswa di RA Hasan Munadi pencapaian perkembangan. Selain itu. Nurbudiyanti . juga menambahkan bahwa metode pembiasaan berhasil diterapkan dan berjalan baik dalam membina akhlak anak usia dini di Dusun Cappalete Kelurahan Tadokkong Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang. Di antaranya kegiatan rutin seperti berdoa sebelum makan, kegiatan spontan seperti terbiasa mengucapkan salam dan terimakasih, serta pemberian teladan seperti membiasakan berpakaian rapi, dan lain-lain. Selain itu Umu Khalimatus SaAodiyah . menyatakan hasil penelitiannya bahwa penanaman nilai-nilai akhlak melalui pembiasaan di TK Pertiwi Gunungjaya adalah dengan membaca doAoa sebelum dan sesudah kegiatan, sopan santun terhadap orangtua dan guru dengan memberi salam dan mencium tangan orangtua dan guru, menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hal ini menunjukan bahwa pembiasaan dapat diterapkan pada anak usia dini. Maula Yunia Budiyanti . juga menambahkan penerapan pendidikan akhlak sudah terencana serta terlaksana dengan baik dengan menggunakan tiga metode, di antaranya adalah metode pembiasaan, metode keteladaan serta metode nasehat pada TK Aisyiyah V Bustanul Athfal VII. Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 3 No. 2 Agustus 2024 e-ISSN: 2829-0101 Oleh sebab itu, dari diskusi hasil penelitian ini diketahui bahwa, metode pembiasaan sangat efektif dari segi tenaga dan efisien dari segi waktu untuk diimplementasikan oleh guru AUD, apabila tujuan pembelajaran yang ingin dicapai itu adalah penumbuhkembangan sikap religi, nilai agama, moral, dan karakter. Terbukti dengan dukungan hasil penelitian-penelitian yang telah diuraikan di atas. Kesimpulan Kesimpulan penelitian ini adalah, metode pembiasaan sangat AUD menumbuhkembangkan sikap religi melalui pembelajaran shalat dan doa harian. Sebab AUD sangat pandai meniru apa yang dilakukan oleh guru, orangtua dan orang dewasa lainnya. Namun demikian, syarat yang harus terpenuhi dalam penerapan metode pembiasaan ini adalah, bahwa guru memiliki sikap yang seimbang antara perkataan dan Daftar Pustaka