JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 FAKTOR RISIKO KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI DAERAH URBAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIALANG BUAH TAHUN 2020 Edy Marjuang Purba1. Fitri Jelita2. Cristianna Simanjuntak3. Martaulina Sinaga4 1234Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan Jl. Pintu Air IV Pasar 8 Kelurahan Kwala Bekala. Kec. Medan Johor. Medan edymarjuangp@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Prevalensi anemia pada ibu hamil di Puskesmas Sialang Buah cukup tinggi pada tahun 2019 . ,9%), tahun 2018 yaitu . ,7%), tahun 2017 . ,5%) dan tahun 2016 . ,3%). Prevalensi anemia pada ibu hamil di daerah urban masih cukup tinggi . ,4%). Urgensi penelitian ini adalah perlunya diketahui faktor risiko anemia ibu hamil sehingga dapat dikendalikan dan diatasi yang selanjutnya berdampak pada menurunnya angka anemia pada ibu hamil. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian anemia pada ibu hamil di daerah urban Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Buah tahun 2020. Metode: Jenis penelitian ini adalah observational analitik yang dilakukan untuk mengetahui determinan prevalensi anemia pada ibu hamil di daerah urban Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Buah tahun 2020. Sampel penelitian adalah semua ibu hamil dari daerah urban . Kadar Hb darah diperiksa menggunakan Stik/Hb Meter di Puskesmas Sialang Buah. Ibu hamil dinyatakan anemia apabila kadar Hb darah < 11gr/dl. Data yang dikumpulkan kemudian dilakukan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian: Hasil analilisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan konsumsi tablet Fe dengan anemia pada ibu hamil di daeral urban di Wilayah kerja Puskesmas Sialang Buah Tahun 2020. Tidak ada hubungan antara kehamilan remaja, pendidikan, status ekonomi dan kunjungan ANC dengan Fe dengan anemia pada ibu hamil di daeral urban di Wilayah kerja Puskesmas Sialang Buah Tahun 2020. Simpulan: Bagi Pihak Puskesmas, perlu melakukan penanganan dan tindak lanjut segera bagi ibu hamil yang terjaring anemia sehingga kejadian anemia tidak semakin parah. Bagi pihak Puskesmas juga diharapkan untuk tetap melaksanakan penyuluhan berkala untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan anemia dan monitoring konsumsi tablet Fe. Kata kunci: Anemia. Pengetahuan. Konsumsi tablet Fe. Urban ABSTRACT Background: The prevalence of anemia in pregnant women at the Sialang Buah Health Center is quite high in 2019 . 9%), 2018 . 7%), 2017 . 5%) and 2016 . 3%). The prevalence of anemia among pregnant women in urban areas is still quite high . 4%). The urgency of this study is the need to know the risk factors for anemia in pregnant women so that they can be controlled and overcome, which in turn have an impact on reducing anemia in pregnant women. Purpose: This study was aim to determine the risk factors of anemia prevalence in pregnant women in Urban Areas in the working area of the Sialang Buah Health Center in 2020 Method: The study is an analytic observational which is conducted to determine the determinants of anemia prevalence in pregnant women in the urban area in the working area of the Sialang Buah Community Health Center in 2020. The research sample was all pregnant women from urban areas . Hb blood levels were checked using a stick / Hb meter at the Sialang Buah Health Center. Pregnant women are declared anemic if the blood Hb level is <11gr / dl. The data collected was then analyzed univariate and bivariate. Result: The results of bivariate analysis showed that there was a association between knowledge and consumption of Fe tablets with anemia in pregnant women in urban areas in the working area of the Sialang Buah