MENENTUKAN LOKASI SARANA PELAYANAN KESEHATAN YANG TEPAT BERDASARKAN ANALISIS GRAFITASI MEDAN ========================================================= * NYOMAN PANJI TRIADNYA PALGUNADI, ANAK AGUNG CHANDRA ISWARI DEWI PUTU IDARYATI, BAGIAN ILMU KESEHATAN GIGI MASYARAKAT DAN PENCEGAHAN, FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI, UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR * Corresponding email panjitriadnya@unmas. Nym Panji Triadnya Palgunadi. E-mail ABSTRACT Access to health care facilities among the community tends to be described as an experience of inequality, because the location of health services is not appropriate. Access to health care facilities is an urgent concern and policy. Poor access to health care facilities remains a challenge. Determining the location of health services, which cannot be separated from the concept of regional administrative unity, must be done as well as possible so that it operates smoothly, operating costs are low and allows for expansion of services in the future. The aim of the research is to determine the location of appropriate and affordable health service facilities for all levels of society in Ban village. Kubu sub-district. Karangasem Regency - Bali. The research design used is research evaluation, using the Terrain Graph Analysis method. The research results show that the appropriate and strategic location of health service facilities is between Banjar Temakung and Banjar Darmaji. All activities will run effectively and efficiently if they meet the requirements of right quantity, right quality, right cost and on time. Health service coverage is broad and even and the location is easy to reach for people who need it. Providing materials in the right quantities when needed with the smallest total costs is a logistics activity for health service facilities. Keywords: Location of health services, terrain gravity analysis. ABSTRAK Akses terhadap sarana pelayanan kesehatan merupakan perhatian dan kebijakan yang Lokasi sarana pelayanan kesehatan kurang tepat. Buruknya akses sarana pelayanan kesehatan masih menjadi tantangan. Menentukan lokasi pelayanan kesehatan, tidak terlepas dari konsep kesatuan administrasi wilayah, harus dilakukan sebaik mungkin agar beroperasi dengan lancar, biaya operasi rendah dan memungkinkan untuk terjadinya perluasan pelayanan dimasa yang akan datang. Tujuan dari penelitian untuk menentukan lokasi sarana pelayanan kesehatan yang tepat dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat yang ada di desa Ban, kecamatan Kubu. Kabupaten Karangasem - Bali. Rancangan penelitian yang digunakan adalah evaluasi riset, dengan metode Analisis Grafitasi Medan. Hasil penelitian menunjukan bahwa lokasi sarana pelayanan kesehatan yang tepat dan strategis terletak diantara banjar Temakung dan banjar Darmaji. Semua kegiatan akan berjalan dengan efektif dan efisien bila memenuhi syarat tepat jumlah, tepat mutu, tepat ongkos, dan tepat waktu. Cakupan pelayanan kesehatan yang luas dan merata serta lokasi mudah dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan. Menyediakan bahan dalam jumlah yang tepat pada saat yang dibutuhkan dengan total biaya yang terkecil Kata kunci : Analisis grafitasi medan. Lokasi pelayanan Kesehatan. Pendahuluan Akses terhadap sarana pelayanan kesehatan merupakan kebijakan yang mendesak. Buruknya akses terhadap sarana pelayanan kesehatan masih menjadi tantangan. Akses geografis terhadap sarana pelayanan kesehatan penting untuk memahami kekuatan sistem kesehatan dan untuk mengidentifikasi populasi yang beresiko tinggi terhadap penyakit yang dapat dicegah. Akses terhadap obat obatan, kecepatan pelayanan, waktu tempuh ke sarana pelayanan kesehatan dan kenyamanan jam operasional merupakan variabel dependen ketersediaan. Akses pelayanan terhadap sarana pelayanan kesehatan banyak terjadi di kalangan masyarakat dan cenderung menggambarkan pengalaman mereka di sarana pelayanan kesehatan sebagai pengalaman yang merupakan kesenjangan karena lokasi pelayanan kesehatan kurang tepat. Akses terhadap sarana pelayanan kesehatan sangat ditentukan oleh faktor sosial ekonomi, dimana individu yang mampu secara ekonomi mendapatkan pelayanan kesehatan lebih efisien dibandingkan mereka yang kurang beruntung. 