Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Optimizing The Utilization of Betung Bamboo by Straightening and Preservation Techniques in Bangunsari Village. Tanjung Morawa District. Deli Serdang Regency. Sumatera Utara Surya Dharma1. Angga Bahri Pratama2*. Ferry Fachrizal3. Dina Tri Septiningtiyas4. Mardiana5. Ts. Harun Bin Sahat6. Noor Aisyah Binti Mohd Zahar6. Wan Fadhilah Bin Wan Hitam6 Program Studi Teknik Mesin. Politeknik Negeri Medan. Medan. Indonesia Program Studi Teknik Konversi Energi. Politeknik Negeri Medan. Medan. Indonesia Program Studi Teknik Komputer. Politeknik Negeri Medan. Medan. Indonesia Program Studi Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan. Politeknik Negeri Medan. Medan. Indonesia Program Studi Teknik Elektronika. Politeknik Negeri Medan. Medan. Indonesia Politeknik Nilai Malaysia. Negeri Sembilan. Malaysia *Korespondensi: Angga Bahri Pratama . nggabahri@polmed. Abstrak Keberadaan bambu di Indonesia sudah sangat banyak, bahkan hampir disetiap wilayah Indonesia mudah sekali ditemukan bambu. Pada umumnya, bentuk dari kontruksi bambu tidak sepenuhnya lurus, sehingga sebagian masyarakat tidak banyak menggunakan bambu sebagai tiang atau material pendukung untuk keperluan bangunan maupun gedung. Dari berbagai penelitian, struktur bambu terbukti memiliki banyak keunggulan. Seratnya yang liat dan elastis sangat baik dalam menahan beban . aik beban tekan/tarik, geser, maupun teku. Adapun tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan informasi, pemahaman dan keterampilan pada masyarakat tentang bagaimana teknik dalam mengolah dan menggunakan bambu untuk berbagai keperluan terutama untuk tiang bangunan maupun tempat budidaya tanaman. Teknik tersebut adalah dengan cara meluruskan bentuk bambu tersebut sehingga bambu yang sudah diluruskan, bisa digunakan dalam skala yang lebih luas. Bambu diluruskan dengan mesin sederhana dengan bantuan api sehingga bambu lebih mudah untuk diolah. Setelah bambu tersebut diluruskan dengan bantuan mesin yang dilengkapi dengan perangkat hidrolik dan dipanaskan menggunakan api, sehingga nilai tambah dari bambu tersebut menjadi lebih meningkat dan bisa dimanfaatkan lebih luas lagi. Kata kunci: Optimalisasi. Bambu. Teknik Pelurusan. Abstract The existence of bamboo in Indonesia is very abundant. in fact, it is easy to find bamboo in almost every region of Indonesia. In general, the shape of bamboo construction is not completely straight, so some people do not use bamboo as a pole or supporting material for building or construction From various studies, bamboo structures have been proven to have many advantages. ItAos tough and elastic fibers are very good at withstanding loads . oth compressive/tensile, shear, and bending load. This service aims to provide information, understanding, and skills to the community about how to process and use bamboo for various purposes, especially for building poles and plant cultivation places. The technique is by straightening the shape of the bamboo so that the straightened bamboo can be used on a wider scale. Bamboo is straightened with a simple machine with the help of fire, so that the bamboo is easier to process. After the bamboo is straightened with the help of a machine equipped with a hydraulic device and heated using fire, the added value of the bamboo increases and can be used more widely. Keywords: Optimization. Bamboo. Straightening Technique Submit: Maretl 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Tanjung Morawa terletak di Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara. Daerah ini berdasarkan hasil observasi yang sudah dilakukan oleh Tim PMKM, merupakan daerah yang masih banyak ditemukan tumbuhan Tumbuhan bambu tumbuh menyebar, hampir disemua kawasan yang ada di daerah Tanjung Morawa. Bambu-bambu ini tumbuh