Health Center in 2020. There was no association between teenage pregnancy, education, economic status and ANC visits with Fe with anemia in pregnant women in urban areas in the working area of the Sialang Buah Health Center. Conclusion: Suggested to Sialang Buah Community Health Center to carry out immediate treatment and follow-up for pregnant women who are caught anemia so that the anemia incidence does not get worse. It is also hoped that the Puskesmas will continue to carry out periodic counseling to increase knowledge of pregnant women about anemia prevention and monitoring of consumption of Fe tablets. Keywords: Anemia. Knowledge. Fe tablet consumption. Urban JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 PENDAHULUAN keadaan dimana jumlah sel darah merah atau Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah tidak mencukupi . Ibu hamil adalah kelompok yang paling rentan mengalami Angka kematian ibu mengacu pada anemia yaitu memiliki Hb kurang dari 11gr/dl jumlah kematian ibu mulai dari masa selama kehamilan. Anemia sangat berbahaya kehamilan, persalinan dan nifas. Kematian ibu bagi kehamilan yaitu dapat menyebabkan dan kematian bayi merupakan tolak ukur kematian janin di kandungan, kejadian abortus, kemampuan pelayanan kesehatan suatu negara. dan kelainan kongenital . WHO . menyatakan bahwa Angka Prevalensi anemia pada ibu hamil di Kematian ibu di Indonesia cukup tinggi Indonesia berdasarkan RISKESDAS 2018 dibandingkan dengan Angka Kematian Ibu di meningkat signifikan dari tahun 2013 . ,1%) negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia ke tahun 2018 . ,9%) . Prevalensi anemia . /100. Thailand di Provinsi Sumatera Utara berada pada . /100. 000 KH). Vietnam . /100. 000 KH), kisaran 15 sampai 39% . Anemia menjadi Jika masalah kesehatan prioritas di Puskesmas dibandingkan dengan negara-negara maju. Sialang Buah dalam beberapa tahun terakhir. angkanya sangat jauh berbeda seperti Australia Prevalensi . /100. 000 KH) dan Jepang . /100. 000 KH) Puskesmas Sialang Buah cukup tinggi pada dan salah satu penyebab kematian ibu adalah tahun 2019 . ,9%), tahun 2018 yaitu . ,7%), perdarahan karena Anemia. tahun 2017 . ,5%) dan tahun 2016 . ,3%) Singapore . /100. KH). Hasil Survei Demografi dan Kesehatan . Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia tahun 2012 menyatakan bahwa daerah urban masih cukup tinggi sehingga angka kematian ibu (AKI) 359 per 100. perlu strategi dan program kesehatan yang kelahiran hidup. AKI ini cukup tinggi dan jauh berfokus dalam mengatasi tingginya prevalensi lebih buruk dari negara-negara paling miskin anemia di daerah urban dengan memanfaatkan di Asia . Survei Penduduk Antar Sensus sumber daya yang ada. (SUPAS) 2015 menyatakan AKI di Indonesia Anemia pada kehamilan tidak dapat mengalami penurunan menjadi 305/100. dipisahkan dengan perubahan fisiologis yang kelahiran hidup namun hal ini masih jauh dari terjadi selama proses kehamilan, umur janin, target Sustainable Development Goals (SDG. dan kondisi ibu hamil sebelumnya. Pada saat tahun 2030 yaitu 70 per 100. 000 kelahiran hamil, tubuh akan mengalami perubahan yang Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2018 disebutkan bahwa perdarahan meningkat sekitar 20 - 30 %, sehingga karena anemia zat besi menjadi salah satu memerlukan peningkatan kebutuhan pasokan penyebab utama kematian ibu dengan proporsi besi dan vitamin untuk membuat hemoglobin sebesar 31,25% . Anemia adalah suatu (H. Ketika hamil, tubuh ibu akan membuat JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 lebih banyak darah untuk berbagi dengan Oktober 2020. Tahapan penelitian ini dimulai Tubuh memerlukan darah hingga 30 saat ibu % lebih banyak dari pada sebelum hamil . Buah kemudian ibu hamil