HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RUJUK BALIK (PRB) DI APOTEK SETRA FARMA Nabila Syarifatul Husen*. Dewi Darwati Agustini. Maulana Yusuf Alkandahri Program Studi Sarjana Farmasi. Fakultas Farmasi. Universitas Buana Perjuangan Karawang. Karawang. Indonesia. *Penulis Korespondensi: fm22. nabilahusen@mhs. ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang memerlukan kepatuhan terapi jangka panjang, yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada Pasien Rujuk Balik (PRB) di Apotek Setra Farma. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 255 responden yang dipilih secara purposive sampling dan sampel sebanyak 156 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Hipertension Knowledge Level Scale (HKLS) dan Hill-Bone Scale, serta dianalisis dengan uji Chi-square . < 0,. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan baik dan kepatuhan tinggi, serta terdapat hubungan signifikan antara keduanya . < 0,. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah peningkatan pengetahuan pasien berperan dalam meningkatkan kepatuhan terapi hipertensi. Kata Kunci: Pasien Hipertensi. Pengetahuan Hipertensi. Kepatuhan Minum Obat. Program Rujuk Balik (PRB). Apotek. ABSTRACT Hypertension is a noncommunicable disease that requires long-term treatment adherence, which is influenced by patientsAo level of knowledge. This study aims to determine the relationship between knowledge and adherence to antihypertensive medication among patients in the referralback program (PRB) at Setra Farma Pharmacy. The method used was a quantitative crosectional design with 255 respondents selected through purposive sampling, resulting in a sample of 156 respondents. Data were collected using the Hypertension Knowledge Level Scale (HKLS) and the Hill-Bone Scale questionnaires and analyzed using the Chi-square test . < 0. The results showed that the majority of respondents had good knowledge and high adherence, and there was a significant relationship between the two . < 0. The conclusion drawn from this study is that increased patient knowledge plays a role in improving adherence to hypertension Keywords: Hypertensive Patients. Hypertension Knowledge. Medication Adherence. Referral Back Program (PRB). Pharmacy. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 PENDAHULUAN hipertensi tidak hanya dipengaruhi oleh Hipertensi merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kepatuhan pasien dalam menjalankan tekanan darah pada arteri dan menjadi terapi dan melakukan kontrol kesehatan salah satu masalah kesehatan utama di secara rutin (Sari et al. , 2. dunia karena berisiko menyebabkan Tingkat komplikasi serius, seperti stroke, gagal hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tingkat (Napitupulu et al. , 2. Kondisi ini pengetahuan pasien mengenai penyakit dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dan pengobatannya. Pengetahuan yang yang tidak dapat dimodifikasi seperti baik dapat membantu pasien memahami usia dan genetik, maupun faktor yang pentingnya penggunaan obat secara dapat dimodifikasi seperti pola makan teratur, menjaga pola hidup sehat, serta tinggi natrium, kurang aktivitas fisik, penyakit (Siswanto et al. , 2. Pasien hipertensi, pengendalian tekanan darah dengan tingkat pengetahuan yang baik yang optimal sangat bergantung pada keberhasilan terapi jangka panjang dan Pada dibandingkan pasien dengan tingkat pengobatan antihipertensi (Rahasasti pengetahuan rendah. Pengetahuan yang dan Laeliyah, 2. Program Rujuk baik juga berperan dalam mendukung Balik (PRB) merupakan salah satu upaya keberhasilan terapi hipertensi jangka panjang (Longa et al. , 2. Meskipun demikian, tingkat pengetahuan dan kepatuhan penggunaan obat pada pasien hipertensi (Rahayu dan Kusumawati, hipertensi peserta PRB masih menjadi Program ini bertujuan untuk permasalahan yang perlu diperhatikan. mengoptimalkan pelayanan kesehatan Perbedaan karakteristik