AnalisisFaktor Internal danEksternaldenganAntenatal Care(ANC) K4Pada di Wilayah Pengaruh Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Tentang Toilet Training Ibu Yang Kota Banjarmasin Tahun 2017Tanah Laut MempunyaiKerjaPuskesmasTelukDalam Batita Di Desa Asri Mulya Kecamatan Jorong Kabupaten Tahun 2017 Analysis Of Internal And External Factors With Antenatal Care (ANC) K4 In Working Area In Influence Of Results Banjarmasin On Knowledge Teluk Dalam Of Toilet Public Training HealthOn Services Mothers InHaving 2017 Batita In Asri Mulya Village District Jorong District Sea District Times 2017 Abdullah*. Norfai Fakultas Kesehatan Islam Kalimantan Ni Wayan KurniaMasyarakat Widya WatiUniversitas *. Khalimatus SaAodiyah Jl. Husada Adhyaksa No. 2,Jl. Kayu Tangi,Kota Banjarmasin. Kalimantan Selatan STIKes Borneo. Yani Km. No. 4 Banjarbaru. Kalimantan Selatan Alumni STIKes Husada*korespondensi Borneo. Jl. Yani : abdullahmfks@gmail. Km. 30,5 No. 4 Banjarbaru. Kalimantan Selatan *korespondensi: niwayan. husadaborneo@gmail. Abstract Antenatal Abstract Care is a periodic health service during pregnancy of mothers organized by health as obstetricians, general practitioners, midwivesAand Toilet training such of control of bowel and control urination. time to start training a child after to child can . roundcan the be and training and have The coverage The parturition, most common impacts well of toilet the personality of the ANC in Teluk PublictoHealth Services been decreasing child K4 in which theDalam child tends be inferior and has stubborn,percentage inclined to from to 85% This study aims toinknow the relationship of mother's to make and casual daily and Mothers are very influential level of success of children, the direct who visit In this case. Antenatal the mother's Careknowledge (ANC) K4 inofworking toilet training area in Banjarmasin becomes very Teluk Dalam Public Of the Health 5 mothers Service This is an1 mothers with cross The sample were only Given the influence Data who the knowledge toilet training in mothers Research directly to respondents. Data pretest were analyzed and bivariate is Quasy experiment with one group Research are all Che Square with alternative testofofAsri Fisher Exact test using who have in the village Mulya a number of 35 people. Sampling (A) 0,05. The of this research that respondents who do total sampling. Research of result December-January Analysis of the data used Antenatal Care according to minimum (ANC is shows 53,6% that who do not Wilcoxon Signed Ranks Test Test. The standard result of the is influence Antenatal about toilet Caretraining to minimum with toddler in Asri (ANC) Mulya K4 equal villageto. 46,4%. = 0,000 Variables <0,. to ANC . -value O 0. age, knowledge. To he is advised to increase the action in K4 on toddlers who are visits and husband support. a fruit in the Keywords: Keywords:Analysis Counseling, of Internal Knowledge, and External Toilet Training Factors. ANC K4 Pendahuluan Anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan sejak ia lahir sampai mencapai usia dewasa. Pada masa batita pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi sangat cepat. Masa seperti ini merupakan dasar dan tidak akan terulang lagi pada kehidupan selanjutnya. Perhatian yang diberikan pada masa balita akan sangat menentukan kualitas kehidupan manusia dimasa depan. Manusia berkembang dari satu tiap periode perkembangan keperiode yang lain, mereka mengalami perubahan tingkah laku yang berbeda-beda diakibatkan karena masalah-masalah atau tugas-tugas yang dituntut dan muncul pada setiap periode perkembangan itu berbeda pula. Salah satu tugas perkembangan adalah membentuk kemandirian, kedisiplinan, dan kepekaan emosi pada anak. Untuk mencapai tugas perkembangan tersebut salah satunya dapat dilakukan melalui toilet training sejak dini . Penelitian yang dilakukan oleh Christie dkk pada anak-anak australia menunjukan hasil bahwa rata-rata anak mampu toilet trainingpada usia 28,7 anak 30,2 bulan dan anak perempuan rata-rata usia 27,5 bulan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh . , didapatkan data bahwa demonstrasi terhadap perubahan perilaku orang tua dan kemampuan toilet trainingpada Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa kesiapan anak, pengetahuan orang tua dan pelaksanaan toilet trainingyang benar, merupakan suatu domain penting yang perlu orang tua ketahui untuk meningkatkan kemampuan toileting pada Jumlah anak balita di indonesia cukup besar yaitu sekitar 17,091. 