1299 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2026 PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP OBJEK WISATA RELIGI PUJA MANDALA Oleh : Bayu Fitrohadi1. Lalu Masyhudi2. Ulfan Mulyawan3 1,2,3Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram. Indonesia E-mail: 1bayufitohadi@gmail. com, 2laluemipa@gmail. com, 3ulfanbojo@gmail. Article History: Received: 29-12-2025 Revised: 30-12-2025 Accepted: 31-12-2025 Keywords: Atraksi. Aksesibilitas. Minat berkunjung Abstract : Penelitian ini membahas tentang pengaruh atraksi budaya lokal dan aksesibilitas terhadap minat berkunjung wisatawan ke Kampung sasak Ende Desa Sengkol kecamatan Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada wisatawan yang telah berkunjung ke Kampung Sasak Ende. Populasinya adalah semua wisatawan yang pernah berkunjung ke kampung sasak Ende sebanyak 58. 987, dengan sejumlah sampel sebanyak 100. Tehnik sampling dengan aksidental Hasil penelitian menunjukkan secara simultan Atraksi budaya lokal dan aksesibilitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan di Kampung Sasak Ende Desa Sengkol Kecamatan Pujut, dengan nilai F hitung sebesar 26. 844 lebih besar dari F tabel . yaitu 94 . 44 > 3. dengan nilai signifikansi 0. 000 lebih kecil 05 . 000 < 0. R-squared sebesar 0. 356 menunjukkan bahwa sekitar 35. 6% atraksi budaya lokal dan aksesibilitas secara simultan memberikan pengaruh terhadap minat berkunjung wisatawan di Kampung sasak Ende Desa Sengkol. Disarankan Agar hasil penelitian ini dapat menjadi motivasi untuk melestarikan dan mengembangkan budaya-budaya lokal yang dimiliki sehingga kedepannya tetap menjadi daya tarik bagi wisatawan. PENDAHULUAN Pariwisata budaya menjadi salah satu sektor unggulan dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Salah satu destinasi budaya yang unik dan menarik adalah Kampung Sasak Ende yang terletak di Desa Sengkol. Kecamatan Pujut. Kabupaten Lombok Tengah. Kampung ini dikenal karena mempertahankan bentuk rumah tradisional suku Sasak, berbagai pertunjukan tari, ritual adat, serta hasil kerajinan khas setempat. Atraksi budaya merupakan salah satu daya tarik wisata yang bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung . Atraksi budaya lokal seperti Tarian Gendang Beleq. Peresean, dan ritual Sangkep Warige menjadi daya tarik utama. Sementara itu, aksesibilitas menuju Kampung Sasak Ende tergolong sangat baik, berada di jalur strategis menuju kawasan Mandalika dan hanya berjarak tempuh sekitar 13 menit dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Data kunjungan wisatawan tahun 2021Ae2023 menunjukkan trend peningkatan yang a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2026 Namun belum ada penelitian yang secara simultan menguji pengaruh atraksi budaya dan aksesibilitas terhadap minat berkunjung ke destinasi ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh dua faktor utama tersebut terhadap minat berkunjung wisatawan ke Kampung Sasak Ende. LANDASAN TEORI Desa wisata merupakan suatu bentuk perkembangan pariwisata yang menitik beratkan pada kontribusi masyarakat sekitar pedesaan dan pelestarian lingkungan area pedesaan. Desa wisata memiliki produk wisata yang benilai budaya dan memiliki karakteristik traditional yang kuat . Begitupun menurut pendapat ahli yang lain mendefinisikan wisata pedesaan yang dimana sekelompok wisatawan tinggal dalam suasana yang tradisional, tinggal di desa untuk mempelajari kehidupan di pedesaan . Faktor penentu dalam menarik wisatawan terdiri dari atraksi . , aksesibilitas . , amenitas, dan elemen pendukung lainnya. Atraksi budaya merupakan komponen penting dalam desa wisata karena menyajikan pengalaman autentik melalui pertunjukan, ritual, dan warisan budaya lokal . Aksesibilitas dalam konteks pariwisata mencakup kemudahan dalam mencapai lokasi wisata, baik dari sisi infrastruktur, waktu tempuh, maupun ketersediaan moda transportasi . Penelitian sebelumnya juga menegaskan bahwa atraksi budaya dan aksesibilitas berkontribusi signifikan terhadap minat dan keputusan berkunjung wisatawan . METODE PENELITIAN Sesuai dengan tujuannya bahwa penelitian ini untuk mengetahui pengaruh atraksi budaya lokal dan aksesibilitas terhadap minat berkunjung wisatawan di Kampung Sasak Ende Desa Sengkol, sehingga metode yang digunakan adalah melalui pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional . Ada tiga variabel utama dalam penelitian ini yang terdiri dari dua variabel bebas yaitu atraksi budaya lokal (X. dengan parameternya pertunjukan seni, rumah adat, ritual, kerajinan tangan. Selanjutnya aksesibilitas (X. dengan parameter jarak, waktu tempuh, transportasi, dan kondisi jalan. Sedangkan untuk variabe terikatnya yaitu minat berkunjung wisatawan (Y) menggunakan parameter niat kunjungan, rekomendasi dan kunjungan ulang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wisatawan yang berkunjung di Kampung Sasak Ende Desa Sengkol, sedangkan sampel diambil sebanyak 100 orang wisatawan melalui tehnik accidental sampling . Data dikumpulkan melalui kuesioner . yang diukur dengan skala Likert 1 sampai 5, dimana untuk memastikan kualitas instrumen maka sebelumnya dilakukan dulu Uji validitas dan reliabilitas kuesioner . Selanjutnya data diolah dan dianalisis secara statistik melalui tahapan uji asumsi klasik dan setelah memenuhi syarat dilanjutkan dengan analisis regresi linier berganda . HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengaruh Atraksi Budaya Lokal Terhadap Minat Berkunjung Wisatawan Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai signifikansi untuk variabel Atraksi Budaya Lokal (X. adalah 0,011. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ,011 < 0,. , maka a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2026 dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh atraksi budaya lokal terhadap minat berkunjung wisatawan di Kampung Sasak Ende Desa Sengkol Kecamatan Pujut. Ay Dengan demikian maka Hipotesis Nihil (H. ditolak atau Hipotesis Alternatif (HCA) diterima. Tabel 1. Coefficients Dependent Variable: Skor. Minat. Berkunjung Sumber : Output analisis statistik dengan SPSS Versi. Tabel Coefficients memaparkan nilai konstanta a dan b dari persamaan linier: Y = a bX1 bX2, sehingga Y = 5. 261 X1 0. 394 X2 Berdasarkan persamaan matematis tersebut maka dapat dijelaskan model regresi linier dari pengaruh atraksi budaya lokal terhadap minat berkunjung wisatawan adalah sebagai - Konstanta sebesar 5. 467 menunjukkan bahwa jika koefisien regresi variabel variabel independen dianggap nol. - Koefisien regresi atraksi budaya lokal memiliki nilai positif 0. 