diwawancarai Prevalensi anemia tahun 2019 di berkunjung ke Puskesmas Sialang daerah urban di Wilayah Kerja Puskesmas karakteristiknya, dan setelah itu Sialang Buah cukup tinggi yaitu 35,4%. pengambilan darah vena. Kadar Hb darah Beberapa determinan yang dicurigai menjadi diperiksa menggunakan Stik/Hb Meter di penyebab tingginya angka kejadian anemia Puskesmas Sialang Buah. Ibu hamil inyatakan adalah kehamilan remaja, pendidikan dan anemia apabila kadar Hb darah < 11gr/dl. Selanjutnya dilakukan analisis secara deskriptif kunjungan antenatal dan kurangya kepatuhan pada karakteristik ibu hamil sebagai sampel. Fe. Kemudian dilakukan analisis bivariat dengan Berdasarkan Laporan Kordinator Bidan di uji Chi-square untuk mengetahui faktor risiko Puskesmas Sialang Buah, proporsi kehamilan kejadian anemia pada ibu hamil di daerah remaja di Puskesmas Sialang Buah cukup urban Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Buah Beberapa kehamilan saat usia sekolah (SMP dan SMA) sehingga tingkat pengetahuan dan pendidikan HASIL perlu diteliti apakah juga berpengaruh terhadap Karakteristik Responden kejadian anemia. Tujuan penelitian ini untuk Karakteristik ibu hamil yang menjadi mengetahui determinan prevalensi anemia responden di daerah urban di wilayah kerja pada ibu hamil di daerah urban Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Buah dapat dilihat pada Puskesmas Sialang Buah tahun 2020. Berdasarkan Tabel 1 Dapat dilihat bahwa ibu hamil yang menjadi responden di METODE Jenis daerah urban di Wiayah Kerja Puskesmas observational analitik yang dilakukan untuk Sialang Buah lebih banyak yang mengetahui determinan prevalensi anemia kehamilan remaja yaitu 39 orang . ,76%). pada ibu hamil di daerah urban Wilayah Kerja Dilihat dari tingkat pendidikan, lebih banyak Puskesmas Sialang Buah tahun 2020. Sampel ibu hamil yang memiliki tingkat pendidikan penelitian adalah semua ibu hamil dari daerah tinggi yaitu sebanyak 31 orang . ,45%). yang melakukan kunjungan Dilihat dari pengetahuan, lebih banyak ibu antenatal di Puskesmas Sialang Buah. Daerah hamil yang memiliki pengetahuan baik yaitu ini dijadikan sebagai lokasi penelitian karena sebanyak 33 orang . ,90%). memiliki jumlah kasus anemia ibu hamil yang masih tinggi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan pada Bulan Agustus- JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 Tabel 1 Distribusi Ibu Hamil Berdasarkan Karakteristik Karakteristik Ibu Hamil Kehamilan Remaja 31,76 Tidak 67,24 Pendidikan Rendah 46,55 Tinggi 53,45 Pengetahuan Tidak baik 43,10 Baik 56,90 Status Ekonomi Rendah 51,72 Tinggi 48,28 Kunjungan ANC Tidak teratur 39,66 Teratur 60,34 Konsumsi Tablet Fe Tidak Cukup 58,62 Cukup 41,38 Total . ,62%). Prevalensi Anemia Prevalensi kejadian anemia pada ibu di daerah urban di wilayah kerja Puskesmas Sialang Buah Kabupaten Serdang Bedagai dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 2 Distribusi Ibu Hamil Berdasarkan Status Anemia di Daerah Urban di Wilayah Kerja Puskesmas Siang Buah Tahun 2020 Status Anemia Jumlah . Anemia 37,93 Normal 62,07 Jumlah Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa prevalensi anemia di daerah urban di wilayah kerja Puskesmas Sialang Buah cukup tinggi yaitu 37,93%. Jumlah ibu hamil yang tidak mengalami anemia sebanyak 36 orang Dilihat dari status ekonomi, lebih . ,07%). banyak ibu hamil yang memiliki status ekonomi rendah yaitu sebanyak 30 orang Analisis Bivariat . ,72%). Dilihat dari kunjungan ANC, lebih banyak ibu hamil yang memiliki kunjungan ANC teratur yaitu sebanyak 35 orang . ,34%). Dilihat konsumsi tablet Fe, lebih banyak ibu hamil yang mengonsumsi Tablet Analisis bivariat beberapa determinan dengan kejadian anemia di daerah urban di Puskesmas Sialang Buah Kabupaten