JIGE 6 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige DOI: https://doi. org/10. 55681/jige. Implementasi Civic Dispotition Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dalam Meningkatkan Kecintaan Tanah Air pada Peserta Didik Kelas 2 di Sekolah Dasar Nada Kencana Maheswari . Arum Fatayan Universitas Muhammadiyah Prof. DR HAMKA. Indonesia *Corresponding author email: nadaken. maheswari @gmail. Article Info Article history: Received July 15, 2025 Approved August 01, 2025 Keywords: Civic Disposition. Pancasila Education. Love Motherland. Elementary School Students ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of civic disposition in Pancasila Education to foster love for the homeland among 2nd-grade students at SDN Dukuh 08 Pagi. The urgency of this research lies in the increasing need to strengthen national character and patriotism from an early age, especially in the face of various contemporary challenges that may erode these values. This research employs a qualitative descriptive method, utilizing observations, interviews with school principals, teachers, students, and parents, as well as documentation to collect data. The findings indicate that the school actively implements civic disposition through various learning methods and extracurricular activities, which significantly contribute to enhancing students' love for their homeland and their understanding of Pancasila values. Challenges identified include limited teaching staff and digital literacy. However, the school employs strategies such as varied teaching methods and increased student appreciation to overcome these obstacles. The study concludes that the comprehensive implementation of civic disposition in Pancasila Education effectively promotes patriotism and positive behavioral changes in students. ABSTRAK implementasi civic disposition dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila guna meningkatkan kecintaan tanah air pada peserta didik kelas 2 SD. Urgensi dari penelitian ini terletak pada semakin pentingnya penguatan karakter kewarganegaraan dan nasionalisme sejak anak usia dini, terutama di tengah berbagai tantangan kontemporer yang berpotensi mengikis nilai dari pentingnya penguatan karakter tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan memanfaatkan observasi, wawancara, baik dengan kepala sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua, serta dokumentasi untuk pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah secara aktif mengimplementasikan civic disposition melalui berbagai metode pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, yang secara spesifik akan berkontribusi pada peningkatan kecintaan tanah air dan pemahaman nilai-nilai Pancasila yang menjadi ideologi negara pada peserta didik. Tantangan yang ada di sekolah meliputi keterbatasan tenaga pendidik dan masih minim nya literasi digital. sekolah menerapkan strategi seperti variasi metode pengajaran dan peningkatan apresiasi siswa untuk bisa mendukung implementasi civic dispotition pada siswa. Studi ini menyimpulkan bahwa implementasi civic disposition yang komprehensif dalam Pendidikan Pancasila secara efektif mendorong perubahan sikap yang positif pada siswa di sekolah dasar. Copyright A 2025. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license Implementasi Civic Dispotition Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila A - 1281 Maheswari & Fatayan / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . How to cite: Maheswari. , & Fatayan. Implementasi Civic Dispotition Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dalam Meningkatkan Kecintaan Tanah Air pada Peserta Didik Kelas 2 di Sekolah Dasar . Jurnal Ilmiah Global Education, 6. , 1281Ae1287. https://doi. org/10. 55681/jige. PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran yang sangat sentral dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi muda sejak sedini mungkin, termasuk dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan atau civic dispotition dan kecintaan terhadap tanah air pada siswa sejak sekolah Di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, tantangan terhadap identitas nasional semakin kompleks. Oleh karena itu, penanaman civic disposition, atau watak kewarganegaraan, menjadi sangat krusial sejak dini, khususnya di jenjang Sekolah Dasar. Civic disposition melibatkan sikap, nilai, dan keterampilan yang esensial bagi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab (Sari, 2. Nilai-nilai ini sangat penting untuk membentuk karakter siswa yang berlandaskan Pancasila sebagai ideologi negara. Pendidikan Pancasila sebagai mata pelajaran inti di sekolah dasar memiliki tanggung jawab besar dalam menginternalisasikan nilai-nilai kebangsaan. Namun, seringkali pembelajaran Pancasila masih bersifat teoritis dan kurang menyentuh aspek afektif serta psikomotorik siswa, sehingga dampaknya terhadap pembentukan karakter dan kecintaan tanah air kurang optimal (Rizkya Salsabila. Dewi, & Furnamasari, 2. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang beragam dalam implementasi civic disposition yang lebih komprehensif dan terintegrasi dalam proses pembelajaran. Observasi di sekolah dasar yang telah dilakukan peneliti menunjukkan bahwa meskipun sekolah telah memiliki visi dan misi yang mengarah pada penanaman nilai-nilai kebangsaan, serta melaksanakan berbagai kegiatan pendukung seperti upacara bendera dan pembiasaan harian, namun masih terdapat tantangan dalam implementasi yang konsisten dan efektif. Tantangan seperti keterbatasan tenaga pendidik dan kurangnya literasi digital pada beberapa siswa dapat menghambat optimalisasi penanaman civic disposition. Perlu adanya peran aktif baik dari sekolah, keluarga, lingkungan untuk bisa mencapai dari tujuan penanaman civic dispotition sejak sekolah dasar. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan oleh peniliti, maka penelitian ini bertujuan untuk meneliti lebih lanjut terkait implementasi civic disposition dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dapat efektif meningkatkan kecintaan tanah air pada peserta didik kelas 2 di Sekolah Dasar, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam implementasi civic dispotition yang lebih efektif untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada generasi penerus bangsa sejak di bangu sekolah dasar. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang dirancang untuk memperdalam dan memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Fokus utamanya adalah mendeskripsikan secara komprehensif aspek-aspek seperti perilaku, persepsi, motivasi, dan tindakan, dalam konteks alami mereka. Data disajikan secara naratif, menggunakan bahasa yang deskriptif, dan dikumpulkan melalui beragam metode alamiah (Moleong, 2017:. Sebagaimana disampaikan Bogdan dan Taylor . alam Moleong, 2017:. , penelitian kualitatif menghasilkan data yang bersifat deskriptif, baik dalam bentuk tulisan, ucapan, maupun observasi langsung terhadap individu dan perilakunya. Hasil dari studi ini bertujuan untuk menyajikan representasi yang seobjektif mungkin mengenai realitas objek penelitian. Implementasi Civic Dispotition Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila A - 1282 Maheswari & Fatayan / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . peneliti menerapkan Teknik analisis data yaitu reduksi data. Ini adalah langkah mencakup pemilihan, peringkasan, dan penyimpulan data yang berasal dari catatan yang didapatkan oleh peneliti di lapangan. Reduksi data bukan hanya sekadar meringkas, melainkan juga sebuah bentuk analisis yang bertujuan untuk menajamkan, mengklasifikasikan, membimbing, memfilter data dan informasi yang tidak perlu, dan mengorganisir data dengan tujuan selaras dengan masalah penelitian. Proses ini juga memungkinkan pengembangan dan pendalaman data lebih lanjut melalui pencarian informasi tambahan (Miles dan Huberman, 2007:. Dengan Teknik triangulasi ini, peneliti memeriksa kembali hasil temuannya dengan cara membandingkan data dari berbagai sumber. Peneliti wawancara di sekolah, dari berbagai macam elemen yang ada di sekolah dasar, baik dari kepala sekolah, orang tua, guru, dan siswa. Peneliti melakukan dokumentasi kegiatan di dalam sekolah, setelah itu peneliti akan memproses data yang diperoleh melalui data wawancara maupun dokumen yang akurat dan dapat ditindaklanjuti dengan menarik kesimpulan dari seluruh data yang sudah diteliti HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Civic Disposition dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan beberapa narasumber kepala sekolah, guru, siswa, orang tua dan observasi di lapangan, implementasi civic disposition dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SD dilakukan melalui beberapa strategi utama. Guru secara aktif mengajarkan nilai-nilai kecintaan terhadap tanah air seperti kesetaraan, kerja sama, kedisiplinan, dan keadilan. Nilai-nilai ini diimplementasikan dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap proses pembelajaran, mendorong mereka untuk memahami dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari di kelas dan di lingkungan sekolah. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru bervariasi, meliputi ceramah untuk menyampaikan konsep dasar, diskusi interaktif untuk memperdalam pemahaman, serta project-based learning yang memungkinkan siswa belajar melalui proyek-proyek yang relevan dengan tema kebangsaan. Pendekatan ini selaras dengan pandangan bahwa pembelajaran aktif dapat meningkatkan watak kewarganegaraan siswa (Triaswari. Sutrisno, & Asmaroini, 2. Dukungan dari pihak sekolah juga sangat signifikan. Kepala sekolah menegaskan bahwa visi dan misi sekolah secara jelas mengarah pada pembentukan peserta didik yang cerdas, berprestasi, terampil, berakhlak mulia, mengamalkan Pancasila, berpendidikan agama, dan Hal ini diwujudkan melalui kebijakan sekolah yang mengintegrasikan civic disposition dalam kegiatan pembiasaan harian. Kegiatan-kegiatan seperti upacara bendera setiap hari Senin untuk meningkatkan rasa nasionalisme, senam bersama setiap hari Selasa, kegiatan Pramuka Implementasi Civic Dispotition Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila A - 1283 Maheswari & Fatayan / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . setiap hari Rabu, pembiasaan kesenian setiap hari Kamis, dan ibadah bersama setiap hari Jumat menjadi rutinitas yang memberikan pengalaman langsung bagi siswa. Selain itu, sekolah juga aktif terlibat dalam kegiatan nasionalisme di luar lingkungan sekolah, seperti mengikuti berbagai lomba (LPS3N. OSN. O2SN) dan mengadakan lomba di hari besar nasional seperti Hari Kartini. Hari Kemerdekaan. Hari Guru. Hari Sumpah Pemuda, dan lain sebagainya. Guna memastikan