pasien, akses melalui pemantauan rutin di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan supervisi dokter spesialis. Dalam keberhasilan terapi pada masing-masing individu (Ardianti et al. , 2. Selain PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 itu, tingkat pengetahuan dengan kepatuhan purposive sampling, sehingga sampel penggunaan obat antihipertensi pada didapatkan 156 responden dari total pasien PRB masih terbatas, khususnya di populasi 255 pasien PRB hipertensi Apotek Setra Farma. Oleh karena itu. JanuariAeMaret Pengumpulan menggunakan kuesioner Hypertension hipertensi peserta Program Rujuk Balik Knowledge-Level Scale (HKLS) dan (PRB), tingkat pengetahuan, tingkat Hill-Bone Scale yang telah dimodifikasi kepatuhan minum obat antihipertensi, serta diuji validitas kembali. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Kesehatan penggunaan obat antihipertensi pada (KEPK) Institut Kesehatan Immanuel pasien PRB di Apotek Setra Farma. Bandung 005/KEPK/IKI/E2/I/2026. Data METODE PENELITIAN dianalisis secara univariat dan bivariat Penelitian menggunakan uji Chi-Square dengan metode kuantitatif dengan desain cross- tingkat signifikansi p < 0,05 (Nurdin et sectional untuk mengetahui hubungan , 2. Rincian instrumen kuesioner tingkat pengetahuan dengan kepatuhan Hypertension Knowledge-Level Scale minum obat antihipertensi pada pasien (HKLS) Program Rujuk Balik (PRB) di Apotek pengetahuan pasien hipertensi disajikan Setra pada Tabel 1. Farma. Sampel Tabel 1. Kuesioner Hypertension Knowledge-Level Scale (HKLS). Pertanyaan Jawaban Apakah tekanan darah tinggi sistolik atau diastolik oa Iya dapat mengindikasikan peningkatan tekanan darah? Apakah peningkatan tekanan darah diastolik juga oa Iya menunjukkan adanya hipertensi? Apakah obat untuk tekanan darah tinggi harus oa Iya diminum setiap hari? oa Tidak oa Tidak oa Tidak PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Apakah penderita hipertensi hanya perlu minum obat saat sedang sakit? Apakah penderita hipertensi harus mengonsumsi obat dalam jangka panjang atau seumur hidup? Apakah penderita hipertensi perlu minum obat karena obat merupakan cara terbaik untuk mengontrol tekanan darah? Jika obat hipertensi sudah dapat mengontrol tekanan darah, apakah perubahan gaya hidup menjadi tidak perlu dilakukan? Apakah hipertensi merupakan bagian dari proses penuaan sehingga tidak perlu dilakukan Jika penderita hipertensi mengubah gaya hidup, apakah pengobatan menjadi tidak diperlukan? Apakah penderita hipertensi boleh mengonsumsi makanan asin selama minum obat secara teratur? Apakah penderita hipertensi boleh mengonsumsi minuman beralkohol? Apakah penderita hipertensi tidak dianjurkan untuk merokok? Apakah penderita hipertensi dianjurkan untuk sering mengonsumsi buah dan sayuran? Apakah metode memasak terbaik bagi penderita hipertensi adalah menggoreng? Apakah metode memasak terbaik bagi penderita hipertensi adalah merebus atau memanggang? Apakah jenis daging terbaik bagi penderita hipertensi adalah daging putih seperti unggas? Apakah daging merah seperti sapi dan kambing merupakan pilihan terbaik bagi penderita Apakah hipertensi dapat menyebabkan kematian dini jika tidak ditangani? Apakah hipertensi dapat menyebabkan penyakit jantung seperti serangan jantung jika tidak Apakah hipertensi dapat menyebabkan stroke jika tidak ditangani? Apakah hipertensi dapat menyebabkan gagal ginjal jika tidak ditangani? oa Iya oa Tidak oa Iya oa Tidak oa Iya oa Tidak oa Iya oa Tidak oa Iya oa Tidak oa Iya oa Tidak oa Iya oa Tidak oa Iya oa Tidak oa Iya oa Tidak oa Iya oa Tidak oa Iya oa Tidak oa Iya oa Tidak oa Iya oa Tidak oa Iya oa Tidak oa Iya oa Tidak oa Iya oa Tidak oa Iya oa Tidak oa Iya oa Tidak PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Apakah hipertensi dapat menyebabkan gangguan oa Iya penglihatan jika tidak ditangani? oa Tidak Rincian instrumen kuesioner Hill-Bone Scale untuk mengukur tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Kuesioner Hill-Bone Scale. Pertanyaan Jawaban Saya lupa minum obat tekanan darah Saya memutuskan untuk tidak minum obat tekanan darah Saya mengonsumsi makanan asin Saya menambahkan garam makanan sebelum dimakan Saya mengonsumsi makanan cepat saji Saya membuat janji kontrol sebelum meninggalkan tempat praktik dokter Saya tidak hadir pada jadwal kontrol yang telah ditentukan Saya lupa menebus resep obat tekanan Obat tekanan darah saya habis oa 1. Tidak pernah oa 2. Kadang kadang oa 3. Sebagian besar waktu oa 4. Selalu oa 1. Tidak pernah oa 2. Kadang kadang oa 3. Sebagian besar waktu oa 4. Selalu oa 1. Tidak pernah oa 2. Kadang kadang oa 3. Sebagian besar waktu oa 4. Selalu oa 1. Tidak pernah oa 2. Kadang kadang oa 3. Sebagian besar waktu oa 4. Selalu oa 1. Tidak pernah oa 2. Kadang kadang oa 3. Sebagian besar waktu oa 4. Selalu oa 1. Tidak pernah oa 2. Kadang kadang oa 3. Sebagian besar waktu oa 4. Selalu oa 1. Tidak pernah oa 2. Kadang kadang oa 3. Sebagian besar waktu oa 4. Selalu oa 1. Tidak pernah oa 2. Kadang kadang oa 3. Sebagian besar waktu oa 4. Selalu oa 1. Tidak pernah PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Saya melewatkan minum obat tekanan darah sebelum pergi ke dokter Saya tidak minum obat tekanan darah saat merasa kondisi tubuh membaik Saya tidak minum obat tekanan darah saat merasa sakit Saya mengonsumsi obat tekanan darah milik orang lain Saya tidak minum obat tekanan darah karena kurang hati hati atau lalai HASIL DAN PEMBAHASAN oa 2. Kadang kadang oa 3. Sebagian besar waktu oa 4. Selalu oa 1. Tidak pernah oa 2. Kadang kadang oa 3. Sebagian besar waktu oa 4. Selalu oa 1. Tidak pernah oa 2. Kadang kadang oa 3. Sebagian besar waktu oa 4. Selalu oa 1. Tidak pernah oa 2. Kadang kadang oa 3. Sebagian besar waktu oa 4. Selalu oa 1. Tidak pernah oa 2. Kadang kadang oa 3. Sebagian besar waktu oa 4. Selalu oa 1. Tidak pernah oa 2. Kadang kadang oa 3. Sebagian besar waktu oa 4. Selalu antihipertensi pada pasien Program distribusi karakteristik responden serta Rujuk Balik (PRB) di Apotek Setra variabel penelitian yang meliputi usia. Farma jenis kelamin, tingkat pengetahuan, dan seperti berikut Untuk Tabel 3. Jenis Kelamin Responden Pasien Hipertensi. Jenis Kelamin Persentase (%) Laki-laki Perempuan Jumlah PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 pascamenopause Tabel 3 menunjukkan bahwa responden perempuan cenderung lebih mendominasi dibandingkan laki-laki hipertensi pada perempuan. Estrogen pada pasien hipertensi Program Rujuk Balik (PRB) di Apotek Setra Farma. Hasil penelitian ini sejalan dengan darah dan regulasi profil lipid, sehingga Subantara melaporkan bahwa kejadian hipertensi menyebabkan perempuan lebih rentan laki-laki, mengalami peningkatan tekanan darah. masing-masing Selain faktor hormonal, peningkatan perempuan sebesar 53,7% dan laki-laki usia pada perempuan juga dapat sebesar 46,3%. berkontribusi terhadap meningkatnya risiko hipertensi akibat perubahan dengan faktor hormonal, terutama fisiologis pada sistem pembuluh darah penurunan hormon estrogen pada fase (Ibrahim et al. , 2. Kondisi Tabel 4. Usia Responden Pasien Hipertensi. Tabel Usia Persentase (%) 24-34 tahun 35-44 tahun 45-54 tahun 55-64 tahun 65-74 tahun 75-84 tahun Jumlah Kondisi pasien hipertensi Program Rujuk Balik berkaitan dengan proses degenerasi (PRB) Apotek Setra Farma didominasi oleh kelompok usia dewasa penurunan elastisitas pembuluh darah, akhir hingga lanjut usia, yang secara klinis memiliki kerentanan lebih tinggi peningkatan resistensi perifer sehingga PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 tekanan darah cenderung meningkat melemahnya sistem pertahanan tubuh seiring bertambahnya usia (Umah et al. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Timbulus et al. Pertambahan . di RSUD Mitra Sehat, yang produksi hormon tertentu mengalami menemukan dominasi kelompok usia 55Ae64 36,1% perlindungan terhadap sistem vaskular menunjukan keselarasan dengan hasil Dampak dari perubahan Lumen penyempitan dan kekakuan dinding peningkatan tekanan darah sistolik yang signifikan pada kelompok lanjut akhirnya menaikkan tekanan darah usia (Ibrahim et al. , 2. Degradasi fungsi organ serta Tabel 5. Tingkat Pengetahuan Pasien Hipertensi. Pengetahuan Persentase (%) Baik Tidak baik Jumlah Tabel 5 menunjukan mayoritas pasien hipertensi Program Rujuk Balik berbagai faktor, seperti pendidikan, (PRB) di Apotek Setra Farma memiliki tingkat pengetahuan yang baik terkait informasi kesehatan. (Citra et al. Di sisi lain, faktor stres. Pengetahuan merokok, serta asupan tinggi natrium penting dalam membangun kesadaran dan lemak yang merupakan determinan pasien untuk menjalani pengobatan utama sehingga memperbesar risiko hipertensi (Apsari dan Wintariani, pentingnya terapi jangka panjang dan Penelitian ini selaras dengan penelitian Rahmadi et al. , . di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru, yang melaporkan sebagian Pengetahuan PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 besar responden . ,9%) memiliki keyakinan positif pada diri pasien mengenai urgensi penggunaan obat secara konsisten dan teratur. Pengetahuan tersebut terbukti mampu menumbuhkan Tabel 6. Tingkat Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi. Kepatuhan Persentase (%) Tinggi Rendah Jumlah Tabel 6 menunjukan sebagian Puskesmas Taratara yang mencatat besar pasien hipertensi Program Rujuk tingkat ketaatan medikasi mencapai Balik (PRB) di Apotek Setra Farma 96,3%, tingkat pengetahuan yang baik berkaitan penggunaan obat antihipertensi yang Kondisi ini menunjukkan bahwa pasien telah menjalankan terapi sesuai Pengetahuan anjuran tenaga kesehatan, sehingga terhadap pentingnya penggunaan obat pengendalian tekanan darah. Kepatuhan dalam penggunaan obat antihipertensi terhadap regimen pengobatan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga menjaga stabilitas tekanan darah dan kestabilan tekanan darah pada pasien meningkatkan keberhasilan terapi pada hipertensi (Juniarti et al. , 2. Untuk pasien hipertensi. Tingkat kepatuhan yang baik juga berhubungan dengan pengetahuan dengan kepatuhan minum kemungkinan tercapainya target tekanan darah yang optimal (Tumundo et al. hipertensi Program Rujuk Balik (PRB) di Apotek Setra Farma dilakukan analisis Hasil dengan penelitian Kapoh et al. , . di univariat dengan uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 Tabel 7. Hasil uji Chi-Square Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi. Kepatuhan Rendah Tinggi Pengetahuan Tidak baik 66,7 7 33,3 Baik 11,1 120 Tabel Total Keterangan 88,9 135 penggunaan obat secara teratur, serta risiko komplikasi apabila pengobatan < 0,001 Signifikan Pengetahuan yang memadai dapat antihipertensi yang lebih tinggi pada meningkatkan kesadaran dan perilaku pasien Program Rujuk Balik (PRB) di kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Apotek Setra Farma. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang dipengaruhi oleh faktor lain seperti signifikan antara tingkat pengetahuan motivasi, kesibukan, dan dukungan (Kapoh et al. , 2. antihipertensi, sehingga pengetahuan menjadi salah satu faktor penting yang KESIMPULAN Kesimpulan memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Irawan dan Siregar . di Puskesmas Danau Marsabut memperoleh nilai p = 0,001 (<0,. , penggunaan obat antihipertensi. Pasien dengan tingkat pengetahuan yang baik cenderung lebih memahami pentingnya menunjukkan bahwa pasien hipertensi peserta Program Rujuk Balik (PRB) di Apotek Setra Farma didominasi oleh perempuan dan kelompok usia 55Ae64 Mayoritas tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat antihipertensi yang baik. Selain itu, terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien PRB di Apotek Setra Farma. PHARMA XPLORE Ae JURNAL SAINS DAN ILMU FARMASI. Vol. No. Mei 2026 DAFTAR PUSTAKA