762 jiwa dari 87,9 juta anak Indonesia anak, dalam usia balita dimana pada masa tersebut memerlukan pembinaan terhadap tumbuh kembang anak Jurkessia. Vol. IX. No. 1,November 2018 Ni Wayan Kurnia Widya Wati, dkk. secara komperhensif dan berkualitas yang dapat diselengarakan melalui kegiatan penyimpangan tumbuh kembang anak sehingga perkembangan kemampuan gerak, bicara, bahasa sosialisasi dan kemandirian berlangsung optimal sesuai umur anak . Toilet training terdiri dari bowel control atau kontrol buang air besar, dan bladder controlatau kontrolbuang air kecil. Saat yang tepat untuk mulai melatih anak melakukan toilet trainingadalah setelah anak bisa mulai bisa berjalan . ekitar usia 1,5 tahu. Anak mulai bisa dilatih kontrol buang air besar setelah usia 18-24 bulan dan biasanya lebih cepat dikuasai dari pada kontrol buang air kecil, tetapi pada umumnya anak benarbenar bisa melakukan kontrol buang air besar saat usia sekitar tiga tahun . Keberhasilan toilet training tidak hanya dari kemampuan fisik, psikologis dan emosi anak itu sendri tetapi juga dari bagaimana perilaku orang tua atau ibu untuk mengajarkan toilet training secara baik dan benar, sehingga anak dapat melakukan dengan baik dan benar hingga besar kelak . Dampak yang paling umum dalam kegagalan toilet training seperti adanya perlakuan atau aturan yang ketat bagi orang mengganggu kepribadian anak dimana anak cenderung minder dan tidak percaya diri, bersikap keras kepala dan kikir. Hal ini dapat ditunjukkan oleh orang tua yang sering memarahi anak pada saat buang air kecil maupun besar atau melarang anak untuk buang air kecil maupun besar saat Bila orang tua santai dalam memberikan aturan dalam toilet training maka anak dapat mengalami kepribadian ekspresif dimana anak lebih tega, cenderung ceroboh, suka membuat gara-gara, emosional dan seenaknya dalam kegiatan sehari-hari . Penelitian yang dilakukan oleh Christie dkk pada anak-anak australia menunjukan hasil bahwa rata-rata anak mampu toilet training pada usia 28,7 anak 30,2 bulan dan anak perempuan rata-rata usia 27,5 bulan . Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh . , didapatkan data bahwa demonstrasi terhadap perubahan perilaku orang tua dan kemampuan toilet training pada anak. Sehingga dapat diambil pengetahuan orang tua dan pelaksanaan toilet training yang benar, merupakan suatu domain penting yang perlu orang tua ketahui untuk meningkatkan kemampuan toileting pada anak. Berdasarkan studi pendahuluan yang penulis lakukan dengan wawancara di Desa Asri Mulya terhadap 5 ibu yang mempunyai batita, didapatkan bahwa 4 orang ibu . ,0%) belum mengetahui tentang toilet training di karenakan batita masih memiliki kebiasaan yang salah dalam buang air besar dan buang air kecil, misalnya anak masih buang air kecil disembarang tempat saat diluar rumah, buang air besar dan buang air kecil dicelana tidak memberi tahu ibu. Ibu mengatakan apabila anaknya buang air kecil atau buang air besar terkadang marah-marah dan memukul anaknya. Sedangkan terdapat 1 orang ibu . ,0%) yang mengerti terkait toilet training, mulai dari pengertian, manfaat. Cara melatih dan waktu melatih toilet training pada anak, sedangkan ibu-ibu yang lainnya tidak mengetahui tentang toilet training, sehingga anak mempunyai kebiasaan yang baik dalam melakukan toilet training. Berdasarkan latar belakang diatas dan penulis tertarik meneliti tentang Pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan tentang toilet training pada ibu yang mempunyai batita di Desa Asri Mulya. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan metode Quasi eksperimen dan rancangan penelitian pretest posttest design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang mempunyai batita di Desa Asri Mulya sebanyak 35 responden. pada penelitian ini menggunakan total sampling, sebanyak 35 responden. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan kuesioner yang di bagikan kepada responden untuk Pengaruh Penyuluhan Pengetahuan Ibu Tentang Toilet Training pada Batita serta data sekunder yang didapatkan dari dokumentasi dan register dari Poskesdes Desa Asri Mulya. Hasil Penelitian Gambaran Umum Responden Umur Responden Umur yang menjadi responden dapat di lihat pada tabel berikut: Jurkessia. Vol. IX. No. 1,November 2018 Ni Wayan Kurnia Widya Wati, dkk. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Umur di Desa Asri Mulya Tahun 2017 Umur Kelompok <20 tahun 20-35 tahun >35 tahun Jumlah Pengetahuan Responden Sesudah Penyuluhan tentang Toilet Training. Pengetahuan Responden Sesudah Penyuluhan tentang Toilet Training dapat di lihat pada tabel berikut: Tabel 4. Distribusi Frekensi Responden Berdasarkan Pengetahuan Responden Sesudah Pelaksanaan Penyuluhan tentang Tiolet Training di Desa Asri Mulya Tahun 2017 Pengetahuan Baik Cukup Kurang Jumlah Berdasarkan tabel 1 diatas, dapat dilihat bahwa sebagian besar umur ibu 20-35 tahun yang mempunyai batita sebanyak 26 responden . %). Pendidikan Responden Pendidikan yang menjadi responden dapat dilihat pada tabel berikut: Berdasarkan tabel 4 diatas, dapat dilihat bahwa sebagian besar pengetahuan ibu yang mempunyai batita berpengetahuan baik yaitu 27 responden . ,1%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidkan di Desa Asri Mulya Tahun 2017 Pendidikan SMP SMA Jumlah Analisa Bivariat Pengaruh Sebelum dan Sesudah Penyuluhan terhadap pengetahuan tentang toilet training pada ibu yang mempunyai batita dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 5. Pengaruh Sebelum dan Sesudah Penyuluhan terhadap pengetahuan tentang Toilet Training pada ibu yang mempunyai batita di Desa Asri Mulya Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut Tahun 2017 Berdasarkan Tabel 2 diatas, dapat dilihat bahwa sebagian besar Pendidikan ibu yang mempunyai batita terbanyak adalah berpendidikan SMP yaitu 14 orang . %). Sedangkan yang paling sedikit adalah PT yaitu 2 orang . %). Penyulu -han Pengetahuan Jumlah Baik Cukup Kurang Sebelum 8 22,9 12 34,3 15 42,9 35 100 Sesudah 27 77,1 8 22,9 0 Uji wilcoxon Signed Ranks Test p = 0,000 . <0,. Analisa Univariat Pengetahuan Responden Sebelum Penyuluhan tentang Toilet Training. Pengetahuan Responden Sebelum Penyuluhan tentang toilet training dapat di lihat pada tabel berikut: Berdasarkan Tabel menunjukan bahwa dari 35 responden sebelum dilakukan Penyuluhan tentang tentang toilet training didapat responden dengan pengetahuan Baik sebanyak 8 responden . ,9%). Cukup sebanyak 12 orang . ,3%). Kurang sebanyak 15 orang . ,9%). Sedangkan dari 35 responden setelah dilakukan Penyuluhan tentang tentang toilet training didapat responden dengan pengetahuan Baik sebanyak 27 orang . ,1%). Cukup sebanyak 8 orang . ,9%). Tabel 5 menunjukan ada pengaruh yang bermakna secara statistik antara sebelum dan sesudah penyuluhan terhadap pengetahuan tentang toilet training pada ibu yang mempunyai batita di Desa Asri Mulya Tabel 3. Distribusi Frekensi Responden Berdasarkan Pengetahuan Responden Sebelum Pelaksanaan Penyuluhan tentangtoilettraining di Desa Asri Mulya Tahun 2017. Pendidikan SMP SMA Jumlah Berdasarkan tabel 3 diatas, dapat dilihat bahwa sebagian besar pengetahuan ibu yang mempunyai batita berpengetahuan kurang sebanyak 15 responden . ,9%). Jurkessia. Vol. IX. No. 1,November 2018 Ni Wayan Kurnia Widya Wati, dkk. Kecamatan Jorong, hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai p = 0,000 . <0,. sikap baru, dan prilaku baru yang ada hubungannya dengan tujuan hidup. Hasil penelitian tingkat pengetahuan ibu tentang toilet training juga didukung hasil penelitian Triningsih . bahwa pengetahuan ibu tentang toilet trainingsebagian besar dalam kategori kurang. Pembahasan Tingkat Pengetahuan Sebelum Dilakukan Penyuluhan Tentang Toilet Training Tabel 3 diatas, menunjukan bahwa pengetahuan responden sebelum diberikan penyuluhan tentang toilet trainingsebagian besar adalah berpengetahuan kurang yaitu 15 orang . ,9%). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Triningsih . terhadap 55 responden di PAUD Tunas Harapan Kutoarjo Purworejo, sebelum dilakuakan penyuluhan sebagian besar dalam kategori kurang yaitu 15 orang . ,9%). Responden yang berpengetahuan kurang di karenakan responden belum pernah mendapatkan informasi tentang toilet training sebelumnya. Sesuai dengan pernyataan Purwanto . dalam Triningsih . yaitu tidak mungkin seseorang mau berusaha mempelajari sesuatu dengan sebaik-baiknya jika ia tidak mengetahui betapa penting dan faedahnya hasil yang akan di capai dari belajarnya bagi Pengetahuan merupakan hasil dari tahu yang terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap obyek tertentu. Pengindraan terjadi melalui panca indra yang meliputi indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang . Jadi diperlukan pemberian informasi menjelaskan kepada ibu dalam hal toilet training pada anak agar ibu paham tentang