Serdang Bedagai dapat dilihat pada tabel berikut: :. Fe tidak cukup yaitu sebanyak 34 orang JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 Tabel 3 Analisis Bivariat Faktor Risiko Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sialang Buah Tahun 2020 Variabel Anemia Kehamilan Remaja Tidak Pendidikan Rendah Tinggi Pengetahuan Tidak baik Baik Status Ekonomi Rendah Tinggi Kunjungan ANC Tidak teratur Teratur Konsumsi Tablet Fe Tidak cukup Cukup Kejadian anemia Tidak anemia Total %CI) P-value . ,65-3. PEMBAHASAN analisis bivariat menyatakan bahwa ada Karakteristik ibu hamil yang menjadi responden dalam penelitian ini di daerah tablet Fe dengan anemia pada ibu hamil di urban wilayah kerja Puskesmas Sialang Buah daerah urban di Wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Serdang Bedagai adalah bahwa Sialang Buah Tahun 2020. Hal ini berarti bahwa determinan prevalensi anemia di kehamilan remaja yaitu 19 orang . ,76%), daerah urban di Wilayah kerja Puskesmas lebih banyak ibu hamil yang memiliki tingkat Sialang Buah adalah pengetahuan yang pendidikan tinggi yaitu sebanyak 31 orang rendah dan konsumsi tablet Fe yang tidak . ,45, lebih banyak ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 33 orang Dari penelitian ini dapat disimpulkan . ,90%), lebih banyak ibu hamil yang seseorang, maka semakin meningkat risiko sebanyak 30 orang . ,72%), lebih banyak ibu hamil yang memiliki kunjungan ANC Perubahan teratur yaitu sebanyak 35 orang . , dan perubahan terbuka akibat suatu stimulus lebih banyak ibu hamil yang mengonsumsi tertentu, didahului oleh perubahan tertutup Tablet Fe tidak cukup yaitu sebanyak 34 orang . ,62%). Prevalensi anemia di daerah perubahan sikap, baru perubahan praktik . urban di wilayah kerja Puskesmas Sialang Hal ini juga berlaku pada praktik atau Buah cukup tinggi yaitu 37,93%. Hasil perilaku terhadap pencegahan anemia pada JURNAL ILMIAH UMUM DAN KESEHATAN AISYIYAH. VOL. 6 NO. 1 JUNI 2021 saat kehamilan sampai dengan bersalin . KESIMPULAN DAN SARAN Mengkonsumsi tablet Fe secara tidak Prevalensi anemia di daerah urban di teratur dan tidak cukup dapat mengakibatkan wilayah kerja Puskesmas Sialang Buah cukup zat besi tidak dapat diabsorbsi secara optimal . Konsumsi zat besi tidak boleh dihentikan setelah hemoglobin mencapai nilai normal, mengalami kehamilan remaja, tetapi harus dilanjutkan selama 2-3 bulan lagi yang memiliki tingkat pendidikan tinggi, lebih untuk memperbaiki cadangan besi. Pemberian banyak yang memiliki pengetahuan baik, lebih zat besi selama 2-3 bulan setelah hemoglobin banyak yang memiliki status ekonomi rendah, lebih banyak yang memiliki kunjungan ANC pengobatan dengan zat besi adalah agar teratur, dan lebih banyak yang mengonsumsi Tablet Fe tidak cukup. 37,93%. Responden lebih banyak morfologi darah tepi menjadi normal dan Faktor Risiko Kejadian anemia di cadangan besi dalam tubuh terpenuhi. Sebelum daerah urban di Wilayah kerja Puskesmas dilakukan pengobatan harus dikalkulasikan Sialang Buah adalah pengetahuan yang rendah dan konsumsi tablet Fe yang tidak cukup. Perlu dibutuhkan . dilakukan penanganan dan tindak lanjut segera Mengkonsumsi tablet Fe dalm jumlah bagi ibu hamil yang terjaring anemia sehingga yang tidak cukup akan berdampak pada kejadian anemia tidak semakin parah. Bagi efektifitas penambahan sel darah merah tidak Pihak Puskesmas, diharapkan untuk tetap Padahal meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang penambah darah yang telah diberikan oleh pencegahan anemia dan monitoring konsumsi petugas kesehatan . Pemberian tablet Fe tablet Fe sehingga ibu hamil bisa terhindar dari sebanyak 90 butir selama kehamilan yang anemia anemia dan penkait lainnya. kebutuhan zat besi bagi ibu hamil dan janin. REFERENSI