3,4,5,6 Dalam menentukan lokasi sarana pelayanan kesehatan harus dilakukan sebaik mungkin agar dapat beroperasi dengan lancar, biaya operasi rendah dan memungkinkan untuk terjadinya perluasan pelayanan dimasa yang akan datang. Desa Ban terletak di kecamatan Kubu. Kabupaten Karangasem- Bali . Masyarakatnya sulit akses ke sarana pelayanan kesehatan yang ada dan sangat menghendaki sarana pelayanan kesehatan yang dapat dijangkau oleh seluruh lapisan Lokasi sarana pelayanan kesehatan terletak jauh dari pemukiman penduduk. Oleh karena itu penting untuk menilai akses terhadap sarana pelayanan untuk mengevaluasi kinerja sistem Kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan lokasi sarana pelayanan kesehatan yang sesuai dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat di desa Ban, kecamatan Kubu. Kabupaten Karangasem - Bali. Metode Rancangan penelitian yang digunakan adalah evaluasi riset. Penentuan lokasi sarana pelayanan kesehatan, di Desa Ban, kecamatan Kubu, kabupaten Karangasem - Bali. Metode yang digunakan Analisis Grafitasi Medan dengan prosedur sebagai berikut : Gambar atau dapatkan denah dari wilayah yang akan digarap. Dalam kasus ini digunakan Desa Ban, kecamatan Kubu, kabupaten Karangasem - Bali. Survei jumlah penduduk di setiap banjar dan buat titik koordinat dari masingmasing banjar yang ada. Survei biaya transportasi yang dihabiskan untuk mencapai masing-masing banjar. Mencari letak titik koordinat pusat pelayanan kesehatan berdasarkan koordinat masing-masing banjar, jumlah penduduk dan biaya yang dikeluarkan. Sesudah mendapatkan koordinat letak sarana pelayanan kesehatan, kemudian sesuaikan dengan skala peta ( dalam penelitian ini menggunakan skala 1 : 100 ) Gambarkan koordinat yang didapat kedalam wilayah, yang merupakan lokasi pelayanan kesehatan. Hasil Penelitian Dari hasil penelusuran wilayah desa Ban. Kubu. Karangasem didapatkan gambar peta wilayah sebagai berikut : Gambar 1. Peta wilayah desa Ban. Kubu. Karangasem Tabel 1. Jumlah penduduk setiap banjar dan letak koordinat Banjar Cegi Daya Bunga Pengalusan Pucang Bonyoh Belong Temakung Darmaji Jatituhu Dlundungan Cut Cut Panek Manikaji Ban Jml Penduduk Letak koordinat Tabel 2. Perhitungan biaya ( Ri ) dalam menentukan letak koordinat lokasi. ViRi ViRiXi ViRiYi 0,06 11,46 148,98 68,76 0,06 22,14 287,82 199,26 0,06 9,54 114,48 76,32 0,06 14,64 0,05 0,05 57,65 684,75 0,05 44,25 0,05 0,05 0,05 14,35 215,25 0,05 0,05 0,05 45,25 316,75 0,05 45,85 0,05 0,79 473,03 5522,58 7710,49 Sumbu X = 5522,58 : 473,03 = 11,7 Sumbu Y = 7710,49 : 473,03 = 16,0 Keterangan : Xi = Axis lokasi banjar. Yi = Ordinat lokasi banjar. Vi = jumlah penduduk dimasing-masing banjar. Ri = biaya yang dihabiskan ke masing-masing banjar . alam Rp. Gambar 2. Posisi Sarana Pelayanan Kesehatan di Desa Ban. Kubu Karangasem Tabel 3. Penyesuaian koordinat dengan skala peta yang dibuat . Xi-X (Xi-X)2 Yi-Y (Yi-Y)2 Cost (Vi. Ri. -8,13 66,0969 0,06 133,04845 1524,735237 -5,13 26,3169 0,06 113,15845 2505,328083 -6,13 37,5769 0,06 18,78845 179,241813 -9,13 83,3569 0,06 941,67845 13786,17251 -7,13 50,8369 0,05 1625,41845 24868,90229 -2,13 4,5369 0,05 902,26845 52015,77614 -0,13 0,0169 0,05 1600,00845 70800,37391 2,87 8,2369 0,05 104,11845 2217,722985 1,87 3,4969 0,05 401,74845 6387,800355 0,87 0,7569 0,05 1600,37845 22965,43076 5,87 34,4569 0,05 917,22845 37514,64361 5,87 34,4569 0,05 917,22845 70167,97643 7,87 61,9369 0,05 2530,96845 