mengajarkan toilet training pada anak lebih Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Nyswander . dalam Triningsih . pendidikan kesehatan adalah adalah suatu proses perubahan pada diri manusia yang ada hubungannya dengan terciptanya tujuan kesehatan perorangan dan Pendidikan kesehatan bukanlah suatu yang dapat di berikan oleh seseorang kepada orang lain dan bukan suatu rangkaian tata laksana yang akan di laksanakan atau pun hasil yang akan di capai, melaikan suatu proses perkembangan yang selalu berubah secara dinamis dimana seseorang dapat menerima atau menolak keterangan baru. Tingkat Pengetahuan Sesudah Dilakukan Penyuluhan Tentang Toilet Training Berdasarkan tabel 4 diatas, dapat dilihat bahwa pengetahuan ibu yang mempunyai batita sesudah diberi penyuluhan adalah berpengetahuan baik yaitu 27 orang . ,1%). kalau kita bandingkan dengan tingkat pengetahuan sebelum diberikan kelas ibu hamil ternyata mengalami peningkatan. Hal tersebut menunjukan bahwa peran penyuluhan pada ibu yang mempunyai batita mampu meningkatkan pengetahuan tentang toilet training pada ibu yang mempunyai Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Nurhayati . bahwa pengetahuan tentang toilet training pada ibu dalam kategori baik serta berpengaruh dalam pengetahuan ibu dan Rasa ingin tahu ibu pada saat penyuluhan sangat tinggi ini di buktikan pada saat penyuluhan para ibu sangat antusias dalam menengarkan maupun bertanya. Sehingga rasa ingin tahu mereka dapat kita dorong dengan adanya penyuluhan tentang toilet training. Hal ini sangat baik dengan adanya peningkatan pengetahuan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang toilet training. Adapun diharapkan setelah diberikan penyuluhan pengetahuan yang baik tentang toilet training dan mampu mengajarkan toilet training pada Pengaruh Sebelum Sesudah Penyuluhan Tentang Toilet Trainig pada Ibu yang Mempunyai Batita Berdasarkan Tabel 5 menunjukan ada pengaruh yang bermakna secara statistik antara sebelum dan sesudah penyuluhan terhadap pengetahuan tentang toilet training pada ibu yang mempunyai batita di Desa Asri Mulya Kecamatan Jorong. menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test pada alpha 0,05 . %) menunjukan bahwa ada pengaruh sebelum dan sesudah Jurkessia. Vol. IX. No. 1,November 2018 Ni Wayan Kurnia Widya Wati, dkk. penyuluhan, hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai p = 0,000 . <0,. Berarti hasil penelitian gagal ditolak atau diterima. Penyuluhan tentang toilet training mempengaruhi terhadap pengetahuan ibu. Penyuluhan merupakan suatu kegiatan yang meningkatkan pengetahuan. Penyuluhan terjadi karena adanya perubahan kesadaran dari dalam diri individu sendiri untuk penambahan pengetahuan dan kemampuan melalui teknik peraktek belajar dengan tujuan untuk mrengingat fakta atau kondisi nyata dengan cara memberikan dorongan terhadap pengarahan diri. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang mengadakan pengideran terhadap suatu Pengetahuan dipengaruhi oleh intensitas perhatian persepsi terhadap obyek . Pengetahuan merupakan hasil dari tahu yang terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap obyek tertentu. Pengindraan terjadi melalui panca indra yang meliputi indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang . Diperkuat oleh teori green bahwa pengetahuan merupakan faktor yang Pengetahuan dominan yang sangat penting dalam Dari pengalaman dan penelitian terbukti bahwa prilaku yang didasari oleh pengetahuan . Ibu yang mempunyai batita di Desa Asri Mulya saat penyuluhan berlangsung ibu memperhatiakan dengan seksama sehingga dapat menambah pengetahuan tentang toilet Alasan terjadinya peningkatan sekor pengetahuan pada ibu karena ketertarikan ibu untuk memperhatikan penyuluhan. Selain itu, ibu belum pernah ada kegiatan penyuluhan tentang toilet training sehingga hal ini mendorong ibu untuk memperhatikan materi yang disampaikan. Sebagian besar Pengetahuan ibu sebelum diberi penyuluhan tentang toilet training di Desa Asri Mulya Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut Tahun 2017 yang berpengetahuan baik yaitu 27 orang . ,1%). Pengetahuan terbukti ada pengaruh yang bermakna secara statistik antara sebelum dan sesudah Penyuluhan terhadap pengetahuan tentang Toilet Training pada ibu yang mempunyai batita di Desa Asri Mulya Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut hal ini dapat dilihat dari besarnya nilai p=0,000 . <0,. Daftar Pustaka