liar dan belum dibudidayakan. Bambu memegang peranan perekonomian dan sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Manfaat dari bambu tersebut didapatkan dari kelebihan bambu itu sendiri diantaranya adalah keras, mudah diangkut, elastis dan sifat mekanik yang lebih unggul jika dibandingkan dengan kayu. Selain itu bambu juga relatif lebih murah jika dibandingkan dengan bahan bangunan lainnya (Yani & Anggraini, 2. Batang bambu dalam bentuk bulat juga bisa kontruksi rumah, jembatan, tangga, dan pipa air. Bambu yang digunakan pada pengabdian ini adalah bambu jenis Bambu . endrocalamus aspe. merupakan salah satu jenis bambu besar dan berdinding buluh tebal dibanding jenis-jenis bambu yang lain. Bambu jenis ini mempunyai kekuatan mekanik yang cukup tinggi . uat tarik bagian luar 2850 kg/cm dan kuat tarik bagian dalam 970 kg/ c. (Eskak & Paramadharma, 2. Fakultas Kehutanan IPB mengungkapkan fakta bahwa kuat tekan bambu . ang berkualita. sama dengan kayu, bahkan kekuatan dalam segi uji tariknya lebih baik daripada Vol. 9 No. Mei 2025 Bahkan, dengan kekuatan seperti ini, jenis bambu tertentu bisa menggantikan baja sebagai tulangan beton (Fahrina, 2. Sekarang ini, para ahli telah mencoba kemungkinan penggunaan bahan lain seperti bambu untuk dimanfaatkan sebagai tulangan beton Bambu merupakan salah dimanfaatkan sebagai material dalam pembangunan sipil. Saat ini sudah banyak orang menggunakan bambu sebagai pengganti material lain agar lebih ekonomis dalam hal biaya Dalam kenyataannya, bambu berkualitas tinggi dapat diperoleh pada kurun waktu yang relatif singkat, yaitu sekitar 2 sampai 5 tahun. Kenyataan lain dari bambu betung adalah mudah ditanam dan tidak memerlukan perawatan khusus (Eskak & Paramadharma, 2. Normalnya, semua bambu tumbuh tidak sepenuhnya lurus, sehingga perlu dilakukan beberapa perlakuan, sehingga bambu ini bisa lurus dan dimanfaatkan sebagai tiang Mesin yang digunakan sangat sederhana dan mudah untuk dibuat, karena hanya memanfaatkan gaya tekan dari perangkat hidrolik dan panas dari api untuk membantu memanaskan batang bambu supaya lebih mudah untuk diluruskan. Berdasarkan bambu betung tersebut, mulai dari mempunyai kekuatan mekanik yang lebih tinggi dari kayu bahkan perawatan yang sangat mudah sehingga populasi bambu betung di Tanjung Morawa menjadi sangat Kondisi seperti ini sangat bagus untuk dimanfaatkan sebagai bahan pengganti kayu untuk keperluan bangunan dan gedung. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) seperti tiang penyangga, tempat tanaman hias, hidroponik dan lainlain. Tim PMKM memanfaatkan bambu betung ini yang sebelumnya Vol. 9 No. Mei 2025 juga lebih kuat jika dibandingkan dengan kayu (Menahan et al. , 2. METODE PELAKSANAAN Pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2025 di salah satu desa, di Kecamatan Tanjung Morawa. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara. Daerah tersebut memang memiliki potensi bambu yang sangat berlimpah. Kontruksi bambu yang dari awal tidak lurus, membuat pemanfaatan bambu menjadi tidak maksimal. Keunggulan yang sangat banyak berlimpah, membuat Tim PMKM memanfaatkan kondisi tersebut untuk melakukan pengabdian. Pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan kekuatan bambu betung sebagai tiang penyangga tanaman hias dan tanaman lainnya, sehingga dengan kondisi tersebut bisa menguntungkan baik untuk para petani maupun pelaku usaha tanaman hias. Bambu tersebut diluruskan menggunakan mesin dengan bantuan perangkat hidrolik dan panas dari api. Pada dasarnya, kegiatan PMKM ini juga membantu para petani dan pelaku usaha yang bergerak dibidang sejenis, untuk bisa memanfaatkan bambu betung sebagai alat bantu atau tiang penyangga. Sehingga dengan diluruskan tersebut, bisa mengurangi dari segi biaya dan dari segi kekuatan Gambar 1. Mesin Untuk Meluruskan