114526,3224 3,87 14,9769 0,05 3607,48845 165403,3454 8,87 78,6769 0,05 39,33845 1494,8611 586358,633 di = di = K ((Xi-X)2 (Yi-Y)2 A. K = Skala gambar 1: 100 Tabel 4. Mencari titik koordinat setelah perhitungan berdasarkan skala peta. Total ViRi 11,46 22,14 9,54 14,64 57,65 44,25 14,35 45,25 45,85 473,03 ViRiXi 148,98 287,82 114,48 684,75 316,75 5522,58 ViRiYi 68,76 199,26 76,32 215,25 7710,49 133,049 113,158 18,789 941,679 1625,419 902,269 1600,009 104,119 401,749 1600,379 917,229 917,229 2530,969 3607,489 39,339 ViRi/di 0,08613368 0,195655632 0,507743893 0,015546699 0,009412958 0,06389447 0,027656094 0,204573613 0,03957695 0,008966626 0,044590827 0,083403381 0,017878528 0,012709671 0,965962531 2,283705554 ViRiXi/di 1,1197378 2,5435232 6,0929267 0,2332005 0,1506073 0,75892 0,4424975 2,659457 0,3957695 0,071733 0,4013174 1,2510507 0,1251497 0,076258 11,59155 27,913699 ViRiYi/di 0,51680208 1,760900688 4,061951142 0,077733495 0,065890703 0,766733646 0,387185322 3,477751419 0,633231197 0,13449939 0,891816547 1,668067625 0,393327615 0,228774086 22,21713821 37,28180316 X = 27,913699/2,283705554 = 12,2 Y = 37,28180316/2,283705554 = 16,3 Lokasi yang paling efektif dan efisien adalah pada koordinat ( 12,2 . 16,3 ). Gambar 3. Pemetaan koordinat kedalam wilayah desa Ban. Kubu. Karangasem Pembahasan Menentukan lokasi pelayanan kesehatan harus dilakukan dengan sebaik mungkin agar beroperasi dengan lancar, biaya operasi rendah dan memungkinkan untuk terjadinya perluasan pelayanan dimasa yang akan datang. Pusat sarana pelayanan kesehatan di desa Ban. Kubu. Karangasem terletak pada koordinat ( 12,2 . 16,3 ). Oleh karena itu agar pusat sarana pelayanan kesehatan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat maka lokasi pelayanan kesehatan di desa Ban. Kubu. Karangasem seharusnya dilokasikan diantara banjar Temakung dan banjar Darmaji. Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat Mita Apriana. Iwan Rudiarto, 2020 yang menyatakan bahwa suatu pusat pelayanan yang melayani berbagai kebutuhan penduduk harus terletak pada suatu lokasi yang sentral yaitu suatu tempat atau wilayah yang memungkinkan partisipasi manusia dalam jumlah maksimum, baik dalam aktivitas pelayanan maupun yang menjadi konsumen. Juga pendapat Alamsyah 2011, yang mengatakan bahwa sarana pelayanan kesehatan yang menjadi tolok ukur dari pembangunan kesehatan, sarana peran serta masyarakat, dan pusat pelayanan pertama yang menyeluruh dari suatu wilayah. Unit teknis pelayanan kesehatan bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah mempunyai fungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat, pusat pemberdayaan masyarakat, dan pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama dalam rangka pencapaian keberhasilan fungsi sarana pelayanan kesehatan sebagai ujung tombak pembangunan bidang Kesehatan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dicky Nofriansyah, 2020 bahwa strategi lokasi penempayan sarana pelayanan kesehatan dapat memaksimalkan keuntungan atau memaksimalkan benefit dari lokasi usaha yang telah Lokasi yang tidak strategis akan menghambat akses bahan baku sehingga biaya pengadaan bahan baku menjadi mahal, menghambat akses terhadap pasar, akses terhadap tenaga kerja sehingga biaya pelayanan menjadi mahal. Dalam menentukan lokasi tersebut strategis atau tidak dapat dilihat dari beberapa faktor, seperti kedekatan terhadap bahan baku, pasar, ketersediaan sarana, dan prasarana dan lain sebagainya. 11, 12 Kesimpulan Dapat disimpulkan bahwa lokasi pusat pelayanan kesehatan di desa Ban. Kubu. Karangasem terletak pada koordinat ( 12,2 . 16,3 ). Oleh karena itu agar pusat pelayanan kesehatan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat maka lokasi pelayanan kesehatan di desa Ban. Kubu. Karangasem hendaknya dilokasikan diantara banjar Temakung dan banjar Darmaji. Daftar Pustaka