261 menunjukkan bahwa semakin baik atraksi budaya lokal maka semakin tinggi minat berkunjung wisatawan ke kampung sasak ende desa sengkol. Atraksi adalah segala hal yang mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke kawasan Atraksi terdiri dari apa yang pertama kali membuat wisatawan tertarik untuk berkunjung ke sebuah kawasan. Atraksi dapat didasarkan pada sumber daya alam yang memiliki bentuk ciri-ciri fisik alam, dan keindahan kawasan itu sendiri . Kampung Sasak Ende merupakan salah satu kampung tradisional suku Sasak yang masih mempertahankan adat dan tradisi leluhur mereka. Atraksi budaya lokal yang ditawarkan di Kampung Sasak Ende meliputi rumah tradisional, pertunjukan tari-tarian adat, kerajinan tangan, serta upacara-upacara tradisional yang masih dilaksanakan oleh masyarakat setempat. Hasil penelitian ini mendukung pernyataan . , minat berkunjung wisatawan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah atraksi budaya yang ditawarkan oleh destinasi wisata. Wisata budaya dapat memberikan pengalaman yang mendalam dan berbeda bagi wisatawan, tidak hanya memuaskan rasa ingin tahu, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kehidupan masyarakat lokal. Pengaruh Aksesibilitas Terhadap Minat Berkunjung Wisatawan Hasil uji statistik diperoleh nilai signifikansi untuk variabel Aksesibilitas (X. adalah 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . 000 < 0. maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh aksesibilitas terhadap minat berkunjung wisatawan di Kampung Sasak Ende Desa Sengkol Kecamatan Pujut. Ay Dengan demikian maka Hipotesis Nihil (H. ditolak atau Hipotesis Alternatif (HCC) diterima. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2026 Tabel 2. Pengaruh Aksesibilitas Terhadap Minat Berkunjung Wisatawan Dependent Variable: Skor. Minat. Berkunjung Sumber : Output analisis statistik dengan SPSS Versi. Tabel Coefficients memaparkan nilai konstanta a dan b dari persamaan linier: Y = a bX1 bX2, sehingga Y = 5. 261 X1 0. 394 X2 Berdasarkan persamaan matematis tersebut maka dapat dijelaskan model regresi linier dari pengaruh aksesibilitas terhadap minat berkunjung wisatawan adalah sebagai berikut : Konstanta sebesar 5. 467 menunjukkan bahwa jika koefisien regresi variabel variabel independen dianggap nol. Koefisien regresi Aksesibilitas memiliki nilai positif 0. 394 menunjukan bahwa semakin baik aksesibilitas maka semakin tinggi minat berkunjung wisatawan ke kampung sasak ende desa sengkol. Hasil penelitian ini senada dengan hasil penelitian sebelumnya oleh . , 14, 15, 16, . , bahwa aksesibilitas merupakan atribut destinasi wisata dalam hal pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur transportasi yang menyediakan akses menuju destinasi wisata. Aksesibilitas mengacu pada kemudahan yang ditawarkan pengunjung ke suatu lokasi dengan biaya yang wajar. Aksesibilitas sebagai kemudahan untuk mencapai tujuan wisata, dengan mempertimbangkan jarak dari lokasi seseorang dan kecepatan teknologi modern, serta aksesibilitas sarana transportasi ke lokasi tersebut. Akses menuju Kampung Wisata Sasak Ende sangat memadai, dapat ditempuh dari Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid dalam waktu 13 menit menggunakan bus, mobil, atau sepeda motor. Begitu pula dengan kondisi infrastruktur jalan menuju Kampung sasak ende kondisinya sudah sangat memadai serta posisi Kampung sasak ende yang terletak di tepi jalan negara, tentu sekali sangat memberikan kemudahan bagi siapapun yang akan berkunjung ke sana. Pengaruh Atraksi Budaya Lokal Dan Aksesibilitas Terhadap Minat Berkunjung Wisatawan Hasil uji statistik Pengaruh Atraksi budaya lokal dan Aksesibilitas secara simultan . ersama-sam. terhadap Minat berkunjung wisatawan di Kampung Sasak Ende adalah seperti pada tabel berikut ini : Tabel 3. Pengaruh Atraksi Budaya Lokal Dan Aksesibilitas Terhadap Minat Berkunjung Wisatawan a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2026 Dependent Variable: Skor. Minat. Berkunjung Predictors: (Constan. Skor. Aksesibilitas. Skor. Atraksi. Budaya Sumber : Output analisis statistik dengan SPSS Versi. Berdasarkan tabel analisis menunjukkan nilai F hitung sebesar 26. 