Bambu Betung Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif Sumber data yang diutamakan dalam model kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, kemudian tambahan seperti foto lapangan, catatan, dan karya (Ayu et , 2. Kegiatan ini juga melibatkan petani setempat yang mempunyai usaha tanaman hias dan tanaman lainnya, yang memang memerlukan bambu sebagai tiang Petani tersebut juga mempunyai bambu yang sangat banyak, sehingga kondisi ini sangat sesuai dan bisa dimanfaatkan untuk lebih baik lagi. Kegiatan pengabdian dimulai dari merancang mesin untuk kegiatan ini, dengan memperhatikan ukuran dari batang bambu betung. Setelah itu memilih perangkat hidrolik, dalam hal ini menggunakan dongkrak hidrolik, untuk membantu meluruskan batang bambu betung. Selain itu, panas dari api juga dimanfaatkan untuk membantu proses pelurusan batang bambu betung menjadi lebih cepat. Panas dari api juga diperlukan untuk mengurangi kadar air yang ada pada Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) batang bambu. Ditinjau dari data mengandung beberapa unsur karbon penting antara lain Holoselulosa 73,32-83,8%. Lignin 30,01-36,88%. Abu 1,89-4,63% dan SiO21, 013,51%. Berdasarkan proksimat dan ultimat, bambu yang telah mengalami proses pemanasan dan perlakuan suhu dapat menaikkan kualitas bambu sebagai bahan bakar. Bambu yang dipanaskan pada suhu 200-300oC dapat menurunkan kadar zat yang mudah menguap dan meningkatkan persentase kandungan menurunkan kadar oksigen sehingga menghasilkan penurunan rasio O/C yang memiliki peranan penting pada peningkatan nilai bakar biomassa bambu (Salim et al. , 2. Setelah meluruskan bambu ini sudah selesai, melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada petani supaya alat ini bisa digunakan sebagaimana mestinya dan membantu petani tersebut. Vol. 9 No. Mei 2025 menahan beban diatasnya. Teknik menggunakan mesin yang sudah membuat fungsi bambu menjadi lebih luas. Bambu sangat banyak keunggulannya, mulai dari sifat mekanik dan ketersediaannya di Indonesia yang berlimpah (Salim et , 2. Setelah dilakukan Teknik pelurusan kontruksi bambu betung, pemanfaatan bambu betung secara umum menjadi lebih berguna. Lingkungan sekitar menjadi lebih bersih karena bambu yang sudah cukup umur untuk digunakan, bambu menjadi lebih rapi dan bersih. Bambu yang tidak dimanfaatkan sepenuhnya, akan menjadi sarang hewan-hewan liar, seperti ular. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi petani yang memang disekitar wilayah perkebunannya ditumbuhi bambu. Sehingga dengan kegiatan ini, selain meningkatkan perekonomian petani, juga membuat keamanan dan kenyamanan petani menjadi lebih baik lagi. Ketersediaan bambu betung di Lokasi pengabdian Tim PMKM menjadi dasar pertimbangan Tim melakukan kegiatan pengabdian Sifat bambu yang cepat tumbuh dan mudah dalam proses pengerjaannya menyebabkan bambu dapat dimanfaatkan secara luas, khususnya di Indonesia. Menurut (Menahan et al. , 2. , bambu dapat tumbuh sekitar 21-30 cm/hari dan memiliki waktu panen yang singkat. Ketika bambu mencapai umur 3 Ae 5 tahun, maka bambu tersebut sudah bisa dipanen dengan kualitas yang Bambu dengan kualitas yang Gambar 2. Kegiatan Sosialisasi Cara Penggunaan Mesin HASIL DAN PEMBAHASAN Normalnya, kontruksi bambu memang tidak lurus secara sempurna. Kontruksi yang tidak lurus ini apabila digunakan sebagai tiang penyangga, maka tiang tersebut tidak akan sanggup untuk Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) bagus, bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, seperti pagar, tiang penyangga, dan lain-lain (Menahan et al. , 2. Bambu di Indonesia telah digunakan sebagai bahan konstruksi sejak lama. Pemanfaatan bambu sebagai bahan konstruksi selama ini masih bersifat sekunder seperti perancah, reng, atap, dan dinding, padahal bambu dapat