kualitas pengajaran, kepala sekolah melakukan pengawasan rutin melalui observasi, monitoring, dan evaluasi pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas. Sekolah juga secara proaktif memberikan pelatihan dan workshop kepada guru, termasuk pelatihan mandiri, workshop dari dinas, pelatihan berkelanjutan, dan pembelajaran tutor sebaya, serta mengadakan rapat rutin untuk evaluasi bersama. Sarana dan prasarana sekolah, seperti perpustakaan dan ruang kelas yang kondusif dengan infokus, juga mendukung pembelajaran civic disposition. Peningkatan Kecintaan Tanah Air pada Peserta Didik Peningkatan kecintaan tanah air pada peserta didik kelas 2 SDN Dukuh 08 Pagi terlihat dari beberapa indikator yang didapat dari wawancara dengan siswa, guru, dan orang tua. Siswa menunjukkan pemahaman yang baik tentang 5 sila Pancasila dan mengerti bahwa Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Mereka juga mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, seperti tertib saat masuk dan pulang kelas, mengantri di kantin, bersalaman dengan guru, dan menunjukkan kepedulian sosial. Sebagian besar siswa telah mengenal simbol-simbol negara . eperti Garuda Pancasil. dan lagu kebangsaan (Indonesia Raya. Garuda Pancasila. Ibu Kartin. Mereka secara rutin menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap pagi dan lagu wajib nasional sebelum pulang, menunjukkan rasa bangga terhadap identitas Siswa juga menunjukkan peningkatan dalam menghargai perbedaan suku, budaya, dan Meskipun ada siswa dengan latar belakang agama yang berbeda, mereka tetap berteman dan berinteraksi dengan baik, yang mencerminkan nilai toleransi yang diajarkan oleh guru. Guru, kepala sekolah, dan orang tua mengamati perubahan positif pada sikap siswa. Dari yang awalnya kurang termotivasi atau kurang disiplin, siswa menjadi lebih penurut, mandiri, dan mengerti kewajiban. Orang tua juga melaporkan bahwa anak-anak mereka menunjukkan kebanggaan terhadap negara melalui cerita, lagu, dan pengetahuan tentang simbol-simbol negara di rumah. Antusiasme siswa terhadap pelajaran Pancasila juga tinggi, menganggapnya seru dan menyenangkan karena mengajarkan tentang sikap terhadap orang lain. Mereka juga lebih menyukai metode pembelajaran yang menggunakan film sejarah kebangsaan karena dianggap lebih seru dan mudah dipahami. Keterlibatan aktif siswa dalam lomba-lomba pada hari kemerdekaan di sekolah maupun lingkungan rumah juga menunjukkan antusiasme dan rasa cinta tanah air mereka. Tantangan dan Upaya Mengatasinya Meskipun implementasi civic disposition menunjukkan hasil positif, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi di SDN Dukuh 08 Pagi. Salah satu tantangan utama yang diidentifikasi oleh kepala sekolah dan guru adalah kekurangan tenaga pendidik, khususnya di kelas 1 dan 2, yang menyebabkan seorang guru harus mengajar dua kelas sekaligus, sehingga rasio guru dan Implementasi Civic Dispotition Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila A - 1284 Maheswari & Fatayan / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . siswa tidak sebanding. Selain itu, keterbatasan akses teknologi dan tingkat literasi digital siswa juga menjadi hambatan dalam mengintegrasikan pembelajaran berbasis teknologi secara Aspek kedisiplinan siswa juga menjadi perhatian, di mana beberapa siswa masih memerlukan kontrol dan bimbingan langsung dari guru terkait kedisiplinan dan ketertiban. Untuk mengatasi hambatan ini, sekolah dan guru telah melakukan berbagai upaya. Guru berupaya menciptakan suasana pembelajaran yang lebih kondusif dan bervariasi dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran. Sekolah juga memberikan apresiasi kepada siswa yang berprestasi untuk meningkatkan motivasi belajar mereka, serta menyediakan pembelajaran tambahan bagi siswa yang masih kurang dalam pemahaman materi. Kolaborasi antara kepala sekolah dan guru juga diperkuat melalui komunikasi yang intensif dan rapat rutin untuk evaluasi Kepala sekolah juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai pondasi utama dalam mendukung kecintaan peserta didik terhadap tanah air, karena keluarga merupakan lingkungan pertama bagi siswa sebelum berinteraksi di sekolah. KESIMPULAN Implementasi civic disposition dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas 2 SDN Dukuh 08 Pagi menunjukkan efektivitas yang signifikan dalam meningkatkan kecintaan tanah air pada peserta didik. Sekolah secara proaktif menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui variasi metode pembelajaran yang inovatif dan juga melibatkan siswa aktif dalam proses belajar mengajar di kelas, didukung oleh kebijakan sekolah dan kegiatan pembiasaan di luar kelas. Hal ini tercermin proses perubahan dari peningkatan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila, pengenalan simbol dan lagu kebangsaan, sikap menghargai perbedaan, serta perubahan perilaku positif yang diamati oleh guru, kepala sekolah, dan orang tua. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan tenaga pendidik dan literasi digital, sekolah telah berupaya mengatasinya melalui strategi pembelajaran yang bervariasi dan dukungan kolaboratif. Penelitian ini mengindikasikan bahwa pendekatan holistik dalam menanamkan civic disposition sejak usia dini sangat penting untuk membentuk karakter warga negara Indonesia yang mencintai tanah air dan bertanggung jawab. DAFTAR PUSTAKA