844 lebih besar dari F tabel 3. 94 dengan nilai signifikansi 0. 000, karena nilai signifikansi lebih kecil 0. < 0. maka menunjukkan variabel Atraksi budaya lokal dan Aksesibilitas secara simultan . ersama-sam. berpengaruh terhadap variabel Minat berkunjung wisatawan, atau dengan pernyataan lain ada pengaruh yang signifikan dari atraksi budaya lokal dan aksesibilitas terhadap minat berkunjung wisatawan ke Kampung sasak Ende desa Sengkol. Hasil penelitian ini senada dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh . , . , bahwa variabel yang dapat mempengaruhi kepuasan wisata adalah atraksi, aksesibilitas, akomodasi, amenitas, dan aktivitas. Demikian pula dengan hasil penelitian sebelumnya oleh . , 15, . , menyatakan variabel yang dapat mempengaruhi kepuasan wisatawan ada tiga yakni aksesibilitas, atraksi, dan amenitas. Potensi Kampung Sasak Ende sebagai daya tarik wisata alternatif cukup menjanjikan. Hal ini didasari oleh lokasi Kampung Sasak Ende yang strategis yakni berada di tengah-tengah jalur dari Bandara Internasional Lombok (BIL) menuju ke KEK Mandalika. Selain lokasinya yang strategis potensi-potensi berupa kearifan lokal seperti kehidupan bermasyarakat yang kental dengan nilai-nilai tradisional Suku Sasak yang masih terjaga dengan baik, pertunjukan atraksiatraksi kesenian yang cukup atraktif seperti Peresean. Gendang Beleq, hingga hasil kerajinan seperti tenunan, anyaman, dan lain sebagainya. Keberadaan Kampung Wisata Sasak Ende yang memiliki akses yang memadai dan mudah dijangkau oleh pengunjung serta memiliki potensi atraksi budaya yang kaya bisa menjadi salah satu daya Tarik untuk melahirkan minat wisatawan untuk berkunjung. Hal tersebut sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa komponen penunjang wisata adalah komponen kepariwisataan yang harus ada didalam destinasi wisata. Komponen kepariwisataan tersebut ada empat yaitu Attraction. Amenities. Ancilliary dan Accesibility . KESIMPULAN Puja Mandala di Nusa Dua merupakan ikon wisata religi yang merepresentasikan kerukunan lima agama melalui keberadaan Masjid Agung Ibnu Batutah. Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Segala Bangsa. Vihara Buddha Guna. Gereja Protestan GKPB Jemaat Bukit Doa, dan Pura Jagatnatha. Sejak diresmikan pada tahun 2004, kompleks ini menjadi daya tarik istimewa bagi wisatawan, bersanding dengan keindahan alam dan kekayaan seni-budaya Bali. Wisatawan mengungkapkan kekaguman terhadap keberadaan lima rumah ibadah tersebut, sekaligus mengapresiasi toleransi dan kerukunan umat beragama yang tercermin di kawasan ini. Pesona alam serta kekayaan tradisi dan seni-budaya Bali turut memperkuat daya tarik Puja Mandala. Keseluruhan temuan ini menunjukkan bahwa Puja Mandala tidak hanya mempertegas citra Bali sebagai destinasi wisata alam dan budaya, tetapi juga sebagai teladan harmonisasi antarumat beragama. SARAN Puja Mandala dapat terus dikembangkan sebagai objek wisata religi yang melengkapi daya tarik wisata di wilayah Badung Selatan. Edukasi tentang kerukunan, toleransi, dan multikulturalisme yang tercermin dari keberadaan lima rumah ibadah di kompleks ini perlu a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2026 dipertahankan dan diperkuat, sehingga nilai-nilai tersebut dapat terus menginspirasi wisatawan dan masyarakat luas. DAFTAR PUSTAKA