digunakan sebagai pondasi, kolom, balok, lantai, dan rangka atap kudakuda (Komariyah. Penggunaan kepentingan konstruksi di Indonesia terbatasnya pengetahuan masyarakat terhadap kekuatan bambu (Putro et , 2. Vol. 9 No. Mei 2025 digunakan dalam jangka waktu yang Apabila tidak dibekali kemampuan dasar ini, maka dikhawatirkan, umur mesin menjadi lebih singkat, dan pemanfaatan bambu betung menjadi tidak Setelah menggunakan mesin untuk meluruskan bambu betung ini, petani lebih gampang dalam memanfaatkan bambu ini untuk mendukung kegiatan pertaniannya. Sampah-sampah bambu ini juga jauh berkurang setelah menggunakan mesin tersebut. Apabila sampah atau bambu berkurang, hewan-hewan liar juga mulai berkurang, sehingga keamanan dan kenyamanan petani menjadi lebih meningkat. Sektor didukung penuh oleh semua aspek Masyarakat, terutama dari pihak Selain membantu dari segi sektor pertanian, pemanfaatan bambu juga berdampak pada sektor pariwisata, seperti membuat tempat untuk tanaman-tanaman strawberry yang memang butuh tiang penyangga atau yang lainnya. Tim PMKM berharap, dengan adanya mesin ini. Masyarakat sekitar tentunya untuk bisa mengolah dan menggunakan bambu betung dalam kegiatan yang lebih luas. Gambar 3. Foto Bersama Tim PMKM dengan Mitra Pengabdian Selain melakukan kegiatan pengabdian. Tim PMKM juga melakukan kegiatan sosialisasi dan penggunaan mesin untuk meluruskan bambu ini. Petani dan Masyarakat setempat perlu diberikan semacam pengetahuan dasar dalam hal menggunakan mesin ini. Selain mahir dalam menggunakan mesin. Masyarakat setempat juga perlu dibekali bagaimana cara menjaga dan merawat mesin ini supaya bisa KESIMPULAN Pelaksanaan pengabdian ini secara umum mendapatkan hasil yang positif baik itu untuk petani maupun Masyarakat sekitar. Hal ini Masyarakat yang hadir dalam kegiatan pengabdian ini. Selain itu disekitaran tempat petani yang menjadi mitra pengabdian Tim Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PMKM, juga menjadi lebih bersih Kegiatan workshop dan sosialisasi yang dilakukan juga menambah ilmu pengetahuan petani dan Masyarakat sekitar. Kegiatan ini juga berdampak pada pendapatan para petani, karena penggunaan bambu menjadi lebih luas lagi. Vol. 9 No. Mei 2025 Fahrina. Pemanfaatan Bambu Betung Bangka Sebagai Pengganti Tulangan Beton Bertulangan Bambu. Jurnal Fropil, 2. , 56Ae68. Komariyah. Karakterisasi Sifat Fisik dan Sifat Mekanik Komposit Polyurethane/Serbuk Bambu Sebagai Aplikasi Panel Pintu Mobil. Jurnal Teknik ITS, 5. , 2015Ae2017. https://doi. org/10. 12962/j23373 Menahan. Normal. Dan. Nugroho. Bahtiar. , & Lelono. Kekuatan Bambu Betung (Dendrocalamus asper Backer ex K . Heyn. Menahan Gaya Normal Tekanan dan Tarikan. Penelitian Hasil Hutan, 40. , 37Ae48. https://doi. org/10. 20886/jphh. Putro. Jumari, & Murningsih. Keanekaragaman Jenis dan Pemanfaatan Bambu di Desa Lopait Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Jurnal Biologi, 3. , 71Ae79. Salim. Cahyana. Putra Prabawa. , & Hamdi. Potensi Bambu Untuk Pemanfaatan Sebagai Bahan Bakar Arang Dengan Metode Pengarangan Retort Tungku Drum. Jurnal Riset Teknologi Industri, 13. , https://doi. org/10. 26578/jrti. Yani. , & Anggraini. Peranan Bambu Dalam Kehidupan Masyarakat Desa Taba Terunjam Bengkulu. UCAPAN TERIMA KASIH Tim Pengabdian mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pimpinan Politeknik Negeri Medan dan Kepala P3M Politeknik Negeri Medan memberikan kesempatan untuk melakukan pengabdian ini. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Bapak Sarjianto dan Masyarakat setempat, mitra pengabdian pada kesempatan kali ini yang sudah Pengabdian Kepada Masayarakat. Tim PMKM juga mengucapkan terimakasih banyak kepada semua Tim pengabdian dari Politeknik Nilai Malaysia, sehingga kolaborasi internasional ini bisa berjalan sebagaimana mestinya. REFERENSI